STRENGTH BASED ASSESSMENT PADA MAHASISWA BERWIRAUSAHA

dokumen-dokumen yang mirip
ABSTRAK. Kata Kunci: Alokasi Dana Desa, Pemberdayaan Masyarakat,Perspektif PP No. 60 Tahun 2014 Dan Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah.

KAJIAN TUMBUH-KEMBANG KEWIRAUSAHAAN DALAM RANGKA PENGEMBANGAN EKONOMI LOKAL (Studi Kasus : Usahatani Sayur-Mayur di Kecamatan Sukaraja Kabupaten

Kebijakan Ditjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan

Pengembangan Pusat Kewirausahaan dan Produktivitas Nasional

Training, Learning, Education and Development ADHYATMAN PRABOWO, M.PSI

Pengembangan Pusat Kewirausahaan dan Produktivitas Nasional

URGENSI WIRAUSAHA. Dindin Abdul Muiz Lidinillah PENDIDIKAN DASAR KOPERASI (DIKSARKOP) UNIT KOPERASI MAHASISWA (KOPMA)

Dampak Pelayanan Rehabilitasi Sosial terhadap Kemandirian Penyandang. Disabilitas Tubuh Panti Sosial Bina Daksa Bahagia Sumatera Utara Pasca

PENINGKATAN KUALITAS SISWA TERAMPIL IPTEK DENGAN EDUKASI KOMPUTER BAGI SISWA SD DI DUSUN WONOLELO

ABSTRAK. vii. Universitas Kristen Maranatha

S U T A R T O NIM : Program Studi Teknik dan Manajemen industri

ANALISIS KEBIJAKAN PUBLIK ILMU ADMINISTRASI NEGARA

STUDI TENTANG PRAKTEK CORPORATE ENTREPRENEURSHIP DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEPUASAN KERJA STUDI KASUS: LEMBAGA PASAR MODAL PT ABC PROYEK AKHIR

Becoming A PERSON of INFLUENCE. Maximize Your Leadership Potential

Definisi dan Ruang Lingkup Praktek Konseling Rehabilitasi. Oleh Didi Tarsidi <a href=" Pendidikan Indonesia (UPI)</a>

PEMBENTUKAN JIWA WIRAUSAHA DI DUSUN CANDRAN MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN DAN PEMASARAN KRIPIK BONGGOL PISANG

Pekerjaan yang Layak untuk Ketahanan Pangan

SHARE SOCIAL WORK JURNAL VOLUME: 5 NOMOR: 1 HALAMAN: 1 - ISSN:

BY DWIYADI SURYA WARDANA, SE, MM STIE WIDYA MANGGALA SEMARANG

DUKUNGAN WHO INDONESIA TERHADAP STANDARISASI KURIKULUM PELATIHAN GIZI OLEH: SUGENG EKO IRIANTO

PENGEMBANGAN ASPEK ENTREPRENEURSHIP

ANALISIS KEBIJAKAN PUBLIK IAN UNY 2012 UTAMI DEWI

PENINGKATAN KAPASITAS ENTREPRENEURSHIP MELALUI PELATIHAN DAN MAGANG BAGI TENANT DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO

ABSTRAK PERANCANGAN GRAFIS UNTUK MENDUKUNG KAMPANYE MENGGALI POTENSI REMAJA. Oleh Stevanus Gunawan NRP

ABSTRAK. Kata Kunci : Kreativitas, Guru, Metode Pembelajaran

KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN PADA PT PERKEBUNAN NUSANTARA III DISTRIK DELI SERDANG II

KURIKULUM MAGISTER MANAJEMEN

PENGAMBILAN KEPUTUSAN MAHASISWA NON MUSLIM UNTUK STUDI DI PERGURUAN TINGGI ISLAM NASKAH PUBLIKASI

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

INDUSTRIAL ENGINEERING

INTERPERSONAL SOFTSKILLS

PENILAIAN TUTOR TERHADAP PENGUASAAN PENGELOLAAN PROSES PEMBELAJARAN

Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Program Studi Strata I pada Jurusan Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

