BAB III DATA 3.1 Media-media belajar photography Banyak sekali media-media untuk mempelajari tehnik-tehnik photography, misalnya dari buku, di tempat-tempat penjualan buku dapat ditemui berbagai macam buku tentang tehnik mempelajari photography, dari mulai pemula sampai dengan yag sudah mahir. Tapi biasanya orang malas membaca teori dari buku yang tebal. Mereka lebih suka membaca ulisan yang singkat dan langsung mempraktekannya. Selain dari buku kita juga dapat mempelajari photography dengan mengunjungi alamat web, di internet banyak sekali artikel-artikel tenang tehnik-tehnik mempelajari photography, selain kita dapat membaca artikel di internet, di internet juga terdapat alamat web tentang komunitas photography, dengan bergabung ke salah satu alamat alamat komunitas photography, kita bisa mempunyai banyak teman yang bisa memberikan ilmu photography, atau kita dapat langsung bertanya kepada teman-teman dengan cara menulis pertanyaan dan pertanyaan kita akan di jawab oleh anggtoa komunitas tersebut, biasanya sebuah komunitas mempunyai tempat untuk berkumpulnya sesama anggota, disinilah para penggemar photography dapat melakukan banyak hal, Jika dengan membaca buku dan membaca artikel dari internet masih tersa kurang, kita dapat mengunjungi tempat-tempat kursus photography, disini kita 10
dapat langsung mempelajari photography dan mempraktekannya dengan didampingi oleh guru pengajar dari tempat kursus. 3.2 Isi Materi Media Interaktif 3.2.1 Sejarah photography di Indonesia Pada tahun 1841, seorang pegawai kesehatan Belanda bernama Juriaan Munich mendapat perintah dari Kementerian Kolonial untuk mendarat di Batavia dengan membawa dauguerreotype. Munich diberi tugas mengabadikan tanaman-tanaman serta kondisi alam yang ada di Indonesia sebagai cara untuk mendapatkan informasi seputar kondisi alam. Sejak saat itu, kamera menjadi bagian dari teknologi modern yang dipakai Pemerintah Belanda untuk menjalankan kebijakan barunya. Penguasaan dan kontrol terhadap tanah jajahan tidak lagi dilakukan dengan membangun benteng pertahanan atau penempatan pasukan dan meriam, melainkan dengan cara menguasai teknologi transportasi dan komunikasi modern. Dalam kerangka ini, fotografi menjalankan fungsinya lewat pekerja administratif kolonial, pegawai pengadilan, opsir militer, dan misionaris. Latar itulah yang menjelaskan mengapa selama 100 tahun keberadaan fotografi di Indonesia (1841-1941) penguasaan alat ini secara eksklusif ada di tangan orang Eropa, sedikit orang Cina, dan Jepang. Berdasarkan survei dan hasil riset di studio foto-foto komersial di Hindia Belanda tentang foto-foto yang ada sejak tahun 1850 hingga 1940, dari 540 studio 11
foto di 75 kota besar dan kecil, terdapat 315 nama orang Eropa, 186 orang Cina, 45 orang Jepang, dan hanya empat orang lokal Indonesia, salah satunya adalah Kasian Cephas. Kasian Cephas adalah warga lokal asli. Ia dilahirkan pada tanggal 15 Februari 1844 di Yogyakarta. Cephas sebenarnya adalah asli pribumi yang kemudian diangkat sebagai anak oleh pasangan Adrianus Schalk dan Eta philipina Kreeft, lalu disekolahkan ke Belanda. Cephas-lah yang pertama kali mengenalkan dunia fotografi ke Indonesia. Meski demikian, literatur-literatur sejarah Indonesia sangat jarang menyebut namanya sebagai pribumi pertama yang berkarir sebagai fotografer profesional. Nama Kassian Cephas mulai terlacak dengan karya fotografi tertuanya buatan tahun 1875. Dibutuhkan waktu hampir seratus tahun bagi bangsa ini untuk benarbenar mengenal dunia fotografi. Masuknya Jepang pada tahun 1942 telah menciptakan kesempatan bagi bangsa Indonesia untuk menyerap teknologi ini. Demi kebutuhan propagandanya, Jepang mulai melatih orang Indonesia menjadi fotografer untuk bekerja di kantor berita mereka, Domei. Pada saat itulah muncul nama Mendur Bersaudara. Merekalah yang membentuk imaji baru tentang bangsa Indonesia. 12
