BAB II TINJAUAN PUSTAKA

dokumen-dokumen yang mirip
BAB II TINJAUN PUSTAKA. dewan komisaris, manajemen, dan personil satuan usaha lainnya, yang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

pengertian sistem pengendalian intern ada

BAB II LANDASAN TEORI. Menurut George H. Bodnar dan William S. Hopwood (1996:1)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA. manajemen juga memiliki peranan penting. Prosedur merupakan rangkaian

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II BAHAN RUJUKAN

gaji merupakan pembayaran atas penyerahan jasa yang dilakukan oleh karyawan tetap (pembayaran gajinya cenderung tetap sesuai skala gaji yang

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. sebagai dasar acuan pelaksanaan program-program penanggulangan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Kemudian pengertian Audit menurut Arens dan Loebbecke (2006:4), audit

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

keuangan saja sehingga rawan akan terjadinya kecurangan.

BAB 11 LANDASAN TEORI. setiap departemen tanpa mengesampingkan tanggung jawab masingmasing

SISTEM PENGENDALIAN INTERN

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Sistem Akuntansi, Gaji dan Upah. 1. Pengertian Sistem Akuntansi

BAB III PEMBAHASAN. 3.1 Tinjauan Teori Pengertian Sistem dan Prosedur

BAB II BAHAN RUJUKAN

Gaji : pembayaran atas penyerahan jasa yang dilakukan oleh karyawan yang mempunyai jenjang jabatan dan dibayar secara tetap per bulan Upah :

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 1. Pengertian Sistem dan Karakteristiknya. Systema yang berarti penempatan atau mengatur.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI. 1. Pengertian Sistem, Informasi, dan Data

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 1. Pengertian dan Tujuan Pengawasan Internal. Pengawasan internal yang baik merupakan alat yang dapat membantu

BAB II KAJIAN PUSTAKA

"EFEKTIVITAS SISTEM PENGGAJIAN PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KEBUMEN" Dwi Suprajitno. Abstrak

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN PERTANYAAN PENELITIAN. mencapai tujuan perusahaan maupun organisasi yang didukung dengan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pencapaian tiga golongan tujuan berikut ini: a. Keandalan pelaporan keuangan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Mulyadi ( 2001 : 2 ) : Suatu sistem pada dasarnya adalah

BAB II LANDASAN TEORI

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 1. Sistem Penggajian BMT Usaha Mandiri Sejahtera

BAB II LANDASAN TEORI. dengan cara. Istilah sistem dari bahasa Yunani yaitu Systema yang berarti

BAB I PENDAHULUAN. dengan prosedur penggajian yang ditetapkan. pemotongan gaji dan pembayaran gaji yang salah. Hal tersebut akan

SISTEM AKUNTANSI PENGGAJIAN PADA PT KEDAMAIAN PALEMBANG

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Umumnya setiap perusahaan, baik perusahaan besar maupun kecil pasti mempunyai kas. Kas merupakan alat pembayaran

BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Sistem Informasi Akuntansi Pengertian Sistem

BAB III SISTEM PENGAWASAN INTERN KAS PADA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH (BAPPEDA) PROVINSI SUMATERA UTARA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan yang semakin maju,

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI. Berikut beberapa pengertian prosedur menurut para ahli, antara lain: a. Pengertian prosedur menurut Mulyadi (2001) adalah:

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Judul Penelitian

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Mulyadi (2001:5) sistem adalah suatu jaringan prosedur yang dibuat menurut

BAB II LANDASAN TEORI. sistem yang dipergunakan sebagai prosedur dan pedoman operasional. perusahaan dan mencegah terjadinya penyalahgunaan sistem.

BAB III LANDASAN TEORI

Analisis Sistem Akuntansi Penggajian pada CV. Elssy Design. Disusun Oleh : Esty Putri Ratnasari

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI. A. Pengertian dan Tujuan Sistem Informasi Akuntansi. berguna daalam hal pengambilan keputusan yang tepat.

BAB II KAJIAN PUSTAKA. internal maupun pihak eksternal perusahaan. Untuk memenuhi kebutuhan

BAB II CV. SINAR MUARA MEDAN. Perseroan Komanditer(CV) Sinar Muara Medan adalah usaha yang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 1. Pengertian dan Tujuan Pengawasan Internal. yang ditetapkan telah dilaksanakan dengan baik sehingga tujuan perusahaan dapat

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. perusahaan maka dirancang sistem akuntansi pokok dan sistem akuntansi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pengertian Sistem menurut Azhar Susanto (2011 : 22) dalam bukunya. secara harmonis untuk mencapai satu tujuan tertentu.

