BAB III METODA PENELITIAN. korelasional karena peneliti mencoba menggambarkan dan. indepeden dan variabel dependen (Notoatmodjo, 2002).

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III METODELOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. eksperimental dengan metode diskriptif korelasional dan dengan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. variabel dengan variabel lain yang ada pada suatu objek

BAB III METODA PENELITIAN. A. Jenis / Rancangan Penelitian dan Metode Pendekatan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODA PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah correlation study yaitu penelitian yang

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang dilakukan adalah metode deskriptif yaitu suatu metode penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. pendekatan cross sectional, yaitu data variabel bebas (caring perawat) dengan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini bertujuan membuktikan hubungan tingkat pengetahuan

BAB III METODE PENELITIAN. adalah cross sectional yaitu suatu penelitian dengan cara pendekatan,

BAB III METODE PENELITIAN. bertujuan untuk menjelaskan hubungan antara variabel independent dan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. A. Jenis Penelitian dan Metode Penelitian. variabel. Peneliti dapat mencari, menjelaskan suatu hubungan,

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. diangkakan (Sugiyono, 2003). Maka jenis penelitian yang

BAB III METODA PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif, dengan rancangan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian eksplanatori dengan desain cross

BAB III METODA PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental yang bersifat

BAB III METODE PENELITIAN. usia, jenis kelamin, masa kerja, pengetahuan, tingkat pendidikan, ketersediaan

BAB III METODE PENELITIAN. desain cross sectional, yaitu data variabel bebas ( pengetahuan mobilisasi )

BAB III METODE PENELITIAN

deskriptif korelation yaitu

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik korelasi yaitu

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

Keterangan : = Sampel = Populasi e = Nilai Kritis / batas ketelitian 5 %

BAB III METODE PENELITIAN. metode deskriptif analitik, dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan

BAB III METODE PENELITIAN. Rancangan penelitian ini adalah Descriptive Correlation yaitu

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. dengan rancangan cross sectional (belah lintang), yaitu menganalisis

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Jenis atau Rancangan Penelitian dan Metode Pendekatan

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah dengan desain korelasional, pada waktu yang sama (Notoatmodjo, 2010).

BAB III METODE PENELITIAN. A. Jenis atau Rancangan Penelitian dan Metode Pendekatan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasi, dengan rancangan

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang akan digunakan adalah dengan menggunakan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional yaitu penelitian yang

BAB III METODE PENELITIAN. kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian deskriptif. analitik Comparative Study dengan pendekatan cross sectional.

BAB III METODA PENELITIAN A. JENIS DAN RANCANGAN PENELITIAN. Rancangan penelitian ini adalah discriptive correlation, yaitu

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. deskriptif korelasional dengan metode pendekatan cross sectional, yaitu suatu

BAB III METODE PENELITIAN. Desain yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu korelasi, karena menjelaskan hubungan antara dua variabel yaitu

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. metode Survey Analitik, dengan pendekatan Cross Sectional. yaitu survey atau

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi korelasi (correlation

BAB III METODELOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. untuk mengkaji perbandingan terhadap pengaruh (efek) pada kelompok

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODA PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. A. Rancangan Penelitian dan Metode Pendekatan. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan metode explanatory

BAB III METODE PENELITIAN. Rancangan penelitian ini menggunakan studi diskriptif kolelaxional untuk

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. metode survei dengan pendekatan Cross Sectional. Cross Sectional adalah data

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. hubungan antara variabel bebas (tingkat stress) dan variabel terikat (mekanisme

BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan desain penelitian deskriptif korelatif yaitu untuk

BAB III METODE PENELITIAN. A. Jenis / Rancangan Penelitian dan Metode Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. pendekatan cross sectional dimana peneliti menekankan waktu

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini kuantitatif

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODA PENELITIAN. Jenis penelitian ini merupakan penelitian survey analitik dengan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODEOLOGI PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif korelasi

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian diskriptif korelasional untuk

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. atau menggambarkan masalah penelitian keperawatan yang terjadi pada suatu

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Desain penelitian merupakan wadah untuk menjawab pertanyaan

Transkripsi:

BAB III METODA PENELITIAN 3.1 Jenis dan Desain penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian Non Experimental karena tidak ada intervensi atau rekayasa dari peneliti. Desain yang digunakan adalah deskriptif korelasional karena peneliti mencoba menggambarkan dan mengetahui ada tidaknya hubungan antara variabel indepeden dan variabel dependen (Notoatmodjo, 2002). Pendekatan yang digunakan belah lintang (cross sectional), karena data penelitian yaitu tentang penyakit dan pola tidur diukur dalam waktu yang sama atau sesaat (Notoatmodjo, 2002). 3.2 Variabel Penelitian Variabel yang dikaji dalam penelitian ini adalah variabel dependen (terikat) dan variabel independen (bebas) 1. Variabel Dependen (terikat) Variabel dependen dalam penelitian ini adalah Pola Tidur Pasien Rawat Inap Tuberkulosis. 41

2. Variabel Independen (bebas) Yang menjadi variabel bebas dalam penelitian ini adalah penyakit Tuberkulosis, lingkungan rawat inap, dan stress dan emosi. 3.3 Populasi dan sampel 1. Populasi Populasi adalah sekelompok orang, kejadian, atau segala sesuatu yang memiliki karakteristik tertentu (Indriantoro dan Supomo, 2002). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien tuberkulosis yang dirawat di Instalasi rawat inap RS Paru dr Ario Wirawan Salatiga pada tanggal 17 April s/d 15 Mei 2013 di instalasi rawat inap RS Paru dr Ario Wirawan Salatiga terkecuali ruang Intensif Care Unit dan ruang HCU yang berjumlah 53 orang. 2. Sampel penelitian Sampel adalah sebagian dari elemen-elemen populasi (Indriantoro dan Supomo, 2002). Untuk menentukan jumlah sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus Slovin, berikut rumus matematisnya : (Umar, 2003) 42

n 1 N ( Ne 2 ) Keterangan: n : Jumlah sampel N : Jumlah populasi e : Kelonggaran ketidak telitian karena kesalahan pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah 10% 1 : angka konstan Berdasarkan rumus tersebut diperoleh sampel sebanyak 35 orang responden, berikut uraiannya : 53 n 34, 64 2 1 53.( 0.1) orang, dibulatkan 35 responden Kemudian teknik pengambilan sampel yang digunakan oleh peneliti untuk memperoleh sampel sebanyak 35 orang tersebut adalah judgment sampling. Judgment Sampling yaitu teknik penentuan sampel dari anggota populasi yang dipilih sekehendak hati peneliti (Supramono dan Sugiyarto, 1993). Alasan penggunaan teknik tersebut karena peneliti benar-benar mengetahui dengan pasti siapa-siapa saja yang layak untuk dipilih menjadi responden dalam penelitian ini. 43

3.4 Definisi Operasional Definisi operasional adalah unsur penelitian yang memberitahukan bagaimana caranya mengukur variabel (Singarimbun dan Effendi, 2003). Dengan demikian definisi operasional memberikan petunjuk pelaksanaan bagaimana caranya mengukur suatu variabel. Adapun definisi operasional dari masing-masing konsep dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 3.1. Definisi Operasional Variabel Definisi Operasional Alat Ukur & Cara Ukur Hasil Ukur Skala Pola Tidur pasien rawat inap Tuberkulosis Penyakit Tuberkulosis Ritme jadwal tidur dan bangun seorang pasien rawat inap tuberculosis di RSPAW Salatiga. Perubahan pola tidur ini dilihat dari segi kualitas dan kuantitas tidur. Kualitas tidur adalah nyenyak atau tidaknya tidur seorang pasien rawat inap tuberculosis di RSPAW Salatiga. Kuantitas tidur adalah lamanya seorang pasien rawat inap tuberculosis di RSPAW Salatiga untuk tidur selama 24 jam. Kondisi nyeri dada, batuk, sesak nafas, nyeri otot, keringat malam yang diderita pasien tuberculosis di instalasi ruang rawat inap RSPAW Salatiga. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa kuesioner. Kuesioner terdiri dari 7 item. Pemberian skor bergerak dari 4 sampai 1 untuk Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Tidak Setuju (TS), dan Sangat Tidak Setuju (STS). Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa kuesioner. Kuesioner terdiri dari 7 item. Pemberian skor bergerak dari 4 sampai 1 untuk Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Tidak Setuju (TS), dan Sangat Tidak Setuju (STS). Untuk pengukuran hasil digunakan criteria sebagai berikut: (Riwidikdo, 2009) 1. Tidak baik, bila (X)> mean+1sd 2. Kurang baik, bila mean- 1SD X mean+1sd 3. Cukup baik, bila (X) < mean-1sd Cttn: Untuk pertanyaan unfavorable no. 2, 3, 4 skor bergerak dari 4 untuk STS, 3 untuk TS, 2 untuk S, dan 1 untuk SS, dan sebaliknya untuk pertanyaan favourable no. 1, 5, 6, 7 skor bergerak dari 4 untuk SS, 3 untuk S, 2 untuk TS, dan 1 untuk STS. Untuk pengukuran hasil digunakan criteria sebagai berikut: (Riwidikdo, 2009) 1. Sangat buruk, bila (X)> mean+1sd 2. Buruk, bila mean-1sd X mean+1sd 3. Cukup Buruk, bila (X) < mean-1sd Ordinal Ordinal 44

