BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian Tindakan Kelas merupakan salah satu upaya guru atau praktisi dalam bentuk berbagai kegiatan yang dilakukan untuk memperbaiki keadaan yang kurang memuaskan dan untuk meningkatkan mutu pembelajaran di kelas. Penelitian Tindakan Kelas merupakan kegiatan yang langsung berhubungan dengan tugas guru / praktisi di lapangan. Singkatnya Penelitian Tindakan Kelas merupakan penelitian praktis yang bertujuan untuk memperbaiki praktik pembelajaran yang ada. 3.2. Setting dan Karakteristik Subyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD Kanisius Cungkup Salatiga pada semester 2 tahun ajaran 2012/2013. Subyek penelitian yang dilakukan adalah seluruh siswa kelas IV yang berjumlah 18 siswa, terdiri dari 8 laki-laki dan 10 perempuan. 3.3. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional 3.3.1. Variabel Penelitian Variabel bebas dalam penelian ini adalah penggunaan Media Audio Visual (video) dan variabel terikatnya adalah hasil belajar siswa. 3.3.2. Definisi Operasional Penggunaan media pembelajaran Audio Visual (Video) tentang Terjadinya Siang dan Malam yaitu pembelajaran IPA dengan KD 9.1 Mendeskripsikan perubahan kenampakan bumi menggunakan media pembelajaran melalui langkahlangkah menyimak, diskusi dan praktik memperagakan terjadinya siang dan malam. Hasil belajar adalah besarnya skor yang diperoleh dari penilaian proses belajar (menyimak, diskusi, praktik) dan penilaian hasil belajar (tes formatif). 25
26 3.4 Rencana Tindakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Ection Reaserch) adalah kegiatan atau tindakan yang menguji cobakan satu ide dalam praktik atau situasi nyata dalam kelas, yang diharapkan dalam kegiatan ini yaitu mampu memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian yang di desain dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) memiliki sifat kolaboratif yang didasarkan pada permasalahan-permasalahan yang timbul dalam proses pembelajaran di kelas dimana guru itu mengajar serta diamati oleh peneliti.penelitian ini mengacu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dikemukakan C. Kemmis dan Mc. Taggart (1990: 6) sebagai berikut:..trying out ideas in practice as a mean of improvement and as a mean of increasing knowledge about the curriculum teaching, and learning. The result is improvement in what happens in the classroom and school, and better articulation and justification of the educational rationale for what goes on. Action research provides a way of working which link theory and practice into one whole: ideas-inaction. Model penelitian ini mengacu pada teori C.Kemmis dan Mc.Taggart dalam Suwarsih Madya (2006:10) bahwa penelitian tindakan kelas memberikan cara kerja yang mengaitkan teori dan praktik menjadi kesatuan utuh gagasan dalam tindakan. Rencana tindakan yang akan dilakukan oleh peneliti yaitu PTK menggunakan model spiral Kemmis dan Targgart dengan menggunakan 2 siklus. Di dalam setiap siklus terdapat 3 tahap, yaitu: perencanaan (pembuatan RPP, lembar observasi, lembar evaluasi), implementasi RPP dan observasi, refleksi. Dapat dilihat pada gambar 3.1 berikut ini:
27 3.4.1 Siklus I Gambar 3.1 Model Spiral dari C. Kemmis dan Mc. Taggart 1) Perencanaan (Pertemuan I dan II) a. Identifikasi Masalah dan Perumusan Masalah Mengidentifikasi masalah dan merumuskan masalah melalui kolaborasi dengan guru dan pembimbing untuk mengungkapkan permasalahan yang peneliti hadapi untuk mencari jalan keluar. b. Pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Pembuatan rencana perbaikan pembelajaran materi perubahan kenampakan pada bumi untuk memberikan arahan dan pedoman bagi guru dalam melaksanakan. c. Penggunaan Media Audio Visual (Video) Bertujuan untuk mempermudah pemahaman siswa. Karena metode yang digunakan memakai alat peraga dan film atau video memudahkan peserta didik untuk mengingat materi pembelajaran d. Pembuatan Soal Tes Formatif sehingga Bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa dalam memahami sebuah materi yang telah diajarkan.
