KEEFEKTIFAN KOMBINASI TERAPI MASASE DENGAN KINESIO TAPING DALAM PEMULIHAN CEDERA PERGELANGAN KAKI DERAJAT 1 PADA PEMAIN SEPAK BOLA MERAPI PUTRA SLEMAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian Pre-Experimental Design dengan

Journal of Sport Sciences and Fitness

METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Waktu dan Tempat Penelitian Populasi dan Sampel

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini dilaksanakan di rumah pribadi pasien.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pandega wreksa 10 Jalan Kaliurang 5,6 Yogyakarta, latihan bertempat di

Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi ISSN Vol. 3, No.1, Hal , Juni 2017

PENGARUH METODE BERMAIN TERHADAP HASIL BELAJAR PASSING SEPAK BOLA MENGGUNAKAN KAKI BAGIAN DALAM

Pengaruh Pelatihan Air Alert Menggunakan Metode Latihan Interval terhadap Peningkatan Power Otot Tungkai

e-journal PJKR Universitas Pendidikan Ganesha Jurusan Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (Vol 8, No 2, Tahun 2017)

Bravo s Jurnal Program Studi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan STKIP PGRI Jombang ISSN:

EFEKTIVITAS MODEL LATIHAN PASSING CONTROL FEBI FUTSAL GAMES TERHADAP PENINGKATAN HASIL PASSING CONTROL OLAHRAGA FUTSAL UNTUK PEMAIN PEMULA

Keywords: learning approach tactical, technical learning approach, results learning skills football.

PENGARUH MODEL COOPERATIVE LEARNING TERHADAP SIKAP KERJASAMA DAN HASIL BELAJAR SEPAKBOLA PADA SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 7 KUNINGAN ABSTRAK

PENGARUH LATIHAN KELINCAHAN-LATIHAN KECEPATAN TERHADAP KEMAMPUAN MENGGIRING BOLA SISWA PESERTA EKSTRAKURIKULER FUTSAL DI MTS N 2 YOGYAKARTA

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN

PENGARUH LATIHAN BALL FEELING TERHADAP KEMAMPUAN DRIBBLING PEMAIN SEKOLAH SEPAKBOLA (SSB) KALASAN

PENINGKATAN TEKNIK SHOOTING MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 1. Deskripsi Lokasi, Populasi, dan Waktu Penelitian

PENGARUH METODE MODELING TERHADAP HASIL BELAJAR PASSING SEPAK BOLA

Wistyan Okky Saputra dan Dr. Mukhamad Murdiono, M. Pd. Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Yogyakarta

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Data Hasil Belajar Pretest Kelas Van Hiele dan Bruner

EFEKTIVITAS LATIHAN BEBAN DENGAN METODE CIRCUIT WEIGHT TRAINING DENGAN SUPER SET

Ejournal JJPKO Volume 08 Nomor 02 Tahun 2017

BAB III PROSEDUR PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

PENGARUH LATIHAN SEPAK SILA TERHADAP KONTROL BOLA DALAM PERMAINAN SEPAK TAKRAW

SKRIPSI PERBEDAAN LATIHAN PLIOMETRIK DEPTH JUMP DAN JUMP TO BOX TERHADAP PENINGKATAN KECEPATAN LARI PADA PEMAIN SEPAK BOLA DI SMA N 1 MANGGIS

BAB III METODE PENELITIAN. artinya penelitian yang bertujuan untuk mencari hubungan kausalita atau

INDONESIA PERFORMANCE JOURNAL

PENGARUH LATIHAN PROPRIOCEPTIVE NEUROMUSCULAR FACILITATION (PNF) PASCA CEDERA BAHU TERHADAP PERBAIKAN RANGE OF MOTION (ROM) E-JOURNAL

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA KANTONG BILANGAN TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA PENJUMLAHAN BILANGAN SECARA BERSUSUN

Gde Ryan Saputra, Gede Doddy Tisna MS, Made Budiawan. Jurusan Ilmu Keolahragaan Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja, Indonesia

e-journal PJKR Universitas Pendidikan Ganesha Jurusan Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (Vol 8, No 2, Tahun 2017)

