PEMASANGAN PANEL RANGKAIAN OP AMP 1

dokumen-dokumen yang mirip
BABV INSTRUMEN PENGUAT

RANGKAIAN ELEKTRONIKA ANALOG

TAKARIR. periode atau satu masa kerjanya dimana periodenya adalah nol.

12-9 Pengaruh dari Kapasitor Pintas Emiter pada Tanggapan Frekuensi-Rendah

PENGUAT OPERASIONAL AMPLIFIER (OP-AMP) Laporan Praktikum

Osilator dan Sumber Sinyal

BAB IV HASIL PERCOBAAN DAN ANALISIS

Osiloskop (Gambar 1) merupakan alat ukur dimana bentuk gelombang sinyal listrik yang diukur akan tergambar pada layer tabung sinar katoda.

BAB II DASAR TEORI. Modulasi adalah proses yang dilakukan pada sisi pemancar untuk. memperoleh transmisi yang efisien dan handal.

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN RANGKAIAN

Dalam sistem komunikasi saat ini bila ditinjau dari jenis sinyal pemodulasinya. Modulasi terdiri dari 2 jenis, yaitu:

Penguat Operasional OP-AMP ASRI-FILE

05 Pengukuran Besaran Listrik INSTRUMEN PENUNJUK ARUS BOLAK BALIK

DAFTAR ISI ABSTRAK... DAFTAR ISI...

MODULATOR DAN DEMODULATOR. FSK (Frequency Shift Keying) Budihardja Murtianta

Elektronika. Pertemuan 8

Materi 2: ELEKTRONIKA DAYA (2 SKS / TEORI) SEMESTER 106 TA 2016/2017 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRONIKA

DESAIN SISTEM INVERTER DAN SWITCHING PADA UPS (UNINTERUPTABLE POWER SUPPLY) BERBASIS MIKROKONTROLER AT89C51

BAB II LANDASAN TEORI

BAB V MULTIVIBRATOR. A. Pendahuluan. 1. Deskripsi

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Tujuan Percobaan Mempelajari karakteristik statik penguat opersional (Op Amp )

BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI ALAT. modulator 8-QAM seperti pada gambar 3.1 berikut ini: Gambar 3.1 Blok Diagram Modulator 8-QAM

BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI. Blok diagram carrier recovery dengan metode costas loop yang

EKSPERIMEN VIII PEMBANGKIT GELOMBANG (OSILATOR)

Modul 2. Pengkondisian Sinyal.

yaitu, rangkaian pemancar ultrasonik, rangkaian detektor, dan rangkaian kendali

Praktikum Rangkaian Elektronika MODUL PRAKTIKUM RANGKAIAN ELEKRONIKA

Operational Amplifier Karakteristik Op-Amp (Bagian ke-satu) oleh : aswan hamonangan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Dalam penelitian ini, penulis menganalisa data hubungan tegangan dengan

1. PRINSIP KERJA CATU DAYA LINEAR

BAB II LANDASAN TEORI

Percobaan 10 MULTIVIBRATOR (ASTABIL, MONOSTABIL, DAN PICU-SCHMITT) Oleh : Sumarna, Jurdik Fisika, FMIPA, UNY

BAB III METODOLOGI PENULISAN

BAB III PERANCANGAN ALAT. Pada perancangan alat untuk sistem demodulasi yang dirancang, terdiri dari

Tujuan Mempelajari penggunaan penguat operasional (OPAMP) Mempelajari rangkaian dasar dengan OPAMP

RANGKAIAN PENYEARAH ARUS OLEH : DANNY KURNIANTO,ST ST3 TELKOM PURWOKERTO

RANGKAIAN PENYEARAH GELOMBANG (RECTIFIER) OLEH: SRI SUPATMI,S.KOM

Workshop Instrumentasi Industri Page 1

Satuan Acara Perkuliahan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TEORI DASAR SISTEM C-V METER PENGUKUR KARAKTERISTIK KAPASITANSI-TEGANGAN

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM

BAB III METODE PENELITIAN

PENYEARAH ARUS S1 INFORMATIKA ST3 TELKOM PURWOKERTO

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB III PERENCANAAN. 3.1 Perencanaan kerja alat Secara Blok Diagram. Rangkaian Setting. Rangkaian Pengendali. Rangkaian Output. Elektroda. Gambar 3.

