KONSEP DASAR EVALUASI DALAM PENDIDIKAN SENI

dokumen-dokumen yang mirip
BAHAN BELAJAR MANDIRI 9 EVALUASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN SENI RUPA DI SEKOLAH DASAR. Oleh: Bandi Sobandi, S.Pd.

Hakikat Evaluasi Pendidikan Seni

BAB II KAJIAN TEORI. A. Evaluasi Pembelajaran. 1. Pengertian Evaluasi. Evaluasi perlu dilakukan dalam kegiatan belajar-mengajar untuk dapat

EVALUASI PENDIDIKAN (ASESMEN)

EVALUASI KURIKULUM. Drs. Rudi Susilana, M.Si Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan - FIP - UPI

sesuatu dengan ukuran baik dan buruk yang bersifat kualitatif. Evaluasi atau evaluation adalah kegiatan menilai dengan mengukur terlebih dahulu.

ARTI PENILAIAN DAN BEBERAPA MASALAHNYA

BAB I PENDAHULUAN. evaluation yang berarti penilaian atau penaksiran (John M. Echols dan Hasan

BAB V PEMBAHASAN. A. Perencanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di

PENILAIAN BERBASIS KOMPETENSI DAN BERBASIS KELAS. Oleh : Drs. Toto Fathoni, MPd.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

EVALUASI PROGRAM OLEH : DRS.ZAINAL ARIFIN, M.PD. NIP

antara ketiganya. Untuk memahami apa persamaan, perbedaan, ataupun hubungan akan memilih yang panjang. Kita tidak akan memilih yang pendek, kecuali

Kata kunci: evaluasi, proses pembelajaran, hasil pembelajaran

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Menurut pengertian bahasa kata evaluasi berasal dari bahasa Inggris

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Rizma Yuansih, 2014 Universitas Pendidikan Indonesia Repository.upi.edu Perpustakaan.upi.edu

EVALUASI BELAJAR DAN PEMBELAJARAN

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Perancangan Alat Ukur

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

LAPORAN KEGIATAN MONITORING DAN EVALUASI STANDAR PENILAIAN DI PROVINSI LAMPUNG. Oleh: Dr. Pamuji Sukoco, M.Pd.

BAB I PENDAHULUAN. Evaluasi telah berlaku sebagai bagian integral dari setiap proses

adalah proses beregu (berkelompok) di mana anggota-anggotanya mendukung dan saling mengandalkan untuk mencapai suatu hasil

TUGAS EVALUASI PROSES & HASIL PEMBELAJARAN KIMIA

EVALUASI PEMBELAJARAN GEOGRAFI

MANAJEMEN PENINGKATAN MUTU. Dalam Konteks MBS

HAKIKAT EVALUASI PENDIDIKAN

EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING PADA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI KOTA PALANGKA RAYA. Oleh : Taufik Yusuf * dan M.

MANAJEMEN PENINGKATAN MUTU SEKOLAH

Universitas Respati Yogyakarta. Jln. Laksda Adi Sucipto KM 6.3 Depok Sleman Yogyakarta B A D A N P E N J A M I N A N M U T U

KOMPONEN DESAIN INSTRUKSIONAL

BEBERAPA MODEL EVALUASI PENDIDIKAN (Disarikan dari Seminar Mata Kuliah Evaluasi Pendidikan) Oleh Sofyan Zaibaski

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Penilaian adalah proses memberikan atau menentukan nilai kepada objek

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Oemar Hamalik (2001: 27) mengemukakan pengertian belajar adalah suatu proses

BAB IV ANALISIS EVALUASI PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA (SDM) TENTANG MUTU PELAYANAN PADA NASABAH

BAB I PENDAHULUAN 3.

