BAB IV TINJAUAN KHUSUS PROYEK

dokumen-dokumen yang mirip
BAB IV TINJUAN PEKERJAAN ARSITEKTUR PADA PROYEK APARTEMEN M-TOWN SIGNATURE

BAB V : DETAIL PELAKSANAAN PRAKTIK PROFESI

PENGAMATAN PEKERJAAN FINISHING DINDING, LANTAI DAN PLAFON PADA BANGUNAN OFFICE AT PASAR BARU.

BAB IV : TINJAUAN PEKERJAAN ARSITEKTUR

BAB IV : TINJAUAN KHUSUS PROYEK

Metode Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi Bangunan

RENCANA ANGGARAN BIAYA

BAB IV : TINJAUAN KHUSUS PROYEK

PERENCANAAN PEMBANGUNAN DISPERINDAGSAR BOYOLALI (DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN PASAR) PT WIDHA DYAH AYU PURBO SIWI 2B314953

BAB IV: PENGAMATAN PROYEK

BAB V: LAPORAN PEKERJAAN ARSITEKTUR

BAB IV: TINJAUAN KHUSUS PEKERJAAN FINISHING

BAB XIII PEKERJAAN PLAFOND DAN DINDING PARTISI

Panduan Menghitung Volume Pekerjaan Pondasi

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

: MUHAMMAD IQBAL NPM : DOSEN PEMBIMBING : DIMYATI, ST., MT

BAB V LAPORAN PROSES PENGAMATAN PELAKSANAAN PROYEK PEMBANGUNAN RUKO SETIABUDHI - BANDUNG

BAB V : PENGAMATAN PEKERJAAN

BAB IV: TINJAUAN KHUSUS PEKERJAAN FINISHING UNIT

LAPORAN PRAKTIK PROFESI

KERJA PRAKTEK PEMASANGAN PANEL PRECAST PADA LANTAI APARTEMEN CASABLANCA EAST RESIDENCES JAKARTA TIMUR

STUDI PERBANDINGAN KOEFISIEN MATERIAL DAN EVALUASI INDEKS PRODUKTIFITAS PADA PEKERJAAN PASANGAN BATU BATA, PLESTERAN DAN ACIAN

BAB IV HASIL DAN ANALISIS. Data ketidaksesuaian atau defect atau punch list yang terjadi pada 8 proyek yang

b. Komponen D2 Berat komponen adalah 19,68 kg Gambar 65. Komponen D1 Gambar 66. Komponen D2

A. METODE PELAKSANAAN GEDUNG 2 TINGKAT PONDASI TIANG PANCANG. Adapun metode pelaksanaan yang digunakan adalah sebagai berikut:

BAB VII PEMBAHASAN TINJAUAN KHUSUS

MM-100 PEREKAT PASANGAN BATA RINGAN THIN BED

BAB IV DATA DAN ANALISIS

BAB IV TINJAUAN KHUSUS

EBOOK PROPERTI POPULER

GAMBARAN UMUM PELAKSANAAN PROYEK


DAFTAR ISI. Halaman Judul Pengesahan Persetujuan ABSTRAK ABSTRACT KATA PENGANTAR

BAB V METODE PELAKSANAAN KONSTRUKSI

BAB IV PENGAMATAN PEKERJAAN SIPIL LAPANGAN

PROFIL WISMAYA RESIDENCE

Panduan Menghitung Volume Pekerjaan Atap

BAB I SYARAT SYARAT PENAWARAN

BAB V METODE PELAKSANAAN KONSTRUKSI KOLOM DAN BALOK. perencanaan dalam bentuk gambar shop drawing. Gambar shop

BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN

BAB V METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN

Modifikasi Struktur pada Proyek Mall dan Apartemen Seasons City Jakarta Menggunakan Value Engineering

BAB V METODE UMUM PELAKSAAN KONSTRUKSI. Untuk mengetahui metode pelaksanaan di lapangan, dibuatkan gambar shop

PRODUK BAHAN AJAR JOBSHEET PEMBELAJARAN PRAKTIK KERJA BATU II OLEH : DR. V. LILIK HARIYANTO NIM:

BAB III TINJAUAN KHUSUS PEMBANGUNAN INTERIOR MALL DAN HOTEL THE EDGE BANDUNG CIMAHI BANDUNG

PROYEK : APARTEMEN TREE PARK BSD SERPONG LOKASI : TANGERANG SELATAN BANTEN. Bobot Oct-14 Nov-14 Dec-14 Jan-15 (%)

LAPORAN PRAKTIK PROFESI PENGAWASAN PEMBANGUNAN GEDUNG SMK STRADA PABUARAN - TANGERANG

BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN. Vittoria Residences Apartement terdiri dari 3 tower dengan : c. Podium 5 lantai, dengan 1 lantai semi basement

METODE PELAKSANAAN PEMASANGAN KERAMIK

LAPORAN KERJA PRAKTEK PROYEK RUMAH TINGGAL TOWNHOUSE KEBEMBEM

A. GAMBAR ARSITEKTUR.

PENGAMATAN PELAKSANAAN PEKERJAAN INTERIOR DINDING DAN PLAFOND OLEH : YUNA ARIFAH PRESENTASI LAPORAN KERJA PRAKTEK

BAB IV: TINJAUAN PEKERJAAN ARSITEKTUR

Laporan Implementasi Management Trainee 2012 BAB I PENDAHULUAN

BAB 8 RENCANA ANGGARAN BIAYA

FAQ. Pengisi Nat (Tile Grout):

BAB IV Analisis Data

PROGRESS PROYEK DISTRICT LOT 28 SCBD PER OKTOBER 2016

Laporan Kerja Praktik Nusa Konstruksi Enjiniring - Proyek Apartemen Ciputra International Tower 4&5 BAB 3 TINJAUAN UMUM PROYEK

BAB V PENGEMBANGAN DESAIN KOMPONEN DINDING PREFABRIKASI

BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN. pengamatan struktur plat lantai, pengamatan struktur core lift.

