2015 KEPALA BADAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN KELUARGA BERENCANA PROV. SULSEL

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Soppeng

BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI CIAMIS NOMOR 46 TAHUN 2016 TENTANG

GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 84 TAHUN 2011 TENTANG RINCIAN TUGAS POKOK BADAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK PROVINSI BALI

DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU KABUPATEN BOYOLALI

RENCANA STRATEGIS ( R E N S T R A ) BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH ( B A P P E D A ) PROVINSI BANTEN TAHUN

BUPATI BULUKUMBA PROVINSI SULAWESI SELATAN

BUPATI BULUKUMBA PROVINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN BUPATI BULUKUMBA NOMOR 103 TAHUN 2016 TENTANG

Renstra Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kab. Soppeng Tahun

KEPUTUSAN KEPALA BAPPEDA KABUPATEN BLORA NOMOR /2033 TAHUN 2011

BAB II GAMBARAN PELAYANAN SKPD

RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) DINAS PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR KABUPATEN PESISIR SELATAN TAHUN

WALIKOTA BIMA PERATURAN WALIKOTA BIMA NOMOR TAHUN 2014 TENTANG RINCIAN TUGAS DAN FUNGSI BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK KOTA BIMA

BUPATI SUKOHARJO PERATURAN BUPATI SUKOHARJO NOMOR 55 TAHUN 2008

PEMERINTAH KABUPATEN MINAHASA TENGGARA LKIP LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

- 1 - BUPATI KEPULAUAN SANGIHE PROVINSI SULAWESI UTARA PERATURAN BUPATI KEPULAUAN SANGIHE NOMOR 51 TAHUN 2016 TENTANG

-4- (2) Badan dipimpin oleh Kepala Badan berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Gubernur melalui Sekretaris Daerah.

BUPATI BANGKA PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 83 TAHUN 2016 TENTANG

BERITA DAERAH KOTA BEKASI NOMOR : SERI : D PERATURAN WALIKOTA BEKASI NOMOR 61 TAHUN 2014 TENTANG

GUBERNUR BALI, Mengingat

RENCANA STRATEGIS BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN

BERITA DAERAH KOTA BEKASI

BUPATI MUARA ENIM PROVINSI SUMATERA SELATAN PERATURAN BUPATI MUARA ENIM NOMOR 31 TAHUN 2017 TENTANG

BAPPEDA PROVINSI BANTEN

-2- Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Re

WALIKOTA BATAM PROPINSI KEPULAUAN RIAU PERATURAN WALIKOTA BATAM NOMOR 62 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN URAIAN TUGAS BADAN DAERAH

WALIKOTA BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR

-2- Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5657); 6. Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi

PROVINSI BANTEN PERATURAN BUPATI PANDEGLANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PANDEGLANG,

BERITA DAERAH KOTA BEKASI

WALIKOTA TASIKMALAYA

BERITA DAERAH KOTA BEKASI

BERITA DAERAH KOTA BEKASI

PERATURAN BUPATI SUMBAWA NOMOR 10 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL KABUPATEN SUMBAWA

BUPATI BANYUMAS PERATURAN BUPATI BANYUMAS NOMOR 23 TAHUN 2010 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS PETERNAKAN DAN PERIKANAN KABUPATEN BANYUMAS

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 43 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Dalam Negeri;

WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

PEMERINTAH KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG

PROVINSI BANTEN PERATURAN BUPATI PANDEGLANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PANDEGLANG,

WALIKOTA PROBOLINGGO PROVINSI JAWA TIMUR

BUPATI TANAH BUMBU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN BUPATI TANAH BUMBU NOMOR TAHUN 2017 TENTANG

WALIKOTA BANDUNG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BANDUNG,

Renstra Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Tahun

-3- BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Gubernur ini, yang dimaksud dengan : 1. Daerah adalah Provinsi Bali.

-1- BUPATI GROBOGAN PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI GROBOGAN NOMOR 56 TAHUN 2016 TENTANG

WALIKOTA BATAM PROPINSI KEPULAUAN RIAU PERATURAN WALIKOTA BATAM NOMOR 56 TAHUN 2016 TENTANG

KATA PENGANTAR. Rencana Strategis BKPSDM Kab. Pessel Tahun

WALIKOTA BATAM PROVINSI KEPULAUAN RIAU PERATURAN WALIKOTA BATAM NOMOR 50 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN URAIAN TUGAS DINAS PERTANAHAN

WALIKOTA TASIKMALAYA,

BAB I PENDAHULUAN. Renstra BPM, KB dan Ketahanan Pangan Kota Madiun I - 1

BUPATI SUKOHARJO PERATURAN BUPATI SUKOHARJO NOMOR 54 TAHUN 2008

Review RENCANA STRATEGIS (RENSTRA SKPD) TAHUN

-2- Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Ta

PEMERINTAH KABUPATEN KARANGASEM

WALIKOTA DEPOK PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN WALIKOTA DEPOK NOMOR 102 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI BANYUMAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA,

BUPATI SUMBAWA BARAT PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

PERATURAN BUPATI LAMPUNG UTARA NOMOR 19 TAHUN 2012 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA LEMBAGA TEKNIS DAERAH KABUPATEN LAMPUNG UTARA

BUPATI CILACAP PROVINSI JAWA TENGAH

WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

PERATURAN BUPATI KUNINGAN NOMOR 46 TAHUN 2016 TENTANG

RENCANA STRATEGIS ( RENSTRA) KECAMATAN SAMARINDA ULU

(2) Dalam melaksanakan Tugas Pokok sebagaimana dimaksud pada ayat

PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

LAKIP 2015 DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN

GUBERNUR BALI GUBERNUR BALI,

BERITA DAERAH KOTA BEKASI

WALIKOTA BATAM PROPINSI KEPULAUAN RIAU PERATURAN WALIKOTA BATAM NOMOR 49 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN URAIAN TUGAS DINAS PERIKANAN

WALIKOTA BATAM PROVINSI KEPULAUAN RIAU PERATURAN WALIKOTA BATAM NOMOR 59 TAHUN 2016 TENTANG

Perubahan paradigma tata kelola pemerintahan menuju tata kelola pemerintahan yang baik (goodpublic governance) dalam berbagai aspek, salah satunya

BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI CIAMIS NOMOR 61 TAHUN 2016 TENTANG

PEMERINTAH KOTA TEGAL DINAS KELAUTAN DAN PERTANIAN Jalan Lele Nomor 6 (0283) Tegal BAB I

PERATURAN BUPATI BANTUL

WALIKOTA TANGERANG SELATAN

BUPATI GARUT PROVINSI JAWA BARAT

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KLATEN,

BUPATI JEMBRANA PERATURAN BUPATI JEMBRANA NOMOR 61 TAHUN 2011 TENTANG

PEMERINTAH KABUPATEN JEMBRANA PERUBAHAN PERENCANAAN STRATEGIS (RENSTRA) INSPEKTORAT KABUPATEN JEMBRANA

5. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004, tentang Sistim Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104,

BUPATI PACITAN PERATURAN BUPATI PACITAN NOMOR 2 TAHUN 2013 TENTANG

PERATURAN BUPATI BANTUL NOMOR 56 TAHUN 2008 T E N T A N G RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS PENDIDIKAN DASAR KABUPATEN BANTUL BUPATI BANTUL,

BUPATI BANTUL PERATURAN BUPATI BANTUL

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 88 TAHUN 2016 TENTANG

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MALANG,

WALIKOTA BATAM PROPINSI KEPULAUAN RIAU PERATURAN WALIKOTA BATAM NOMOR 43 TAHUN 2016 TENTANG

PERATURAN BUPATI SUMBAWA NOMOR 20 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN SUMBAWA

