KATA PENGANTAR xxi PEMASANGAN PANEL RANGKAIAN OP AMP 1 1-0 Pendahuluan 1 1-1 Panel-kotak Rangkaian-Terpadu Linier 2 1-1.1 Persyaratan Panel-kotak 2 1-1.2 Panel-kotak IC Dioperasikan-Batere 2 1-1.3 Panel-kotak IC dengan Suplai Daya Diatur 4 1-2 Perangkat-keras untuk Panel-kotak Linier 6 1-2 A IC dan Soket-soket IC 6 1-2.2 Penghubung Jepit-Pegas 7 1-2.3 Daftar Bahan Panel-kotak 7 1-3 Menggunakan Panel-kotak IC 8 1-3.1 Memasang Panel Rangkaian IC 8 1-3.2 Menguji suatu Rangkaian IC 8
PENGALAMAN PERTAMA DENGAN SEBUAH OP AMP 10 2-0 Pendahuluan 10 2-1 Terminal-terminal Op Amp 13 2-1.1 Terminal-Suplai Daya 13 2-1.2 Terminal Keluaran 14 2-1.3 Terminal-terminal Masukan 14 2-2 Gain Tegangan Untaian-Terbuka 16 2-2.1 Definisi 16 2-2.2 Perbedaan Tegangan Masukan 16 2-2.3 Kesimpulan77 2-3 Detektor Penyilang-Nol 18 2-3.1 Detektor Penyilang-Nol Tak-Membalik 18 2-3.2 Detektor Penyilang-Nol Pembalik 18 2-4 Detektor-detektor Taraf-Tegangan Positif dan Negatif 18 2-4.1 Detektor Taraf-Positif 18 24.2 Detektor Taraf-Negatif 22 2-5 Pemakaian Khas Detektor Taraf-Tegangan 22 2-5.1 Saklar yang Diaktifkan Suara 22 2-5.2 Voltmeter Kolom Cahaya 24 2-5.3 Detektor Asap 25 2-6 Pemrosesan Isyarat dengan Detektor Taraf-Tegangan 26 2-6.1 Pendahuluan 26 2-6.2 Pengubah Gelombang Sinus-ke-Persegi26 2-6.3 Pengendali Siklus-Tugas 27 2-6.4 Modulator Lebar-Pulsa27 2-7 Pertimbangan-pertimbangan Praktis 29
DAFTAR ISI ix 3-2 Penjumlah Pembalik dan Pembaur Audio 38 3-2.1 Penjumlah Pembalik 38 3-2.2 Pembaur Audio 39 3-3 Penjumlah Pembalik dengan Gain 40 3-4 Penguat Perata Pembalik 41 3-5 Pengikut Tegangan 42 3-5.1 Pendahuluan 42 3-5.2 Menggunakan Pengikut Tegangan 44 3-6 Penguat Tak-Membalik 45 3-7 Penjumlah Tak-Membalik 48 3-7.1 Penjumlah Tak-Membalik Dua-Masukan 48 3-7.2 Penjumlah Tak-Membalik N-Masukan 49 3-8 Cara-Kerja Suplai-Tunggal 50 3-9 Perbedaan antara Harga yang Diukur dan Harga yang Dihitung 51 PEMBANDING 53 4-0 Pendahuluan 53 ' * 4-1 Efek Gangguan pada Rangkaian Pembanding 54 4-2 Umpan-Balik Positif 54 4-2.1 Pendahuluan 54 4-2.2 Tegangan Ambang-Atas 54 4-2.3 Tegangan Ambang-Bawah 56 4-3 Detektor Penyilang-Nol dengan Histeresis 58 4-3.1 Mendefinisikan Histeresis 58 4-3.2 Detektor Penyilang-Nol dengan Histeresis sebagai suatu Elemen Memori 59 4-4 Detektor Taraf-Tegangan dengan Histeresis 60 AAA Pendahuluan 60 4-4.2 Detektor Taraf-Tegangan Tak-Membalik dengan Histeresis 61 4-4.3 Detektor Taraf-Tegangan Pembalik dengan Histeresis 63 4-5 Detektor Taraf-Tegangan dengan Penyetelan Bebas dari Histeresis dan Tegangan Tengah 64 4-5.1 Pendahuluan 64 4-5.2 Contoh Rancahgan: Rangkaian Pengendalian Pengisi-Batere 65 4-6 Mengendalikan Tegangan Keluaran dari Detektor Taraf-Tegangan 68 4-7 Pembanding Presisi IC, 111/311 69
