HARIO WIJAYANTO A

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. geometri, dan analisis (Hamzah Uno, 2007: 129). mulai dari pendidikan dasar, pendidikan menengah, sampai pendidikan tinggi.

Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S 1. Pendidikan Matematika

BAB III METODE PENELITIAN

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI MODEL DISCOVERY LEARNING BERBASIS MULTIMEDIA DITINJAU DARI

BAB III METODE PENELITIAN. matematika dengan pendekatan saintifik melalui model kooperatif tipe NHT

A. Jenis dan Pendekatan Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. perlakuan, yaitu penerapan strategi pembelajaran Inquiry pada pembelajaran. matematika dan pembelajaran konvensional.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. dalam suatu penelitian meliputi pengumpulan, penyusunan dan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini telah dilaksanakan di kelas VIII SMP Negeri 1

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Eksperimen. Adapun

NASKAH PUBLIKASI SKRIPSI. Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Program Studi Pendidikan Matematika

BAB III METODE PENELITIAN. Desain yang digunakan adalah Nonequivalent Control Group Design.

NASKAH PUBLIKASI Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mancapai derajat Sarjana S-1. Program Studi Pendidikan Matematika

EKSPERIMEN PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI METODE JIGSAW DAN GROUP INVESTIGATIONN DITINJAU DARI AKTIVITAS BELAJAR SISWA KELAS VII

III METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 28 Bandar Lampung.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Bendungan Uwai, Kecamatan Bangkinang, Kabupaten Kampar.

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini diarahkan sebagai penelitian Quasi Eksperimen, karena

Metode Penelitian. Menurut Syaiful dan Aswan, metode ekperimen adalah cara penyajian

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. mempengaruhi pemahaman konsep matematika siswa. Penelitian ini

BAB III METODE PENELITIAN

HASIL BELAJAR. Persyaratan. Disusun Oleh: A

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. peneliti tidak mampu mengontrol sepenuhnya variabel-variabel yang mungkin

III METODE PENELITIAN. digunakan adalah eksperimen semu. Eksperimen semu dilakukan karena keadaan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian yang dilakukan adalah merupakan penelitian eksperimen semu.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. penuh. Desain yang digunakan peneliti adalah Pretest-Posttest Control Group

BAB III METODE PENELITIAN. 2013/2014 yaitu mulai tanggal 06 Februari sampai 26 Februari 2014 di SMAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELTIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian eksperimen semu, yang mana variabel-variabelnya

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini akan dilaksanakan di SMK Negeri 1 Batudaa Kabupaten

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian menggunakan metode True Eksperimental Design. Dikatakan. dengan cara mengajar disekolah tersebut.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. penuh. Desain yang digunakan peneliti adalah Pretest-Posttest Control Group

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 2013/2014 yaitu mulai tanggal 13 Januari sampai 29 Januari 2014 di SMP N 1

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Randomized Control-Group Pretest-Posttest, karena dalam melakukan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Setiap orang termasuk peserta didik memiliki rasa ingin tahu (curiousity),

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di SDN Gegerkalong KPAD yang tepatnya terletak

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian dilakukan pada tanggal 1 Febuari 3 Maret 2014, pada semester

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian tidak memungkinkan untuk dikontrol secara penuh, tetapi peneliti

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Bandarlampung Kota Bandar

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini digunakan metode Pre eksperimental design.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Sribhawono.

PENGARUH MOTIVASI DAN MINAT BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPA SISWA KELAS III SD N PANDANSARI WARUNGASEM BATANG TAHUN AJARAN 2014/2015

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

KOMPARASI HASIL BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI KERJA KERAS DAN KONDISI LINGKUNGAN BELAJAR BAGI SISWA KELAS VIII SMP N 1 PRACIMANTORO

TABEL III. 1 PROSES PENELITIAN No Kegiatan Waktu. 1 Pengajuan Sinopsis November Proses pengerjaan proposal Desember 2014

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen. Perlakuan dalam

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 7 Bandarlampung.

