Bimafika, 2012, 4,

dokumen-dokumen yang mirip
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN INTEGRATED PADA PERKULIAHAN PENDIDIKAN ILMU SOSIAL DI FKIP UM METRO

Bimafika, 2015, 7,

KEMAMPUAN MENULIS PUISI BERDASARKAN MEDIA VISUAL SISWA KELAS VII SMP

PENINGKATAN HASIL BELAJAR KETERAMPILAN MEMBUAT ANYAMAN KERTAS PADA SISWA KELAS VII DENGAN METODE DEMONSTRASI DI SMP NEGERI 8 TEBING TINGGI

BAB III METODE PENELITIAN

JURNAL. Oleh: PATRA YANIS

BAB III METODE PENELITIAN

Kata Kunci : Metode theatre games, metode ceramah, pendekatan apresiatif, pembelajaran drama, hasil belajar, kemampuan berbicara.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Pada Bab III dalam Perencanaan Incident Management akan membahas

Volume I No.01, Februari 2016 ISSN :

PENDAHULUAN Latar Belakang

Kata Kunci: Pendampingan, Perangkat Pembelajaran, Student Center Learning

PENERAPAN STRATEGI QUANTUM WRITING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS NARASI SISWA SEKOLAH DASAR

Pendahuluan A. Latar Belakang B. Tujuan C. Dasar Hukum

Kualitas Pelayanan Uji Kelayakan Kendaraan Penumpang di Unit Pelaksana Teknis Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Kabupaten Jember

JURNAL PSIKIATRI INDONESIA

SISTEM INFORMASI KEPEGAWAIAN BERBASIS WEB DI KEJAKSAAN NEGERI KABUPATEN BANDUNG

Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika (JIPF) Vol. 05 No. 03, September 2016, ISSN:

Seminar Nasional Teknik Industri BKSTI 2014

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA MENGGUNAKAN APLIKASI MACROMEDIA FLASH UNTUK MATAKULIAH PONDASI DI JURUSAN PTSP FT UNY

RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI REKAM MEDIS BERBASIS WEB (STUDI KASUS : RUMAH PERAWATAN PSIKO NEURO GERIATRI PURI SARAS SEMARANG)

ANALISA DAN DESAIN SISTEM INFORMASI ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN (STUDI KASUS : DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROVINSI NTT DI KUPANG)

Perancangan Aplikasi E-Learning Pada SMA Nurul Iman Palembang

KAJIAN TEORI DAN METODE

KINERJA GURU PROFESIONAL DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 KECAMATAN BANYUASIN I KABUPATEN BANYUASIN

Buku 1: RPKPS (Rencana Program dan Kegiatan Pembelajaran Semester) ANALISIS PENGUKURAN FISIS

UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI TRANSFORMASI GEOMETRI MELALUI MEDIA SIMULASI BERBASIS GUI

Sistem Informasi Laporan Kuangan, Rasio Likuiditas, dan Profitabilitas pada PT Stefvi Putri Mandiri

BioEdu Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi

IDENTIFIKASI MISKONSEPSI FISIKA PADA SISWA SMAN DI KOTA PALU

JURNAL PENDIDIKAN KHUSUS

SISTEM INFORMASI PENGOLAHAN DOKUMEN PERSURATAN PADA BADAN LINGKUNGAN HIDUP PROVINSI SUMSEL

Analisis Budaya Organisasi, Kompensasi dan Motivasi Terhadap Semangat Kerja Karyawan di Perkebuanan Melati PTPN II Perbaungan Serdang Bedagai

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF PICTURE AND PICTURE PADA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA.

MODEL SIMULASI KOMPUTER UNTUK MENGELOLA INTERAKSI POHON-TANAH-TANAMAN SEMUSIM

KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN

PENGGUNAAN MIND MAP UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI DI SEKOLAH DASAR

BAB I PENDAHULUAN. merupakan produk pendidikan ikan Indonesia di masa. yang sebagian besar dipengaruhi oleh adanya

BAB I PENDAHULUAN. tersebut. situs tersebut juga bisa berdampak positif bagi masyarakat sekitar. Kota

UPAYA MENINGKATKAN ACADEMIC SKILL TERHADAP PEMBELAJARAN FISIKA MELALUI KEGIATAN EKSPERIMEN PADA SISWA KELAS VII D SMP NASIONAL MAKASSAR

Volume 2 No ijse.bsi.ac.id IJSE Indonesian Journal on Software Engineering

Enok Yanti SMP Negeri 4 Maja, Kab. Majalengka,

BioEdu Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi

Jurnal Ilmiah Komputer dan Informatika (KOMPUTA) SISTEM PERAMALAN UNTUK PENGADAAN MATERIAL UNIT INJECTION DI PT. XYZ

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS LECTORA INSPIRE PADA MATA PELAJARAN PEREKAYASAAN SISTEM RADIO DAN TELEVISI UNTUK SMK NEGERI 5 SURABAYA

Rencana Program dan Kegiatan Pembelajaran Semester (RPKPS) MATEMATIKA ELEKTRONIKA, KELAS A

MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BAHASA INGGRIS DAN ARAB UNTUK SISWA SMP PLUS AL-AMANAH

Analisis Dan Perancangan Sistem Informasi Manajemen Penjualan Spare Part Menggunakan Metodologi Berorientasi Objek Pada CV.