Lewat fotografi, Mendur bersaudara berusaha menggiring mental bangsa ini menjadi bermental sama tinggi dan sederajat. Frans Mendur bersama kakaknya, Alex Mendur, juga menjadi icon bagi dunia fotografer nasional. Mereka kerap merekam peristiwa-peristiwa penting bagi negeri ini, salah satunya adalah mengabadikan detik-detik pembacaan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Inilah momentum ketika fotografi benar-benar "sampai" ke Indonesia, ketika kamera berpindah tangan dan orang Indonesia mulai merepresentasikan dirinya sendiri. 3.2.2 Jenis Fhotohraphy a. Wedding Photography Pernikahan adalah salah satu momen hidup manusia yang paling banyak menghabiskan uang dalam satu waktu. pernikahan ini selalu dialami setiap orang minimal sekali dalam hidupnya. konsep foto pernikahan sendiri secara umum terbagi dari dua bagian, antara lain : o prawedding : merupakan bagian pranikah, seorang fotografer konsep berupaya untuk memperlihatkan konsep pasangan yang sedang jatuh cinta" digambarkan dalam momentummomentum yang romantis. o Seremoni (wedding) : pada momen ini, fotografer dituntut jeli dan konsentrasi pada panggung pelaminan, dan pada apa 13
yang terbaik bisa dihasilkan disana. b. Foto Session Bisnis foto session biasanaya dibutuhkan oleh perusahaanperusahaan yang sedang membutuhkan representasi karya foto tertentu. dilihat dari jenis produk foto session, bisa dibagi menjadi beberapa bagian : o Foto produk foto produk sering berupa instalasi produk yang ditujukan untuk direktori. Direktori produk tersebut masuk menjadi bagian dari katalog produk. o Foto Model Model dan produk tidak bisa dipisahkan, jika produk merupakan produk fungsional bagi orang banyak, misalnya parfum atau mobil. selain memperlihatkan harmoni antara sang model dan produk fesyen yang dipakai, fotografer dituntut untuk meramu konsep yang sesuai dengan tujuan sang desainer fesyen itu sendiri. o House Photography sesi foto dalam kepentingan para koorporatnya. Kepentingan 14
tertentuitu berkaitan dengan banyak hal yang perlu diabadikan oleh fotografer. 3.2.3 Jenis Kamera Ada kalanya rekreasi ketempat-tempat yang jauh tidak lengkap kalau tidak membawa sebuah kamera digital. Saat makan bersama temanteman. Saat naik ke gunung atau bukit. Ataupun saat pergi kepantai untuk melihat laut. Sangat ganjil kalau tidak berfoto ria bersama-sama untuk mengabadikan momen tersebut. Tapi kamera jenis apa yang cocok untuk dibawa. Ternyata ada jenis-jenis kamera fotografi yang perlu dimengerti terlebih dahulu sebelum asal jepret-jepret. Jenis-jenis kamera fotografi secara sederhana hanya dibagi kedalam 2 kategori. Kamera-kamera tersebut adalah sebagai berikut: o Kamera Saku / Digital Pocket Camera Kamera saku adalah salah satu dari jenis-jenis kamera fotografi yang mudah dibawa kemana-mana dan menggunakan bentuk penyimpanan data digital dan pengambilan gambar dengan ukuran yang kecil. Hal ini merupakan kegunaan dari kamera tersebut yang didesain sepraktis mungkin dan otomatis. Sesuai dengan namanya, kamera saku mempunyai bentuk dan ukuran yang muat untuk disimpan dalam kantong baju atau celana. Hal-hal diatas adalah salah satu kelebihan pada kamera saku. Tapi yang perlu diketahui untuk kamera saku secara umum yaitu keterbatasan untuk berkreasi secara profesional, dan fungsi foto yang monoton dan sederhana. 15