BUPATI KAPUAS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH PERATURAN BUPATI KAPUAS NOMOR 47 TAHUN 2016 TENTANG

WALIKOTA BATU PERATURAN WALIKOTA BATU NOMOR 33 TAHUN 2013 TENTANG

TENTANG WALIKOTA BEKASI,

RENSTRA BADAN KETAHANAN PANGAN BAB I PENDAHULUAN

DRAFT PER TGL 22 OKT 2008

WALIKOTA BANDUNG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BANDUNG,

WALIKOTA BATAM PROPINSI KEPULAUAN RIAU PERATURAN WALIKOTA BATAM NOMOR 55 TAHUN 2016 TENTANG

Rencana Strategis BAB I PENDAHULUAN

PEMERINTAH PROVINSI KEPULAUAN RIAU PERATURAN DAERAH PROVINSI KEPULAUAN RIAU NOMOR 7 TAHUN 2008 TENTANG

PEMERINTAH KABUPATEN SAMPANG

BAB I PENDAHULUAN. 1. Latar Belakang

PERATURAN BUPATI BERAU NOMOR 34 TAHUN 2013 TENTANG

WALIKOTA TANGERANG SELATAN

Gubernur Jawa Barat GUBERNUR JAWA BARAT,

Transkripsi:

KATA PENGANTAR Puji dan Syukur kami panjatkan ke Hadirat Allah SWT, karena atas berkat rahmat dan anugerahnya Perubahan Rencana Strategis (Renstra) Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2013-2018 selesai disusun. Perubahan Rentra ini merupakan penjabaran dari adanya Perubahan RPJMD Provinsi Sulawesi Selatan yang secara teknis diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah No. 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah.. Perubahan atas Rencana Strategis Badan Pemberdayaan Perempuan Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2008-2013 dilakukan dengan pertimbangan sebagai berikut: (1) Beberapa target indikator pembangunan yang ditetapkan, perlu disesuaikan dengan realisasi pencapaian dan kondisi tantangan saat ini ; pembangunan Provinsi Sulawesi Selatan; (2) Adanya perubahan data ; dan (3) Terbitnya Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan No.8 Tahun 2015 tentang Perubahan RPJMD Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2013-2018, hadirnya Undang-Undang No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah khususnya pada lampiran undang-undang dimaksud yang terkait dengan kewenangan Pemerintah Provinsi khususnya untuk urusan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dan urusan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana. Berbagai indikator urusan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, serta indikator urusan keluarga berencana dan keluarga sejahtera, dan indikator lainnya diharapkan akan mampu dicapai sesuai targettarget yang telah ditetapkan, sehingga kinerja dapat diukur setiap tahun dan berakhir di periode tahun ke-5 (tahun 2018). Semoga Perubahan Renstra ini dapat memberikan arah yang lebih jelas bagi pengembangan organisasi lebih lanjut dan kami berharap Prov. SulSel semakin nyata mampu memberikan konstribusi yang optimal bagi pembangunan khususnya untuk peningkaan kulaitas hidup perempuan, anak dan keluarga di Sulawesi Selatan. Kepada semua Pihak yang telah mendukung tersusunnya Renstra ini kami mengucapkan terima kasih Makassar, Oktober 2015 KEPALA BADAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN KELUARGA BERENCANA PROV. SULSEL Hj. ANDI MURLINA PA, S. Sos Pangkat : Pembina Utama Muda NIP : 19580602 197812 2 001 Perubahan Renstra Prov. Sulsel 2013-2018 1

DAFTAR ISI Halaman Kata Pengantar 1 Daftar Isi 2 Bab I. Pendahuluan 3 1.1. Latar Belakang 3 1.2. Landasan Hukum 4 1.3. Maksud dan Tujuan 8 1.4. Sistematika Penulisan 8 Bab II. Gambaran Pelayanan Prov. SulSel 11 2.1. Tugas pokok, fungsi dan Stuktur Organisasi 11 2.2. Sumber Daya 22 2.3. Kinerja Pelayanan 26 2.4. Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan 37 Bab III. Isu-Isu Strategis Berdasarkan Tugas dan Fungsi 44 3.1. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan 44 3.2 Telaahan Visi, Misi dan Program Gubernur dan Wakil Gubernur SulSel 2013-2018 46 3.3. Penentuan Isu-Isu Strategis 50 BAB IV Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran, Strategi dan Kebijakan 54 4.1. Visi dan Misi 54 4.2. Tujuan dan Sasaran 55 4.3. Strategi dan Arah Kebijakan 61 BAB V Rencana Program & Kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran 66 Dan Pendanaan Indikatif BAB VI Indikator Kinerja yang Mengacu pada Tujuan 83 dan Sasaran RPJMD BAB VII Penutup 85 Perubahan Renstra Prov. Sulsel 2013-2018 2

BAB I P E N D A H U L U A N I.1 Latar Belakang Perubahan atas Rencana Strategis Badan Pemberdayaan Perempuan Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2008-2013 dilakukan dengan pertimbangan sebagai berikut: (1) Beberapa target indikator pembangunan yang ditetapkan, perlu disesuaikan dengan realisasi pencapaian dan kondisi tantangan saat ini ; pembangunan Provinsi Sulawesi Selatan; (2) Adanya perubahan data ; dan (3) Terbitnya Peraturan Daerah No.9 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Perda No. 10 Tahun 2013 tentang RPJMD Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2013-2018, hadirnya Undang-Undang No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah khususnya pada lampiran undang-undang dimaksud yang terkait dengan kewenangan Pemerintah Provinsi khususnya untuk urusan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dan urusan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana. Berbagai indikator urusan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, serta indikator urusan keluarga berencana dan keluarga sejahtera, dan indikator lainnya diharapkan akan mampu dicapai sesuai target-target yang telah ditetapkan, sehingga kinerja dapat diukur setiap tahun dan berakhir di periode tahun ke-5 (tahun 2018). Perubahan Rencana Strategis adalah dokumen perencanaan Provinsi Sulawesi Selatan untuk periode 3 (tiga) tahun yang disusun untuk (1) menjamin adanya konsistensi perencanaan dan pemilihan program dan kegiatan prioritas sesuai dengan kebutuhan masyarakat, (2) menjamin komitmen terhadap kesepakatan program dan kegiatan yang dibahas secara partisipatif dengan melibatkan semua stakeholders pembangunan, dan (3) memperkuat landasan penentuan program dan kegiatan tahunan secara kronologis, sistematis, dan berkelanjutan. Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi Selatan sebagai salah satu Satuan Kerja Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Selatan tentunya berkewajiban menyusun Rencana Strategis yang mengacu pada RPJMD Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2013-2018, dan bersifat indikatif. Bersifat indikatif berarti informasi, baik tentang sumber daya yang diperlukan maupun keluaran dan dampak yang tercantum dalam dokumen Renstra ini hanya merupakan indikasi yang hendak dicapai dan bersifat tidak kaku. Perubahan Renstra Prov. Sulsel 2013-2018 3

I.2. Landasan Hukum Dasar hukum yang mendasari penyusunan Perubahan Rencana Strategis (RENSTRA) Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana () Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2013 2018 adalah : 1) Undang-UndangNomor 47 Prp. Tahun 1960 tentangpembentukan Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan Tenggara dan Daerah Tingkat I Sulawesi Utara Tengah (Lembaga Negara Republik Indonesia Tahun 1960 Nomor 151, TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2102), Jo Undang- UndangNomor 13 Tahun 1964 tentang Penetapan PeraturanPemerintah Pengganti Undang- UndangNomor 2 Tahun 1964 tentang Pembentukan Daerah Tingkat I Sulawesi Tenggara dan Daerah Tingkat I Sulawesi Tengah dengan mengubah Undang-Undang Nomor 47 Prp. Tahun 1960 tentang Pembentukan Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan Tenggara dan Daerah Tingkat I Sulawesi Utara Tengah menjadiundang-undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1964 Nomor 94, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2687); 2) Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4287); 3) Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421); 4) Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438); 5) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4700); 6) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244); 7) Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578); 8) Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4593); Perubahan Renstra Prov. Sulsel 2013-2018 4

9) Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737); 10) Peraturan Pemerintah Nomor 6 tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 19, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4815); 11) Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817); 12) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 Tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Pembangunan Daerah; 13) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 67 Tahun 2012 Tentang Pedoman Pelaksanaan Kajian Lingkungan Hidup Strategis Dalam Penyusunan atau Evaluasi Rencana Pembangunan Daerah; 14) Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 2 Tahun 2008 tentang Urusan Pemerintahan Yang Menjadi Kewenangan Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Selatan (Lembaran Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2008 Nomor 2, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 235); 15) Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 8 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Provinsi Sulawesi Selatan (Lembaran Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2008 Nomor 8, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 241); 16) Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 9 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Lembaga Teknis Daerah, dan Lembaga Lain Provinsi Sulawesi Selatan (Lembaran Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2008 Nomor 9, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 242); 17) Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 10 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2008-2028 (Lembaran Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2008, Nomor 10, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 243) 18) Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 02 Tahun 2010 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Daerah (SPPD) Provinsi Sulawesi Selatan. Perubahan Renstra Prov. Sulsel 2013-2018 5

19) Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2013 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2013-2018. 20) Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Perda No.10 Tahun 2013 tentang RPJMD Prov. sulsel Tahun 2013-2018 Adapun landasan hukum yang lebih bersifat teknis, meliputi : 1. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak; 2. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1984 tentang Ratifikasi/Pengesahan Konvensi Mengenai Penghapusan Segala Bentuk Diskiriminaif Terhadap Wanita (CEDAW); 3. Undang-Undang Nomor 68 Tahun 1985 tentang Hak-Hak Politik Perempuan; 4. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1992 tentang Perkembangan Pengendalian Penduduk dan Pembangunan Keluarga Sejahtera 5. Undang-Undang Nomor 4 Tahun1997 tentang Penyandang Cacat 6. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998, tentang Kesetaraan Lansia; 7. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1999 tentang Pengesahan Konvensi ILO 138 mengenai Usia Minimum Untuk Diperbolehkan Bekerja (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 56, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3835); 8. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang bersih dan bebas dari Korupsi, Kolusi, Nepotisme; 9. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Azasi Manusia (HAM); 10. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2000 tentang Ratifikasi Konvensi ILO Nomor 182 Tahun 1999 mengenai Pelarangan dan Tindakan Segera Penghapusan Bentuk-Bentuk Pekerjaan Terburuk Anak (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 30, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3941) ; 11. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak; 12. Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang; 13. Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi; 14. Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik; 15. Undang-undang Nomor 37 Tahun 2008 tentang Ombudsman RI; 16. Undang-undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial; 17. Undang-undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik; Perubahan Renstra Prov. Sulsel 2013-2018 6

18. Undang-undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Pengendalian Penduduk dan Pembangunan Keluarga; 19. Undang-undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak 20. Keputusan Presiden RI Nomor 39 Tahun 1990 tentang Pengesahan Konvensi Hak Anak; 21. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 1994 tentang Perkembangan Pengendalian Penduduk; 22. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1994 tentang Pembangunan Keluarga Sejahtera; 23. Instruksi Presiden Nonor 9 Tahun 2000 tentang Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender Dalam Pembangunan Nasional; 24. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2009 tentang Pedoman Umum Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan Daerah; 25. Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 9 Tahun 2007 tentang Pencegahan dan Penghapusan Perdagangan (Trafiking) Perempuan dan Anak (Lembaran Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2007 Nomor 9, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 234); 26. Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 1 Tahun 2010 tentang Pelayanan Publik (Lembaran Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2010 Nomor 1, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 250); 27. Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 2 Tahun 2010 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Daerah (Lembaran Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2010 Nomor 2, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 251); 28. Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 4 Tahun 2013 tentang Sistem Perlindungan Anak 29. Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor. 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2013 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2013-2018 30. Peraturan Gubernur Sulawesi Selatan Nomor 22 Tahun 2009 tentang Tugas Pokok, Fungsi, dan Rincian Tugas Jabatan Struktural pada Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi Selatan; Perubahan Renstra Prov. Sulsel 2013-2018 7

I.3. Maksud dan Tujuan Maksud penyusunan Perubahan Renstra SKPD Provinsi Sulawesi Selatan adalah untuk memberikan gambaran yang lebih konkrit mengenai pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB Provinsi Sulawesi Selatan, dan sekaligus menjadi acuan / pedoman dalam penyusunan perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, monitoring dan evaluasi kinerja selama kurun waktu 3 (tiga) tahun ke depan terhitung tahun 2015 sampai dengan tahun 2018, yang berpedoman pada sasaran sebagaimana yang diamatkan oleh Perubahan RPJMD 2013-2018 Provinsi Sulawesi Selatan. Tujuan umum penyusunan Perubahan Rencana Strategis Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana () Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2013-2018 ini adalah untuk memberikan kejelasan arah dan sasaran pembangunan pemberdayaan perempuan, keluarga berencana dan perlindungan anak di Provinsi Sulawesi Selatan, yang selanjutnya dijadikan acuan bagi seluruh pihak yang akan melakukan pembangunan pemberdayaan perempuan, keluarga berencana dan perlindungan anak di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan dalam upaya mendukung Visi Sulawesi Selatan 2013-2018 yaitu Sulawesi Selatan sebagai Pilar Utama Pembangunan Nasional dan Simpul Jejaring Akselerasi Kesejahteraan. Adapun tujuan khusus disusunnya Renstra ini adalah : 1. Menetapkan berbagai program prioritas yang disertai dengan target indikator kinerja yang akan dilaksanakan pada tahun 2013-2018 2. Mempermudahh pengendalian kegiatan serta pelaksanaan koordinasi dengan instansi terkait, monitoring, analisis, evaluasi kegiatan baik secara internal maupun eksternal 1..4. Sistematika Penulisan Sistematika penulisan dokumen Perubahan Rencana Strategis Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2013 2018 adalah sebagai berikut : Perubahan Renstra Prov. Sulsel 2013-2018 8

BAB I Pendahuluan Berisi tentang latar belakang yakni menguraikan secara ringkas pengertian dan fungsi Perubahan Renstra dalam penyelenggaraan pembangunan daerah, proses penyusunan dan keterkaitannya RPJMD, Renstra Kementerian PP, Renstra kabupaten/kota dan Renja. Landasan hukum yakni memuat penjelasan tentang berbagai instrumen peraturan yang mengatur tentang struktur organisasi, tugas dan fungsi dan kewenangan serta pedoman yang dijadikan acuan dalam penyusunan perencanaan dan penganggaran. Maksud dan tujuan yakni menguraikan tentang maksud dan tujuan penyusunan Renstra, dan sistematika penulisan menguraikan tentang pokok bahasan dalam penulisan Renstra. BAB II Gambaran Pelayanan SKPD Berisi uraian tentang tugas pokok, fungsi dan Stuktur Organisasi Provinsi Sulawesi Selatan, Sumberdaya, dan Kinerja Pelayanan serta Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan. BAB III Isu-Isu Strategis Berdasarkan Tugas dan Fungsi Berisi uraian ringkas tentang permasalahan berdasarkan tugas dan fungsi pelayanan, telaah visi, misi dan program gubernur, telaah Renstra Kementerian PP dan Resntra kabupaten/kota sebagai dasar menentukan isu-isu strategis. BAB IV Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran, Strategi dan Kebijakan Berisi uraian ringkas tentang Visi dan Misi, memuat pola mengenai tujuan serta sasaran jangka menengah SKPD, strategi dan kebijakan dalam rangka pembangunan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Tahun 2013-2018. BAB V Rencana Program, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran dan Pendanaan Indikatif. Menguraikan tentang rencana program, indikator kinerja, kelompok sasaran dan pendanaan indikatif dan sumbernya, baik yang berasal dari APBD Provinsi dan APBN, dan sumber pendanaan lainnya yang sah dalam periode lima tahun dan tahunan. Perubahan Renstra Prov. Sulsel 2013-2018 9