INTISARI. Kata kunci : Komitmen Organisasi, Komitmen Profesional, Kepuasan Kerja. Universitas Kristen Maranatha

PENGEMBANGAN MODEL ALOKASI BIAYA PENYEDIAAN AIR BERSIH STUDI KASUS P 3 KT KODYA DENPASAR TESIS. oleh. Putu Gede Suranata

Pengantar : Mengapa semakin diperlukan kepemimpinan-1

PENYULUHAN PETERNAKAN Pengertian Penyuluhan. Disajikan oleh Suharyanto, S.Pt., M.Si (bahan dikompilasikan dari berbagai sumber)

(bisnis) sehingga istilah entrepreneur dapat diartikan sebagai orang yang berani atau perkasa dalam usaha/bisnis. (Arman Hakim Nasution, 2007)

PENYULUHAN MOTIVASI KEWIRAUSAHAAN UNTUK PARA REMAJA

PERANAN GURU BK DALAM MEMBENTUK KONSEP DIRI (SELF CONCEPT) PESERTA DIDIK DI SMP NEGERI 11 PADANG. Oleh: Fitri Yumilda * Fitria Kasih ** Nofrita **

UPAYA GURU BK DALAM MENGATASI PESERTA DIDIK YANG UNDER ACHIEVER ARTIKEL. Gusri Defriani NPM :

RANCANGAN PENILAIAN MANAJEMEN KINERJA BERDASARKAN KRITERIA MALCOLM BALDRIGE UNTUK KINERJA TERBAIK (STUDI DI PT. INDONESIA POWER) PROJEK AKHIR

BAB I PENDAHULUAN. mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Kemampuan tersebut diperlukan

21 BIMBINGAN KETERAMPILAN ANAK TUNAGRAHITA

A DESCRIPTIVE STUDY ON THE USE OF SONG AS A TECHNIQUE OF TEACHING VOCABULARY AT ELEMENTARY SCHOOL A THESIS

EFFECTIVE COST MANAGEMENT

PENULISAN HUKUM / SKRIPSI TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PEMBUKTIAN CYBER CRIME DALAM PERSPEKTIF HUKUM POSITIF DI INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN. Tabel 1.1. Tingkat pengangguran terbuka penduduk usia 15 tahun ke atas menurut

HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN PRESTASI BELAJAR PADA SISWA KELAS II SMK KESEHATAN BHAKTI KENCANA TASIKMALAYA

Abstrak. i Universitas Kristen Maranatha

KOMPETENSI DAN INDEPENDENSI AUDITOR TERHADAP KUALITAS AUDIT OLEH: RENY FRISCILA

MODULE 1 GRADE XI VARIATION OF EXPRESSIONS

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

HEALTH PROMOTION: PRINCIPLES. Drs. Wiranto, M.Kes.

Abstrak. Universitas Kristen Maranatha

STRATEGI PEMBERDAYAAN KOPERASI MENUJU GLOBAL COOP

Membangun Menara karakter (Indonesian Edition)

ABSTRAK. Oleh Febrian Wibisono NRP :

Universitas Kristen Maranatha

PERSEPSI MAHASISWA AKUNTANSI UNIVERSITAS AIRLANGGA ANGKATAN TERHADAP KECERDASAN EMOSIONAL UNTUK MENDUKUNG AKUNTAN MENJADI PROFESIONAL

ABSTRAK. Kata Kunci : Informed Consent dalam keadaan darurat, Perlindungan Hukum bagi Dokter

Swasti Nareswari. Student Number: ENGLISH LETTER STUDY PROGRAMME FACULTY OF LETTERS SOEGIJAPRANATA CATHOLIC UNIVERSITY SEMARANG 2004

ABSTRAK Program Magister Psikologi Universitas Kristen Maranatha

TESIS MAGISTER. Oleh : SETA KARTIKA NIM

By: Elfira Fibriani Student Number: Approved by:

PERAN KECERDASAN EMOSIONAL DAN KECERDASAN SPIRITUAL DALAM MENINGKATKAN KINERJA AUDITOR

PENINGKATAN KECERDASAN DAN KREATIVITAS SISWA (Improving Students Intelligence and Creativity)