MEDIKORA Vol. XIV No. 1April 2015

PERBANDINGAN METODE PEMBELAJARAN LANGSUNG DENGAN METODE PEMBELAJARAN TIDAK LANGSUNG TERHADAP KEMAMPUAN DRIBBLE SEPAK BOLA

PENGARUH METODE PRAKTIKUM DENGAN PENDEKATAN LINGKUNGAN TERHADAP HASIL BELAJAR PADA MATERI PEMISAHAN CAMPURAN DI SMP

PENGARUH PELAKSANAAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP PADA MURID SEKOLAH DASAR

PENERAPAN MEDIA MINI SOCCER BALL TERHADAP PEMBELAJARAN SEPAK SILA PADA SEPAK TAKRAW SISWA KELAS V SD NEGERI KETABANG SURABAYA

Identifikas Cedera Sepakbola... (Wahyu Irsyad Kamal Faozan) 1

Jurnal. The Improving Students Mathematics To The Aljabar Factoritation By Using Auditory Intellectually Repetition (Air) Mode By Resitation Method

MENINGKATKAN POWER OTOT TUNGKAI MELALUI LATIHAN PLYOMETRIC DEPTH JUMP MODIFICATION PADA PESILAT REMAJA PUTRA PERGURUAN SILAT PERSINAS ASAD SLEMAN

PENGARUH PERMAINAN LEMPAR SHUTTLECOCK TERHADAP PENINGKATAN KELINCAHAN PESERTA EKSTRAKURIKULER BULUTANGKIS SMP NEGERI 2 PLAYEN GUNUNGKIDUL YOGYAKARTA

OPINI PENYEBAB DAN PENANGANAN TERAPI MASASE PADA PASIEN CEDERA OTOT TUMIT DI PHYSICAL THERAPY CLINIC

PENGARUH PELATIHAN LOMPAT KATAK TERHADAP KEKUATAN DAN DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI PADA SISWA PUTRA KELAS VIII SMPN 4 SINGARAJA TAHUN PELAJARAN 2014/2015

PENGARUH PROPRIOCEPTIVE NEUROMUSCULAR FACILITATION

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Kelompok Tes Ketegori Rata-rata Simpangan Baku Pretes 5,38 1,44 Kelompok Postes 7,69 1,25 Eksperimen Hasil Latihan 2,31 0,19 Kelompok Kontrol

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. sesuai dengan permasalahan yang akan diteliti yang menggunakan metode

BAB IV ANALISIS DATA. A. Analisis Pengujian Hipotesis Data Bimbingan Kelompok Berbasis

UJI SPSS. Shapiro-Wilk. Statistic df Sig. Statistic df Sig. Independent Samples Test. Levene's Test for Equality of t-test for Equality of Means

PENGARUH LATIHAN BOX SKIP TERHADAP POWER OTOT TUNGKAI SISWA PESERTA EKSTRAKURIKULER KARATE DI SMP N 1 KALASAN, SLEMAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

III. METODE PENELITIAN. (eksperimen semu) non-equivalent control group design. Desain ini hampir sama

BAB III METODE PENELITIAN

PENGARUH METODE LATIHAN TERHADAP MINAT MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER BOLAVOLI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 DONOROJO KECAMATAN DONOROJO

SKRIPSI PERBEDAAN EFEKTIVITAS LATIHAN INTERVAL

III. METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Hal

BAB I PENDAHULUAN. Futsal adalah permainan bola yang dimainkan oleh dua tim, yang. masing-masing beranggotakan lima orang. Tujuannya adalah memasukkan

Bayu Puspayuda*,Made Darmada**, Putu Citra Permana Dewi***

PENGARUH LATIHAN MENGGUNAKAN METODE PART-WHOLE PRACTICE

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pada bab ini diuraikan tentang hasil penelitian yang telah

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Journal of Sport Sciences and Fitness

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pada bab ini diuraikan tentang hasil penelitian yang telah dilakukan di

PENGARUH LATIHAN SHOOTING

Tabel 4.1 Persentase Ketuntasan Belajar Siswa

PELATIHAN PROPRIOSEPTIF EFEKTIF DALAM MENINGKATKAN KESEIMBANGAN DINAMIS PADA PEMAIN SEPAK BOLA DENGAN FUNCTIONAL ANKLE INSTABILITY

