BAB IV PERANCANGAN GAMBAR

dokumen-dokumen yang mirip
BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN. Mulai. Mempelajari Gambar Tender (Gambar Forkon) Survei Kondisi Lapangan. Studi Pustaka

BAB III METODOLOGI PERANCANGAN

BAB III METODE PERANCANGAN

Dalam proyek pembangunan gedung kantor PT. Jasa Raharja, progres pekerjaan elektrikal pada bulan Maret - May 2017 (pada masa kerja praktik), telah men

1. INSTALASI SISTEM SANITASI DAN PLAMBING BANGUNAN

INSTALASI PLUMBING. 2. Sarana pemipaan dalam gedung (air bersih dan air kotor) 3. Sarana peralatan sanitair dan perlengkapannya

BAB V ANALISIS SISTEM MANAJEMEN MUTU

BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN

BAB VII PENAMBAHAN BALOK STRUKTUR LANTAI ATAP AKIBAT BEBAN GONDOLA DAN ROOF TANK

BAB III SISTEM ORGANISASI DAN MANAJEMEN PROYEK. digunakan dalam pelaksanaan pembangunan proyek, oleh karena itu dibutuhkan

BAB III METODE PERANCANGAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Instalasi air Bersih

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB V KONSEP PERENCANAAN

BUPATI PATI PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PATI NOMOR 61 TAHUN 2017 TENTANG SERTIFIKAT LAIK FUNGSI BANGUNAN GEDUNG

PERENCANAAN SISTEM PLAMBING DAN SISTEM FIRE HYDRANT DI TOWER SAPHIRE DAN AMETHYS APARTEMEN EASTCOAST RESIDENCE SURABAYA

BAB II TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN

BAB V KESIMPULAN. Unit = 2 unit (1 beroperasi, 1 cadangan). 4. Sepesifikasi pompa suplai tangki atas pada gedung E 7 dari hasil

PERENCANAAN INSTALASI AIR BERSIH, AIR KOTOR, DAN AIR BEKAS PADA GEDUNG TERPADU KOTA MADYA MALANG

TUGAS AKHIR ANALISIS PLAMBING GEDUNG ASRAMA MAHASISWA

2. Air permukaan Mudah diambil dengan alat sederhana.berbahaya karena banyak terkontaminasi bakteri, zat organik dan non organik.

KERSEN Desain TUJUAN KERSEN DESAIN

Sistem Utilitas Bangunan Gedung Bertingkat

PERENCANAAN ULANG SISTEM PLAMBING DAN PENGOLAHAN AIR BUANGAN DI MX MALL KOTA MALANG

Penyediaan Air Minum di Dalam Gedung 1

TUGAS AKHIR ANALISA INSTALASI PEMIPAAN DAN PENGGUNAAN POMPA PADA GEDUNG ASRAMA HAJI DKI JAKARTA

Pekerjaan Plat Lantai dan Instalasi Pipa Listrik pada Vihara Cinta Kasih Palembang BAB I PENDAHULUAN

WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 8 TAHUN 2015 TENTANG PENGESAHAN AKTA PEMISAHAN RUMAH SUSUN

PERENCANAAN SISTEM PLAMBING DAN FIRE HYDRANT DI TOWER B APARTEMEN BERSUBSIDI PUNCAK PERMAI SURABAYA

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB III SISTEM ORGANISASI DAN MANAJEMEN PROYEK

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB III SISTEM ORGANISASI DAN MANAJEMEN PROYEK

DAFTAR ISI. R. Arry Swaradhigraha, 2015 MUSEUM SEJARAH PERJUANGAN RAKYAT INDONESIA DI BANDUNG

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB IV PERENCANAAN DAN PEMBAHASAN

Bab IV Analisa Perancangan

BAB 4 ANALISA DAN PEMBAHASAN PROYEK

BAB II KARAKTERISTIK & MANAJEMEN PROYEK

BAB VI KEMAJUAN PEKERJAAN DAN PENGENDALIAN PROYEK. tahapan tahapan tertentu dalam pengerjaannya. Berlangsungnya kemajuan

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

KERANGKA ACUAN KERJA PT. JAKARTA INTERNATIONAL CONTAINER TERMINAL

AR 40Z0 Laporan Tugas Akhir Rusunami Kelurahan Lebak Siliwangi Bandung BAB 5 HASIL PERANCANGAN

BAB IV: PENGAMATAN PROYEK

TCE-06 DOKUMEN KONTRAK

BAB 1 PENDAHULUAN. Dari berbagai masalah yang timbul di masyarakat, sering adanya keluhankeluhan