Contoh kamera saku o Kamera SLR ( Single Lens Reflex ) Kamera SLR adalah jenis-jenis kamera fotografi profesional yang masih menggunakan film atau klise sebagai media penangkap gambar manual. Dengan menggunakan lensa fixed atau lensa zoom, kamera SLR dapat menangkap gambar dengan resolusi sangat tinggi dan detail. 16
o Kamera Digital SLR Ada banyak kelebihan yang dapat dibicarakan jika ingin menggali lebih dalam informasi tentang kamera digital. Berbagai fungsi disediakan untuk mendapatkan gambar foto yang baik dan berkualitas. Kamera digital SLR merupakan kamera untuk kelas profesional yang membutuhkan foto dengan resolusi super tinggi. Berbeda dengan kamera SLR, salah satu dari jenis-jenis kamera fotografi ini mengupgrade sensor penangkap gambar dengan alat elektronik bernama CCD / sensor CCD. Ada pula yang memakai sensor CMOS. Contoh kamera DSLR 17
Contoh kamera DSLR 3.2.4 TEHNIK DASAR PHOTOGRAPHY a) Fokusing Focusing ialah kegiatan mengatur ketajaman objek foto,dilakukan dengan memutar ring fokus pada lensa sehingga terlihat pada jendela bidik objek yang semula kurang jelas menjadi jelas (fokus). Foto dikatakan fokus bila objek terlihat tajam/jelas dan memiliki garis-garis yang tegas (tidak kabur) Pada ring fokus, terdapat angka-angka yang menunjukkan jarak (dalam meter atau feet) objek dengan lensa. 18
b) Exposur Hal paling penting yang harus diperhatikan dalam melakukan pemotretan adalah unsur pencahayaan. Pencahayaan adalah proses dicahayainya film yang ada dikamera. Dalam hal ini, cahaya yang diterima objek harus cukup sehingga dapat terekam dalam film. Proses pencahayaan (exposure) menyangkut perpaduan beberapa hal, yaitu besarnya bukaan diafragma, kecepatan rana dan kepekaan film (ISO). Ketiga hal tersebut menentukan keberhasilan fotografer dalam mendapatkan film yang tercahayai normal, yaitu cahaya yang masuk ke film sesuai dengan yang dibutuhkan objek, tidak kelebihan cahaya (over exposed) atau kekurangan cahaya (under exposed). c) Diafragma Diafragma berfungsi sebagai jendela pada lensa yang mengendalikan sedikit atau banyaknya cahaya melewati lensa.ukuran besar bukaan diafragma dilambangkan dengan f/angka.angka-angka ini tertera pada lensa : 1,4 ; 2 ; 2,8 ; 4 ; 5,6 ; 8 ; 11 ; 16 ; 22 ; dst. Penulisan diafragma ialah f/1,4 atau f/22. Semakin besar f/angka, semakin kecil bukaan diafragma,sehingga cahaya yang masuk semakin sedikit. Sebaliknya,semakin kecil f/angka semakin lebar bukaan diafragmanya sehingga cahaya yang masuk semakin banyak. 19
d) Shutter adalah semacam layer yang menutup sensor. Pada waktu kita men-jepret, Shutter ini akan terbuka selama beberapa waktu sehingga sensor bisa merekam cahaya yang masuk melalui lensa. Durasi pembukaan shutter inilah yang dikenal sebagai Shutter Speed. Logikanya, semakin lama shutter dibuka akan semakin banyak cahaya yang masuk. Dan sebaliknya semakin cepat shutter dibuka maka makin sedikit cahaya yang terekam.satuannya detik. Satuannya lebih mudah dipahami ketimbang satuan Aperture. Untuk mengurangi banyaknya cahaya yang masuk menjadi setengah sebelumnya (-1 stop ), waktu Shutter Speed tinggal di bagi 2. Dan sebaliknya, untuk menambah cahaya menjadi 2x sebelumnya ( +1 stop ) tinggal di kalikan 2. Pada kamera Nikon D50, nilai Shutter Speed yang dapat digunakan pada kamera adalah 60, 32, 16, 8, 4, 2, 1s, 1/2, 1/4, 1/8, 1/16, 1/32, 1/64, 1/125, 1/250, 1/500, 1/1000, 1/2000, 1/4000. 