PERANAN SISTEM AKUNTANSI PENGGAJIAN DAN PENGUPAHAN DALAM MENDUKUNG PENGENDALIAN INTERN SESUAI DENGAN PSAK No. 24 ( STUDI KASUS PT.

BAB I PENDAHULUAN. penting yang tercakup sistem manajemen sumber daya manusia yaitu : a) Seleksi calon karyawan dan pengangkatan karyawan baru

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Hall (2006: 6), mengartikan bahwa sistem adalah kelompok. dari dua atau lebih komponen atau subsistem yang saling berhubungan

Lampiran 1 Kuisioner Internal Control atas Integritas dan Nilai Etika

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Pengertian Dan Unsur-Unsur Sistem Akuntansi. atau lebih komponen-komponen yang saling berkaitan (inter-related) atau

BAB I PENDAHULUAN. manajemen dengan mengolah informasi-informasi yang diperoleh dan. dibutuhkan oleh perusahaan untuk pengambilan keputusan.

BAB II LANDASAN TEORI. informasi disajikan dalam laporan keuangan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. terdiri dari beberapa prosedur yang saling berhubungan.yang termasuk kedalam

BAB II LANDASAN TEORI

SISTEM AKUNTANSI PENJUALAN KREDIT PADA CV. TRI MANUNGGAL SAKATO. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Dharma Andalas

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

ANALISIS EFEKTIFITAS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENGGAJIAN KARYAWAN (Studi Kasus PT CHERIA ALAM MANDIRI) Mita Kurniasih EB10

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Audit Internal mempunyai peranan yang sangat penting dalam mencapai

Sistem Pengendalian Intern

BAB II LANDASAN TEORI. Sistem pengendalian internal menurut Rama dan Jones (2008) adalah suatu

BAB II KAJIAN TEORI. mengolah atau mengorganisir dokumen dokumen yang ada tujuannnya untuk

ANALISIS SISTEM AKUNTANSI PENGGAJIAN PADA PT. TRANSALINDO EKA PERSADA BATAM KEPULAUAN RIAU MIRZA AMELA

BAB II LANDASAN TEORI

Menurut Mulyadi (2001), Sistem Pengendalian Internal meliputi organisasi, metode dan ukuran-ukuran yang

BAB III SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL KAS PADA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH (BAPPEDA) PROVINSI SUMATERA UTARA

PEMAHAMAN STRUKTUR PENGENDALIAN INTERN

ANALISIS SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL ATAS SISTEM PENGGAJIAN PADA PT. PLN PERSERO AREA CIPUTAT. Teguh Tri Utomo EB10

Volume II No. 1, Februari 2017 ISSN

BAB I PENDAHULUAN. tersebut dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan ataupun yang telah

ANALISIS EFEKTIFITAS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENGGAJIAN KARYAWAN PADA CV. GUNUNG DONO PUTRA

1/28/2012. Menurut Warren Reeve & Fees (1999) Pengendalian

Fabiana Dwi Widyasari Fransisca Yaningwati Ahmad Husaini Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Malang

BAB II BAHAN RUJUKAN. Pada perusahaan yang tergolong dalam perusahaan besar pimpinan

Transkripsi:

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Sistem Akuntansi 2.1.1 Pengertian Sistem Akuntansi Sistem akuntansi sangat diperlukan oleh perusahaan dan tidak terlepas dari prosedur-prosedur yang saling berkaitan untuk menghasilkan informasi yang tepat sehingga operasi perusahaan bisa berjalan dengan baik. Sistem akuntansi yang disusun oleh setiap perusahaan akan berbeda dengan perusahaan lainnya, tergantung dari kebutuhan serta luas tidaknya ruang lingkup operasi perusahaan. Menurut Mulyadi (2008:3) Sistem Akuntansi adalah : Organisasi formulir, catatan dan laporan yang di koordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan. Menurut Narko (2007:4) Sistem Akuntansi adalah : Organisasi yang terdiri dari metode dan catatan-catatan yang dibuat untuk mengidentifikasi, mengumpulkan, menganalis, mencatan dan melaporkan transaksi-transaksi organisasi dan menyelengarakan pertanggunjawaban bagi aktiva dan kewajiban yang berkaitan Berdasarkan pengertian sistem akuntansi diatas dapat dikemukakan bahwa sistem akuntansi merupakan suatu suatu alat yang terdiri dari elemen-elemen yang selalu berhubungan dengan formulir, catatan, prosedur yang dapat menghasilkan informasi yang dibutuhkan perusahaan dan secara tidak langsung sistem akuntansi bertujuan untuk mengkoordinir seluruh unsur yang ada pada perusahaan agar pengawasan dapat dijalankan sebaik-baiknya. 2.1.2 Tujuan sistem akuntansi Suatu sistem dibentuk untuk mencapai tujuan tertentu. Adapun tujuan sistem akuntansi menurut Mulyadi (2008:19) adalah : Untuk menyediakan informasi bagi pengeola kegiatan usaha baru. Kebutuhan pengembangan sistem akuntasi terjadi jika perusahaan baru didirikan atau suatu perusahaan menciptakan usaha baru yang berbeda dengan usaha yang dijalankan selama ini. Menurut Narko (2007:5) tujuan sistem akuntansi adalah : 7