DAFTAR ISI 4-7.1 Pendahuluan 69 4-7.2 Cara-kerja Terminal Keluaran 69 4-7.3 Cara-kerja Terminal Strobe 72 4-8 Detektor Jendela 72 4-8.1 Pendahuluan 72 4-8.2 Cara-kerja Rangkaian 72 4-9 Penundaan Penjalaran 74 4-9.1 Definisi 74 4-9.2 Pengukuran Penundaan Penjalaran 75 PEMAKAIAN PILIHAN UNTUK OP AMP 77 5-0 Pendahuluan 77 5-1 Voltmeter DC Resistansi Tinggi 77 5-1.1 Rangkaian Pengukur-Tegangan Dasar 77 5-2.1 Mengubah Skala Voltmeter 78 5-2 Voltmeter Resistansi-Tinggi Universal 79 5-2.1 Cara-kerja Rangkaian 79 i 5-2.2 Prosedur Rancangan 80 5-3 Pengubah Tegangan-ke-Arus: Beban Mengambang 81 5-3.1 Pengendalian Tegangan dari Arus Beban 81 5-3.2 Penguji Dioda Zener 81 5-3.3 Penguji Dioda 81 5-4 Penguji Dioda-Pernancar-Cahaya (LED) 83 5-5 Memberikan Arus Tetap ke Beban Terground 84 5-5.1 Pengubah Beda Tegangan-ke-Arus 84 5-5.2 Sumber Arus-Tinggi-Tetap, Beban Terground 85 5-6 Pengukuran Arus Hubungan-Singkat dan Pengubah Arus ke Tegangan 86 5-6.1 Pendahuluan 86 5-6.2 Menggunakan Op Amp untuk Mengukur Arus Hubungan- Singkat 88 5-7 Mengukur Arus dari Fotodetektor 88 5-7.1 Sel Fotokonduktif 88 5-7.2 Fotodioda 9 5-8 Penguat Arus 89 5-9 Pengukuran Energi Sel Surya 90 5-9.1 Pendahuluan Masalah 90
DAFTAR ISI XI 5-10 5-11 5-9.2 Mengubah Arus Hubungan-Singkat Sel Surya Menjadi Suatu Tegangan 91 5-9.3 Rangkaian Pembagi Arus (Konverter Arus-ke-Arus) 91 Penggeser Fasa 92 5-10.1 Pendahuluan 92 5-10.2 Rangkaian Penggeser Fasa 94 Proses Merekam Kecepatan-Tetap 95 5-11.1 Pendahuluan untuk Masalah Penggoresan-Rekaman 95 5-11.2 Modulasi Alur dengan Perekaman Berkecepatan-Tetap 95 5-11.3 Goresan-Lebih Rekaman dan Gangguan 96 5-11.4 Penyelesaian Masalah Goresan-Lebih Rekaman dan Gangguan 96 5-12 Playback Rekaman 98 5-12.1 Kebutuhan akan Penyamaan Playback 98 5-12.2 Gain Prapenguat dan Taraf Tegangan Isyarat 98 5-12.3 Cara-kerja Rangkaian Prapenguat Playback 100 5-13 Pengendalian Nada 101 5-13.1 Pendahuluan 101 5-13.2 Rangkaian Pengendalian Nada 102 2 PEMBANGKIT ISYARAT 105 6-0 Pendahuluan 105 6-1 Multivibrator Bergerak-Bebas 105 6-1.1 Kerja Multivibrator 105 6-1.2 Frekuensi Osilasi 707 6-2 Multivibrator Satu-Tembakan 109 6-2.1 Pendahuluan 109 6-2.2 Keadaan Stabil 110 6-2.3 Peralihan ke Keadaan Penentuan-Waktu 111 6-2.4 Keadaan Penentuan-Waktu 112 6-2.5 Jangka-Waktu Pulsa Keluaran 113 6-2.6 Waktu Pemulihan 113 6-3 Membangkitkan Gelombang Segitiga dan Gelombang Gigi-gergaji dengan sebuah Multivibrator 115 6-3.1 Pendahuluan 115 6-3.2 Pembangkit Gelombang-segitiga 115 6-4 Pembangkit Gelombang-segitiga dengan Kemiringan yang Dapat-disetel Bebas 116 6-5 Pembangkit Gelombang-Gigi-gergaji 117 i
