Sustaining Competitive and Responsible Enterprises SC RE

dokumen-dokumen yang mirip
Kesinambungan Daya Saing Dan Tanggung Jawab Perusahaan - SCORE -

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN

Pengenalan 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo 6 Maret 2017

Kesinambungan Daya Saing & Tanggung Jawab Perusahaan - SCORE - Presentasi hasil implementasi. Modul 1 (Kerja sama di tempat kerja)

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB 8 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB VIII KESIMPULAN DAN SARAN

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Studi kasus untuk merancang intervensi tingkat perusahaan untuk mempromosikan produktivitas dan kondisi kerja di UKM SCORE

BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN

Secara harfiah berarti keteraturan, kebersihan, keselamatan dan ketertiban

BAB I PENDAHULUAN. berusaha untuk memberikan kepuasan yang terbaik bagi para konsumennya, dengan

DAFTAR ISI ABSTRAK KATA PENGANTAR DAN UCAPAN TERIMAKASIH

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

5R merupakan budaya tentang bagaimana seseorang memperlakukan tempat kerjanya secara benar. Bila tempat kerja tertata rapi, bersih, dan

MATERI KESEHATAN LINGKUNGAN

BAB 1 PENDAHULUAN. Pertumbuhan industri di Indonesia sekarang ini semakin pesat. Hal ini

BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Konsep macam dan besaran ruang

BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN

Manfaat Penerapan 5R Zero waste Zero injury Zero breakdown Zero defect Zero set up time Zero late delivery Zero customer claim Zero defisit

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

Bab I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang

BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN

Strategi Tata Letak (Layout Strategy) I

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB I PENDAHULUAN. 1-1 Universitas Kristen Maranatha

BAB V PENUTUP. pada perusahaan UKM Dian Rubber Semarang adalah sebagai berikut: a. Pemilahan sesuai dengan frekuensi (rendah, sedang, tinggi)

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. tempe yang didirikan oleh Pak sapto Home Industry ini sudah ada lebih dari. bungkus tempe dengan berat perbungkus 6 ons.

PERANCANGAN ULANG TATA LETAK FASILITAS PABRIK TAHU DAN PENERAPAN METODE 5S

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

FASILITAS LABORATORIUM

BAB 4 ASPEK DAMPAK LINGKUNGAN

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN

Daftar Periksa Pembinaan Peningkatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Usaha Kecil dan Menengah dengan Metoda Pelatihan Partisipasi Aktif

BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN

LAMPIRAN SOP Setting Mesin 2. SOP Langkah Kerja 3. SOP Pemeriksaan 4. Flowchart Prosedur Usulan di Lantai Produksi

BAB 2 LANDASAN TEORI

Kesinambungan Daya Saing Dan Tanggung Jawab Perusahaan - SCORE - Presentasi hasil implementasi modul 1 (kerja sama di tempat kerja)

ABSTRAK. v Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. 1-1 Universitas Kristen Maranatha

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB II STUDI PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

INFORMASI TENTANG PROSEDUR PERINGATAN DINI DAN EVAKUASI KEADAAN DARURAT

BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V SIMPULAN DAN SARAN. IV, maka penulis memberikan kesimpulan sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

KESELAMATAN & KESEHATAN KERJA (K3) DI LINGKUNGAN RUMAH TANGGA

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN

Bab 7 Kesimpulan dan Saran

SANITASI DAN KEAMANAN

LEMBAGA PENJAMINAN MUTU UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER RUBRIK AUDIT 5S

Peningkatan Produktivitas Kerja pada Proses Packaging di PT. Samando

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN

BAB 1 PENDAHULUAN. 1-1 Universitas Kristen Maranatha

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN

Gambar lampiran 1: Tempat Pencucian Alat masak dan makan hanya satu bak

PANDUAN PEMBELIAN IVAR Solusi penyimpanan

Ergonomic Assessment Pada Home Industri (Studi Kasus Industri Tempe)

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Persaingan ketat pada dunia industri saat ini membuat perusahaan harus

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

Sosialisasi SMK3 dan SITP

PERANCANGAN FASILITAS PABRIK TAHU UNTUK MEMINIMALISASI MATERIAL HANDLING

STANDAR USAHA VILA NON BINTANG NO ASPEK NO UNSUR NO SUB UNSUR. I PRODUK 1. Bangunan 1. Bangunan Vila memenuhi persyaratan kelaikan fungsi bangunan.

