BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. siswa. Adapun permasalahan dalam penelitian ini adalah merosotnya moral siswa

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Darul

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SD Negeri Tajau Landung I

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian tindakan kelas (PTK) ini dilaksanakan di TK. Tunas Mekar

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Karang Mekar 7

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Kecamatan Beruntung Baru Kabupaten Banjar. Subjek penelitian adalah siswa siswa

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di MIN Awang Baru Hulu

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. dalam membaca permulaan untuk itu direncanakan tindakan kelas dalam upaya

BAB IV HASIL PENELITIAN. Darussalam Bati-Bati Kecamatan Bati-Bati Kabupaten Tanah Laut pada Tahun

BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. penelitian ini adalah kurang hafalnya siswa dalam mufradat jadidah atau kosakata

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. siswa kelas II yang berjumlah 24 orang. Adapun permasalahan dalam penelitian

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Banjarmasin Timur, subjek penelitian adalah siswa kelas V yang berjumlah 31

BAB III. terdiri dari 15 laki-laki dan 10 perempuan. Adapun permasalahan dalam penelitian ini

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. tokoh masyarakat, pembelian tanahnya hasil dari warung amal dan sumbangan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. penelitian adalah guru agama dan siswa kelas 7 A yang berjumlah 28 orang Adapun

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di MI An-Nuriyah 2

BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN. a. Latar Belakang Berdirinya Madrasah. oleh H. Mar ie beserta tokoh masyarakat Desa Malintang pada tahun 1973.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SDN 2 Uwie, Kecamatan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian Penelitian ini megambil lokasi di MIN Kampung Baru yang

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Madrasah Ibtidaiyah Swasta Al Badariyah terletak di Desa Tatah Layap

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Negeri Lawiran Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Banjar tahun pelajaran

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. kelas II yang berjumlah 26 orang yang terdiri dari 10 orang laki-laki dan 16 orang

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di MIS Sullamut Taufiq yang

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Madrasah Ibtidaiyah Swasta Al Badariyah terletak di Desa Tatah Layap

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SDN Hantarukung

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan di MTsN Aluh-Aluh

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. penelitian ini terbagi atas 3 bagian sebagaimana berikut:

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action

BAB III METODE PENELITIAN. Lampung, selama 3 bulan mulai bulan Juli 2013 sampai dengan bulan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di Kelasg I SDN 2 Mangkupum

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Tarbiyatut Thaibah Kecamatan Kertak Hanyar Kabupaten Banjar. Subjek dalam

BAB IV HASIL PENELITIAN. Mekarsari Kecamatan Mekarsari Kabupaten Barito Kuala tahun pelajaran 2012/2013

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

HASIL PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) SIKLUS 2

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian. 1. Sejarah berdirinya MIN Jumba

menggunakan metode Contextual Teaching and Learning (CTL)

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV. Hasil penelitian dan Pembahasan. 2012/2013 pada SDN Gambut2. Kecamatan Gambut, Siswa kelas V berjumlah

BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN. madrasah ibtidaiyah swasta yang dikelola masyarakat Tanjung Rema dan diberi

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. adalah siswa belum mampu menghafal surah Al-Kafirun dan Al-Maun

BAB IV HASIL PENELITIAN. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di MTs. Ubudiyah Kec. Bati-

BAB III METODE PENELITIAN TINDAKAN KELAS

BAB IV HASIL PENELITIAN. Madrasah Ibtidaiyah Al Manar adalah sebagai berikut. Al Manar adalah 8 ruang sekolah, terdiri dari ruang kepala sekolah,

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Ibtidaiyah (MI) Batu Tangga Kecamatan Batang Alai Timur Kabupaten Hulu Sungai

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan

BAB III METODE PENELITIAN. reflektif dengan melakukan tindakan-tindakan tertentu agar dapat memperbaiki

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN. Madrasah Ibtidaiyah Al-Aman Banjarmasin lokasinya berada di lingkungan

BAB IV. Nilai Rata-rata < Belum Tuntas 52, Tuntas Jumlah

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN dengan nomor akte No. 79/3/KHI/1984. Dengan Luas tanah 128 m². Secara umum

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Lokasi penelitian ini adalah MIN Ilung yang beralamat di Jalan H. Damanhuri

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. bertujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Sungai Selatan. Sekolah Dasar Negeri Sungai Kupang 2 beralamat di Jalan

BAB IV DESKRIPSI DATA DAN ANALISIS DATA

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. SDN Seranggan 2 adalah SDN yang terletak di Jl. Seranggan Desa Asam