III. METODE PENELITIAN

KEEFEKTIFAN STRATEGI JIGSAW II TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 5 SLEMAN ARTIKEL E-JOURNAL

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG TERHADAP HASIL BELAJAR LAY UP BOLA BASKET KELAS VIII SMP

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF BERBANTUAN ALTERNATIVE SOLUTIONS WORKSHEET UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA

PENGARUH MEDIA KEMASAN MAKANAN TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI DI KELAS IV SD

Oleh: Maharani Tri Ayu Ratnasari dan M. Nur Rokhman, M.Pd Universitas Negeri Yogyakarta ABSTRAK

PENGARUH PELATIHAN ALTERNATE LEG BOUND TERHADAP KECEPATAN DAN POWER OTOT TUNGKAI

Oleh: Desti Widiyana, Universitas Negeri Yogyakarta,

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian menggunakan metode True Eksperimental Design. Dikatakan. dengan cara mengajar disekolah tersebut.

PENERAPAN METODE BERMAIN TERHADAP HASIL BELAJAR SENAM LANTAI ROLL BELAKANG DI SMP NEGERI PONTIANAK

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

PENGARUH LATIHAN MERAIH BOLA DI GANTUNG TERHADAP KEMAMPUAN LOMPAT JAUH GAYA JONGKOK ARTIKEL PENELITIAN OLEH NATALIA NIM F

ARTIKEL ILMIAH Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) Pada Jurusan PGSD FKIP UN PGRI Kediri

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT TERHADAP HASIL BELAJAR TEKNIK DASAR PASSING

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA BANTU SASARAN GAWANG DAN SIMPAI TERHADAP PENINGKATAN KETEPATAN PASSING

PROSIDING Kajian Ilmiah Dosen Sulbar ISBN:

e-journal PJKR Universitas Pendidikan Ganesha Jurusan Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (Vol 8, No 2, Tahun 2017)

PEDADIDAKTIKA: JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

Kata-kata kunci: minat belajar, hasil belajar aspek kognitif, metode konvensional, media video. Abstract

III. METODE PENELITIAN. bulan Januari tahun 2015 di SMA Negeri 1 Terbanggi Besar. Penelitian. dilakukan selama 5 minggu pembelajaran (5X pertemuan).

PENGARUH PEMBELAJARAN PROBLEM POSING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA MTS KELAS VIII

PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI. (Jurnal) Oleh DEBI GUSMALISA

PENGARUH MODIFIKASI PERMAINAN TERHADAP TEKNIK DASAR BOUNCE PASS BOLA BASKET SMPN 8 PONTIANAK

PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN E-LEARNING PADA MATA PELAJARAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DI SMA AL-ISTIQAMAH SIMPANG EMPAT ABSTRACT

KEEFEKTIFAN STRATEGI TRANSITION-ACTION-DETAILS (TAD) DALAM PEMBELAJARAN MENULIS CERPEN PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 PENGASIH KULON PROGO

Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Volume 1 : Hal , Januari 2017

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data nilai tes kemampuan

PERBEDAAN EFEKTIVITAS LATIHAN HEXAGON DRILL DAN ZIG-ZAG RUN

Transkripsi:

KEEFEKTIFAN KOMBINASI TERAPI MASASE DENGAN KINESIO TAPING DALAM PEMULIHAN CEDERA PERGELANGAN KAKI DERAJAT 1 PADA PEMAIN SEPAK BOLA MERAPI PUTRA SLEMAN E-JOURNAL Diajukan kepada Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta untuk Memenuhi sebagian Persyaratan guna Memperoleh Gelar Sarjana Olahraga Oleh: Cahya Lafirudin 12603141037 PROGRAM STUDI ILMU KEOLAHRAGAAN FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2017

