BAB III METODE PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Pada bab ini akan diuraikan mengenai metode yang akan digunakan dalam

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel Dan Definisi Operasional

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian kuantitatif dan (b). Penelitian kualitatif (Azwar, 2007: 5). Dalam

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. mendefinikan pendekatan kuantitatif yaitu: pendekatan ini akan lebih baik jika dilengkapi dengan tabel, grafik, bagan,

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. sampel tertentu, teknik pengambilan sampel biasanya dilakukan dengan cara random,

BAB III METODE PENELITIAN. 1. Variabel Tergantung : Minat Belajar. 2. Variabel Bebas : Persepsi Siswa terhadap Kompetensi Guru

BAB III METODE PENELITIAN. Identifikasi variabel penelitian diuraikan berdasarkan hipotesis, yaitu:

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. data dan mengkorelasikan variabel tanpa melakukan treatmen selama

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. A. Desain Penelitian. dengan tujuan penelitian. Dalam penelitian ini tidak

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian yang telah ditetapkan dan berperan sebagai pedoman atau penuntun pada

BAB III METODE PENELITIAN. metode penelitian yang ilmiah pula, sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai

BAB III METODE PENELITIAN. Devinisi Operasional Penelitian, (C) Subjek Penelitian, Populasi dan Sampel (D)

BAB III METODE PENELITIAN. kuantitatif. Pendekatan kuantitatif adalah penelitian yang banyak

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode

BAB III METODE PENELITIAN. bisa dikatakan sebagai faktor-faktor yang berperan dalam peristiwa atau gejala

BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasional yang

METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada bulan April dan Mei Semester genap Tahun

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan pendekatan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. didik kelas VII di SMP Negeri 2 Pariaman, maka dalam penelitian ini

BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel. Penelitian ini menggunakan tiga variabel yang terdiri dari satu variabel

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. numerik dan diolah dengan metode statistika serta dilakukan pada

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. analisisnya pada data numerikal (angka) yang diolah dengan metoda

METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 2 Sekampung Lampung Timur pada

BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan pendekatan kuantitatif. Menurut Arikunto penelitian kuantitatif

BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel. Variabel-variabel yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah :

METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 8 Bandar Lampung pada semester

BAB III METODE PENELITIAN Lokasi dan Subjek Populasi/Sampel Penelitian Lokasi Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. kuantitatif. Pendekatan kuantitatif merupakan suatu desain penelitian yang

BAB III METODE PENELITIAN. terhadap data serta penampilan dari hasilnya.

BAB III METODE PENELITIAN. independent (bebas) dan variabel dependet (terikat). Variabel bebas yaitu

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei 2013 di SMA N 1

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian yang dipakai adalah penelitian inferensial. Penelitian inferensial

BAB III METODE PENELITIAN. ditetapkan oleh peneliti untuk dopelajari dan akan diambil kesimpulannya.

HUBUNGAN ANTARA SELF ESTEEM DENGAN PERILAKU MENCONTEK PADA SISWA KELAS IV DAN V SD NEGERI BADRAN NO. 123 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2015/2016

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian ex-post facto. Sukardi (2008: 165)

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini. menggunakan metode penelitian kuantitatif.

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dikategorikan sebagai jenis penelitian kuantitatif karena data

BAB III METODE PENELITIAN. Menurut Moh. Nazir variabel adalah konsep yang mempunyai

BAB III METODE PENELITIAN. Untuk menjawab rumusan masalah dan menguji hipotesis, diperlukan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. kuantitatif. Menurut Sugiyono (2013) metode penelitian kuantitatif adalah

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. yang hati hati, teratur dan terus menerus, sedangkan untuk mengetahui bagaimana

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. A. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional. Variabel independent (X) : Iklim Organisasi

BAB III METODE PENELITIAN. korelasional dengan pendekatan ex post facto dan survey. Metode asosiatif

BAB III METODE PENELITIAN. penafsiran terhadap data, serta penampilan dari hasilnya. Serta mengunakan

BAB III METODE PENELITIAN. bertujuan untuk menemukan ada tidaknya hubungan antar variabel, dan jika ada

BAB III METODE PENELITIAN. A. Desain Penelitian. numerikal (angka) yang diolah dengan metoda statistika.