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

PERANCANGAN SISTEM KERJA PADA PROSES PENGERINGAN JAGUNG DITINJAU DARI SEGI ERGONOMI (Studi kasus di PT. Surya Alam Rekananda, Bandar Lampung)

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB V ANALISIS DAN INTERPRETASI HASIL

Pengendalian (Manajemen) Vis ual Dalam Penerapan 5R ( 5S) di Tempat Kerja

BAB I PENDAHULUAN. pekerjaannya dalam sehari-hari. Lingkungan kerja dapat mempengaruhi tingkat

ANALISIS LAY OUT USAHA HANDYCRAFT BERBAHAN BESI

Gambar I.1 Workstation aktual pengoperasian mesin CNC Router

PERSYARATAN UMUM DAN PERSYARATAN TEKNIS GUDANG TERTUTUP DALAM SISTEM RESI GUDANG

BAB I PENDAHULUAN. menciptakan tempat kerja yang aman, sehat dan bebas dari pencemaran


BAB 1 PENDAHULUAN. Bab 1 Pendahuluan 1-1

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

2. Tersedianya fasilitas ruang penyimpanan bahan makanan sesuai persyaratan.

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Transkripsi:

Sustaining Competitive and Responsible Enterprises SC RE

Back ground Terbukanya pasar Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) membuat Industri Kecil Menengah (IKM) Indonesia harus bersaing lebih cerdas

PERMASALAHAN PERUSAHAAN 1. Pegawai Keluar Masuk 4. Layout working area tidak maximal 2. Gudang dan area kerja berantakan 5. Rework / reject parts masih tinggi 3. Sistem FIFO tidak berjalan 6. Rendahnya kesadaran akan K3 Titik Krisis IKM : Ketika Mulai usaha & Ketika Mulai Besar

SCORE: SCORE : Sustaining COmpetitive & Responsible Enterprises (Menjadikan) Perusahaan yang berdaya Saing dan bertanggung jawab secara terus menerus, diciptakan oleh ILO (International Labor Organization) SCORE adalah Program untuk menciptakan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang lebih produktif, lebih kompetitif dan lebih bersih sehingga dapat menyediakan pekerjaan yang tetap dan layak.

Penerapan SCORE di 9 Negara Peru Colombia Bolivia Indonesia China Vietnam Ghana South Africa India

Target dari SCORE: Memperkuat Kerjasama & Komunikasi Pimpinan & Karyawan Meningkatkan kwalitas & produktifitas Mengurangi Limbah usaha Meningkatkan kondisi kerja Meningkatkan Daya Saing UKM

SCORE Methodology: Workshop di dalam kelas: Penjelasan dan pelatihan penggunaan tools / alat peningkatan daya saing. Pendampingan di lokasi perusahaan untuk implementasi tools/alat meningkatkan daya saing dan peningkatan hubungan kerja yang lebih baik diantara pimpinan dan karyawan.

Apa saja yang dipelajari? 1. Kerjasama di Tempat Kerja 2. Efisiensi & Membangun Budaya Kualitas 3. Produksi Bersih / Lean Manufacturing untuk Penghematan biaya 4. Managemen Sumber Daya Manusia 5. Keselamatan & Keamanan Kerja Peserta : IKM dengan 30 250 pekerja

Fokus pengembangan SCORE Orientasi kepada Karyawan Untuk meningkatkan kondisi kerja Untuk meningkatkan hubungan antar pimpinan dan karyawan Untuk mendorong partisipasi karyawan di manajemen perusahaan Meningkatkan rasa kepemilikan terhadap perusahaan dari pihak karyawan.

