Prinsip Dakwah via Media Sosial

dokumen-dokumen yang mirip
I. PENDAHULUAN. Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) telah memberikan

Heri Indrianto 1), Imanuel Susanto 2), Agustinus Fritz Wijaya 3)

BAB I PENDAHULUAN. Informasi yang berkualitas merupakan informasi yang strategis untuk

TINGKAT PENERIMAAN MAHASISWA TERHADAP PENGGUNAAN SITUS JEJARING SOSIAL SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN. Abstrak

1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Media tradisional seolah-olah mendapatkan pesaing baru dalam

BAB I PENDAHULUAN. menawarkan produk atau jasa yang perusahaan miliki dengan tujuan untuk

ANALISIS AWAL PENERIMAAN APLIKASI E-KRS MENGGUNAKAN PENDEKATAN TAM (TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL)

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PEMBELAJARAN (GBPP) Mata Kuliah : Psikologi Sosial II

BAB I PENDAHULUAN. (hardware) dan perangkat lunak (software) memberikan kekuatan untuk mengelola

ANALISIS PENERIMAAN SISTEM E-LEARNING MENGGUNAKAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL. Sri Lestari Universitas Widyatama Bandung

PENGGUNAAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL SEBAGAI DASAR USULAN PERBAIKAN FASILITAS PADA LAYANAN MOBILE INTERNET

Fitri Imandari Endang Siti Astuti Muhammad Saifi Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya ABSTRAK

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pada era globalisasi sekarang ini perkembangan teknologi berdampak

BAB V PENUTUP. nilai yang dihasikan belum memenuhi kriteria Goodness of fit atau nilai

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. penilitian terdahulu mengenai technology acceptance model dan situs jejaring

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL: MENGUJI KEEFEKTIVAN PENERIMAAN SISTEM INFORMASI TERPADU (SISTER) DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS JEMBER

PENGUKURAN KEPUASAN PENGGUNA TERHADAP PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI PADA SISTEM HRIS UNIVERSITAS BINA DARMA

PROSES PENGOLAHAN PESAN PERSUASI APARTEMEN UTTARA THE ICON PADA WARGA DUSUN KARANGWUNI. Oleh: Odilia Kristiasih Yudi Perbawaningsih.

BAB 5 SIMPULAN, KETERBATASAN, DAN SARAN

BAB II KAJIAN PUSTAKA

negeri namun tetap menuntut kinerja politisi yang bersih.

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN. diperkenalkan oleh Fred D. Davis. Davis et al. (1989) menyebutkan bahwa TAM

Regina Bellanandra / Yudi Perbawaningsih. Abstrak

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN PERUMUSAN HIPOTESIS. 1. Teori Technology Acceptance Model (TAM)

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. baik yang berorientasi pada profit maupun nonprofit khususnya pada sektor

Model-Model User Acceptance

PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP MINAT DAN PERILAKU BELAJAR SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS/KEJURUAN (SMA/SMK) DI KOTA BIMA. KHAIRUNNISA, S.Pd., M.

BAB I PENDAHULUAN. Ibid, hlm Jogiyanto, Sistem Informasi Keperilakuan Edisi Revisi. Yogyakarta: Penerbit Andi, Tahun 2009, hlm 111.

BAB I PENDAHULUAN. untuk penerimanya sehingga dapat bermanfaat dan dapat digunakan oleh

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pikkarainen et al. (2004: 204) mendefinisikan E-banking sebagai sebuah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada era global ini perkembangan internet telah mengalami perkembangan yang cukup pesat. Perkembangan internet

ANALISIS PENERIMAAN E-LEARNING OLEH SISWA SMKN 2 WONOSARI MENGGUNAKAN PENDEKATAN PERLUASAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM)

BAB I PENDAHULUAN. fungsi standar menjadi hadirnya sebuah telepon seluler pintar atau smartphone

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

ANALISIS PENERIMAAN SISTEM INFORMASI BERBASIS WEB DENGAN MENGGUNAKAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL

BAB 3 LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan Information and Communication Technology ( ICT ) yang. keuntungan yang masuk, baik secara finansial maupun jaringan.