PENGEMBANGAN PROSES BELAJAR MENGAJAR MELALUI SIMULASI DAN MODUL AJAR INTERAKTIF DALAM CD ROM PADA MATA KULIAH ASPEK HUKUM PEMBANGUNAN

JUDUL TA: PENENTUAN NILAI MARK- UP PADA PROYEK-PROYEK KONSTRUKI MENGGUNAKAN DUMMY NAMA MAHASISWA: DWITYA DHANURENDRA BAB I PENDAHULUAN

PENDAHULUAN. Latar Belakang

ISBN: SNIPTEK 2014 RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PENERIMAAN KARYAWAN BERBASIS WEB

Deni Candra Irawan et al., Efektivitas Program Keaksaraan Fungsional Bagi Masyarakat Miskin

RESPON MASYARAKAT TERHADAP RISIKO BENCANA ERUPSI GUNUNGAPI MERAPI DI DESA TEGALMULYO KECAMATAN KEMALANG KABUPATEN KLATEN ARTIKEL PUBLIKASI

APLIKASI ENSIKLOPEDIA

PENGARUH KARAKTERISTIK TERHADAP KINERJA PERAWAT PELAKSANA DI RUANG PERAWATAN INTENSIF RUMAH SAKIT KELAS A DAN B DI INDONESIA

PETA KOMPETENSI. KD 6 Menjelaskan organisasi tubuh secara anatomi dan fisiologi. KD 8 Menganalisis alam semesta dan tata surya

Sistem Informasi Manajemen Pembangunan Perumahan Pada PT. Tunas Visi Pratama

APLIKASI PENGECEK HARGA PRODUK BERBASIS ANDROID WEB VIEW

HYPERLINK \l "EBr94" Amna Shifia Nisafani 1), Wahyu Eka Putri Kinanti 2), Endang Sulistiyani 3)

Komplek joglo Baru Blok E 16 RT 007/006, Lemabayan, Jakarta

SISTEM INFORMASI PENGELOLAAN DATA BARANG PADA CV. SINAR SELABUNG

Bimafika, 2016, 8, 20 24

Pengaruh Lama Fermentasi Dan Penambahan Inokulum Lactobacillus plantarum dan Lactobacillus fermentum Terhadap Kualitas Silase Tebon Jagung (Zea mays)

ANALISIS MODAL KERJA DAN PROFITABILITAS PT. BERAU COAL ENERGY Tbk. Rachmaniah

PERTUMBUHAN PDRB TANAMAN BAHAN MAKANAN DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP PEREKONOMIAN PROVINSI RIAU

DEKLARASI DIRI (PENGENDALI PERUSAHAAN) TERKAIT PERPAJAKAN KEPADA NEGARA MITRA

SIMULASI PENANGANAN KEBAKARAN DI GUDANG PENYIMPANAN GAS LPG MENGGUNAKAN ATMEGA 8535

ANALISIS PEDAGOGICAL CONTENT KNOWLEDGE (PCK) GURU MATEMATIKA DAN PRAKTIK PEMBELAJARANNYA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

1 Aplikasi SMS Center untuk Informasi Harga Komoditi Hasil Pertanian Kabupaten Ogan Ilir. Zulhipni Reno Saputra

lib.archiplan.ugm.ac.id

Zulfikar., Design Pengembangan Balanced Scorecard Di RSU Kaliwates PT. Rolas Nusantara Medika Jember,...

A. Jenis dan Pendekatan Penelitian

PENGKONSTRUKSIAN KONSEP FISIKA MELALUI PEMBELAJARAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD)

SISTEM INFORMASI PERSEDIAAN BARANG BERBASIS WEBSITE MENGGUNAKAN METODE WATERFALL DENGAN KONSEP PEMROGRAMAN TERSTRUKTUR

DETERMINAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STATUS GIZI KURANG PADA BALITA DI DESA BRANTA PESISIR DAN DESA TLANAKAN KECAMATAN TLANAKAN KABUPATEN PAMEKASAN

REPRESENTASI KEBAHASAAN ILMIAH PADA PENULISAN LAPORAN TUGAS AKHIR

RANCANG BANGUN APLIKASI TERAPI UNTUK MELATIH GERAK MOTORIK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS MENGGUNAKAN KINECT

AUDIT KEAMANAN INFORMASI PADA PDAM TIRTA TARUM KARAWANG MENGGUNAKAN INDEKS KAMI SNI ISO/IEC 27001:2009 DAN FISHBONE

APLIKASI PENGOLAHAN CITRA UNTUK IDENTIFIKASI PRODUK BERDASARKAN LABEL KEMASANNYA

FAKTOR PSIKOLOGI DAN KONDISI KESEHATAN IBU BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN SUSU FORMULA PADA BAYI USIA 0-6 BULAN

56 ISSN: (Print), (Online)

JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI & PENDIDIKAN ISSN : VOL. 8 NO. 1 Maret 2015

Optimalisasi Waktu Percepatan dan Biaya Kegiatan di dalam Metode Jalur Kritis dengan Pemrograman Linier

ANALISIS OPTIMASI PERSEDIAAN BAHAN BAKU DENGAN MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY PADA CV. TENUN/ATBM RIMATEX KABUPATEN PEMALANG.

PENDAMPINGAN SUAMI TERHADAP PERUBAHAN TANDA-TANDA VITAL IBU BERSALIN, DI RUMAH SAKIT PEMERINTAH BANDA ACEH

Sistem Informasi Manajemen Hubungan Pelanggan Pada PD. Mebel Marthi Palembang

Pengalaman Belajar Indikator Strategi Pembelajaran

IMPLEMENTASI PERANGKAT LUNAK BERBASIS OPEN SOURCE SENAYAN UNTUK PERPUSTAKAAN PROGRAM STUDI DI UNP KEDIRI

PENERAPAN TEORI MULTIPLE INTELLIGENCES DALAM PEMBELAJARAN FISIKA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK

PENINGKATAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK MELALUI BERMAIN PUZZLE DI KELOMPOK B TK DHARMA WANITA SIDOWAREK II PLEMAHAN KEDIRI YAYUK FUJI RAHAYU

PENGARUH LINGKUNGAN KELUARGA DAN MINAT BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA

BAB III METODE PENELITIAN

SATUAN ACARA PERKULIAHAN. Kewirausahaan. Kode Mata Kuliah: UMOO-132 / 2 SKS Program Studi: S 1 Sistem Informasi

APLIKASI INFORMASI AKADEMIK BERBASIS SMS GATEWAY PADA SD NEGERI 42 PANGKALPINANG. Depi Paradila

BAB III METODE PENELITIAN

Transkripsi:

Bimafika, 01, 4, 447 45 PREDIKSI PENGARUH PENURUNAN RUMUS FISIKA TERHADAP PENGUASAAN KONSEP FISIKA (Suatu Studi Pada Mahasiswa Fisika FKIP Universitas Darussalam Ambon Konsep Gelombg Elektromagnetik) Jufri Staf Pengajar di Fakultas Keguru D Ilmu Pendidik Universistas Darussalam Ambon ABSTRACT Learning in physics is does not me we have to memorize all of the formula among physics. This research investigate whether the physical formulas derrivation c used to predict the physical consept mastery (a study case of physical education s univesity student in the electromagnetic waves concept). We used the test d quistionnairs to get the data of them. This research shows that the physical formulas derrivation c be used to predict the physical consept mastery especially in electromagnetic waves concept. We found that the physical formulas derrivation gives 75,34% influences to the physical consept mastery. The other result shows us that the physical formulas derrivation gives a motivation to the student in physical problem alyzing. This derrivation is needed to use in y other physical concept. We wish that this research c develops the physical theory in physical education. Keyword: Formula derrivation, Physical concept mastery. PENDAHULUAN Fisika buk pelajar yg penuh deng untuk dihafal. Rumus punya makna, ada berbagai pendasar atau alas dibalik tersebut buk sekedar representasi tpa makna yg harus dihafal untuk menyelesaik soal-soal hitung. Menurut (Sugiharti Piping, 005) Fisika sebagai salah satu ilmu dalam bidg sains merupak pelajar yg biasya dipelajari melalui pendekat matematis sehingga seringkali ditakuti d cenderung tidak disukai ak-ak karena pada umumnya ak-ak yg memiliki kecerdas Logical Mathematical sajalah yg menikmati. Ilmu dibgun di atas gagas-gagas d kemudi dijadik teori yg diringkas deng (). Belajar tpa mungkinkah, Belajar tpa matematika tidak mungkin. Pendekat matematika digunak untuk menurunk - bahk untuk membukti kebenar suatu teori disamping eksperimen. Rumus merupak objek singkat yg ditulis deng paramater-parameter bermakna sebagai representasi suatu konsep atau teori. Berdasark pengamat penulis pada saat melakuk pembelajar pada beberapa matakuliah dasar khusus, ditemuk sejumlah mengalami kesulit memahami suatu konsep pengtar yakni matematika, mereka belum mampu mengeneralk suatu konep dalam apalagi membuktiknya. Terdapat sejumlah sar dalam mempelajari yg telah diuraik pada beberapa situs-situs, ditarya jika ingin sukses dalam mempelajari hal pertama yg harus dilakuk adalah menguasai konsep atau materi, kemudi / nya. Tetapi justru ini menjadi bah pertimbg penulis untuk melakuk pengakaji mendalam terhadap sar tersebut, apakah benar konsep atau materi menjadi lgkah awal yg mudah untuk mempelajari atau justru sebaliknya konsep menjadi urut kedua setelah atau. Belajar yg diawali dari nya buk berarti menghafal - yg terdapat dalam, tetapi yg dimaksudk ialah mampu membuktik atau menurunk - deng pendekat matematika, kemudi menghubungk parameter tersebut 453

deng konsep yg dipelajari. Tetapi tentunya cara belajar seperti ini perlu dibuktik terlebih dahulu melalui sebuah peneliti. Peneliti ini diterapk pada Mahasiswa FKIP Program Studi Pendidik Fisika d pada materi kuliah netik. Pilih terhadap materi netik, karena materi ini merupak bagi integral dari matakuliah dasar, d optik, listrik magnet, kutum serta moderen, materi ini (Gelombg netik) fokusnya pada perilaku med magnet d med listrik yg memenuhi, termasuk salah satu materi yg byak melibatk bahasa pengtar matematika, sehingga oleh sebagi dikategorik sebagai materi yg sulit, penyebab kesulit materi ini mungkin diakibatk karena bahasa pengtar matematika yg cenderung rumit atau kurgnya pengetahu tentg teknik penurun. Sehingga terkait deng itu penulis perlu melakuk peneliti deng judul Prediksi Pengaruh Penurun Rumus Fisika Terhadap Penguasa Konsep Fisika (Suatu Studi Pada Mahasiswa Fisika FKIP Universitas Darussalam Ambon Konsep Gelombg Elektromagnetik). Penurun Persama Gelombg Elektromagnetik Gelombg elektormagnetik merupak trsversal, berkomponen getar med listrik d med magnet, bersumber pada pada muat listrik yg bergerak dipercepat, d dapat merambat di vakum pada kelaju cahaya (c = 3,00 x 10 8 m/s), gerak dipercepat itu bisa berupa gerak periodik d juga gerak lurus (Bambg E. Jati d Tri K. Priyambodo.010). Gelombg netik mencakup cahaya, radio, sinar x, sinar gamma, mikro, d yg lain. Penururn merupak urai menggunak pendekat matematika atau cara yg digunak untuk membuktik atau, jadi penurun netik ialah bentuk pendekat matematika untuk membuktik hubung tara gaya listrik (elektro) d gaya magnetik yg memenuhi. Deskripsi tentg penurun netik diuraik sebagai berikut, hukum-hukum tentg elektrostatik, magnetostatik d elektro-dinamik ditemuk pada awal abad ke-19 (Supriyto.007). Beberapa dari hukum-hukum itu, seperti hukum Faraday, hukum Ampere d konsep mengenai (arus pergeser) displacement current, secara sistematik telah disusun oleh Maxwell menjadi apa yg dikenal sekarg ini sebagai Maxwell. Menurut Maxwell dalam (Serway A. Reimond d Jewett W. John (010)) Hukum-Hukum Kelistrik d magnetisme dapat memprediksi adya ( netik) Pola-pola dari med listrik d magnet tersebut bergerak atau berjal deng kelaju cahaya. Dalam teori netismenya, Maxwell menunjukk bahwa netik merupak sebuah konsekuensi alamiah dari hukum-hukum fundamental yg ditulis dalam keempat berikut: (Hukum Gauss (Fluks Listrik)) (Hukum Gauss dalam magnetisme) (Hukum Faraday ) (Hukum Ampere - Maxwell) Penguasa Konsep Fisika Penguasa konsep merupak kemampu siswa dalam memahami makna secara ilmiah, baik konsep secara teori maupun penerapnya dalam kehidup sehari-hari (Dahar, 003 : 4 Dalam Anonim (010). Dalam tatar perguru tinggi. Untuk kalg pengusa konsep menjadi sumber terbentuknya implementasi tri darma perguru tinggi. Sehingga definisi penguasa konsep ak mengalami perluas menjadi tingkat kemampu yg mengharapk mampu menguasai d mengaplikasik sebuah teori kedalam fakta deng menjelask fenomena-fenomena pendukung teori tersebut tpa merubah maknya. D paling tidak menurut (Jhony.010) Pemaham atau penguasa konsep memiliki indikator (a) menerima arti, menyerap ide; (b) mengetahui secara betul, memahami sifat dasar karakter; (c) mengetahui arti kata-kata seperti dalam bahasa; d (d) menyerap deng jelas atau menyadari fakta. Deng demiki, berdasark definisi penguasa konsep yg telah dikumakak dapat diterjemahk kedalam penguas konsep, bahwa penguasa konsep merupak tingkat kemampu yg mengharapk mahsiswa mampu menguasai d mengaplikasik sebuah bentuk atau - kedalam 454