BAB II Transistor Bipolar

Pengukuran Besaran Listrik VOLTMETER DIGITAL

Pertemuan ke-5 Sensor : Bagian 1. Afif Rakhman, S.Si., M.T. Drs. Suparwoto, M.Si. Geofisika - UGM

LAMPIRAN A RANGKAIAN CATU DAYA BEBAN TAK LINIER. Berikut adalah gambar rangkaian catu daya pada lampu hemat energi :

LEMBAR KERJA V KOMPARATOR

1. Perpotongan antara garis beban dan karakteristik dioda menggambarkan: A. Titik operasi dari sistem B. Karakteristik dioda dibias forward

Rangkaian Pembangkit Gelombang dengan menggunakan IC XR-2206

Modul 04: Op-Amp. Penguat Inverting, Non-Inverting, dan Comparator dengan Histeresis. 1 Alat dan Komponen. 2 Teori Singkat

MODUL PRAKTIKUM RANGKAIAN ELEKRONIKA Bagian II

Alokasi Waktu Menjelaskan dan. Penguat common emitor. Analisis DC pada. 4 x 50 common emitor,analisis common.

Jurnal ILMU DASAR Vol. 5 No.1, 2004 : Misto Staf Pengajar Jurusan Fisika Fakultas MIPA Universitas Jember

Penguat Oprasional FE UDINUS

BAB II DASAR TEORI. Modulasi dapat didefinisikan sebagai proses pengubahan parameter dari

Pendahuluan. 1. Timer (IC NE 555)

BINARY PHASA SHIFT KEYING (BPSK)

SISTEM PERINGATAN UNTUK PENGAMANAN RUMAH TERHADAP PENCURIAN DENGAN MENGGUNAKAN SENSOR SENTUH

BAB II DASAR TEORI. Gambar 2.1.(a). Blok Diagram Kelas D dengan Dua Aras Keluaran. (b). Blok Diagram Kelas D dengan Tiga Aras Keluaran.

PERANCANGAN SISTEM UPS SPS DENGAN METODE INVERTER SPWM BERBASIS L8038CCPD

LABORATORIUM SISTEM TELEKOMUNIKASI SEMESTER III TH 2015/2016

BAB II LANDASAN SISTEM

Gambar 2.1. Rangkaian Komutasi Alami.

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB III PERANCANGAN SISTEM

PENGESAHAN. Laporan tugas akhir dengan judul Perancangan Kontrol PI dengan Pendekatan Orde Satu Untuk

Pemancar dan Penerima FM

BAB IV PENGUKURAN DAN ANALISIS

OP-AMP 2. by. Risa Farrid Christianti, M.T.

Pendahuluan. Prinsip Kerja Motor Stepper

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA SISTEM

BAB II LANDASAN TEORI

Pengkondisian Sinyal. Rudi Susanto

BAB III PERANCANGAN ALAT. Dalam perancangan dan realisasi alat pengontrol lampu ini diharapkan

MODUL - 04 Op Amp ABSTRAK

BAB III METODE PENELITIAN

Tipe op-amp yang digunakan pada tugas akir ini adalah LT-1227 buatan dari Linear Technology dengan konfigurasi pin-nya sebagai berikut:

ANALOG SIGNAL PROCESSING USING OPERASIONAL AMPLIFIERS

NAMA : WAHYU MULDAYANI NIM : INSTRUMENTASI DAN OTOMASI. Struktur Thyristor THYRISTOR

Praktikum Rangkaian Elektronika MODUL PRAKTIKUM RANGKAIAN ELEKRONIKA

BAB I PENDAHULUAN. resistor, kapasitor ataupun op-amp untuk menghasilkan rangkaian filter. Filter analog

PERTEMUAN 4 RANGKAIAN PENYEARAH DIODA (DIODE RECTIFIER)

LAPORAN PRAKTIKUM SISTEM TELEKOMUNIKASI ANALOG PERCOBAAN OSILATOR. Disusun Oleh : Kelompok 2 DWI EDDY SANTOSA NIM

DEMODULASI DELTA. Budihardja Murtianta

Gambar 2.1 Perangkat UniTrain-I dan MCLS-modular yang digunakan dalam Digital Signal Processing (Lucas-Nulle, 2012)

BAB II DASAR TEORI. Gambar 2.1 Blok Diagram Modulator 8-QAM. menjadi tiga bit (tribit) serial yang diumpankan ke pembelah bit (bit splitter)

MODULATOR DAN DEMODULATOR BINARY ASK. Intisari

BAB III PERANCANGAN ALAT

Pengkonversi DC-DC (Pemotong) Mengubah masukan DC tidak teratur ke keluaran DC terkendali dengan level tegangan yang diinginkan.