ANALISIS KEGIATAN USAHA PEDAGANG KAKI LIMA DENGAN METODE SWOT (STUDI PADA PEDAGANG KAKI LIMA JALAN KAPTEN MUSLIM KOTA MEDAN) SKRIPSI

Edisi Revisi.... Model Pembelajaran Terpadu, Mandiri dan Memandirikan. Budhi Wibhawa Santoso Tri Raharjo Hery Wibowo

ABSTRAK. Kata kunci : Program Wajib Belajar 12 Tahun, Kampanye. vii Universitas Kristen Maranatha

FINNON : PUBLIC SECTOR

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. (entrepreneurship) sering sekali terdengar, baik dalam bisnis, seminar, pelatihan,

ABSTRACT. Key Word: Corporation, Information, Analysis, Business System Planning (BSP).

Standar Penilaian Hasil Penelitian

PERAN KOMUNITAS DAN PERUSAHAAN DALAM PENCEGAHAN KORUPSI MELALUI CSR

ANALISIS KEMAMPUAN (ATP) DAN KEMAUAN (WTP) MEMBAYAR PREMI JAMINAN KESEHATAN PADA STAF PENGAJAR FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS RESPATI YOGYAKARTA

PENGEMBANGAN KONSEP DASAR PKN

Disampaikan pada Rakerda Kopertis IV Relevansi dan Kompetensi Lulusan

EVALUASI PROGRAM PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS MASYARAKAT

PENGANTAR PEKERJAAN SOSIAL

Sistem Manajemen Kinerja (Performance Management System)

Regional Revenue. PENDAPATAN REGIONAL Regional Revenue

KATA PENGANTAR. Wassalamu alaikum Wr. Wb. Surakarta, 01 Oktober 2011 Ketua Tim Peneliti. Nurhadiantomo. iii

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS)

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Kewirausahaan merupakan salah satu bidang ekonomi yang penting bagi

ABSTRACT. Maranatha Christian University

EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO 9001: 2008 DI SMK SARASWATI SALATIGA (KAJIAN MANAJEMEN KESISWAAN) Tesis

Assessment. dan. wawancara. dalam PRAKTIK PEKERJAAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN SOSIAL SANTOSO T. RAHARJO UNPAD PRESS

Oleh : I Gede Agus Yuliarta I Gusti Ngurah Wairocana I Ketut Sudiarta. Bagian Hukum Administrasi Negara Fakultas Hukum Universitas Udayana

RIDA BAKTI PRATIWI K

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Aksi Masyarakat dan Pemberdayaan dalam Pembangunan Sosial Strategi Pembangunan Sosial Melalui Masyarakat part 2

LAPORAN HASIL PENELITIAN UNGGULAN PERGURUAN TINGGI

PENGEMBANGAN SISTEM BASISDATA ONGKOS LOGISTIK INDONESIA

POKOK-POKOK PERUBAHAN PAJAK PENGHASILAN MENURUT UU NO 36 TAHUN 2008

Transkripsi:

