BAB I PENDAHULUAN. PT. Fastfood Indonesia Tbk. adalah pemilik tunggal waralaba Kentucky Fried Chicken (KFC)

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Gambaran Umum PT Fastfood Indonesia, Tbk.

BAB I PENDAHULUAN. PT. Fastfood Indonesia, Tbk. adalah pemilik tunggal waralaba Kentucky Fried Chicken (KFC)

BAB I PENDAHULUAN. pembukaan restoran Kentucky Fried Chicken ( KFC ) pertama pada bulan Oktober 1979 di Jalan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Gambaran Umum Objek Observasi Sejarah Perusahaan dan Objek Observasi

BAB I PENDAHULUAN. selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Peningkatan kualitas

Gambar 1.1 Struktur Orgasnisasi Store KFC

BAB I PENDAHULUAN. Pertumbuhan usaha waralaba (franchise) kini semakin berkembang di

BAB I PENDAHULUAN. Saat ini iklim kompetisi dalam dunia perdagangan semakin terasa.

PENGARUH PERIKLANAN DAN PROMOSI PENJUALAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN KFC CABANG SUKAWANGI BANDUNG

BAB I PENDAHULUAN. Di era globalisasi sekarang ini persaingan dunia bisnis semakin ketat, dari sekian

BAB I PENDAHULUAN. Pertumbuhan usaha waralaba di Indonesia kini semakin berkembang. mengembangkan jaringan bisnis dengan tidak menghilangkan karakter

ABSTRAK. Kata kunci : Promosi penjualan, periklanan dan minat beli konsumen.

BAB 1 PENDAHULUAN. cepat saji yang bermerek asing, seperti McDonald, Kentucky Fried Chicken. banyak membidik target pasarnya kalangan keluarga.

BAB I PENDAHULUAN. Dunia Komunikasi pemasaran yang terus berkembang membuat kebutuhan

BAB I PENDAHULUAN. dewasa ini sangat sulit ditebak. Ini disebabkan oleh terjadinya perubahan di

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 GAMBARAN UMUM OBJEK OBSERVASI Sejarah KFC

BAB I PENDAHULUAN. memberikan kepuasan kepada para konsumen, Sehingga perusahaan harus lebih

BAB I PENDAHULUAN. persaingan yang sangat ketat diantara restoran-restoran untuk menjadi yang

BAB I PENDAHULUAN. Pengusaha dapat melihat hal ini sebagai prospek dalam berbisnis, sesuai dengan adanya

BAB I PENDAHULUAN. mempengaruhi niat pelanggan untuk melakukan pembelian ulang.

TINJAUAN PENERAPAN KUALITAS PELAYANAN MENURUT KONSEP TERRA DALAM MENINGKATKAN KEPUASAN PELANGGAN KFC STORE MERDEKA, BANDUNG TAHUN 2012

BAB 1 PENDAHULUAN. Dijaman yang berkembang pesat ini sudah banyak restaurant cepat fastfood

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Objek Penelitian Sejarah Kentucky Fried Chicken

BAB I PENDAHULUAN. Persaingan adalah satu hal yang tidak dapat lepas dari kehidupan manusia.

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Permasalahan

I. PENDAHULUAN. Kebutuhan konsumen terhadap produk makanan siap saji atau instant

BAB I PENDAHULUAN. ini banyak yang memiliki rutinitas padat. Wanita atau istri yang juga bekerja, jalan-jalan yang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Perusahaan

BAB I PENDAHULUAN. Dewasa ini, persaingan dalam segala jenis bidang usaha makin ketat.

BAB I PENDAHULUAN. tentunya tidak luput akan pentingnya peranan marketing public relations dalam

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia merupakan lahan subur bagi pemasaran berbagi macam produk

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Profil Kentucky Fried Chicken

PENGARUH KEPUASAN PELANGGAN DITINJAU DARI ASPEK KUALITAS JASA TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN KFC CABANG BUAH BATU, BANDUNG

I. PENDAHULUAN. Kebutuhan konsumen terhadap produk makanan siap saji atau instant

UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI PALEMBANG

BAB I PENDAHULUAN. untuk berlomba dengan waktu. Maka dari itu orang-orang pun menyukai segala

Strategi Pemasaran Makanan Cepat Saji Di Kentucky Fried Chicken Cabang Pancoran, Nama : Ayu Purnama Dewi NPM :