BAB III SISTEM ORGANISASI DAN MANAJEMEN PROYEK. proyek atau pekerjaan dan memberikannya kepada pihak lain yang mampu

BAB II TINJAUAN UMUM PROYEK

BAB 2 JASA 2.1 Pengertian Jasa 2.2 Karakteristik Jasa

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN. Adapun pengelompokkan jenis kegiatan berdasarkan sifat, yang ada di dalam asrama

BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN


BAB I KONSEP PENILAIAN

SEKOLAH MENENGAH TUNANETRA BANDUNG

ANALISA SISTEM PENJERNIHAN AIR MENGGUNAKAN SAND FILTER DAN KARBON FILTER SERTA PENDISTRIBUSIAN AIR DI APARTEMEN THE PAKUBUWONO VIEW


BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Proyek

BAB III SISTEM ORGANISASI DAN MANAJEMEN PROYEK

BAB 5 KONSEP PERANCANGAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB III MANAJEMEN DAN ORGANISASI PROYEK

3.2 Struktur Organisasi Laporan Kerja Praktik Struktur organisasi adalah suatu kerangka kerja yang mengatur pola hubungan kerja antar orang atau badan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Perencanaan MEP Proyek Whiz Hotel Yogyakarta di Yogyakarta, yang

Laporan Kerja Praktik Nusa Konstruksi Enjiniring - Proyek Apartemen Ciputra International Tower 4&5 BAB 3 TINJAUAN UMUM PROYEK

TATA CARA PERENCANAAN BANGUNAN MCK UMUM

PERHITUNGAN DAYA POMPA SUPLAI AIR BERSIH, PERENCANAAN SEPTIK TANK DAN PERENCANAAN SALURAN DRAINASE AIR HUJAN BANGUNAN RUMAH TINGGAL

STUDI PENYEBAB DAN BIAYA PEKERJAAN TAMBAH/KURANG PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG KAMPUS STIE EKUITAS YKP BANK JABAR

Evaluasi Sistem Plambing dan Perencanaan Pengolahan Air Buangan Serta Perencanaan Sistem Pewadahan dan Pengumpulan Sampah Rumah Susun Urip Sumoharjo

DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN... 1

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

4.1 IDE AWAL / CONSEPTUAL IDEAS

KERANGKA ACUAN KERJA ( KAK ) JASA KONSULTANSI PEKERJAAN PERENCANAAN PERBAIKAN INTERIOR WISMA AHMAD SUBARDJO DEPARTEMEN LUAR NEGERI REPUBLIK INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PERENCANAAN ULANG SISTEM PLAMBING DI KM. MUSTHIKA KENCANA II

BAB IV HASIL DAN ANALISIS. Data ketidaksesuaian atau defect atau punch list yang terjadi pada 8 proyek yang

BAB IV PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN RUMAH SUSUN SEDERHANA SEWA DI KELURAHAN KALIGAWE

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) KUASA PENGGUNA ANGGARAN (KPA)

I. PENDAHULUAN. 1. Latar Belakang

BAB V KONSEP PERANCANGAN PASAR. event FESTIVAL. dll. seni pertunjukan

Jenis dan besaran ruang dalam bangunan ini sebagai berikut :

BAB V KONSEP. Gambar 5.1: Kesimpulan Analisa Pencapaian Pejalan Kaki

BAB III MANAJEMEN DAN ORGANISASI PROYEK

Penyediaan air bersih ke dalam bangunan

Kualitas air. Kualitas air harus memenuhi 3 syarat : Syarat fisik Tidak berwarna, tidak berbau.

TAHAPAN KERJA ARSITEK DAN HONORARIUM

BAB V KONSEP. Gambar 5.1 gambar konsep bentuk bangunan (Sumber : analisis 2013)

PENGANTAR BANGUNAN BERTINGKAT

1. BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

PERTEMUAN XI PINTU DAN JENDELA. Oleh : A.A.M

BAB V METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN

PERANCANGAN SISTEM PLAMBING INSTALASI AIR BERSIH DAN AIR BUANGAN PADA PEMBANGUNAN GEDUNG PERKANTORAN BERTINGKAT TUJUH LANTAI

Sistem Penyediaan Kebutuhan Air Bersih Untuk Bangunan Gedung

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) Uraian Pendahuluan 1

BAB I PENDAHULUAN. Efisiensi Tata Letak Fasilitas dan Sarana Proyek dalam Mendukung Metode Pekerjaan Konstruksi

PENGADAAN BARANG/JASA (PROCUREMENT)

BAB V KONSEP PERANCANGAN

BAB 5 KONSEP PERANCANGAN. a. Aksesibilitas d. View g. Vegetasi

Sistem Plambing Dalam Gedung

PERANAN KONSULTAN MANAJEMEN KONSTRUKSI PADA TAHAP PELAKSANAAN MECHANICAL ELECTRICAL PLUMBING (ME-P) PROYEK PEMBANGUNAN PT.

