BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

dokumen-dokumen yang mirip
V. GAMBARAN UMUM PKS ADOLINA

BAB2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

Universitas Sumatera Utara

Proses Pengolahan CPO (Crude Palm Oil) Minyak Kelapa Sawit

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR A. PENGOLAHAN KELAPA SAWIT MENJADI CPO. 1 B. PENGOLAHAN KELAPA SAWIT MENJADI PKO...6 KESIMPULAN DAFTAR PUSTAKA...

BAB II LANDASAN TEORI. Tanaman kelapa sawit adalah jenis tanaman palma yang berasal dari benua

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. PT. Salim Ivomas Pratama Tbk Kabupaten Rokan Hilir didirikan pada

II. TINJAUAN PUSTAKA. Proses pengolahan kelapa sawit menjadi crude palm oil (CPO) di PKS,

BAB II LANDASAN TEORI. kelapa sawit dan lazim disebut Tandan Buah Segar (TBS). Tanaman kelapa sawit

BAB II PEMBAHASAN MATERI. (TBS) menjadi minyak kelapa sawit CPO (Crude Palm Oil) dan inti sawit

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

VII. FAKTOR-FAKTOR DOMINAN BERPENGARUH TERHADAP MUTU

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

MAKALAH TEKNOLOGI PASCA PANEN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

KATA PENGANTAR. Medan, Oktober Penulis

BAB II URAIAN RENCANA KEGIATAN

BAB II LANDASAN TEORI. dari tempurung dan serabut (NOS= Non Oil Solid).

LAMPIRA N. Universitas Sumatera Utara

PROGRAM PENDIDIKAN SARJANA EKSTENSI DEPARTEMEN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA M E D A N

BAB III DESKRIPSI PROSES DAN INSTRUMENTASI

II. TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

Laporan Kerja Praktek REYSCA ADMI AKSA ( ) 1

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG DI PT. LAGUNA MANDIRI PKS RANTAU KECAMATAN SUNGAI DURIAN KABUPATEN KOTA BARU KALIMANTAN SELATAN.

Universitas Sumatera Utara

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. Belanda. Unit usaha ini diberi nama NV Cultuur Maatschappy Onderneming (NV

Lampiran 1: Mesin dan Peralatan

ANALISA KEBUTUHAN UAP PADA STERILIZER PABRIK KELAPA SAWIT DENGAN LAMA PEREBUSAN 90 MENIT

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. (Handle Vereniging Amsterdam) dari negeri Belanda adalah salah satu unit usaha

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

PERANCANGAN TATA LETAK PABRIK KELAPA SAWIT SEI BARUHUR PT. PERKEBUNAN NUSANTARA III UNTUK MENINGKATKAN KAPASITAS PRODUKSI

Universitas Sumatera Utara

BAB III. Gambaran Umum Perusahaan. Singingi Hilir, kabupaten Kuantan Singingi, Propinsi Riau dengan akta pendirian dari

II. TINJAUAN PUSTAKA. Tandan Buah Rebus (TBR) yang keluar dari Sterilizer lalu masuk ke bagian

I. PENDAHULUAN. perkebunan kelapa sawit Indonesia hingga tahun 2012 mencapai 9,074,621 Ha.

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG (PKL) DI PT. PERKEBUANAN NUSANTARA VII (Persero) UNIT BEKRI KAB. LAMPUNG TENGAH PROV. LAMPUNG. Oleh :

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

METODOLOGI PENELITIAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB 1 PENDAHULUAN. Pengolahan tandan buah segar (TBS) di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dimaksudkan untuk

II. TINJAUAN PUSTAKA

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG DI PT. TELEN PENGADAN BAAY MILL KECAMATAN KARANGAN, KABUPATEN KUTAI TIMUR. Oleh ELISABETH RICCA SULISTYANI NIM.

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

SISTEM INFORMASI BIAYA POKOK UNTUK MEMPRODUKSI CPO DI PKS TANAH PUTIH. Oleh AHMAD FAUZI LUBIS

PT. BANGKITGIAT USAHA MANDIRI

AUDIT ENERGI PADA PROSES PRODUKSI CPO (CRUDE PALM OIL) DI PT. PERKEBUNAN NUSANTARA IV UNIT USAHA ADOLINA, SUMATERA UTARA KRISTEN NATASHIA

PROSES PENGOLAHAN CPO DI PT MURINIWOOD INDAH INDUSTRI. Oleh : Nur Fitriyani. (Di bawah bimbingan Ir. Hj Evawati, MP) RINGKASAN

Analisis Pemenuhan Kebutuhan Uap PMS Parindu PTP Nusantara XIII (PERSERO)