BAB 1 PENDAHULUAN. dan tetap bertahan. Costumer merupakan kunci akan ketidakberhasilan suatu

I. PENDAHULUAN. Pertumbuhan usaha waralaba (franchise) kini semakin berkembang di Indonesia.

BAB I PENDAHULUAN. Pengusaha dapat melihat hal ini sebagai prospek dalam berbisnis, sesuai dengan

BAB I PENDAHULUAN. lebih pintar dalam memilih beberapa makanan. Banyak outlet yang menawarkan

BAB I PENDAHULUAN. harus siap menghadapi situasi yang semakin bersaing. Perusahaan-perusahaan di

BAB I PENDAHULUAN. sehingga dapat menghasilkan keuntungan yang sebesar-besarnya. Oleh karena itu

BAB I PENDAHULUAN. baru bagi setiap perusahaan. Terutama dalam bisnis waralaba (franchise) yang

Gambar 1.1 Logo KFC Sumber: 2016

BAB I PENDAHULUAN. banyak aspek yang perlu menjadi pusat perhatian setiap perusahaan karena

BAB I PENDAHULUAN. Waralaba adalah pengaturan bisnis dengan sistem pemberian hak pemakaian

BAB I PENDAHULUAN. Sektor perdagangan merupakan salah satu sektor industri yang mengalami

BAB I PENDAHULUAN. cepat saji hingga restoran yang menyediakan full course menu. Jumlah

BAB I PENDAHULUAN. sangat berpengaruh terhadap permintaan kebutuhan akan makanan. Dengan

BAB I PENDAHULUAN. berkompetisi dalam setiap aktivitas pemasaran produk dan jasa. Kegiatan pemasaran

BAB I PENDAHULUAN. bisnis restoran cepat saji. Makanan asing yang disajikan oleh restoran-restoran

BAB I PENDAHULUAN. negara asal merupakan salah satu dampak globalisasi terhadap dunia bisnis. Jumlah

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Observasi Profil Perusahaan

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang. Fenomena persaingan yang ada telah membuat para pengusaha

BAB 1 PENDAHULUAN. didirikan oleh Gelael Group pada tahun 1978 sebagai pihak pertama yang memperoleh

BAB I PENDAHULUAN. akan barang-barang konsumsi. Oleh sebab itu produksi barang-barang. yang selanjutnya akan melahirkan persaingan di pihak produsen.

BAB I PENDAHULUAN. tahun selalu menjadi sorotan tajam oleh seluruh masyarakat selaku konsumen. Hal

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. produknya. Promosi yang merupakan langkah dari perusahaan dalam

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Di era moderen ini masyarakat Indonesia yang merupakan negara

BAB I PENDAHULUAN. KFC (Kentucky Fried Chicken) didirikan oleh Kolonel Harland Sanders

BAB I PENDAHULUAN. Restoran cepat saji (Quick Serve Restaurant) merupakan salah satu

BAB I PENDAHULUAN. Era globalisasi saat ini memberikan peluang dan tantangan bisnis bagi

BAB I PENDAHULUAN. berkembangnya industri makanan. (indonesianconsume.blogspot.com)

BAB I PENDAHULUAN. oleh setiap manusia. Pada umumnya kebutuhan makan dilakukan di rumah,

BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan industri makanan seperti restoran berkembang semakin pesat

BAB 1 PENDAHUALAN. melepas kepenatan rutinitasnya.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah ( Kotler, 2009 : 6 ).

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

PENDAHULUAN. Latar Belakang. Bisnis kuliner merupakan salah satu peluang bisnis yang. menjanjikan. Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia

BAB I PENDAHULUAN. sebagai kawasan wisata, kearifan budaya lokal yang mampu melestarikan tradisi

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. mengalami perubahan yang dipengaruhi oleh negara lain mulai dari. ekonomi, globalisasi dapat diketahui dari satu pihak yang akan

BAB I PENDAHULUAN. yang berorientasi pada kesenangan. Selain itu, kesibukan masyarakat di kota-kota

BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan jaman dan teknologi diikuti dengan berkembangnya kebutuhan

BAB I PENDAHULUAN. melakukan berbagai cara untuk mempertahankan dan merebut pasar.