BAB III PERANCANGAN ALAT. Gambar 3.1 Diagram Blok Pengukur Kecepatan

BAB II DASAR TEORI. 2.1 Sensor dan Transduser

METODE PENGENDALIAN KONVERTER DC DC EMPAT LEVEL JENIS DIODA CLAMP

TUJUAN Setelah menyelesaikan perkuliahan ini peserta mampu:

Perancangan Teori & Praktis. ~(E)lWerr SU~rPly. Je nis Switoitl Mode. Dr. Ir. Saludin Muis, M. Kom

BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL PENGUJIAN

Transkripsi:

KATA PENGANTAR xxi PEMASANGAN PANEL RANGKAIAN OP AMP 1 1-0 Pendahuluan 1 1-1 Panel-kotak Rangkaian-Terpadu Linier 2 1-1.1 Persyaratan Panel-kotak 2 1-1.2 Panel-kotak IC Dioperasikan-Batere 2 1-1.3 Panel-kotak IC dengan Suplai Daya Diatur 4 1-2 Perangkat-keras untuk Panel-kotak Linier 6 1-2 A IC dan Soket-soket IC 6 1-2.2 Penghubung Jepit-Pegas 7 1-2.3 Daftar Bahan Panel-kotak 7 1-3 Menggunakan Panel-kotak IC 8 1-3.1 Memasang Panel Rangkaian IC 8 1-3.2 Menguji suatu Rangkaian IC 8

PENGALAMAN PERTAMA DENGAN SEBUAH OP AMP 10 2-0 Pendahuluan 10 2-1 Terminal-terminal Op Amp 13 2-1.1 Terminal-Suplai Daya 13 2-1.2 Terminal Keluaran 14 2-1.3 Terminal-terminal Masukan 14 2-2 Gain Tegangan Untaian-Terbuka 16 2-2.1 Definisi 16 2-2.2 Perbedaan Tegangan Masukan 16 2-2.3 Kesimpulan77 2-3 Detektor Penyilang-Nol 18 2-3.1 Detektor Penyilang-Nol Tak-Membalik 18 2-3.2 Detektor Penyilang-Nol Pembalik 18 2-4 Detektor-detektor Taraf-Tegangan Positif dan Negatif 18 2-4.1 Detektor Taraf-Positif 18 24.2 Detektor Taraf-Negatif 22 2-5 Pemakaian Khas Detektor Taraf-Tegangan 22 2-5.1 Saklar yang Diaktifkan Suara 22 2-5.2 Voltmeter Kolom Cahaya 24 2-5.3 Detektor Asap 25 2-6 Pemrosesan Isyarat dengan Detektor Taraf-Tegangan 26 2-6.1 Pendahuluan 26 2-6.2 Pengubah Gelombang Sinus-ke-Persegi26 2-6.3 Pengendali Siklus-Tugas 27 2-6.4 Modulator Lebar-Pulsa27 2-7 Pertimbangan-pertimbangan Praktis 29

DAFTAR ISI ix 3-2 Penjumlah Pembalik dan Pembaur Audio 38 3-2.1 Penjumlah Pembalik 38 3-2.2 Pembaur Audio 39 3-3 Penjumlah Pembalik dengan Gain 40 3-4 Penguat Perata Pembalik 41 3-5 Pengikut Tegangan 42 3-5.1 Pendahuluan 42 3-5.2 Menggunakan Pengikut Tegangan 44 3-6 Penguat Tak-Membalik 45 3-7 Penjumlah Tak-Membalik 48 3-7.1 Penjumlah Tak-Membalik Dua-Masukan 48 3-7.2 Penjumlah Tak-Membalik N-Masukan 49 3-8 Cara-Kerja Suplai-Tunggal 50 3-9 Perbedaan antara Harga yang Diukur dan Harga yang Dihitung 51 PEMBANDING 53 4-0 Pendahuluan 53 ' * 4-1 Efek Gangguan pada Rangkaian Pembanding 54 4-2 Umpan-Balik Positif 54 4-2.1 Pendahuluan 54 4-2.2 Tegangan Ambang-Atas 54 4-2.3 Tegangan Ambang-Bawah 56 4-3 Detektor Penyilang-Nol dengan Histeresis 58 4-3.1 Mendefinisikan Histeresis 58 4-3.2 Detektor Penyilang-Nol dengan Histeresis sebagai suatu Elemen Memori 59 4-4 Detektor Taraf-Tegangan dengan Histeresis 60 AAA Pendahuluan 60 4-4.2 Detektor Taraf-Tegangan Tak-Membalik dengan Histeresis 61 4-4.3 Detektor Taraf-Tegangan Pembalik dengan Histeresis 63 4-5 Detektor Taraf-Tegangan dengan Penyetelan Bebas dari Histeresis dan Tegangan Tengah 64 4-5.1 Pendahuluan 64 4-5.2 Contoh Rancahgan: Rangkaian Pengendalian Pengisi-Batere 65 4-6 Mengendalikan Tegangan Keluaran dari Detektor Taraf-Tegangan 68 4-7 Pembanding Presisi IC, 111/311 69