Untuk menyediakan informasi yang diperlukan tepat pada waktunya dan dapat memenuhi kebutuhan, dengan kualitas yang sesuai. Penjelasan diatas mengartikan bahwa tujuan dari penyusunan sistem akuntansi bagi perusahaan yang telah berdiri adalah 7 untuk memperbaiki sistem yang sudah ada baik mengenai mutu, ketepatan penyajian, struktur informasi dan untuk memperbaiki pengendalian intern serta penyediaan catatan yang lengkap sebagai pertanggungjawaban atas perlindungan kekayaan perusahaan. 2.2 Pengendalian Intern 2.2.1 Pengertian Pengendalian Intern Banyak hal yang menjadi dasar sebuah perusahaan memiliki sistem pengendalian intern. Hal tersebut adalah adanya kecurangan atau penyelewengan yang ada didalam sebuah perusahaan. Oleh karenanya diambil tindakan-tindakan yang mengatur berjalannnya perusahaan atau pengendalian internal guna untuk mencega terjadinya kecurangan atau penyelewengan serta guna membantu mengatur perusahaan agar berjalan sesuai dengan yang diingikan. Menurut Romney dan Steinbart (2006:76) Pengendalian Intern adalah: Rencana organisasi dan metode bisnis yang dipergunakan untuk menjaga aset, memberikan informasi yang akurat dan andal, mendorong dan memperbaiki efisiensi jalannya organisasi, serta mendorong kesesuaian dengan kebijakan yang telah ditetapkan. Menurut Horngren, dkk (2006:372), Pengendalian intern adalah : Suatu perancanaan organisasi dan semua tindakan yang terkait yang diterapkan oleh suatu entitas untuk menjaga aktiva, mendorong para karyawan untuk mengikuti kebijakan perusahaan, Meningkatkan efisiensi operasi perusahaan dan memastikan keandalan pencatatan akuntansi. Menurut Mulyadi (2008:63), Pengendalian intern adalah : Pengendalian yang meliputi struktur organisasi, metode, dan ukuranukuran yang dikoordinasikan untuk menjaga kekayaan organisasi, mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi, mendorong efisiensi dan mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen. operasi, penyajian laporan keuangan yang dapat dipercaya, ketaatan terhadap undangundang dan aturan yang berlaku. Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa pengendalian intern (Internal Control) adalah struktur organisasi, Metode dan ukuranukuran yang dikoordinasikan oleh dewan direksi, manajemen dan personel lainnya dalam suatu entitas yang bertujuan untuk menjaga kekayaan 7

8 organisasi, mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi, mendorong efisiensi dan mendorong kesesuain serta dipatuhinya kebijakan manajemen. 2.2.2 Tujuan Pengendalian Intern Menurut Romney dan Steinbart (2008:82), Tujuan dari pengendalin internal dalam suatu aktivitas bisnis adalah sebagai berikut : 1. Menjaaga Aset (Safeguarding asset), termasuk mencegah atau mendeteksi dalam basis waktu, akuisisi yang tidak diotorisasi, terpakai atau disposisi dari aset perusahaan. 2. Menjaga catatan-catatan yang cukup terperinci secara akurat dan secara wajar menggambarkan aset perusahaan 3. Memberikan informasi yang akurat dan dapat dipercaya (reliable) 4. Memberikan keyakinan yang memadai dari laporan keuagan yang disajikan berdasarkan standar keuangan yang berlaku (PSAK) 5. Memajukan dan meningkatkan efisiensi operasi 6. Mendorong ketaatan dalam menentukan kebijakan manajerial 7. Patuh pada hukum, aturan dan perundang-undangan yang berlaku Menurut Mulyadi (2008:67), tujuan pengendalian intern adalah: 1. Menjaga kekayaan organisasi 2. Mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi 3. Mendorong efisiensi 4. Mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen Berdasarkan beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa tujuan pengendalian intern adalah untuk menjaga aset/kekayaan perusahaan, mengecek ketelitian dan keandalan data, mendorong efisiensi, dan mendorong dipatuhinya kebijakan perusahaan. 2.2.3 Unsur-Unsur Pengendalian Intern Mulyadi (2008:84) menyatakan, unsur pokok pengendalian intern adalah : 1. Struktur organisasi yang memisahkan tanggung jawab fungsional secara tegas. 2. Sistem wewenang dan prosedur pencatatan yang memberikan perlindungan yang cukup terhadap kekayaan, utang, pendapatan dan biaya. 3. Praktik yang sehat dalam melaksanakan tugas dan fungsi setiap unit organisasi. 4. Karyawan yang mutunya sesuai dengan tanggung jawabnya. 2.2.4 Lingkungan Pengendalian (control environment) Efektivitas unsur pengendalian intern sangat ditentukan oleh iklim yang diciptakan lingkungan pengendalian, lingkungan pengendalian harus diberi tekanan perhatian, karena berdasarkan kenyataan, justru lingkungan pengendalian