BAB. I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

Transkripsi:

BAB IV PERANCANGAN GAMBAR 4.1. Definisi Gambar Sebelum masa pembangunan, sebuah bangunan gedung akan melalui tahap perencanaan. Sebagai alat komunikasinya digunakanlah gambar-gambar yang memberikan ilustrasi tentang gedung tersebut nantinya. Selain untuk menampilkan wujud fisik bangunannya, gambar-gambar ini digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam merencanakan struktur bangunan dan sistem utilitas di dalamnya sehingga selain bangunan tersebut terlihat indah, juga aman dan nyaman untuk ditempati. Semakin rumit wujud dan fungsi bangunan, maka akan semakin banyak gambar yang dibutuhkan sehingga memudahkan dalam pelaksanaan konstruksi nantinya. Selama proses perencanaan hingga selesainya pekerjaan, dikenal beberapa jenis gambar, yaitu: 41

4.1.1. Gambar Perencanaan Gambar Perencanaan adalah gambar yang dihasilkan dari pemikiran dari para perencana seperti arsitek, engineer struktur, mekanikal dan elektrikal. Gambar perencanaan merupakan imajinasi dari para perencana yang digunakan sebagai alat komunikasi dengan pemilik pekerjaan sehingga pemilik pekerjaan dapat mengetahui sejauh mana bangunan yang direncanakan tersebut memenuhi keinginan dan kebutuhannya. Karena itu gambar perencanaan akan mengalami banyak perubahan hingga pada tahap yang sudah disepakati bersama atau bahkan hingga pemilik menemukan keinginannya. Gambar perencanaan belum memiliki detil yang cukup hingga layak untuk dijadikan acuan dalam proses pembangunan. 4.1.2. Gambar Tender Gambar tender adalah gambar yang digunakan sebagai acuan dalam perhitungan volume pekerjaan dalam proses pemilihan kontraktor. Gambar ini sudah lebih detil dari gambar perencanaan. Ukuran-ukuran penting sudah tertera dengan jelas, gambar-gambar pelengkap sudah tersedia, acuan-acuan untuk pembangunan juga sudah diberikan. Tujuannya adalah menunjang perhitungan yang cermat sesuai dengan spesifikasi yang diminta. Gambar ini mengikat terhadap penawaran yang sudah diberikan dan menjadi acuan terhadap klaim dalam tahap selanjutnya. 42

4.1.3. Gambar Konstruksi Tahap selanjutnya setelah pemilihan kontraktor adalah memulai pembangunan (konstruksi). Untuk itu gambar konstruksi ini diluncurkan, yang isinya adalah penyempurnaan dari gambar tender. Penyempurnaan ini terjadi karena pada masa tender adakalanya antara uraian pekerjaan, spesifikasi teknis dan gambar terdapat perbedaan. Setelah disepakati pada saat tender (terangkum dalam berita acara rapat klarifikasi) maka perubahan yang terjadi dituangkan dalam gambar konstruksi ini. Gambar ini kemudian menjadi acuan bagi kontraktor untuk melaksanakan pekerjaan dan menjadi dasar juga untuk pelaksanaan yang dilimpahkan pada pihak ketiga. 4.1.4. Gambar Kerja (Shop Drawing) Agar hasil pembangunan nantinya tidak berbeda dari yang sudah direncanakan maka pihak kontraktor membuat gambar kerja ini yang isinya sudah jauh lebih detil dari jenis gambar sebelumnya (gambar konstruksi). Ukuran-ukuran sudah diberikan hingga detil, memperjelas hasil yang diinginkan. Detil material yang akan digunakan sudah dicantumkan (sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditentukan). Acuan-acuan pekerjaan juga sudah dicantumnya. Intinya gambar ini dibuat sejelas mungkin sehingga pelaksana pekerjaan (mandor, tukang) dan pengawas (pelaksana, quality control) mengerti hasil yang diinginkan dan tidak mebuat perubahan dari gambar konstruksi sudah diberikan di tahap sebelumnya. Gambar kerja ini sebelum digunakan di 43