teori d fakta serta menjelask fenomenafenomena tersebut deng tidak merubah maknya. Penguasa konsep juga dipengaruhi oleh beberapa faktor, tara lain: 1. Raw input, yaitu karakteristik khusus siswa atau, baik fisiologi maupun psikologi.. Instrumental input, yaitu faktor yg sengaja dircg d dimipulasi. 3. Environmental input, yaitu faktor lingkung d faktor sosial. Keberhasil suatu program pengajar diukur berdasark perbeda tingkat berpikir sebelum d sesudah memperoleh pengalam belajar. Ausubel (Rustam et al., 005: 59 dalam Anonim) memberik pdg bahwa agar suatu materi pelajar menimbulk belajar bermakna bagi pembacya, maka materi pelajar harus secara jelas menguraik hubung tara konsep-konsepnya.. Hasil belajar yg dicapai Mahasiswa byak di pengaruhi oleh kemampu Mahasiswa d lingkung belajar terutama kualitas pengajar. Hasil belajar yg dicapai Mahasiswa di pengaruhi oleh lima faktor yaitu : bakat belajar, waktu yg tersedia, waktu yg diperluk Mahasiswa untuk menjelask pengajar, kualitas pengajar, d kemampu individu (Caroll dalam Na Sudja, (1990:40) Penilai hasil belajar Mahasiswa adalah proses pemberi nilai terhadap hasil-hasil belajar yg dicapai deng kriteria tertentu. Hasil belajar Mahasiswa pada hakekatnya adalah perubah tingkah laku yg di harapk. Tingkah laku sebagai hasil belajar dalam pengerti yg luas mencakup bidg kognitif, afektif, d phisikomotor (Sudja, 1990 ; -3). Hasil belajar yg dicapai Mahasiswa dipengaruhi oleh dua faktor utama yakni faktor dari dalam diri Mahasiswa d faktor yg datg dari luar diri Mahasiswa atau faktor lingkung. Faktor yg datg dari diri Mahasiswa terutama kemampu yg dimilikinya. Faktor kemampu Mahasiswa besar sekali pengaruhnya terhadap hasil belajar yg dicapai. Seperti yg dikemukak oleh (Clark dalam Na Sudja, 1990:40) bahwa hasil belajar Mahasiswa di rug kelas 70% dipengaruhi oleh kemapu Mahasiswa d 30% dipengaruhi oleh lingkung. Untuk dapat menentuk tercapai tidaknya tuju pendidik d pengajar perlu dilakuk usaha atau tindak atau evaluasi. Hasil yg diperoleh dari penilai dinyatak dalam bentuk hasil belajar. Oleh sebab itu kegiat tersebut dinamak penilai hasil belajar (Sudja,1990 : 39 d 111). METODE PENELITIAN Tipe Peneliti Untuk mengeneralisasik peneliti ini sesuai permasalah maka tipe peneliti yg digunak ialah prediktif korelatif, hakekat dari pengguna tipe ini ialah untuk memprediksi Pengaruh Penurun Rumus Fisika Terhadap Penguasa Konsep Fisika yg diimplementasik pada Mahasiswa Program Studi Pendidik Fisika Universitas Darussalam Ambon deng materi netik. Lokasi Peneliti Peneliti ini dilaksak di FKIP Universitas Darussalam Ambon Program Studi Pendidik Fisika. Populasi D Sampel Populasi Populasi dalam peneliti ini adalah seluruh Mahasiswa semester enam Program Studi Pendidik Fisika yg ada pada FKIP Universitas Darussalam Ambon semester enam yg berjumlah 10 Mahasiswa. Sampel Mahasiswa Fisika semester tersebut terdistribusi pada tiga kelas yakni kelas 61 jumlah mahasiswya 37 org, kelas 6 jumlah 35 org, d kelas 65 jumlah 30 org. Pada tiga kelas ini ak diambil satu kelas sebagai sampel dalam peneliti. Sampel diambil secara acak/rdom, karena dalam pengambil sampelnya penulis mencampur kelas-kelas dalam populasi sehingga semua kelas diggap sama. Anggap sama terhadap populasi karena kemampu pada ketiga kelas adalah homogen. Deng demiki, penulis terlepas dari perasa ingin mengistimewak salah satu kelas untuk dijadik sampel (Arikunto S, 006 : 134). D yg menjadi sampel dalam peneliti ini adalah kelas 6 deng jumlah 35 org. Variabel Peneliti Variabel dalam peneliti ini terdiri dari : Variabel bebas (independen) (X) : Penurun Indikator variabel bebas (X) adalah, a. Kesesuai urai deng atur matematika sehingga dapat membuktik netik. b. Mendefinisik perilaku med magnet d med listrik dalam sehingga memenuhi netik. 455