9 ini yang mempuyai dampak besar terhadap keseriusan pengendalian intern yang diterapkan di dalam perusahaan. Menurut Narko (2007:80) Lingkugan Pengendalian intern adalah : Landasan untuk semua unsur pengendalian intern, yang membentuk disiplin dan struktur. Menurut Mulyadi (2008:172) Lingkungan pengendalian intern adalah : Lingkungan yang mencerminkan sikap dan tindakan para pemilik dan manajer perusahaan mengenai pentingnya pengedalian intern perusahaan. Berdasarkan definisi diatas dapat diambil kesimpulan bahwa lingkungan pengendalian intern merupakan lingkungan yang menentukan iklim organisasi dan mempengaruhi kesadaran karyawan terhadap pengendalian. 2.2.5 Unsur unsur lingkungan pengendalian intern Menurut Mulyadi (2008:94) Lingkugan pengendalian memiliki empat unsur yaitu : a. Filosofi dan gaya operasi Filosofi adalah seperangkat keyakinan dasar (basic beliefs) yang menjadi parameter bagi perusahaan dan karyawannya dan juga merupakan apa yang seharusnya dikerjakan dan tidak dikerjakan oleh perusahaan. b. Berfungsinya Dewan Komisaris dan Komite Pemeriksaan Dewan komisaris adalah wakil pemegang saham dalam perusahaan berbadan hukum perseroan terbatas. Dewan ini berfungsi mengawasi pengelolaan perusahaan yang dilaksanakan oleh manajemen (direksi). Dengan demikian dewan komisaris yang aktif menjalankan fungsinya dapat mencegah konsentrasi pengendalian yang terlalu banyak di tangan manajemen (direksi). c. Metode Pengendalian Manajemen. Metode pengendalian manajemen merupakan metode perencanaan dan pengendalian alokasi sumber daya perusahaan dalam mencapai tujuan perusahaan. d. Kesadaran pengendalian Kesadaran pengendalian dapat tercermin dari reaksi yang ditunjukan oleh manajemen dari berbagai jenjang organisasi atas kelemahan pengendalian yang ditunjuk oleh akuntan intern atau akuntan publik. Jika manajemen segera melakukan tindakan koreksi atas temuan kelemahan pengendalian yang dikemukakan oleh akuntan intern atau akuntan publik, hal ini merupakan petunjuk adanya komitmen manajemen terhadap penciptaan lingkugan pengedalian yang baik. 2.2.6 Siapa yang bertangung jawab atas Pengendalian Intern Akuntansi Siapakah yang bertangung jawab atas pengembangan dan pengoperasian pengedalian intern akuntansi suatu perusahaan, jika sebuah perusahaan dikelola oleh manajer profesional, maka dalam perusahaan ini terdapat pemisahan antara