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian ex-post facto, yaitu Penelitian untuk

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian dengan teknik korelasional merupakan penelitian menyelidiki sejauhmana

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Menurut Ghony rancangan penelitian adalah strategi suatu penelitian,

Transkripsi:

BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 17 Surakarta, tepatnya di Jln. Jend. Achmad Yani Surakarta. Pertimbangan dipilihnya sebagai lokasi penelitian karena ditemukan bahwa kebanyakan siswa kelas VIII Tahun Ajaran 2015/2016 memiliki sikap konformitas teman sebaya yang rendah, mereka tidak berkelompok secara permanen, dan mereka tidak memiliki gang-gang kecil. Peneliti ingin mencari tahu apakah terdapat hubungan antara harga diri dan konformitas teman sebaya. Mengingat pentingnya memiliki harga diri yang tinggi agar mampu mengetahui segala kemampuan yang dimiliki oleh individu. 2. Waktu Penelitian Waktu penelitian akan dilaksanakan pada semester genap yaitu bulan Januari 2016, tahun pelajaran 2015/2016. Yaitu dengan rincian kegiatan sebagai berikut: a. Tahap persiapan meliputi pengajuan judul penelitian, penyusunan proposal, mengurus perizinan penelitian, pembuatan instrumen penelitian yang terdiri dari angket harga diri dan angket konformitas teman sebaya. b. Tahap pelaksanaan penelitian meliputi semua kegiatan-kegiatan yang berlangsung di lapangan yaitu uji coba angket dan pengambilan data dengan pemberian angket. Pengambilan data dilakukan untuk mengetahui hubungan antar harga diri dan konformitas teman sebaya. c. Tahap penyelesaian meliputi kegiatan analisis data, penyusunan laporan, dan ujian skripsi. B. Desain Penelitian Jenis penelitian ini ialah penelitian deskriptif korelasional, yaitu penelitian yang memfokuskan pada peristiwa atau gejala yang terjadi saat dilakukan penelitian, dan 21

22 dirancang untuk mendeskripsikan atau melukiskan dan menginterpretasikannya (Sutarno, 2010). Gejala yang ditemui dalam penelitian ini adalah konformitas teman sebaya yang rendah. Hal tersebut diinterpretasikan bahwa terdapat variabel bebas yang mempengaruhinya. Variabel bebas tersebut ialah harga diri. Desain penelitiannya ialah sebagai berikut: Harga Diri Konformitas Teman Sebaya Gambar 3.1 menunjukkan bahwa desain penelitian ini akan menjawab hubungan antara harga diri dan konformitas teman sebaya berdasarkan data yang diungkap melalui instrumen angket. 1. Variabel Terikat (Y) Sugiyono (2013) menyatakan bahwa variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Berdasarkan pendapat di atas, keadaan variabel terikat atau variabel tergantung dipengaruhi oleh variabel bebas. Pada penelitian ini variabel terikatnya adalah konformitas teman sebaya. a. Definisi Konseptual Konformitas Teman Sebaya adalah suatu kecenderungan dari dalam diri individu untuk melakukan tingkah laku, serta keyakinannya sesuai dengan anak-anak yang memiliki usia atau tingkat kematangan yang kurang lebih sama dalam satu kelompok sosial yang sama. Individu terkadang melakukan konformitas karena merasakan adanya desakan atau pengaruh sosial dari teman sebayanya yang dirasakan secara nyata maupun hanya imajinasi dari individu tersebut. b. Definisi Operasional Konformitas Teman Sebaya adalah Perubahan perilaku sebagai usaha untuk menyesuaikan diri dengan norma kelompok acuan baik maupun tidak ada tekanan secara langsung berupa tuntutan tidak tertulis dari kelompok terhadap anggotanya namun memiliki pengaruh yang kuat dan dapat