BAB II LANDASAN TEORI

! " # $ % % & # ' # " # ( % $ i

BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG PT. SARI LEMBAH SUBUR. dibidang perkebunan dan pengolahan kelapa sawit, dengan komoditi utamanya

KARYA AKHIR SISTEM KERJA RIPPLE MILL TYPE RM 4000 PADA PROSES PEMECAHAN BIJI KELAPA SAWIT DI PTP. NUSANTARA II PABRIK KELAPA SAWIT PAGAR MERBAU OLEH:

DETAIL PROFIL PROYEK (DETIL PLAN OF INVESTMENT) KOMODITI KELAPA SAWIT DI NAGAN RAYA DISAMPAIKAN PADA FGD KAJIAN INVESTASI KELAPA SAWIT

IV. KONDISI UMUM PKS PAGAR MERBAU

Indonesia Kebun Matapao adalah sebagai berikut: tertinggi di PT. Socfindo Kebun Mata Pao. Manager/ADM mempunyai

I. PENDAHULUAN. Pabrik Kelapa Sawit (PKS) merupakan perusahaan industri yang bergerak

II.TINJAUAN PUSTAKA. Proses ini sangat penting karena akan berpengaruh pada proses-proses selanjutnya. Proses

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

TINJAUAN PUSTAKA. dari tempurung dan serabut (NOS= Non Oil Solid). kasar kemudian dialirkan kedalam tangki minyak kasar (crude oil tank) dan

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PENGOLAHAN HASIL PERKEBUNAN POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI SAMARINDA SAMARINDA 2015

Oleh: SUSI SUGIARTI NIM

ANALISIS OIL LOSSES PADA FIBER DAN BROKEN NUT DI UNIT SCREW PRESS DENGAN VARIASI TEKANAN

PERSETUJUAN. : Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara. Disetujui di Medan,Mei 2014

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. minyak adalah kelapa sawit (Elaeis guinensis JACQ). Kelapa sawit (Elaeis guinensis

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. lemaknya, minyak sawit termasuk golongan minyak asam oleat-linolenat. Minyak

TUGAS AKHIR EVALINA KRISTIANI HUTAHAEAN

Analisa Pengolahan Kelapa Sawit dengan Kapasitas Olah 30 ton/jam Di PT. BIO Nusantara Teknologi

Adapun spesifikasi mesin produksi yang berada di Begerpang Palm Oil Mill. : merebus buah untuk memudahkan lepasnya loose. mengurangi kadar air.

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

KARYA AKHIR Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat-Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Sains Terapan. Oleh Rudi Kencana

Sektor pertanian memberikan kontribusi yang besar sebagai. produk hasil olahannya. Berdasarkan data triwulan yang dikeluarkan

ANALISA HASIL CRACKED MIXTURE pada ALAT PEMECAH BIJI (RIPPLE MILL) KELAPA SAWIT KAPASITAS 250 KG/JAM

Model Penilaian Cepat untuk Kinerja Industri Kelapa Sawit (Rapid Appraisal for Palm Oil Industrial Performance)

LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANG (PKL) PT. TRITUNGGAL SENTRA BUANA KECAMATAN MUARA BADAK KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA KALIMANTAN TIMUR.

I. PENDAHULUAN. Sektor pertanian memberikan kontribusi yang besar sebagai. sumber devisa negara melalui produk-produk primer perkebunan maupun

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RENDEMEN CPO (CRUDE PALM OIL) DI PKS (PABRIK KELAPA SAWIT) ADOLINA PTPN IV PERBAUNGAN TUGAS AKHIR

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pengolahan Tandan Buah Segar (TBS) di pabrik bertujuan untuk memperoleh minyak

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. merupakan cikal bakal berdirinya Kebun/Unit PT. Perkebunan Nusantara V

I. PENDAHULUAN. tekanan sterilizer terhadap kandungan Asam Lemak Bebas (ALB) di Pabrik Kelapa Sawit

TUGAS SARJANA Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat-syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Industri. Oleh: LIBER SIBARANI NIM:

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG (PKL) DI PT. TELEN PENGADAN BAAY MILL, DESA PENGADAN KECAMATAN KARANGAN, KABUPATEN KUTAI TIMUR PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

KAJIAN PENGARUH PEMBUKAAN BLOWER DAMPER PADA DRY SEPARATION SYSTEM. Ahmad Mahfud ABSTRAK

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG PROSES PENGOLAHAN CPO DI PT. SASANA YUDHA BHAKTI SATRIA OIL MILL DAN KERNEL CRUSHING PLANT DESA GUNUNG SARI KEC

Transkripsi:

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Profil Perusahaan 2.1.1. Sejarah Singkat Perusahaan Kebun unit Adolina didirikan oleh Pemerintah Belanda sejak tahun 1926 dengan nama NV Cultuur Maatschappy Onderneming (NV CMO) yang bergerak dalam budidaya tembakau. Pada tahun 1938 budidaya tembakau diubah menjadi kelapa sawit dan karet dengan nama NV Serdang Maatschappy (SCM). Sejak tahun 1973 budidaya karet diganti menjadi kakao, sedangkan kelapa sawit tetap dipertahankan. Pada tahun 1942 diambil alih oleh pemerintah Jepang dari Pemerintah Belanda. Pada tahun 1946 diambil kembali oleh Pemerintah Belanda dengan nama tetap NV SCM. Maka pada tahun 1958 perusahaan ini diambil oleh Pemerintah Republik Indonesia dengan nama Perusahaan Perkebunan Negara (PPN), tahun 1960 PPN diganti nama menjadi PPN Baru SUMUT V. Pada tahun 1936 PPB Baru SUMUT V dipisah menjadi dua kesatuan yaitu : 1. PPN Karet III Kebun Adolina Hulu, Kantor Kesatuan di Tanjung Morawa 2. PPN Aneka Tanaman II Kebun Hilir, Kantor Kesatuan di Pabatu Pada tahun 1968 PPN Antan II diganti menjadi PNP VI, dengan penggabungan kembali PPN Karet Kebun Adolina Hulu dengan PPN Aneka Tanaman II Kebun Adolina Hilir, lalu pada tahun 1978 PNP VI diubah menjadi bentuk Persero dengan nama PT. Perkebunan VI (Persero).

Pada tahun 1994 PTP VI, PTP VII dan PTP VII bergabung dan dipinjam oleh Direktur Utama PTP VIII. Sejak tanggal 11 Maret 1996 sampai dengan saat ini gabungan PTP VI, PTP VII dan PTP VIII diberi nama PTP Nusantara IV (Persero). Adolina merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan luas areal Hak Guna Usaha Kebun Adolina adalah seluas 8.965,69 Ha. Pembibitan dan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Adolina ini awalnya pada tahun 1956 memiliki kapasitas 26 ton Tandan Buah Segar (TBS)/ jam, namun pada saat ini kapasitas [KS yang terpasang adalah 30 ton TBS/jam dengan tingkat stagnasi sebesar 0,75% dan tingkat losis mencapai 1,5 %. Dalam perkembangannya PKS Adolina terus melakukan pembenahan dan pelayanan demi meningkatkan keunggulan produksi. Pelayanan-pelayanan ini meliputi : 1. Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 : 2008 2. Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14000 : 2004 3. Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) 2.1.2. Ruang Lingkup Bidang Usaha PT. Perkebunan Nusantara IV Unit Adolina adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri pengolahan kelapa sawit. Adapun ruang lingkup bidang usaha pada perusahaan ini adalah : 1. Tandan Buah Segar menjadi Crude Palm Oil/CPO (Minyak Sawit) 2. Tandan Buah Segar menjadi kernel (inti sawit)

2.1.3. Lokasi Perusahaan PTPN IV Unit Usaha Adolina berada di Kabupaten Serdang Bedagai tepatnya di jalan Medan-Tebing Tinggi dengan jarak 38 km dari Medan, yang dikelilingi oleh 21 desa yang berada di enam kecamatan yaitu Perbaungan, Pantai Cermin, dan Pegajahan (berada di Kabupaten Serdang Bedagai) serta Galang, Bangun Purba dan STM Hilir (berada di Kabupaten Deli Serdang). 2.2. Organisasi dan Manajemen 2.2.1. Struktur Organisasi Perusahaan Struktur organisasi yang digunakan oleh PTPN IV Unit Usaha Adolina adalah struktur yang berbentuk lini dan fungsional berdasarkan fungsi, yaitu pembagian atas unit-unit organisasi didasarkan pada spesialisasi tugas yang dilakukan dan juga wewenang dari pimpinan dilimpahkan pada unit-unit organisasi di bawahnya pada bidang tertentu secara langsung. Pimpinan tertinggi dipengang oleh seorang Manajer Unit. Adapun struktur organisasi PTPN IV Unit Usaha Adolina.

