BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Kerangka Pikir Pada saat sekarang ini, banyak sekali perusahaan yang mengeluarkan produk bedak di pasaran dimana masing-masing produk saling berjuang untuk menunjukkan keunggulannya untuk dapat meraih pangsa pasar yang lebih luas. Dengan gencarnya perusahaan dalam mengeluarkan produk tersebut maka tingkat persaingan akan semakin ketat. Untuk menghadapi ketatnya persaingan ini, perusahaan haruslah mempunyai penyadaran merek dan brand awareness yang baik terhadap para konsumen yang berguna untuk menunjang dalam peningkatan bisnis pada saat sekarang ini. Kimia Farma selaku produsen dari produk bedak Marcks VENUS menghadapi beberapa pesaing di Jakarta ini, banyak sekali produsen-produsen bedak yang serupa juga mengeluarkan produknya di masyarakat. Karena itu, sebagai pemain baru, bedak Marcks VENUS perlu menerapkan kegiatan penyadaran merek dan peningkatan brand awareness sebagai salah satu kegiatan pemasaran utama yang sangat perlu diperhatikan dalam meningkatkan pangsa pasar dalam industri bedak khususnya di Jakarta. Untuk membuat suatu kegiatan akan penyadaran merek, maka diperlukan beberapa langkah-langkah yaitu diantaranya ialah melaksanakan penelitian secara 26
27 menyeluruh dan mencakup penemuan tingkat kesadaran masyarakat terhadap merek bedak Marcks VENUS. PT. Kimia Farma juga perlu melakukan langkah-langkah yang bersifat strategis untuk meningkatkan mereknya mendekati top of the mind pada masyarakat. Penelitian untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan merek bedak Marcks VENUS akan dibagi ke dalam 3 tahap, tahap yang pertama yaitu untuk mengetahui tingkat kesadaran masyarakat akan bedak Marcks VENUS dengan cara penyebaran kuesioner, tahap kedua ialah melakukan analisis terhadap hasil dari kuesioner dengan melakukan studi kepustakaan untuk dapat menghubungkan teori-teori mengenai brand dengan hasil yang didapat sehingga dapat menghasilkan kesimpulan mengenai kondisi pasar berkaitan dengan brand yang dimiliki oleh bedak Venus. Tahap ketiga ialah memberikan rekomendasi atau saran kepada pihak PT. Kimia Farma sehubungan dengan pengingkatan brand produk bedak Marcks VENUS di masyarakat. 3.2 Metode Penelitian Merek (brand) sebagai bagian produk memegang peranan yang sangat penting. Citra produk mungkin paling tepat digambarkan sebagai kepribadian total dari produk itu sendiri. Citra produk mengaitkan segala hal tentang produk tersebut dengan semua gagasan dan keyakinan yang dimiliki masyarakat tentang produk tersebut. Sedemikian pentingnya merek sehingga sekarang dianggap mempunyai nilai real dan dinilai sebagai bagian aktiva nyata (tangible) dari sebuah perusahaan.
28 Agar dapat bertahan dalam kompetisi bisnis, sebuah perusahaan harus memiliki merek yang kuat, yang mewakili hubungan yang baik dengan konsumen. Biasanya orang melakukan bisnis dengan perusahaan dimana mereka dapat merasakan kenyamanan berbisnis. Jadi, sangat perlu untuk membangun merek suatu perusahaan. Kotler (2003) menggambarkan definisi merek sebagai sebuah nama, istilah, tanda, symbol, atau rancangan, atau kombinasi dari semuanya, bertujuan untuk mengidentifikasikan barang dan jasa dari satu penjual atau kelompok penjual untuk membedakan mereka dari para pesaingnya. Dari definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa merek adalah hal penting baik bagi perusahaan agar dapat diingat dan dikenali dengan baik, maupun bagi konsumen untuk dapat mengenal merek mana yang dianggap memiliki nilai lebih dibanding pesaingnya. Tentunya, kesadaran akan merek dari konsumen dapat menambah nilai bagi suatu produk atau jasa. Metode penelitian yang akan digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan survei dan menggunakan teknik simple random sampling untuk mendapatkan data dari pelanggan. Menurut Indriantoro N. dan Supomo B. (2002), penelitian kualitatif bertujuan untuk menyusun teori, memandang teori sebagai hasil proses induksi dari pengamatan terhadap fakta (pengumpulan informasi). Teori pada dasarnya merupakan kulminasi dari penelitian kualitatif yang disusun melalui proses pengumpulan data, kategorisasi data, dan pengembangan pola atau susunan (patterns) teori.