23 menyebabkan munculnya perilaku-perilaku tertentu pada anggota kelompok tersebut. 2. Variabel Bebas (X) Sugiyono (2013) menyatakan bahwa variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau menjadi sebab perubahannya dan timbulnya variabel terikat. Berdasarkan pendapat di atas dapat dimengerti bahwa variabel bebas berfungsi mempengaruhi variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah harga diri. a. Definisi Konseptual Harga Diri (Self Esteem) adalah suatu bentuk penilaian terhadap diri sendiri baik terhadap kemampuan diri, potensi yang dimiliki oleh diri sendiri, dan kepuasan terhadap diri sendiri yang bisa dilihat dan diukur melalui makna keberartian diri (Significance), kemampuan/kekuatan diri (Power), kompetensi diri (Competence), dan kebajikan diri (Virtue). b. Definisi Operasional Harga Diri (Self Esteem) adalah penilaian individu terhadap dirinya sendiri secara positif atau negatif yang dipengaruhi oleh hasil interaksinya dengan orang-orang yang penting dilingkungannya serta sikap, penerimaan, penghargaan, dan perlakuan orang lain terhadap dirinya. C. Populasi, Sampel, dan Teknik Sampling 1. Populasi Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono 2013). Jadi populasi bukan hanya orang, tetapi juga objek dan benda-benda alam yang lain. Populasi bukan sekedar jumlah yang ada pada objek/subjek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik/sifat yang dimiliki oleh subjek atau objek itu. Darmawan (2013) menjelaskan bahwa populasi ada sumber data dalam penelitian tertentu yang memiliki jumlah banyak dan luas.

24 Berdasarkan pengertian yang dinyatakan oleh ahli diatas dapat disimpulkan bahwa populasi merupakan seluruh bagian yang akan diteliti dan diambil datanya oleh peneliti. Populasi dalam penelitian ini memiliki karakteristik: siswa kelas VIII SMP, bukan siswa pindahan, bukan siswa tinggal kelas, dan rentang usia 12-14 tahun. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 17 Surakarta tahun ajaran 2015/2016, yang terdiri dari 8 kelas dengan jumlah total siswa sebanyak 215 siswa, dengan rincian: Tabel 3.1 Jumlah Siswa Kelas VIII SMP Negeri 17 Surakarta Kelas Jumlah VIII A 28 VIII B 28 VIII C 30 VIII D 32 VIII E 30 VIII F 26 VIII G 21 VIII H 20 2. Sampel Sampel ditentukan oleh peneliti berdasarkan pertimbangan masalah, tujuan, hipotesis, metode, dan instrumen penelitian, di samping pertimbangan waktu, tenaga, dan pembiayaan. Darmawan (2013) menjelaskan bahwa sampel terdiri atas subjek penelitian (responden) yang menjadi sumber data yang terpilih dari hasil pekerjaan teknik penyampelan (teknik sampling). Sugiyono (2013) menambahkan bahwa sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII yang tidak dikenai uji coba instrument dan masuk dalam karakteristik yang sudah ditentukan. Siswa yang dikenai uji coba instrument sebanyak dua kelas yaitu kelas VIII D dan VIII E.

25 Sehingga sampel diambil dari 5 kelas yaitu VIII A, B, C, F, G, dan H yang berjumlah 111 siswa. 3. Teknik Pengambilan Sampel Teknik pengambilan sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah purposive quota random sampling. Sampling purposive adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2008). Quota sampling adalah teknik pengambilan sampel dengan cara menetapkan jumlah tertentu sebagai target yang harus dipenuhi dalam pengambilan sampel dari populasi (khususnya yang tidak terhingga atau tidak jelas), dengan memenuhi persyaratan sebagai sampel dari populasi tersebut. Random sampling adalah cara pengambilan sampel yang memberikan kesempatan atau peluang yang sama untuk diambil kepada setiap elemen populasi. Jadi purposive quota random sampling adalah teknik pengambilan sampel dengan menentukan jumlah dan berdasarkan karakteristik yang sudah ditentukan peneliti dengan memberikan kesempatan pada populasi. D. Pengumpulan Data 1. Jenis Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data interval yang dihasilkan dari penskoran dua instrument, yaitu angket harga diri dan konformitas teman sebaya. 2. Sumber Data Sumber data dalam penelitian ini adalah sumber data primer, yaitu melalui angket harga diri dan konformitas teman sebaya yang diisi oleh peserta didik. Hal ini bertujuan untuk mengungkap informasi secara subjektif terhadap sampel yang diteliti.