BAB III METODELOGI PENELITIAN. dari 20 siswa laki-laki dan 22 siswa perempuan.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN. Banjarmasin Utara tahun pelajaran 2008/2009 dengan jumlah siswa sebanyak 32

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISA DATA

BAB III METODE PENELITIAN. dan hasil pembelajaran di kelas. Dengan melaksanakan tahapan-tahapan PTK, teknik pembelajaran yang relevan secara kreatif.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN. berhubungan dengan tugas guru di lapangan. Maka dalam melaksanakan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Tindakan kelas ini dilakukan di kelas VIII semester genap tahun pelajaran

Transkripsi:

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Setting Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di MI Muhammadiyah Kecamatan Kelua Kabupaten Tabalong. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V yang berjumlah siswa 11 orang. Adapun Permasalahan dalam penelitian ini adalah kurang adanya peningkatan hasil belajar IPS. Oleh karena itulah direncanakan tindakan kelas dalam upaya untuk meningkatkan hasil belajar IPS melalui metode inquiry. B. Hasil penelitian 1. Tindakan Kelas Siklus I a. Pertemuan pertama (2 x 35 menit) 1) Persiapan Pada pertemuan pertama tinadakan kelas siklus I ini dipersiapkan perangkat pembelajaran sebagi berikut: a) Menyusun renacana pembelajaran (RPP) IPS dengan kompetensi dasarnya adalah menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan. b) Membuat lembar kerja siswa (LKS) 25

26 c) Membuat alat evaluasi untuk mengukur kemampuan siswa dalam penguasaan materi. d) Membuat lembar observasi untuk mengukur kegiatan pembelajaran dan aktivitas siswa dalam KBM. 2) Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) a) Kegiatan awal (10 menit) (1) Guru memberi salam (2) Presensi siswa (3) Guru menuliskan judul materi yang akan dikembangkan di papan tulis (4) Guru memberi penguatan bila jawaban benar dan memberikan kesempatan kepada peserta didik yang lain bila jawaban salah. b) Kegiatan Inti (35 menit) (1) Membagi siswa kedalam kelompok belajar (2) Membagi lembar kerja siswa (LKS kepada masing-masing kelompok. (3) Masing-masing dari kelompok membacakan jawaban yang telah didiskusikan dan kelompok yang lain menanggapi. (4) Guru bersama-sama dengan siswa membuat kesimpulan.

27 c) Kegiatan Akhir (10 Menit) (1) Melakukan tes kepada siswa (2) Memberikan penghargaan kepada kelompok yang mendapat skor tertinggi (3) Memberikan PR sebagai bagian remidi/pengayaan (4) Guru menutup pelajaran 3) Hasil Tindakan Kelas a) Observasi kegiatan pembelajaran Hasil pengamatan atau observasi dari teman sejawat dalam KBM 2 x 35 menit yang sudah direncanakan (instrument terlampir) pada pertemuan pertama ini, dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 4,1. Observasi Kegiatan Pembelajaran Pertemuan Pertama (siklus I) NO INDIKATOR / ASPEK YANG DIAMATI YA TIDAK I Pra Pembelajaran 1 Peneliti melakukan analisis kurikulum untuk mengetahui kompetensi dasar yang akan disampaikan kepada siswa 2 Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) 3 Membuat evaluasi pembelajaran 4 Membuat instrument yang digunakan dalam siklus PTK II Kegiatan Inti Pembelajaran 5 Menyajikan materi pembelajaran

28 Sambungan Tabel 4.1. Observasi Kegiatan Pembelajaran Pertemuan Pertama (Siklus I) 6 Membuat materi diskusi 7 Membagi siswa dalam 3 kelompok 8 Memberikan kuis / pertanyaaan 9 Membimbing siswa untuk melakukan diskusi 10 Membagi Lembar Kerja Siswa 11 Menggunakan media 12 Menggunakan metode III Kegiatan Akhir 13 Melakukan penilaian (tes) akhir sesuai dengan kompetensi 14 Menyampaika hasil penialaian (tes) kepada siswa 15 Memberikan pengargaan 16 Memberikan PR sebagai Remidi / pengayaan 17 Menutup pelajaran Jumlah 14 3 berikut: Berdasarkan data observasi tersebut diatas dapat dipersentasikan sebagai Persentasi = Jumlah jawaban x 100 = 14 x 100% = 82,35 % 17 17 Dari prosentasi tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa proses kegiatan belajar mengajar yang dilakukan guru baik sesuai dengan apa yang direncanakan sebelumnya, walaupun ada beberapa aspek yang belum dilaksanakan. Walaupun

