BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian 3.1.1 Setting Penelitian Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Tunggulsari Kecamatan Tayu Kabupaten Pati. Letaknya sangat strategis, dekat dengan kantor kepala desa,dekat dari jalan raya. Udara di sekitar sekolah ini agak panas karena terletak di daerah antara sawah dan tambak. Di sepanjang jalan menuju sekolah terbentang sawah yang hijau dan pepohonan yang rindang serta jalan yang berliku. Kurang lebih 1 Km tidak jauh dari Sekolahan terdapat hutan Mangrove Desa Tunggulsari. Sekolahan ini sangat rawan banjir apabila hujan terus menerus selama 4 hari. Jumlah murid SD Negeri Tunggulsari sangat sedikit,karena penduduk desa Tunggulsari kurang lebih hanya 750 orang. SD Negeri Tunggulsari terbagi menjadi 6 rombel. Siswa kelas 1 berjumlah 9 anak, kelas 2 berjumlah 11 anak, kelas 3 berjumlah 6 anak, kelas 4 berjumlah 18 anak, kelas 5 berjumlah 9 anak, kelas 6 berjumlah 7 anak. Jadi jumlah seluruh siswa SD Negeri Tunggulsari ada 60 siswa. Guru yang mengajar di sekolah ini ada 11 orang, yang terdiri dari 1 orang kepala sekolah, 6 orang guru kelas, 1 orang guru penjaskes, 1 orang guru mulok Bahasa Inggris, dan 1 orang penjaga. Penelitian dilakukan mulai dari Akhir bulan Oktober sampai November. Waktu penelitian dilaksanakan selama semester ganjil tahun ajaran 2013/ 2014. 3.1.2 Karakteristik Subjek Penelitian Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan di kelas 4 SD Negeri Tunggulsari. Jumlah siswa di kelas 4 adalah 18 anak, yang terdiri dari 7 anak perempuan dan 11 anak laki-laki. Sebagian besar siswa kelas 4 merupakan anak dari keluarga dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah. Meskipun sebagian besar berasal dari keluarga dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah, tetapi rata-rata orang tua siswa mempunyai tingkat perhatian yang cukup baik terhadap pendidikan anaknya. Terbukti dengan banyaknya orang tua yang berkonsultasi kepada guru mengenai perkembangan putra putrinya selama mengikuti pembelajaran di sekolah. 19
20 Sedangkan mata pelajaran yang digunakan sebagai objek penelitian adalah mata pelajaran IPA. Hal ini dikarenakan, nilai rata-rata mata pelajaran IPA termasuk rendah dibanding nilai rata-rata mata pelajaran lain, dengan nilai KKM 75. 3.2. Variabel yang diselidiki Ada dua hal yang dimiliki objek penelitian dalam peneliyian tindakan kelas ini yaitu variabel bebas dan terikat. a. Variabel terikat (dependent), Dalam skripsi ini variabel terikatnya adalah peningkatan hasil belajar IPA di Kelas 4 SD Negeri Tunggulsari. b. Variabel bebas (Independent), Dalam skripsi ini variabel bebasnya adalah penggunaan Model Pembelajaran STAD (Student Teams Achievement Division). 3.3. Prosedur Penelitian Prosedur Penelitian Tindakan Kelas menurut model Kurt Lewin setiap siklusnya ada 4 tahapan,yaitu: Planning,Acting, Observasi, Reflecting.Kegiatan PTK ini dilakukan penulis karena adanya masalah pembelajaran IPA tentang bagian-bagian tumbuhan. Setelah mencermati berbagai peran guru sebagai pelaksana penelitian tindakan kelas, penulis melakukan prosedur sebagai berikut : 1. Perencanaan tindakan pembelajaran. 2. Pelaksanaan tindakan pembelajaran. 3. Pengamatan (Observasi) 4. Refleksi. Prosedur berikut di lakukan dari siklus pertama sampai siklus kedua. Dalam melaksanakan tindak perbaikan pembelajaran penulis meminta pada teman sejawat sebagai pengamat dan teman diskusi. Adapun rancangan dalam penelitian meliputi perencanaan awal, perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, refleksi. Secara visual prosedur PTK dapat digambarkan sebagai berikut:
21 Refleksi Perencanaan Siklus 1 Pelaksanaan Pengamatan Refleksi Perencanaan Siklus 2 Pengamatan? Pelaksanaan Seterusnya sesuai dengan alokasi waktu setiap tahap tindakan yang direncanakan Gambar 2 : Siklus Prosedur Penelitian 3.3.1. Siklus 1 a. Tahap Perencanaan Tahap perencanaan meliputi kegiatan : a). Observasi awal/refleksi awal 1) Melakukan pertemuan awal dengan kepala sekolah dan salah satu guru kelas tentang perencanaan penelitian yang akan dilaksanakan. 2) Membuat soal tes awal. 3) Menentukan sumber data 4) Menetapkan kelompok. b). Menetapkan dan meneruskan rancangan tindakan 1) Menemukan tujuan pembelajaran. 2) Menyusun kegiatan pembelajaran dengan metode STAD untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang materi. 3) Menyiapkan lembar kegiatan belajar. 4) Menyusun lembar observasi dan catatan lapangan
22 5) Membuat soal-soal Pre Test, soal-soal formatif dan lembar kerja peserta didik untuk mengukur penilaian hasil belajar kognitif peserta didik. 6) Mengkoordinasi program kerja pelaksanaan tindakan dengan teman sejawat dan salah satu guru. b. Tahap Pelaksanaan Tindakan Melaksanakan tindakan disesuaikan dengan rencana pembelajaran yang telah disusun. Adapun urutan kegiatan secara garis besar adalah sebagai berikut : a). Tes pengetahuan awal/ Pre test Tes ini dilakukan untuk memperoleh data mengenai pemahaman siswa terhadap materi. Sebelum pemberian tindakan. Hasil tes ini juga digunakan sebagi skor dasar (based score) yang digunakan untuk menentukan skor peningkatan individu. b). Penyajian materi Penyajian materi dilakukan secara klasikal selama kurang lebih 15.30 menit. Penyajian materi meliputi secara garis besar. c). Belajar dalam kelompok Setelah penyajian materi secara klasikal, selanjutnya siswa akan mengelompok dalam kelompok-kelompok kecil yang telah ditentukan. d). Tes akhir/post test Setelah melakukan kegiatan belajar dalam kelompok, selanjutnya siswa kembali ke tempat duduk masing-masing dan bersiap melakukan tes individu. Soal yang diberikan pada siswa pada tes ini adalah sesuai dengan materi sub pokok bahasan yang telah diajarkan. Jawaban tes dicocokkan dan dinilai bersama. Skor yang diperoleh dihitung sebagai kemajuan individu dan penentuan klasikal. Skor kemajuan masing-masing anggota dijumlah dan dirata-rata sebagai skor kelompok. e). Pemberian penghargaan. Setelah melakukan penghitungan skor kelompok, maka akan diketahui nilai dari masing-masing kelompok. Kelompok yang mendapat skor tertinggi akan diberikan penghargaan berupa tambahan nilai dan diberi predikat sebagai kelompok terbaik.
23 c. Mengamati (observasi ) Mengamati dilakukan selama kegiatan pelaksanaan tindakan berlangsung. Proses pengamatan secara intensif dilakukan oleh 2 (dua) orang yaitu seorang guru dan teman sejawat. Obyek yang diamati meliputi aktivitas peneliti sebagai pengajar dan aktivitas siswa selama kegiatan pembelajaran. Pengamatan dilakukan berdasarkan lembar observasi, disediakan catatan lapangan untuk melengkapi data hasil observasi. d. Merefleksi (reflect) Merefleksi dilakukan untuk melihat proses pelaksanaan tindakan dan hasil pemahaman siswa. Merefleksi adalah menganalisis data-data yang diperoleh dari tes akhir, observasi, dokumentasi dan catatan lapangan. Hasil analisa data dikaji untuk mengetahui Apa yang dihasilkan? Apa yang belum dihasilkan selama tindakan berlangsung? Apa sebabnya? dan Bagaimana selanjutnya? Jawaban dari pertanyaan diatas selanjutnya digunakan untuk evaluasi proses tindakan penyempurnaan pada siklus selanjutnya dalam rangka mencapai tujuan akhir penelitian. 3.3.2.Siklus II a. Perencanaan Peneliti dan teman sejawat mendiskusikan tentang pelaksanaan rencana pembelajaran mengacu pada hasil refleksi siklus I serta menyampaikan alat-alat pendukung beserta lembar pengamatan. b. Pelaksanaan Pada tahap pelaksanaan ini peneliti dan pengamat melaksanakan tindakan yang mengacu pada refleksi yang telah diperbaiki/disempurnakan pada siklus sebelumnya. c. Pengamatan Pengamatan dilakukan selama tindakan berlangsung. Pengamatan mencakup aktivitas siswa dan aktivitas guru dengan lembar pengamatan. Pengamat mengamati dampak pelaksanaan tindakan. Apakah telah sesuai dengan rencana dan apakah ada hambatan atau kendala yang dihadapi oleh siswa maupun guru.