BAB I PENDAHULUAN. oleh perubahan pola makan masyarakat kota yang gemar makan di luar, dan jumlah penduduk

KOLONEL HARLAND SANDERS

BAB 1 PENDAHULUAN. memenuhi kebutuhan dan keinginan para konsumen sangat tergantung pada

BAB 1 PENDAHULUAN. Manusia lahir, ada dengan segala kebutuhannya. Pada awal. peradaban manusia, kebutuhan ini terbatas dan bersifat sederhana.

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN. PT. Fast Food Indonesia,Tbk (KFC) adalah sebuah badan usaha yang didirikan oleh

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. menghasilkan barang dan jasa yang sesuai dengan selera konsumen. Pada era

BAB I PENDAHULUAN. membutuhkan hal yang serba instan dikarenakan aktivitas masyarakat yang begitu

BAB I PENDAHULUAN. Pertumbuhan usaha waralaba (franchise) di Indonesia kini semakin

BAB I PENDAHULUAN. yang semakin ketat dan kondisi siklus produk yang pendek. Waralaba merupakan salah satu sektor bisnis yang dinilai memiliki

BAB 1 PENDAHULUAN. Selain menciptakan produk yang memiliki keunikan tersendiri dan dengan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Hashifah Inaroh Luthfiah Achmadi, 2014

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Perkembangan jaman di era modern ini persaingan perusahaan untuk

BAB 1 PENDAHULUAN. yang disepakati di seluruh dunia. Teori tersebut mengatakan bahwa negara tidak akan maju

ANALISIS PROSES KEPUTUSAN KONSUMEN DALAM PEMBELIAN MAKANAN SIAP SAJI DI KENTUCKY FRIED CHICKEN

PERANAN PENGELOLAAN KAS KECIL DALAM MENUNJANG OPERASIONAL PADA PT. FAST FOOD INDONESIA.tbk (Studi Kasus Pada Kentucky Fried Chicken Taman Topi Bogor)

BAB I PENDAHULUAN. tinggi di berbagai belahan dunia (Nonto, 2006, p. 13). Berbagai outlet yang

BAB I PENDAHULUAN. menarik tenaga kerja yang efektif dalam sebuah organisasi (Daft, 2000).

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tabel 1. Perkembangan Jumlah Restoran di Kota Bogor Tahun Tahun Jumlah Pertumbuhan (%)

BAB I PENDAHULUAN. Seiring perkembangan suatu zaman maka akan selalu diikuti dengan perubahan

Powered by TCPDF (

Transkripsi:

BAB I PENDAHULUAN 1.1 GAMBARAN UMUM OBJEK OBSERVASI 1.1.1 PROFIL PT FASTFOOD INDONESIA TBK PT. Fastfood Indonesia Tbk. adalah pemilik tunggal waralaba Kentucky Fried Chicken (KFC) di Indonesia, didirikan oleh Gelael Group pada tahun 1978 sebagai pihak pertama yang memperoleh waralaba KFC untuk Indonesia. PT. Fastfood Indonesia Tbk mengawali operasi restoran pertamanya pada bulan Oktober 1979 di Jalan Melawai, Jakarta, dan sukses outlet ini kemudian diikuti dengan pembukaan outlet-outlet selanjutnya di Jakarta dan perluasan area cakupan hingga ke kota-kota besar lain di Indonesia antara lain Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, dan Manado. Keberhasilan yang terus diraih dalam pengembangan merek menjadikan KFC sebagai bisnis waralaba cepat saji yang dikenal luas dan dominan di Indonesia. PT Fastfood Indonesia Tbk memperoleh hak waralaba KFC dari Yum! Restaurants International (YRI), sebuah badan usaha milik Yum! Brands Inc., yaitu sebuah perusahaan publik di Amerika Serikat yang juga pemilik waralaba dari empat merek ternama lainnya, yakni Pizza Hut, Taco Bell, A&W, dan Long John Silvers. Lima merek yang bernaung dibawah satu kepemilikan yang sama ini telah memproklamirkan Yum! Group sebagai fast food chain terbesar dan terbaik di dunia dalam memberikan berbagai pilihan restoran ternama, sehingga memastikan kepemimpinannya dalam bisnis multi-branding. Untuk kategori produk daging ayam cepat saji, KFC tak terkalahkan. Di Indonesia sendiri restaurant cepat saji yang paling banyak diminati dan paling diingat oleh konsumen di Indonesia adalah KFC (Kentucky Fried Chicken). Hal tersebut di buktikan dengan hasil survey Brand Image Tracking Study (BITS) oleh agensi survey independen yang memutuskan bahwa KFC masih menempati posisi tertinggi hingga akhir 2010 dengan 52% untuk