STRENGTH BASED ASSESSMENT PADA MAHASISWA BERWIRAUSAHA OLEH: SINDY HUSNUL YAQIEN 1, SANTOSO TRI RAHARJO 2, ARIE SURYA GUTAMA 3 1. Mahasiswa Program Studi Sarjana (S-1) Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran 2. Pusat Studi Kewirausahaan Sosial, CSR dan Pengembangan Masyarakat Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran 3. Departemen Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran Email: (shyaqien@gmail.com, santoso.tri.raharjo@unpad.ac.id; arrie.gutama@unpad.ac.id) ABSTRAK Data Badan Pusat Statistik (BPS), bahwa pada tahun 2013-2014 ada sekitar 53 PTN yang tersebar di Indonesia dengan jumlah mahasiswa total 341.315, dan PTS di Indonesia berjumlah kurang lebih 625 dengan jumlah mahasiswa 272.350. Selain kuliah, saat ini banyak mahasiswa yang berwirausaha untuk memenuhi kebutuhan ekonominya. Mereka berwirausaha seperti, usaha kuliner, fashion, alat elektronik, jasa desain grafis, dan lain-lain. Semangat berwirausaha sejalan dengan program pemerintah, yakni Program Mahasiswa Wirausaha (PMW). Dana yang dikucurkan pemerintah mencapai 2 miliar untuk mahasiswa terpilih dalam proposal usaha. Dana tersebut guna memberikan dukungan dan pendampingan bisnis mahasiswa. Program Pemerintah itu sejalan dengan semangat Nawacita, yaitu meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing secara internasional, serta menumbuhkan kemandirian ekonomi dengan pemberatan sektor-sektor strategis ekonomi domestik. Berbagai program Pemerintah itu akan membuka peluang usaha masyarakat menciptakan lapangan pekerjaan di tanah air ini. Disamping kesibukan dalam akademik, mahasiswa yang berwirausaha memiliki keunikan. Berbagai tantangan dan hambatan tidak sedikit yang harus diselesaikan. Melalui kekuatannya, banyak mahasiswa wirausaha yang bisa menyeimbangkan antara prestasi dan bisnis. Dengan menggunakan perspektif kekuatan, pekerja sosial dapat membantu individu agar individu tersebut tidak hanya fokus pada masalah. Perspektif ini tidak hanya melihat masalah sebagai fokus utama, melainkan melihat sumber-sumber yang tersedia di sekitar individu yang bisa dijadikan kekuatan untuk menggapai tujuan. Kata Kunci: Strength Based Assessment, Wirausaha, Mahasiswa ABSTRACT Data of Central Bureau of Statistics (BPS), that in the year 2013-2014 there are about 53 PTN scattered in Indonesia with total students 341,315, and PTS in Indonesia amounted to approximately 625 with the number of students 272,350. In addition to lectures, currently many students who are entrepreneur to meet the needs of its economy. They are entrepreneurs like, culinary business, fashion, electronic equipment, graphic design services, and others. The spirit of entrepreneurship is in line with the government program, the Student Entrepreneurial Program (PMW). Funds disbursed by the government reach 2 billion for selected students in business proposals. The fund is to provide student support and assistance. The 169

Government's program is in line with Nawacita's spirit of improving people's productivity and international competitiveness, and fostering economic independence with the strategic sectors of the domestic economy. Various Government programs that will open a business opportunity to create jobs in this country. The spirit of entrepreneurship is in line with the government program, the Student Entrepreneurial Program (PMW). Funds disbursed by the government reach 2 billion for selected students in business proposals. The fund is to provide student support and assistance. Keywords: Strength Based Assessment, Entrepreneur, Student Pendahuluan Ratio wirausaha Indonesia yang pada 2013/2014 lalu masih 1,67 persen kini berdasarkan data BPS sudah naik menjadi 3,1 persen. Berdasarkan data BPS 2016 dengan jumlah penduduk 252 juta, jumlah wirausaha non pertanian yang menetap mencapai 7,8 juta orang atau 3,1 persen. Dengan demikian tingkat kewirausahaan Indonesia telah melampaui 2 persen dari populasi penduduk, sebagai syarat minimal suatu masyarakat akan sejahtera. Ratio wirausaha sebesar 3,1 persen itu masih lebih rendah dibandingkan dengan negara lain seperti Malaysia 5 persen, China 10 persen, Singapura 7 persen, Jepang 11 persen maupun AS yang 12 persen. Bertumbuhnya wirausaha tak lepas dari peran masyarakat bersama pemerintah yang terus mendorong, juga swasta dan kalangan mahasiswa atau kampus. Langkah pemerintah mendorong setiap universitas yang ada di seluruh Indonesia untuk menciptakan mahasiswa wirausaha guna mempercepat pertumbuhan wirausaha baru di negeri sendiri mendapat dukungan. Banyaknya perguruan tinggi, baik negeri dan swasta dengan ribuan jumlah mahasiswa akan mampu melahirkan wirausaha muda unggul. Data Badan Pusat Statistik (BPS), bahwa pada tahun 2013-2014 ada sekitar 53 PTN yang tersebar di Indonesia dengan jumlah mahasiswa total 341.315, dan PTS di Indonesia berjumlah kurang lebih 625 dengan jumlah mahasiswa 272.350. Selain kuliah, saat ini banyak mahasiswa yang berwirausaha untuk memenuhi kebutuhan ekonominya. Mereka berwirausaha seperti, usaha kuliner, fashion, alat elektronik, jasa desain grafis, dan lain-lain. Semangat berwirausaha sejalan dengan program pemerintah, yakni Program Mahasiswa Wirausaha (PMW). Dana yang dikucurkan pemerintah mencapai 2 miliar untuk mahasiswa terpilih dalam proposal usaha. Dana tersebut guna memberikan dukungan dan pendampingan bisnis mahasiswa. Program Pemerintah itu sejalan dengan semangat Nawacita, yaitu meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing secara internasional, serta menumbuhkan kemandirian ekonomi dengan pemberatan sektor-sektor strategis ekonomi domestik. Berbagai program Pemerintah itu akan membuka peluang usaha masyarakat menciptakan lapangan pekerjaan di tanah air ini. Disamping kesibukan dalam akademik, mahasiswa yang berwirausaha memiliki 170