c. Penetap satu d paramater yg tepat sesuai deng sistem satu internasional. Variabel terikat (dependen) (Y) : Penguasa konsep Indikator variabel terikat (Y) adalah hasil kerja dalam menyelesaik soal-soal konsep netik. Instrumen Peneliti Instrumen yg digunak dalam peneliti ini adalah adalah tes, menurut (Arikunto S, 006 :150) tes adalah serentet pertya atau latih serta alat lain yg digunak untuk mengukur ketrampil, pengetahu intelegensi, kemampu atau bakat yg dimiliki oleh individu atau kelompok. Jadi tes yg digunak terdiri dari soal-soal urai (tes subjektif) yg rug lingkup soalnya terkait deng penurun atau pembukti - netik, tes ini digunak untuk mendapatk data Variabel X yg berjumlah 10 soal, sedgk untuk mendapatk data pada variabel terikat (Y) juga digunak tes subjektif (berupa soal-soal urai) berjumlah 10 soal namun pertya yg terdapat pada soal ini terkait konsep netik secara umum. D untuk mengetahui bagaima tggap semester 6 kelas 6 Program Studi Pendidik Fisika FKIP Unidar Ambon maka digunak gket deng model pertya terbuka atau tpa pilih jawab. Teknik Pengumpul Data Pengumpul data dilakuk deng memfaatk instrumen peneliti berupa tes. tes tersebut teridiri dari soal-soal urai (tes subjektif) penurun atau pembukti - netik serta gket. Teknik Analisa Data Data dialisis deng menggunk alisis : Korelasi Produck Moment Analisis statistik ini sebagai syarat untuk dilakuknya alisis regresi linear sederha artinya data harus memiliki hubung, sehingga diperluk alisis korelasi produck moment, deng sebagai berikut : N XY ( X )( Y ) r xy N X ( X ) N Y ( Y) Keterg, r xy : Angka Indeks korelasi r Product Moment N : Jumlah Sampel XY : Jumlah hasil perkali tara skor X d skor Y X : Jumlah seluruh skor Variabel X Y : Jumlah seluruh skor Variabel Y Sudijono (006 : 06) d Irito. A, 003. Untuk mengetahui seberapa besar distribusi variabel X terhadap Variabel Y, maka digunak koefisien penentu (KP) (Usm H, d Akbar Setiadi. P. R. 006 : 00) KP r.100%. Dipertegas oleh Suprto. J (003 : 116), yg mengatak tak ada korelasi berarti tak ada pengaruh. Regresi Linear Sederha Analisis regresi linear sederha digunak untuk memprediksi variabel X (Penurun Rumus Fisika) berpengaruh terhadap Variabel Y (Penguasa Konsep Fisika) Y = a + bx Keterg, X : Penurun Rumus Fisika Y : Penguasa Konsep Fisika a : Bilg konst b : Koefisien arah regresi N : Jumlah data (Irito. A (003 : 156)) Hasil Implementasi pembelajar seperti ini tidak bedya deng pembelajar klasikal lainnya, namun pada pembelajar seperti ini terdapat beberapa keunggul ditarya, memberik rgsg bagi untuk memecahk persoal deng cara belajar praktis yakni tidak mengafal - yg terdapat dalam, tetapi belajar memahami d membuktiknya melalui matematika, dalam hal ini membuktik yg telah ditetapk para ahli, misalnya menunjukk secara matematika bahwa keberada teori Maxwell yg mengatak bahwa hukum-hukum kelistrik d magnetisme dapat memprediksi adya. keterlakasa pembelajar deng penurun ditampilk pada tabel pengamat aktivitas dosen d mulai dari kegit pendahulu sampai kegit penutup yg dikait deng komponen dalam pembelajar. Aktivitas dosen ditunjukk pada setiap urut lgkah-lgkah pembelajar atau sintaks yg terdiri dari beberapa fase. Aktivitas-aktivitas dosen d lebih rinci ditunjukk pada tabel berikut. 456

Tabel 1.Aktivitas-aktivitas Dosen d Mahasiswa dalam pembelajar Fase Pembelaj ar Fase I Mengorie ntasik mahasisw a pada masalah Fase II Mengorga nisasik mahasisw a untuk belajar Fase III Membimb ing penuruna n Aktivitas Dosen A. Pendahulu - Memulai pembelajar deng mengucapk salam d memeriksa kehadir - Menjelask kompetensi dasar, d tuju pembelajar Memotivasi untuk fokus pada pembelar Melakuk apresepsi deng mengajuk pertyapertya tentg konsepkonsep yg berkait deng penurun d netik B. Kegiat inti Menampilk materi ajar melalui proyektor (infokus) Memberik penjelas mengenai hal-hal yg perlu diperhatik pada tampil bah ajar (power point) Memberik pemaham konsep-konsep dasar atau dasar yg digunak dalam penurun netik Aktivitas Mahasiswa Menyimak motivasi yg diberik Menjawab pertya apresepsi yg diberik Memperhatik d memberi respon terhadap penjelas dosen Memperhatik penjelas dosen d memberi respon mendefinisik netik Memilah definisi etik menjadi : - - elektro (med listrik) - magnetik (Med magnet) menurunk umum Meminta untuk menulisk dasar med listrik d med magnet mengidentifikasi Maxwell mengindentifikasi komponenkomponen med listrik d med magnet yg memenuhi Maxwell untuk menghubungk Maxwell deng med magneti d listrik Mendefinisik n etik Memperhatik, mencatat d memberi respon Menurunk umum Menulisk dasar med listrik d med magnet Mengidentifik asi Maxwell Mengidentifik asi Maxwell yg memenuhi med listrik d med magnet Menghubung k Maxwell deng med magnet d listrik 457