BAB VI Indikator Kinerja yang Mengacu pada Tujuan dan Sasaran RPJMD BAB VII Penutup LAMPIRAN Berisi tentang indikator kinerja yang secara langsung menunjukkan kinerja yang akan dicapai sebagai komitmen untuk mendukung pencapaian tujuan dan sasaran RPJMD Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2013-2018. Berisi tentang uraian pentingnya pelaksanaan dan konsistensi Renstra dalam implementasinya. Perubahan Renstra Prov. Sulsel 2013-2018 10

BAB II GAMBARAN PELAYANAN BADAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN KB PROV. SULSEL 2.1. TUGAS, FUNGSI DAN STRUKTUR ORGANISASI Pada Umumnya Susunan Organisasi adalah suatu gambaran tentang hubungan kerja dalam rangka mencapai tujuan bersama yaitu dengan cara menetapkan hubungan antar pegawai yang melaksanakan tugasnya, sehingga memegang peranan penting dalam pembagian fungsi-fungsi dan wewenang serta tanggung jawab dalam hubungan kerjasama antar satu dengan lainnya Susunan Organisasi Provinsi Sulawesi Selatan ditetapkan berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan No. 12 Tahun 2009 tentang Perubahan Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 9 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat, Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB, Lembaga Teknis Daerah dan Lembaga Lain Provinsi Sulawesi Selatan. Susunan Organisasi pada Provinsi Sulawesi Selatan sesuai dengan Peraturan Daerah tersebut di atas adalah sebagai berikut : a. Kepala Badan b. Sekretaris, yang membawahi 3 sub bagian, meliputi : b.1. Sub Bagian Keuangan b.2. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian b.3. Sub Bagian Program c. Kepala Bidang Pengarusutamaan Gender (PUG), yang membawahi 2 sub bidang : c.1. Sub Bidang Fasilitasi dan Mediasi Kebijakan PUG c.2. Sub Bidang Kelembagaan PUG d. Kepala Bidang Kualitas Hidup, Perlindungan Perempuan dan Anak, yang membawahi 2 sub bidang : d.1. Sub Bidang Kualitas Hidup, Perlindungan Perempuan dan Anak d.2. Sub Bidang Penguatan dan Pengembangan Kelembagaan Perempuan e. Kepala Bidang Keluarga Berencana, yang membawahi 2 sub bidang : e.1. Sub Bidang KB dan Kesejahteraan Reproduksi Remaja e.2. Sub Bidang Pemberdayaan Keluarga f. Kepala Bidang Keluarga Sejahtera, yang membawahi 2 sub bidang : f.1. Sub Bidang Penguatan Advokasi, Komunikasi, Informasi dan Edukasi f.2. Sub Bidang Informasi Pengendalian Penduduk dan Keluarga Perubahan Renstra Prov. Sulsel 2013-2018 11

Untuk lebih jelas dari Susunan Organisasi Provinsi Sulawesi Selatan maka dapat dilihat pada skema berikut ini : Selanjutnya, berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan No. 12 Tahun 2009 tentang Perubahan Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 9 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat, Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB, Lembaga Teknis Daerah dan Lembaga Lain Provinsi Sulawesi Selatan, yang ditindaklanjuti dengan Peraturan Gubernur Sulawesi Selatan Nomor 22 Tahun 2009 tentang Tugas Pokok, Fungsi, dan Rincian Tugas Jabatan Struktural pada Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi Selatan, maka kedudukan Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB Provinsi Sulawesi Selatan adalah merupakan unsur penunjang Pemerintah Dearah yang dipimpin oleh seorang Kepala Badan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Gubernur melalui Sekretaris Daerah. Dalam hubungan tersebut, Provinsi Sulawesi Selatan mempunyai tugas pokok dengan menyelenggarakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakn daerah di bidang pemberdayaan perempuan dan keluarga berencana berdasarkan asas desentralisasi, dekosentrasi dan tugas pembantuan, dengan fungsinya sebagai berikut : a. Perumusan kebijakan teknis di bidang Pemberdayaan dan Keluarga Berencana meliputi Pengarusutamaan Gender, Kualitas, Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera; Perubahan Renstra Prov. Sulsel 2013-2018 12

b. Penyelenggaraan urusan sosial pelayanan umum di bidang Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana meliputi Pengarusutamaan Gender, Kualitas Hidup, Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahteraan; c. Pembinaan dan penyelenggaran tugas di bidang Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana meliputi Pengarusutamaan Gender, Kualitas Hidup, Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahteraan; d. Penyelenggaraan tugas kedinasan lain sesuai bidang tugasnya Untuk mengetahui dengan jelas mengenai tugas pokok dan Fungsi Sekretariat, Bidang- Bidang, dan Sub Bagian/Sub Bidang dapat diuraikan sebagai berikut: a. Sekretariat Sekretariat Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB Provinsi Sulawesi Selatan bertugas memberikan pelayanan teknis administrasi kepada seluruh satuan organisasi dalam lingkup Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB Provinsi Sulawesi Selatan, dan dalam menyelenggarakan tugasnya itu fungsi Sekretariat meliputi: a) pengoordinasian pelaksanaan kegiatan; b) pengelolaan urusan umum dan administrasi kepegawaian; c) pengelolaan administrasi keuangan; d) pengoordinasian dan penyusunan program serta pengolahan dan penyajian data; e) pengelolaan dan pembinaan organisasi dan tatalaksana; dan f) pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai bidang tugasnya. Dalam kegiatan sehari-hari Sekretaris Provinsi Sulsel dibantu oleh 3 (tiga) orang Kasubag yaitu : a.1. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian dipimpin oleh Kepala Sub Bagian yang mempunyai tugas pokok : a) menyusun rencana kegiatan Sub Bagian Umum dan Kepegawaian sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas; b) mendistribusikan tugas-tugas tertentu dan memberi petunjuk pelaksanaan tugas kepada bawahan sehingga pelaksanaan tugas berjalan lancar; c) memantau, mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan tugas dan kegiatan bawahan untuk mengetahui tugas-tugas yang telah dan belum dilaksanakan; d) membuat konsep, mengoreksi dan memaraf naskah dinas untuk menghindari kesalahan; e) mengikuti rapat-rapat sesuai dengan bidang tugasnya; f) melakukan pengklasifikasian surat menurut jenisnya; g) melakukan administrasi dan pendistribusian naskah dinas masuk dan keluar; h) menata dan melakukan pengarsipan naskah dinas dan pengelolaan perpustakaan; i) mempersiapkan pelaksaanaan rapat dinas, upacara bendera, kehumasan, dan keprotokolan; j) mengelola sarana dan prasarana serta melakukan urusan rumah tangga Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana; k) mengoordinasikan dan melakukan pemeliharaan kebersihan dan Perubahan Renstra Prov. Sulsel 2013-2018 13