2.2.2. Uraian Tugas dan Tanggung Jawab Adapun pembagian tugas dan tanggung jawab pada PTPN IV Unit Usaha Adolina adalah sebagai berikut : 1. Manajer Unit Manajer Unit merupakan pimpinan tertinggi di unit usaha Adolina. Manajer Unit bertanggung jawab secara keseluruhan terhadap perencanaan operasional pabrik serta bertanggung jawab dalam mengevaluasi kinerja unit. Manajer Unit juga bertanggung jawab kepada Direksi yang terletak di kantor pusat Medan. Selain itu Manajer Unit memiliki tugas sebagai berikut : a. Menciptakan iklim kerja yang sesuai dengan memperlihatkan hubungan ke dalam dan di luar kehidupan sosial bawahan dan masyarakat sekitarnya agar kegairahan kerja tetap terpelihara. b. Melaksanakan penilaian dan mengusulkan pengangkatan, pemindahan, penambahan dan hukuman bagi karyawan staf berdasarkan ketentuan yang telah berlaku demi tegaknya disiplin kerja. c. Mengawasi dan menilai hasil kerja kepala Dinas secara terus-menerus dengan membandingkan hasil nyata dan norma-norma kerja serta melakukan tindakan pemulihan untuk menghindari anggaran biaya yang melebihi batas toleransi yang dibenarkan. d. Melaporkan data serta kegiatan yang ada kepada direksi. 2. Kepala Dinas Tanaman Kepala Dinas Tanaman bertugas melakukan koordinasi penyusunan taksasi produksi tanaman berdasarkan data dan pengamatan agar diperoleh taksasi

yang dapat mendekati kenyataan. Selain itu Kepala Dinas Tanaman juga memiliki tugas sebagai berikut : a. Mengajukan anggaran belanja dengan program pelaksanaan yang sistematis dan mudah dimengerti bersama-sama dengan asisten tanaman/afdeling. b. Mengendalikan semua kegiatan operasi afdeling berdasarkan norma-norma yang berlaku agar semua kegiatan sesuai dengan tujuan operasi. c. Membina pengetahuan dan keterampilan para asisten tanaman/afdeling melalui rapat kerja, diskusi, penjelasan langsung di lapangan supaya lebih mampu melaksanakan tugas sebagai instruksi terhadap bawahannya. d. Memelihara kerja di bidang tanaman sesuai dengan lingkungan kerja agar setiap orang merasa senang dan aman dalam menyelesaikan tugas. e. Menyempurnakan metode kerja yang tidak sesuai dengan metode yang lebih baik melalui pengamatan agar efektivitas dan efisiensi kerja tercapai secara optimal. 3. Asisten Tanaman/Afdeling Asisten Tanaman/Afdeling bertugas membuat taksasi produksi tanaman yang disusun berdasarkan analisis data dan taksiran potensi tanaman agar diperoleh taksasi yang dapat mendekati kenyataan. Selain itu, Asisten Tanaman/Afdeling mempunyai fungsi sebagai berikut : a. Mengajukan kebutuhan tenaga kerja berdasarkan ketentuan penerimaannya agar dapat menyelesaikan semua pekerjaan sesuai dengan yang ditentukan.

b. Mengatur pembagian kerja dan melengkapi peralatan/bahan secara teratur dan terpadu supaya hasil kerja siperoleh sesuai dengan yang ditentukan. c. Menempatkan tenaga kerja sedapat mungkin sesuai dengan bakat, fisik dan sikap agar tercapai semangat kerja yang bergairah. d. Melaksanakan pemeliharaan secara efektif fan efisien seusai dengan standar yang ditentukan. e. Melaksanakan panen sesuai dengan kriteria yang ditentukan dan menyelesaikan pengangkutan secepatnya pada hari itu juga sehingga kenaikan ALB (Asam Lemak Bebas) di kebun dapat dihindari. 4. Kepala Dinas Teknik dan Pengolahan Kepala Dinas Teknik dan Pengolahan merupakan penanggung jawab pabrik di bidang pemeliharaan, bengkel dan bertanggung jawab atas segala kebijakan dan tindakan dalam bidang produksi. Selain itu kepala dinas teknik dan pengolahan juga memiliki tugas sebagai berikut : a. Memberikan petunjuk dan mengawasi pemeliharaan di bidang teknik b. Membuat rencana pelayanan kebutuhan bangunan atau pengangkutan bahan mentah c. Melayani kebutuhan dan merencanakan kapasitas pabrik d. Merencanakan, mengkoordinasikan dan mengarahkan serta mengawasi kegiatan-kegiatan bagian pengolahan dan laboratorium e. Menandatangani dan mengecek formulir-formulir dan laporan-laporan sesuai denan asisten dan prosedur yang berlaku