keunikan. Berbagai tantangan dan hambatan tidak sedikit yang harus diselesaikan. Dengan kekuatannya, banyak mahasiswa wirausaha yang bisa menyeimbangkan antara prestasi dan bisnis. Dengan menggunakan perspektif kekuatan, pekerja sosial dapat membantu individu agar individu tersebut tidak hanya fokus pada masalah. Perspektif ini tidak hanya melihat masalah sebagai fokus utama, melainkan melihat sumber-sumber yang tersedia di sekitar individu yang bisa dijadikan kekuatan untuk menggapai tujuan. Perspektif berdasarkan kekuatan fokus pada membantu mengidentifikasi penggunaan dan peningkatan kekuatan dan sumber daya yang dimiliki oleh pribadi dan lingkungan. Kekuatan dapat bersumber dari mana saja. Seperti dapat bersumber dari dalam diri ataupun luar diri manusia tersebut. Kekuatan tersebut dapat dikembangkan agar mampu mencapai tujuan yang diinginkan. Perspektif ini merupakan cara yang menarik untuk melihat seseorang dan keadaan mereka dengan pandangan yang positif dan optimis untuk menghadapi tantangan hidupnya. Apabila memandang sebuah masalah dengan optimis, akan merasa lebih mudah untuk menyelesaikan masalah yang ada. Manusia kadang tidak menyadari akan kemampuan yang dimilikinya. Tetapi pada dasarnya setiap manusia memiliki kemampuan untuk menyelesaikan tantangan atau masalah yang dimilikinya. Setiap manusia memiliki kekuatan dalam dirinya, dan kekuatan tersebut dapat digunakan untuk mengendalikan masalah yang mereka miliki. Seperti yang telah dijelaskan perspektif kekuatan melihat kekuatan yang dimiliki klien. Peneliti tertarik untuk menjadikan mahasiswa yang berwirausaha sebagai objek penelitian. Berdasarkan penjelasan yang telah dikemukakan sebelumnya, pertanyaan yang hendak diungkap dalam penelitian ini adalah Bagaimana kekuatan yang dimiliki oleh mahasiswa berwirausaha? Metode, Hasil dan pembahasan Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif. Penelitian ini sering juga disebut penelitian noneksperimen karena tidak melakukan kontrol maupun manipulasi variabel penelitian. Metode deskriptif yakni suatu metode dalam penelitian yang bertujuan untuk memandu peneliti untuk mengeksplorasi dan atau memotret situasi sosial yang akan diteliti secara menyeluruh, luas dan mendalam (Sugiyono, 2008 : 209). Adapun tujuan dalam penelitian ini yaitu mengetahui gambaran kekuatan internal dan kekuatan eksternal yang dimiliki oleh mahasiswa berwirausaha. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus mengenai kekuatan internal dan eksternal yang dimiliki oleh mahasiswa berwirausaha. Tujuannya yaitu untuk mengetahui faktorfaktor yang memberikan ciri khas pada tingkah laku. Tujuan berikutnya adalah memahami relasi antara lingkungan sosial dengan mahasiswa berwirausaha dan memahami 171