24 d. Refleksi Peneliti melakukan refleksi dengan berdiskusi dengan pengamat tentang pelaksanaan pembelajaran. Apakah pelaksanaan pembelajaran telah membawa hasil peningkatan motivasi dan hasil belajar IPA pada siswa kelas 4 SD Negeri Tunggulsari? Atau masih adakah kekurangan (kelemahan) dari siklus ini? Jika dirasa sudah tidak ada kekurangan dalam pelaksanaan pembelajaran dan hasil belajar siswa telah memenuhi indikator keberhasilan maka tindakan berakhir.sasaran dari evaluasi ini adalah dapat mencapai KKM. 3.4. Data dan cara pengumpulannya 3.4.1 Teknik Pengumpulan Data Lofland dan Lofland (dalam Moleong, 2002: 112) menyatakan bahwa sumber data utama dalam penelitian kualitatif ialah kata-kata dan tindakan selebihnya adalah kata tambahan seperti dokumen dan lain-lain. Dalam menentukan sumber data, peneliti harus benar-benar memperhatikan subyek dan informan. Subyek adalah sesuatu yang diteliti, sedangkan informan adalah orang yang memberikan informasi sebanyak-banyaknya tentang sesuatu yang diteliti. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas 4 SD Negeri Tunggulsari. 1. Jenis Data a. Data kuantitatif Jenis data yang didapatkan adalah data kuantitatif kemampuan pemecahan masalah kelas 4 yang diambil dengan cara memberikan tes evaluasi pada setiap akhir siklus. a. Data kualitatif Data kualitatif didapatkan dari aktivitas belajar siswa dan aktivitas guru dalam pembelajaran IPA. 2. Sumber Data Dalam penelitian tindakan kelas ini sumber datanya adalah : a. Siswa kelas 4 SD Negeri Tunggulsari Tayu b. Guru kelas 4 SD Negeri Tunggulsari Tayu.
25 c. Data dokumen meliputi daftar nilai kelas 4 mata pelajaran IPA, aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran, dan aktivitas guru dalam kegiatan pembelajaran. 3. Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: a). Observasi Observasi adalah suatu teknik yang di lakukan dengan cara mengadakan pengamatan secara teliti dan sistematis. Observasi dilakukan dengan membuat catatancatatan untuk mendapatkan gambaran secara langsung tentang kegiatan belajar selama tindakan dilakukan di kelas.( Sukardi, 2008 : 49 ). Pengamatan dilakukan terhadap tindakan dan perilaku responden kemudian dicatat. Observasi yang digunakan adalah observasi partisipatit, dimana peneliti ikut berperan langsung atau aktif dalam semua kegiatan pembelajaran.( Mohammad Ashari, 2007 : 68 ) b) Catatan Lapangan Catatan lapangan berisi catatan-catatan guru selama proses pembelajaran apabila muncul permasalahan yang tidak diharapkan guru.catatan lapangan mencakup kesan dan penafsiran subyektif. Deskripsi boleh mencakup referensi, misalnya pelajaran yang lebih baik, perilaku kurang perhatian, kecerobohan yang tidak disadari guru atau pimpinan terkait.( Wiraatmadja, 2005 : 116 ) Catatan lapangan ini berguna untuk memperkuat data yang diperoleh dalam observasi dan sebagai masukan guru dalam melakukan refleksi.manfaat catatan lapangan adalah sebagai bahan refleksi untuk menentukan rencana tindakan siklus berikutnya, sehingga perjalanan PBM antar siklus dapat di evaluasi kemajuannya. (http://ekowinarto.wordpres.com/2009/07.metode-ptk, diakses pada 14 Juli 2012) c) Tes Arikunto (2001: 127) menyatakan tes merupakan serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki individu atau kelompok.