Cara menghitung Volume pekerjaan : I. Pekerjaan Awal

Cara menghitung Volume pekerjaan Untuk bangunan sederhana Di susun oleh : Gazali Rahman, ST

BAB VI KEMAJUAN PEKERJAAN DAN PENGENDALIAN PROYEK. tahapan tahapan tertentu dalam pengerjaannya. Berlangsungnya kemajuan

BAB IV METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN. Metode yang digunakan dalam suatu proyek konstruksi sangat

BAB III METODOLOGI PERANCANGAN. Studi kasus pada penyusunan Tugas Akhir ini adalah perancangan gedung

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

REKAPITULASI JENIS PEKERJAAN PEKERJAAN PERSIAPAN. BANGUNAN RUMAH DINAS - Pekerjaan Struktur - Pekerjaan Arsitektur - Pekerjaan ME Sub Total

BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN. Kolom merupakan suatu elemen struktur yang memikul beban Drop Panel dan

URAIAN. Tenaga Oh Tukang 90, Oh Kepala Tukang 110, Oh Pekerja 75, Oh Mandor 120,000.

BAB VI KEMAJUAN PEKERJAAN DAN PENGENDALIAN PROYEK

BAB II STUDI PUSTAKA

No Uraian Pekerjaan Volume Sat Harga Satuan (Rp) Jumlah Harga (Rp) A Pekerjaan Persiapan. Pekerjaan Tanah. Pekerjaan Pondasi. Pekerjaan Struktur

Achmad Rifki Fauzi TEKNIK PERENCANAAN SIPIL DAN ARSITEKTUR

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Pelaksanaan Pekerjaan Balok Dan Plat Lantai Pada Gedung 2 Lantai 5 Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan

BAB IV METODE PENGECORAN KOLOM, DINDING CORE WALL, BALOK DAN PLAT LANTAI APARTEMENT GREEN BAY PLUIT LANTAI 15 - LANTAI 25

RENCANA ANGGARAAN BIAYA ( RAB )

DINDING DINDING BATU BUATAN

LAPORAN PEKERJAAN BANGUNAN PENGHUBUNG

Tabel 4.1 Posisi lingkup waktu proses pengamatan lapangan dalam keseluruhan proyek pembangunan Ruko Setiabudhi - Bandung

BAB II GAMBARAN UMUM PROYEK

PERNYATAAN ANTI PLAGIAT..

BAB V METODE PELAKSANAAN STRUKTUR

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... i. HALAMAN PERNYATAAN... ii HALAMAN PENGESAHAN... iii PEDOMAN PENGGUNAAN LAPORAN KERJA PRAKTIK... iv

BAB IV: TINJAUAN KHUSUS PEKERJAAN

PROYEK TERMINAL DOMESTIK SEKUPANG

PT / CV. Alamat :. LOGO PT / CV. Kegiatan Pekerjaan Lokasi Sumber Dana

Tatia Ardilla / Dosen Pembimbing : Cahyono Bintang Nurcahyo, ST. MT.

JURUSAN TEKNIK SIPIL INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER

Laporan Tugas Akhir Rekayasa Nilai Pembangunan RS Mitra Husada Slawi 29

INSTALLATION MAINTENANCE AND CLEANING GUIDE

LAPORAN KERJA PRAKTEK PENERAPAN METODE CHEMICAL ANCHORING PADA PEKERJAAN KOLOM PRAKTIS PROYEK APARTEMEN BRANZ BSD

BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN PADA STRUKTUR ATAS. Pada sebuah pelaksanaan konstruksi, banyak sekali pihak-pihak yang

BAB 8 RENCANA ANGGARAN BIAYA

KATA PENGANTAR. Dengan modul ini peserta diklat dapat melaksanakan praktik tanpa harus banyak dibantu oleh instruktur.