29 demikian data observasi yang ada pada tabel secara keseluruhan menunjukkan bahwa proses belajar mengajar berjalan dengan lancar, kondusif, dan tujuan pembelajaran tercapai. Hal ini menunjukkan kemampuan guru mengelola kelas sangat baik. b) Observasi Aktivitas Siswa dalam KBM Aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan metode inquiry dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 4.2. Oservasi Aktivitas Siswa dalam KBM pertemuan Pertama (siklus I) NO INDIKATOR/ASPEK YANG SKOR DIAMATI 1 Keaktifan siswa dalam berdiskusi 1 2 3 4 5 2 Situasi kegiatan belajar siswa 1 2 3 4 5 3 Kemampuan siswa dalam melaksanakan kelompok 1 2 3 4 5 4 Mendengarkan penjelasan guru 1 2 3 4 5 5 Mengajukan pertanyaan 1 2 3 4 5 6 Menanggapi / mengerjakan lembar kerja 1 2 3 4 5 siswa (LKS) 7 Membacakan hasil dari diskusi / menyimpulkan 1 2 3 4 5 Total Skor 17 Berdasarkan data observasi tersebut di atas dapat dipersentasekan aktivitas siswa dalam KBM sebagai berikut: Nilai = Total Skor x 100 = 17 x 100% = 48,58 % 35 35

30 Dari presentase tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa aktivitas siswa dalam kegiatan belajar mengajar kurang aktif, karena pada aspek-aspek tertentu masih ada yang belum optimal, hal ini karena pembelajaran metode inquiry masih baru bagi siswa sehingga siswa belum terbiasa. c) Tes Hasil Belajar Tes hasil belajar siswa dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 4.3. Tes Hasil Belajar Siswa Pertemuan Pertama (Siklus I) No Nilai Frekuensi Nilai x Frekuensi Presentase % 1 10 - - - 2 9 - - - 3 8-4 7 2 14 18,19 5 6 3 18 27,28 6 5 2 10 18,19 7 4 1 4 9 09 8 3 2 6 18,19 9 2 1 2 9,09 10 1 - - - 11 0 - - - Jumlah 11 54 100 % Rata-rata 4,90 Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa rata-rata nilai hasil tes formatif siswa adalah 4,90. Hal ini berarti dibawah persyaratan tuntas belajar yang ditetapkan kurikulum IPS yaitu 6,00. Oleh karena itu tindakan kelas perlu dilanjutkan pada pertemuan kedua.

31 b. Pertemuan kedua (2 x 35 menit) 1) Persiapan Pada pertemuan kedua tindakan kelas siklus I ini dipersiapkan perangkat pembelajaran sebagai berikut: a) Menyusun renacana pembelajaran (RPP) IPS dengan kompetensi dasarnya adalah menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertaankan kemerdekaan. b) Membuat lembar kerja siswa (LKS) c) Membuat alat evaluasi untuk mengukur kemampuan siswa dalam penguasaan materi. d) Membuat lembar observasi untuk mengukur kegiatan pembelajaran dan aktivitas siswa dalam KBM. 2) Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) a) Kegiatan awal (10 menit) (1) Guru memberi salam. (2) Presensi siswa. (3) Guru menuliskan judul materi yang akan dikembangkan di papan tulis.

32 (4) Guru memberi penguatan bila jawaban benar dan memberikan kesempatan kepada peserta didik yang lain bila jawaban salah. b) Kegiatan Inti (35 menit) (1) Membagi siswa kedalam kelompok belajar (2) Membagi lembar kerja siswa (LKS kepada masing-masing kelompok. (3) Masing-masing dari kelompok membacakan jawaban yang telah didiskusikan dan kelompok yang lain menanggapi. (4) Guru bersama-sama dengan siswa membuat kesimpulan. c) Kegiatan Akhir (10 Menit) (1) Melakukan tes kepada siswa (2) Memberikan penghargaan kepada kelompok yang mendapat skor tertinggi (3) Memberikan PR sebagai bagian remidi/pengayaan (4) Guru menutup pelajaran 3) Hasil Tindakan Kelas a) Observasi kegiatan pembelajaran Hasil pengamatan atau observasi dari teman sejawat dalam KBM 2 x 35 menit yang sudah direncanakan (instrument terlampir) pada pertemuan pertama ini, dapat dilihat pada tabel berikut ini:

33 Tabel 4.4. Observasi Kegiatan Pembelajaran Pertemuan kedua (siklus I) NO INDIKATOR / ASPEK YANG DIAMATI YA TIDAK I Pra Pembelajaran 1 Peneliti melakukan analisis kurikulum untuk mengetahui kompetensi dasar yang akan disampaikan kepada siswa 2 Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) 3 Membuat evaluasi pembelajaran 4 Membuat instrument yang digunakan dalam siklus PTK II Kegiatan Inti Pembelajaran 5 Menyajikan materi pembelajaran 6 Membuat materi diskusi 7 Membagi siswa dalam 3 kelompok 8 Memberikan kuis / pertanyaaan 9 Membimbing siswa untuk melakukan diskusi 10 Membagi Lembar Kerja Siswa 11 Menggunakan media 12 Menggunakan metode III Kegiatan Akhir 13 Melakukan penilaian (tes) akhir sesuai dengan kompetensi 14 Menyampaika hasil penialaian (tes) kepada siswa 15 Memberikan pengargaan 16 Memberikan PR sebagai Remidi / pengayaan 17 Menutup pelajaran Jumlah 14 3

34 berikut: Berdasarkan data observasi tersebut diatas dapat dipersentasikan sebagai Persentasi = Jumlah jawaban x 100 = 14 x 100% = 82,35 % 17 17 Dari prsentasi tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa proses kegiatan belajar mengajar yang dilakukan guru baik sesuai dengan apa yang direncanakan sebelumnya, walaupun ada beberapa aspek yang belum dilaksanakan. Walaupun demikian data observasi yang ada pada tabel secara keseluruhan menunjukkan bahwa proses belajar mengajar berjalan dengan lancar, kondusif, dan tujuan pembelajaran tercapai. Hal ini menunjukkan kemampuan guru mengelola kelas sangat baik. b) Observasi Aktivitas Siswa dalam KBM Aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan metode inguiry dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 4,5. Observasi Aktivitas Siswa dalam KBM pertemuan kedua (siklus I) NO INDIKATOR/ASPEK YANG DIAMATI SKOR 1 Keaktifan siswa dalam berdiskusi 1 2 3 4 5 2 Situasi kegiatan belajar siswa 1 2 3 4 5 3 Kemampuan siswa dalam melaksanakan kelompok 1 2 3 4 5 4 Mendengarkan penjelasan guru 1 2 3 4 5 5 Mengajukan pertanyaan 1 2 3 4 5 6 Menanggapi / mengerjakan lembar kerja siswa (LKS) 1 2 3 4 5 7 Membacakan hasil dari diskusi / menyimpulkan 1 2 3 4 5 Total Skor 18

35 Berdasarkan data observasi tersebut di atas dapat dipersentasekan aktivitas siswa dalam KBM sebagai berikut: Nilai = Total Skor x 100 = 18 x 100% = 51,42 % 35 35 Dari peresentase tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa aktivitas siswa dalam kegiatan belajar mengajar kurang aktif, karena pada aspek-aspek tertentu masih ada yang belum optimal, hal ini karena pembelajaran metode inqiury masih baru bagi siswa sehingga siswa belum terbiasa. Sehingga kegiatan proses belajar mengajar belum berhasil akan tetapi untuk lebih memantapkannya sangat perlu dilanjutkan lagi pada siklus kedua. c) Tes Hasil Belajar Tes hasil belajar siswa dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 4.6. Tes Hasil Belajar Siswa Pertemuan kedua (Siklus I) No Nilai Frekuensi Nilai x Frekuensi Peresentase % 1 10 - - - 2 9 1 9 9,09 3 8 1 8 9,09 4 7 3 21 27,28 5 6 2 12 18,19 6 5 1 5 9,09 7 4 1 4 9 09 8 3 - - - 9 2 2 4 18,19 10 1 - - - 11 0 - - - Jumlah 11 63 100 % Rata-rata 5,72