Top of Mind Awareness dibandingkan makanan cepat saji lainnya. KFC (Kentucky Fried Chicken) juga mendapatkan beberapa penghargaan, diantaranya adalah penghargaan yang di berikan oleh majalah SWA & OnBee yaitu, First Winner in Fast Food Restourant Category Award (gambar 1.1) dan penghargaan dari Nielsen Company yaitu, Superbrand 2010 Award (gambar1.2). Gambar 1.1 First Winner in Fast Food Restaurant Category Award Majalah SWA & OnBee Gambar 1.2 Superbrand 2010 Award dari Nielsen Company Memasuki 28 tahun keberhasilan Perseroan dalam membangun pertumbuhannya, posisi KFC sebagai pemimpin pasar restoran cepat saji tidak diragukan lagi. Untuk mempertahankan kepemimpinan, Perseroan terus memperluas area cakupan restorannya dan hadir di berbagai kota kabupaten tanpa mengabaikan persaingan ketat di kota-kota metropolitan. Perseroan baru saja

meresmikan pembukaan outlet KFC yang ke 300 di Cireundeu pada bulan Oktober 2007, bertepatan pada bulan yang sama ulang tahun KFC Indonesia yang ke 28. Perseroan mengakhiri tahun 2007 dengan total 307 outlet termasuk mobile catering, yang tersebar di 78 kota di seluruh Indonesia, mempekerjakan total 11.835 karyawan dengan hasil penjualan tahunan di atas Rp. 1,590 triliun. Produk unggulan Perseroan, Colonel s Original Recipe dan Hot & Crispy, tetap merupakan ayam goreng paling lezat berdasarkan berbagai survei konsumen di Indonesia. Sebagai produk unggulan lainnya, dalam beberapa tahun ini Perseroan juga menawarkan colonel burger, crispy strips, twisty, dan yang baru-baru ini diluncurkan, colonel yakiniku. Selain produk-produk unggulan ini, KFC juga memenuhi selera lokal dengan menu pilihan lain seperti Perkedel, Nasi, Salad, dan Sup KFC. Untuk memberikan produk bernilai tambah kepada konsumen, berbagai menu kombinasi hemat dan bermutu seperti Super Panas dan KFC Attack terus ditawarkan. Perseroan juga meluncurkan Goceng, yakni beberapa varian menu seharga Rp. 5.000, untuk semakin menghadirkan penawaran bernilai tambah kepada konsumen dan memberikan sesuatu yang berbeda dari merek KFC. Perseroan senantiasa memonitor posisi pasar dan nilai KFC secara keseluruhan, mengevaluasi berbagai masukan dari konsumen untuk meningkatkan kualitas produk, layanan, dan fasilitas yang tersedia di KFC. Semua informasi ini diperoleh melalui survei rutin yang disebut Brand Image Tracking Study (BITS) dan CHAMPS Management System (CMS), yang dilakukan oleh perusahaan survei independen. BITS adalah survei untuk mengetahui persepsi konsumen dan brand image KFC sebagai acuan dari merek utama lainnya di bisnis restoran cepat saji. Hasil dari BITS menunjukkan bahwa KFC secara konsisten masih menempati posisi tertinggi di benak konsumen untuk Top of Mind Awareness, dibandingkan dengan merek utama lainnya. CMS adalah survei untuk menilai langsung kualitas produk, layanan, dan fasilitas yang tersedia di KFC, dibandingkan dengan yang diharapkan.