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN

DAFTAR ANALISA SNI HARGA SATUAN PEKERJAAN

T m3 Galian Tanah pondasi OH Rp 45, , OH Rp 85, , ,875.00

REKAPITULASI BIAYA NO URAIAN SUB TOTAL

Transkripsi:

BAB IV TINJAUAN KHUSUS PROYEK 4.1. WAKTU PELAKSAAN KERJA PRAKTEK TAHAP STRUKTUR FINISHING KULIAH PRAKTEK 4.2. LINGKUP PEKERJAAN FINISHING ARSITEKTUR Praktik Profesi yang dilaksanakan oleh praktikan dimulai dari tanggal 27 Februari 2017 sampai dengan tanggal 27 Mei 2017. Lamanya Praktik Profesi dilaksanakan oleh penulis adalah 40 hari kerja. Lingkup tinjauan pada Praktik Profesi dibagi menjadi tiga tinjauan yaitu Finishing Arsitektur, Struktur dan Mekanikal Elektrikal. Pada Praktik Profesi ini penulis mengamati tentang pekerjaan Finishing Arsitektur pada Proyek. Serpong Tangerang. Lingkup pekerjaan Arsitektur pada Proyek Serpong Tangerang, yaitu: Pekerjaan dinding interior apartemen o Pemasangan bata Hebel (bata ringan) o Plester dinding dan aci dinding o Marking (penandaan) pada dinding o Pekerjaan cat dinding luar dan dalam o Pekerjaan dinding keramik kamar mandi o Pekerjaan dinding partisi dengan gypsum Pekerjaan lantai o Marking (penandaan) pada lantai o Pekerjaan plester dinding (Screed) o Pekerjaan Waterproofing Coating o Pekerjaan keramik lantai RIKO KURNIAWAN 41213010016 UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 56

Pekerjaan pintu dan jendela Pekerjaan plafon gypsum Pekerjaan railing balkon (pagar pembatas) unit apartemen Pekerjaan expose beton Pekerjaan exterior (bagian luar bangunan) o Pekerjaan dinding exterior (Precast) o Pekerjaan façade bangunan (Precast) 4.3. LINGKUP PEKERJAAN FINISHING ARSITEKTUR YANG DIAMATI Dari penjabaran pekerjaan arsitektur pada Proyek. Serpong Tangerang, penulis hanya menjabarkan beberapa pekerjaan arsitektur. Mengingat waktu yang diberikan untuk terjun langsung dalam proyek tidak cukup banyak untuk mengikuti semua proses pekerjaan pada proyek yang penulis tinjau. Tinjuan yang praktikan dapat selama menjalani Praktik Profesi ini dituliskan dalam catatan dan juga berupa dokumentasi yang kemudian dijabarkan dalam bentuk laporan. Berikut ini adalah tinjauan tentang pekerjaan pada Proyek. Serpong Tangerang. 4.3.1. PEKERJAAN INTERIOR ( KERAMIK ) 4.3.1.1. ALAT DAN BAHAN NO GAMBAR NAMA ALAT DAN BAHAN KETERANGAN Ukuran yang digunakan pada lantai 60 x 60 cm 1 (Sumber : Penulis ) GRANITE TILE Ukuran yang digunakan pada dinding toilet 60 x 20 cm RIKO KURNIAWAN 41213010016 UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 57

2 (Sumber : google ) CUTTER MARBLE Merupakan alat yang digunakan untuk memotong granit tile sehingga didapatkan pola dan ukuran yang diinginkan 3 PALU KARET Digunakan sebagai alat bantu dalam proses pemasangan granite tile (Sumber : google ) 4 (Sumber : google ) SENDOK SEMEN Alat bantu yang digunakan untuk mengoleskan bahan perekat pada permukaan yang akan di keramik dan juga keramik itu sendiri 5 LASER Alat bantu yang digunakan dalam proses marking line untuk menentukan titik starpoint keramik dan juga pola keramik yang akan dipasang (Sumber : penulis ) RIKO KURNIAWAN 41213010016 UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 58

6 BAHAN PEREKAT Merupakan bahan yang digunakan dalam proses permasangan keramik berupa campuran semen dan pasir (Sumber : penulis ) 7 (Sumber : penulis ) BENANG Merupakan alat bantu yang digunakan sebagai pemberi tanda mengenai ketinggian lantai dalah tahap pemasanagn agar keramik yang terpasang menjadi rata 8 (Sumber : google ) WATTERPAS Digunakan sebagai alat bantu yang berfungsi untuk mengetahui apakah keramik yang terpasang memiliki ketinggian yang sama rata 9 (Sumber : google ) WATTERPOFING Merupakan bahan pelapis yang diguakan untuk memberikan lapisan pada area kamar mandi agar tidak terjadi kebocoran Tabel 1. Alat dan Bahan Pekerjaan Keramik RIKO KURNIAWAN 41213010016 UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 59

4.3.1.2. PEMASANGAN KERAMIK LANTAI A. PERSIAPAN PEKERJAAN 1. Pembersihan Area Kerja Proses pertama adalah pembersihan area kerja. Proses ini dilakukan setelah semua pekerjaan struktur pada area kerja telah selesai. Pekerjaan struktur meliputi pekerjaan plat lantai, balok, kolom, shearwall dan area tangga atau lift. 2. Screed Screed adalah suatu lapisan bahan plester atau lainnya yang ditempatkan pada permukaan sebagai panduan untuk ketebalan yang tepatdari plester atau beton yang akan diterapkan di area tersebut. Atau dapat dikatakan pula screed adalah lapisan atas yang halus di lantai beton atau permukaan lainnya. Sebuah bagian yang sangat penting dari konstruksi adalah screed. Tidak peduli apa yang sedang dibangun, pekerjaan screed memainkan peran yang sangat penting dalam mencapai tampilan yang tepat dan desain yang diinginkan. Gambar 4. 1. Screed Lantai (Sumber : penulis ) RIKO KURNIAWAN 41213010016 UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 60