DAFTAR ISI 4-7.1 Pendahuluan 69 4-7.2 Cara-kerja Terminal Keluaran 69 4-7.3 Cara-kerja Terminal Strobe 72 4-8 Detektor Jendela 72 4-8.1 Pendahuluan 72 4-8.2 Cara-kerja Rangkaian 72 4-9 Penundaan Penjalaran 74 4-9.1 Definisi 74 4-9.2 Pengukuran Penundaan Penjalaran 75 PEMAKAIAN PILIHAN UNTUK OP AMP 77 5-0 Pendahuluan 77 5-1 Voltmeter DC Resistansi Tinggi 77 5-1.1 Rangkaian Pengukur-Tegangan Dasar 77 5-2.1 Mengubah Skala Voltmeter 78 5-2 Voltmeter Resistansi-Tinggi Universal 79 5-2.1 Cara-kerja Rangkaian 79 i 5-2.2 Prosedur Rancangan 80 5-3 Pengubah Tegangan-ke-Arus: Beban Mengambang 81 5-3.1 Pengendalian Tegangan dari Arus Beban 81 5-3.2 Penguji Dioda Zener 81 5-3.3 Penguji Dioda 81 5-4 Penguji Dioda-Pernancar-Cahaya (LED) 83 5-5 Memberikan Arus Tetap ke Beban Terground 84 5-5.1 Pengubah Beda Tegangan-ke-Arus 84 5-5.2 Sumber Arus-Tinggi-Tetap, Beban Terground 85 5-6 Pengukuran Arus Hubungan-Singkat dan Pengubah Arus ke Tegangan 86 5-6.1 Pendahuluan 86 5-6.2 Menggunakan Op Amp untuk Mengukur Arus Hubungan- Singkat 88 5-7 Mengukur Arus dari Fotodetektor 88 5-7.1 Sel Fotokonduktif 88 5-7.2 Fotodioda 9 5-8 Penguat Arus 89 5-9 Pengukuran Energi Sel Surya 90 5-9.1 Pendahuluan Masalah 90

DAFTAR ISI XI 5-10 5-11 5-9.2 Mengubah Arus Hubungan-Singkat Sel Surya Menjadi Suatu Tegangan 91 5-9.3 Rangkaian Pembagi Arus (Konverter Arus-ke-Arus) 91 Penggeser Fasa 92 5-10.1 Pendahuluan 92 5-10.2 Rangkaian Penggeser Fasa 94 Proses Merekam Kecepatan-Tetap 95 5-11.1 Pendahuluan untuk Masalah Penggoresan-Rekaman 95 5-11.2 Modulasi Alur dengan Perekaman Berkecepatan-Tetap 95 5-11.3 Goresan-Lebih Rekaman dan Gangguan 96 5-11.4 Penyelesaian Masalah Goresan-Lebih Rekaman dan Gangguan 96 5-12 Playback Rekaman 98 5-12.1 Kebutuhan akan Penyamaan Playback 98 5-12.2 Gain Prapenguat dan Taraf Tegangan Isyarat 98 5-12.3 Cara-kerja Rangkaian Prapenguat Playback 100 5-13 Pengendalian Nada 101 5-13.1 Pendahuluan 101 5-13.2 Rangkaian Pengendalian Nada 102 2 PEMBANGKIT ISYARAT 105 6-0 Pendahuluan 105 6-1 Multivibrator Bergerak-Bebas 105 6-1.1 Kerja Multivibrator 105 6-1.2 Frekuensi Osilasi 707 6-2 Multivibrator Satu-Tembakan 109 6-2.1 Pendahuluan 109 6-2.2 Keadaan Stabil 110 6-2.3 Peralihan ke Keadaan Penentuan-Waktu 111 6-2.4 Keadaan Penentuan-Waktu 112 6-2.5 Jangka-Waktu Pulsa Keluaran 113 6-2.6 Waktu Pemulihan 113 6-3 Membangkitkan Gelombang Segitiga dan Gelombang Gigi-gergaji dengan sebuah Multivibrator 115 6-3.1 Pendahuluan 115 6-3.2 Pembangkit Gelombang-segitiga 115 6-4 Pembangkit Gelombang-segitiga dengan Kemiringan yang Dapat-disetel Bebas 116 6-5 Pembangkit Gelombang-Gigi-gergaji 117 i