29 Menurut Umar (1997) metode deskriptif bertujuan untuk menggambarkan sifat sesuatu yang tengah berlangsung pada saat riset dilakukan dan memeriksa sebabsebab dari suatu gejala tertentu. Atau dengan kata lain, metode deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti suatu kelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Sedangkan menurut Indriantoro N. dan Supomo B. (2002), studi deskriptif adalah studi atau penelitian terhadap fenomena atau populasi tertentu yang diperoleh peneliti dari subjek berupa : individu, organisasional, industri atau perspektif yang lain. Tujuan penelitian deskriptif adalah untuk menjelaskan aspek-aspek yang relevan dengan fenomena yang diamati. Studi deskriptif menjelaskan karakteristik suatu fenomena yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan untuk memecahkan masalahmasalah bisnis. Studi ini dapat menggunakan data kualitatif, yang apabila datanya telah dikumpulkan, dapat juga digunakan sebagaijawaban pertanyaan penelitian. Selain itu, menurut Supramono dan Haryanto (2005), tujuan penelitian deskriptif terbatas pada upaya memberi status gambaran tentang variabel yang diteliti, teknis analisis yang sering digunakan adalah statistika dasar yang berkaitan dengan parameter statistika deskriptif (tabel frekuensi, modus, median, standar debíais dan sebagainya). Jenis penelitian yang digunakan adalah survei. Survei pada penelitian ini merupakan teknik pengumpulan informasi yang dilakukan dengan cara menyusun daftar pertanyaan (kuesioner) untuk diajukan kepada para responden. Survei dapat memberikan manfaat untuk tujuan-tujuan deskriptif, membantu dalam hal
30 membandingkan kondisi-kondisi yang ada dengan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya dan juga untuk pelaksanaan evaluasi. Selain itu, survei adalah alat/cara untuk mengumpulkan informasi tentang karakteristik, tindakan/akal, atau opini dari sekelompok besar individu, grup, organisasi, atau entiti lain yang mengacu sebagai suatu populasi. Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah para wanita secara umum dan pelanggan wanita dari apotek Kimia Farma yang ada di wilayah DKI Jakarta.. Namun mengingat keterbatasan waktu penelitian dan biaya, jumlah responden yang akan diambil sebagai sampel adalah sekitar 205 responden dari para wanita secara umum dan pelanggan apotek Kimia Farma. Penelitian ini dilaksanakan mulai pada bulan Februari 2006, selama kurang lebih 5.minggu. 3.2.1 Populasi, Teknik Pengambilan Sampel, dan Jumlah Sampel Dalam tesis ini, unit analisis atau subjek penelitian ini adalah wanita secara umum dan pelanggan apotek Kimia Farma dimana PT. Kimia Farma menyediakan produknya yaitu Marcks VENUS yang berada di wilayah DKI Jakarta. Target populasi dalam tesis ini adalah para wanita yang biasa membeli produk bedak wajah. Periode waktu penelitian dilakukan pada bulan Februari. Setelah jumlah sampel yang akan diambil dari populasi yang ditentukan, selanjutnya pengambilan sampel pun harus mengikuti prosedur yang telah ditentukan dalam teknik sampling. Sebelum
31 sampai ke sampel, kita menentukan terlebih dahulu jumlah responden yang akan digunakan. Rumus Slovin digunakan dalam menentukan jumlah responden : n = z² ( p * q ) / e² n = jumlah responden (sample size) z = nilai sesuai tingkat keyakinan tertentu (Standard error associated with chosen level of confidence) = 1,96 (untuk tingkat keyakinan 95%) p = perkiraan persentase suatu kelompok di populasi q = 100 p e = error sampel yang bisa diterima (ditentukan 5%) Dengan asumsi tingkat keyakinan (level of confidence) 95%, dan sampel error yang bisa diterima sebesar 5%, jumlah responden ditetapkan sebesar 205 orang. Sampel acak harus benar-benar mempresentasikan populasi agar dapat menghasilkan data yang sesuai. Dengan teknik random sampling, peneliti dapat menghitung secara statistik hubungan antara sampel dengan populasinya. Dalam bukunya, Neuman (2000; 200) menyatakan bahwa salah satu prinsip menentukan besaran sampel adalah untuk populasi yang kecil, rasio sampling harus lebih besar agar pengukuran sampel akurat. Semakin besar populasinya, akurasi besaran sampel menyusut. Besar sampel yang diambil tidak menjamin bahwa sampel tersebut representatif. Maka yang harus dilakukan adalah memilih teknik sampling yang tepat dan membuat kerangka sampling yang baik agar sampel mewakili populasi.