3. Marking line Adalah salah satu item pekerjaan yang dilakukan surveyor dalam proses tahapan pemsangan keramik. Marking line dilakukan untuk memberikan acuan mengenai letak starpoint keramik pada ruangan dengan berdasarkan acuan terhadap gambar kerja (shopdrawing). Gambar 4. 2. Marking Line Lantai (Sumber : penulis ) 4. pemasangan benang pemasangan benang pada tahap proses pemasangan keramik bertujuan untuk memberikan acuan ketinggian keramik dalam proses pemasangan keramik agar kermaik yang terpasang memiliki ketinggian sama rata. Gambar 4. 3. Pemasangan Benang Untuk Lantai (Sumber : penulis ) RIKO KURNIAWAN 41213010016 UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 61

B. PEMASANGAN KERAMIK LANTAI 1. Setelah screeding sudah dapat dikatakan siap. Bersihkan permukaan yang akan dipasangi keramik lalu basahkan area yang akan diapasangi keramik dengan sedikit air agar daya ikat dengan adhesive tile lebih kuat. 2. Persiapan bahan additive atau bahan yang bersifat sebagai perekat. Bahan perekat dapat berupa semen dicampur pasir dengan perbandingan 1: 5 (satu bagian semen : lima bagian pasir) ditambah air secukupnya agar bahan dapat ditempelkan di bagian belakang keramik setebal 1 cm untuk diletakkan di dasar lantai yang akan ditutup dengan keramik di dalam manajemen proyek. Bahan perekat dapat juga berupa adukan semen dan pasir dengan perbandingan 1 semen : 10 pasir Gambar 4. 4. Bahan Perekat (Additive) (Sumber : penulis ) 3. Pemasangan keramik dimulai dari starpoint yang telah diberkian pada proses marking yang bertujuan agar pola lantai yang diinginkan dapat sesuai dengan gambar kerja RIKO KURNIAWAN 41213010016 UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 62

Gambar 4. 5. Pasangan Keramik Lantai (Sumber : penulis ) C. GAMBAR RENCANA PEMASANGAN KERAMIK LANTAI RIKO KURNIAWAN 41213010016 UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 63

RIKO KURNIAWAN 41213010016 UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 64

Tabel 2. Gambar Rencana Pemasangan Keramik (Sumber : Data Proyek ) Dalam tahapan pekerjaan pemasangan keramik pada lantai unit. Pemasangan keramik paling awal dimulai dari area pintu depan yang merupakan area entrance utama pada unit dengan mengambil posisi di bagian sisi yang dekat dinding toilet. Keramik kemudian dipasang dengan mengisi bagian tengah terlebih dahulu agar tidak perlu melakukan pemotongan keramik yang dapat memakan waktu. Setelah bagian tengah terisi, barulah pada bagian sisi sisi ruang yang belum terpasang keramik mulai dilakukan pemasangan keramik dengan melakukan pemotongan keramik dikarenakan ukuran keramik yang di perlukan harus menyesuaikan dengan kondisi yang ada Dengan metode pemasangan ini, dimungkinkan pada area entrance utama unit memiliki pola antai yang rapih dikarenakan tidak terdapat keramik sisia yang terpasang pada area entrance. Selain itu dengan memfokuskan pemasangan pada bagian tengah ruangan terlebih dahulu dapat memberikan pola keramik yang lebih rapih dikarenakan sisa keramik yang terpasanag hanya terdapat pada sisi-sisi ruang saja. Selain itu proses pemasangan menjadi lebih cepat karena proses pemotongan dilakukan sekaligus di tahap akhir 4.3.1.3. PEMASANGAN KERAMIK DINDING TOILET A. PERSIAPAN PEKERJAAN 1. Pembersihan Area Kerja Proses pertama adalah pembersihan area kerja. Proses ini dilakukan setelah semua pekerjaan struktur pada area kerja telah selesai. Pekerjaan struktur meliputi pekerjaan plat lantai, balok, kolom, shearwall dan area tangga atau lift. RIKO KURNIAWAN 41213010016 UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 65

2. Instalasi MEP dinding Dalam proses pengerjaan pemasangan keramik dinding pada area toilet. Proses pekerjaan MEP pada dinding toilet harus dipastikan telah selelsai agar ketika proses pemasangan tidak terjadi pembongkaran keramik yang telah terpasang akibat dari pekerjaan MEP belum terlaksana 3. Waterproofing Gambar 4. 6. Instalasi MEP Dinding Toilet (Sumber : penulis ) Waterprofing merupakan proses pelapisan yang berfungsi sebagai proteksi terhadap area pada bangunan yang memiliki intensitas terkena air secara terus menerus seperti atap bangunan ataupun area basah lainnya seperti kamar mandi. Watterprofing berfungsi sebagai lapisan yang dapat meminimalkan terjadinya kebocoran ataupun rembesan pada bangunan yang dapat merusak bangunan. Gambar 4. 7. Waterproofing Dinding Toilet (Sumber : penulis ) RIKO KURNIAWAN 41213010016 UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 66