kekuatan sebagai wujud dari relasi tersebut. Diharapkan dengan studi kasus, peneliti bisa mendapatkan gambaran lengkap berkaitan dengan kekuatan internal dan eksternal mahasiswa berwirausaha. Strength based perspective merupakan dasar yang baik untuk praktek pekerjaan sosial, menurut Saleebey (1992) dalam Cowger (1994 : 263) berpendapat mengenai relevansi dari perspektif kekuatan merupakan good basic social work practice. Perspektif kekuatan ini bersumber pada kekuatan dan kemampuan individu untuk mengatasi masalah, dan kesadaran dalam penggunaan kekuatan klien adalahbagian dari dasar teori dan praktek pekerjaan sosial. Dikatakan sebagai dasar yang baik dalam praktek pekerjaan sosial dikarenakan strength based perspective membuat klien percaya bahwa dirinya memiliki kekuatan. Bahwa pada dasarnya tidak ada orang yang dilahirkan tanpa adanya kekuatan pada dirinya. Setiap manusia memiliki kekuatan pada dirinya. ` Perpektif kekuatan memandang bahwa kekuatan yang dimiliki oleh setiap orang tersebut dapat membuatnya mampu mencapai tujuan yang ia miliki, ataupun ia mampu menyelesaikan masalah yang dimilikinya dengan menggunakan seluruh aset yang ada pada dalam atau luar dirinya. Seluruh sumber daya yang ada pada diri individu dapat dikembangkan agar dapat meningkatkan kepercayaan seseorang akan kemampuan yang ia miliki untuk mengatasi masalah yang terdapat pada dirinya. Penelitian ini menggunakan setting mahasiswa yang berwirausaha. Dipilihnya setting tersebut ditujukan untuk mengetahui dan mendeskripsikan strength based assessment pada mahasiswa berwirausaha. Setting ini juga berperan sebagai informan. Setiap orang memiliki kekuatan. Kemampuan dan kekuatan dalam mengatasi masalah diakui oleh perspektif kekuatan. Menurut NASW (2005) strength perspective adalah : The strength perspective recognizes an individual s strengths and abilities to cope with problems; and awareness and use of the client s strengths is part of foundation of social work theory and practice. Strength based perspective menjadi salah satu dasar yang baik bagi praktik pekerja sosial. Seiring dengan pendapat Saleebey (1992) dalam Cowger (1994 : 263) terkait perspektif kekuatan good basic social work practice. Hal ini membuat klien percaya bahwa ia memiliki kekuatan. Karena pada hakikatnya kekuatan dimiliki oleh setiap manusia. Saleebey (2000 : 127) mengungkapkan : The strengths approach obligates us to understand to believe- that every body (no exceptions here) has exsternal and internal assets, competencies, and resources. Memahami bahwa setiap orang memiliki aset eksternal dan internal, kompetensi dan sumberdaya menjadi bagian wajib dari perspektif kekuatan. Hal ini dapat dijadikan sebagai sumber kekuatan dalam penyelesaian masalah. Pengembangan aset bisa meningkatkan kepercayaan dan harapan 172

klien. Seperti yang diungkapkan oleh Cowger (1994 : 265) : a strengths perspective of assessment provides structure and content for examination of realizable alternatives, for the mobilization of competencies that can make things different, and for the building of self confidence that stimulates hope. Internal Strength based assessment Internal Interpersonal & motivasi Kecerdasan emosional Keluarga Orang dekat Kelompok, organisasi, dan lembaga publik 1) Menggunakan potensi 2) Mengatur tujuan hidup 3) Merencanakan tujuan 4) Mengatur waktu 5) Meningkatkan kepercayaan diri 6) Motivasi diri 7) Mengembangk an dan mempertahank an sikap mental yang positif 1) Introspeksi afirmatif 2) Mengatur diri sendiri dan mengatur persaan diri 1) Pemenuhan kebutuhan, keakraban, kehangatan 2) Pemupukan rasa percaya diri dan perasaan aman utuk diri sendiri 3) Pemberian kesempatan untuk mengembangk an kemampuan 4) Menolong pencapaian tujuan 1) Membantu mendapatka n informasi 2) Membantu memotivasi harapan atau dorongan 3) Memberikan keakraban dan perhatian 1) Memberi kan kesempat an 2) Memberi kan bantuan pelayanan Keterangan : ---------- = Fokus penelitian Pencapaian tujuan mahasiswa 173

