BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pesan SMS dapat dijadikan sebagai barang bukti digital dalam kasus tindak kejahatan. Di Indonesia sendiri barang bukti digital dalam pengungkapan tindak kejahatan diatur dalam undang - undang nomor 11 tahun 2008 pasal 5 tentang informasi dan transaksi elektronik. Bukti digital memiliki peranan yang sangat penting dalam mengungkapkan sebuah tindak kejahatan digital. Terdapat empat tahapan dalam pembuktian bukti digital, yaitu identifikasi bukti digital, penyimpanan bukti digital, analisa bukti digital dan presentasi bukti digital (Casey, 2011). Keempat tahapan tersebut memiliki tugas dan fungsi masing - masing dalam pengungkapan bukti digital. Pada sistem operasi android terdapat beberapa layanan atau fitur yang dapat dijadikan sebagai barang bukti digital seperti short message service (SMS), daftar panggilan, daftar kontak ataupun beberapa file media lainnya seperti file suara, gambar atau video. Pesan SMS pada sistem operasi android tersimpan dalam sebuah file database yang disimpan pada memori internal. File database ini berjenis SQLite. Namun permasalahan yang sering terjadi pelaku tindak kejahatan biasanya mencoba menghapus beberapa atau keseluruhan pesan SMS yang dianggap penting dengan tujuan untuk menghilangkan atau membuang barang bukti. Tetapi biasanya seorang penyidik kasus tindak kejahatan akan meminta data pesan SMS pelaku tindak kejahatan kepada pihak operator telekomunikasi untuk mendapatkan barang bukti. Namun biasanya hal ini memakan proses yang lama untuk memperoleh data tersebut dari pihak operator telekomunikasi.
2 Pada banyak kasus penyidik hanya mendapatkan barang bukti berupa sebuah handphone tanpa sim card dan nomor pelaku. Disinilah peranan mobile forensic dilakukan untuk mendapatkan sebuah barang bukti digital yang akan digunakan dalam mengungkapkan kasus tindak kejahatan dengan menganalisa isi dari handphone tersebut. Mobile forensic merupakan ilmu turunan dari ilmu pengetahuan digital forensic atau yang lebih dikenal sebagai forensik komputer. Digital forensic merupakan metode ilmiah yang mempelajari tentang cara pemeliharaan, pengumpulan, validasi, identifikasi, analisis, interpretasi, dokumentasi dan presentasi bukti digital yang berasal dari sumber - sumber digital untuk tujuan memfasilitasi rekrontruksi peristiwa pidana, atau membantu untuk mengantisipasi tindakan yang terbukti melanggar prosedur yang telah ditentukan (Carrier, 2003). Pada sistem operasi android file database pesan SMS terdiri dari table storage dan record, data pesan SMS tersimpan dalam record pada table storage. Pada kasus penghapusan pesan SMS, penghapusan pesan SMS tidak dibarengi dengan penghapusan bit pada memori, pesan SMS yang telah dihapus dipindahkan ke bagian ruang kosong pada memori, proses ini disebut juga dengan istilah vacuum procedure (Stahlberg et al, 2007), sehingga pesan SMS yang telah dihapus sangat mungkin untuk dicari kembali. Pesan SMS yang telah dihapus akan dihapus secara permanent jika terjadi proses overwriting pada pesan SMS tersebut, proses overwriting ini merupakan proses penambahan pesan SMS baru pada tempat yang digunakan oleh pesan SMS yang telah dihapus sebelumnya (Hoog, 2010). Keberadaan pesan SMS yang telah dihapus juga bergantung pada seberapa sering file database tersebut melakukan vacuum procedure. Pesan SMS yang telah dihapus dapat dilihat dalam bentuk bytes heksadesimal. Hal ini akan sangat menyulitkan jika harus menemukan pesan SMS yang telah dihapus secara manual, sehingga perlu adanya sebuah sistem yang dapat menemukan pesan SMS yang telah dihapus, lalu menampilkannya kembali. Fitur auto find dirancang untuk menemukan kembali pesan SMS tersebut dengan cara melakukan pencocokan pattern pada string, proses ini biasa disebut dengan istilah string matching. String matching merupakan sebuah metode pencocokan yang mencoba untuk menemukan suatu atau beberapa pattern (kata) dalam string (teks) (Lecroq, 1992). Metode string matching sudah banyak diterapkan dalam menyeselesaikan berbagai
3 masalah, seperti dalam melakukan pencocokan kata pada dokumen teks dengan menggunakan algoritma Knuth-Morris-Pratt (KMP) (Tenlima, 2009), translator bahasa Pascal ke C dengan menggunakan algoritma Boyer-Moore (Effendi et al, 2011). Algoritma Boyer-Moore memiliki kinerja yang lebih baik dalam melakukan string matching daripada algoritma yang lain khususnya dalam jenis data ASCII, biner dan heksadesimal (Dermawan, 2001). Algoritma Boyer-Moore merupakan algoritma pencarian string berdasarkan postfix, algoritma Boyer-Moore terbukti memliki kinerja yang baik, algoritma ini melakukan pencocokan pattern dari kanan ke kiri, karakter paling kanan pada pattern merupakan karakter pertama yang akan dicocokan dengan teks atau string (Boyer et al, 1977). Pencarian pesan SMS yang telah dihapus sudah pernah dilakukan sebelumnya, Hoog (2011) menggunakan perintah grep pada sistem operasi Linux/UNIX dalam melakukan pencarian pesan SMS yang telah dihapus pada handphone android, perintah grep dalam implementasinya menggunakan algoritma Aho-Corasick. Pada penelitian ini penulis akan menggunakan algortima Boyer-Moore untuk melakukan pencarian pesan SMS yang telah dihapus pada bytes heksadesimal file database pesan SMS. Pengunaan algoritma Booyer-Moore diharapkan mampu melakukan pencarian string sehingga dapat menemukan kembali pesan SMS yang telah dihapus agar dapat dijadikan sebagai barang bukti digital. 1.2. Rumusan Masalah Pesan SMS dapat dijadikan sebagai barang bukti digital dalam pengungkapan kasus tindak kejahatan, bukti digital pesan SMS dapat menguatkan dakwaan terhadap pelaku tindak kejahatan. Namun pesan - pesan SMS dapat dengan mudah dihapus untuk menghilangkan barang bukti oleh pelaku kejahatan tersebut. Mobile forensic diperlukan agar pesan SMS yang telah dihapus dapat ditemukan kembali.