Keefektifan Kombinasi Terapi Masase dengan Kinesio Taping (Cahya Lafirudin) 1 KEEFEKTIFAN KOMBINASI TERAPI MASASE DENGAN KINESIO TAPING DALAM PEMULIHAN CEDERA PERGELANGAN KAKI DERAJAT 1 PADA PEMAIN SEPAK BOLA MERAPI PUTRA SLEMAN EFFECTIVENESS OF COMBINATION BETWEEN MASSSAGE THERAPY AND KINESIO TAPING IN THE RECOVERY OF GRADE ONE ANKLE INJURY IN MERAPI PUTRA SLEMAN SOCCER PLAYER Oleh: Cahya Lafirudin, fakultas ilmu keolahragaan cahyalafirudin@gmail.com Abstrak Cedera pergelangan kaki merupakan salah satu cedera yang sering dialami oleh pemain sepak bola, dalam upaya pemulihan dapat diberikan dengan masase dan pemberian kinesio taping. Tujuan penelitian ini menganalisa keefektifan hasil kombinasi dalam pemulihan cedera pergelangan kaki derajat 1 pada pemain Sepak Bola Merapi Putra Sleman. Metode penelitian menggunakan penelitian Pre-Experimental Design dengan desain satu kelompok dengan tes awal dan tes akhir (One-Group Pretest-Postest Design). Sampel yang diambil dari populasi pemain sepak bola Merapi Putra di Kridomulyo Jetis Argomulyo Cangkringan Sleman Yogyakarta pada bulan Mei - Juni, tahun 2016 berjumlah 26 pemain. Teknik sampel menggunakan sampling insidental dan diperoleh sampel sebanyak 15 pemain. Hasil penelitian kombinasi terapi masase dengan kinesio taping terhadap pemulihan cedera ROM plantarfeksi pergelangan kaki derajat 1 diperoleh peningkatan rata-rata sebesar 0,45426 derajat dengan sig. 0,001 ( p < 0,05) dan kombinasi terhadap pemulihan cedera ROM dorsofleksi pergelangan kaki derajat 1 diperoleh peningkatan rata-rata sebesar 0.27021 derajat dengan sig. 0,007 ( p < 0,05). Kata Kunci: Terapi Masase, Kinesio Taping, Cedera Pergelangan Kaki Abstract Ankle injury are one of the injuries often suffered by football players, in order to the recovery process can be done with massage therapy and kinesio taping. The purpose of this study is to analyze the effectiveness of combination between massage therapy and kinesio taping in the recovery of grade 1 ankle injury in Merapi Putra Sleman soccer player. The research method using Pre-Experimental Design research with one group design with initial and final test (One-Group Pretest-Postest Design). Samples taken from the population of Merapi Putra soccer player at Kridomulyo Jetis Argomulyo Cangkringan Sleman Yogyakarta in May - June, 2016 consist of 26 players. The sample technique that used was incidental sampling and obtained a sample of 15 players. The result of combination between massage therapy and kinesio taping on the recovery of grade one ROM plantarflection ankle injury has an average increase of 0.45426 degrees with a sig. 0.001 (p <0.05) and combination between massage therapy and kinesio taping on the recovery of grade one ROM dorsoflection ankle injury has an average increase of 0.27021 degrees with a sig. 0.007 (p <0.05). Keywords: Massage Therapy, Kinesio Taping, Ankle Injury