Kinerja Perseroan dalam pertumbuhan penjualan disetiap store menjadikannya salah satu KFC franchise market terbaik di Asia dengan pertumbuhan rata-rata 8,5% pada tahun 2007 dan akan terus mempertahankan posisi ini. Pengembangan merek yang continue melalui strategi pemasaran yang inovatif, keunggulan operasional, dan pertumbuhan dua digit yang konsisten dalam penjualan dan pengembangan restoran, telah menganugrahi Perseroan berbagai penghargaan dari Asia Franchise Business Unit dari Yum! Restaurants International. Perseroan berkomitmen tinggi untuk mempertahankan visi kepemimpinan dalam industri restoran cepat saji, dengan terus memberikan kepuasan Yum! di wajah konsumen. Dukungan dari para pemegang saham, keahlian manajemen yang terbina baik, dedikasi dan loyalitas karyawan, dan yang terpenting adalah kontinuitas kunjungan konsumen, memastikan Perseroan dapat mencapai visi ini. Perseroan percaya bahwa dengan menciptakan dan mengembangkan budaya yang mendalam dan kuat dimana setiap karyawan memberikan perbedaan, menghidupkan customer and sales mania di restoran-restoran KFC, memberikan perbedaan merek KFC yang sangat kompetitif, menjalin kesinambungan proses dan hubungan antar karyawan, dan meraih hasil-hasil yang konsisten, akan secara pasti membangun KFC bukan saja menjadi merek yang paling digemari di Indonesia, juga KFC sebagai sebuah perusahaan yang hebat. KFC juga berupaya mempertahankan posisinya dengan melakukan inovasi dalam hal strategi promosi. Beberapa strategi yang dilakukan oleh KFC dalam meningkatkan kualitas produknya adalah dengan menciptakan inovasi-inovasi baru didalam produknya yang salah satunya dengan mengadakan program KFC Music Hitler, yaitu promosi yang di lakukan KFC dengan cara menggabungkan produk andalannya yaitu ayam dengan musik yang berupa CD dari artis-artis ternama di Indonesia yang memeanfaatkan setiap store KFC sebagai media saluran distribusinya. CD tersebut bisa di beli secara terpisah ataupun melalui pembelian paket makan Combo Hitlist dengan berbagai keuntungan yang ditawarkan kepada konsumen. 1.1.2 VISI DAN MISI PT FASTFOOD INDONESIA TBK

Visi PT Fastfood Indonesia Tbk Menjadi restoran terbaik dan paling digemari di Indonesia dengan menjadi pemimpin pasar dalam industri makanan cepat saji. Misi PT Fastfood Indonesia Tbk Memberi kepuasan kepada semua pelanggan dengan menyajikan produkbermutu tinggi dan pengalaman tak terlupakan, KFC Jagonya Ayam. 1.1.3 STRUKTUR ORGANISASI PT FASTFOOD INDONESIA TBK Struktur organisasi merupakan kerangka bagian kerja yang menggambarkan tugas, wewenang, tanggung jawab, dan tugas pokok dari setiap bagian yang ada dalam organisasi tersebut dalam rangka mencapai tujuan yang di tetapkan. Berikut adalah struktur organisasi store KFC cabang merdeka Bandung. Gambar 1.3. Struktur organisasi 1.2 LATAR BELAKANG OBSERVASI

Persaingan dalam bisnis restaurant terutama pada restaurant cepat saji seperti KFC, CFC, McDonald, Pizza Hut, Texas, Hoka-Hoka Bento, AW, dan sebagainya sangatlah ketat. Perusahaan-perusahaan tersebut berlomba-lomba untuk menjadi dan memosisikan dirinya menjadi yang terbaik di mata konsumen dan masyarakat luas. Oleh sebab itu diperlukan strategi yang baik bagi setiap perusahaan tersebut guna meningkatkan laba perusahaan dan memiliki kualitas yang bermutu di mata para konsumennya. Para pengusaha atau perusahaan restoran siap saji seperti KFC (Kentucky Fried Chicken) berupaya menciptakan keunggulan restorannya dengan melakukan inovasi produknya. Selain berinovasi dalam hal produk, KFC juga berupaya mempertahankan posisinya dengan melakukan inovasi dalam hal strategi promosi. Salah satunya adalah strategi promosi melalui produk bundling dimana produknya adalah KFC Music Hitlist, yaitu menggabungkan produk andalan dari KFC itu sendiri (ayam goreng) dengan CD music yang memanfaatkan store KFC sebagai media saluran distribusinya. CD tersebut bisa dibeli secara terpisah ataupun melalui pembelian paket yang telah ditentukan yaitu Combo Hitlist dengan berbagai keuntungan yang ditawarkan kepada para konsumen.dengan diluncurkannya KFC Music Hitlist ini, KFC bertujuan untuk menciptakan pangsa pasar tersendiri, yaitu membidik kepada pangsa pasar remaja yang secara umum sangat potensial untuk ditarik kedalam eksistensi dunia musik. Pada umumnya, promosi penjualan harus merupakan sarana bagi perusahaan untuk membangun hubungan dengan konsumen. Promosi penjualan harus membantu memperkuat posisi atau image produk dan membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen, dari pada sekedar menciptakan volume penjualan. Program promosi yang ada harus didukung oleh komunikasi pemasaran yang baik,bauran pemasaran harus saling teriintegrasi untuk mendukung sasaran yang ingin dicapai (Kotler : 2008). Direktur operasional PT. fastfood Indonesia, Fabian Gelael, mendirikan PT. Music Factory Indonesia (MFI) pada tahun 2007 yang kemudian bekerja sama dengan lebih dari 350 jaringan KFC di seluruh Indonesia. MFI bertugas dalam hal mencari artis yang berpotensi untuk di ajak