Abstrak. Kata Kunci: Geometri, Media Visual, Model Bangun Ruang, Program Geogebra, Hasil

BAB III METODE PENELITIAN

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT (NUMBERED HEAD TOGETHER) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 3 Terbanggi Besar. Populasi dalam

III. METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 2013/2014 mulai tanggal 29 April 2014 sampai 20 Mei 2014 di SMPN 1

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif menekankan analisisnya pada

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini diarahkan sebagai penelitian Quasi Eksperimen, karena

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 262 siswa dan

BAB III METODE PENELITIAN. sasaran penelitian atau objek oleh peneliti adalah siswa SMK Farmasi

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN METODE RESITASI DAN GUIDED DISCOVERY DITINJAU DARI KEDISIPLINAN SISWA NASKAH PUBLIKASI

(Sumber: Fraenkel dan Wallen, 2007)

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. peningkatan penguasaan konsep dan keterampilan generik sains pada

NASKAH PUBLIKASI. Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1. Program Studi Pendidikan Matematika DEVID AGUS HARTATO

III. METODE PENELITIAN. data dengan maksud untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Metode yang akan

Sriningsih Program Studi Pendidikan Akuntansi, Jurusan Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Surabaya,

BAB III METODE PENELITIAN. digunakan adalah Pretest-Posttest Control Group Desain. TABEL III.1 PRETEST-POSTTEST CONTROL GROUP DESIGN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. dalam kondisi yang tekendalikan. 1 Terdapat dua kelompok yaitu kelompok

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 8 Bandar Lampung. Populasi dalam

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

Transkripsi:

DAMPAK PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS MULTIMEDIA INTERAKTIF TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI DIMENSI TIGA KELAS X SEMESTER GENAP SMA NEGERI 1 POLANHARJO TAHUN AJARAN 2011/2012 NASKAH PUBLIKASI ILMIAH Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S 1 Pendidikan Matematika HARIO WIJAYANTO A 410 080 251 FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2013 1

2

DAMPAK PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS MULTIMEDIA INTERAKTIF TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI DIMENSI TIGA KELAS X SEMESTER GENAP SMA NEGERI 1 POLANHARJO TAHUN AJARAN 2011/2012 Oleh Hario Wijayanto 1, Sri Sutarni 2, dan Masduki 3 1 Pendidikan Matematika FKIP UMS, hario251@yahoo.co.id 2 Staf Pengajar UMS Surakarta, http://srisutarniums.wordpress.com 3 Staf Pengajar UMS Surakarta, masduki918@yahoo.co.id ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah: mendiskripsikan dan menganalisis dampak penggunaan media pembelajaran berbasis multimedia interaktif terhadap hasil belajar matematika. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Polanharjo yang berjumlah 240 siswa. Sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 120 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Randomized Control Group Pretest-Posttest Design. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, metode tes dan metode dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan uji beda mean, yang sebelumnya menggunakan uji prasyarat analisis yang menggunakan metode lilliefors untuk uji normalitas dan metode levene untuk uji homogenitas. Hasil penelitian pada hasil belajar kelas eksperimen adalah pada saat pretest ratarata sebesar 65,123 dan pada saat posttest rata-rata sebesar 81,605. Hasil penelitian pada hasil belajar kelas kontrol adalah pada saat pretest rata-rata sebesar 64,590 dan pada saat posttest rata-rata sebesar 70,360. Dari hasil analisis data dengan taraf signifikasi 5% diperoleh bahwa ada perbedaan yang signifikan antara pembelajaran berbasis multimedia dan pembelajaran konvensional terhadap hasil belajar matematika. Kesimpulan penelitian ini adalah ada dampak pembelajaran matematika berbasis multimedia interaktif terhadap hasil belajar matematika siswa. Dengan demikian, pembelajaran matematika berbasis multimedia interaktif dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Kata kunci : hasil belajar matematika, multimedia interaktif. 3

1. PENDAHULUAN Matematika merupakan salah satu pelajaran yang sering dianggap sebagai mata pelajaran yang susah untuk dimengerti. Banyak sekali siswa yang tidak suka dengan pelajaran matematika. Sering kali dijumpai bahkan ditemukan ketakutan siswa dalam mengerjakan soal matematika. Indikasinya dapat dilihat dari hasil belajar siswa yang kurang memuaskan. Selama ini umumnya siswa hanya bermodal menghafal rumus untuk menyelesaikan soal-soal matematika. Matematika merupakan suatu bidang ilmu yang merupakan alat pikir, komunikasi, alat untuk memecahkan berbagai persoalan praktis, yang unsur unsur logika dan intuisi, analisa dan konstruksi, generalitas dan individualitas serta mempunyai cita cita antara lain aritmatika, aljabar, geometri, dan analisis (Hamzah Uno, 2007: 129). Rendahnya hasil belajar siswa terhadap pembelajaran suatu materi tertentu disebabkan adanya kemampuan guru dalam menyampaikan materi yang kurang menarik atau kurang mampu merangsang siswa untuk bereaksi dan memberi tanggapan (Hamalik, 2009: 66). Selanjutnya, (Sudjana, 2011: 57) menyatakan bahwa terdapat komponen-komponen yang terkait dalam proses belajar diantaranya tujuan pengajaran, bahan pengajaran, alat dan sumber belajar, teknik dan cara penilaian, kondisi guru dan kegiatan mengajarnya. Pemakaian media pembelajaran yang menarik akan dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa dan mempermudah siswa dalam memahami konsep sehingga dapat membantu siswa memvisualisasikan dan berinteraksi dengan objek-objek materi seperti materi dimensi tiga yang bersifat abstrak. Pembelajaran berbasis multimedia interaktif merupakan salah satu sumber belajar yang berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Media pembelajaran ini menggabungkan teks, gambar, grafis, animasi, audio dan video serta cara penyampaian interaktif yang dapat membuat suatu pengalaman belajar bagi siswa seperti dalam kehidupan nyata di 4