28 2) Pelaksanaan Tindakan Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas Siklus I. 1. Kegiatan awal a. Guru mengadakan tanya jawab sesuai dengan materi yang akan diajarkan untuk menyiapkan siswa menerima pelajaran. b. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. 2. Kegiatan inti Guru menayangkan video pembelajaran. Guru mendemonstrasikan materi sesuai dalam tayangan slide Siswa dibagi dalam 6 kelompok, setiap kelompok terdiri dari 3siswa. Guru memberikan tugas kepada masing-masing kelompok. Masing-masing kelompok melakukan percobaan bersama dalam kelompok. Guru memanggil kelompok, kelompokyang dipanggil melaporkan hasil percobaan mereka di depan kelas. Guru mengetik sesuaihasil kerja kelompok untuk di diskusikan bersama-sama. 3. Kegiatan akhir a. Guru memberikan tes formatif 3) Pengamatan a. Pengamat mengamati jalannya pembelajaran pada waktu observer melaksanakan kegiatan proses belajar mengajar. b. Pengamat ikut menilai tes formatif siswa. 4) Refleksi Pada akhir siklus diadakan refleksi terhadap data yang diperoleh baik dari catatan guru dan semua temuan baik kelebihan dan kekurangan yang terdapat pada siklus I, selanjutnya diadakan perbaikan yang akan dilakukan pada siklus II.
29 3.4.2 Siklus II Berdasarkan hasil pelaksanaan pembelajaran dan refleksi pada siklus I selanjutnya peneliti merencanakan tindakan pada siklus II. 1) Perencanaan (Pertemuan I dan II) a. Identifikasi Masalah dan Perumusan Masalah Mengidentifikasi masalah dan merumuskan masalah melalui kolaborasi dengan guru dan pembimbing untuk mengungkapkan permasalahan yang peneliti hadapi pada siklus 1 (pertama) untuk mencari jalan keluar. b. Pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Pembuatan rencana perbaikan pembelajaran untuk memberikan arahan dan pedoman bagi guru dalam melaksanakan. c.. Penggunaan Media Audio Visual (video) Bertujuan untuk mempermudah pemahaman siswa. Karena metode yang digunakan memakai alat peraga dan film atau video sehingga memudahkan peserta didik untuk mengingat materi d. Pengunaan Alat Peraga Pemilihan dan penyiapan alat peraga untuk mempermudah pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan. e. Pembuatan Soal Tes Formatif Bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa dalam memahami sebuah materi yang telah diajarkan. 2) Pelaksanaan Tindakan (2x Pertemuan) 1. Kegiatan awal a. Guru mengadakan tanya jawab sesuai dengan materi yang akan diajarkan untuk menyiapkan siswa menerima pelajaran. b. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. 2. Kegiatan inti a. Guru menayangkan video dan materi pembelajaran dengan media LCD (Proyektor).
30 b. Guru mendemonstrasikan materi dengan menggunakan alat peraga pendukung. c. Siswa dibagi dalam 6 kelompok, setiap kelompok terdiri dari 3 siswa. d. Guru memberikan tugas kepada masing-masing kelompok dan petunjuk bahan diskusi di tayangkan dalam slide. e. Masing-masing kelompok mengerjakan tugas bersama dalam kelompok. f. Guru memanggil salah satu kelompok, kelompok yang dipanggil melaporkan hasil percobaan mereka di depan kelas. g. Guru mengetik hasil diskusi kelompok untuk dibahas bersamasama. 3. Kegiatan akhir a. Guru memberikan tes formatif. 3) Pengamatan a. Pengamat mengamati jalannya pembelajaran pada waktu peneliti melaksanakan kegiatan proses belajar mengajar. b. Pengamat ikut menilai tes formatif siswa. 4) Refleksi Data-data yang sudah tercatat dalam lembar pengamatan baik peserta didik maupun guru serta penilaian dalam menyelesaikan tes formatif dianalisis untuk mendapat kesimpulan. Hasil dari analisis dicatat apakah pada tiap tahapan sudah menunjukkan peningkatan atau belum. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar agar lebih baik dan meminimalkan kekurangan-kekurangan yang masih ada. Dengan demikian maka pelaksanaan selanjutnya dapat lebih optimal. Setelah akhir siklus II melalui pembelajaran dengan menggunakan media Pembelajaran Audio Visual (video) diharapkan hasil belajar peserta didik kelas IV SD Kanisius Cungkup Salatiga pada mata pelajaran IPA dengan materi Perubahan Kenampakan Bumi dan Benda Langit mengalami peningkatan.