BAB I PENDAHULUAN. media layanan elektronik (e-channel) saat ini telah jauh berkembang. Bahkan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. (Jogiyanto, 2005 : 1). Sampai saat ini teknologi informasi (TI) telah

Pembelajaran Jarak Jauh dengan Penerapan Konsep Web 2.0

Kajian Mengenai Penerimaan Teknologi dan Informasi Menggunakan Technology Accaptance Model (TAM)

KESIMPULAN DAN SARAN. Kesimpulan

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN PROGRAM STUDI S1-PSIKOLOGI

BAB I PENDAHULUAN. tidak terkecuali di bidang pendidikan. Pemanfaatan sistem informasi ini sangat

BAB I PENDAHULUAN. Kemajuan teknologi mempermudah masyarakat untuk mengakses internet

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. menggunakan pendekatan teori perilaku (behavioral theory) yang banyak

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB V PENUTUP. maka dapat diambil kesimpulan yang diuraikan sebagai berikut: diketahui bahwa variabel Kepercayaan berpengaruh tidak signifikan

RANCANGAN PEMBELAJARAN MATA KULIAH PSIKOLOGI KOMUNIKASI

PENDAHULUAN Latar Belakang

MODUL KAPITA SELEKTA PERIKLANAN (3 SKS) Oleh : Drs. Hardiyanto, M.Si

BAB I PENDAHULUAN. dalam Wahyuningtyas 2013). Kebutuhan dasar manusia adalah hal-hal. penting untuk bertahan hidup dan kesehatan.

Prosiding SNaPP2014Sains, Teknologi, dankesehatanissn EISSN

FUNGSI KOMUNIKASI MELALUI MEDIA MASSA KOMUNIKASI MASSA PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN JAYA 2015

ANALISIS PENERIMAAN SISTEM e-learning SMK LABOR PEKANBARU DENGAN MENGGUNAKAN TECHOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM)

V. SIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN. Berdasarkan latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian dan paparan hasil

PENGARUH PERSEPSI KEMUDAHAN DAN PERSEPSI KEMANFAATAN TERHADAP PENGGUNAAN YOUTUBE DENGAN PENDEKATAN TAM

BAB 5 SIMPULAN, KETERBATASAN DAN SARAN

Psikologi Sosial. Persepsi Sosial 3. Reno Laila Fitria, M.Si. Modul ke: Fakultas Psikologi. Program Studi Psikologi.

Pengembangan Perangkat Lunak Untuk Model Pengelolaan Kuliah Bersama pada Karakteristik Lembaga Penyelenggara Berbeda

Chapter 12. Ocvita Ardhiani Komunikasi Multimedia

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

1. Pendahuluan. Prosiding SNaPP2014 Sains, Teknologi, dan Kesehatan ISSN EISSN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB I PENDAHULUAN. lingkungan bisnis. Perubahan lingkungan bisnis memaksa organisasi untuk

Komunikasi Massa menurut bittner (Ardianto, 2007:3) adalah pesan yang

BAB II KERANGKA TEORITIS. Sistem merupakan kelompok elemen-elemen yang berintegrasi untuk

BAB III LANDASAN TEORI

KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS

ANALISIS PENERIMAAN PELANGGAN TERHADAP SISTEM INFORMASI WEBSITE PLN DENGAN MODEL TAM

Transkripsi:

APLIKASIA: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama ISSN 1411-8777 Volume 1, Nomor 1, 2016 Page: 51-55 ONLINE: ejournal.uin-suka.ac.id/pusat/aplikasia Prinsip Dakwah via Media Sosial Musthofa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Indonesia Email: musthofa1@uin-suka.ac.id A. Pendahuluan Media sosial menghilangkan batasan manusia dalam bersosialisasi. Batasan waktu dan ruang menjadi tidak berpengaruh. Media sosial memungkinkan manusia berkomunikasi satu sama lain di mana pun mereka berada dan kapanpun, tanpa merisaukan seberapa jauh jarak di antar mereka dan tidak terpengaruh waktu (siang ataupun malam). Media sosial memberi dampak besar pada kehidupan kita saat ini. Seseorang yang asalnya tidak dikenal bisa seketika menjadi tenar dengan media sosial, begitu pun sebaliknya, orang hebat dalam ekejap bisa menjadi tak bernilai oleh kekuatan media sosial. Media sosial merupakan sekelompok aplikasi berbasis internet yang dibangun di atas dasar ideology dan teknologi Web 2.0 dan memungkinkan penciptaan dan pertukaran user generated content (Kaplan, Andreas M, Michael Haenlein: 2010). Media sosial dapat memberi manfaat besar bila kita dapat mempergunakannya. Terkait dengan aktivitas dakwah, da i juga dapat dimanfaatkan media sosial sebagai sarana dakwah. Pemahaman terhadap karakteristik pengguna media dan kepentingan mereka (baik yang disadari atau tidak) dapat dikembangkan prinsip berdakwah via media sosial. Hal tersebut karena media sosial dapat menjadikan setiap orang untuk mejadi komunikator massa. Setiap individu bisa menjadi narasumber maupun menjadi da i tanpa harus melalui media televisi, radio maupun media cetak. Karakteristik media sosial yang terbuka dan masif menjadikan media ini bisa digunakan untuk sarana kebaikan dan bisa pula untuk sarana kejahatan. Media sosial dapat menyajikan informasi yang benar dan dapat pula yang tidak benar. Hal ini dikarenakan informasi yang disajikan kadang dimaksudkan untuk kebaikan bersama namun ada pula yang dimaksudkan untuk memperoleh keuntungan pribadi melalui fasilitas media sosial. Keadaan tersebut menjadikan pengguna media sosial akan memilih sendiri sajian bacaan di media sosial. Mereka akan cenderung memilih mengikuti informasi yang cocok, meski kadang belum tentu baik dan benar. Memahami karakteristik pengguna media sosial menjadi penting dalam mengembangkan dakwah via media sosial ini. Da i dapat membawa pada interaksi yang efektif dengan memahami kepentingan mereka dalam beraktivitas di media sosial dapat memberikan arah pendekatan dakwah dan sekaligus materi dakwah yang hendak disampaikan. B. Interaksi Sosial dalam Dakwah Pada prinsipnya dakwah merupakan aktivitas mengubah sasaran dakwah agar mengikuti dan menjalankan ajaran Islam. Ajakan ini dilakukan dengan mendekati sasaran sesuai dengan karakteristik mereka dan kecenderungan mereka. Ketika kita menggunakan suatu media, maka jensi media dan karakter komunitas pengguna media perlu difahami, sebab perbedaan kultur pengguna mempengaruhi kekuatan efek penggunaan media sosial (McGarth, 2009).

Musthofa Gambar 1 Interaksi dalam aktivitas dakwah bermedia. Gambar 1 memberikan gambaran tentang bagaimana interaksi antara komponen yang terlibat dalam aktivitas dakwah. Materi dakwah tidak akan dengan serta merta disampaikan kepada sasaran dakwah daam bentuk raw input. Ia perlu didesain agar sesuai dengan kodnisi dan kekuatan interaksi dai dengan sasaran dakwah. Lebih lanjut dapat dicermati pembahasan berikut. 1. Karakteristik Pengguna Media Sosial Terdapat penjelasan tentang mengapa orang menggunakan media sosial. Penjelasan ini dapat menjadi acuan untuk membahas masalah dakwah via media sosial. Model ini menjelaskan bahwa aktivitas penggunaan edia sosial diawali dengan ketersediaan software, hardware dan kemampuan menggunakan. Ketersediaan fasilitas memunculkan faktor kemudahan menggunakan dan faktor manfaat. Faktor manfaat (perceived usefulness) merujuk pada sejauh mana individu itu percaya bahwa menggunakan suatu perangkat sistem akan meningkatkan prestasi kerja orang tersebut (Davis, 1989). Berdasar pemahaman tersebut, dimensi kemanfaatan dapat dilihat dari segi meningkatkan produktivitas dan menjadikan kerja lebih efektif (tentunya dalam pandangan subjektif pengguna). Akibat dari semua itu adalah terbentuknya jaringan antar pribadi dan sosial (interpersonal and social network). Jaringan antar pribadi dan sosial merujuk pada penggunaan media sosial sebagai media komunikasi, sosialisasi atau pergulan antara keluarga, saudara, sejawat, teman, tokoh politik maupun selebriti (Park, 2009). Pada gilirannya semua itu akan mempengaruhi kehidupan penggunanya dalam kehidupan sehari-hari. Gambar 2 Model penerimaan teknologi (Davis, 1989). 52 APLIKASIA: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama, Vol. 1, No. 1, 2016