4. Marking line Adalah salah satu item pekerjaan yang dilakukan surveyor dalam proses tahapan pemsangan keramik. Marking line dilakukan untuk memberikan acuan mengenai letak starpoint keramik pada ruangan dengan berdasarkan acuan terhadap gambar kerja (shopdrawing). Gambar 4. 8. Marking Line Dinding Toilet (Sumber : penulis ) 5. pemasangan benang pemasangan benang pada tahap proses pemasangan keramik bertujuan untuk memberikan acuan ketinggian keramik dalam proses pemasangan keramik agar keramik yang terpasang memiliki ketinggian sama rata. Gambar 4. 9. Pemasangan Benang Keramik Dinding Toilet (Sumber : penulis ) RIKO KURNIAWAN 41213010016 UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 67

B. PEMASANGAN KERAMIK DINDING TOILET 1. Setelah proses watterprofing sudah dapat dikatakan siap. Permukaan yang akan dipasangi keramik perlu dengan sedikit air agar daya ikat dengan adhesive tile lebih kuat. 2. Persiapan bahan additive atau bahan yang bersifat sebagai perekat. Bahan perekat dapat berupa semen dicampur pasir dengan perbandingan 1: 5 (satu bagian semen : lima bagian pasir) ditambah air secukupnya agar bahan dapat ditempelkan di bagian belakang keramik setebal 1 cm untuk diletakkan di dasar lantai yang akan ditutup dengan keramik di dalam manajemen proyek. Bahan perekat dapat juga berupa adukan semen dan pasir dengan perbandingan 1 semen : 10 pasir Gambar 4. 10. Bahan Additive (Perekat) (Sumber : penulis ) 3. Pemasangan keramik dimulai dari startpoint (kepalaan keramik) yang dimulai dari bagian baris terbawah dengan memberikan space berupa jarak 1 keramik yang dimaksudkan agar dalam proses tes watterprofing lantai, bagian kermaik terbawah tidak mengalami kerusakan. Ukuran keramik diberkian pada proses marking yang bertujuan agar pola lantai yang diinginkan dapat sesuai dengan gambar kerja RIKO KURNIAWAN 41213010016 UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 68

Gambar 4. 11. Pasangan Keramik Dinding Toilet (Sumber : penulis ) C. GAMBAR RENCANA PEMASANGAN DINDING TOILET RIKO KURNIAWAN 41213010016 UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 69

Tabel 3. Gambar Rencana Pemasangan Dinding Toilet (Sumber : Data Proyek ) Dalam tahapan pekerjaan pemasangan keramik pada dinding toilet. Jenis keramik yang digunaka adalah yang memiliki dimensi P x L 60 cm X 20 cm. pada tahapan proses pemasangan keramik dinding toilet, pasangan awal keramik dimulai dari baris kedua keramik dari bagaian terbawah seperti terlihat pada gambar rencana diatas. Hal ini dikarenakan pada bagian baris terbawah perlu dilakukan waterproofing dan juga tes rendam. Sehingga bagian baris terbawah dipasang di akhir perkejaan setelah proses waterproofing dan tes rendam telah dilakukan. RIKO KURNIAWAN 41213010016 UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 70

4.3.2. DETAIL INTERIOR ( PLAFOND ) 4.3.2.1. RENCANA DESAIN PLAFOND RIKO KURNIAWAN 41213010016 UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 71

RIKO KURNIAWAN 41213010016 UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 72

Tabel 4. Gambar Rencana Plafond (Sumber : Data Proyek ) Down ceiling Up ceiling Gambar 4. 12. Desain Ceilling (Sumber : Penulis ) Pada desain plafond yang terdapat pada masing masing unit. Penerapan up ceiling dan down ceiling disesuaikan dengan kondisi yang ada. Penerapan up ceiling pada unit apartement hanya terdapat pada area area dimana tidak terdapat jalur ataupun intalasi plumbing di atas ruang. Seperti pada ruang utama dan juga kamar tidur. Penerapan up ceiling pada ruang ruang tersebut dapat memberikan kesan ruang menjadi luas dikarenakan tinggi dari lantai ke plafond mencapai sekitar 2.8 meter. Sedangkan untuk penerapan down ceiling dilakukan pada area - area dimana terdapat jalur ataupun instalasi plumbing di atas ruang. seperti pada area pantry, toilet dan juga balkon. Pada ruang tersebut penerpan down ceiling dinaggap tidak bermasalah walaupun memebrikan kesan ruang menjadi kecil. Tetapi untuk ruang ruang tersebut kesan luas memang tidak terlalu di pertimbangkan karena fungsi dari area area tersebut hanyalah sebagai area service. Tinggi dari lantai ke plafond sekitar 2.6 m RIKO KURNIAWAN 41213010016 UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 73

4.3.2.2. ALAT DAN BAHAN NO GAMBAR NAMA ALAT DAN MATERIAL KETERANGAN GYPSUM BOARD 9 mm Merupakan material utama yang berfungsi sebagai penutup plafond (Sumber : Google ) BAJA Merupakan material yang digunakan sebagai rangka dalam pemasangan plafond (Sumber : Google ) (Sumber : Google ) PAKU SKRUP Berfungsi sebagai alat untuk mnyambung rangka baja plafond dengan gypsum board CAT Digunakan untuk memberikan warna tampilan yang lebih baik (Sumber : Google ) (Sumber : Google ) COMPOUND GYPSUM Merupakan bahan yang digunakan sebagai penambal pada area area plafond yang berlubang Tabel 5. Alat dan Bahan Pekerjaan Plafond (Sumber : Penulis ) RIKO KURNIAWAN 41213010016 UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 74