DAFTAR IS I 6-6 Pewaktu dan Pembangkit Gelombang-segitiga dengan Integrator 117 6-6.1 Integrator 6-6.2 Teori Pembangkit-Tanjakan 6-6.3 Rangkaian Pembangkit-Tanjakan 120 6-7 Pewaktu yang Dapat-disetel 121 6-7.1 Uraian Rangkaian 121 6-7.2 Analisis Rangkaian 121 6-8 Pembangkit Gelombang-segitiga 123 6-8.1 Pendahuluan 123 6-8.2 Cara-kerja Dasar 124 6-9 Pembangkit Gelombang-Gigi-gergaji 127 6-9.1 Pendahuluan 127 6-9.2 Transistor Satu-Cabang Mampu-Program 129 6-9.3 Cara-kerja Pembangkit-Gelombang-Gigi-gergaji 130 6-10 Pengubah Tegangan-ke-Frekuensi 130 6-10.1 Osilator Terkendali-Tegangan 130 6-10.2 Modulasi Frekuensi dan Penguncian Pergeseran Frekuensi 131 6-11 Osilator Gelombang-Sinus 131,. 6-11.1 Teori Osilator 131 6-11.2 Menyusun Sebuah Osilator 132 6-11.3 Osilator Jembatan Wein 134 OP AMP DENGAN DIODA 137 7-0 Pendahuluan untuk Penyearah Presisi 137 7-1 Penyearah Gelombang-Setengah Linier 139 7-1.1 Pendahuluan 139 7-1.2 Penyearah Gelombang-Setengah Linier, Pembalik Keluaran Positif 139 7-1.3 Penyearah Gelombang-Setengah Linier Pembalik, Keluaran Negatif 142 7-1.4 Pemisah Polaritas Isyarat 143 7-2 Penyearah Presisi Rangkaian Harga Mutlak 144 7-2.1 Pendahuluan 144 7-2.2 Jenis-jenis Penyearah Gelombang-Penuh Presisi 145 7-2.3 Penyerarah Presisi Gelombang-Penuh dengan Tahanan yang Sama 147 7-2.4 Penyearah Gelombang-Penuh Presisi Impedansi Tinggi 147 7-3 Detektor Puncak 147

R ISI Xlll 7-3.1 Pengikut dan Penyimpan Puncak Positif 149 7-3.2 Pengikut dan Penyimpan Puncak Negatif 150 1-4 Pengubah AC-ke-DC 151 7-4.1 Rangkaian Pengubahan AC-ke-DC atau Rangkaian MAV 151 7-4.2 Penyerarah Presisi dengan Masukan Penjumlah Terground 152 7-4.3 Pengubah AC-ke-DC 152 7-5 Rangkaian Daerah-Mati 152 7-5.1 Pendahuluan 152 7-5.2 Rangkaian Daerah-Mati dengan Keluaran Negatif 154 7-5.3 Rangkaian Daerah-Mati dengan Keluaran Positif 156 7-5.4 Rangkaian Daerah-Mati Keluaran-Bipolar 156 7-6 Penjepit Presisi 156 1-1 Pengubah Gelombang Segitiga-ke-Sinus 159 PENGUAT DIFERENSIAL, PENGUAT INSTRUMENTASI, DAN PENGUATJEMBATAN 161 8-0 Pendahuluan 161 8-1 Penguat Diferensial Dasar 161 8-1.1 Pendahuluan 161 8-1.2 Tegangan Mode-Bersama 163 8-2 Penguat Diferensial dibandingkan Penguat Masukan-Tunggal 164 8-2.1 Mengukur dengan Penguat Masukan-Tunggal 164 8-2.2 Pengukuran dengan Penguat Diferensial 165 8-3 Memperbaiki Penguat Diferensial Dasar 165 8-3.1 Memperbesar Resistansi Masukan 765 8-3.2 Gain yang Bisa Disetel 166 8-4 Penguat Instrumentasi 168 8-4.1 Cara-kerja Rangkaian 168 8-4.2 Mengacu Tegangan Keluaran 170 8-5 Mengindera dan Mengukur dengan Penguat Instrumentasi 170 8-5.1 Terminal Pengindera 170 8-5.2 Pengukuran Arus dan Tegangan Diferensial 171 8-5.3 Mengendalikan Arus Beban 173 8-6 Penguat Jembatan Dasar 173 8-6.1 Pendahuluan 173 8-6.2 Cara-kerja 174 8-6.3 Termometer IC 176