36 Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa rata-rata nilai hasil tes formatif siswa adalah 5,72. Hal ini berarti dibawah persyaratan tuntas belajar yang ditetapkan krikulum IPS yaitu 6,00. Oleh karena itu rata-rata hasil tes formatif siswa tersebut perlu ditingkatkan lagi, untuk itu tindakan kelas perlu dilanjutkan pada siklus kedua. d) Refleksi Tindakan Kelas Siklus I Berdasarkan hasil observasi kegiatan pembelajaran, observasi aktivitas siswa dalam KBM, dan hasil tes belajar pertemuan pertama dan kedua tindakan kelas siklus I, maka dapat direfleksikan hal-hal sebagai berikut: a) Kegiatan pembelajaran dengan menerapkan metode inquiry dinyatakan cukup berhasil meskipun ada beberapa aspek-aspek yang belum terlaksana seperti: penggunaan media, menyampaikan hasil tes kepada siswa, memberikan PR sebagai remedial dan memberikan penghargaan kepada siswa. b) Aktivitas siswa dalam pembelajaran IPS dengan menggunakan metode inquiry kurang berhasil, hal ini disebabkan kurang aktifnya siswa dalam berdiskusi, tidak adanya kemampuan siswa untuk melaksanakan diskusi, mengerjakan Lembar Kerja Siswa (LKS), tidak mampunya siswa mengajukan pertanyaan. Hal ini dapat dilihat pada:: 1) Hasil tes siswa pada pertemuan pertama rata-rata nilai 4,90 dan petemuan kedua rata-rata nilai 5,72. 2) Berdasarkan temuan tersebut, maka kegiatan pembelajaran dengan menggunakan metode inquiry masih belum berhasil dan akan dilanjutkan

37 pada siklus II. 2. Tindakan Kelas Siklus II a. Pertemuan pertama (2 x 35 menit) 1) Persiapan Pada pertemuan pertama tinadakan kelas siklus II ini dipersiapkan perangkat pembelajaran sebagi berikut: a) Menyusun renacana pembelajaran (RPP) IPS dengan kompetensi dasarnya adalah menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertaankan kemerdekaan. b) Membuat lembar kerja siswa (LKS) c) Membuat alat evaluasi untuk mengukur kemampuan siswa dalam penguasaan materi. d) Membuat lembar observasi untuk mengukur kegiatan pembelajaran dan aktivitas siswa dalam KBM. 2) Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) a) Kegiatan awal (10 menit) (1) Guru memberi salam (2) Presensi siswa (3) Guru menuliskan judul materi yang akan dikembangkan di papan tulis

38 (4) Guru memberi penguatan bila jawaban benar dan memberikan kesempatan kepada peserta didik yang lain bila jawaban salah. b) Kegiatan Inti (35 menit) (1) Membagi siswa kedalam kelompok belajar (2) Membagi lembar kerja siswa (LKS kepada masing-masing kelompok. (3) Masing-masing dari kelompok membacakan jawaban yang telah didiskusikan dan kelompok yang lain menanggapi. (4) Guru bersama-sama dengan siswa membuat kesimpulan. c) Kegiatan Akhir (10 Menit) (1) Melakukan tes kepada siswa (2) Memberikan penghargaan kepada kelompok yang mendapat skor tertinggi (3) Memberikan PR sebagai bagian remidi/pengayaan (4) Guru menutup pelajaran 3) Hasil Tindakan Kelas a) Observasi kegiatan pembelajaran Hasil pengamatan atau observasi dari teman sejawat dalam KBM 2 x 35 menit yang sudah direncanakan (instrument terlampir) pada pertemuan pertama ini, dapat dilihat pada tabel berikut ini:

39 Tabel 4,7. Observasi Kegiatan Pembelajaran Pertemuan Pertama (siklus II) NO INDIKATOR / ASPEK YANG DIAMATI YA TIDAK I Pra Pembelajaran 1 Peneliti melakukan analisis kurikulum untuk mengetahui kompetensi dasar yang akan disampaikan kepada siswa 2 Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) 3 Membuat evaluasi pembelajaran 4 Membuat instrument yang digunakan dalam siklus PTK II Kegiatan Inti Pembelajaran 5 Menyajikan materi pembelajaran 6 Membuat materi diskusi 7 Membagi siswa dalam 3 kelompok 8 Memberikan kuis / pertanyaaan 9 Membimbing siswa untuk melakukan diskusi 10 Membagi Lembar Kerja Siswa 11 Menggunakan media 12 Menggunakan metode III Kegiatan Akhir 13 Melakukan penilaian (tes) akhir sesuai dengan kompetensi 14 Menyampaika hasil penialaian (tes) kepada siswa 15 Memberikan pengargaan 16 Memberikan PR sebagai Remidi / pengayaan 17 Menutup pelajaran Jumlah 16 1