4.3.3. DETAIL INTERIOR ( TALI AIR ) TALI AIR LANTAI Gambar 4.13. Tali Air Plint Lantai (Sumber : Penulis ) Tali air pada umumnya diterapkan pada area opening seperti area kusen dan juga pada area plint lantai. Namun pada proyek. Tali air hanya diterapkan pada plint lantai dan juga pada plafond. fungsi tali air pada plint lantai memiliki fungsi sebagai akses untuk mengalirnya air yang bersumber dari adanya rembesan air pada dinding sehingga air yang mengalir pada dinding tidak langsung menuju lantai. Selain itu penggunaan tali air pada dinding dapat meberikan kesan yang tidak monoton pada dinding karena cekungan pada tali air dapat memberikan sebuah pola pada dinding TALI AIR PLAFOND Gambar 4.14. Tali Air Plafond (Sumber : Penulis ) Sedangkan fungsi tali air pada plafond dapat dikatakan hanya berfungsi sebagai estetika saja. Karena desain plafond yang diterapkan pada proyek tidak menggunakan list profil, tapi hanya memakai tali air (shadow line ) yang berfungsi sebagai pemanis pada tepi plafon diantara dinding dengan plafond RIKO KURNIAWAN 41213010016 UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 75

4.3.4. TAHAPAN PEKERJAAN FINISHING UNIT PASANGAN BATA RINGAN PLESTERAN DAN ACIAN KERAMIK DINDING TOILET KERAMIK LANTAI PLAFOND CAT RAILING BALKON Gambar 4.15. Tahapan Pekerjaan Mock Up (Sumber : Data Proyek ) Dalam prosesn pekerjaan finishing unit. Pekerjaan yang paling awal dilakukan adalah pekerjaan pasangan bata ringan. Pasangan bata ringan dilakukan dengan cara mengikuti pola dari hasil marking line agar sesuai dengan desain pada gambar. Setelah unit terbangun, selanjutnya dilakukan proses plesteran dan acian agar permukaan dinding menjadi halus dan juga rapih. Setelah itu, proses selnajutnya ialah pemasangan keramik. Pemasangan keramik dinding toilet dilakukan terlebih dahulu dikarenakan. Pada saat proses pemasangan bata ringan selesai, pemasangan keramik dinding toilet sudah bisa langsung dilakukan dikarenakan tidak perlu adanya proses plesteran dan acian pada dinding toilet hanya perlu diberi waterproofing untuk area shower sehingga proses pemasangan keramik dinding toilet bisa dilakukan lebih dahulu ataupun berbarengan dengan proses plesteran dan acian pada area dinding lain. RIKO KURNIAWAN 41213010016 UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 76

Selanjutnya ialah proses pemasangan keramik lantai unit. Pemasangan keramik lantai unit dilakukan apabila pekerjaan plesteran dan acian benar benar telah selesai. Hal ini dimaksudkan agar ketika keramik lantai sudah benar-benar terpasang, sudah tidak terdapat lagi pekerjaan yang dapat menyebabkan keramik menjadi kotor bahkan rusak seperti terkena semen dalam proses plester dinding. Pemasangan plafond menjadi salah satu item pekerjaan yng dilakukan di akhir. Hal ini dikarenakan terdapat pekerjaan intalasi MEP dan plumbing di langit-langit ruang yang harus dikerjakan terlebih dahulu dan tentu juga membutuhkan waktu yang cukup lama. Sehingga, proses pemasangan plafon baru dapat dilakukan apabila pekerjan MEP dan plumbing telah benar benar selesai dilakukan. 4.3.5. PEKERJAAN EKSTERIOR ( Pemasangan Precast ) 4.3.5.1. ALAT DAN BAHAN NO GAMBAR NAMA ALAT DAN BAHAN KETERANGAN 1 TOWER CRANE Digunakan sebagai alat untuk memindahkan panel precast ke posisi / area yang akan dipasang (Sumber : Penulis ) 2 (Sumber : Google ) CHAIN BLOCK Merupakan alat yang digunakan untuk menggantung panel precast sekaligus sebagai adjustable panel precast pada saatn pemasangan RIKO KURNIAWAN 41213010016 UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 77

3 LAS Digunakan sebagai penyambung plat embedded pada lantai dengan plat embedded yang terdpat pada panel precast (Sumber : Google ) 4 EMBEDED Merupakan plat baja yang digunakan sebagai media penyambung panel precast dengan plat lantai (Sumber : Penulis ) 5 (Sumber : Google ) DINABOLT Merupakan salah satu komponen yang digunakan pada pemasanngan embedded pada plat lantai 6 ZINCROMATE Merupakan bahan pelapis berupa cat yang digunakan sebagai proteksi plat embede agar tidak mengalami karat (Sumber : Google ) RIKO KURNIAWAN 41213010016 UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 78