DAFTAR IS I 6-6 Pewaktu dan Pembangkit Gelombang-segitiga dengan Integrator 117 6-6.1 Integrator 6-6.2 Teori Pembangkit-Tanjakan 6-6.3 Rangkaian Pembangkit-Tanjakan 120 6-7 Pewaktu yang Dapat-disetel 121 6-7.1 Uraian Rangkaian 121 6-7.2 Analisis Rangkaian 121 6-8 Pembangkit Gelombang-segitiga 123 6-8.1 Pendahuluan 123 6-8.2 Cara-kerja Dasar 124 6-9 Pembangkit Gelombang-Gigi-gergaji 127 6-9.1 Pendahuluan 127 6-9.2 Transistor Satu-Cabang Mampu-Program 129 6-9.3 Cara-kerja Pembangkit-Gelombang-Gigi-gergaji 130 6-10 Pengubah Tegangan-ke-Frekuensi 130 6-10.1 Osilator Terkendali-Tegangan 130 6-10.2 Modulasi Frekuensi dan Penguncian Pergeseran Frekuensi 131 6-11 Osilator Gelombang-Sinus 131,. 6-11.1 Teori Osilator 131 6-11.2 Menyusun Sebuah Osilator 132 6-11.3 Osilator Jembatan Wein 134 OP AMP DENGAN DIODA 137 7-0 Pendahuluan untuk Penyearah Presisi 137 7-1 Penyearah Gelombang-Setengah Linier 139 7-1.1 Pendahuluan 139 7-1.2 Penyearah Gelombang-Setengah Linier, Pembalik Keluaran Positif 139 7-1.3 Penyearah Gelombang-Setengah Linier Pembalik, Keluaran Negatif 142 7-1.4 Pemisah Polaritas Isyarat 143 7-2 Penyearah Presisi Rangkaian Harga Mutlak 144 7-2.1 Pendahuluan 144 7-2.2 Jenis-jenis Penyearah Gelombang-Penuh Presisi 145 7-2.3 Penyerarah Presisi Gelombang-Penuh dengan Tahanan yang Sama 147 7-2.4 Penyearah Gelombang-Penuh Presisi Impedansi Tinggi 147 7-3 Detektor Puncak 147
R ISI Xlll 7-3.1 Pengikut dan Penyimpan Puncak Positif 149 7-3.2 Pengikut dan Penyimpan Puncak Negatif 150 1-4 Pengubah AC-ke-DC 151 7-4.1 Rangkaian Pengubahan AC-ke-DC atau Rangkaian MAV 151 7-4.2 Penyerarah Presisi dengan Masukan Penjumlah Terground 152 7-4.3 Pengubah AC-ke-DC 152 7-5 Rangkaian Daerah-Mati 152 7-5.1 Pendahuluan 152 7-5.2 Rangkaian Daerah-Mati dengan Keluaran Negatif 154 7-5.3 Rangkaian Daerah-Mati dengan Keluaran Positif 156 7-5.4 Rangkaian Daerah-Mati Keluaran-Bipolar 156 7-6 Penjepit Presisi 156 1-1 Pengubah Gelombang Segitiga-ke-Sinus 159 PENGUAT DIFERENSIAL, PENGUAT INSTRUMENTASI, DAN PENGUATJEMBATAN 161 8-0 Pendahuluan 161 8-1 Penguat Diferensial Dasar 161 8-1.1 Pendahuluan 161 8-1.2 Tegangan Mode-Bersama 163 8-2 Penguat Diferensial dibandingkan Penguat Masukan-Tunggal 164 8-2.1 Mengukur dengan Penguat Masukan-Tunggal 164 8-2.2 Pengukuran dengan Penguat Diferensial 165 8-3 Memperbaiki Penguat Diferensial Dasar 165 8-3.1 Memperbesar Resistansi Masukan 765 8-3.2 Gain yang Bisa Disetel 166 8-4 Penguat Instrumentasi 168 8-4.1 Cara-kerja Rangkaian 168 8-4.2 Mengacu Tegangan Keluaran 170 8-5 Mengindera dan Mengukur dengan Penguat Instrumentasi 170 8-5.1 Terminal Pengindera 170 8-5.2 Pengukuran Arus dan Tegangan Diferensial 171 8-5.3 Mengendalikan Arus Beban 173 8-6 Penguat Jembatan Dasar 173 8-6.1 Pendahuluan 173 8-6.2 Cara-kerja 174 8-6.3 Termometer IC 176