26 3. Teknik Angket Teknik angket adalah teknik pengambilan data untuk mengukur harga diri dan konformitas teman sebaya. Angket merupakan alat pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan daftar pernyataan kepada responden secara tertulis berdasarkan atas keadaan diri responden atau hal-hal lain yang diketahui responden. Suharsimi Arikunto (2006) menyataka bahwa kuesioner atau angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang ia ketahui. Angket digunakan untuk mengumpulkan data tentang tingkat konformitas teman sebaya dan tingkat harga diri pada siswa kelas VIII SMP Negeri 17 Surakarta. Angket yang digunakan dalam penelitian ini ada dua macam, yaitu angket tentang tingkat konformitas teman sebaya dan angket tentang tingkat harga diri. Jenis angket yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket tertutup, yaitu angket yang berisi daftar pertanyaan yang sudah disediakan jawabannya. Sehingga responden tinggal memilih jawaban yang tersedia dengan memberikan tanda silang (X) pada masing-masing jawaban yang dianggap sesuai dengan keadaan dirinya. Angket yang diunakan dalam penelitian ini adalah skala sikap dengan menggunakan pedoman skala Likert yang dimodifikasi dengan menghilangkan alternatif jawaban Tidak Pasti (TP) atau Ragu-Ragu untuk menjaga kevaliditan angket, sehingga setiap angket memiliki empat jawaban alternatif yang dipisahkan menjadi pernyataan favourabel dan unfavourable yaitu Sangat Sesuai (SS), Sesuai (S), Tidak Sesuai (TS), Sangat Tidak Sesuai (STS). Skala dengan alternatif empat jawaban lebih disarankan karena apabila ada lima laternatif jawaban, subjek akan cenderung memilih alternatif jawaban yang ada ditengah, yang dirasa aman dan tidak berfikir terlebih dahulu. Penskoran pada item favourable adalah sangat sesuai diberi skor 4, sesuai diberi skor 3, tidak sesuai diberi skor 2, sangat tidak sesuai diberi skor 1. Penskoran pada item unfavourable adalah sangat sesuai diberi skor 1, sesuai diberi skor 2, tidak sesuai diberi skor 3, sangat tidak sesuai diberi skor 4. Sebelum digunakan untuk mengambil data penelitian,

27 instrument tersebut diujicobakan terlebih dahulu untuk mengetahui kualitas item angket. Adapun blue print atau kisi-kisi kedua instrument tersebut adalah sebagai berikut: Definisi Opersional Penilaian individu terhadap dirinya sendiri secara positif atau negatif yang dipengaruhi oleh hasil interaksinya dengan orangorang yang penting dilingkungannya serta sikap, penerimaan, penghargaan, dan perlakuan orang lain terhadap dirinya. Tabel 3.2 Blue Print skala Harga Diri (Self Esteem) Aspek Indikator Favourable Unfavourable Self Values Nilai diri fisik diri Nilai diri kemampuan diri Leadership Kepemimpinan popularity kelompok yang dipimpin di sekolah Kepemimpinan kelompok yang dipimpin di organisasi Keberhasilan pencapaian Family parents Achievment prestasi belajar Keberhasilan dalam berorganisasi Penerimaan keluarga orang tua Penerimaan keluarga saudara Kemandirian sosial dalam bersosialisasi Kreatifitas Kemampuan berkreatifitas 2, 3, 4, 6 1, 5, 7 8, 10, 12, 14 9, 11, 13, 15 16, 19 17, 18, 20 21, 23, 25 22, 24, 26 27, 29 28, 30 31, 33 32, 34 35, 37 36, 38 39, 40 41, 42 43, 45, 47, 48 50, 52, 54, 56 JUMLAH ITEM 29 28 44, 46, 49 51, 53, 55, 57

