BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI KEPRI No. xxx/05/21/th. V, 10 Mei 2010 KEADAAN KETENAGAKERJAAN DI PROVINSI KEPULAUAN RIAU SAMPAI DENGAN FEBRUARI 2010 TINGKAT PENGANGGURAN KEPRI TERENDAH DALAM EMPAT TAHUN TERAKHIR Jumlah angkatan kerja pada bulan Februari 2010 mencapai 703.741 orang, meningkat sebanyak 21.972 orang (3,22 persen) dibandingkan dengan keadaan Agustus 2009, atau bertambah sebanyak 35.231 orang (5,27 persen) jika dibandingkan dengan jumlah angkatan kerja pada bulan Februari 2009. Jumlah penduduk yang bekerja pada bulan Februari 2010 sebesar 653.012 orang, meningkat sebanyak 26.556 orang (4,24 persen) jika dibandingkan dengan keadaan pada bulan Agustus 2009; atau meningkat sebanyak 36.739 orang (5,96 persen) jika dibandingkan dengan keadaan Februari 2009. Pada bulan Februari 2010, struktur penduduk yang bekerja di sektor industri meningkat lagi dari 25,2 persen pada bulan Agustus 2009 menjadi 31,9 persen. Peningkatan jumlah penduduk yang bekerja pada sektor industri mampu menekan tingkat pengangguran terbuka (TPT) dari 8,11 persen (Agustus 2009) atau 7,81 persen (Februari 2009) menjadi 7,21 persen (Februari 2010). Dengan kata lain, TPT Kepri turun 0,9 persen dalam kurun waktu 6 bulan, atau turun sebesar 0,6 persen selama kurun waktu 1 tahun. Penyerapan tenaga kerja lebih banyak terjadi pada penduduk berpendidikan menengah ke bawah. Hal ini terlihat dari meningkatnya penduduk yang bekerja pada jenjang pendidikan tersebut dengan disertai dengan penurunan TPT nya. Sejak Februari 2007, pencapaian TPT pada periode kali ini (Februari 2010) adalah yang terendah, yaitu sebesar 7,21 persen. Sebelumnya, pencapaian terendah tejadi pada periode Februari 2009, yaitu sebesar 7,81 persen. Berita Resmi Statistik No. xxx /05/21/Th V, 10 Mei 2010 1
1. Angkatan Kerja, Penduduk yang Bekerja, dan Pengangguran Keadaan ketenagakerjaan di Provinsi Kepulauan Riau pada bulan Februari 2010 menunjukkan adanya perbaikan dengan bangkitnya kembali sektor industri yang diiringi dengan menurunnya tingkat pengangguran terbuka. Jumlah angkatan kerja pada bulan Februari 2010 mencapai 703.741 orang, yang berarti terdapat penambahan angkatan kerja sebanyak 21.972 orang (3,22 persen) dibandingkan keadaan bulan Agustus 2009, atau bertambah sebanyak 35.231 orang (5,27 persen) jika dibandingkan keadaan bulan Februari 2009. Namun demikian, tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) relatif stabil keadaannya jika dibandingkan dengan keadaan bulan Februari 2009 maupun bulan Agustus 2008. Hal ini disebabkan karena peningkatan jumlah angkatan kerja juga diikuti oleh peningkatan jumlah penduduk bukan angkatan kerja, seperti mereka yang sedang bersekolah dan mengurus rumah tangga. Tabel 1. Penduduk Usia 15 Tahun ke Atas Menurut Kegiatan Seminggu yang Lalu, Kepulauan Riau: Agustus 2008 Februari 2010 URAIAN AGT 2008 FEB 2009 AGT 2009 FEB 2010 (1) (2) (3) (4) (5) Angkatan Kerja Bekerja 612.667 616.273 626.456 653.012 Pengangguran 53.333 52.237 55.313 50.729 Jumlah AK 666.000 668.510 681.769 703.741 Bukan Angkatan Kerja Sekolah 60.596 65.541 81229 91.823 Mengurus Ruta 249.224 262.528 257.476 254.378 Lainnya 31.951 35.845 35.297 33.559 Jumlah BAK 341.771 363.914 374.002 379.760 Total Penduduk 15+ 1.007.771 1.032.424 1.055.771 1.083.501 Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) 66,09 64,75 64,58 64,95 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) 8,01 7,81 8,11 7,21 Setengah Pengangguran 90.175 95.498 84.245 96.462 Setengah Pengangguran Terpaksa 39.732 52.612 39.294 44.433 Setengah Pengangguran Sukarela 50.443 42.886 44.951 52.029 Sumber : BPS, Hasil Survei Angkatan Kerja Nasional Agt. 2008, Feb. 2009, Agt. 209, dan Feb. 2010 Peningkatan jumlah angkatan kerja disebabkan oleh besarnya peningkatan jumlah penduduk yang bekerja, meskipun jumlah penduduk yang menganggur menurun. Pada bulan Februari 2010, jumlah penduduk yang bekerja mengalami perubahan dari 626.456 orang pada 2 Berita Resmi Statistik No.xxx/05/21/Th.V, 10 Mei 2010