pengelolaan keamanan lingkungan kantor; l) menyiapkan bahan dan menyusun rencana kebutuhan, pemeliharaan dan penghapusan barang; m) menyiapkan bahan dan menyusun administrasi pengadaan, pendistribusian, pemeliharaan, inventarisasi dan penghapusan barang; n) menyiapkan bahan dan menyusun daftar inventarisasi barang serta menyusun laporan barang inventaris; o) menyiapkan bahan, mengelola dan menghimpun daftar hadir pegawai; p) menyiapkan bahan dan mengelola administrasi surat tugas dan perjalanan dinas pegawai; q) menyiapkan bahan, mengoordinasikan dan memfasilitasi kegiatan organisasi dan tatalaksana; r) menyiapkan bahan dan menyususn rencana formasi, informasi jabatan, dan bezetting pegawai; s) menyiapkan bahan dan mengelola administrasi kepegawaian meliputi usul kenaikan pangkat, perpindahan, pensiun, penilaian pelaksanaan pekerjaan, kenaikan gaji berkala, cuti, ijin, masa kerja, peralihan status, dan layanan administrasi kepegawaian lainnya; t) menyiapkan bahan usulan pemberian tanda penghargaan dan tanda jasa pegawai negeri sipil; u) menyiapkan bahan perumusan kebijakan pembinaan, peningkatan kompetensi, disiplin dan kesejahteraan pegawai negeri sipil; v) mengembangkan penerapan sistem informasi kepegawaian berbasis teknologi informasi; w) menghimpun dan menyosialisasikan peraturan perundang-undangan di bidang kepegawaian; x) menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas Sub Bagian Umum dan Kepegawaian dan memberikan saran pertimbangan kepada atasan sebagai bahan perumusan kebijakan; y) melakukan tugas kedinasan lain yang diperintahkan oleh atasan sesuai dengan bidang tugasnya untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas. a.2. Sub Bagian Keuangan dipimpin oleh Kepala Sub Bagian yang mempunyai tugas pokok : a) menyusun rencana kegiatan Sub Bagian Keuangan sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas; b) mendistribusikan tugas-tugas tertentu dan memberi petunjuk pelaksanaan tugas kepada bawahan sehingga pelaksanaan tugas berjalan lancar; c) memantau, mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan tugas dan kegiatan bawahan untuk mengetahui tugas-tugas yang telah dan belum dilaksanakan; d) membuat konsep, mengoreksi dan memaraf naskah dinas untuk menghindari kesalahan; e) mengikuti rapat-rapat sesuai dengan bidang tugasnya; f) menyiapkan bahan dan menyusun dokumen pelaksanaan kegiatan dan anggaran; g) menyiapkan bahan atau data untuk perhitungan anggaran dan perubahan anggaran; h) melakukan verifikasi kelengkapan administrasi permintaan pembayaran; i) meneliti kelengkapan uang persediaan, ganti uang, tambahan uang, pembayaran gaji, tunjangan, dan penghasilan lainnya untuk menjadi bahan proses lebih lanjut; j) mengoordinasikan dan menyusun rencana kerja anggaran; k) mengelola pembayaran gaji pegawai; l) melakukan verifikasi harian atas penerimaan keuangan; m) melakukan akuntansi pengeluaran dan Perubahan Renstra Prov. Sulsel 2013-2018 14

penerimaan keuangan; n) melakukan verifikasi pertanggungjawaban keuangan; o) menyiapkan bahan dan menyusun laporan keuangan; p) menyusun realisasi perhitungan anggaran; q) mengevaluasi pelaksanaan tugas bendaharawan; r) menginventarisasi sumber-sumber penerimaan keuangan; s) menggali sumber-sumber penerimaan baru yang potensial; t) melakukan pencatatan pemungutan dan pelaporan pendapatan asli daerah; u) mengumpulkan bahan, mengoordinasikan dan menindaklanjuti laporan hasil pemeriksaan; v) menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas Sub Bagian Keuangan dan memberikan saran pertimbangan kepada atasan sebagai bahan perumusan kebijakan; dan w) melakukan tugas kedinasan lain yang diperintahkan oleh atasan sesuai dengan bidang tugasnya untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas; a.3. Sub Bagian Program dipimpin oleh Kepala Sub Bagian yang mempunyai tugas pokok : a) mengikuti rapat-rapat sesuai dengan bidang tugasnya; b) mengooordinasikan, menyiapkan bahan dan melakukan penyusunan perencanaan program dan anggaran; c) menyiapkan bahan dan menyosialisasikan peraturan perundang-undangan, petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis di bidang penyusunan program; d) menyiapkan bahan, mengoordinasikan dan menyusun rancangan rencana strategi; e) mengumpulkan bahan dan menyusun pengusulan rencana anggaran pendapatan dan belanja Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana; f) menghimpun dan menyajikan data dan informasi program dan kegiatan badan; g) mengelola dan melakukan pengembangan sistem penyajian data berbasis teknologi informasi; h) mengumpulkan bahan dan menyusun laporan kinerja Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana; i) menyiapkan bahan dan melakukan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kinerja; j) mengumpulkan bahan dan menyusun laporan kegiatan tahunan; k) menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas Sub Bagian Program dan memberikan saran pertimbangan kepada atasan sebagai bahan perumusan kebijakan. b. Bidang Pengarusutamaan Gender Bidang Pengarusutamaan Gender mempunyai fungsi meliputi : a) pelaksanaan penyiapan, pengkajian bahan koordinasi, fasilitasi advokasi dan analisis rumusan kebijakan pengarusutamaan gender; b) pelaksanaan dan pengoordinasian penyusunan perencanaan dan program bidang fasilitasi dan mediasi kebijakan pengarusutamaan gender serta fasilitasi kelembagaan pengarusutamaan gender; c) perumusan kebijakan pengarusutamaan gender bidang fasilitasi dan mediasi kebijakan pengarusutamaan gender serta fasilitasi kelembagaan pengarusutamaan gender; dan d) pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai bidang tugasnya. Perubahan Renstra Prov. Sulsel 2013-2018 15

Dalam kegiatan sehari-hari Kepala Bidang Pengarusutamaan Gender dibantu oleh 2 (dua) orang Kepala Sub Bidang yaitu : b.1. Sub Bidang Fasilitasi dan Mediasi Kebijakan Pengarusutamaan Gender dipimpin oleh Kepala Sub Bidang yang mempunyai tugas pokok : a) menyusun rencana kegiatan Sub Bidang Fasilitasi dan Mediasi Kebijakan Pengarusutamaan Gender sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas; b) mendistribusikan tugas-tugas tertentu dan memberi petunjuk pelaksanaan tugas kepada bawahan sehingga pelaksanaan tugas berjalan lancar; c) memantau, mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan tugas dan kegiatan bawahan untuk mengetahui tugas-tugas yang telah dan belum dilaksanakan; d) membuat konsep, mengoreksi dan memaraf naskah dinas untuk menghindari kesalahan; e) mengikuti rapat-rapat sesuai dengan bidang tugasnya; f) menyiapkan, mengumpulkan dan mengoordinasikan bahan-bahan pedoman pelaksanaan teknis kebijakan fasilitasi dan mediasi kebijakan pengarusutamaan gender; g) menyiapkan bahan pembinaan, fasilitasi kegiatan fasilitasi dan mediasi kebijakan pengarusutamaan gender; h) menyiapkan bahan pengolahan data, saran dan pertimbangan serta penyiapan koordinasi kegiatan dan penyusunan laporan program fasilitasi dan mediasi kebijakan pengarusutamaan gender; i) menyiapkan bahan-bahan koordinasi lintas sektor dan rapat koordinasi yang menyangkut fasilitasi dan mediasi kebijakan pengarusutamaan gender; j) menyiapkan bahan koordinasi dengan instansi pusat, instansi terkait lainnya serta pemerintah kabupaten/kota yang menyangkut kebijakan fasilitasi dan mediasi kebijakan pengarusutamaan gender; k) menyiapkan pelaksanaan fasilitasi dan koordinasi pelaksanaan kegiatan yang menyangkut fasilitasi dan mediasi kebijakan pengarusutamaan gender; l) menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas Sub Bidang Fasilitasi dan Mediasi Kebijakan Pengarusutamaan Gender dan memberikan saran pertimbangan kepada atasan sebagai bahan perumusan kebijakan; dan m) melakukan tugas kedinasan lain yang diperintahkan oleh atasan sesuai bidang tugasnya untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas. b.2. Sub Bidang Fasilitasi Kelembagaan Pengarusutamaan Gender dipimpin oleh Kepala Sub Bidang yang mempunyai tugas pokok : a) menyusun rencana kegiatan Sub Bidang Fasilitasi Kelembagaan Pengarusutamaan Gender sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas; b) mendistribusikan tugas-tugas tertentu dan memberi petunjuk pelaksanaan tugas kepada bawahan sehingga pelaksanaan tugas berjalan lancar; c) memantau, mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan tugas dan kegiatan bawahan untuk mengetahui tugas-tugas yang telah dan belum dilaksanakan; d) membuat konsep, mengoreksi dan memaraf naskah dinas Perubahan Renstra Prov. Sulsel 2013-2018 16