28 Definisi Opersional Perubahan perilaku sebagai usaha untuk menyesuaikan diri dengan norma kelompok acuan baik maupun tidak ada tekanan secara langsung berupa tuntutan tidak tertulis dari kelompok terhadap anggotanya namun memiliki pengaruh yang kuat dan dapat menyebabkan munculnya perilakuperilaku tertentu pada anggota kelompok tersebut. Tabel 3.3 Blue Print skala Konformitas Teman Sebaya Aspek Indikator Favourable Unfavourable Perilaku Penampilan Pandangan Meniru perilaku teman teman sekolah Meniru perilaku teman teman rumah Meniru penampilan teman secara fisik Meniru Penampilan teman interaksi sosial Meyakini pendapat teman teman sekolah Meyakini pendapat teman teman organisasi 1, 2, 5, 7, 8, 10, 11 3, 4, 6, 9 13, 14 12, 15 16, 17, 20, 22, 23, 24 31, 35 32, 36 26, 27, 29, 37, 38 18, 19, 21, 25 28, 30, 40 33, 41 34, 39, 42 JUMLAH ITEM 24 18 E. Validitas Instrumen Penelitian 1. Uji Validitas Salah satu persyaratan yang harus dipenuhi oleh suatu instrument penelitian adalah validitas. Validitas digunakan untuk mengatahui tingkat kevalidan suatu

29 instrumen. Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur variabel yang seharusnya diukur (Sugiyono, 2012). Pada item angket harga diri dan angket konformitas teman sebaya digunakan uji validitas isi, uji validitas konstruk, uji coba instrumen. Uji validitas isi dilakukan dengan membandingkan isi angket dengan rancangan yang telah dibuat pada kisi-kisi instrumen. Validitas konstruk dilakukan untuk menguji apakah pernyataan yang ada pada angket sesuai dengan yang akan diukur atau tidak. Uji validitas konstruk dilakukan melalui professional judgment dalam hal ini diperoleh melalui dosen pembimbing. Setelah dilakukan uji validitas isi dan uji validitas konstruk, dilakukan uji coba. Uji coba dilakukan kepada siswa kelas VIII D dan E SMP Negeri 17 Surakarta dengan jumlah responden sebanyak 62 siswa. Uji validitas pada kelas VIII D dan E dilakukan pada tanggal 12 Januari 2016. Rumus perhitungan validitas yaitu menggunakan pearson correlation product moment dengan menggunakan bantuan SPSS 20. Uji validitas ini dilakukan dengan melihat signifikansi korelasi item dengan item total. Jika hasil signifikansi < 0,05 dan koefisien korelasi 0,30 maka ada korelasi item tesebut dengan item total. Sehingga item tersebut dapat digunakan. Namun jika hasil signifikansi > 0,05 dan koefisien korelasi 0, 30 maka item tersebut ditanyakan gugur atau tidak dapat digunakan. Dalam penelitian ini, kriteria soal valid, lebih lanjut digunakan sebagai instrumen penelitian, sedangkan yang tidak valid dihapus. Hasil uji validitas angket harga diri dan konformitas teman sebaya dirangkum pada table 3.4 Tabel 3.4 Rangkuman Hasil Uji Validitas Jenis Instrumen Jumlah Kriteria Nomer Item Valid Item Valid Invalid Harga Diri 57 49 8 1, 2, 4, 6, 9, 10, 11, 12. 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20, 21, 22, 23, 24, 25, 26, 28, 29, 30, 31, 32, 33, 34, 35, 36, 39, 40, 41, 42, 43, 44,45, 46, 47, 48, 49, 50, 51, 52, 53, 54, 55, 56, 57