10 pemilik dan pemimpin perusahaan. Pemilik menyerahkan pengelolaan kekayaan kepada manajer profesional tersebut, dan dengan demikian manajer profesional berkewajiban untuk mempertangungjawabkan hasil pengelolaan kekayaan tersebut kepada pemiliknya. Pertangungjawaban pengelolaan kekayaan pemilik perusahaan ini disajikan dalam laporan keuangan, laporan keuangan merupakan alat pertangungjawaban manajemen puncak atas hasil pengelolaan terhadap kekayaan yang dipercayakan kepadanya oleh pemilik perusahaan. Keandalan informasi yang disajikan dalam laporan keuangan sangat ditentukan oleh baik atau tidaknya pengendalian intern akuntansi yang berlaku dalam perusahaan. Jika pengendalian intern akuntansi dirancang dan ditetapkan dengan baik oleh manajemen di dalam pengelolaan perusahaannya, maka laporan keuangan yang disajikan kepada pihak yang berkepentingan akan terjamin ketelitian dan keandalannya. Sistem pengendalian intern yang lemah akan mengakibatkan kekayaan perusahaan tidak terjamin keamanannya, informasi akuntansi tidak teliti dan tidak andal, efisiensi tidak terjamin dan kebijakan manajemen tidak dapat dipatuhi. Dari uraian tersebut diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa tangung jawab untuk mengembangkan dan mengoperasikan pengendalian intern akuntansi yang baik dalam perusahaan adalah terletak di tangan manajemen puncak, karena di pundak merekalah tanggung jawab atas pengelolaan dana yang dipercayakan oleh pemilik perusahaan terletak. 2.2.7 Konsep yang salah dalam Sistem Pengendalian Intern Manajemen puncak seringkali mempuyai konsep yang salah mengenai sistem pengendalian intern. Sistem pengendalian intern dikira merupakan tanggung jawab direktur keuangan saja, sehingga direksi umumnya menyerahkan pengembangannya kepada direktur keuagan, tanpa dukungan penuh dari anggota direksi yang lain. Oleh karena itu, dalam mendiskusikan rancangan sistem pengendalian intern dengan konsultan luar, jarang sekali semua anggota direksi berpatisipasi dalam diskusi tersebut. Padahal hanya dengan dukungan penuh semua anggota direksi, unsur-unsur sistem pengendalian intern dapat menjamin tercapainya tujuan sistem tersebut. Kadang-kadang bahkan direksi berangapan sistem pengendalian intern merupakan tanggung jawab fungsi akuntansi. Sehingga seringkali tidak satu pun dari anggota direksi yang menghadiri diskusi dengan konsultan mengenai pengembangan sistem pengendalian intern.

11 Tidak jarang pula manajemen puncak memiliki persepsi bahwa sistem pengendalian intern dapat menggantikan kekurangan ahlinya dalam mengola perusahaan. Sistem pengendalian intern tidak dapat menggatikan ketidakmampuan manajemen dalam mengelola perusahaan.sistem pengendalian intern seringkali disamakan dengan unit organisasi yang disebut dengan satuan pengawas intern dalam perusahaan. Untuk memperbaiki sistem pengendalian intern, manajemen puncak seringkali menempuh cara dengan membentuk unit organisasi yang disebut satuan pengwasan intern. Unit organisasi ini sebenarnya merupakan unsur sistem pengendalian yang bersifat detektif, yang fungsinya mengecek apakah unsur-unsur sistem pengendalian intern yang lain bekerja semestinya. Jika manajemen puncak tidak merancang unsur-unsur sistem pengendalian intern dalam perusahaanya, apa yang akan dicek oleh unit organisasi ini, manajemen pula berpendapat bahwa perancang dan penerapan sistem pengendalian intern merupakan tanggung jawab satuan pengawas intern, hal ini merupakan suatu yang keliru. Bagaimana mungkin suatu organisasi bertanggung jawab atas pengembangan sistem pengendalian intern dan sekaligus dimintai pertangungjawaban atas penilaian terhadap hasil pengembangan sistem tersebut, kelemahan sistem pengendalian intern dalam perusahaan hanya dapat dipecahkan dengan pengembangan berbagai unsur sistem pengendalian intern. Pekerjaan perancangan unsur pengendalian intern dapat dilaksanakan oleh suatu unit organisasi yang disebut Departement Pengembangan Sistem Informasi, yang terpisah dari satuan pengawas intern, Perancang sistem pengendalian intern dapat pula diserahkan kepada akuntan publik atau konsultan luar, dengan partisipasi, dan dukungan serta komitmen penuh dari manajemen puncak. 2.3. Sistem Akuntansi Penggajian dan Pengupahan 2.3.1 Pengertian gaji dan upah Tenaga kerja merupakan faktor produksi yang sangat penting dalam kegiatan perusahaan agar tenaga kerja bisa berjalan sesuai yang di inginkan perlu adanya imbalan yang diberikan kepada tenaga kerja. Imbalan yang diberikan perusahaan kepada tenaga kerja tersebut diantaranya pembayaran gaji dan upah. Beberapa ahli mengemukakan pendapat mengenai definisi gaji dan upah. Menurut Sumarso (2009 : 307) mengemukakan bahwa :