Fase IV Mengemb gk d menyajika n hasil penuruna n gelomb g elektroma gnetik Fase V Penguata n d tindak ljut belajar menunjukk keterhubung med listrik d med magnet dalam Meminta untuk menjelask arti dari yg diturunk pada fase 3 C. Penutup Memberik penguat konsep yg perlu penek menunjukk keterhubung med listrik d med magnet dalam Menjelask arti dari hasil penuru pada fase 3 Menyimak d mencatat penejelas dosen yg memberi penguat konsep Hasil Penurun Rumus Fisika Konsep Gelombg Elektromagnetik Variabel penurun dalam peneliti ini dikategorik sebagai variabel bebas (X), variabel ini ditujuk untuk mengetahui kemampu semester enam kelas 6 Fkip Universitas Darussalam Ambon dalam menurunk sesuai atur matematika, mendefinisik perilaku med magnet d med listrik dalam sehingga memenuhi netik, Dari hasil kerja dapat dikategorik berdasark tingkat penguasa, menurut Arikunto, S. 009 : 54. Ini dilakuk untuk mengidentifikasi berapa jumlah yg memiliki kemampu menurunk setelah penerap pembelajar konsep netik deng pendekat penurun. Tabel.Kategori tingkat penguasa setelah menyelesaiak soal variabel X No 1.. 3. 4. 5. Tingkat Penguas 80 100 66 79 56 65 40 45 30 39 Kategori F 100 % Baik sekali Baik Cukup Kurg Gagal 1 19 7 8,86 54,9 0,86 Jumlah 35 100 Hasil Penguasa Konsep Fisika Gelombg Elektromagnetik Secara umum diakui bahwa tergolong ilmu sulit, tetapi hasil pembelajar dapat baik, penyebab tidak berhasilnya pembelajar yg cukup dikenal ialah karena sifat ilmu itu, pelakasa pembelajar yg kurg baik atau kurg tepat, d karakter pembelajarnya. Sedgk penyebab sulitnya pembelajar tara lain disebabk, ilmu merupak ilmu yg berhakekat pada proses d produk, artinya belajar tidak cukup hya mempelajari produknya ( jadi yg ada dalam buku-buku paket), melaink juga perlu menguasai cara memperoleh produk () tersebut, sebab produk cenderung bersifat abstrak d logika-matematika Tabel 3. Kategori tingkat penguasa setelah menyelesaiak soal variabel Y Tingkat No Kategori F 100 % Penguas 1.. 3. 4. 5. 80 100 66 79 56 65 40 45 30 39 Baik sekali Baik Cukup Kurg Gagal 3 0 7 5 8,57 57,14 0 14,9 Jumlah 35 100 Tabel 4.Tggap terhadap penerap penurun dalam pembelajar konsep netik No Pertya Tggapa n F % 1 Bagaima kah kes da deng belajar netik yg Menarik, karena jarg mengala mi 3 65.71 berbasis Tertt pada g 1 34.9 penurun? deng penurun memberika n arah terhadap pengemb g Ya 17 48.57 Ya, terutama mengatah ui pembukti gelomb g 18 51.43 458

3 4 5 kemampua n alisis da, d mengidentif ikasi alas penggunaa n netik? penurun tersebut membtu da untuk memecahk persoal netik? penurun tersebut membtu da mengemba ngk pemahama n konsep netik? kelebih pembelajar tersebut? elektroma gnetik d mengiden tifikasi alas pengguna tersebut Ya, sgat membt u Ya, sgat membt u Melatih kemampu mengal isis Melatih kemampu membukti k persamaa n, terutama gelomb g elektroma gnetik 35 100 35 100 15 4.86 0 57.14 6 7 8 9 kekurg penerap penurun dalam pembelajar netik? Kesulit apa yg da alami selama proses pembelajar deng melakuk penurun untuk membuktik netik? da menyukai pembelajar seperti ini? da merasa bos deng Membutu hk pemaham yg baik terhadap konsep dasar Pengguna pengtar matemati ka yg rumit Butuh alisis tinggi Menguhu bungk satu persamaa n deng persamaa n lainnya Menjawab pertyaa n dasar tentg bagaim a membukti k persamaa n umum gelomb g sebelum proses pembelaj ar. Ya, suka karena dapat mebuktika n persamaa n gelomb g elektroma gnetik 1 34.9 15 4.86 8.86 17 48.57 18 51.43 35 100 Tidak 35 100 459

10 pembelajar seperti ini? da termotivasi belajar deng cara seperti ini Sgat termotiva si 35 100 A. Analisis Korelasi Analisis korelasi adalah suatu teknik alisis statistik untuk menunjukk seberapa besar hubung kausal variabel X (penurun ) terhadap penguasa konsep netik (variabel Y) pada semester enam kelas 6 Pogram Studi Pendidik Fisika FKIP Unversitas Darussalm Ambon. Berdasark hasil alisis korelasi diperoleh, Ternyata lebih besar dari, baik pada taraf 95% (0,334) maupun 99%(0,430), atau > yg berarti terdapat hubung kausal variabel penurun (X) terhadap variabel penguasa konsep netik (Y) pada semester 6 kelas 6 Program Studi Pendidik Fisika FKIP Unidar Ambon, d menunjukk variabel penurun (X) sebagai variabel sebab d variabel penguasa konsep netik (Y) sebagai variabel akibat. D untuk menentuk seberapa besar kontribusi variabel penurun (X) terhadap penguasa konsep netik (Y) digunak koefisien penentu (Kp),, B. Analisis Regresi Linear Sederha Y = a + bx Sedgk untuk nilai b dapat ditentuk sebagai berikut Jadi, Y = 9,43 + 0,889X Analisis regresi dalam penelti ini bertuju tara lain memprediksi pengaruh penurun terhadap penguasa konsep netik pada semester enam kelas 6 Program Studi Pendidik Fisika FKIP Universitas Darussalam Ambon. Tabel 5. ANOVA hasil perhitung variabel (X) terhadap variabel (Y) No 1.. Sumber Variasi Regresi a Regresi b/a Dk SS MS F hit F tabel 1 1 169 545, 6 45 4,17 3 3. Sisa 33 798, 7 Total 35 17 798 169 545, 6 45 4,17 3 4,1 88 - - 101, 46 95% 99% 4,13 7,44 Keterg : Signifik pada taraf 95 % maupun 99% ( F hit > F tabel ) C. Uji Linier Regresi Sederha Penguji linearitas berkait deng jumlah kuadrat sisa, dima jumlah kuadrat tersebut dipisah menjadi dua bagi yaitu jumlah kuadrat ketidaksama, d jumlah kuadrat error. Dalam mengilisis ketidaksama perlu dikelompokk variabel penguasa kosep (Y) berdasark nilai variabel penurun (X), sehingga bisa menentuk simpg nilai variabel Y dalam setiap kelompok variabel X. Jadi, byaknya derajat kebebas adalah k (byaknya kelompok X) dikurg deng. Sedgk jumlah kuadrat error merupak selisih jumlah kuadrat sisa deng jumlah kuadrat ketidaksama, deng derajat kebebas N-k. Seljutnya ak disusun penyebar nilai-nilai variabel Y berdasark variabel X, sebagaima yg ditunjukk pada tabel 10. berikut, Berdasark hasil alisis uji linearitas diperoleh =,48, sedgk untuk derajat bebas db (,11) pada taraf signifiksi 99 % = 3,18, yg menunjuk, berarti regresi Y = 9,43 + 0,889X yg diperoleh dalam peneliti ini merupak regresi linear. Jika digabungk hasil 460