Keefektifan Kombinasi Terapi Masase dengan Kinesio Taping (Cahya Lafirudin) 2 PENDAHULUAN Dunia kesehatan di masyarakat saat ini, khususnya di Indonesia banyak terdapat berbagai macam upaya yang dilakukan untuk menjaga kesehatan maupun kebugaran jasmani. Banyak macam upaya yang dilakukan oleh masyarakat tersebut dapat dikategorikan secara farmakologis atau dengan obat-obatan maupun non farmakologis atau tanpa obat-obatan (Novita Intan Arovah, 2010: 1). Keadaan tersebut mempengaruhi masyarakat lebih cenderung melakukan upaya kesehatan secara non farmakologis yang relatif lebih terjangkau dan untuk menghindari efek negatif dari kandungan bahan kimia pada obat-obatan yang dikonsumsi secara berlebih. Salah satu bentuk upaya tersebut yaitu menjaga kesehatan dengan terapi manipulatif. Adapun macam terapi manipulatif yang dapat digunakan dalam upaya kesehatan seperti thai masase, shiatsu, swedish masase, chiropractic, akupuntur, terapi masase. Terapi manipulatif yang dilakukan mempunyai tujuan untuk memulihkan tubuh yang mengalami kelelahan maupun untuk menyembuhkan keluhan atau cedera yang dialami pada anggota tubuh, seperti rasa nyeri, bengkak, merah, panas dan penurunan fungsi organ tubuh akibat aktivitas fisik. Efek yang ditimbulkan dari cedera yaitu berupa tanda-tanda peradangan dapat juga diminimalisir dengan penggunaan kinesio taping. Dari macam penanganan di atas merupakan upaya untuk mengurangi dampak negatif dari cedera. Cedera dapat terjadi pada tubuh karena disebabkan oleh faktor intrinsik maupun faktor ekstrinsik (Susan J. Garisson, 1995: 320), seperti kurangnya kesadaran pemain dalam melakukan pemanasan dan kondisi permukaan lapangan yang kurang baik dapat menimbulkan cedera anggota gerak tubuh khususnya pada bagian tungkai yaitu panggul, lutut dan pergelangan kaki. Cedera tersebut juga dialami oleh pemain sepak bola Merapi Putra yang ikut serta dalam Kompetisi Liga Divisi Utama di Tingkat Kabupaten Sleman Yogyakarta. Berdasarkan hasil kajian referensi dan pengamatan pada pemain sepak bola Merapi Putra di Jetis Argomulyo Cangkringan Sleman Yogyakarta yang dilakukan peneliti pada bulan agustus tahun 2015 diketahui bahwa: (1) Hasil penelitian yang dilakukan Andri Hermawan (2015: 115) dalam skripsinya diketahui bahwa persentase cedera tertinggi pada atlet sepak bola adalah pada pergelangan kaki sebesar 19,4%; (2) Pemain sepak bola Merapi Putra datang terlambat saat latihan maupun pertandingan sehingga kurang dalam melakukan gerakan stretching khususnya pada bagian tungkai dan kaki serta pasif untuk melakukan gerakan pendinginan seperti jogging; (3) Pemain sepak bola Merapi Putra melakukan aktivitas olahraga dengan kondisi lapangan bergelombang, berlubang dan tanah yang keras sehingga dapat mengakibatkan ketidakseimbangan tumpuan pada kaki; (4) Pemain sepak bola Merapi Putra yang mengalami cedera pergelangan kaki melakukan penanganan dengan menggunakan kinesio taping; (5) Pemain sepak bola Merapi Putra melakukan penanganan alternatif sebagai upaya penyembuhan cedera pergelangan kaki dengan melakukan terapi masase.