Prinsip Dakwah Via Media Sosial 2. Interaksi Pesan Dengan Sasaran Dakwah Dakwah merupakan aktivitas mengubah sasaran dakwah. Pengubahan diarahkan pada aspek persepsi, sikap dan perilaku. Aktivitas ini dilakukan dengan mendesain pesan sesuai dengan kecenderungan sasaran dan tingkat keberagamaan sasaran. Penyusunan ini pelu dilakukan dengan memperhatikan karaktristik sasaran dakwah sebagai penerima pesan.petty dan Cacioppo (1986) menjelaskan terdapat dua karakter penerima pesan, yaitu low elaboration dan high elaboration. Gambar 4 Jalur penerimaan pesan persuasi (diadaptasi dari Petty dan Cacioppo, 1986 dalam Baron & Byrne, 1991). Terdapat perbedaan karakteristik penerimaan pesan antara keduanya. Pada penerima dengan karakter high level elaboraton menggunakan jalur sentral dalam mencerna pesan. Mereka akan mencerna dengan pesan berdasar kualitas argumentasi. Artinya sasaran akan menerima pesan berdasarkan kualitas argumentasi. Adapun penerima pesan dengan low level elaboration menerima pesan melalui jalur peripheral, mereka akan menerima pesan tergantung pada siapa atau apa sumber pesannya. Makin kuat pengaruh (kredibilitas) sumber pesan maka akan makin mudah terjadi penerimaan pesan oleh kelompok ini. Dengan demikian efektivitas pesan tergantung pada kapasitas sumber pesan. C. Prinsip Mengubah Sasaran Dakwah via Media Sosial Paling tidak terdapat dua hal yang bida menjadi dasar prinsip pembentukan. Pertama, gunakan kekuatan sosial (komunitas sosial, kredibilitas atau sumber kekuatan lainnya) untuk mendapatkan penerimaan materi pesan dan yang kedua memberi dorongan untuk berubah dengan persuasi yang sukup menggerakkan motivasi namun tidak memberi tekanan psikologis. Kedua hal tersebut diimplementasikan dalam dua bentuk prinsip dakwah via media sosial. Pertama, materi perlu disampaikan dengan merujuk pada sumber nash asli (ayat dalam Al Quran dengan menyebut surat dan ayatnya dan haditsdengan menyebut rawi hadits beserta nomor urut dari kitab kumpulan hadits tersebut). Materi disampaikan secara lugas dan tidak terlalu bantak memasukkan opini da i. pengembangan materi dilakukan dalam bentuk mengkaitkan ayat atau hadits dengan fenomena di sekitar sasaran dakwah. Bagi sasaran dakwah dengan tipe elaborasi tinggi, hal ini bisa cukup diterima dikarenakan da i menyampaikan dengan lebih sedikit menyertakan pertimbangan logika nalar penyampai pesan. Hal tersebut dapat menghindari terjadinya keraguan sasaran dakwah tipe ini dikarenakan materi yang disampaikan terhindar dari kerentanan untuk didebat atau ditentang. APLIKASIA: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama, Vol. 1, No. 1, 2016 53