32 3.2.2 Definisi Operasional dan Instrumen Survei Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan penyebaran kuesioner (questionnaires), yang merupakan sekumpulan pertanyaan tertulis yang elah dirumuskan dimana responden menjawab dengan alternatif. Kuesioner digunakan karena bentuknya mudah untuk disediakan, yaitu dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan terhadap para responden. Selain itu, memiliki keuntungan lain, yaitu lebih cepat dan lebih murah dari pada observasi. Walaupun demikian, mungkin akan muncul beberapa kesulitan dalam melaksanakan metode kuesioner, seperti responden yang tidak bersedia untuk memberi informasi, responden yang tidak bisa menyediakan informasi, dan pengaruh proses pertanyaan (questioning process). Kuesioner yang telah dirancang disebarkan kepada para wanita pada umumnya dan pelangggan apotik Kimia Farma, dan masing-masing kuesioner berkaitan dengan brand awareness. Survei penelitian ini menyebarkan kuesioner kepada sejumlah responden. Kuesioner yang digunakan adalah kuesioner yang dicetak pada kertas dan diberikan kepada responden untuk diisi. Kuesioner dibagikan pada keadaan dimana belum dijawab, dan dikembalikan dalam keadaan semua pertanyaan telah terisi. Kuesioner-kuesioner ini kemudian diperiksa kembali untuk memastikan bahwa semua pertanyaan telah dijawab.
33 3.2.3 Desain Penelitian Pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan survei internal dan eksternal. Survei internal dilakukan untuk mendapatkan data-data yang digunakan untuk kelangsungan penelitian, seperti data dari perusahaan mengenai profil perusahaan, alamat-alamat dari outlet yang menjual produk Marcks VENUS beserta program pemasaran yang bersifat strategis dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap produk Marcks VENUS. Survei eksternal dilakukan dengan kuesioner sebagai alat bantunya, dimana terdapat total 25 pertanyaan. Pertanyaanpertanyaan dalam kuesioner terbagi dalam 3 bagian yang memiliki tujuan berbeda, yaitu: 1. Pertanyaan bagian pertama bertujuan untuk mengetahui karakteristik responden baik secara demografik maupun geografik. 2. Bagian kedua bertujuan untuk mengetahui berbagai hal mengenai produk Marcks VENUS terutama dari sisi bauran pemasaran (marketing mix) yaitu product, place, price dan promotion. 3. Bagian ketiga ini bertujuan untuk mengetahui akan produk apa yang digunakan oleh non-pengguna Marcks VENUS dan sejauh mana keinginan mereka untuk menggunakan Marcks VENUS. 3.2.4 Obyek dan Lokasi Penelitian Obyek dalam penelitian ini akan diterapkan pada wanita di wilayah DKI Jakarta. Obyek penelitian dipilih dengan mempertimbangkan kesesuaian antara obyek
34 dengan segmentasi yang dipilih oleh bedak Marcks VENUS, yaitu kalangan remaja dan profesional muda dengan jenis kelamin wanita dan berusia antara 15 sampai 40 tahun. Dalam tahap untuk mengetahui tingkat kesadaran masyarakat akan bedak Marcks VENUS, penelitian dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada 205 orang wanita dimana penyebarannya dibagi kepada apotek-apotek Kimia Farma yang tersebar di Jakarta dan juga kepada publik secara umum. Tujuan dari kuesioner pada tahap ini adalah untuk menentukan tingkat kesadaran masyarakat terhadap merek bedak Marcks VENUS yang akan diteliti untuk membuat suatu rekomendasi berdasarkan faktor-faktor yang tercakup dalam bauran pemasaran (marketing mix) yaitu product, place, price dan promotion. Penelitian dilakukan untuk menentukan hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan secara serius oleh PT. Kimia Farma untuk memperkuat brand dari produk bedak Marcks VENUS tersebut. 3.3 Analisis Data Dari data yang dikumpulkan melalui kuesioner kemudian akan dianalisis lebih lanjut berdasarkan pertanyaan yang telah diberikan. Data tersebut akan ditampilkan dalam bentuk tabel maupun grafik untuk mempermudah pemahaman mengenai gambaran yang ada. Dengan pemahaman yang mudah, maka akan dengan mudah melacak inti dasar dari permasalahan yang ada. Langkah berikutnya ialah membentuk strategi dengan kesimpulan yang didapat.