DA FT A R 8-7 Menambahkan Keserbagunaan Pada Penguat Jembatan 176 8-7.1 Transduser Terground 176 8-7.2 Transduser Arus-TinggU 77 8-8 Pengukur Regangan dan Pengukuran Perubahan-Perubahan Resistansi yang Kecil 178 8-8.1 Pendahuluan untuk Pengukur Regangan 178 8-8.2 Bahan Pengukur Regangan 178 8-8.3 Menggunakan Data Pengukur-Regangan 178 8-8.4 Memasang Pengukur-Regangan 180 8-8.5 Perubahan Resistansi Pengukur-Regangan 180 8-9 Pengukuran Perubahan Resistansi Kecil 180 8-9.1 Kebutuhan akan sebuah Jembatan Resistansi 180 8-9.2 Jembatan Resistansi Dasar 180 8-9.3 Efek-efek Panas pada Keseimbangan Jembatan 182 8-10 Menyeimbangkan sebuah Jembatan Pengukur-Regangan 183 8-10.1 Teknikyangjelas7&? 8-10.2 Teknik yang Lebih - baik 184 8-11 Memperbesar Keluaran Jembatang Mengukur Regangan 185 8-12 Praktis Pemakaian Pengukur-Regangan 187 BIAS, OFSET, DAN DRIFT 190 9-0 Pendahuluan 190 9-1 Arus Bias Masukan 191 9-2 Arus Ofset Masukan 193 9-3 Efek Arus Bias pada Tegangan Keluaran 193 9-3.1 Penyederhanaan 193 9-3.2 Efek Arus Bias Masukan (-) 194 9-3.3 Efek Arus Bias Masukan (+) 195 9-4 Efek Arus Ofset pada Tegangan Keluaran 196 94.1 Arus-Pengkompensasi Pengikut Tegangan796 94.2 Arus-Pengkompensasi Penguat-penguat Lain 796 9-4.3 Ringkasan tengang Kompensasi Arus Bias 197 9-5 Tegangan Ofset Masukan 198 9-5.1 Definisi dan Model 198 9-5.2 Efek Tegangan Ofset Masukan pada Tegangan Keluaran 198 9-5.3 Pengukuran Tegangan Ofset Masukan 200

DAFTAR ISI XV 9-6 Tegangan Ofset Masukan untuk Rangkaian Penjumlah 201 9-6.1 Pembandingan Gain Isyarat dan Gain Tegangan Ofset 201 9-7 Efek-efek Me-Nol-Kan dari Tegangan Ofset dan Arus Bias 203 9-7.1 Urutan Perancangan atau Analisis 203 9-7.2 Rangkaian Nol untuk Tegangan Ofset 203 9-7.3 Prosedur Me-Nol-Kan untuk Tegangan Keluaran 205 9-8 Drift 205 9-9 Pengukuran Tegangan Ofset dan Arus Bias 270 -x LEBARPITA, LAJU UBAH, GAIMGGUAN, DAN KOMPENSASI \ \ J FREKUENSI 270 10-0 Pendahuluan 210 10-1 Tanggapan Frekuensi dari Op Amp 210 10-1.1 Kompensasi Frekuensi Dalam 210 10-1.2 Kurva Tanggapan-Frekuensi 211 10-1.3 Lebarpita Gain-Satu 212 10-1.4 WaktuNaik 213, ( 10-2 Gain Penguat dan Tanggapan-Frekuensi 214 10-2.1 Efek Gain Untaian-Terbuka pada Gain Untaian-Tertutup dari sebuah Op Amp, Cara-kerja DC 214 10-2.2 Hasil-kali Gain-Lebarpita 215 10-2.3 Lebarpita Isyarat-Kecil 216 10-3 Laju Ubah dan Tegangan Keluaran 218 10-3.1 Definisi Laju Ubah 218 10-3.2 Sebab dari Pembatasan Laju-Ubah 2/# 10-3.3 Pembatasan Laju-Ubah untuk Gelombang Sinus 219 10-3.4 Laju-Ubah Memudahkan 220 10-4 Gangguan dalam Tegangan Keluaran.220 10-4.1 Pendahuluan 220 10-4.2 Gangguan dalam Rangkaian Op Amp 222 10-4.3 Gain Gangguan 223 10-4.4-Gangguan dalam Penjumlah Pembalik 223 10-4.5 Ringkasan 223 10-5 Kompensasi Frekuensi Luar 224 10-5.1 Kebutuhan akan Kompensasi Frekuensi Luar 224 10-5.2 Kompensasi Kapasitor-Tunggal 224 10-5.3 Kompensasi Frekuensi Umpan-Maju 225