lapangan harus mendapatkan persetujuan dari perwakilan dari pemilik pekerjaan di lapangan (direksi pengawas) dengan acuan adalah gambar konstruksi. Jika ternyata ada perbedaan yang harus dilakukan di lapangan maka direksi pengawas harus membubuhkan penyataan perubahan dan diberi tandatangan di atas gambar yang dimaksud. Catatan-catatan dan dokumentasi lainnya akan menjadi acuan dalam pembuatan As Built Drawing nantinya. 4.1.5. Gambar Jadi (As Built Drawing) Gambar jadi adalah gambar final dari bangunan gedung yang sudah selesai dilaksanakan. Gambar ini dibuat oleh kontraktor sebagai pertanggungjawaban atas pekerjaan yang sudah dilakukan dan akan digunakan oleh pemilik bangunan sebagai acuan dalam melakukan perawatan nantinya. Gambar ini memuat informasi dalam gambar kerja ditambah catatan-catatan perubahan di lapangan. Bisa terjadi beberapa jenis gambar di atas dihilangkan dengan alasan untuk menghemat waktu dan biaya, tergantung pada perjanjian yang dilakukan antara pemilik pekerjaan dengan kontraktor, misalnya pada jenis pekerjaan design and built. Penggunaan gambar-gambar ini dimaksudkan agar hasil pelaksanaan sesuai dengan keinginan pemilik dan dengan biaya dan waktu yang sudah diperkirakan sebelumnya. Dari definisi gambar diatas, perancang akan menerangkan tentang perancangan gambar teknik pada tahapan gambar tender. 44

4.2. Tahapan Perancangan Gambar Pada tahapan perancangan gambar ini perancang akan menjelaskan gambar teknik yang dibutuhkan untuk proses perancangan mekanikal plambing suatu bangunan atau gedung yaitu : 4.2.1. Gambar Sistem Plambing Gambar sistem plambing ini terbagi menjadi 3 gambar teknik yang temasuk dalam instalasi plambing. Yaitu gambar sistem air bersih, gambar sistem air buangan & ven dan gambar sistem air hujan Gambar sistem tersebut meliputi: 4.2.1.1. Gambar Sistem Air Bersih Pada gambar ini menjelaskan informasi tentang diagram alur pipa kebutuhan air bersih yang distribusikan dari pipa PDAM atau pompa deep well keseluruh peralatan plambing yang terdapat pada bangunan / gedung tersebut. Selain itu pada gambar sistem air bersih ini juga dicantumkan data-data yang diperlukan dalam proses perancangan seperti spesifikasi pompa, daya angkat pompa (head pump), kapasitas penampungan air (tangki bawah/gwt, tangki atap/roof tank) Dibawah ini gambar sistem air bersih yang di aplikasikan untuk bangunan yang memiliki 2 fungsi yaitu sebagai pusat perbelanjaan / Mall dan Hunian / apartemen. 45

Gambar 4.1 Sistem Air Bersih 4.2.1.2. Gambar Sistem Air Buangan (Air Kotor, Air Bekas) Dan Ven Pada gambar ini menjelaskan informasi tentang diagram alur pembuangan air kotor, air bekas dan ven secara keseluruhan. Dari setiap peralatan plambing yang kemudian di alirkan ketempat pembuangan akhir atau pengolahan air kotor dan air bekas sebelum dibuang ke lingkungan sekitar. Untuk gedung ini perancang menggunakan sistem pengolahan air kotor dan air bekas 46

terlebih dahulu. Dengan mengunakan STP (sewage treartment plant) yang diletakkan pada lantai P2 dan P1. Gambar 4.2 Sistem Air Buangan 4.2.1.3. Gambar Sistem Air Hujan Pada gambar ini menjelaskan informasi tentang diagram alur pengaliran air hujan pada area terbuka, atap atau balkon yang dimiliki oleh bangunan tersebut yang kemudian dialirkan ke saluran luar bangunan atau dialirkan terlebih dahulu ke 47

titik-titik sumur resapan guna menjaga kestabilan air tahan disekitar bangunan tersebut. Dalam perancangan sistem ini yang perlu diperhatikan adalah curah hujan daerah tersebut dan ukuran pipa yang dipergunakan. Gambar 4.3 Sistem Air Hujan 4.2.2. Gambar Instalasi / Denah Plambing Pada gambar ini menjelaskan informasi tentang jalur pipa plambing, peletakan peralatan plambing yang langsung di 48