f. Melaporkan data, kegiatan bagian pengolahan dan laboratorium kepada administratur 5. Asisten Bengkel Umum/Pabrik Asisten bengkel umum/pabrik bertugas membantu kepala dinas teknik dalam memimpin bagian reparasi alat-alat pabrik. Selain itu, asisten bengkel umum/pabrik mempunyai fungsi sebagai berikut : a. Berperan dalam pemeliharaan dan perbaikan alat-alat yang ada di pabrik agar tetap dalam kondisi yang baik b. Merencanakan dan mengarahkan serta mengkoordinasikan kegiatan bagian reparasi 6. Asisten Transportasi/Motor Asisten transportasi/motor bertugas membantu kepala dinas teknik dalam memimpin bagian bengkel motor. Selain itu, asisten transportasi/motor mempunyai fungsi sebagai berikut : a. Mengawasi alat pengangkutan kendaraan bermotor b. Mengkoordinasikan segala perbaikan kendaraan bermotor yang rusak 7. Asisten PKS Asisten PKS bertugas membantu kepala dinas pengolahan dalam mengawasi kegiatan pabrik. Selain itu, asisten PKS mempunyai fungsi sebagai berikut : a. Mengawasi seluruh kegiatan proses produksi di pabrik b. Mengawasi kualitas dan kuantitas produk yang dihasilkan dengan berpedoman kepada ketentuan yang diberikan oleh direksi

c. Memberikan data dan kegitan proses produksi kepada kepala dinas pengolahan 8. Mandor Bagian Pengiriman Mandor bagian pengiriman bertugas membantu kepala dins teknik dan pengolahan dalam mengawasi kegiatan pabrik. Selain itu mandor bagian pengiriman bertanggung jawab melaksanakan penjualan minyak sawit dan inti pada pelanggan. 9. Kepala Dinas Tata Usaha Kepala dinas tata usaha bertugas membantu manajer unit dalam memimpin seluruh kegiatan administrasi perusahaan. Tugas yang ditangani kepala dinas tata usaha adalah sebagai berikut : a. Merencanakan dan mengkoordinasikan kegiatan bagian administrasi b. Mengawasi pemakaian dan penggunaan alat-alat kantor c. Mengkoordinasikan segala pembayaran dan penyediaan barang-barang d. Mengawasi seluruh administrasi perusahaan 10. Asisten Tata Usaha Asisten tata usaha bertugas membantu kepala dinas tata usaha dalam menjalankan seluruh kegiatan administrasi di perusahaan. 11. Asisten SDM dan Umum Asisten SDM dan umum bertugas membantu manajer unit dalam meneliti penerimaan tenaga kerja. Tugas yang ditangani asisten SDM dan umum adalah sebagai berikut :

a. Mengawasi dan meneliti penerimaan tenaga kerja dengan berpedoman kepada standar yang telah ditetapkan oleh direksi b. Melaksanakan kegiatan yang diprogramkan oleh pemerintah setelah mendapatkan persetujuan direksi c. Membina hubungan baik dengan pemerintah dan masyarakat di sekitar lokasi perusahaan d. Mengkoordinasikan kegiatan dalam peningkatan kesejahteraan karyawan e. Memberikan informasi kepada manajer unit dalam bidang produktivitas kerja 12. Perwira Pengamanan (Pa Pam) Perwira pengamanan bertugas membantu manajer unit dalam memimpin bidang keamanan. Tugas yang ditangani perwira pengamanan adalah melakukan pengawasan pengamanan informasi dan inventaris perusahaan. 2.2.3. Jumlah Tenaga Kerja Adapun jumlah tenaga kerja PT. Perkebunan Nusantara IV Unit Usaha Adolina dapat dilihat pada Tabel 2.1. Tabel 2.1. Jumlah Tenaga Kerja PT. Perkebunan Nusantara IV Adolina Uraian Pria Wanita Jumlah Karyawan Pimpinan 8 0 8 Karyawan Pelaksana 1.193 437 1.630 Honor 9 2 11 Jumlah 1.210 439 1.649 Sumber : PTPN IV Adolina

2.2.4. Jam Kerja Pengaturan jam kerja karyawan yang berlaku di PT. Perkebunan Nusantara IV Unit Usaha Adolina dibagi atas dua bagian, yaitu : a. Bagian Kantor Untuk bagian kantor hanya ada satu shift dengan 7 jam kerja per hari dan 40 jam kerja per minggu dengan bagian dapat dilihat pada Tabel 2.2. Tabel 2.2. Jam Kerja Karyawan Kantor No Hari Waktu Kerja Istirahat 1 Senin-Kamis 06.30 09.30 09.30-10.30 10.30 15.00 2 Jumat 06.30 09.30 09.30-10.30 10.30 12.00 3 Sabtu 06.30 09.30 09.30-10.30 10.30 13.00 Sumber : PTPN IV Adolina b. Bagian Pabrik Untuk bagian pabrik pekerja dibagi atas dua shift yang dapat dilihat pada Tabel 2.3. Tabel 2.3. Jam Kerja Karyawan Pabrik No Shift Waktu Kerja 1 I 06.30-17.30 2 II 17.30 06.30 Sumber : PTPN IV Adolina