30 Konformitas Teman Sebaya 42 28 14 1, 2, 3, 4, 7, 8, 9, 12, 13, 14, 15, 16,17, 18, 20, 22, 23, 24, 25, 26, 27, 28, 31, 32, 35, 38, 39, 41 2. Uji Reliabilitas Selain validitas, instrumen yang baik diindikasi memiliki koefisien reliabilitas yang tinggi. Reliabel berarti instrumen tersebut apabila digunakan beberapa kali untuk mengukur objek yang sama, akan menghasilkan data yang sama pula (Sugiyono, 2012). Tabel 3.5 Koefisien Reliabilitas Alpha Croncach menurut Guilford (1956: 145) Kriteria Koefisien Reliabilitas Sangat Reliabel > 0,900 Reliabel 0,700 0,900 Cukup Reliabel 0,400 0,700 Kurang Reliabel 0,200 0,400 Tidak Reliabel < 0,200 Hasil uji reliabilitas angket harga diri dan konformitas teman sebaya dirangkum pada Tabel 3.6. Tabel 3.6 Rangkuman Hasil Uji Reliabilitas Jenis Instrumen Reliabilitas Kriteria Angket Harga Diri 0, 919 Sangat Reliabel Angket Konformitas Teman Sebaya 0, 799 Reliabel

31 F. Analisis Data Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasional dengan dua variabel. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini ada dua yaitu analisis deskriptif dan analisis correlation product moment. 1. Analisis Deskriptif Analisis deskriptif digunakan untuk memperoleh gambaran umum tentang tinggi rendahnya harga diri dan konformitas teman sebaya terhadap subjek yang diteliti, yaitu siswa kelas VIII SMP Negeri 17 Surakarta. Dalam hal ini akan dilakukan kategorisasi tiga jenjang menurut (Azwar, 2012) yaitu tinggi, sedang, dan rendah. 2. Analisis Correlation Product Moment Sebelum melakukan perhitungan correlation product moment, ada beberapa uji prasyarat yang harus dilakukan. Beberapa uji prasyaratnya adalah sebagai berikut: a. Uji Normalitas Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah data yang diperoleh dari sampel penelitian berdistribusi normal atau tidak. b. Uji Linieritas Uji linieritas digunakan untuk mengetahui apakah hubungan antara variabel bebas dengan terikat bersifat linear. c. Uji Heroskedastisitas Pada model correlation product moment harus dipenuhi syarat tidak adanya heteroskedastisitas. Heteroskedastisitas dapat terjadi apabila dalam papan Scatterplot membentuk suatu pola tertentu. Analisis correlation product moment merupakan metode statistik yang berfungsi untuk menguji hubungan antara variabel bebas disini adalah harga diri dan variabel terikat disini adalah konformitas teman sebaya. Analisis correlation product moment dilakukan dengan bantuan SPSS 20. Ada tiga penafsiran hasil analisis korelasi, meliputi: pertama dengan pengambilan keputusan hipotesis; kedua, dengan melihat kekuatan hubungan dua variabel; dan ketiga, melihat hubungan.

32 a. Pengambilan keputusan hipotesis Menurut Priyatno (2012), jika nilai siginifikansi table perhitungan < 0, 05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Sebaliknya jika signifikansi table perhitungan > 0, 05 maka Ho diterima dan Ha ditolak. Maka dapat disimpulkan: Jika angka signifikansi < 0, 05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini dapat diartikan bahwa hipotesis penelitian diterima dan berbunyi ada hubungan antara harga diri dan konformitas teman sebaya. Jika angka signifikansi > 0, 05 maka Ho diterima dan Ha ditolak. Hal ini dapat diartikan bahwa hipotesis penelitian ditolak dan berbunyi tidak ada hubungan antara harga diri dan konformitas teman sebaya. b. Untuk melakukan interpretasi kekuatan hubungan antara harga diri dan konformitas teman sebaya dilakukan dengan melihat angka koefisien korelasi hasil perhitungan dengan menggunakan kriteria sebagai berikut: Tabel 3.7 Koefisien Korelasi menurut Sugiyono (2012) Interval Koefisien Tingkat Hubungan 0,00 0,199 Sangat rendah 0,20 0,399 Rendah 0,40 0,599 Sedang 0,60 0,799 Kuat 0,80 1,00 Sangat kuat c. Interpretasi ketiga dengan melihat arah hubungan Dalam penelitian ini, ada dua arah hubungan yaitu searah dan tidak searah. Pada SPSS hal ini ditandai dengan two tailed. Arah korelasi dilihat dari angka koefisien korelasi. Jika koefisien korelasi positif, maka hubungan kedua variabel searah. Searah artinya jika harga diri nilainya tinggi, maka