Dalam praktik pekerjaan sosial terdapat proses assessment. Assessment merupakan proses kritis dalam praktik pekerjaan sosial (Raharjo, 2016). Diungkapkan dalam Hepworth and Larsen (1986) dalam Raharjo (2016 : 33) menjelaskan assessment sebagai berikut : Assessmemt adalah proses pengumpulan, penganalisaan dan mesistesakan dan kedalam suatu formulasi yang menekankan dimensi vital sebagai berikut : 1. Sifat permasalahan klien, termasuk perhatian khusus terhadap peran-peran yang klien dan hal penting lainnya yang sulit dijalankan; 2. Keberfungsian klien (kekuatan, keterbatasan, aset pribad dan kekurangan) serta hal penting lainnya; 3. Memotivasi klien untuk mengatasi masalah; 4. Relevansi faktor lingkungan yang turut mendukung timbulnya masalah; dan 5. Sumber-sumber yang tersedia atau dibutuhkan untuk mengurangi/menghilangkan kesulitan klien. Perubahan dalam praktik pekerjaan sosial dari problem based assessment menjadi strength based assessment merupakan suatu kemajuan. Ketika pekerja sosial melakukan assessment dengan membahas kekurangan ataupun masalah dari klien, memungkinkan klien menjadi tidak percaya diri akan kemampuan dalam menyelesaikan masalahnya sendiri. Kekuatan yang sesungguhnya dimiliki oleh klien menjadi tidak tampak dan mungkin akan menyebabkan timbulnya masalah-masalah baru. Beberapa kekurangan bisa terjadi dari kecenderungan pekerja sosial yang berfokus pada kelemahan. Kemungkinan klien tidak percaya diri menyelesaikan masalahnya apabila assessment dilakukan berbasis kekurangan. Masalah baru mungkin terjadi jika klien ditunjukan 174 kekurangannya. Dijelaskan oleh Hepworth (2002) dalam Rankin (2006 : 10) : Point out that changes in practice have lagged far behind the change ini terms from diagnosis to assessment, for social workers persistence in formulating assessments that emphasize the pathology and dysfunction of clients despite the time honored social work platitude that social workers work with strengths and not with weakness. Assessment kekuatan adalah cara baru dalam penyelesaian masalah. Dimana dalam menyelesaikan sesuatu masalah sekarang ini bukan hanya dengan mencari apa yang menjadi penyebab dari masalah tersebut, namun dapat dengan mencari kekuatan yang dapat membuat masalah tersebut diminimalisir. Dengan mencari kesalahan atau penyebab dari timbulnya suatu masalah tersebut dapat membuat seseorang menjadi fokus terhadap masalah yang terjadi pada dirinya tersebut dan melupakan kemampuannya bahwa sebenarnya ia mempunyai kekuatan untuk menyelesaikan masalahnya sendiri. Kekuatan tersebut dapat dikembangkan agar mampu mengurang timbulnua masalah yang ada. Serta mampu untuk membantu seseorang mencapai tujuannya. Saleebey menyebutkan kekuatan internal yang dimiliki klien datang dari kemampuan interpersonal, motivasi, dan kekuatan emosional. Kekuatan internal tersebut berasal dari dalam diri klien. Kemampuan interpersonal ini adalah suatu keterampilan untuk mengenali dan merespon secara layak perasaan, sikap dan perilaku, motivasi serta keinginan orang lain serta bagaimana seseorang mampu membangun hubungan yang