DAFTAR ISI MODULASI, DEMODULASI, DAN MENGUBAH FREKUENSI DENGAN PENGALI 228 11-0 Pendahuluan 228 11-1 Mengalikan Tegangan DC 228 11-1.1 Faktor Skala Pengali 228 11-1.2 Kuadran-kuadran Pengali 229 11-1.3 Kalibrasi Pengali 232 11-2 Mengkuadratkan sebuah Bilangan atau Tegangan-Dc 232 11-3 Menggandakan Frekuensi 233 11-3.1 Prinsip untuk Pengganda Frekuensi 233 11-3.2 Mengkuadratkan Tegangan Sinus2J5 11-4 Deteksi Sudut Fasa 235 114.1 TeoriDasar 235 114.2 Pengukur Sudut Fasa 237 11-4.3 Sudut Fasa yang Lebih Besar dari 90 238 11-5 Pendahluan untuk Modulasi Amplituda 238 11-5.1 Kebutuhan akan Modulasi Amplituda 238 11-5.2 Mendefinisikan Modulasi Amplituda 238 11-5.3 Pengali yang Digunakan sebagai Sebuah Modulator 240 11-5.4 Matematika Modulator Seimbang 240 11-5.5 Frekuensi Jumlah dan Frekuensi Beda241 11-5.6 Frekuensi Sisi dan Pita Sisi 243 11-6 Modulasi Amplituda Baku 245 11-6.1 Rangkaian Modulator Amplituda 245 11-6.2 Spektrum Frekuensi sebuah Modulator AM Baku 246 11-6.3 Pembandingan Modulator AM Baku dan Modulator Seimbang 246 11-7 Mendemodulasi Tegangan AM 24 7 11-8 Mendemodulasi Tegangan Modulator Seimbang 248 11-9 Modulasi dan Demodulasi Pita-Sisi-Tunggal 249 11-10 Penggeseran Frekuensi 249 11-11 Pembagi Analog 253 ll-12mencari Akar 254 11-13 Penerimaan Modulasi Amplituda Universal 255 11-13.1 Menala dan Mencampur 255 11-13.2 Penguat Frekuensi-Antara 257 11-13.3 Proses Deteksi 257 11-13.4 Penerima AM Universal 257

DAFTAR ISI XVU 12 13 FILTER AKTIF 260 12-0 Pendahuluan 260 12-1 Filter Low-Pass Dasar 262 12-1.1 Pendahuluan 262 12-1.2 Merancang Filter 262 12-1.3 Tanggapan Filter 264 12-2 Pendahuluan untuk Filter Butterworth 265 12-3 Filter Butterworth Low-Pass-40-dB/Dekade 266 12-3.1 Prosedur Rancangan yang Disederhanakan 266 12-3.2 Tanggapan Filter 268 12-4 Filter Butterworth Low-Pass-60-dB/Dekade 268 12-4.1 Prosedur Perancangan yang Disederhanakan 268 12-4.2 Tanggapan Filter 270 12-5 Filter-filter Butterworth Hig-Pass 271 12-5.1 Pendahuluan 277 12-5.2 Filter 20-dB/Dekade 272 12-5.3 Filter 40-dB/Dekade 2 74 12-5.4 Filter 60-dB/Dekade 275 ' «12-5.5 Pembandingan Besar dan Sudut Fasa 277 12-6 Filter-filter Band-Pass 278 12-6.1 Pendahuluan 275 12-6.2 Filter-filter Band-Pass Pita-Sempit 279 12-6.3 Filter-filter Pita-Lebar 281 12-7 Filter-filter Takik 252 PEWAKTU RANGKAIAN TERPADU 286 13-0 Pendahuluan 286 13-1 Cara Kerja Pewaktu 555 2 fj 13-2 Terminal-terminal 555 288 13-2.1 Terminal Paket dan Terminal Suplai Daya 288 13-2.2 Terminal Keluaran288 13-2.3 Terminal Reset 288 13-2.4 Terminal Pengosongan 290 13-2.5 Terminal Tegangan Pengendalian 291 13-2.6 Terminal Picu dan Terminal Ambang 291 13-2.7 Penundaan Waktu Daya-"hidup" 294