2.3. Proses Produksi Proses produksi adalah cara, metode dan teknik untuk menciptakan atau menambah kegunaan suatu barang atau jasa dengan menggunakan sumber-sumber yang ada seperti tenaga kerja, mesin, bahan dan dana. Pada PT. Perkebunan Nusantara IV Unit Usaha Adolina ada dua jenis proses pengolahan sawit yaitu proses pengolahan sawit menjadi Crude Palm Oil (CPO) dan Palm Kernel. 2.3.1. Proses Produksi CPO Bahan baku utama PT. Perkebunan Nusantara IV Unit Usaha Adolina adalah tandan buah segar (TBS). Adapun proses produksi CPO adalah sebagai berikut. 2.3.1.1.Stasiun Rebusan TBS yang berada dalam loru rebusan diangkut dari stasiun penerimaan buah dengan bantuan transfer carrier yang bergerak pada jaringan rel. Lory rebusan ini selain sebagai alat angkut juga sebagai wadah untuk merebus buah. Badan lory tersebut terbuat dari plat baja berlubang kecil dengan diameter 27.000 mm berjumlah 3 unit dengan sistem 2 pintu dan memakai PLC dengan waktu merebus buah ± 90 menit, masing-masing berkapasitas 10 lory (± 25 ton TBS). Sistem perebusan yang dipakai adalah sistem 3 puncak (triple peak). Triple peak adalah jumlah puncak dalam proses perebusan ditunjukkan dari jumlah pembukaan atau penutupan dari uap masuk atau keluar selama perebusan berlangsung yang diatur secara manual atau otomatis. Waktu perebusan yang

menjadi perhatian setelah puncak pertama dan kedua adalah pada saat puncak ketiga (holding time) yaitu antara 40 60 menit. Holding time sangat dipengaruhi oleh kematangan buah, lamanya buah menginap dan tekanan steam. Semakin matang dan semakin lama buah menginap, semakin pendek waktu yang diperlukan di puncak ketiga. 2.3.1.2.Stasiun Penebah Stasiun penebah mempunyai fungsi untuk memisahkan brondolan dari tandannya, buah matang dari sterilizer diatur masuk sebagai umpan ke dalam tresher yang kecepatannya diatur oleh variable speed. Di dalam tresher dipisahkan antara tandan kosong dan brondolan matang dengan cara dibantingkan/dijatuhkan dari atas ke bawah sambil diputar. 2.3.1.3.Stasiun Pengempaan Stasiun pengempaan adalah stasiun pertama dimulainya pengambilan minyak dari buah dengan jalan melumat dan mengepal. Pada stasiun ini dilakukan dua tahap pengolahan yaitu pengadukan (digesting) dan pengempaan (pressing). a. Digester Digester terintegrasi dengan screw press. Brondolan yang telah dibawa fruit elevator diremas atau diaduk. Fungsi digester adalah sebagai berikut : 1. Mencincang dan melumat brondolan sehingga daging dengan biji (noten) mudah dipisahkan

2. Mengeluarkan sebagian minyak dari brondolan yang timbul akibat proses pengadukan 3. Memudahkan pengeluaran minyak di screw press b. Screw Press Massa adukan yang berasal dari alat pengadukan (digester), dialirkan ke dalam alat pengempa (screw press) yang berfungsi untuk mengempa massa adukan sehingga terjadi pemisahan antara massa padat (biji, serat dan kotoran) dengan cairan minyak kasar. Tujuan dari proses pengempaan ini adalah untuk mengambil minyak yang ada dalam massa adukan semaksimal mungkin dengan cara mengempa pada tekanan tertentu. 2.3.1.4.Stasiun Pemurnian Minyak Stasiun ini berfungsi untuk mendapatkan minyak sawit mentah (CPO) yang sudah dimurnikan dari impurities atau kotoran lainnya. Stasiun pemurnian minyak adalah stasiun terakhir untuk pengolahan minyak sawit mentah (CPO). Minyak mentah yang dihasilkan dari stasiun pengempaan dikirim ke stasiun ini untuk proses selanjutnya sehingga diperoleh minyak produksi. 2.3.2. Proses Produksi Inti 2.3.2.1.Pemisahan Daging Buah dengan Biji Ampas kempa (press cake) yang keluar dari screw press yang terdiri dari biji dan serabut beserta fraksi minyak dan air yang terkandung dalam kadar yang kecil. Ampas kempa tersebut masih berbentuk gumpalan, di mana gumpalan-