bekerjasama dan mempromosikannya langsung di setiap store KFC di seluruh Indonesia. Pada tahun 2012 ini terdapat lima belas artis Indonesia yang tergabung didalamnya.tidak tangungtanggung, artis sekelas Agnes monica, Ahmad dhani, Slank juga ikut menjalin kerja sama dengan pihak KFC ini. Keuntungan dari kerjasama ini telah di rasakan oleh salah satu artis yang telah menjalin kerjasama terlebih dahulu dengan pihak KFC yaitu Indah Dewi Pertiwi. Di dalam salah satu situs resmi KFC menerangkan bahwa Indah Dewi Pertiwi bersama KFC mendapatkan rekor Muri atas penjualan kaset kepada customer hingga mencapai angka 2juta keeping. Hal ini jelas sangat membantu bagi artis-artis yang bekerjasama dengan pihak KFC untuk menaikkan penjualan CD mereka. Terlebih tidak hanya menjual CD, MFI juga sering mengadakan jumpa fans, promosi album, maupun ngejam bareng artis-artis tersebut langsung ke setiap store di seluruh Indonesia. Dengan adanya KFC Music Hitlist ini, bisa juga menjadi batu loncatan bagi mereka yang ingin mempromosikan musik mereka agar lebih cepat terdengar oleh para calon penggemar dan juga bisa menjadi brand ambassador dari KFC itu sendiri. Contohnya seperti band Antic, Julliet, dll. Dengan begitu KFC tidak hanya menjadi perusahaan restoran cepat saji, tetapi juga secara otomatis memposisikan dirinya sebagai perusahaan restoran cepat saji yang peduli terhadap berkembangnya eksistensi musik di Indonesia. Sebenarnya hal yang paling penting dari semua kegiatan promosi yang dilakukan oleh perusahaan adalah untuk menciptakan penjualan.karena dengan penjualan perusahaan dapat menghasilkan laba, dan laba tersebut merupakan sumber hidup bagi suatu perusahaan. Demikian halnya dengan KFC yang menciptakan strategi promosi berupa KFC Music Hitlist yang bertujuan untuk mengembangkan omset penjualannya dengan cara menciptakan pangsa pasar baru yaitu dikalangan remaja. Hal tersebut diperkuat dengan teori penjualan yang diungkapkan oleh Kotler (2006:457) penjualan merupakan sebuah proses dimana kebutuhan penjualan dan kebutuhan pembeli terpenuhi, melalui antar informasi dan kepentingan.

Maka dari itu, untuk menyelesaikan Laporan Tugas Akhir (LTA) ini penulis sangat tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul Tinjauan Pengaruh Kegiatan Promosi KFC Music Hitlist Terhadap Penjualan CD Musik di KFC Cabang Merdeka Bandung. 1.3 PERUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas, maka dapat di di temukan beberapa rumusan masalah sebagai berikut: 1. Bagaimana langkah - langkah penerapan strategi promosi KFC Music Hitlist di KFC cabang Merdeka Bandung? 2. Bagaimana pengaruh promosi KFC Music Hitlist terhadap tingkat penjualan CD musik di KFC cabang Merdeka Bandung? 1.4 TUJUAN OBSERVASI Tujuan observasi ini adalah untuk memperoleh data yang berhubungan dengan penetapan strategi promosi melalui produk bundling dengan CD musik yang di lakukan oleh KFC dan segala informasi yang saya ajukan untuk menyusun dan menyelesaikan Laporan Tugas Akhir di program studi D3 Manajemen Pemasaran Institute Manajemen Telkom. Berikut beberapa tujuan dari pengamatan ini, yaitu: 1. Mengetahui Bagaimana langkah langkah penerapan strategi promosi KFC Music Hitlist di KFC cabang Merdeka Bandung. 2. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh promosi KFC Music Hitlist terhadap tingkat penjualan CD musik di KFC cabang Merdeka Bandung.