26 Tes dipakai untuk mengetahui tingkat kemampuan awal siswa, hasil belajar siswa, pertumbuhan dan perkembangan prestasi siswa, keberhasilan guru dalam menyelenggarakan kegiatan pembelajaran. (Asra, 2009 : 2003 ) d) Dokumentasi Dokumentasi merupakan metode untuk memperoleh atau mengetahui sesuai dengan buku-buku,arsip yang berhubungan dengan yang diteliti ( Sukardi, 2008 : 50 ) Dokumentasi digunakan utuk memperoleh data sekolah, seperti daftar nama siswa, profil sekolah, keadaan siswa, keadaan guru dan karyawan keadaan sarana dan prasarana. ( Mohammad Ashari, 2007 : 71) 3.4.2. Alat Pengumpulan Data Alat pengumpulan data atau instrumen yang digunakan dalam penelitian ini antara lain: hasil belajar IPA diukur dengan menggunakan butir soal berupa 15 butir soal pilihan ganda, 10 butir soal isian dan 5 butir soal uraian. Soal-soal tersebut telah diuji validitas dan reliabilitasnya dan akan digunakan sebagai standar pembuatan soal Ulangan Akhir Semester. Untuk menguji kelayakan instrumen penelitian berupa butir soal pada siklus I dan siklus II peneliti melakukan Reliabilitas dan Validitas data dengan menggunakan program SPSS (Statistical Package and Service Solution) versi 16 model Cronbach s Alpha. Aktivitas guru dalam pembelajaran diukur dengan menggunakan lembar observasi tentang penerapan model Pembelajaran STAD. Sedangkan aktivitas siswa diukur dengan menggunakan lembar observasi tentang respon siswa terhadap penerapan model Pembelajaran STAD. 3.5. Indikator Kinerja Penelitian ini dinyatakan berhasil bila pembelajaran Matematika dengan menggunakan Model Pembelajaran STAD dapat meningkatkan jumlah siswa yang menguasai dan memahami konsep-konsep IPA lebih baik. berikut ini, Target peningkatan yang hendak dicapai sebagaimana ditunjukkan oleh indikator
27 1) Sekurang-kurangnya nilai ulangan harian matematika mencapai 85% dari siswa kelas 4 telah mendapat nilai 75 (KKM IPA kelas 4 SD Negeri Tunggulsari adalah 75) 2) Nilai rata-rata tugas individu dan nilai rata-rata kelompok minimal 80 atau memiliki kriteria tinggi 3) Peningkatan aktivitas kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru minimal 85% atau dengan kriteria sangat baik. 3.6. Analisis/Interpretasi Data Penelitian Untuk kepentingan analisis data maka dilakukan hal-hal sebagai berikut : 3.6.1. Data Nilai Nilai perolehan siswa di analisis dengan menggunakan analisis deskriptif dan kualitatif dengan membandingkan antar siklus termasuk pra tindakan. Data yang diperoleh di olah dengan cara: 1) Menghitung jumlah peserta didik yang tuntas belajar, yaitu peserta didik dengan nilai 75 berjumlah 85% 2) Menghitung nilai rata-rata kelas 3) Menghitung prosentase ketuntasan 3.6.2. Data Nilai Tugas Individu Kriteria yang digunakan untuk menentukan nilai tugas individu adalah menggunakan nilai rata-rata seluruh siswa dengan menggunakan rumus : Nilai rata rata = Nilai seluruh siswa siswa Hasil nilai rata-rata ditafsirkan dengan berpedoman pada klasifikasi sebagai berikut : nilai rata-rata 0 25 = sangat rendah nilai rata-rata 26 50 = rendah nilai rata-rata 51 79 = sedang
28 nilai rata-rata 80 100 = tinggi 3.6.3. Data Hasil Observasi Kegiatan Pembelajaran yang Dilakukan oleh Guru Kriteria yang digunakan untuk menilai persiapan, pelaksanaan dan penampilan mengajar guru dalam melaksanakan proses pembelajaran adalah dalam bentuk prosentase, dengan rumus : Prosentase = Aspek pengamatan yang dilaksanakan x 100% Aspek pengamatan Hasil prosentase ditafsirkan dengan berpedoman pada klasifikasi sebagai berikut : prosentase 0% 25% = sangat kurang prosentase 26% 50% = kurang baik prosentase 51% 70% = cukup baik prosentase 71% 84% = baik prosentase 85% - 100% = sangat baik Setelah data terkumpul, penulis menganalisis data menggunakan analisis deskriptif dengan cara membandingkan hasil belajar IPA siswa kelas 4 SD Negeri Tunggulsari pada kondisi awal dengan hasil belajar IPA pada siklus I dan dibandingkan dengan hasil belajar IPA pada siklus II serta dilanjutkan dengan refleksi.