Fokus pengembangan SCORE Orientasi kepada Pengusaha: Untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas. Untuk memperkuat kerjasama Untuk mengurangi terjadinya limbah & gagal produksi. Untuk mencapai pemenuhan standar kerja nasional.

Hasil Pelatihan Terjadinya EFISIENSI di 13 indikator yang terukur 1. Jumlah pertemuan tim peningkatan efisiensi perusahaan, 2. Jumlah projek yang dikerjakan, 3. Jumlah masukan, 4. Jumlah keluhan yang ditanggapi, 5. Kontrol kwalitas bahan baku, 6. Kontrol kualitas produksi dan barang jadi, 7. Efisiensi, 8. Waktu kerja, 9. Penghematan energi, 10. Menurunkan jumlah absensi, 11. Menurunnya tingkat keluar masuk pekerja 12. Berkurangnya jumlah kecelakaan kerja 13. Kesetaraan Gender

Penilaian Awal SCORE

Pelatihan SCORE

Pendampingan di lokasi kerja 3-4 X

Presentasi Hasil

SCORE Indonesia Before and After Situation

MUBAROKFOOD CIPTA DELICIA GUDANG KAYU TEMUAN PENANGANAN HASIL - Pencahayaan masih kurang, terkait kekeringan kayu - Ruang belum tertutup 100% - Atap akan dibuat tembus cahaya (atap transparan) - Akan diupayakan ruangan tertutup 100% - Dengan atap gudang dibuat transparan, membantu kayu akan cepat kering - Ruangan tertutup rapat, air hujan tidak akan masuk

MUBAROKFOOD CIPTA DELICIA RUANG PARUT DAN PEMBERSIH KELAPA TEMUAN PENANGANAN HASIL - Lantai ruang marut cukup licin - Kondisi mesin parut perlu pengecatan - Penempatan alat kerja setelah proses masih belum tertata dengan baik - Akan dilakukan perbaikan lantai keramik kasar - Akan dilakukan pengecatan mesin - Alat / perlengkapan kerja akan ditata dengan baik setelah proses selesai - Lantai ruang marut tidak licin dan terlihat bersih - Setelah dicat, mesin parut terlihat rapi dan bersih - Alat kerja tertata rapi di Loker, sehingga ruangan marut terlihar bersih

Penilaian Karyawan PT Dianatina Ayu Tentang : Memecahkan Masalah sebagai Tim Sebelum Sesudah

Maika Etnik Merapihkan Gudang Utama Temuan Penanggulangan PIC Hasil Temuan Susah mencari barang karena tertumpuk dus. Pemisahan barang dan pembuatan rak. Ibu Irma. Ruangan lebih rapi. Mencari barang jadi lebih mudah.

Maika Etnik Merapihkan gudang produksi Temuan Penanggulangan PIC Hasil Temuan Susah mencari barang tertumpuk dus. Pemisahan barang dan pembuatan rak. Ibu Sri. Ruangan lebih rapi. Mencari barang jadi lebih mudah.

Maika Etnik Merapihkan ruangan gudang bahan baku Temuan Penanggulangan PIC Hasil Temuan Banyak barang yang disimpan tidak sesuai pada tempatnya. Merapikan dan pemasangan label pada setiap item. Bpk. Ari Ruangan lebih tertata rapi. Memudahkan untuk bahan baku dan aksesoris.