sekitarnya (Winarno, 2009: 8). Media pembelajaran berbasis multimedia interaktif berisi bahan ajar dalam bentuk instruksi dan narasi dengan sistem komunikasi interaktif berbasis stimulus respon, disajikan secara terstruktur dan sistematis sesuai kurikulum yang berlaku. Penerapan pembelajaran matematika berbasis multimedia interaktif khususnya bidang studi matematika didasari kenyataan bahwa pada bidang studi matematika terdapat banyak pokok bahasan yang memerlukan alat bantu untuk menjabarkannya, salah satunya pada pokok bahasan dimensi tiga. Oleh sebab itu, pembelajaran matematika berbasis multimedia interaktif dalam pokok bahasan tersebut dianggap sangat tepat untuk membantu mempermudah siswa memahami pokok bahasan dimensi tiga. Di sisi lain suasana belajar akan lebih hidup, dan komunikasi antara guru dan siswa dapat terjalin dengan baik. Hal ini diduga pula dapat membantu siswa dalam upaya meningkatkan konsentrasi, pemahaman konsep dan kemampuan siswa pada bidang studi matematika khususnya pada bahasan dimensi tiga. Berdasarkan permasalahan yang ada, peneliti akan mencoba untuk menguji tentang dampak pembelajaran matematika berbasis multimedia interaktif terhadap hasil belajar siswa pada materi dimensi tiga. Penelitian ini dibatasi / fokus pada masalah hasil belajar matematika siswa pada penelitian ini dibatasi pada hasil belajar pada pokok bahasan kubus dan balok. Media pembelajaran multimedia interaktif dalam penelitian ini menggunakan Microsoft office powerpoint 2007 dan macromedia flash 8. Media pembelajaran multimedia interaktif pada kelas eksperimen dan media pembelajaran konvensional pada kelas kontrol. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Apakah pemanfaatan multimedia interaktif berdampak terhadap hasil belajar matematika pada materi dimensi tiga bagi siswa SMA Negeri 1 Polanharjo?. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan dan menganalisis tentang dampak penggunaan media pembelajaran berbasis multimedia interaktif terhadap hasil belajar matematika. 5

2. METODE PENELITIAN Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang dimaksudkan untuk mengetahui akibat atau dampak sesuatu kejadian atau variabel yang dihadirkan oleh peneliti (Arikunto, 2010: 19). Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah randomized control group pretest-posttest design. Berdasarkan observasi lingkungan penelitian, maka penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Polanharjo Kabupaten Klaten. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X yang berjumlah 240 siswa SMA Negeri 1 Polanharjo pada Tahun Ajaran 2011/2012. Teknik pengambilan sampel atau sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik random sampling (Sugiyono, 2007 : 64). Sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 120 responden yang terdiri dari 2 kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pembelajaran berbasis multimedia interaktif dan variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi digunakan untuk menentukan kelas-kelas yang akan dijadikan kelompok subjek penelitian serta menentukan kelas-kelas eksperimen (Arikunto, 2010: 272), metode tes digunakan untuk mengetahui hasil belajar matematika siswa dan dukumentasi digunakan untuk mengetahui data nilai tes awal, tes akhir, daftar nama siswa, dan foto-foto saat berlangsungnya proses belajar mengajar, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada kegiatan pembelajaran (Arikunto, 2010: 274). Instrumen yang digunakan adalah tes hasil belajar matematika siswa. Instrumen tes dan angket diujicobakan sebelum digunakan untuk pengambilan data. Validitas instrumen tes dilakukan dengan rumus Product Moment (Arikunto, 2010: 213) dan rumus Cronbach s Alpha (α) untuk tipe soal pilihan ganda (Arikunto, 2010 :239). Teknik analisis data yang digunakan adalah uji beda mean atau uji-t. Sebagai persyaratan penelitian dilakukan uji keseimbangan dengan uji-t dan sebagai persyaratan analisis 6