harmonis dengan memahami dan merespon orang lain. Hayes (1991 :4) mengungkapkan : People will be motivated in ways that will bring about a desired state of affairs irrespective of whether they have acquired their repertoire of interpersonal skills and behavioral responses unconsciouslly, through experience, or via a deliberate and conscious process of self-development. On the other hand, somebody who attempts to satisfy her needs by consciously applying assertion skill that she has learned intentionally may also achieve her goals, but do so in a way that respects the right of others. Jaringan keluarga, orang dekat, maupun organisasi yang mendukung dan memberikan klien kesempatan untuk bertindak merupakan beberapa sumber kekuatan eksternal. Semuanya berpotensi dalam penyediaan sumber daya yang dibutuhkan klien. Ketika remaja, individu tertantang dan mengidentifikasikan dirinya pada tokoh yang idola. Orang tua sangat berpengaruh terhadap perkembangan seseorang. Pada masa awal individu akan mengidentifikasikan orang tuanya sebelum orang lain. Dengan demikian, keluarga berperan penting bagi perkembangan remaja. Walaupun demikian, terdapat faktor lain yang mempengaruhi perkembangan anak seperti interaksi di dalam keluarga. Interaksi yang tidak baik akan berpengaruh buruk pada perkembangan. Bukan tidak mungkin konflik terjadi antara anak dan orang tuanya. Oleh karena itu diperlukan pengasuhan yang benar agar konflik dapat diminimalisir. Simpulan dan Saran Keberhasilan diperoleh tidak terlepas dari beberapa faktor. Semua orang memiliki kekuatan tetapi tidak semua orang menyadarinya. Padahal kekuatan yang ada bisa membantu dalam pencapaian tujuan. Lingkungan sosial pertama sebagai faktor eksternal yang berpengaruh besar dalam perkembangan adalah keluarga. Selain keluarga, orang terdekat bisa menjadi sumber kekuatan lain karena dukungan yang diberikan. Individu yang membutuhkan kesempatan dalam mengoptimalkan potensi dapat tersedia pada kelompok, organisasi, maupun lembaga publik. Selain faktor eksternal, faktor internal juga mempengaruhi ketercapaian tujuan. Kemampuan interpersonal sebagai kemampuan mengarahkan perilaku menjadi bagian penting. Keinginan tidak boleh dilupakan karena tujuan tidak bisa tercapai bila tidak ada gambaran.waktu harus dimanfaatkan agar sesuai perencanaan. Aspek motivasi dan kecerdasan mengatur emosi harus diperhatikan agar sikap dan mental positif dapat terjaga. Daftar Pustaka Cowger, Charles D. Assessing Client Strength : Clinical Assessment for Client Empowerment National Association of Social Workers. 2005. NASW Standards for Social Work Practice in Health Settings. Hayes, John. 2002. Interpersonal Skills Goalsdirected behaviour at work. USA : HapperCollin Academic Raharjo, Santoso T. 2016. Asesmen & Wawancara dalam Praktik Pekerjaan Sosial dan 175

Kesejahteraan Sosial. Sumedang : Unpad Press, 2015. Dasar Pengetahuan Pekerjaan Sosial. Bandung: Unpad Press., 2015. Keterampilan Pekerjaan Sosial: Dasar-dasar. Bandung, Unpad Press. Rankin, Pedro. 2006. Jurnal Edisi 14 Exploring and Describing the Strength/ Empowerment Perspective in Social Work. South Africa Saleebey, D. 2006. Power in The People : Strength and Hope Saleebey, D. 2006. Strength Perspective in Social Work Practice. Boston https://www.wested.org/chks/pdf/strengt hs_prespective.pdf Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung : Alfabeta Wibhawa, Budhi., Santoso T.Raharjo dan Meilany Budiarti. 2010. Dasar-dasar Pekerjaan Sosial. Bandung : Widya Padjadjaran Humas Kementrian Koperasi dan UMKM. 2017. Ratio Wirausaha Indonesia Naik Jadi 3,1 Persen. http://www.depkop.go.id/content/read/ra tio-wirausaha-indonesia-naik-jadi-31- persen/ Direktorat Jenderal Pembelajaran Dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, Dan Pendidikan Tinggi. 2015. Pedoman Program Mahasiswa Wirausaha (PMW). http://belmawa.ristekdikti.go.id/dev/wp- content/uploads/2015/11/6.-pedoman- PMW-2015.pdf 176