7 CAIRAN KIMIA Digunakan untuk mengetahui kualitas hasil pengelasan pada plat embeded (Sumber : Penulis ) Tabel 6. Alat dan Bahan Pekerjaan Precast (Sumber : Penulis ) A. PERSIAPAN PEKERJAAN 1. Sebelum precast panel dianaikan dengan menggunakan tower crane ke lokasi pemasangan. Alat bantu berupa Chainblock, adjustable dan tekel harus dipersiapkan terlebih dahulu. 2. Tekel digantung dengan menggunakan chain block dan dikaitkan pada lift hook yang tertanam pada struktur B. PROSES PEMASANGAN 1. Pemasangan embedded untuk sambungan precast panel dengan plat lantai di lokasi pemsangan Gambar 4.16. Pemasangan Awal Embedded (Sumber : Penulis ) RIKO KURNIAWAN 41213010016 UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 79

2. Precast dinaikan dengan menggunakan tower crane menuju lokasi pemasangan Gambar 4.17. Pengangkatan Precast Menggunakan Tower Crane (Sumber : Penulis ) 3. Precast panel dipindahkan dari tower crane ke chainblock/ tekel. Kemudian Precast panel di setting dengan menggunakan tekel dan adjustable Gambar 4.18. Penggantungan Precast Menggunakan Chain Block (Sumber : Google ) 4. Precast panel di setting dengan menggunakan tekel dan adjustable. Setelah didapat settingan yang tepat. Precast dipasang dengan menyambungkan plat embeded pada lantai dengan plat embeded yang terdapat pada precast panel dengan cara pengelasan RIKO KURNIAWAN 41213010016 UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 80

Gambar 4.19. Pengelasan Plat Embedded (Sumber : Penulis ) 5. Tekel / chain block dilepas apabila pekerjaan pemasangan benar benar telah diselesaikan Gambar 4.20. Panel Yang Telah Terpasang (Sumber : Penulis ) 6. Melakukan pengecekan hasil pengelesan dengan cairan kimia untuk mengetahui kualitas hasil pengelasan RIKO KURNIAWAN 41213010016 UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 81

Gambar 4.21. Cek Kualitas Las Embedded (Sumber : Penulis ) 7. Pemberian lapisan cat zincromat pada embedded bertujuan untuk mencegah terjadinya karat pada plat embedded karena dapat mengurangi kekuatan embedded Gambar 4.22. Cat Pelapis Zincromat (Sumber : Penulis ) 8. Embedded yang telah di beri cat pelapis selanjutnya ditutup dengan campuran bahan semen dan pasir yang bertujuan untuk menutup embedded agar tidak terlihat sekaligus memberikan kekuatan pada embeded RIKO KURNIAWAN 41213010016 UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 82

Gambar 4.23. Pelapisan Embedded Menggunakan Campuran Semen Dan Pasir (Sumber : Penulis ) 4.4. PERMASALAHAN DALAM PROYEK 4.4.1. KETIDAKSESUAIN PEKERJAAN DILAPANGAN DENGAN METODE KERJA 1. PEMASANGAN KERAMIK DINDING KAMAR MANDI Pada tahapan pemasangan keramik dinding pada area kamar mandi. Terdapat ketidaksesuaian metode. Yaitu, pada tahap pemasangan keramik dinding. Sebelumnya Perlu dilakukan pelapisan waterprofing terlebih dahulu pada area-area yang memiliki intensitas terkena air. Akan tetapi pada proses pekerjaan pemasangan keramik pada dinding kamar mandi. Terdapat beberapa kamar mandi yang tidak melalui proses pelapisan watterprofing terlebih dahulu. METODE YANG BENAR Gambar 4.24. Permasalahan Metode Pemasangan Keramik DInding Toilet (Sumber : Penulis ) RIKO KURNIAWAN 41213010016 UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 83

SOLUSI : Pada permasalahan perkerjaan pasangan dinding keramik kamar mandi upaya pembongkaran keramik yang telah terpasang harus dilakukan pada area shower. Hal tersebut dilakukan agar rembesan air yang bersumber dari shower tidak merusak dinding toilet akibat dari tidak terwaterproofingnya area shower. Sehingga pembongkaran pada area tersebut perlu dilakukan agar dapat dilakukan waterproofing 2. PEMASANGAN BATA YANG TIDAK SESUAI DENGAN METODE Pada proses pemasangan dinding bata. Terdapat kesalahan yang dilakukan oleh para pekerja dilapangan. Diantaranya pola penyusunan bata yang seharusnya dibuat saling mengunci pada setiap pertemuan sudut. Pada kondisi dilapangan masih terdapat kesalahan yang dilakukan pekerja sehingga bata yang tersusun menjadi tidak rata. METODE YANG BENAR TIDAK RATA DAN TIDAK SALING MENGUNCI RATA DAN SALING MENGUNCI Gambar 4.25. Permasalahan Metode Pemasangan Dinding Unit (Sumber : Penulis ) SOLUSI : Pada permasalahan metode untuk pemasangan bata ringan. Seharusnya sangatlah diperlukan proses pembongkaran dinding dikarenakan metode pemasangan yang tidak sesuai dengan metode menyebabkan berkurangnya kekuatan struktur dari dinding tersebut dan tentu akan membahayakan pengguna Koordinasi antar pihak yang terlibat seperti kontraktor, MK dan pekerja harus lah lebih ditingkatkan agar setiap pekerjaan yang dilakukan dapat sesuai dengan hasil yang diinginkan RIKO KURNIAWAN 41213010016 UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 84