Keefektifan Kombinasi Terapi Masase dengan Kinesio Taping (Cahya Lafirudin) 3 Berdasarkan permasalahan di atas, maka peneliti ingin mengetahui keefektifan kombinasi terapi masase dengan kinesio taping dalam pemulihan cedera pergelangan kaki derajat 1 pada pemain sepak bola Merapi Putra Sleman. Dari tujuan penelitian ini, maka dapat diketahui keefektifan kombinasi terapi masase dengan kinesio taping dalam pemulihan cedera pergelangan kaki derajat 1 pada pemain sepak bola merapi putra Sleman yang nantinya dapat dijadikan salah satu alternatif bentuk penanganan cedera pada pemain sepak bola Merapi Putra Sleman. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian Pre-Experimental Design dengan desain satu kelompok dengan tes awal dan tes akhir (One-Group Pretest-Postest Design) Sugiyono (2009: 83). Pada penelitian ini kelompok diukur sebelum dan sesudah mendapat perlakuan terapi masase dan kinesio taping. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei Juni tahun 2016 berpusat di lapangan Kridomulyo Jetis Argomulyo Cangkringan Sleman Yogyakarta yang dijadikan sebagai tempat latihan pemain sepak bola Merapi Putra. Populasi dan Sampel Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah pemain sepak bola Merapi Putra yang pernah mengikuti kompetisi tingkat daerah sejumlah 26 pemain. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling insidental yaitu merupakan teknik penentuan sampel secara kebetulan, atau siapa saja yang kebetulan (insidential) bertemu dengan peneliti yang dianggap cocok dengan karakteristik sampel yang ditentukan akan dijadikan sampel (Ridwan, 2009: 20). Kriteria yang digunakan yaitu pemain yang mengalami cedera pergelangan kaki saat latihan maupun bertanding dengan melakukan terapi masase dan kinesio taping. Jumlah pemain yang memenuhi kriteria sampel adalah sebanyak 15 orang, yaitu orang yang diberikan perlakuan terapi masase dan kinesio taping. Prosedur Dalam penelitian ini kelompok diberikan tes awal, yaitu mengecek ROM pada sendi pergelangan kaki dengan cara melakukan gerak dorsofleksi dan plantarfleksi semaksimal mungkin. Kelompok dalam penelitian ini merupakan kelompok yang mengalami cedera pergelangan kaki. Setelah melakukan tes awal, kelompok diberikan perlakuan (treatment) yaitu terapi masase dan kinesio taping sampai tidak mengalami keluhan nyeri pada pergelangan kaki. Setelah selesai diberikan perlakuan terapi masase dan kinesio taping kelompok kemudian diadakan tes akhir untuk melihat kembali range of movement, seperti gambar di bawah ini: O 1 X O 2 Keterangan: O 1 = Tes awal/pretest X = Kombinasi perlakuan terapi masase dan kinesio taping O 2 = Tes akhir/postest

Keefektifan Kombinasi Terapi Masase dengan Kinesio Taping (Cahya Lafirudin) 4 Instrumen Penelitian dan Teknik Pengambilan Data Instrumen dalam penelitian ini yaitu berupa goneometer dengan merek baseline dipergunakan untuk mengukur derajat sudut pergerakan sendi pergelangan kaki dan pedoman standarisasi derajat ROM. Adapun teknik pengambilan data yaitu dengan cara menggunakan tes dan pengukuran dari populasi tim Merapi Putra kemudian ditabulasi. Cara pelaksanaan pengumpulan data ini ada dua macam yaitu sebelum diberi perlakuan, dites awal dan sesudah diberikan perlakuan dites akhir. Perlakuan ini diberikan kepada pemain sepak bola Merapi Putra Sleman yang mengalami cedera pergelangan kaki derajat 1 dan dilakukan oleh maseur FIK UNY yang mempunyai keahlian serta pengalaman dalam menangani berbagai kasus cedera terutama pada sendi pergelangan kaki. Kedua tes tersebut dilakukan dengan cara mengukur derajat gerak sendi pergelangan kaki dengan menggunakan goneometer (John V. Basmajian, 1980: 95-96). Teknik Analisis Data Data yang diperoleh dari hasil pengukuran dianalisis dengan menggunakan uji-t (beda) dengan taraf signifikasi 5 %. Uji-t menghasilkan nilai t hitung dan nilai probabilitas (p) yang dapat digunakan untuk membuktikan hipotesis ada atau tidak adanya pengaruh secara signifikan. Cara menentukan signifikan tidaknya adalah jika nilai p < 0,05 maka ada perbedaan signifikan, selanjutnya jika p > 0,05 maka tidak ada perbedaan signifikan. Data dianalisis menggunakan program SPS Sutrisno Hadi versi 2005. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Tabel 1. Deskripsi hasil data ROM plantarfleksi pada perlakuan kombinasi terapi masase dengan kinesio taping. Data Mean Std. Dev Pretest Plantarfleksi 32.4667 2.87518 Postest Plantarfleksi 38.1333 1.50555 Deskripsi hasil data penelitian menunjukkan nilai pretest kombinasi nilai ROM keadaan plantarfleksi cedera pergelangan kaki derajat-1 pada tabel 1: nilai rata-rata ( ) ROM sebesar 32,4667 derajat dan standar deviasi sebesar 2,87518. Deskripsi hasil data penelitian menunjukkan nilai posttest kombinasi nilai ROM keadaan plantarfleksi cedera pergelangan kaki derajat-1 pada tabel 1: nilai rata-rata ( ) ROM sebesar 38,1333 derajat dan standar deviasi sebesar 1,50555. Tabel 2. Deskripsi hasil data ROM dorsofleksi pada perlakuan Data Mean Std. Dev Pretest Dorsofleksi 15.0667 1.57963 Postest Dorsofleksi 18.7333 1.03280 kombinasi terapi masase dengan kinesio taping. Deskripsi hasil data penelitian menunjukkan nilai pretest kombinasi nilai ROM keadaan dorsofleksi cedera pergelangan kaki derajat-1 pada tabel 2: nilai rata-rata ( ) ROM sebesar 15,06667 derajat dan standar deviasi sebesar 1,57963.