alisis varice tentg signifiksi koefisien regresi d linearitas regresi, maka tabel ovya sebagai berikut, Program Studi Pendidik Fisika dircg untuk menghasilk lulus yg mampu bekerja sebagai seorg guru, baik No Sumber Variasi Dk SS MS F hit Tabel 6. ANOVA tentg signifiksi koefisien regresi d linearitas regresi 95% 99% F tabel 1. Total 35 17798 -. Regresi a 1 169545,6 169545,6 3. Regresi b/a 1 454,173 454,173 4. Sisa 33 798,7 4,188 101, 46 4,13 7,44 5. Ketidaksama 11 44,087 40,18 6. Error 356,14,48 3,18 Keterg : Linear pada taraf 99 % (F hit <F tab ) Pembahas Kategori penguasa terhadap penurun yg ditunjukk pada tabel diatsa diperoleh setelah menyelesaik soal-soal penurun (variabel X) yg didasark pada tiga indikator sebagaima yg ditunjukk. Berdasark hasil alisis terhadap jawab setelah menyelesaik soal-soal variabel penurun (variabel X) tersebut diketahui bahwa tingkat penguasa terhadap penurun rata-rata ada pada kategori baik, yakni sebyak 19 org (54,9%), sementara kategori baik sekali hya 1 org (,86%), cukup 7 org (0%), d kurg 8 org (,86), namun kategori gagal tidak ada. Penunjukk data ini berarti bahwa secara klasikal kelas 6 memiliki kemampu baik dalam hal menurunk. Data ini juga memberi gambar jelas bahwa sebenarnya penerap pembelajar yg di awali dari nya dapat memberi efek positif untuk meningkatk alisis, dalam hal ini kelas 6 Program Studi Pendidik Fisika FKIP Unidar Ambon. Menurut odith.01 (http://odith.blogspot.com dikutip pada 04 agustus 01 jam.00 wit), Jika kita telah memahami penurun kita ak merinduk belajar. Terkadg kita bisa berseng-seng deng simbol d gka yg ditunjukk oleh -, bagaima kalau kita bermain d mempelajari darima asal-usul itu, dari pada hya menggunak yg telah tersedia. di Sekolah Menengah Pertama (SMP) maupun Sekolah Menengah Atas (SMA) d paling tidak seorg guru harus mampu menguasai materi atau konsep, serta pola pikir keilmu yg mendukung mata pelajar yg diampuh. Penguasa pada hal tersebut tentu harus ditunjg deng matakuliah-matakuliah lain yg mendasari bidg, termasuk matematika. Sebagaima implementasi peneliti ini memg bersifat alitis deng menitikberatk pada penurun - melalui alisis matematis d sekaligus memaknai - tersebut. Mempelajari darima asal-usul itu sama saja deng belajar bagaima membuktik atau menurunk tersebut, buk kemudi untuk dihafal, jika demiki maka terkes pelajar disajik hya sebagai kumpul belaka yg harus dihafal, hingga akhirnya saat evaluasi belajar, kumpul tersebut campur aduk d menjadi kusut dibenak. Konsep elektromgetik sebagaima yg diterapk pada peneliti ini terfokus pada perilaku-perilaku med magnet d med listrik yg memenuhi, d termasuk salah satu konsep yg diggap sulit. Dikatak konsep yg sulit karena pada saat penulis memberik tugas kepada kelas 6 untuk menurunk med magnet d med listrik sehingga memenuhi persaam, tidak satupun jawab yg diberik benar, d bahk mereka memberi pernyata lgsung, bahwa kita tidak bisa membuktiknya karena terlalu sulit, padahal untuk konsep netik pernah juga dipelajari pada saat mereka di 461