40 berikut: Berdasarkan data observasi tersebut diatas dapat dipersentasikan sebagai Persentasi = Jumlah Jawaban x 100 = 16 x 100% = 94,11 % 17 17 Dari persentasi tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa proses kegiatan belajar mengajar yang dilakukan guru baik sesuai dengan apa yang direncanakan sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa proses belajar mengajar berlangsung secara lancar kondusif. b) Observasi Aktivitas Siswa dalam KBM Aktivitas siswa dalam pembelajaran IPS dengan metode inquiry dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 4,8. Observasi Aktivitas Siswa dalam KBM pertemuan Pertama (siklus II) NO INDIKATOR/ASPEK YANG SKOR DIAMATI 1 Keaktifan siswa dalam berdiskusi 1 2 3 4 5 2 Situasi kegiatan belajar siswa 1 2 3 4 5 3 Kemampuan siswa dalam melaksanakan 1 2 3 4 5 kelompok 4 Mendengarkan penjelasan guru 1 2 3 4 5 5 Mengajukan pertanyaan 1 2 3 4 5 6 Menanggapi / mengerjakan lembar kerja 1 2 3 4 5 siswa (LKS) 7 Membacakan hasil dari diskusi / menyimpulkan 1 2 3 4 5 Total Skor 20

41 Berdasarkan data observasi tersebut di atas dapat dipersentasekan aktivitas siswa dalam KBM sebagai berikut: Nilai = Total Skor x 100 = 20 x 100% = 57,14 % 35 35 Dari persentase tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa aktivitas siswa dalam kegiatan belajar mengajar sudah mengalami peningkatan, hal ini karena pembelajaran metode inquiry sudah mulai dipahami anak sehingga mudah melaksanakan kegiatan pembelajaran, walaupun dari semua aspek hasilnya tidak begitu maksimal, oleh karena itu perlu dilanjutkan lagi pada pertemuan berikutnya. c) Tes Hasil Belajar Tes hasil belajar siswa dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 4.9. Tes Hasil Belajar Siswa Pertemuan Pertama (Siklus II) No Nilai Frekuensi Nilai x Frekuensi Persentase % 1 10 - - - 2 9 1 9 9,09 3 8 1 8 9,09 4 7 3 21 27,28 5 6 2 12 18,19 6 5 2 10 18,19 7 4 - - - 8 3 - - - 9 2 2 4 18,19 10 1 - - - 11 0 - - - Jumlah 11 64 100 % Rata-rata 5,81

42 Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa rata-rata nilai hasil tes formatif siswa adalah 5,81. Hal ini berarti bahwa persyaratan tuntas belajar yang ditetapkan krikulum IPS yaitu 6,00. Oleh karena itu perlu ditingkatkan lagi, untuk itu tindakan kelas perlu dilanjutkan pada pertemuan kedua. b. Pertemuan kedua (2 x 35 menit) 1) Persiapan Pada pertemuan kedua tindakan kelas siklus I ini dipersiapkan perangkat pembelajaran sebagai berikut: a. Menyusun renacana pembelajaran (RPP) IPS dengan kompetensi dasarnya adalah menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertaankan kemerdekaan. b. Membuat lembar kerja siswa (LKS) c. Membuat alat evaluasi untuk mengukur kemampuan siswa dalam penguasaan materi. d. Membuat lembar observasi untuk mengukur kegiatan pembelajaran dan aktivitas siswa dalam KBM. 2) Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) a. Kegiatan awal (10 menit) (1) Guru memberi salam (2) Presensi siswa

43 (3) Guru menuliskan judul materi yang akan dikembangkan di papan tulis (4) Guru memberi penguatan bila jawaban benar dan memberikan kesempatan kepada peserta didik yang lain bila jawaban salah. b. Kegiatan Inti (35 menit) (1) Membagi siswa kedalam kelompok belajar (2) Membagi lembar kerja siswa (LKS kepada masing-masing kelompok. (3) Masing-masing dari kelompok membacakan jawaban yang telah didiskusikan dan kelompok yang lain menanggapi. (4) Guru bersama-sama dengan siswa membuat kesimpulan. c. Kegiatan Akhir (10 Menit) (1) Melakukan tes kepada siswa (2) Memberikan penghargaan kepada kelompok yang mendapat skor tertinggi (3) Memberikan PR sebagai bagian remidi/pengayaan (4) Guru menutup pelajaran 3) Hasil Tindakan Kelas a. Observasi kegiatan pembelajaran Hasil pengamatan atau observasi dari teman sejawat dalam KBM 2 x 35