Keefektifan Kombinasi Terapi Masase dengan Kinesio Taping (Cahya Lafirudin) 5 Deskripsi hasil data penelitian menunjukkan nilai posttest kombinasi nilai ROM keadaan dorsofleksi cedera pergelangan kaki derajat-1 pada tabel 2: nilai rata-rata ( ) ROM sebesar 18,7333 derajat dan standar deviasi sebesar 1,03280. Shapiro-Wilk Statistic Df Sig. Pre_plantarfleksi.924 15.222 Post_plantarfleksi.927 15.246 Pre_Dorsofleksi.936 15.332 Post_Dorsofleksi.885 15.056 Tabel 3. Uji normalitas pada cedera pergelangan kaki derajat-1 Berdasarkan penyajian hasil analisis data uji homogenitas pada tabel 4 bahwa data ROM plantarfleksi dan ROM dorsofleksi telah ditemukan signifikansi F > α 0,05, berarti hipotesis kerja ditolak dan hipotesis nihil diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa data saat pretest dan postest plantarfleksi dan dorsofleksi hasil pengukuran menunjukkan homogen. Dengan demikian analisis paired t test (uji beda) dapat dilanjutkan. Tabel 5. Paired samples test t df Sig. (2- tailed) Berdasarkan hasil uji normalitas data dari Gain Score (GS) yang tercantum pada tabel 3 pada cedera pergelangan kaki derajat-1 dengan perlakuan kombinasi terapi masase dengan kinesio taping pada cedera pergelangan kaki derajat-1 secara keseluruhan hasil analisis normalitas data beda ditemukan signifikansi p α 0,05 menunjukkan data berdistribusi normal. Jadi disimpulkan data pretest dan posttest perlakuan menunjukkan berdistribusi normal. Tabel 4. Uji homogenitas pada cedera pergelangan kaki derajat-1. ROM Plantarfleksi ROM Dorsofleksi Levene Stastistic df1 df2 Sig 1.429 3 9.297 Levene Stastistic df1 df2 Sig 2.337 3 11.130 Pair 1 Pair 2 pre_plant- post_plant pre_dors - post_dors - 12.475-13.569 14.000 14.000 Berdasarkan penyajian hasil analisis data paired sample test pada tabel 5 bahwa data ROM plantarfleksi memiliki t hitung adalah -12,475 dengan nilai probabilitas 0,000 (p<0,05) maka H0 ditolak, sehingga perlakuan kombinasi terapi masase dan kinesio taping tidak sama atau berbeda nyata yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan terhadap ROM plantarfleksi dengan selisih rata-rata - 5,67 sebelum dan sesudah perlakuan. Berdasarkan penyajian hasil analisis data paired sample test pada tabel 5 bahwa data ROM dorsofleksi memiliki t hitung adalah -13,569 dengan nilai probabilitas 0,000 (p<0,05) maka H0 ditolak, sehingga perlakuan kombinasi terapi masase dan