1/4000. Range nilai Shutter Speed pada kamera tipe/merk lain kurang lebih sama. Pada beberapa kamera pro, kecepatannya bisa sampai 1/8000s. Cukup cepat untuk memotret peluru yang melesat!! e) Iso ISO pada fotografi digital, bagi saya, lebih dipahami sebagai kemampuan teknologi sensor untuk menangkap cahaya. Semakin tinggi nilai ISO, semakin besar pula cahaya yang dapat ditangkap oleh sensor. Namun, kekurangannya adalah timbulnya noise seiring bertambahnya nilai ISO yang disetting. Noise ini tampak seperti bintik bintik butiran 20
kecil yang bersebaran pada foto. Jika foto di zoom hingga 100% akan terlihat jelas noisenya. Selain menimbulkan noise, penambahan nilai ISO juga dapat menyebabkan berkurangnya kualitas foto yg dihasilkan misal : warna jadi tidak muncul, detail jadi hilang dsb. Nilai ISO pada kamera pada umumnya adalah 100,200,400,800,1600,3200. f) Bluring Salah satu cara paling efektif memberi kesan bergerak pada sebuah foto adalah dengan membiarkan subjek menjadi blur. Untuk memotret subjek yang bergerak menjadi blur diperlukan kecepatan rana rendah. Kecepatan rana yang diperlukan tergantung pada beberapa faktor. Kecepatan subjek yang bergerak menjadi pertimbangan utama. Sebuah mobil yang melaju kencang mungkin akan menjadi blur pada eksposure dengan kecepatan rana 1/500 detik. Sementara itu, pejalan kaki akan menjadi blur pada kecepatan rana 1/30 detik saja. Contoh foto bluring 21
g) Zooming Zooming merupakan teknik foto untuk memberikan kesan gerak dengan mengubah panjang fokus lensa pada saat eksposure. Perubahan panjang fokus hanya dapat dilakukan dengan lensa zoom.untuk mendapatkan kesan gerak, Anda harus menggunakan kecepatan rana tidak lebih dari 1/30 detik. Pada saat pemotretan, dalam waktu bersamaan dengan proses eksposure, titik fokus lensa diubah dengan menarik lensa zoom ke dalam atau ke arah luar (untuk jenis zoom yang ditarik) atau dengan cara menggeser titik fokus lensa ke kiri atau ke kanan (untuk lensa zoom jenis gelang). Sebaiknya, gunakan tripod untuk menopang kamera pada saat pemotretan. Tempatkan subjek utama pada bagian tengah foto. Pada bagian ini, ketajaman gambar relatif lebih baik dari bagian lain. Contoh fotonya adalah sebagai berikut: Contoh foto zooming 22
h) Freezing Penggunaan rana dengan kecepatan rendah pada subjek yang bergerak akan menimbul kan blur yang memberi kesan gerak. Selain itu, penggunaan kecepatan tinggi juga dapat memberikan kesan gerak dengan membekukan gerakan yang sedang berlangsung, pemotretan ini lazim disebut freezing. Hasilnya adalah foto yang mem-perlihatkan subjek foto tepat di tengah gerakan yang sedang dilakukan. Karena menggunakan kecepatan rana tinggi, gambar subjek menjadi jelas/tidak blur. Pemotretan freezing yang baik membutuhkan perencanaan. 23
i) Panning Panning adalah cara lain untuk memberikan kesan gerak pada foto. Ketika melakukan panning, Anda mengikuti subjek selama eksposure. Jika terlaksana dengan baik, hasilnya menjadikan subjek menjadi relatif lebih tajam dibandingkan dengan backgroundnya yang hampir sepenuhnya blur. Jarang dihasilkan subjek yang sepenuhnya tajam. Namun, beberapa bagian subjek yang mengalami blur justru memperkuat 24
kesan gerak dari foto. Teknik panning digunakan ketika Anda menginginkan kesan bergerak pada subjek tidak hilang. Pemotretan panning harus terencana. Ambillah subjek yang terpisah cukup baik dari background. Contoh fhoto panning 25