DA FT A R 8-7 Menambahkan Keserbagunaan Pada Penguat Jembatan 176 8-7.1 Transduser Terground 176 8-7.2 Transduser Arus-TinggU 77 8-8 Pengukur Regangan dan Pengukuran Perubahan-Perubahan Resistansi yang Kecil 178 8-8.1 Pendahuluan untuk Pengukur Regangan 178 8-8.2 Bahan Pengukur Regangan 178 8-8.3 Menggunakan Data Pengukur-Regangan 178 8-8.4 Memasang Pengukur-Regangan 180 8-8.5 Perubahan Resistansi Pengukur-Regangan 180 8-9 Pengukuran Perubahan Resistansi Kecil 180 8-9.1 Kebutuhan akan sebuah Jembatan Resistansi 180 8-9.2 Jembatan Resistansi Dasar 180 8-9.3 Efek-efek Panas pada Keseimbangan Jembatan 182 8-10 Menyeimbangkan sebuah Jembatan Pengukur-Regangan 183 8-10.1 Teknikyangjelas7&? 8-10.2 Teknik yang Lebih - baik 184 8-11 Memperbesar Keluaran Jembatang Mengukur Regangan 185 8-12 Praktis Pemakaian Pengukur-Regangan 187 BIAS, OFSET, DAN DRIFT 190 9-0 Pendahuluan 190 9-1 Arus Bias Masukan 191 9-2 Arus Ofset Masukan 193 9-3 Efek Arus Bias pada Tegangan Keluaran 193 9-3.1 Penyederhanaan 193 9-3.2 Efek Arus Bias Masukan (-) 194 9-3.3 Efek Arus Bias Masukan (+) 195 9-4 Efek Arus Ofset pada Tegangan Keluaran 196 94.1 Arus-Pengkompensasi Pengikut Tegangan796 94.2 Arus-Pengkompensasi Penguat-penguat Lain 796 9-4.3 Ringkasan tengang Kompensasi Arus Bias 197 9-5 Tegangan Ofset Masukan 198 9-5.1 Definisi dan Model 198 9-5.2 Efek Tegangan Ofset Masukan pada Tegangan Keluaran 198 9-5.3 Pengukuran Tegangan Ofset Masukan 200
DAFTAR ISI XV 9-6 Tegangan Ofset Masukan untuk Rangkaian Penjumlah 201 9-6.1 Pembandingan Gain Isyarat dan Gain Tegangan Ofset 201 9-7 Efek-efek Me-Nol-Kan dari Tegangan Ofset dan Arus Bias 203 9-7.1 Urutan Perancangan atau Analisis 203 9-7.2 Rangkaian Nol untuk Tegangan Ofset 203 9-7.3 Prosedur Me-Nol-Kan untuk Tegangan Keluaran 205 9-8 Drift 205 9-9 Pengukuran Tegangan Ofset dan Arus Bias 270 -x LEBARPITA, LAJU UBAH, GAIMGGUAN, DAN KOMPENSASI \ \ J FREKUENSI 270 10-0 Pendahuluan 210 10-1 Tanggapan Frekuensi dari Op Amp 210 10-1.1 Kompensasi Frekuensi Dalam 210 10-1.2 Kurva Tanggapan-Frekuensi 211 10-1.3 Lebarpita Gain-Satu 212 10-1.4 WaktuNaik 213, ( 10-2 Gain Penguat dan Tanggapan-Frekuensi 214 10-2.1 Efek Gain Untaian-Terbuka pada Gain Untaian-Tertutup dari sebuah Op Amp, Cara-kerja DC 214 10-2.2 Hasil-kali Gain-Lebarpita 215 10-2.3 Lebarpita Isyarat-Kecil 216 10-3 Laju Ubah dan Tegangan Keluaran 218 10-3.1 Definisi Laju Ubah 218 10-3.2 Sebab dari Pembatasan Laju-Ubah 2/# 10-3.3 Pembatasan Laju-Ubah untuk Gelombang Sinus 219 10-3.4 Laju-Ubah Memudahkan 220 10-4 Gangguan dalam Tegangan Keluaran.220 10-4.1 Pendahuluan 220 10-4.2 Gangguan dalam Rangkaian Op Amp 222 10-4.3 Gain Gangguan 223 10-4.4-Gangguan dalam Penjumlah Pembalik 223 10-4.5 Ringkasan 223 10-5 Kompensasi Frekuensi Luar 224 10-5.1 Kebutuhan akan Kompensasi Frekuensi Luar 224 10-5.2 Kompensasi Kapasitor-Tunggal 224 10-5.3 Kompensasi Frekuensi Umpan-Maju 225