12 Gaji adalah imbalan kepada pegawai yang diberikan atas tugas-tugas administrasi dan pimpinan yang jumlahnya biasanya tetap secara bulanan. Upah adalah imbalan kepada buruh yang melakukan pekerjaan kasar yang dan lebih banyak mengandalkan kekuatan fisik dan biasanya jumlahnya ditetapkan secara harian, satuan atau borongan. Mulyadi (2008:373) menyatakan bahwa : Gaji adalah pembayaran atas penyerahan jasa yang dilakukan oleh karyawan yang mempuyai jenjang jabatan manajer. Upah adalah pembayaran atas penyerahan jasa yang dilakukan oleh karyawan pelaksana (buruh). Nisworger (2005:350) menyatakan bahwa : Gaji (Salary) adalah istilah yang digunakan untuk pembayaran atas jasa manajerial, administratif, dan jasa-jasa yang sama. Tarif gaji biasanya diekpresikan dalam periode bulanan. Upah (wages) istilah yang digunakan untuk pembayaran kepada karyawan lapangan (pekerja kasar) baik yang terdidik maupun tidak terdidik. Tarif upah biasanya diekpresikan secara mingguan atau per jam. Berdasarkan definisi diatas dapat diambil kesimpulan bahwa gaji dan upah merupakan pengganti jasa yang diberikan seseorang kepada pihak lain atau pekerja. 2.3.2 Fungsi-fungsi terkait dalam sistem penggajian dan pengupahan Mulyadi (2008:379) menyatakan, fungsi yang terkait dalam sistem akuntansi penggajian dan pengupahan adalah sebagai berikut : 1. Fungsi kepegawaian Fungsi ini bertanggung jawab mencari karyawan baru, menyeleksi calon karyawan, memutuskan penempatan karyawan baru, membuat surat keputusan tarif gaji karyawan, kenaikan pangkat dang golongan gaji, mutasi karyawan dan memberhentikan karyawan. 2. Fungsi pencatatan waktu Fungsi ini bertanggung jawab untuk menyelenggarakan catatan waktu hadir bagi semua karyawan perusahaan. 3. Fungsi pembuat daftar gaji dan upah Fungsi ini bertangung jawab membuat daftar gaji yang berisi penghasilan bruto yang menjadi hak dan berbagai potongan yang menjadi beban setiap karyawan selama jangka waktu pembayaran gaji. 4. Fungsi akuntansi Fungsi ini bertangung jawab untuk mencatat kewajiban yang timbul dalam hubungannya dengan pembayarn gaji. 5. Fungsi keuangan Fungsi ini bertangung jawab untuk mengisi cek guna pembayaran gaji dan menguangkan cek tersebut di Bank. Uang tunai tersebut kemudian

13 dimasukan ke dalam amplop gaji setiap karyawan untuk selanjutnya dibagikan kepada karyawan yang berhak Dari uraian tentang fungsi terkait di atas, maka dapat dilihat bahwa terdapat lima fungsi terkait, yaitu fungsi kepegawaian, fungsi pencatatan waktu, fungsi pembuat daftar gaji dan upah, fungsi akuntansi, fungsi keuangan. Masing-masing fungsi saling berkaitan dan memiliki tugas yang berbeda-beda sesuai dengan tanggung jawab masing masing. 2.3.3 Dokumen yang digunakan dalam sistem pengajian dan pengupahan Mulyadi (2008:389) mengemukakan bahwa dokumen yang digunakan dalam sistem akuntansi penggajian dan pengupahan sebagai berikut : 1. Dokumen pendukung perubahan gaji dan upah Dokumen ini umumnya dikerluarkan oleh fungsi kepegawaian berupah surat-surat keputusan yang bersangkutan dengan karyawan, seperti misalnya surat keputusan pengangkatan karyawan baru, kenaikan pangkat,perubahan tarif upah, penurunan pangkat, pemberhentian sementara dari pekerja (skorsing), pemindahan, dan lain sebagainya. Tembusan dokumen-dokumen ini dikirimkan ke fungsi pembuat daftar gaji dan upah untuk kepentingan pembuatan daftar gaji dan upah. 2. Kartu jam hadir Dokumen ini digunakan oleh fungsi pencatat waktu untuk mencatat setiap jam hadir karyawan di perusahaan. Catatan jam hadir karyawan ini dapat berupa daftar hadir biasa, dapat pula berbentuk kartu hadir yang diisi dengan mesin pencatat waktu. 3. Kartu jam kerja Dokumen ini gunakan untuk mencatat waktu yang dikonsumsi oleh tenaga kerja langsung pabrik guna mengerjakan pesanan tertentu. Dokumen ini diisi oleh mandor pabrik dan diserahkan ke fungsi pembuat daftar gaji dan upah untuk kemudian dibandingkan dengan kartu jam hadir, sebelum digunakan untuk distribusi biaya upah langsung kepada jenis produk atau pesanan. 4. Daftar gaji dan daftar upah Dokumen ini berisi jumlah gaji dan upah bruto setiap karyawan, dikurangi potongan-potongan berupah PPh pasal 21, utang karyawan, iuran untuk organisasi karyawan dan lain sebagainya. 5. Rekap daftar gaji dan rekap daftar upah Dokumen ini merupakan ringkasan gaji dan upah per departemen, yang dibuat berdasarkan daftar gaji dan upah. Dalam perusahaan yang produksinya berdasarkan pesanan, rekap daftar upah dibuat untuk membebankan upah langsung dalam hubungannya dengan produk kepada pesanan yang bersangkutan. Distribusi biaya tenaga kerja ini dilakukan oleh fungsi akutansi biaya dengan dasar rekap daftar gaji dan upah. 6. Surat pernyataan gaji dan upah Dokumen ini dimuat oleh fungsi pembuat daftar gaji dan upah bersamaan dengan pembuatan daftar gaji dan upah atau dalam kegiatan yang terpisah dari pembuatan daftar gaji dan upah. Dokumen ini dibuat sebagai catatan