Keefektifan Kombinasi Terapi Masase dengan Kinesio Taping (Cahya Lafirudin) 6 kinesio taping tidak sama atau berbeda nyata yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan terhadap ROM dorsofleksi dengan selisih rata-rata - 3,67 sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi terapi masase dengan kinesio taping yang diberikan mempunyai keefektifan yang signifikan dalam menangani pemulihan cedera pergelangan kaki derajat 1 pada pemain sepak bola Merapi Putra Sleman. Pengamatan dilakukan pada gerakan plantarfleksi dan dorsofleksi. Setelah diberikan penanganan menggunakan kombinasi terapi masase dengan kinesio taping, menunjukkan derajat gerak sendi semakin besar yang dapat diartikan bahwa kemampuan gerak pada pergelangan kaki semakin baik setelah diberikan kombinasi terapi masase dengan kinesio taping. Hasil pengukuran pada gerak plantarfleksi pergelangan kaki menunjukkan perbedaan yang signifikan sebelum penangan dan setelah penanganan pada hasil pengukuran. Keefektifan kombinasi pada pengukuran sebelum penanganan dan setelah penanganan menunjukkan nilai probabilitas 0,000 (p<0,05) yang dapat diartikan kombinasi terapi masase dengan kinesio taping efektif dalam meningkatkan kemampuan gerak plantarfleksi pergelangan kaki. Hasil pengukuran pada gerak dorsofleksi pergelangan kaki menunjukkan perbedaan yang signifikan sebelum penanganan dan setelah penanganan pada hasil pengukuran. Keefektifan kombinasi pada pengukuran sebelum penanganan dan setelah penanganan menunjukkan nilai probabilitas 0,000 (p<0,05) yang dapat diartikan kombinasi terapi masase dengan kinesio taping efektif dalam meningkatkan kemampuan gerak dorsofleksi pergelangan kaki. Secara keseluruhan dapat diartikan bahwa kombinasi terapi masase dengan kinesio taping yang diberikan pada pemain sepak bola Merapi Putra Sleman mempunyai keefektifan yang signifikan dalam menangani cedera pergelangan kaki. Hasil penelitian ini telah membuktikan hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini. Kombinasi terapi masase dengan kinesio taping mempunyai keefektifan yang signifikan dalam pemulihan cedera ROM plantarfeksi dan dorsofleksi pergelangan kaki derajat 1. Kedua jenis terapi yang digabungkan menjadi lebih efektif dalam menangani cedera pergelangan kaki. Kedua jenis terapi mempunyai fungsi yang berbeda tetapi saling melengkapi untuk menyembuhkan cedera pergelangan kaki. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dipaparkan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut, (1) Kombinasi terapi masase dengan kinesio taping berpengaruh signifikan terhadap pemulihan cedera ROM plantarfleksi pergelangan kaki derajat 1 pada pemain sepak bola Merapi Putra Sleman. (2) Kombinasi berpengaruh signifikan terhadap pemulihan cedera ROM dorsofleksi pergelangan kaki derajat 1 pada pemain sepak bola Merapi Putra Sleman.

Keefektifan Kombinasi Terapi Masase dengan Kinesio Taping (Cahya Lafirudin) 7 SARAN Berdasarkan kesimpulann yang telah dipaparkan dapat diambil saran sebagai berikut, (1) Dianjurkan diberikan kombinasi terapi masase dengan kinesio taping untuk pemulihan cedera ROM plantarfeksi pergelangan kaki derajat 1 pada pemain sepak bola Merapi Putra Sleman. (2) Dianjurkan diberikan kombinasi terapi masase dengan kinesio taping untuk pemulihan cedera ROM dorsifleksi pergelangan kaki derajat 1 pada pemain sepak bola Merapi Putra Sleman. (3) Perlu dilakukan penelitian lanjutan terkait presentase tingkat keberhasilan pemulihan cedera pergelangan kaki. Susan J. Garison. (2001). Dasar-dasar terapi dan rehabilitasi fisik. Jakarta: Hipokrates. DAFTAR PUSTAKA Andri Hermawan. (2015). Persentase Cedera Olahraga Pada Atlet Sepak Bola Usia Di Bawah 12 Tahun Dalam Kompetisi Antar SSB Tingkat Nasional. Skripsi. Yogyakarta: FIK UNY. Basmajian, John V. (1980). Therapeuic exercise. Baltimore: Williams dan Wilkins Company. Novita Intan Arovah. (2010). Dasardasar Fisioterapi pada Cedera Olahraga. FIK UNY: Yogyakarta. Ridwan. (2009). Dasar-dasar statistika. Bandung: Alfabeta. Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D). Bandung: Alfabeta.