untuk menghindari kesalahan; e) mengikuti rapat-rapat sesuai dengan bidang tugasnya; f) menyiapkan, mengumpulkan dan mengoordinasikan bahan-bahan pedoman pelaksanaan teknis kebijakan fasilitasi kelembagaan pengarusutamaan gender; g) menyiapkan bahan pembinaan, fasilitasi kegiatan fasilitasi kelembagaan pengarusutamaan gender; h) melakukan pengolahan data, saran, pertimbangan serta penyiapan koordinasi kegiatan dan penyusunan laporan program fasilitasi kelembagaan pengarusutamaan gender; i) melakukan koordinasi lintas sektor dan menyiapkan bahan rapat koordinasi yang menyangkut fasilitasi kelembagaan pengarusutamaan gender; j) melakukan koordinasi dengan instansi pusat, instansi terkait lainnya serta pemerintah kabupaten/kota yang menyangkut kebijakan fasilitasi kelembagaan pengarusutamaan gender; k) melakukan fasilitasi dan koordinasi pelaksanaan kegiatan yang menyangkut fasilitasi kelembagaan pengarusutamaan gender; l) menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas Sub Bidang Fasilitasi Kelembagaan Pengarusutamaan Gender dan memberikan saran pertimbangan kepada atasan sebagai bahan perumusan kebijakan; dan m) melakukan tugas kedinasan lain yang diperintahkan oleh atasan sesuai bidang tugasnya untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas. c. Bidang Kualitas Hidup, Perlindungan Perempuan dan Anak Bidang Kualitas Hidup, Perlindungan Perempuan dan Anak bertugas melaksanakan koordinasi, Pembinaan dan Fasilitasi Kebijakan secara teknis operasional menyangkut Bidang Kualitas Hidup, Perlindungan Perempuan dan Anak. Di dalam melaksanakan kegiatan Kepala Bidang Kualitas Hidup, Perlindungan Perempuan dan Anak dibantu oleh 2 (dua) orang Kepala Sub Bidang yaitu : c.1. Sub Bidang Kualitas Hdup dan Perlindungan dan Anak dipimpin oleh Kepala Sub Bidang yang mempunyai tugas pokok : a) menyusun rencana kegiatan Bidang Kualitas Hidup, Perlindungan Perempuan dan Anaksebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas; b) mendistribusikan dan memberi petunjuk pelaksanaan tugas kepada bawahan sehingga pelaksanaan tugas berjalan lancar; c) memantau, mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan tugas dan kegiatan bawahan untuk mengetahui tugas-tugas yang telah dan belum dilaksanakan; d) membuat konsep, mengoreksi, memaraf dan/atau menandatangani naskah dinas; e) mengikuti rapat-rapat sesuai dengan bidang tugasnya; f) merumuskan dan mengumpulkan bahan-bahan pembinaan dan petunjuk teknis bidang kualitas hidup, perlindungan perempuan dan anak; g) melaksanakan koordinasi dan evaluasi bidang kualitas hidup, perlindungan perempuan dan anak; h) melaksanakan pembinaan terhadap pelaksanaan Perubahan Renstra Prov. Sulsel 2013-2018 17

kebijakan bidang kualitas hidup, perlindungan perempuan dan anak;i) melaksanakan fasilitasi urusan kegiatan bidang kualitas hidup, perlindungan perempuan dan anak; j) melaksanakan koordinasi dengan instansi pusat dan satuan kerja perangkat daerah tingkat provinsi, kabupaten/kota dan organisasi sosial masyarakat menyangkut kebijakan teknis bidang kualitas hidup, perlindungan perempuan dan anak; k) menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas Bidang Kualitas Hidup, Perlindungan Perempuan dan Anak dan memberikan saran pertimbangan kepada atasan sebagai bahan perumusan kebijakan; dan l) melaksanakan tugas kedinasan lain yang diperintahkan oleh atasan sesuai bidang tugasnya untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas. c.2. Sub Bidang Penguatan dan Pengembangan Kelembagaan Perempuan dipimpin oleh Kepala Sub Bidang yang mempunyai tugas pokok : a) menyusun rencana kegiatan Sub Bidang Penguatan dan Pengembangan Kelembagaan Perempuan sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas; b) mendistribusikan tugas-tugas tertentu dan memberi petunjuk pelaksanaan tugas kepada bawahan sehingga pelaksanaan tugas berjalan lancar; c) memantau, mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan tugas dan kegiatan bawahan untuk mengetahui tugas-tugas yang telah dan belum dilaksanakan; d) membuat konsep, mengoreksi dan memaraf naskah dinas untuk menghindari kesalahan; e) mengikuti rapat-rapat sesuai dengan bidang tugasnya; f) menyiapkan, mengumpulkan dan mengoordinasikan bahan-bahan pedoman pelaksanaan teknis kebijakan penguatan dan pengembangan kelembagaan perempuan; g) menyiapkan bahan pembinaan, fasilitasi kegiatan penguatan dan pengembangan kelembagaan perempuan; h) menyiapkan bahan pengolahan data, saran, pertimbangan serta penyiapan koordinasi kegiatan dan penyusunan laporan program penguatan dan pengembangan kelembagaan perempuan; i) menyiapkan bahan-bahan koordinasi lintas sektor dan rapat koordinasi yang menyangkut penguatan dan pengembangan kelembagaan perempuan; j) melakukan bahan koordinasi dengan instansi pusat, instansi terkait lainnya serta pemerintah kabupaten/kota yang menyangkut kebijakan penguatan dan pengembangan kelembagaan perempuan; k) melakukan fasilitasi dan koordinasi pelaksanaan kegiatan yang menyangkut penguatan dan pengembangan kelembagaan perempuan; l) menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas Sub Bidang Penguatan dan Pengembangan Kelembagaan Perempuan dan memberikan saran pertimbangan kepada atasan sebagai bahan perumusan kebijakan; m) melakukan tugas kedinasan lain yang diperintahkan oleh atasan sesuai bidang tugasnya untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas. Perubahan Renstra Prov. Sulsel 2013-2018 18