II. TINJAUAN PUSTAKA. Tugas seorang guru dalam kegiatan pembelajaran adalah membantu

PENGEMBANGAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) PROF. DR. ABDUL GAFUR, MSC

BAB I PENDAHULUAN. Berdasarkan pengalaman peneliti mengajar IPA di MTs Negeri Jeketro,

II. TINJAUAN PUSTAKA

KUIS PERSIAPAN MENGHADAPI UPM

EVALUASI KOMPETENSI GURU SMK JURUSAN OTOMOTIF DALAM MEMBUAT SOAL BENTUK ESSAY SE-KABUPATEN SLEMAN TAHUN 2012

Peta Konsep. Tujuan Pendidikan (Kompetensi Dasar) Proses/Kegiatan Untuk Mencapai Kompetensi. Hasil-hasil pendidikan yang dapat dicapai

Bahwa proses belajar yg terjadi dlm diri seseorang tak pernah ada orang yang dapat menyaksikannya (teori Black-Box dari Behaviorisme).

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN. Berdasarkan temuan penelitian ini, dapat ditarik simpulan sebagai berikut.

SISTEM PENILAIAN BERBASIS KELAS BIDANG STUDI BAHASA INDONESIA Oleh Drs. Dedi Koswara, M.Hum.

Evaluasi Pembelajaran Bahasa Jerman

PENILAIAN BERBASIS KELAS Nuryani Y.Rustaman*

BAB I PENDAHULUAN. mampu mengerjakan dan memahami matematika dengan benar. keadaan di dalam kehidupan sehari-hari dan di dunia yang selalu berkembang

BAB II KAJIAN PUSTAKA. dengan tujuan dan bahan acuan interaksi. Di dalamnya dikembangkan

BAB II LANDASAN TEORI

Dievaluasi. 1. Dilihat Dari Fungsinya. 2. Dilihat Dari Waktu. 3. Dilihat Dari Titik Berat Penilaian. 4. Dilihat Dari Alat Evaluasi

LAPORAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT KEGIATAN HASIL MONITORING DAN EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM DIREKTORAT PEMBINAAN DIKMEN 2011

BAB I PENDAHULUAN. yang telah ditetapkan, yaitu untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia. Hal

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Dalam rangka pembangunan manusia Indonesia yang seutuhnya,

EVALUASI PEMBELAJARAN KIMIA. Kuliah ke-3 Teknik dan Prosedur Penilaian Berbasis Kelas

PENGUJIAN, PENGUKURAN DAN PENILAIAN NORDIN TAHIR IPIP

LAPORAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

KONSEP DASAR EVALUASI PEMBELAJARAN PENJASORKES. Masjumi Nur

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar belakang

PENILAIAN HASIL BELAJAR DAN PENGELOLAAN NILAI

EVALUASI PEMAHAMAN DAN PELAKSANAAN PENILAIAN PEMBELAJARAN EKONOMI BERDASARKAN PERMENDIKBUD NOMOR 66 TAHUN 2013 DI SMA NEGERI KABUPATEN PEMALANG

Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia, Vol. VIII. No. 2 Tahun 2010, Hlm

BAB I PENDAHULUAN. Rosdakarya, 2010), Anas Sudijono, Pengantar Evaluasi Pendidikan (Jakarta: Rajawali Pers, 2009), 2.

SISTEM EVALUASI PENDIDIKAN

I. PENDAHULUAN. Pendidikan yang berkualitas merupakan pendidikan yang dapat menghasilkan

BIMBINGAN DAN KONSELING

2015 PENGARUH PEMBELAJARAN FISIKA BERORIENTASI PENEMUAN TERHAD AP PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA SMP KELAS VIII PAD A POKOK BAHASAN HUKUM NEWTON

MENGIDENTIFIKASI JENIS DAN METODE EVALUASI PENDIDIKAN DANPEMBELAJARAN. Nurul Hidayati Murtafiah

BAB II LANDASAN KONSEP DAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI. tentang nilai. Pendapat ini sejalan dengan pendapat Arikunto (2009:7) yang

STUDI FENOMENOLOGI PELAKSANAAN PENILAIAN UJI PUBLIK PADA MATA PELAJARAN PEMROGRAMAN WEB DI SMK N 8 SEMARANG

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Evaluasi merupakan hal yang sangat penting yang harus dilakukan

ANGKET UNTUK WAKIL KEPALA SEKOLAH KURIKULUM

BAB I PENDAHULUAN. berfungsi untuk memperjelas istilah pada permasalahan yang ada.