sekolah menengah atas. Mereka pada saat itu hya bisa berkata bahwa selama ini yg mereka temui netik itu berasal dari buku-buku paket d tidak pernah mengerti bagaima embuktik - tersebut, d bos karena kebyak dari tersebut tidak dimengerti deng baik. Deskripsi yg disampaik oleh terkait konsep netik tersebut adalah sebuah kenyata yg penulis temui, d pemberi tugas itu memiliki fungsi untuk mengetahui sejauh ma kemampu dasar kelas 6 pada konsep netik. Berkait deng proses pembelajar penurun - netik melalui alisis matematis d sekaligus memaknai netik tersebut, dapat diketahui pendapat bahwa mereka sgat menyukai penerap pembelajar penurun sebab deng cara seperti ini mereka dapat memecehk sejumlah persoal ( netik) yg selama ini diggap sulit (lihat tabel 7. yg merupak ringkas tggap terhadap pembelajar konsep netik deng penurun ). Mahasiswa kelas 6 merasa lebih menikmati soal-soal alisis netik pada variabel (Y) yg merupak penguasa konsep, d rata-rata memiliki kemampu baik. Hal tersebut ditunjuk pada tabel 5, dima tingkat penguasa deng kategori baik sekali sebyak 3 org (8,57%), kategori baik sebyak 0 org (57,14), kategori cukup 7 org (0%), d kategori kurg sebyak 5 org (14,9%), sedgk kategori gagal tidak ada. Dari hasil variabel penurun (X) pada tebel 1, d hasil variabel penguasa konsep penurun (Y) pada tabel 4. Jika dibuktik hubungnya melalui alisis statistik diperoleh gka korelasi (r xy ) sebesar 0,868, gka ini lebih besar bila dibdingk r tabel yg hya 0,334 pada taraf kepercaya 95 % d 0,430 pada taraf kepercaya 99 %, berarti bahwa kedua variabel tersebut memiliki hubung yg sgat signifik, d koefisien determinasi yg merupak deskripsi statistik tentg berapa persen kontribusi variabel penurun (X) terhadap variabel penguasa konsep netik (Y) diperoleh sebesar 75,34 %. Berarti variabel penurun memberi kontribusi sebesar 75,34 % terhadap penguasa konsep netik pada semester enam kelas 6 Program Studi Pendidik Fisika FKIP Universitas Darussalam Ambon, sedgk faktor lain yg tidak dilibatk dalam peneliti ini yg mungkin juga memberi kontribusi terhadap variabel penguasa konsep netik (Y) hya 4,66%. Hasil tersebut menunjukk bahwa salah satu penyebab lambatnya semester 6 kelas 6 FKIP Unidar Ambon menguasai konsep adalah karena mereka belum memahami deng baik cara penurun. Untuk memprediksi pengaruh penurun terhadap penguasa konsep netik pada kelas 6, dilakuk deng menggunak alisis regresi lienear sedernaha, d berdasark hasil alisis regresi didapatk, F hitung lebih besar dari F tabel, yaitu pada signifiksi (interval kepercaya) 95 % F tabel sama deng 4,14, signifiksi (interval kepercaya) 99 % F tabel sama deng 7,47, jika deng bdingk deng F hitung sama deng 101,46, terlihat F hitung lebih besar dari F tabel baik pada taraf 95% maupun 99%, ini berarti penurun yg dalam regresinya Y = 9,43 + 0,889X dapat digunak untuk memprediksi variabel penguasa konsep elektromgtik semester enam kelas 6. Juga dapat dibuktik linear atau tidak sebagiama yg telah diuraiak pada uji linier regresi sederha deng menggunak penyebar nilai-nilai variabel Y berdasark variabel X, d didapat bahwa persam Y = 9,43 + 0,889X merupak regresi linear. Deng demiki, Penurun memiliki pengaruh yg kuat terhadap penguasa konsep (Gelombg netik), karena itu sgat penting diperhatik. Semakin baik tingkat penguasa penurun yg dimiliki kelas 6 ak semakin memuask penguasa konsep (dalam peneliti ini ; konsep netik). Pahami, buk hapalk. Rumus kadg merupak turun dari pada materi sebelumnya, pahami alurnya. Hindari hya menghapal. KESIMPULAN Berdasark hasil alisis data d pembahas dapat disimpulk, Penurun dapat digunak untuk memprediksi penguasa konsep ; 46

netik, pada semester enam kelas 6 Program Studi Pendidik Fisika FKIP Universitas Darussalam Ambon, yg berarti bahwa semakin baik tingkat penguasa penurun yg dimiliki kelas 6 semakin memuask penguasa konsep fisikya. DAFTAR PUSTAKA Anonim, 010. Penguasa konsep deng pembelajar aktif menggunak kartu sortir pada sistem reproduksi. Universitas Pendidik Indonesia : Bdung. Arikunto S. 009. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidik (Edisi Revisi). BUMI AKSARA: Jakarta. Arikunto S. 006. Prosedur Peneliti Suatu Pendekat Praktik. RINEKA CIPTA: Jakarta Bambg E. Jati d Tri K. Priyambodo.010. Fisika dasar :Listrik Magnet, optika, Fisika Moderen. ANDI : Yogyakarta. Irito. A, 003 Statistik Konsep Dasar D Aplikasinya KENCANA PRENADA MEDIA GROUOP: Padg, Jhony.010.PenguasaKonsep.(http://id.shvoo ng.com/social-ciences/education/58711- penguasakonsep/#ixzz1nck0kyra dikutip pada 4 februari 01 pukul 11.06 wit). Na sudja.1990. Teori-Teori Belajar Untuk Pengajar. Universitas Indonesia :Jakarta Odith.01 Penurun Rumus (http://odith.blogspot.com dikutip pada 04 agustus 01 jam.00 wit) S. Lohat Alexder.010.Persama Fungsi Gelombg.(http://www.gurumuda.com. dikutip pada tgal 4 april 011 pukul 1.00 wit). Serway A. Reimond d Jewett W. John (010). Fisika Untuk Sains D Teknik: Edisi kedua. Diterjemahk Oleh Sungkono Chrism. SALEMBA TEKNIKA: Jakarta. Sudijono, A. 006. Pengtar Statistik Pendidik. PT RajaGrafindo Persada: Jakarta Sudja.1990. Metode Statistika. Tarsito : Bdung Sugiharti Piping, 005. Penerap Teori Multiple Intelligence dalam pembelajar Fisika. Jurnal Pendidik Penabur - No.05/ Th.IV/ Desember 005. Bdung. Suprto, J. 003. Metode Peneliti Hukum D Statistik. PT Rineka Cipta: Jakarta. Supriyto. 007. Perambat Elektromagnetik. Departmen Fisika-FMIPA Univertsitas Indonesia : Jakarta. Surya.Y.010.Guru Pelajari Metode Belajar Fisika Tpa Rumus (http://www.pasarkreasi.com dikutip pada tggal 8 april 011 pukul 13.00 wit). Tipler A. Paul. 001. Fisika Untuk Sains d Teknik: Edisi Ketiga Jilid Dua. Diterjemahk oleh Sugijono Bambg. ERLANGGA : Jakarta. Usm,H d Akbar Setiadi,P. R. 006. Pengtar Statistik. Bumi Aksara: Yogyakarta. 463