44 menit yang sudah direncanakan (instrument terlampir) pada pertemuan pertama ini, dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 4.10. Observasi Kegiatan Pembelajaran Pertemuan kedua (siklus II) NO INDIKATOR / ASPEK YANG DIAMATI YA TIDAK I Pra Pembelajaran 1 Peneliti melakukan analisis kurikulum untuk mengetahui kompetensi dasar yang akan disampaikan kepada siswa 2 Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) 3 Membuat evaluasi pembelajaran 4 Membuat instrument yang digunakan dalam siklus PTK II Kegiatan Inti Pembelajaran 5 Menyajikan materi pembelajaran 6 Membuat materi diskusi 7 Membagi siswa dalam 3 kelompok 8 Memberikan kuis / pertanyaaan 9 Membimbing siswa untuk melakukan diskusi 10 Membagi Lembar Kerja Siswa 11 Menggunakan media 12 Menggunakan metode III Kegiatan Akhir 13 Melakukan penilaian (tes) akhir sesuai dengan kompetensi 14 Menyampaika hasil penialaian (tes) kepada siswa 15 Memberikan pengargaan

45 Sambungan Tabel 4,10. Observasi Kegiatan Pembelajaran Pertemuan kedua (siklus II) 16 Memberikan PR sebagai Remidi / pengayaan 17 Menutup pelajaran Jumlah 17 berikut: Berdasarkan data observasi tersebut diatas dapat dipersentasikan sebagai Persentasi = Jumlah jawaban x 100 = 17 x 100% = 100 % 17 17 Dari prsentasi tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa proses kegiatan belajar mengajar yang dilakukan guru baik sesuai dengan apa yang direncanakan sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa proses belajar mengajar berlangsung secara lancar kondusif. b. Observasi Aktivitas Siswa dalam KBM Aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan metode inquiry dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 4,11. Observasi Aktivitas Siswa dalam KBM pertemuan kedua (siklus II) NO INDIKATOR/ASPEK YANG SKOR DIAMATI 1 Keaktifan siswa dalam berdiskusi 1 2 3 4 5 2 Situasi kegiatan belajar siswa 1 2 3 4 5

46 Sambungan Tabel 4.11. Observasi Aktivitas Siswa dalam KBM pertemuan kedua (siklus II) 3 Kemampuan siswa dalam melaksanakan 1 2 3 4 5 kelompok 4 Mendengarkan penjelasan guru 1 2 3 4 5 5 Mengajukan pertanyaan 1 2 3 4 5 6 Menanggapi / mengerjakan lembar kerja siswa (LKS) 7 Membacakan hasil dari diskusi / menyimpulkan 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 Total Skor 26 Berdasarkan data observasi tersebut di atas dapat dipersentasekan aktivitas siswa dalam KBM sebagai berikut: Nilai = Total Skor x 100 = 26 x 100% = 74,28 % 35 35 Dari presentase tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa aktivitas siswa dalam kegiatan belajar mengajar lebih aktif dari pertemuan pertama siklus II, hal ini karena pembelajaran metode inqiry sudah mulai dipahami anak sehingga mudah melaksanakan kegiatan pembelajaran, aspek yang belum optimal misalnya keaktifan siswa dalam berdiskusi dan kemampuan siswa dalam melaksanakan tugas kelompok. c. Tes Hasil Belajar Tes hasil belajar siswa dapat dilihat pada tabel berikut ini:

47 Tabel 4.12. Tes Hasil Belajar Siswa Pertemuan kedua (Siklus II) No Nilai Frekuensi Nilai x Frekuensi Persentase % 1 10 3 30 27,28 2 9 3 27 27,28 3 8 3 24 27,28 4 7 2 14 18,18 5 6 - - - 6 5 - - - 7 4 - - - 8 3 - - - 9 2 - - - 10 1 - - - 11 0 - - - Jumlah 11 102 100 % Rata-rata 9,27 Berdasarkan tabel diatas nilai tertinggi 10 diperoleh siswa sebanyak 3 orang (27,28%), nilai 9 diperoleh siswa sebanyak 3 orang (27,28%), nilai 8 diperoleh siswa sebanyak 3 orang (27,28%) dan nilai 7 diperoleh sebanyak 2 orang (18,18%). Rata-rata nilai hasil tes siswa adalah 9, 27. Hal ini berarti diatas persyaratan tuntas belajar yang ditetapkan untuk mata pelajaran IPS yaitu rata-rata 6,00 sudah terpenuhi. d. Refleksi Tindakan Kelas Siklus II Berdasarkan hasil observasi kegiatan pembelajaran, observasi aktivitas siswa dalam KBM, dan hasil tes belajar pertemuan pertama dan kedua tindakan kelas siklus II, maka dapat direfleksikan hal-hal sebagai berikut: 1) Kegiatan pembelajaran dengan menerapkan metode inquiry dinyatakan cukup efektif, sehingga mencapai hasil pembelajaran yang maksimal dan tujuan