I. TINJAUAN PUSTAKA. A. Model Pembelajaran Berdasarkan Masalah (Problem Based Learning)

BAB I PENDAHULUAN. Dalam pembukaan UUD 1945 dijelaskan bahwa salah satu tujuan dari

PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN BERBASIS KOMPETENSI

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1 Monitoring dan Evaluasi dalam Program Pemberdayaan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

I. PENDAHULUAN. Ilmu kimia merupakan bagian dari Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang berkaitan

Transkripsi:

KONSEP DASAR EVALUASI DALAM PENDIDIKAN SENI Bandi Sobandi JURUSAN PENDIDIKAN SENI RUPA FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 2009

A. PENGERTIAN EVALUASI Bloom, Dkk (1971), evaluasi sebagai: is the systematic collection of evidence to determine wheter in fact cerrtain changes are taking place in the learners as well as to determine the amount or gegree of change in individual students. (Evaluasi adalah kegiatan mengumpulkan fakta atau bukti-bukti secara sistematis untuk menetapkan apakah telah terjadi perubahan pada diri siswa, dan sampai sejauh mana perubahan yang terjadi)

Stufflebeam (1971) bahwa: Evaluation is the process of delineating, obtaining, and providing useful information for judging decision alternatives. (evaluasi merupakan proses menggambarkan, memperoleh, dan menyajikan informasi yang berguna untuk menilai alternatif keputusan)

PP 19, PENILAIAN oleh: 1. PENDIDIK: dilakukan secara berkesinambungan untuk memantau proses, kemajuan dan perbaikan hasil dalam bentuk UH, UTS, UAS/UKK 2. SATUAN PENDIDIKAN: menilai pencapaian SKL semua mata pelajaran a.l Ujian Sekolah 3. PEMERINTAH: menilai kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu kelompok mata pelajaran Iptek UN

B. TUJUAN DAN FUNGSI EVALUASI Tujuan utama dilakukan kegiatan evaluasi dalam proses belajar adalah untuk mendapatkan informasi yang akurat mengenai tingkap pencapaian tujuan instruksional oleh siswa sehingga dapat diupayakan tindak lanjutnya dalam bentuk fungsi evaluasi (Daryanto, 2001: 11).

C. FUNGSI EVALUASI FUNGSI PENEMPATAN: Kegiatan evaluasi, guru dapat menyeleksi siswa. Contohnya: memilih siswa untuk diterima di sekolah tertentu, menentukan siswa apakah naik kelas atau tidak FUNGSI FORMATIF: Melalui kegiatan evaluasi guru dapat mengetahui keberhasilan siswa setelah mengikuti satu pokok bahasan/tema dari kegiatan pembelajaran tertentu. Kegiatan ini disajikan di tengah program pengajaran untuk memantau kemajuan belajar siswa untuk memberikan umpan balik baik kepada siswa maupun guru. Siswa yang telah menguasai materi pembelajaran diberikan pengayaan oleh guru, sedangkan bagi siswa yang belum menguasai materi pembelajaran diberikan pengajaran remidial.

FUNGSI DIAGNOSTIK: Kegiatan evaluasi dapat mendeteksi kelemahan atau kesulitan yang dialami oleh siswa. Berbagai kelemahan dan kesulitan merupakan bahan yang dapat dijadikan pertimbangan guru dalam mencari bahan alternatif untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi siswa. FUNGSI SUMATIF: Kegiatan evaluasi dapat digunakan sebagai penentu keluluasan pada jenjang tertentu, misalnya dari SD ke jenjang SMP. Jenis evaluasi ini juga sebenarnya dapat digunakan untuk menentukan kelulusan siswa dalam menguasai mata pelajaran tertentu setelah melewati proses ujian semester/caturwulan.