Lanjutan Tabel 3.1. Definisi Operasional Variabel Definisi Operasional Alat Ukur & Cara Ukur Hasil Ukur Skala Lingkungan ruang rawat inap pasien Lingkungan rawat inap pasien tuberculosis di RSPAW Salatiga. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa kuesioner. Kuesioner terdiri dari 6 item. Pemberian skor bergerak dari 4 sampai 1 untuk Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Tidak Setuju (TS), dan Sangat Tidak Setuju (STS). Untuk pengukuran hasil digunakan criteria sebagai berikut: (Riwidikdo, 2009) 1. Tidak kondusif, bila (X)> mean+1sd 2. Kurang kondusif, bila mean-1sd X mean+1sd 3. Cukup kondusif, bila (X) < mean-1sd Ordinal Stress & Emosi Depresi dan kecemasan yang dialami oleh penderita tuberculosis yang menjalani rawat inap di RSPAW Salatiga. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa kuesioner. Kuesioner terdiri dari 7 item. Pemberian skor bergerak dari 4 sampai 1 untuk Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Tidak Setuju (TS), dan Sangat Tidak Setuju (STS). Untuk pengukuran hasil digunakan criteria sebagai berikut: (Riwidikdo, 2009) 1. Selalu, bila (X)> mean+1sd 2. Sering, bila mean-1sd X mean+1sd 3. Kadang-kadang, bila (X) < mean-1sd Ordinal 3.5 Karakteristik Responden Karakteristik yang dimiliki oleh responden dalam penelitian ini sampel yang digunakan adalah pasien yang dirawat di instalasi rawat inap Rumah Sakit Paru dr Ario Wirawan Salatiga yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebagai berikut: 1. Kriteria inklusi Kriteria inklusi sampel penelitian ini adalah a. Pasien tuberculosis paru rawat inap b. Sudah dirawat instalasi rawat inap RS Paru dr Ario Wirawan Salatiga minimal 2 malam c. Umur 21 ke atas d. Dapat membaca dan menulis 45

e. Bersedia menjadi responden 2. Kriteria eksklusi Kriteria eksklusi sampel penelitian ini adalah a. Pasien dalam keadaan kegawatan b. Pihak keluarga yang melarang pasien untuk berpartisipasi c. Pasien dengan gangguan mental psikiatri 3.6 Waktu dan Lokasi penelitian Penelitian dilaksanakan pada tanggal 17 April s/d 15 Mei 2013 di instalasi rawat inap RS Paru dr Ario Wirawan Salatiga terkecuali ruang Intensif Care Unit dan ruang HCU. 3.7 Instrumen Penelitian dan Cara Pengumpulan Data 1. Instrumen Penelitian Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Kuesioner adalah daftar pernyataan atau pertanyaan yang sudah tersusun dengan baik, sudah matang, dimana responden (dalam hal angket) dan interviewer (dalam hal wawancara) tinggal memberikan jawaban atau dengan memberikan tandatanda tertentu (Notoatmodjo, 2002). Dengan metode 46