DAFTAR ISI MODULASI, DEMODULASI, DAN MENGUBAH FREKUENSI DENGAN PENGALI 228 11-0 Pendahuluan 228 11-1 Mengalikan Tegangan DC 228 11-1.1 Faktor Skala Pengali 228 11-1.2 Kuadran-kuadran Pengali 229 11-1.3 Kalibrasi Pengali 232 11-2 Mengkuadratkan sebuah Bilangan atau Tegangan-Dc 232 11-3 Menggandakan Frekuensi 233 11-3.1 Prinsip untuk Pengganda Frekuensi 233 11-3.2 Mengkuadratkan Tegangan Sinus2J5 11-4 Deteksi Sudut Fasa 235 114.1 TeoriDasar 235 114.2 Pengukur Sudut Fasa 237 11-4.3 Sudut Fasa yang Lebih Besar dari 90 238 11-5 Pendahluan untuk Modulasi Amplituda 238 11-5.1 Kebutuhan akan Modulasi Amplituda 238 11-5.2 Mendefinisikan Modulasi Amplituda 238 11-5.3 Pengali yang Digunakan sebagai Sebuah Modulator 240 11-5.4 Matematika Modulator Seimbang 240 11-5.5 Frekuensi Jumlah dan Frekuensi Beda241 11-5.6 Frekuensi Sisi dan Pita Sisi 243 11-6 Modulasi Amplituda Baku 245 11-6.1 Rangkaian Modulator Amplituda 245 11-6.2 Spektrum Frekuensi sebuah Modulator AM Baku 246 11-6.3 Pembandingan Modulator AM Baku dan Modulator Seimbang 246 11-7 Mendemodulasi Tegangan AM 24 7 11-8 Mendemodulasi Tegangan Modulator Seimbang 248 11-9 Modulasi dan Demodulasi Pita-Sisi-Tunggal 249 11-10 Penggeseran Frekuensi 249 11-11 Pembagi Analog 253 ll-12mencari Akar 254 11-13 Penerimaan Modulasi Amplituda Universal 255 11-13.1 Menala dan Mencampur 255 11-13.2 Penguat Frekuensi-Antara 257 11-13.3 Proses Deteksi 257 11-13.4 Penerima AM Universal 257
DAFTAR ISI XVU 12 13 FILTER AKTIF 260 12-0 Pendahuluan 260 12-1 Filter Low-Pass Dasar 262 12-1.1 Pendahuluan 262 12-1.2 Merancang Filter 262 12-1.3 Tanggapan Filter 264 12-2 Pendahuluan untuk Filter Butterworth 265 12-3 Filter Butterworth Low-Pass-40-dB/Dekade 266 12-3.1 Prosedur Rancangan yang Disederhanakan 266 12-3.2 Tanggapan Filter 268 12-4 Filter Butterworth Low-Pass-60-dB/Dekade 268 12-4.1 Prosedur Perancangan yang Disederhanakan 268 12-4.2 Tanggapan Filter 270 12-5 Filter-filter Butterworth Hig-Pass 271 12-5.1 Pendahuluan 277 12-5.2 Filter 20-dB/Dekade 272 12-5.3 Filter 40-dB/Dekade 2 74 12-5.4 Filter 60-dB/Dekade 275 ' «12-5.5 Pembandingan Besar dan Sudut Fasa 277 12-6 Filter-filter Band-Pass 278 12-6.1 Pendahuluan 275 12-6.2 Filter-filter Band-Pass Pita-Sempit 279 12-6.3 Filter-filter Pita-Lebar 281 12-7 Filter-filter Takik 252 PEWAKTU RANGKAIAN TERPADU 286 13-0 Pendahuluan 286 13-1 Cara Kerja Pewaktu 555 2 fj 13-2 Terminal-terminal 555 288 13-2.1 Terminal Paket dan Terminal Suplai Daya 288 13-2.2 Terminal Keluaran288 13-2.3 Terminal Reset 288 13-2.4 Terminal Pengosongan 290 13-2.5 Terminal Tegangan Pengendalian 291 13-2.6 Terminal Picu dan Terminal Ambang 291 13-2.7 Penundaan Waktu Daya-"hidup" 294