4 1.3. Batasan Masalah Untuk mencegah meluasnya lingkup permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini dan untuk membuat penelitian ini lebih terarah, maka dilakukan pembatasan masalah sebagai berikut : 1. Database yang akan diperiksa dalam melakukan string matching bertipe SQLite 2. Record dalam database tidak mengalami proses overwriting 3. File database tidak mengalami vacuum procedure 4. Pesan SMS yang akan dicari memiliki atribut yang lengkap 1.4. Tujuan Penelitian Adapun tujuan penelitian ini yaitu menemukan kembali pesan SMS yang telah dihapus dengan menggunakan algoritma Boyer-Moore sebagai alat bantu dalam pencarian. 1.5. Manfaat Penelitian Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah : 1. Memberi pengetahuan terhadap kemampuan algoritma Boyer-Moore (BM) untuk melakukan pencarian pada string atau string matching. 2. Sebagai referensi untuk penelitian yang lain dalam membahas algoritma Boyer-Moore (BM) dan digital forensic. 3. Membantu penyidik kasus tindak kejahatan dalam mendapatkan barang bukti digital secepat mungkin melalui digital forensic.
5 1.6. Metodologi Penelitian Langkah - langkah yang akan dilakukan pada pelaksanaan penelitian ini adalah sebagai berikut : a. Studi Literatur Pada tahap ini dilakukan studi literatur atau studi kepustakaan yaitu proses pengumpulan bahan rujukan atau referensi mengenai digital forensic, mobile forensic, database, string matching dan algoritma Boyer-Moore dari berbagai buku, jurnal, artikel dan lainnya. b. Analisis Pada tahap ini dilakukan analisis permasalahan terhadap studi literatur yang telah dikumpulkan untuk mendapatkan pemahaman mengenai metode pencocokan string yang diterapkan dalam algoritma Boyer-Moore untuk menyelesaikan masalah pencarian string. c. Perancangan Pada tahap perancangan dilakukan perancangan sistem dan pengumpulan data. Sistem dirancang menjadi dua bagian yaitu pre processing dan main processing/searching process. Proses perancangan dilakukan berdasarkan hasil analisis studi literatur yang telah didapatkan. d. Implementasi Pada tahap implementasi sistem akan dilakukan pengkodean program dengan menggunakan bahasa pemrograman Java. e. Pengujian Pada tahap ini dilakukan pengujian aplikasi pencarian pesan SMS yang telah dihapus pada handphone Android yang sudah dibuat untuk memastikan aplikasi telah berjalan sesuai dengan yang diharapkan
6 f. Dokumentasi dan Penyusunan Pelaporan Pada tahap ini dilakukan dokumentasi dan penyusunan laporan hasil dalam implementasi algoritma Boyer-Moore dalam peroses pencocokan string untuk menemukan kembali pesan SMS yang telah dihapus. 1.7. Sistematika Penulisan Sistematika penulisan dari penelitian ini terdiri dari lima bagian sebagai berikut : Bab 1: Pendahuluan Bab ini berisi latar belakang, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, metodologi penelitian, dan sistematika penulisan Bab 2: Landasan Teori Bab ini berisi teori-teori yang digunakan untuk memahami permasalahan yang dibahas pada penelitian ini. Pada bab ini dijelaskan tentang penerapan algoritma boyer-moore untuk melakukan pencarian string pada pesan SMS yang telah dihapus. Bab 3 : Analisis dan Perancangan Bab ini berisi analisis dan perancangan fitur auto find dengan menggunakan algoritma boyer-moore untuk melakukan pencarian pesan SMS yang telah dihapus pada handphone Android, serta perancangan dalam bentuk arsitektur umum, dataset dan process. Bab 4: Implementasi dan Pengujian Bab ini berisi pembahasan tentang hasil implementasi dari analisis dan perancangan yang disusun pada Bab 3 dan hasil pengujian apakah hasil yang didapat sesuai dengan yang diharapkan. Bab 5: Kesimpulan Dan Saran Bab ini berisi kesimpulan dari keseluruhan uraian bab-bab sebelumnya dan saransaran yang diajukan untuk pengembangan penelitian selanjutnya.