14 bagi setiap karyawan mengenai rincian gaji dan upah yang diterimah setiap karyawan beserta berbagai potongan yang menjadi beban setiap karyawan. 7. Amplop gaji dan upah Uang gaji dan upah karyawan diserahkan kepada setiap karyawan dalam amplop gaji dan upah. Di halaman muka amplop gaji dan upah setiap karyawan ini berisi informasi mengenai nama karyawan, nomor identifikasi karyawan dan jumlah gaji bersih yang diterimah karyawan dalam bulan tertentu. 8. Bukti kas keluar Dokumen ini merupakan perintah pengeluaran uang yang dibuat oleh fungsi akuntansi kepada fungsi keuangan, berdasarkan informasi dalam daftar gaji dan upah yang diterima dari fungsi pembuat daftar gaji dan upah. 2.3.4 Pengendalian Intern pada Sistem Penggajian dan pengupahan Menurut Mulyadi (2008:392) mengungkapkan unsur pengendalian intern dalam sistem akuntansi penggajian dan pengupahan sebagai berikut : 1. Organisasi a. Fungsi pembuatan daftar gaji dan upah harus terpisah dari fungsi pembayaran gaji dan upah. b. Fungsi pencatatan waktu hadir harus terpisah dari fungsi operasi. 2. Sistem Otorisasi. a. Setiap orang yang namanya tercantum dalam daftar gaji dan upah harus memilki surat keputusan pengangkatan sebagai karyawan perusahaan yang ditandatangani oleh direktur utama. b. Setiap perubahan gaji dan upah karyawan karena perubahan pangkat, perubahan tarif gaji dan upah, tambahan keluarga harus didasarkan pada surat keputusan direktur keuangan. c. Setiap potongan atas gaji dan upah karyawan selain dari pajak penghasilan karyawan harus didasarkan surat potongan gaji dan upah yang diotorisasi oleh fungsi kepegawaian. d. Kartu jam hadir harus diotorisasi oleh fungsi pencatan waktu e. Perintah lembur harus diotorisasi oleh kepala departemen karyawan yang bersangkutan. f. Daftar gaji dan upah harus diotorisasi oleh fungsi personalia. g. Bukti kas keluar untuk pembayaran gaji dan upah harus diotorisasi oleh fungsi akutansi. h. Perubahan dalam catatan penghasilan karyawan direkonsiliasi dengan daftar gaji dan upah karyawan. i. Tarif upah yang dicantumkan dalam kartu jam kerja diverifikasi ketelitiannya oleh fungsi akuntansi biaya. 3. Praktik yang sehat a. Kartu jam hadir harus dibandingkan dengan kartu jam kerja sebelum kartu yang terakhir ini dipakai sebagai dasar distribusi biaya tenaga kerja langsung.

15 b. Pemasukan kartu jam hadir ke dalam mesin pencatatan waktu harus diawasi oleh fungsi pencatatan waktu. c. Pembuatan daftar gaji dan upah harus diverifikasi kebenaran dan ketelitian perhitungannya oleh fungsi akuntansi keuangan sebelum dilakukan pembayaran. d. Perhitungan pajak penghasilan karyawan direkonsiliasi dengan catatan penghasilan karyawan. e. Catatan penghasilan karyawan disimpan oleh fungsi pembuat daftar gaji dan upah. 2.3.5 Penyelewengan dalam sistem pengajian dan pengupahan Mengacuh pada pendapat Arens dan Loebbeckke yang diterjemahkan oleh jusuf (2005:607), Penyelewengan dapat terjadi di semua aktivitas perusahaan termasuk dalam prosedur penggajian, contoh bentuk penyelewengan : a. Pegawai Fiktif Hal ini dapat terjadi ketika dikeluarkannya cek gaji dan upah kepada karyawan yang tidak bekerja pada perusahaan, pendeteksian dapat dilakukan dengan mengunakan cek yang diterima kembali oleh pembuat cek (Cancelled checks) b. Manipulasi jam kerja (Fraudelent Hours) Hal ini terjadi jika karyawan melaporkan jam kerja lebih dari pada yang sebenarnya. Salah satu prosedur yang dapat dilakukan adalah merekonsiliasi jumlah jam kerja karyawan menurut catatan gaji dan upah dengan catatan lain, misalnya dengan catatan dari bagian produksi.