aplikasikan pada denah bangunan / gedung tersebut, yang sebelumnya sudah dirancang oleh perancang arsitektur. Pada gambar instalasi plambing ini terdapat dua jenis penggambaran yang sering diaplikasikan adalah sebagai berikut : - Gambar instalasi plambing terpisah yaitu dalam pengambarannya antara instalasi air bersih dengan instalasi air buangan, ven dan air hujan dibuat terpisah menjadi dua gambar instalasi. - Gambar instalasi plambing gabung yaitu dalam penggambarannya antara instalasi air bersih dengan instalasi air buangan, ven dan air hujan digabung menjadi satu gambar instalasi. Selain jenis penggambarannya, gambar instalasi plambing juga di terdapat dua teknik pengambaran dengan memperhatikan ukuran bangunan tersebut dan skala gambar yang akan digunakan pada gambar instalasi plambing Adalah sebagai berikut : 4.2.2.1. Gambar Instalasi Plambing Penuh / Full Gambar instalasi plambing penuh / full adalah gambar yang menjelaskan jalur pipa dan lokasi peralatan plambing pada suatu bangunan / gedung secara penuh / (full) pada setiap gambarnya sehingga semua area proyek tersebut dapat terlihat dengan jelas. Dibawah ini adalah gambar instalasi plambing penuh / full, 49

Gambar 4.4 Instalasi Plambing Penuh / Full 4.2.2.2. Gambar Instalasi Plambing Sebagian / Parsial Gambar instalasi plambing sebagian / pasial adalah gambar yang menjelaskan jalur pipa dan lokasi peralatan plambing pada suatu bangunan / gedung hanya mencakup area tertentu saja, sehingga tidak dapat melihat seluruh area secara penuh. Biasanya gambar instalasi plambing sebagian / pasial sering di aplikasikan pada suatu bangunan / gedung yang memiliki area yang sangat luas atau gambar instalasi plambing yang membutuhkan skala yang lebih kecil.. Di bawah ini adalah gambar instalasi plambing sebagian / parsial. 50

Gambar 4.4 Instalasi Plambing sebagian / parsial 4.2.3. Gambar Detail Instalasi Plambing dan Isometrik Gambar detail instalasi plambing adalah gambar yang menjelaskan jalur pipa plambing dan lokasi peralatan plambing yang lebih spesifik atau fokus pada suatu area. Misalkan pada unit-unit toilet atau unit hunian / apartemen yang membutuhkan instalasi plambing. Sedangkan gambar isometrik adalah gambar obyek yang memiliki 3 macam arah garis, meliputi arah X dan Y dengan kemiringan 30 derajat terhadap garis horizontal kemudian arah Z atau arah vertikal. Walaupun gambar isometrik mempunyai 3 arah sumbu X,Y dan Z tapi bukan termasuk gambar 3 dimensi melainkan masih merupakan gambar 2 Dimensi 51

Maka aplikasi gambar isometrik ini diterapkan untuk mengambar instalasi plambing pada setiap unit toilet atau unit hunian (apartemen). Gambar 4.5 Detail Intalasi Plambing dan Isometrik 4.2.4. Gambar Detail Instalasi Plambing Penunjang Dalam hal ini yang dimaksud gambar detail instalasi plambing penunjang adalah gambar yang menjelaskan informasi tentang detail suatu area tertentu yang membutuhkan ukuran yang akurat dalam proses konstruksi nanti pada suatu proyek pengerjaan instalasi plambing. Seperti gambar detail ruang pompa, gambar detail tangki atap, gambar detail sewage treartment plant (STP) dan gambar detail lainnya guna memperlancar proses 52

pemasangannya. Di bawah ini contoh gambar Detail Instalasi Plambing Penunjang yaitu ruang pompa pada proyek ini. Gambar 4.6 Detail Ruang Pompa 4.2.5. Gambar Detail Standar Gambar detail standar adalah gambar yang menjelaskan informasi tentang standar ukuran atau pemasangan instalasi 53

plambing yang digunakan pada proyek tersebut. Misalkan gambar detail standar pemasangan pipa, gambar detail pemasangan katup (valve), dan gambar detail pemasangan unit-unit peralatan plambing. Dibawah ini contoh salah satu gambar detail standar dalam pemasangan instalasi plambing. Gambar 4.7 Detail Standar Plambing 54