1.5 KEGUNAAN OBSERVASI Adapun kegunaan hasil dari observasi ini adalah sebagai berikut: 1. Bagi perusahaan diharapkan dapat memberikan informasi kepada pihak perusahaan dalam mengevaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan serta dapat digunakan sebagai dasar pertimbangan untuk merencanakan kegiatan-kegiatan perusahaan di masa yang akan datang. 2. Bagi penulis Menambah pengetahuan dan pengalaman di bidang pemasaran dan khususnya mengenai aspek-aspek yang ada pada strategi promosi melalui penelitian yang di mulai dari pengumpulan data hingga pengolahan data. 3. Bagi pihak lain Hasil observasi ini diharapkan bisa menjadi sumber bacaan yang berguna bagi para pembacanya dan memberikan pengetahuan dalam bidang pemasaran serta dapat menjadi referensi untuk penelitian selanjutnya. 1.6 SISTEMATIKA PENULISAN LAPORAN TUGAS AKHIR Laporan Tugas Akhir (LTA) ini terdiri dari 3 bab.adapun sistematika penulisan laporan tugas akhir ini adalah sebagai berikut : 1. Pendahuluan Berisikan tentang penjelasan secara umum, ringkas, dan padat yang menggambarkan dengan tepat isi penelitian. Isi bab ini meliputi: 1.1 gambaran umum objek observasi

Menjelaskan gambaran umum tentang objek observasi seperti profil perusahaan makanan cepat saji KFC, visi dan misi KFC, dan struktur organisasi yang ada di store KFC cabang merdeka. 1.2 Latar belakang objek observasi Latar belakang objek observasi ini menjelaskan tentang promosi yang di lakukan oleh KFC melalui produk bundingnya.apakah strategi tersebut dapat meningkatkan omzet penjualan dari KFC atau tidak. 1.3 Perumusan masalah Rumusan masalah berisikan tentang masalah-masalah yang melatar belakangi proses observasi khususnya masalah kegiatan promosi melalui produk bundling dengan CD musik yang di lakukan oleh KFC. 1.4 Tujuan observasi Berkaitan dengan pengembangan terapan (aplikasi) keilmuan dan manfaat praktis dari permasalahan yang akan di observasi dengan menekankan pada hasil yang akan dicapai dari penelitian terkait dengan rumusan masalah. 1.5 kegunaan observasi mengungkapkan secara khusus kegunaan yang ingin dicapai dari aspek praktisyang berisi kegunaan yang dapat dicapai dari penerapan pengetahuan yang di hasilkan seperti, kegunaan bagi perusahaan, bagi penulis, dan bagi orang lain. 1.6 Sistematika penulisan laporan tugas akhir Berisikan tentang sistematika dan penjelasan ringkas laporan tugas akhir.

2. Relevansi teori dan pembahasan 2.1 Relevansi teori dan pembahasan Berisikan tentang teori-teori yang berhubungan tentang pembahasan observasi yang di lakukan oleh penulis, seperti: teori tentang pemasaran, promosi, bauran promosi, produk bundling, dan teori penjualan. 2.2 Metode penelitian Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif, yang menjelaskan mengenai gambaran penerapan strategi promosi KFC melalui produk bundling dengan CD musik. Tujuan dari penggunaan metode penelitian deskriptif ini adalah dapat mengetahui dan memberikan gambaran dari aspek-aspek yang relevan dengan fenomena atau perhatian dari variable yang di teliti (Uma Sekaran:2007), khususnya yang berhubungan dengan penerapan strategi promosi KFC melalui produk bundling dengan CD musik. 2.3 Pembahasan Pembahasan ini berisikan tentang pembahasan dari masalah-masalah yang di angkat dari perumusan masalah yang telah di tentukan sebelumnya, yaitu pembahasan mengenai promosi yang dilakukan oleh KFC melalui produk bundling dengan CD musik dan akan di kaitkan dengan teori-teori yang di gunakan sebagai acuan. 3. Kesimpulan dan saran 3.1 Kesimpulan Bagian kesimpulan ini menjelaskan mengenai hal-hal yang menjadi pokok pembahasan dari laporan ini secara singkat dan padat.

3.2 Saran Bagian saran ini menjelaskan tentang masukan ataupun kritikan guna menunjang perkembangan perusahaan yang menjadi objek observasi.