tersebut maka akan diperoleh tanggapan responden atas daftar pernyataan dalam kuesioner. Kuesioner dalam penelitian ini terdiri dari tiga bagian, bagian 1 terdiri dari data demografi responden yang berisi tentang usia, tingkat pendidikan, jenis kelamin responden penelitian, bagian 2. Untuk mengetahui pola tidur Pasien Rawat Inap Tuberculosis, bagian 3. Untuk mengetahui penyakit Tuberculosis, lingkungan, dan stress dan emosi. 2. Cara Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan oleh peneliti dengan cara membagikan kuesioner kepada responden melalui tahap-tahap sebagai berikut : a. Peneliti menunjukkan surat ijin kepada fakultas untuk melakukan penelitian. Setelah mendapatkan ijin dari fakultas, peneliti mengajukan ijin penelitian Direktur Rumah Sakit Paru dr. Ario Wirawan Salatiga. b. Setelah mendapat ijin dari direktur RS Paru dr. Ario Wirawan Salatiga melakukan koordinaasi dengan Kepala Sub Bidang Keperawatan. c. Sebelum melakukan penelitian, peneliti menjelaskan tentang tujuan penelitian. 47

d. Setelah memahami tujuan penelitian responden yang setuju diminta menandatangani surat pernyataan kesediaan menjadi responden penelitian. e. Kemudian responden yang telah menyatakan setuju diminta untuk mengisi seluruh pernyataan. f. Setelah kuesioner diisi dan dikembalikan kepada peneliti, peneliti memeriksa kelengkapan data di tempat pengambilan data yang bertujuan agar bila ada kekurangan dapat segera dilengkapi. 3.8 Uji Validitas dan Reliabilitas Uji validitas dan reliabilitas kuesioner penelitian ini akan dilakukan di RSPAW Salatiga dengan mengambil subyek 20 orang Pasien Tuberculosis Rawat Inap yang tidak terpilih menjadi responden. 1. Uji Validitas Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner (Ghozali, 2004). Untuk menentukan kevalidan dari masing-masing item dalam angket dapat dilakukan dengan menggunakan rumus korelasi Product Moment sebagai berikut (Santoso, 2003): 48

r n XY X ( Y ) 2 2 2 n. X X n. Y Y 2 Keterangan : r = koefisien korelasi antar variabel X = variabel bebas Y = variabel tidak bebas n = sampel Kesimpulan : Jika r hitung > r tabel maka butir atau pernyataan atau indikator tersebut dinyatakan valid (Ghozali, 2004). Uji validitas yang dilakukan pada tanggal 17 April 2013 di Ruang Dahlia Atas dengan mengambil responden sebanyak 20 orang diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 3.2. Hasil Uji Validitas Variabel Pernyataan r-hitung r-tabel Keterangan Penyakit (X1) 1 0.613 0.444 Valid 2 0.440 0.444 Gugur 3 0.039 0.444 Gugur 4 0.042 0.444 Gugur 5 0.668 0.444 Valid 6 0.504 0.444 Valid 7 0.642 0.444 Valid 8 0.608 0.444 Valid 9 0.676 0.444 Valid 10 0.392 0.444 Gugur 11 0.631 0.444 Valid Sumber: Data Primer Yang Diolah, 2013 49

Lanjutan... Tabel 3.2. Hasil Uji Validitas Variabel Pernyataan r-hitung r-tabel Keterangan Linngkungan 1 0.863 0.444 Valid Rawat Inap 2 0.834 0.444 Valid (X2) 3 0.771 0.444 Valid 4 0.779 0.444 Valid 5 0.580 0.444 Valid 6 0.658 0.444 Valid 7 0.589 0.444 Valid Stress dan 1 0.940 0.444 Valid Emosi (X3) 2 0.923 0.444 Valid 3 0.664 0.444 Valid 4 0.812 0.444 Valid 5 0.718 0.444 Valid 6 0.631 0.444 Valid Pola Tidur 1 0.754 0.444 Valid (Y) 2 0.765 0.444 Valid 3 0.765 0.444 Valid 4 0.793 0.444 Valid 5 0.870 0.444 Valid 6 0.870 0.444 Valid 7 0.783 0.444 Valid Hasil uji validitas untuk indikator penyakit tidak semua indikator masuk dalam kriteria penilaian valid, yaitu indikator no. 2, 3, 4, 10 karena memiliki nilai r-hitung < 0,444. Kemudian untuk indikator lingkungan rawat inap, stres dan emosi, dan pola tidur semua indikatornya masuk dalam kriteria valid, ditunjukkan 50