data dilakukan uji normalitas dengan menggunakan metode Lilliefors dan uji homogenitas dengan menggunakan metode Levene. 3. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini menggunakan metode eksperimen untuk membandingkan akibat dari suatu perlakuan. Pada kelas kontrol menggunakan model pembelajaran konvensional dan kelas eksperimen menggunakan pembelajaran berbasis multimedia interaktif. Variabel dalam penelitian ini adalah pembelajaran berbasis multimedia interaktif (variabel bebas) dan hasil belajar (variabel terikat). Setelah data dari setiap variabel terkumpul, selanjutnya digunakan untuk menguji hipotesis penelitian. Berikut ini akan diberikan deskripsi data yang diperoleh : a. Deskripsi Data Kelas Kontrol Data skor hasil belajar kelas kontrol diperoleh dari skor tes hasil belajar siswa setelah dikenai perlakuan dengan model pembelajaran konvensional. Diskripsi data hasil belajar kelas kontrol disajikan dalam Tabel 1 dan Gambar 1 berikut : Tabel 1 Deskripsi Data Hasil Belajar Test Group n M SD Var Min Maks Pre Eksperimen 60 65.12 11.87 140.98 25,,0 89.3 Test Kontrol 60 64.59 10.15 102.99 39.3 85,7 Post Eksperimen 60 81.61 8.49 72.08 64.3 96.4 Test Kontrol 60 70.36 10.57 111.63 39.3 89.3 Tabel 2 Distribusi frekuensi hasil belajar (Pre test) No Rentang Eksperimen Kontrol Kategori Skor f % f % 1 < 47.2 2 3.3 3 5.0 Sangat Kurang 2 47.2 60.3 13 21.7 15 25.0 Kurang 3 60.4 73.5 31 51.6 28 46.7 Cukup 4 73.6 86.7 13 21.7 14 23.3 Baik 5 86.8 100 1 1.7 0 0.0 Sangat Baik Jumlah 60 100 60 100 7

Frekuensi Gambar 1 Grafik hasil belajar (Pre test) 35 30 31 28 25 20 15 13 15 13 14 10 5 0 2 3 Sangat Kurang 1 0 Kurang Cukup Baik Sangat Baik Eksperimen Kontrol Kategori Berdasarkan pada Tabel 2 dan Gambar 1 dapat ditarik kesimpulan yaitu belum adanya peningkatan atau perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. b. Deskripsi Data Kelas Eksperimen Data skor pada kelas eksperimen diperoleh dari tes hasil belajar siswa setelah dikenai perlakuan dengan pembelajaran berbasis multimedia interaktif. Data skor hasil belajar kelas eksperimen disajikan dalam Tabel 3 dan Gambar 2 berikut: Tabel 3 Distribusi frekuensi hasil belajar (Post Test) No Rentang Eksperimen Kontrol Kategori Skor f % f % 1 < 47.2 0 0.0 2 3.3 Sangat Kurang 2 47.2 60.3 0 0.0 6 10.0 Kurang 3 60.4 73.5 11 18.3 28 46.7 Cukup 4 73.6 86.7 33 55.0 21 35.0 Baik 5 86.8 100 16 26.7 3 5.0 Sangat Baik Jumlah 60 100 60 100 8

Frekuensi Gambar 2 Grafik hasil belajar (Post test) 35 30 28 33 25 20 15 10 5 0 0 2 Sangat Kurang 0 6 11 21 16 Kurang Cukup Baik Sangat Baik 3 Eksperimen Kontrol Kategori Berdasarkan pada Tabel 3 dan Gambar 2 dapat ditarik kesimpulan yaitu terdapat peningkatan atau perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan demikian, pembelajaran berbasis multimedia interaktif berdampak terhadap hasil belajar matematika siswa. c. Pengujian Hipotesis Analisis data pada pengujian hipotesis dimaksudkan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar antara siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional dengan siswa yang menggunakan pembelajaran multimedia. Hasil analisis ini dilakukan dengan menggunakan uji-t, yaitu independent sample t-test. Berdasarkan hasil analisis data untuk pengujian hipotesis dapat dilihat pada Tabel 1 berikut: Tabel 4 Hasil Uji T (T-test) Test Group Rerata t t 0.025 (118) P Keterangan Post Eksperimen 81.605 6.426 1.980 0.000 Signifikan Test Kontrol 70.360 9