XVI11 DAFTAR ISI 13-3 Cara Kerja Bergerak Bebas atau Astabil 294 13-3.1 Cara-Kerja Rangkaian 294 13-3.2 Frekuensi Osilasi 295 13-3.3 Siklus Tugas 297 13-3.4 Memperbesar Silus Tugas 29 7 13-4 Pemakaian 555 Sebagai sebuah Multivibrator Astabil 299 13-4.1 Osilator Pemecah-Nada 299 134.2 Osilator Siklus-Tugas-Variabel 300 13-5 Cara Kerja Satu-Tembakan atau Monostabil 301 13-5.1 Pendahuluan 301 13-5.2 Rangkaian Denyut Masukan 303 13-6 555 sebagai sebuah Multivibrator Satu-Tembakan 304 13-6.1 Pengendalian Pengisian Permukaan-Air 304 13-6.2 Saklar Sentuh 304 13-6.3 Pembagi Frekuensi 304 13-6.4 Detektor Pulsa Hilang 306 13-7 Pendahuluan untuk pewaktu Penghitung 307 13-8 Pewaktu/Penghitung Mampu-Program XR 2240 307 13-8.1 Uraian,Rangkaian 307 '»" 13-8.2 Cara-kerja Penghitung 308 13-8.3 Memprogram Keluaran 311 13-9 Pemakaian Pewaktu/Penghitung 312 13-9.1 Pemakaian Penentuan Waktu 312 13-9.2 Osilator Bergerak-bebas, Keluaran Sinkron 314 13-9.3 Pembangkit Isyarat Pola Biner 314 13-9.4 Pengsintesa Frekuensi 315 14 SUPLAI DAYA DAN PENGUAT DAYA 319 14-0 Pendahuluan 319 14-1 Pendahuluan untuk Suplai Daya Tak-teratur 320 14-1.1 Trafo Daya 320 14-1.2 Dioda Penyearah 321 14-1.3 Kapasitor Filter 322 14-1.4 Beban 322 14-2 Memperkirakan Pengaturan Tegangan DC dan Tegangan Riak AC 323 14-2.1 Perubahan Tegangan Beban bersama Arus Beban 323 14-2.2 Kurva Pengaturan Tegangan DC 324 14-2.3 Meramalkan dan Mengurangi Tegangan Riak AC 326 14-2.4 Tegangan Beban Sesaat Minimum 327

DAFTAR ISI XIX 14-3 Suplai Daya Bipolar dan Suplai Daya Tak-teratur Dua-Harga 327 14-3.1 Suplai Daya Bipolar atau Positif dan Negatif 327 14-3.2 Suplai Daya Dua-Harga 329 14-4 Kebutuhan akan Pengaturan Tegangan 329 14-5 Pengatur Dioda Zener 329 14-5.1 Sifat-sifat Dioda Zener 329 14-5.2 Pengatur Tegangan Zener 330 14-6 Pengatur Tegangan Op Amp Dasar 331 14-6.1 Pengat u r Op Amp 331 14-6.2 Pengatur Op Amp dengan Acuan Zener 333 14-7 Pendorong-Arus Pengatur Op Amp 333 14-7.1 Transistor Pass 333 14-7.2 Transistor Pendorong-Arus 335 14-8 Pencegahan Hubungan-Singkat atau Beban-lebih 335 14-9 Pengatur Tegangan-Positif Tiga-Terminal Bisa Disetel-LM 317 HV 337 14-9.1 Menyetel Tegangan Keluaran Teratur 337 14-9.2 Sifat-sifat LM 317 HV 337 14-9.3 Pengatur Tegangan-Negatif Bisa Disetel 339, 14-10 Suplai Daya Teratur Bipolar 339 14-11 Penguat Daya 340

XX DAFTAR ISI Apendiks 1: PENGUAT OPERASIONAL TERKOMPENSASI FREKUENSI la 741 345 Apendiks 2: PENGUAT OPERASIONAL LM301A 354 Apendiks 3: PEMBANDING TEGANGAN LM311 359 Apendiks 4: PENGATUR-WAKTU 555 367 Apendiks 5: PENGATUR-WAKTU/PENGH ITUNG YANG MAMPU- PROGRAM 372