nilai r-hitung masing-masing indikator berada pada kisaran nilai 0,631 s/d 0,940 > r-tabel (0,444). 2. Uji Reliabilitas Reliabilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Hal ini berarti menunjukkan sejauh mana hasil pengukuran itu tetap konsisten atau tetap sama bila dilakukan pengukuran dua kali atau lebih terhadap gejala yang sama, dengan menggunakan alat ukur yang sama (Notoatmojo, 2002). Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan dalam kuesioner adalah konsisten atau stabil (Ghozali, 2004). Untuk melakukan uji reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan uji statistik Cronbach Alpha (ά). Secara matematis uji statistik Cronbach Alpha (ά) dapat dilakukan dengan mengunakan rumus sebagai berikut : (Santoso, 2003) = k k 1 si 1 2 st 2 Keterangan : k = Koefisien reliabilitas Cronbach Alpha = Banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya 51

soal Si 2 St 2 = Jumlah varians butir = Varians total Kesimpulan : Suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha > 0,60 (Nunnally dalam Ghozali, 2004). Uji reliabilitas yang dilakukan pada tanggal 17 April 2013 di Ruang Dahlia Atas dengan mengambil responden sebanyak 20 orang. Adapun untuk variabel penyakit nilai cronbach alphanya = 0,8734, untuk variabel lingkungan = 0,8353, untuk stres dan emosi = 0,8744, dan pola tidur = 0,9044. Dengan demikian nilai cronbach alpha berada pada range 0,8353 s/d 0,9044 > 0,6, maka kuesioner dikatakan reliabel. 3.9 Metode Pengolahan dan Analisa Data 1. Pengolahan data Pengolahan data adalah prosedur dalam memperoleh data ringkasan atau angka ringkasan dengan menggunakan cara-cara atau rumus-rumus tertentu (Hasan, 2004). Pengolahan data meliputi kegiatan berikut : 52

a. Editing, editing adalah pengecekan data yang telah dikumpulkan karena kemungkinan data yang masuk (raw data) tidak logis atau relevan. b. Coding, coding adalah pemberian kode-kode pada tiap-tiap data yang termasuk dalam kategori yang sama. Kode adalah isyarat yang dibuat dalam bentuk angka-angka atau huruf-huruf yang memberikan petunjuk atau identitas pada suatu informasi atau data yang akan dianalisis, contoh : jenis kelamin laki-laki diberi coding 1. c. Tabulating, tabulasi adalah membuat tabel-tabel yang berisikan data yang telah diberi kode sesuai dengan analisis yang dibutuhkan. d. Entry data, entry data yaitu memasukkan data yang diperoleh menggunakan fasilitas komputer dengan menggunakan system komputerisasi. 2. Analisis data a. Analisis Univariat Analisis univariat yang dilakukan terhadap tiap variabel dan hasil penelitian (Notoatmodjo, 2002). Dalam analisis ini hanya menghasilkan distribusi dan presentase dari tiap variabel. 53

Untuk mengukur persentase dan distribusi data karakteristik responden, yaitu : umur, jenis kelamin, dan pendidikan responden digunakan rumus sebagai berikut : (Sugiyono, 2006) % n x100 % N Keterangan : n N = Nilai yang diperoleh = Jumlah seluruh nilai Sedang berkenaan dengan deskripsi data penyakit, lingkungan, stres dan emosi, pola tidur, pengukuran data dilakukan berdasarkan jumlah total skor yang diperoleh masing-masing responden per kelompok variabel penelitian, untuk keperluan analisis deskripsi, maka total skor jawaban responden dikategorikan berdasarkan nilai mean dan standar deviasi (SD), sebagai berikut (Riwidikdo, 2012) : 1) Penyakit Sangat Buruk (X)> mean+1sd >24,87 Buruk mean-1sd X 21,07-24,87 mean+1sd Cukup Buruk (X) < mean-1sd <21,07 2) Lingkungan Tidak Kondusif Kurang Kondusif Cukup Kondusif (X)> mean+1sd >19,06 mean-1sd X mean+1sd 15,80-19,06 (X) < mean-1sd <15,80 54