33 konformitas teman sebaya juga tinggi. Jika koefisien korelasi negatif, maka hubungan kedua variabel tidak searah. Tidak searah artinya jika harga diri nilainya tinggi, maka konformitas teman sebaya akan rendah dan sebaliknya. G. Prosedur Penelitian Prosedur penelitian merupakan serangkaian langkah-langkah secara urut dari awal hingga akhir yang dilakukan dalam penelitian. Prosedur yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Pembuatan proposal penelitian 2. Pembuatan instrumen tes 3. Seminar proposal 4. Melakukan perijinan ke sekolah terkait 5. Pelaksanaan penelitian a. Uji coba instrumen Instrumen yang telah disusun dan dikonsultasikan kepada dosen pemimbing kemudian diujicobakan terhadap subjek. Uji coba instrumen dalam penelitian ini adalah kelas VIII D berjumlah 32 siswa dan VIII E berjumlah 30 siswa. Uji coba instrumen pada kelas VII D dan E dilakukan pada Rabu, 12 Januari 2016. Penyajian dan pengisian instrumen yang harus diisi oleh siswa, dilakukan di masing-masing kelas dengan waktu 1 jam pertemuan (40 menit). b. Analisis validitas dan reliabilitas instrumen Setelah didapatkan data skala harga diri dan konformitas teman sebaya selanjutnya dilakukan perhitungan validitas dan reliabilitas dengan pedoman pada perhitungan statistik. Analisis ini akan mengungkapkan item-item yang valid pada setiap skala dan menentukan tingkat reliabilitas instrumen. c. Revisi instrumen Instrumen yang valid disusun kembali kemudian digandakan sesuai jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian.

34 d. Pelaksanaan penelitian Dalam tahap ini akan didapatkan data tentang harga diri dan konformitas teman sebaya melalui instrumen yang telah disusun. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 17 Surakarta dengan waktu yang berbeda. Pertama pada hari Selasa 19 Januari 2016, peneliti melakukan penelitian di kelas VIII F dan H. kedua pada hari Rabu 20 Januari 2016, peneliti melakukan penelitian di kelas VIII G. Ketiga pada hari Kamis 21 Januari 2016, peneliti melakukan penelitian di kelas VIII B. Keempat pada hari Sabtu 23 Januari 2016, peneliti melakukan penelitian di kelas VIII C. Kelima pada hari Kamis 28 Januari 2016, peneliti melakukan penelitian di kelas VIII A. Penyajian dan pengisian angket yang harus diisi oleh siswa, dilakukan di masing-masing kelas dengan waktu 1 jam pertemuan (40 menit). Penelitian dilakukan dengan memberikan 2 angket, yaitu angket harga diri dan angket konformitas teman sebaya untuk diisi sesuai dengan keadaan diri siswa. Pengisian angket dilakukan siswa dengan mengikuti arahan dan pengawasan dari peneliti. 6. Penyusunan laporan Penyusunan laporan penelitin ini merupaka tahap akhir dari penelitian yang telah dilaksanakan. Pada tahap ini hasil dari pengumpulan data yang telah diolah dan dianalisis dilaporkan dalam bentuk skripsi dan kemudian dikonsultasikan pada dosen pembimbing. 7. Pelaksanaan ujian skripsi dan revisi