16 2.3.6 Bagan alir sistem penggajian dan pengupahan. Bagian Utang Sumber : Sistem Akuntansi, Mulyadi 2008 Gambar 2.3.6 Bagan alir sistem pengupahan ( lanjutan)

17 Bagian Kasa Sumber : Sistem Akuntansi, Mulyadi 2008 Gambar 2.3.6 Bagan alir sistem pengupahan ( lanjutan)

18 Bagian Kasa 3 9 5 Bukti Kas Keluar 2 Rekap Daftar Upah 2 Bukti Kas Keluar 2 Rekap Daftar Upah 1 Daftar Upah 1 Rekap Daftar Upah 1 Bukti Kas Keluar 1 Bukti Memorial Membuat Bukti Memorial Register Cek N Bukti Kas Keluar 2 Rekap Daftar Upah 1 N Kartu Biaya Bukti Memorial Selesai Jurnal Umum 5 Sumber : Sistem Akuntansi, Mulyadi 2008 Gambar 2.3.6 Bagan alir sistem penggajian (lanjutan)

19 Pencatatan waktu Bagian Produksi Mulai Mulai Mencatat Jam Hadir Mencatat Jam Kerja Kartu Jam Hadir Kartu Jam Hadir Membu at Daftar Hadir Mencatat Daftar Kerja Kartu Jam Hadir Daftar Hadir Karyawan Kartu Jam Kerja Daftar Jam Kerja Karyawan 1 2 Sumber : Sistem Akuntansi, Mulyadi 2008 Gambar 2.3.6 Bagan alir sistem pengupahan ( lanjutan)

20 Bagian Gaji dan Upah 1 2 9 Ka rtu Jam Hadir Daftar Hadir Karyawan Kartu Jam Hadir Daftar Hadir Karyawan Daftar Upah 2 Bukti Kas Keluar 3 KPK Membandingkan daftar hadi dan daftar jam kerja Membuat Daftar upah T A Membuat rekap daftar upah dan surat pernyataan upah SPU 2 Rekap Daftar Upah 1 2 Daftar Upah 1 KPK 3 Sumber : Sistem Akuntansi, Mulyadi 2008 Gambar 2.3.6 Bagan alir sistem pengupahan ( lanjutan)

16 21 Bagian Utang Sumber : Sistem Akuntansi, Mulyadi 2008 Gambar 2.3.6 Bagan alir sistem pengupahan (lanjutan)

17 22 Bagian kasa 4 6 KPK KPK SPU SPU Rekap Daftar Upah 2 Rekap Daftar Upah 2 2 2 Daftar Upah 1 Daftar Upah 1 3 3 Bukti Kas Keluar 1 Bukti Kas Keluar 1 Mengisi dan tanda tangan cek Menguangkan cek ke bank & memasukkan uang ke amplop gaji 7 8 Bayar gaji ke karyawan & tanda tangan atas kartu penghasilan karyawa n bersama dengan pemasukan uang upah Dimasukkan ke dalam amplop gaji Membubuhkan cap lunas pada bukti & dokumen pendukungnya 6 Sumber : Sistem Akuntansi, Mulyadi 20 Gambar 2.3.6 Bagan alir sistem pengupahan (lanjutan)

18 23 Bagian Jurnal, Buku Besar dan Laporan Biaya Bagian Kartu Persediaan dan Kartu 5 10 9 Bukti kas keluar 2 Rekap daftar upah 2 Bukti Kas Keluar 2 Rekap daftar upah 1 Daftar Upah 1 Rekap Daftar Upah 1 Bukti kas keluar 1 Bukti Memorial Membuat Bukti memorial Register Cek Bukti Kas Keluar 2 N N Rekap Daftar Upah 1 Bukti Memorial Selesai Jurnal Umum 9 Kartu Biaya Kartu Harga Pokok Produk Sumber : Sistem Akuntansi, Mulyadi 2008 Gambar 2.3.6 Bagan alir sistem pengupahan (lanjutan)