3) Stres & Emosi Selalu Sering Kadang-kadang (X)> mean+1sd >17,24 mean-1sd X mean+1sd 14,76-17,24 (X) < mean-1sd <14,76 4) Pola Tidur Tidak Baik Kurang Baik Cukup Baik (X)> mean+1sd >24,95 mean-1sd X mean+1sd 19,97-24,95 (X) < mean-1sd <19,97 Aturan normatif yang menggunakan mean dan standar deviasi tersebut di atas hanya berlaku jika terdapat tiga kategori dalam pembagian total skor jawaban responden (Riwidikdo, 2012). b. Analisis Bivariat Analisis bivariat dilakukan untuk mengetahui hubungan satu variabel bebas dengan variabel terikat (Notoatmodjo, 2002). Dalam penelitian ini analisis bivariat digunakan untuk mengetahui hubungan faktor penyakit, lingkungan ruang rawat inap, stres dan emosi pasien rawat inap tuberculosis dengan pola tidur pasien rawat inap tuberculosis di Rumah Sakit Paru dr. Ario Wirawan Salatiga. Uji statistik yang digunakan untuk analisis bivariat dalam penelitian ini adalah Spearman Rank. Secara matematis rumus korelasi Spearman Rank dapat dijabarkan sebagai berikut : (Sugiyono, 2006) 55

1 6 n ( n 2 b i 2 1) Keterangan : koefisien korelasi Spearman-Rank bi = perbedaan setiap pasang rank n = jumlah pasang rank (sampel) Untuk memudahkan dalam menganalisis data, peneliti menggunakan sistem SPSS 11.05. Nilai koefisien korelasi (r) berkisar antasa -1 sampai +1, dengan penjabaran sebagaimana di kutip dalam Hasan (2004), yaitu: 1) Jika r > 0, artinya telah terjadi hubungan yang linier positif, yaitu semakin besar nilai variabel X (independen), maka semakin besar pula nilai variabel Y (dependen), dan sebaliknya. 2) Jika nilai r < 0, artinya telah terjasi hubungan linier yang negatif, yaitu semakin kecil nilai variabel X (independen), maka semakin besar pula nilai variabel Y (dependen), dan sebaliknya. 56

3) Jika nilai r = 0, artinya tidak ada hubungan sama sekali antara variabel X (independen), dengan variabel Y (dependen). 4) Jika nilai r = +1 atau r = -1, artinya telah terjadi hubungan linier sempurna yang berupa garis lurus. Berdasarkan uji statistik tersebut, maka dapat diputuskan sebagai berikut: 1) Ho diterima, jika diperoleh nilai p-value lebih besar dari nilai alpha (0.05). 2) Ha diterima, jika diperoleh nilai p-value lebih kecil atau sama dengan nilai alpha (0.05). 3.10 Etika Penelitian Dalam melakukan penelitian peneliti perlu mendapat adanya rekomendasi dari institusi atau pihak lain dengan mengajukan permohonan ijin kepada institusi atau lembaga terkait tempat penelitian. Setelah mendapat persetujuan barulah melakukan penelitian dengan menekankan masalah etika yang meliputi : 1. Lembar persetujuan menjadi responden (informed consent) 57

Sebelum lembar persetujuan diberikan kepada responden, terlebih dulu peneliti memberikan penjelasan maksud dan tujuan penelitian yang akan dilakukan serta dampak yang mungkin terjadi selama dan sesudah pengumpulan data. Jika responden bersedia diteliti maka diberi lembar permohonan menjadi responden dan lembar persetujuan menjadi responden yang harus ditandatangani, tetapi jika responden menolak untuk diteliti maka peneliti tidak akan memaksa dan tetap akan menghormati hak-haknya. 2. Tanpa nama (Anonymity) Untuk menjaga kerahasiaan informasi dari responden peneliti tidak akan mencantumkan nama dari responden pada lembar pengunpul data, tetapi dengan memberikan nomor kode pada masingmasing lembar yang dilakukan oleh peneliti sebelum lembar pengumpul data diberikan kepada responden. 3. Kerahasiaan (Confidentiality) Kerahasiaan informasi yang diberikan oleh responden dijamin oleh peneliti dengan cara bahwa informasi tersebut hanya akan diketahui oleh peneliti 58

dan pembimbing atas persetujuan pembimbing dan hanya kelompok data tertentu yang disajikan sebagai hasil penelitian. Selanjutnya lembar pengumpul data dimusnahkan dengan dibakar. 59