Musthofa Bagi sasaran dakwah dengan tipe ekaborasi rendah, kehadiran materi pesan yang disampaikan dengand mengungkap sumber asli secara elngkap cukup dapat memberi informasi bahwa materi yang disampaiakn cukup kredibel. Dikarenakan penerimaan pesan dan penyerapannnya tergantung pada kunci persuasi, maka sumber informasi yang berkualitas dapat membantu memberikan dukungan agar materi dapat diterima sasaran dakwah tipe elaborasi rendah ini. Kedua, cukup dorong sasaran dengan motivasiuntuk berbuat. Artinya memberi dorongan untuk berubah pada sasaran dakwah cukup dengan persuasi yang bisa menggerakkan motivasi namun tidak memberi tekanan psikologis pada sasaran dakwah. Secara teoritis, makin kuat tekanan yang mendorong seseorang untuk berbuat yang bertentang dengan sikap awalnya (di luar batas yang dibutuhkan untuk menimbulkan dorongan berperilaku) maka akan makin sedikitlah perubahan yang terjadi. Realisasi untuk prinsip yang kedua ini dapat dilakukan dalam dua bentuk aktivitas da i: 1. Memberi kebebasan padasasaran dakwah untuk menentukan sendiri kemauan untuk berubah. Artinya kunci penentu perubahan ada pada diri sasaran itu sendiri dan bukan padapihak yang mendorong berubah(terdapat freedom of choice). Da I cukup berposisi sebagai pendorong dan melanjutkan dengan menjadi konsultan untuk pengamalan atas dorongan perubahan itu. Sasaran dakwah yang menentukan sendiri bagaimana ia berubah dan menetapkn perilakunya. 2. Target perubahan harus sesuai dengan kemampuan sasaran dakwah. Da I tidak perlu mengungkapkan perilaku-periaku ideal yang kemungkinan terlalu jauh dan sulit untuk dilakukan sasaran dakwah. Apabila hal ini diungkapkan maka akan berkaibat pada keputus-asaan sasaran dakwah dikarenakan perilaku yang hendak dicapai sulit atau terlalu berat untuk direalisasikan. Efek buruk yang terjadi adalah sasaran dakwah mengundurkan diri dari kemauan untuk berubah dikarenakan merasa tidak mampu melakukan perilaku yang dituntutkan oleh agama. D. Kesimpulan 1. Sasaran dakwah via media sosial memiliki kultur membaca secara cepat dan lebih cenderung memilih bacaan yang memiliki kekuatan interaksi dengan mereka. 2. Faktor manfaat bacaan yang sesuai dengan kepentingan pembaca menjadi hal yang harus diperhatikan da I penyusun esan dakwah. 3. Materipesan dakwha perlu disampaikan secara lugas dan ringkas. 4. Pencantuman sumber rujukan pesan dakwah, terutama penyebutan ayat dalam Al Quran yang dirujuk atau rawi hadits beserta nomor urut dari kitab hadits yang dirujuk, menjadi hal penting dalam penyampaian pesan dakwah via media sosial. 54 APLIKASIA: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama, Vol. 1, No. 1, 2016

Prinsip Dakwah Via Media Sosial DAFTAR PUSTAKA Azwar, Syaifudin. Sikap Manusia: Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta: Pustaka pelajar, 1998. Baron, RA & Byrne, D. Social Psychology. Understanding human interation, 6 th edition. Boston: Allyn & Bacon, 1991. Berhm, S.S & Kassin, S.M. Social Psychology. Boston Houghton Mifflin Company, 1990. Davis, F.D. Perceived Usefulness (1989), Perceived Easy of Use and User Acceptance of Information Technology. MIS Quarterly, 13 (3): 319 340. Kaplan, A.M. & Muchael Haenlein (2010), Users of the world, unite! The challenges and opportunities of social media. Bussines Horizons, 53 (1): 59 68. Park, S.Y (2009), An analysis of the technology acceptance model in understanding university students behavioral intention to use e-learning. Ducational Technology & Society, 12 (2), 150-162. Secord, P.F. & Backman, C.W. Social Psychology. New York: McGraw-Hill Book Company, 1964. APLIKASIA: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama, Vol. 1, No. 1, 2016 55