D. PRINSIP EVALUASI Prinsip evaluasi menurut Daryanto (2001: 19-21): KETERPADUAN: Proses evaluasi tidak bisa lepas dengan tujuan, materi dan metode pembelajaran. Oleh karena itu, penetapan rancangan evaluai harus sudah dilakukan pada waktu menysusun rencana pembelajarn sehingga keeempat kompone pengajaran itu bekerjasama dengan baik. KETERLIBATAN SISWA: Proses evaluasi yang di;lakukan oleh guru terhadap siswa merupakan suatu kebutuhan bagi diri siswa untuk mengetahui tingkat keberhasilan dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, keterlibatan siswa dalam kegiatan evaluasi mutlak diperlukan, bahkan siswa juga diberi kesempatan dan peluang untuk melakukan evaluasi diri sendiri (self evaluation). KOHERENSI: Kegiatan evaluasi harus sejalan dengan materi yang telah disampaikan. Selain itu evaluasi juga harus sejalan dengan aspek yang hendak diukur.

PAEDAGOGIS: Hasil evaluasi disamping alat untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam mengikuti pembelajaran, juga memiliki fungsi sebagai alat untuk mengubah tingkah laku melalui kegiatan pendidikan. Siswa yang menguasai pembelajaran akan mendapat gamnjaran (reward) sedangkan mereka yang kutrang memahami materi pembelajarn, evaluasi ini sebagai hukuman. AKUNTABILITAS: Hasil evaluasi merupakan bentuk pertanggungjawaban proses pendidikan untuk disampaikan kepada pihak terkait seperti orang tua, sekolah, masyarakat, dan pemerintah.

Prinsip evaluasi menurut De Francesco (1958: 217-224): Evaluasi seharusnya berdasarkan tujuan. Evaluasi perlu dilakukan dalam menumbuhkan dan mengembangkan siswa: Evaluasi seharusnya membuat kontibusi yang signifikan untuk mengingkatkan program sekolah Evaluasi harus direncanakan dengan teliti dan dipersiapkan untuk penilaian selanjutnya Evaluasi seharusnya menghasilkan kerjasama antara siswa, guru, orang tua yang memperhatikan proses pertumbuhan siswa

Evaluasi mengharuskan menggunakan beberapa alat dan teknik untuk mengumpulkan data tentang perkembangan siswa Evaluasi hendaknya mencatat kemampuan dan memelihara penafsiran data yang tentang siswa Penilaian Sosial Evaluasi mendorong kegiatan penelitian, eksperimen, dan progress

E. RUANG LINGKUP EVALUASI PENDIDIKAN DI SEKOLAH 1.Evaluasi Program Pengajaran (a) evaluasi terhadap tujuan pengajaran, (b) evaluasi terhadap isi program pengajaran, (c) evaluasi terhadap strategi belajar mengajar.

3. Evaluasi Hasil Belajar (a) Evaluasi mengenai tingkat penguasaan peserta didik terhadap tujuan-tujuan khusus yang ingin dicapai dalam unit-unit program pengajaran yang bersifat terbatas; (b) Evaluasi mengenai tingkat pencapaian peserta didik terhadap tujuan-tujuan umum pengajaran.

2. Evaluasi Proses Pelaksanaan Pengajaran (a) Kesesuaian antara PBM yang berlangsung, dengan GBPP yang telah ditentukan; (b) Kesiapan guru dalam melaksanakan program pengajaran; (c) Kesiapan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran; (d) Minat atau perhatian siswa di dalam mengikuti pelajaran; (e) Keaktifan atau partisipasi siswa selama proses (f) pembelajaran berlangsung; Peranan bimbingan dan penyuluhan terhadap siswa yang memerlukannya;

g. Komunikasi dua arah antara guru dan murid selama proses pembelajaran berlangsung; h. Pemberian dorongan atau motivasi terhadap siswa; i. Pemberian tugas-tugas kepada siswa dalam rangka penerapan teori-teori yang diperoleh di dalam kelas; dan j. Upaya menghilangkan dampak negatif yang timbul sebagai akibat dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan di sekolah.

3. Evaluasi Hasil Belajar (a) Evaluasi mengenai tingkat penguasaan peserta didik terhadap tujuan-tujuan khusus yang ingin dicapai dalam unit-unit program pengajaran yang bersifat terbatas; (b) Evaluasi mengenai tingkat pencapaian peserta didik terhadap tujuan-tujuan umum pengajaran.