d. Bidang Keluarga Berencana Bidang Keluarga Berencana mempunyai tugas pokok melaksanakan koordinasi, pembinaan dan fasilitasi kebijakan secara teknis operasional menyangkut Bidang Keluarga Berencana dan Kesejahteraan Reproduksi serta Pemberdayaan Keluarga. Di dalam melaksanakan kegiatannya, Kepala Bidang Keluarga Berencana dibantu oleh 2 (dua) orang Kepala Sub Bidang yaitu : d.1. Sub Bidang Keluarga Berencana dan Kesejahteraan Reproduksi Remaja dipimpin oleh Kepala Sub Bidang yang mempunyai tugas pokok: a) menyusun rencana kegiatan Sub Bidang Keluarga Berencana dan Kesejahteraan Reproduksi Remaja sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas; b) mendistribusikan tugas-tugas tertentu dan memberi petunjuk pelaksanaan tugas kepada bawahan sehingga pelaksanaan tugas berjalan lancar; c) memantau, mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan tugas dan kegiatan bawahan untuk mengetahui tugas-tugas yang telah dan belum dilaksanakan; d) membuat konsep, mengoreksi dan memaraf naskah dinas untuk menghindari kesalahan; e) mengikuti rapat-rapat sesuai dengan bidang tugasnya;f) menyiapkan, mengumpulkan dan mengoordinasikan bahan-bahan pedoman pelaksanaan teknis kebijakan keluarga berencana dan kesejahteraan reproduksi remaja; g) menyiapkan bahan pembinaan, fasilitasi kegiatan keluarga berencana dan kesejahteraan reproduksi remaja;h) melakukan pengolahan data, penyiapan koordinasi kegiatan dan penyusunan laporan program keluarga berencana dan kesejahteraan reproduksi remaja; i) melakukan koordinasi lintas sektor dan rapat koordinasi yang menyangkut keluarga berencana dan kesejahteraan reproduksi remaja; j) melakukan koordinasi dengan instansi pusat, instansi terkait lainnya serta pemerintah kabupaten/kota yang menyangkut kebijakan keluarga berencana dan kesejahteraan reproduksi remaja; k) melakukan fasilitasi dan koordinasi pelaksanaan kegiatan yang menyangkut keluarga berencana dan kesejahteraan reproduksi remaja; l) menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas Sub Bidang Keluarga Berencana dan Kesejahteraan Reproduksi Remaja dan memberikan saran pertimbangan kepada atasan sebagai bahan perumusan kebijakan; m) melakukan tugas kedinasan lain yang diperintahkan oleh atasan sesuai bidang tugasnya untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas. d.2. Sub Bidang Pemberdayaan Keluarga dipinpin oleh Kepala Sub Bidang yang mempunyai tugas pokok : a) menyusun rencana kegiatan Sub Bidang Pemberdayaan Keluarga sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas; mendistribusikan tugas-tugas tertentu dan memberi petunjuk pelaksanaan tugas kepada bawahan sehingga pelaksanaan tugas berjalan lancar; b) Perubahan Renstra Prov. Sulsel 2013-2018 19

memantau, mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan tugas dan kegiatan bawahan untuk mengetahui tugas-tugas yang telah dan belum dilaksanakan; c) membuat konsep, mengoreksi dan memaraf naskah dinas untuk menghindari kesalahan d) mengikuti rapat-rapat sesuai dengan bidang tugasnya; e) menyiapkan, mengumpulkan dan mengoordinasikan bahanbahan pedoman pelaksanaan teknis kebijakan pemberdayaan keluarga; f) mempersiapkan bahan pembinaan, fasilitasi kegiatan pemberdayaan keluarga; g) melakukan pengolahan data, penyiapan koordinasi kegiatan dan penyusunan laporan program pemberdayaan keluarga; g) melakukan koordinasi lintas sektor dan menyiapkan bahan rapat koordinasi yang menyangkut pemberdayaan keluarga; h) melakukan koordinasi dengan instansi pusat, instansi terkait lainnya serta pemerintah kabupaten/kota yang menyangkut kebijakan pemberdayaan keluarga; i) melakukan fasilitasi dan koordinasi pelaksanaan kegiatan yang menyangkut pemberdayaan keluarga; j) menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas Sub Bidang Pemberdayaan Keluarga dan memberikan saran pertimbangan kepada atasan sebagai bahan perumusan kebijakan; dan k) melakukan tugas kedinasan lain yang diperintahkan oleh atasan sesuai bidang tugasnya untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas.. e. Bidang Keluarga Sejahtera Bidang Keluarga Sejahtera dipinpin oleh Kepala Bidang yang mempunyai tugas pokok melaksanakan koordinasi, pembinaan dan fasilitasi kebijakan secara teknis operasional menyangkut bidang penguatan advokasi, komunikasi, informasi, dan edukasi serta informasi Pengendalian Penduduk dan keluarga. Dalam kegiatan sehari-hari Kepala Bidang Keluarga Sejahtera dibantu oleh 2 (dua) orang Kepala Sub Bidang yaitu : e.1. Sub Bidang Penguatan Advokasi, Komunikasi, Informasi dan Edukasi dipimpin oleh Kepala Sub Bidang yang mempunyai tugas pokok membantu pimpinan dalam melakukan koordinasi dan pembinaan teknis menyangkut penguatan advokasi, komunikasi, informasi dan edukasi lingkup bidang pemberdayaan perempuan dan KB secara keseluruhan. Secara rinci tugas pokok sub bidang ini adalah : a) menyusun rencana kegiatan Sub Bidang Penguatan Advokasi, Komunikasi, Informasi dan Edukasi sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas; b) mendistribusikan tugas-tugas tertentu dan memberi petunjuk pelaksanaan tugas kepada bawahan sehingga pelaksanaan tugas berjalan lancar; c) memantau, mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan tugas dan kegiatan bawahan untuk mengetahui tugas-tugas yang telah dan belum dilaksanakan; d) membuat konsep, mengoreksi dan memaraf naskah dinas untuk menghindari kesalahan; e) mengikuti rapat-rapat sesuai dengan bidang tugasnya; f) Perubahan Renstra Prov. Sulsel 2013-2018 20

menyiapkan, mengumpulkan dan mengoordinasikan bahan-bahan pedoman pelaksanaan teknis kebijakan penguatan advokasi, komunikasi, informasi dan edukasi; g) menyiapkan bahan pembinaan, fasilitasi kegiatan penguatan advokasi, komunikasi, informasi dan edukasi; h) melakukan pengolahan data, serta penyiapan koordinasi kegiatan dan penyusunan laporan program penguatan advokasi, komunikasi, informasi dan edukasi; i) melakukan koordinasi lintas sektor dan menyiapkan bahan rapat koordinasi yang menyangkut penguatan advokasi, komunikasi, informasi dan edukasi; j) melakukan koordinasi dengan instansi pusat, instansi terkait lainnya serta pemerintah kabupaten/kota yang menyangkut kebijakan penguatan advokasi, komunikasi, informasi dan edukasi; k) melakukan fasilitasi dan koordinasi pelaksanaan kegiatan yang menyangkut penguatan advokasi, komunikasi, informasi dan edukasi; l) menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas Sub Bidang Penguatan Advokasi, Komunikasi, Informasi dan Edukasi dan memberikan saran pertimbangan kepada atasan sebagai bahan perumusan kebijakan; dan m) melakukan tugas kedinasan lain yang diperintahkan oleh atasan sesuai bidang tugasnya untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas e.2. Sub Bidang Informasi Pengendalian Penduduk dan Keluarga dipimpin oleh kepala Sub Bidang yang mempunyai tugas pokok melakukan koordinasi dan pembinaan teknis menyangkut infomasi Pengendalian Penduduk dan keluarga, yang secara rinci meliputi : a) menyusun rencana kegiatan Sub Bidang Informasi Pengendalian Penduduk dan Keluarga sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas; b) mendistribusikan tugas-tugas tertentu dan memberi petunjuk pelaksanaan tugas kepada bawahan sehingga pelaksanaan tugas berjalan lancar c) memantau, mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan tugas dan kegiatan bawahan untuk mengetahui tugas-tugas yang telah dan belum dilaksanakan; d) membuat konsep, mengoreksi dan memaraf naskah dinas untuk menghindari kesalahan e) mengikuti rapat-rapat sesuai dengan bidang tugasnya; f) menyiapkan, mengumpulkan dan mengoordinasikan bahanbahan pedoman pelaksanaan teknis kebijakan informasi Pengendalian Penduduk dan keluarga; g) menyiapkan bahan pembinaan, fasilitasi kegiatan informasi Pengendalian Penduduk dan keluarga;h) melakukan pengolahan data, penyiapan koordinasi kegiatan dan penyusunan laporan program informasi Pengendalian Penduduk dan keluarga; i) melakukan koordinasi lintas sektor dan menyiapkan bahan rapat koordinasi yang menyangkut informasi Pengendalian Penduduk dan keluarga; j) melakukan koordinasi dengan instansi pusat dan instansi terkait lainnya serta pemerintah kabupaten/kota yang menyangkut kebijakan informasi Pengendalian Penduduk dan keluarga; k) melakukan fasilitasi dan koordinasi pelaksanaan Perubahan Renstra Prov. Sulsel 2013-2018 21