gumpalan ampas ini harus dipisahkan terlebih dahulu pada pemecah ampas kempa (cake breaker conveyor). Proses pemecahan dimulai pada saat ampas kempa (press cake) yang keluar dari screw press masuk ke dalam talang pemecah ampas kempa (CBC). Dengan adanya pemanasan sampai temperatur 90 C, gumpalan ampas akan menjadi kering dan mudah terurai pada waktu dipukul oleh padel-padel CBC. 2.3.2.2.Pemeraman Biji Biji yang berasal dari nut polishing drum diangkut dengan menggunakan conveyor dan destoner menuju ke silo biji untuk proses pemeraman biji. Sebelum masuk ke silo biji, terlebih dahulu biji dimasukkan ke dalam tromol fraksi biji (nut grading screen) untuk memisahkan biji-biji menurut fraksinya, yaitu fraksi kecil dan fraksi besar. Dengan terpisahnya biji fraksi kecil dan fraksi besar maka proses pemecahan biji dalam nut cracker akan lebih sempurna (persentase inti pecah akan berkurang). Biji yang telah dipisahkan akan masuk ke dalam silo sesuai dengan fraksifraksinya untuk proses pemeraman biji. Biji yang diperam dianggap kering bila kadar air biji 12%. Proses pemeraman dilakukan selama 24 jam untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. 2.3.2.3.Pemecahan Biji Alat ini terdiri dari rotor yang berputar dan mempunyai dinding kasing (slator) yang berbentuk silinder dan pada bagian bawahnya berbentuk konus (cone).

Dinding kasing (wearing plat) ini terbuat dari plat baja keras. Rotor terdiri dari poros yang diberi lempengan siku-siku yang berputar pada poros tersebut. Oleh karena adanya gaya sentrifugal yang ditimbulkan oleh putaran rotor yang sangat tinggi maka biji-biji yang masuk ke lubang rotor akan terbawa oleh lempengan siku-siku tersebut kemudian terlempar ke samping membentur dinding kasing. Akibatnya biji-biji tersebut akan pecah dan intinya akan terpisah dari cangkang. 2.3.2.4.Pemisahan Inti dengan Cangkang Campuran pecahan (inti, biji utuh dan cangkang) yang dihantarkan oleh timba kraksel masuk ke dalam Light Tanera Just Separator (LTJS). Alat ini merupakan kolom pemisah vertikal yang dilengkapi dengan fan/blower penghisap. Prinsip pemisahan berdasarkan berat jenis dan gaya gravitasi. Melalui kolom pemisah tersebut, abu, cangkang halus, dan serat halus yang lebih ringan akan terhisap dan masuk ke dalam siklon penampung abu, kemudian menghantarkannya ke stasiun ketel sebagai bahan bakar ketel. Sedangkan inti, cangkang kasar, dan biji utuh yang lebih berat akan jatuh menuju ayakan. Ayakan ini berfungsi untuk memisahkan biji utuh (noten). Campuran pecahan akan masuk melalui kisi-kisi tersebut dan dengan bantuan getaran akan terjadi pemisahan antara biji utuh dengan campuran pecahan. Campuran pecahan akan jatuh ke dalam kolom kraksel yang akan menghantarkannya ke hidrosiklon untuk dipisahkan.

2.3.2.5.Pengeringan Inti Inti basah hasil pemisahan akan dibawa ke konveyor inti basah menuju timba inti yang menghantarkan inti basah masuk ke dalam konveyor atas silo inti. Konveyor ini berfungsi untuk mendistribusikan inti basah masuk ke dalam silo inti. Bentuk ataupun cara kerja silo inti sama seperti pada silo biji. Hanya saja pada silo inti yang dikeringkan adalah intinya. Ke dalam silo inti ini juga dialirkan uap jenuh dan dihembuskan pula udara panas oleh fan pemanas. Waktu pengeringan yang dibutuhkan adalah 18 jam. 2.3.3. Bahan-bahan yang Digunanakan Di dalam proses produksi pada Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Unit Usaha Adolina, bahan baku yang digunakan adalah tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang diperolah dari beberapa afdeling yang membudidayakan tanaman kelapa sawit di lingkungan Adolina dan juga dari pihak ketiga. Varietas bahan baku yang diolah PKS Adolina adalah varietas tanera (hasil persilangan dari varietas yang lebih baik karena memiliki cangkang yang lebih tipis dan mempunyai daging buah yang tebal). Waktu tanamnya juga lebih cepat yaitu 2,5 tahun sampai 3 tahun bila dibandingkan dengan varietas yang lain yang mencapai 3 sampai 4 tahun. Bahan baku TBS yang diterima di PKS Adolina jumlahnya sangat dipengaruhi oleh iklim, luas areal yang menghasilkan, sistem panen, topografi, serta usia tanam.