48 pembelajaran dapat tercapai. 2) Aktivitas siswa dalam pembelajaran IPS dengan menggunakan metode inquiry sangat membantu siswa dalam memahami pelajaran dan meningkatkan kemampuan belajar dan prestasi siswa, hal ini dapat dilihat pada: a) Hasil tes siswa pada pertemuan pertama rata-rata nilai 5,81 dan petemuan kedua rata-rata nilai 9,27 b) Berdasarkan temuan tersebut, maka kegiatan pembelajaran IPS dengan menggunakan metode inquiry dinyatakan berhasil, karena berada diatas indikator ketuntasan belajar yang ditetapkan dalam kurikulum untuk mata pelajaran IPS yaitu rata-rata nilai 6,00. C. Pembahasan Dari temuan yang diperoleh melalui kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan dalam 2 siklus dengan 4 kali pertemuan 4 x (2 x 35 menit) melalui observasi aktivitas siswa dalam KBM dan penilaian formatif, maka dapat dinyatakan bahwa metode inquiry efektif dalam pembelajaran IPS, hal ini terlihat dari: 1. Kegiatan belajar mengajar dengan metode inquiry di kelas V MI Muhammadiyah kecamatan Kelua Kabupaten Tabalong sebagaimana direncanakan guru sebelumnya berlangsung dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari presentase hasil observasi teman sejawat terhadap kegiatan pembelajaran

49 yang dilakukan peneliti yaitu siklus I pertemuan pertama 82,35% dan pertemuan kedua 82,35%. Siklus II pertemuan pertama 94,11% dan pertemuan kedua 100%. 2. Dalam kegiatan pembelajaran mulai dari siklus I sampai dengan siklus II terlihat aktivitas siswa sangat baik dan selalu menunjukkan kemajuan yang berarti, hal ini sesuai dengan persentase hasil observasi teman sejawat terhadap aktivitas siswa dalam kegiatan belajar menagajar yaitu siklus I pertemuan pertama 48,58% dan pertemuan kedua 51,42%. siklus kedua pertemuan pertama 57,14% dan pertemuan kedua 74,28% 3. Tindakan kelas dengan menggunakan metode inquiry untuk meningkatkan asil belajar IPS pada kelas V MI Muhammadiyah dinyatakan berhasil dan tujuan pembelajaran yang ditetapkan tercapai. Hal ini dibuktikan dari hasil pelaksnaan siklus I yang dilakukan 2 kali pertemuan dan satu kali refleksi telah terdapat kemajuan yang berarti, ini terlihat dari hasil tes yang dilaksanakan pada siklus I nilai rata-rata pada pertemuan pertama yaitu 4,90 dan pertemuan kedua 5,72 hal ini di bawah indikator ketuntasan belajar, kemudian meningkat pada siklus II, pertemuan pertama menjadi 94,11 dan pertemuan kedua 9,27 hal ini di atas indikator ketuntasan belajar yang ditetapkan sebelumnya. Dengan demikian terjadi peningkatan nilai rata-rata hasil tes formatif dari siklus I ke siklus II. Efektifitas dalam penggunaan metode kususnya dalam metode inquiry para siswa dirangsang untuk bertanya. Menyelidiki atau meneliti mereka digiring untuk berdiskusi tentang persoalan-persoalan, mereka mencari sebab-sebabny, mengungkap apa

50 akibatnya, mereka diberi kesempatan untuk mencari jalan keluar atau pemecahan persoalan tadi. Melalui cara ini para siswa diajak untuk berfikir dan mengembangkan kemampuan berfikirnya. Setiap akhir pertemuan diberikan penghargaan kepada kelompok yang diambil dari nilai formati. Setiap anggota kelompok asal. Oleh karena itu setiap anggota kelompok harus bertanggung jawab atas kesuksesan kelompoknya selain keberhasilan individu. Dari temuan tersebut di atas berarti metode inquiry dapat dijadikan satu model pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam pembelajaran IPS.