Tabel 4 menunjukkan bahwa dari hasil uji beda dengan menggunakan uji t, diperoleh nilai t hitung sebesar 6,426 dan t tabel sebesar 1,980, karena nilai t hitung > t tabel, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional dengan siswa yang menggunakan pembelajaran multimedia interaktif. Berdasarkan nilai rata-rata menunjukkan bahwa hasil belajar siswa yang menggunakan pembelajaran dengan multimedia interaktif lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional. Hal ini berarti pembelajaran multimedia berdampak terhadap hasil belajar siswa. Proses perhitungan menggunakan uji t atau uji beda mean adalah sebagai berikut : 1) Hipotesis H o : Ada perbedaan antara pembelajaran multimedia dan konvensional terhadap hasil belajar matematika. H 1 : Tidak Ada perbedaan antara pembelajaran multimedia dan konvensional terhadap hasil belajar matematika. 2) Taraf signifikansi : 5% 3) Statistik uji Perhitungan uji t menggunakan bantuan program SPSS versi 16.0 4) Komputasi Tabel 5 Hasil uji beda mean (Uji t) Variabel t hitung t tabel Hasil belajar Matematika 6,426 1,980 Berdasarkan perhitungan SPSS versi 16.0 diperoleh t hitung = 6,426. Nilai t tabel untuk kesalahan 5% uji dua pihak dan dk = n-k-1 maka diperoleh t tabel = t α :(n-k-1) = 2 t5% :(60-2-1) = 1,98. 2 5) Daerah kritik -1,98 1,98 10

6) Keputusan uji t hitung = 6,426 > t tabel =1,98 maka Ho diterima 7) Kesimpulan Karena t hitung = 6,426 > t tabel = 1,98 maka Ho diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara pembelajaran berbasis multimedia dan pembelajaran konvensional terhadap hasil belajar matematika. d. Pembahasan Hasil Analisis Data Pengujian normalitas data awal atau pre test menunjukkan L hitung kelompok eksperimen = 0.108 < 0.144 = L 0,05;n dan L hitung kelompok kontrol = 0.111< 0.144 = L 0,05;n, berarti sampel berasal dari distribusi normal. Uji homogenitas menunjukkan 3.934 > 0.765 atau F tabel > F hitung sehingga sampel mempunyai sebaran yang homogen. Uji keseimbangan menunjukkan t hitung = 0,264 < t tabel = 1,980, dengan demikian dapat disimpulkan kedua kelas tersebut dalam keadaan seimbang atau mempunyai kemampuan awal yang sama. Uji normalitas pada post test menunjukkan L hitung kelompok eksperimen = 0.107 < 0.144 = L0,05;n dan L hitung kelompok kontrol = 0.108< 0.144 = L 0,05;n, berarti sampel berasal dari distribusi normal. Uji homogenitas menunjukkan 3.934 > 1.821 atau F tabel > F hitung sehingga sampel mempunyai sebaran yang homogen. Uji beda mean atau uji-t menunjukkan t hitung = 6,426 > 1,980 = t tabel. Pengujian beda mean dilakukan dengan menggunakan uji-t, yaitu independent sample t-test. Pengujian hipotesis yang dilakukan diperoleh bahwa 6,426 > 1,98 atau t hitung > t tabel maka H 0 diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara pembelajaran berbasis multimedia dan pembelajaran konvensional terhadap hasil belajar matematika. Dengan demikian, ada dampak pembelajaran berbasis multimedia interaktif terhadap hasil belajar matematika. 11

4. SIMPULAN Berdasarkan pada perumusan masalah yang ada dan dari analisis hasil penelitian dengan taraf signifikansi 5 % yang telah diuraikan pada bab terdahulu, maka dapat ditarik kesimpulan yaitu adanya perbedaan hasil belajar yang signifikan antara pembelajaran berbasis multimedia dan pembelajaran konvensional terhadap hasil belajar matematika siswa. Dengan kata lain, ada dampak pembelajaran matematika berbasis multimedia interaktif terhadap hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 1 Polanharjo Kabupaten Klaten pada tahun ajaran 2011/2012. DAFTAR PUSTAKA Arikunto, Suharsimi.2010.Prosedur Penelitian.Jakarta:Rineka Cipta. Hamalik, Oemar. 2009. Psikologi Belajar mengajar. Jakarta: Bumi Aksara. Sudjana, Nana dan Ahmad Rivai. 2011. Teknologi Pengajaran. Bandung: Sinar Baru Algesindo. Sugiyono.2007. Statistika Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta. Uno, Hamzah B. 2007. Model Pembelajaran: Menetapkan Proses Belajar Mengajar yang kreatif dan efektif. Jakarta: PT. Bumi Aksara. Winarno, dkk. 2009. Teknik Evaluasi Multimedia Pembelajaran. Genius Prima Media. 12