2.4. Mesin dan Peralatan 2.4.1. Mesin Produksi Mesin produksi yang digunakan dalam proses pengolahan pabrik kelapa sawit PTPN IV Adolina dapat dilihat pada Tabel 2.4. Tabel 2.4. Spesifikasi Mesin di PTPN IV Adolina No Nama Mesin Fungsi Tipe 1 Blow Down Memindahkan lori 2 Ketel Rebusan Memasak 2 Pintu 3 Lori Integrated Mengangkat TBS 600 mm 4 Hoisting Crane Mengangkat lori P. 625 5 Auto Fieder Thresser Mengatur jatuhnya TBS Schkraper 6 Thresser Memisahkan buah dan tandan Rotary 7 Ularan Buah Bawah Alat transportasi Ulir 8 Transport Janjangan Alat transportasi Schkraper 9 Timbah Buah Alat transportasi Rantai 10 Ularan Buah Melintang Alat transportasi Ulir 11 Digester No 1 Melumatkan TBS Cuma 28 12 Digester No 2 Melumatkan TBS US 3200 13 Screw Press Memisahkan minyak dengan ampas dan cangkang US 12 14 Hydroulic Pump Motor penggerak Rexroth 15 Sludge Conveyor Alat transportasi Ulir Sumber : PTPN IV Adolina

Tabel 2.4. Spesifikasi Mesin di PTPN IV Adolina (Lanjutan) No Nama Mesin Fungsi Tipe 16 Sand Trap Menampung minyak dan lumpur Silinder 17 Circular Vibrating Screen Memisahkan minyak kasar dari ampas yang berbentuk serabut CB 60 CVS 18 Crude Oil Tank Mengendapkan Sementara Empat Segi 19 Pompa Minya RO Alat pemindah bahan 2,5 R 091 20 Distributing Sludge Tank Menampung minyak kasar Empat Segi 21 Continuous Setting Tank Menampung minyak kasar Silinder 22 Sludge Tank Tangki minyak lumpur Silinder 23 Self Cleaning Streiner Mencuci dan menjaring lumpur SS 60 A 24 Pompa Streiner Herstaal RCR 50 25 Oil Tank Tangki minyak Silinder 26 High Speed Separator 27 Oil Purifier 28 Vacuum Drier Memisahkan gumpalan minyak dan lumpur Memurnikan minyak dan kandungan air Mendapatkan kadar air yang normal pada minyak SS 410 PAPX207 SGT Vertikal 29 Pompa Minyak Vacuum Alat transportasi CEHK-5102 30 Pompa Air Vacuum Alat transportasi Sumber : PTPN IV Adolina

Tabel 2.4. Spesifikasi Mesin di PTPN IV Adolina (Lanjutan) No Nama Mesin Fungsi Tipe 31 Timbangan Minyak Mengukur ketinggian minyak 32 Tangki Timbun Tangki timbun minyak Silinder 33 Pompa Minyak Tangki Alat transportasi 34 Polishing Drum Membersihkan biji dari ampas Drum 35 Cake Brake Conveyor Memisahkan ampas dan biji Pedal 36 Blower Cyclone Menghisap debu dan partikel halus SQA 36 37 Fibre Cyclone Penampungan serat Conish 38 Shell Cyclone Penampungan cangkang Ulir 39 Silo Noten Memanaskan biji Empat Segi 40 Ripple Mill Memisahkan noten dari cangkang dengan menggesek 41 Vertical Nut Cracker Memecahkan noten LN 4000 42 LDTS Memisahkan inti dari abu 6 t 43 Ayakan Getar Sumber : PTPN IV Adolina Memisahkan inti, biji, dan cangkang Empat Segi 2.4.2. Peralatan berikut : Adapun peralatan yang digunakan di PTPN IV Adolina adalah sebagai

1. Las listrik untuk menyambungkan dua elemen mesin yang patah 2. Kunci pas untuk membuka baut bersegi enam 3. Tombak besi untuk menarik TBS dan loading ramp sehingga proses pemindahan ke lori dapat berlangsung dengan baik 4. Trek lier untuk membawa atau menarik lori dan loading ramp ke rebusan dan rebusan ke hoisting crane 5. Palu untuk memukul agar menyeimbangkan baut-baut mesin 2.5. Utilitas Fungsi sarana utilitas merupakan sarana pembantu yang digunakan untuk melangsungkan operasional suatu pabrik. Sarana ini sangat penting atau mutlak diperlukan. Sarana utilitas yang terdapat pada PTPN IV Adolina adalah sebagai berikut : 1. Air Air merupakan sarana yang sangat penting dalam proses produksi, di mana kebutuhan air pada setiap pabrik tergantung pada keadaan pabrik serta sifat bahan yang diolah. Kebutuhan air di PTPN IV Adolina diperkirakan 50 m3/jam. 2. Listrik Dalam dunia industri listrik sangat penting karena energi tersebut dapat dikonversikan ke berbagai bentuk energi lain. PTPN IV Adolina memiliki mesin pembangkit listrik tenaga diesel dan pembangkit listrik tenaga uap.