3. EMBEDED YANG BELUM MELALUI PROSES TES KUALITAS PENGELASAN Pada tahap pekerjaan pemasangan precast panel. Perlu dilakukan pengecekan mengenai kualitas pengeasan pada plat embeded guna mengetahui kualitas pengelasan embeded telah baik atau belum. Tetapi bebrpa permasalahan dilapangan terdapat embedded yang telah dilapisi cat pelapis zincromate sehingga proses Pengecekan kualiats pengelasan tidka dapat dilakukan. Karena dalam tahap pengecekan kulaitas pengelasan. Kondisi embedded seharusnya belum dialpisi zincromate Gambar 4.26. Permasalahan Embedded (Sumber : Penulis ) SOLUSI : Proses pengawasan pekerjaan embeded haruslah sangat intensif agar tidak terdapat proses pekerjaan yang terlewatkan. Karena plat embeded yang telah di zincromate sebelum melalui cek kualitas pengelasan sudah tidak dimungkinkan untuk dilakukan pengecekan kualitas pengelasan ulang dikarenakan lapisan zincormate akan menyebabkan cairan kimia untuk pengecekan kualitas las tidak akan berfungsi 4.4.2. KUALITAS MATERIAL 1. KULIATAS BATA Dalam pengerjaan pasangan bata pada proyek sprinwood residence. Terdapat perbedaan kualitas bata yang terdapat di lapangan. Hal tersebut menyebabkan ukuran bata memiliki perbedaan antara merek satu dengan yang lainnya sehingga pada tahap proses pemasangan bata, Susuan bata yang terpasang menjadi tidak merata diakibatkan ukuran bata yang berbeda-beda RIKO KURNIAWAN 41213010016 UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 85

Gambar 4.27. Permasalahan Kualitas Material (Sumber : Penulis ) SOLUSI : Perlu adanya pengawasan yang ketat terhadap setiap bahan material yang masuk. Pengecekan kualitas dan juga sumber bahan materiall harus harus benar-benar di perhatikan. Selain itu, pada saat distribusi material di lapangan haruslah diperhatikan penempatannya. Agar dapat meminimalkan hal-hal yang tidak diinginkan 4.5. KENDALA DALAM PROYEK 1. Banyaknya pihak (sub kontraktor) yang terlibat menyebabkan sulitnya koordinasi yang dilakukan pihak kontraktor utama dalam mengawasi setiap pekerjaan yang ada. Sehingga terdapat pekerjaan yang memiliki kualitas yang tidak sesuai dengan yang diinginkan 2. Minimnya jumlah tim pelaksana menyebabkan sulitnya pengawasan dan pelaksanaan setiap pekerjaan yang terdapat dilapangan sehingga pekerjaan yang terjadi dilapangan menjadi lebih lama dan juga sulit untuk ditangani seluruhnya 3. Masih banyaknya desain yang mengalami perubahan menyebabkan terjadinya beberapa pekerjaan yang harus dilakukan pembongkaran bahkan mengalami penundaan sehingga menyebabkan durasi pembangunan menjadi lebih lama 4. Masih kurangnya kesadaran pekerja dilapangan terhadap keselamatan bekerja. Sehingga resiko terjadinya kecelakaan dalam berkerja menjadi lebih tinggi RIKO KURNIAWAN 41213010016 UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 86

SOLUSI : Perlu adanya meeting koordinasi yang intesif terhadap pihak kontraktor dan pihak sub kontraktor agar setiap pekerjaan yang berjalan dpat memberikan hasil yang sesuia dengan yang diinginkan. Serta pengawasan yang intesif juga perlu dilakukan saat dilapangan agar tidak terdpaat kesalah dalam proses pekerjaan yang dilakukan Diperlukannya penambahan tim pelaksanan agar setiap perkarjaan dapat berjalan dengan baik dan maksimal. Serta pengawasan perkerjaan dilapangan menjadi lebih maksimal sehingga dapat meminimalisir kesalahan pekerjaan yang terjadi Perlunya tindakan yang harus dilakukan untuk meberikan kesadaran kepada pekerja terhadap keselamatan bekerja agar resiko kecelakan dalam berkerja dapat di minimalisir 4.6. MEETING KOORDINASI Dalam setiap kegiatan pekerjaan yang terjadi dilapangan harus selalu dilaporkan agar setiap pekerjaan yang terjadi dapat terus selalu terpantau proses dan hasil pekerjaannya. Dalam proyek. Setiap kegiatan ataupun hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaan proyek selalu dilaporkan dalam rapat. 4.6.1. MEETING KOORDINASI INTERNAL Meeting yang dilakukan pihak kontraktor dengan tim yang terlibat biasanya dilakukan dalam satu kali seminggu. Dalam meeting ini. hal-hal yang dibahas merupakan progress setiap pekerjaan yang terjadi dilapangan dan juga kendala-kendala yang terjadi dilapangan. Tujuan meeting tersebut adalah untuk mengetahui bagaimana progres pekerjaan yang telah dikerjakan dan juga mencarikan solusi terkait permasalahan ataupun kendala-kendala yang terjadi 4.6.2. MEETING KOORDINASI OWNER DAN KONTRAKTOR Meeting yang dilakukan pihak owner dengan pihak kontraktor biasanya dilakukan ketika terdapat permasalahan ataupun hal-hal lain yang berhubungan dengan proyek baik itu adanya perubahan desain ataupun lainnya RIKO KURNIAWAN 41213010016 UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 87