kegiatan yang menyangkut informasi Pengendalian Penduduk dan keluarga; l) menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas Sub Bidang Informasi Pengendalian Penduduk dan Keluarga dan memberikan saran pertimbangan kepada atasan sebagai bahan perumusan kebijakan; dan m) melakukan tugas kedinasan lain yang diperintahkan oleh atasan sesuai bidang tugasnya untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas. 2. 2 SUMBER DAYA Suatu organisasi dalam menjalankan tugas dan fungsinya sangat ditentukan oleh kualitas sumberdaya manusiadan sarana prasarana pendukung. Sumberdaya manusia dan perlengkapan tersebut merupakan elemen dalam menggerakkan roda organisasi, sekaligus sebagai faktor internal yang berpengaruh terhadap kemajuan suatu organisasi. Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana sampai dengan bulan Januari Tahun 2015 memiliki sumberdaya aparatur sebagaimana digambarkan dalam diagram berikut. Diagram 1. Jumlah Aparat menurut Jenjang Pendidikan dan Jenis Kelamin Tahun 2015 Diagram 2. Jumlah Aparat menurut Pangkat/ Golongan dan Jenis Kelamin Perubahan Renstra Prov. Sulsel 2013-2018 22

Diagram 3. Pejabat Struktural dan Staf menurut Jenis Kelamin Tahun 2015 Komposisi sumberdaya aparatur berdasarkan jenis kelamin menunjukkan bahwa aparat didominasi perempuan. Nampak disini bahwa masih terdapat pemahaman yang keliru dalam distribusi aparat yang memaknai bahwa di instansi pemberdayaan perempuan lebih tepat jika aparatnya juga perempuan. Padahal pada kenyataannya, lingkup bidang tugas mulai dari aktifitas rutin di sekretariat sampai pelaksanaan kegiatan bidang-bidang sangat memerlukan tenaga laki-laki dan perempuan secara berimbang. Tidak berimbangnya komposisi laki-laki dan perempuan serta jumlah yang belum mencukupi sesuai kebutuhan minimum aparatur (sesuai analisis beban kerja dan analisis kebutuhan, jumlah minimum aparat pada idealnya 62 orang), sangat mempengaruhi kelancaran layanan dan pencapaian kinerja. Perlengkapan dan peralatan kerja yang digunakan untuk mendukung operasional pelaksanaan tugas-tugas sampai dengan bulan Januari tahun 2015 masih terbatas, termasuk belum representatifnya ruangan kerja dan ruang layanan yang tersedia (tabel 1). Perubahan Renstra Prov. Sulsel 2013-2018 23

Uraian ketersediaan dan kebutuhan peralatan dan perlengkapan kantor tersebut di bawah menggambarkan masih terbatasnya dukungan sarana dan prasarana yang ada, sehingga untuk perencanaan kebutuhan ke depan akan menjadi pertimbangan dalam program pengadaan sarana dan prasarana dalam rangka mendukung operasional pelaksanaan tugas-tugas Provinsi Sulawesi Selatan sehingga dapat menghasilkan capaian kinerja kegiatan yang lebih optimal. Perubahan Renstra Prov. Sulsel 2013-2018 24

Tabel 1. Ketersediaan Sarana dan Prasarana untuk menunjang Kinerja Tahun 2013 sd. 2015 No Jenis Barang Jumlah Kebutuhan Keterangan Barang 1 Kendaraan Roda 2 2 Unit 7 unit (1 operasional, 6 mobil dinas eselon) 1 mobil Kaban, 1 mobil operasional. Belum ada pejabat eselon 3 yang memiliki mobil dinas 2. Kendaraan Roda 4 2 Unit 10 unit (setiap bidang, 2 motor operasional) Belum ada motor operasional untuk bidang-bidang teknis 3. Komputer 14 Unit Tersebar di 5 bidang (sekretariat dan 4 bidang teknis) 4. Laptop 11 Unit 21 unit Untuk aplikasi sistem, eselon 2, 3, dan 4 5. Mesin Tik 4 unit 8 unit 6. AC 9 Unit Setiap ruang 1 unit Tersebar di 5 bidang (sekretariat dan 4 bidang teknis) 7 Printer canon 9 unit Tersebar di 5 bidang (sekretariat dan 4 bidang teknis) 8. Printer Epson 8 unit Tersebar di 5 bidang (sekretariat dan 4 bidang teknis) 9 UPS 7 unit Tersebar di 5 bidang (sekretariat dan 4 bidang teknis) 10 Meja Eselon II 1 Unit 1 unit 11 Meja Eselon III 5 Unit 5 unit 12 Meja Eselon IV 11 Unit 11 unit 13 Meja Staf 27 Unit Sesuai jumlah staf dan tenaga outsourching 14 Meja Rapat 1 Set 15 Kursi Rapat 30 Unit 60 unit 16 Kursi Eselon 20 Unit 17 Kursi staf 43 unit Sesuai jumlah staf dan tenaga outsourching 18 Sofa 2 Set Ruang Kaban dan P2TP2A 19 Brankas 2 Unit 20 Mesin faximile 1 Unit 2 unit 21 Filling Cabinet 4 laci 13 Unit Setiap subag/subidang, minimal 3 filing kabinet Tersebar di 5 bidang (sekretariat dan 4 bidang teknis) 22 Lemari Arsip 7 unit Tersebar di 5 bidang (sekretariat dan 4 bidang teknis) 23 Lemari Buku 1 Unit Perpustakaan 24 Lemari Gantung 8 Unit Tersebar di 5 bidang (sekretariat dan 4 bidang teknis) 25 Wireless Internal 1 unit 26 Wireless Portable 1 Unit 27 Handycam 1 unit 2-3 unit 28 LCD 2 Unit 29 Camera Digital 3 unit 6 unit 30 Rak Buku 1 Unit Disesuaikan buku perpustakaan 31 White Board 12 buah Tersebar di 5 bidang (sekretariat dan 4 bidang teknis) 32 Papan 1 buah Pengumuman 33 Dispenser 3 unit Setiap bidang 1 unit 34 Kulkas 2 Unit Setiap bidang 1 unit 35 Televisi 1 Unit Setiapa bidang 1 unit Perubahan Renstra Prov. Sulsel 2013-2018 25