XVI11 DAFTAR ISI 13-3 Cara Kerja Bergerak Bebas atau Astabil 294 13-3.1 Cara-Kerja Rangkaian 294 13-3.2 Frekuensi Osilasi 295 13-3.3 Siklus Tugas 297 13-3.4 Memperbesar Silus Tugas 29 7 13-4 Pemakaian 555 Sebagai sebuah Multivibrator Astabil 299 13-4.1 Osilator Pemecah-Nada 299 134.2 Osilator Siklus-Tugas-Variabel 300 13-5 Cara Kerja Satu-Tembakan atau Monostabil 301 13-5.1 Pendahuluan 301 13-5.2 Rangkaian Denyut Masukan 303 13-6 555 sebagai sebuah Multivibrator Satu-Tembakan 304 13-6.1 Pengendalian Pengisian Permukaan-Air 304 13-6.2 Saklar Sentuh 304 13-6.3 Pembagi Frekuensi 304 13-6.4 Detektor Pulsa Hilang 306 13-7 Pendahuluan untuk pewaktu Penghitung 307 13-8 Pewaktu/Penghitung Mampu-Program XR 2240 307 13-8.1 Uraian,Rangkaian 307 '»" 13-8.2 Cara-kerja Penghitung 308 13-8.3 Memprogram Keluaran 311 13-9 Pemakaian Pewaktu/Penghitung 312 13-9.1 Pemakaian Penentuan Waktu 312 13-9.2 Osilator Bergerak-bebas, Keluaran Sinkron 314 13-9.3 Pembangkit Isyarat Pola Biner 314 13-9.4 Pengsintesa Frekuensi 315 14 SUPLAI DAYA DAN PENGUAT DAYA 319 14-0 Pendahuluan 319 14-1 Pendahuluan untuk Suplai Daya Tak-teratur 320 14-1.1 Trafo Daya 320 14-1.2 Dioda Penyearah 321 14-1.3 Kapasitor Filter 322 14-1.4 Beban 322 14-2 Memperkirakan Pengaturan Tegangan DC dan Tegangan Riak AC 323 14-2.1 Perubahan Tegangan Beban bersama Arus Beban 323 14-2.2 Kurva Pengaturan Tegangan DC 324 14-2.3 Meramalkan dan Mengurangi Tegangan Riak AC 326 14-2.4 Tegangan Beban Sesaat Minimum 327
DAFTAR ISI XIX 14-3 Suplai Daya Bipolar dan Suplai Daya Tak-teratur Dua-Harga 327 14-3.1 Suplai Daya Bipolar atau Positif dan Negatif 327 14-3.2 Suplai Daya Dua-Harga 329 14-4 Kebutuhan akan Pengaturan Tegangan 329 14-5 Pengatur Dioda Zener 329 14-5.1 Sifat-sifat Dioda Zener 329 14-5.2 Pengatur Tegangan Zener 330 14-6 Pengatur Tegangan Op Amp Dasar 331 14-6.1 Pengat u r Op Amp 331 14-6.2 Pengatur Op Amp dengan Acuan Zener 333 14-7 Pendorong-Arus Pengatur Op Amp 333 14-7.1 Transistor Pass 333 14-7.2 Transistor Pendorong-Arus 335 14-8 Pencegahan Hubungan-Singkat atau Beban-lebih 335 14-9 Pengatur Tegangan-Positif Tiga-Terminal Bisa Disetel-LM 317 HV 337 14-9.1 Menyetel Tegangan Keluaran Teratur 337 14-9.2 Sifat-sifat LM 317 HV 337 14-9.3 Pengatur Tegangan-Negatif Bisa Disetel 339, 14-10 Suplai Daya Teratur Bipolar 339 14-11 Penguat Daya 340
XX DAFTAR ISI Apendiks 1: PENGUAT OPERASIONAL TERKOMPENSASI FREKUENSI la 741 345 Apendiks 2: PENGUAT OPERASIONAL LM301A 354 Apendiks 3: PEMBANDING TEGANGAN LM311 359 Apendiks 4: PENGATUR-WAKTU 555 367 Apendiks 5: PENGATUR-WAKTU/PENGH ITUNG YANG MAMPU- PROGRAM 372