31 3.5 Jenis Data, Teknik Pengumpulan Data dan Instrumen Penelitian a. Jenis Data Data yang dipergunakan dalam penelitian ini berupa data kuantitatif yaitu data yang diperoleh langsung dari hasil belajar yang diperoleh dari tes pada akhir pelajaran setiap siklus. b. Teknik Pengumpulan Data. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes yaitu tes formatif dan non tes. Tes formatif adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan data utama dalam penelitian ini yaitu dalam bentuk soal pilihan ganda. Tes digunakan untuk mengetahui hasil belajar IPA siswa kelas 4 SD Kanisius Cungkup Salatiga. Format kisi-kisi soal berisi antara lain identitas sekolah, standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, dan teknik penilaian. c. Instrumen Penelitian Instrumen pengumpulan data terdiri dari lembar soal tes formatif, lembar obserfasi aktifitas guru. 1. Teknik Tes Teknik tes adalah teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data utama dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar dalam bentuk tes yang diberikan akhir pertemuan pembelajaran dalam tiap siklus. Tes sebagai alat penilaian adalah pertanyaan-pertanyaan yang diberikan kepada siswa. Tes digunakan untuk menilai dan mengukur hasil belajar siswa, terutama hasil belajar kognitif yang berkenaan dengan penguasaan bahan pengajaran sesuai dengan tujuan pendidikan dan pengajaran. Data yang diperoleh dari pra siklus, siklus I dan siklus II akan dibandingkan untuk mengetahui tingkat keberhasilan penelitian. 2. Observasi Observasi atau pengamatan sebagai alat penilaian banyak digunakan untuk mengukur tingkah laku individu ataupun proses terjadinya suatu kegiatan yang dapat diamati, baik dalam situasi yang
32 sebenarnya maupun dalam situasi buatan (Sudjana, 2008:84). Observasi digunakan untuk mendapat data tentang pengajaran guru di dalam kelas serta keaktifan siswa, sehingga bisa dilihat di dalam pelaksanaan pembelajaran benar-benar sesuai dengan kondisi dan proses yang diharapkan. Observasi dalam penelitian ini digunakan untuk menilai hasil belajar siswa dalam aspek afektif dengan mengamati tingkah laku siswa dalam kegiatan belajar, dan mengamati tingkah laku guru pada waktu mengajar dengan menerapkan pembelajaran pendekatan inkuiri dengan sumber belajar lingkungan yang dilakukan oleh seorang pengamat atau observer yaitu peneliti. d. Instrumen Pengumpulan Data Instrumen penelitian adalah butir-butir soal, lembar observasi guru dan siswa. Adapun kisi-kisi instrumen penelitian disajikan dalam tabel 3.2 berikut ini. Kompetensi Dasar Tabel 3.1 Kisi-kisi Butir Soal Materi Pembelajaran Indikator Soal Bentuk Soal No Soal RPP SIKLUS 1 9.1 Mendeskripsi kan perubahan kenampakan bumi. 9.2 Mendeskripsi kan posisi bulan dan kenampakan bumi dari hari ke hari. Perubahan kenampakan bumi. Mempraktekan terjadinya siang dan malam Menceritakan perubahan kenampakan bumi Menceritakan kenampakan bulan dari hari kehari. Pilihan ganda 1,2,11,12 3,4,5, 6,7,13,14,15,19,20 8,9,10,16,17,18
33 RPP SIKLUS 2 10.1 Mendeskri psikan berbagai penyebab perubahan lingkungan fisik (angin, hujan, cahaya matahari, dan gelombang air laut) Menjelaskan pengaruh perubahan lingkungan fisik terhadap daratan (erosi, abrasi, banjir, dan longsor) Penyebab perubahan lingkungan fisik Mendeskripsik an pengaruh angin bagi kehidupan manusia Mengidentifika si pengaruh angin, hujan, matahari, gelombang laut dapat menghasilkan perubahan yang menguntungka n dan merugikan Menceritakan proses pengikisan tanah oleh air hujan Pilihan ganda 17 1,5,6, 7,8,9, 10,11, 12,14, 16,18, 19,20 2,3,4, 13,15 3.6. Indikator Kinerja Untuk mengetahui keberhasilan penelitian ini ditetapkan sebagai berikut : a. 100% peserta didik di SD Kanisius Cungkup Salatiga mengalami peningkatan hasil belajar pada mata pelajaran IPA. b. 100% siswa dapat mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal lebih dari 65. 3.7. Teknik Analisis Data Teknik analisis data yaitu menggunakan data kuantitatif sederhana menggunakan analisis diskriptif komparatif yaitu membandingkan hasil tes siklus 1 dengan hasil tes siklus 2. Untuk mengetahui keberhasilan tiap siklus yang telah digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini, yaitu dengan ketuntasan belajar
34 siswa dengan pencapaian KKM (65). Hasil belajar dapat diukur apabila setiap siswa telah mencapai nilai KKM (65) maka dinyatakan tuntas dan berhasil. Untuk mengetahui hasil belajar IPA siswa dianalisis dengan cara menghitung ketuntasan belajarnya sebagai berikut: Menghitung ketuntasan belajar Persentase = x 100% Dikatakan tuntas belajar secara klasikal jika 75% populasi kelas telah tuntas belajar.