DATA REWORK, REJECTION, ABSENSI Data Rework Rate Per Bulan April Mei Juni Juli 19,47% 14,20% 12,53% 6,37%

PUSPADI Bali Gambar keadaan sebelum Isi Laci Kerja Gambar keadaan sesudah Temuan Penanggulangan PIC Hasil Temuan Alat alat produksi berantakan sehingga menyulitkan pekerjaan dan banyak alat yang tidak sesuai dengan tempatnya Alat tersebut disisih, susun dan sasap sesuai dengan posisinya juga di beri label Workshop team Alat tersusun secara rapi dan diberi label, Pekerjaan semakin efisien karena mudah menemukan alat dan mencegah alat tercecer

Baliinterio Rosada Dollhouse PEMBENAHAN AREAL TUKANG KAYU Temuan Penanggulangan PIC Hasil Temuan Sampah Debu residu Mesin Potong yang mengotori Areal Tukang kayu Pengadaan 5 S dan pemasangan spanduk pengingat untuk menjaga kebersihan Fauzi & Yunus Areal semakin bersih dan terasa lebih luas Diperlukan Role and Play Process Pemotongan dan Pembuangan Residu kayu

UD. UNIQUE BALI RUANG STOCK Temuan Penanggulangan PIC Hasil Temuan Kesulitan mencari barang yang kecil Dipisahkan sesuai dengan ukuran & jenis Wyn Kerti Lebih mudah didapat Hemat waktu

Daerah / Bagian peningkatan di Perusahaan anda Gambar keadaan sebelum Gambar keadaan sesudah Temuan Penanggulangan PIC Hasil Temuan Waktu pencelupan glasir masih di lantai Dibuatkan meja tempat pencelupan glasir Pada saat pencelupan dengan ember glasir diatas meja dgn berdiri Pada saat pencelupan badan berdiri sehingga pinggang tidak sakit

Daerah / Bagian peningkatan di Perusahaan anda Gambar keadaan sebelum Gambar keadaan sesudah Temuan Penanggulangan PIC Hasil Temuan Belum ada pegangan tabung Dibuatkan pagar pelindung Tempat gas rapi Tempat tabung gas rapi dan aman

Membuat ind LAWEmajuan perusahaa Gambar keadaan sebelum Ruang produksi Gambar keadaan sesudah Temuan Penanggulangan PIC Hasil Temuan Banyak tumpukan kardus dan plastik dan barang craft class yang masih berantakan, rak tidak fungsional Rak dan barang craft class dipindah di depan, barang-barang disisih, susun dan sasap Bagian produksi Barang produksi disusun secara rapi dan diberi label,sudah ada meja potong yang bisa dilipat Ruangan lebih luas, lantai keramik bersih, mudah untuk mencari barang produksi, proses potong lebih efisien

Gambar keadaan sebelum LAWE Gudang Gambar keadaan sesudah Temuan Penanggulangan PIC Hasil Temuan Proses pemotongan bahan dilakukan di lantai, barang produksi masih berantakan, belum tertata rapi Rak dan barang produksi dipindah ke ruang craft class, barang-barang disisih, susun dan sasap Bagian produksi, manajemen Barang yang digunakan tidak waktu dekat dipindahkan ke gudang disusun rapi dan dilabeli Ruangan lebih luas, mudah untuk mencari barang produksi, sister maupun arsip data

LAWE Bagian desain dan costing Gambar keadaan sebelum Gambar keadaan sesudah Temuan Penanggulangan PIC Hasil Temuan Banyak tumpukan container dan kardus di gudang yang berantakan, ruangan sempit, tidak bisa mengambil barang Rak dan barang di gudang dipindah ke ruang produksi lama, barangbarang disisih, susun dan sasap Bagian produksi, manajemen, desain dan costing Ruangan bersih dan dapat digunakan untuk ruang desain, costing, perpustakaan Ruangan bersih, bisa disapu dan sirkulasi udara lancar, ruang menjadi lebih fungsional

LAWE Gambar keadaan sebelum Ruang craft class Gambar keadaan sesudah Temuan Penanggulangan PIC Hasil Temuan Banyak tumpukan kardus dan plastik dan barang craft class yang masih berantakan, ruang sempit Barang craft class disisih, susun dan sasap, mesin jahit yang tidak fungsional dipinggirkan Bagian craft class Barang craft class disusun secara rapi dan dilabeli Ruangan lebih luas, lantai bersih, mudah untuk mencari barang craft classproses pelatihan nyaman

Terima Kasih 40