Agustus 2009 menjadi 653.012 orang pada bulan Februari 2009, atau meningkat sebanyak 26.556 orang (4,24 persen). Jika dibandingkan dengan keadaan setahun yang lalu (Februari 2009), jumlah penduduk yang bekerja meningkat sebanyak 36.739 orang (5,96 persen). Peningkatan jumlah penduduk yang bekerja pada periode Februari 2010 ini ternyata mengurangi jumlah pengangguran. Pada Februari 2010, jumlah pengangguran sebesar 50.729 orang, yang berarti turun sebanyak 4.584 orang dibanding keadaan Agustus 2009, dan turun sebanyak 1.508 orang dibanding keadaan Februari 2009. Menurunnya jumlah pengangguran tersebut berakibat turunnya tingkat pengangguran terbuka (TPT). TPT Kepulauan Riau pada Februari 2010 menjadi 7,21 persen, yang semula sebesar 8,11 persen pada Agustus 2009, atau 7,81 persen pada Februari 2009. Angka 7,21 tersebut bisa diartikan bahwa dari 100 orang angkatan kerja, terdapat 7,21 orang (7-8 orang) yang menganggur. Dari 653.012 orang yang bekerja, ternyata terdapat 96.462 orang yang memiliki jam kerja kurang dari 35 jam seminggu, sehingga mereka dikategorikan sebagai setengah pengangguran. Sebanyak 44.433 orang tergolong sebagai setengah pengangguran terpaksa, yaitu mereka yang bekerja di bawah jam kerja normal dan masih mencari pekerjaan atau masih mau menerima pekerjaan lainnya, sedangkan sebanyak 52.029 orang termasuk setengah pengangguran sukarela, yaitu mereka yang bekerja di bawah jam kerja normal dan tidak lagi mencari pekerjaan lainnya atau tidak mau menerima pekerjaan lainnya. 2. Penduduk yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama Komposisi penduduk yang bekerja menurut lapangan pekerjaan utama memperlihatkan pola yang relatif sama antar periode. Sektor industri masih tetap sebagai lapangan pekerjaan yang banyak menyerap tenaga kerja di Kepulauan Riau, yaitu sebanyak 31,9 persen. Sektor lainnya yang dominan dalam penyerapan tenaga kerja antara lain jasa kemasyarakatan, sosial, dan perorangan (20,7 persen), perdagangan, rumah makan, dan jasa akomodasi (18,8 persen), dan pertanian, perkebunan, kehutanan, dan perikanan (13,5 persen). Meskipun memiliki pola yang tetap, struktur penduduk yang bekerja pada beberapa lapangan pekerjaan mengalami perubahan. Penyerapan tenaga kerja pada sektor industri yang pada periode sebelumnya (Agustus 2009) sempat menurun secara drastis, kini sudah mulai meningkat tajam, yaitu dari 25,2 persen menjadi 31,9 persen. Meskipun belum menyamai persentase setahun yang lalu (Februari 2009), peningkatan kali ini setidaknya turut memberikan kontribusi pada penurunan tingkat pengangguran terbuka di Kepulauan Riau. Berita Resmi Statistik No. xxx /05/21/Th V, 10 Mei 2010 3
Tabel 2. Penduduk Usia Kerja yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama, Kepulauan Riau: Februari 2009 Februari 2010 LAPANGAN PEKERJAAN UTAMA FEB 2009 AGT 2009 FEB 2010 (1) (2) (3) (5) Pertanian, Perkebunan, Kehutanan, dan Perikanan 84.626 82.782 88.439 (13,7) (13,2) (13,5) Pertambangan dan Penggalian 6.737 9.588 4.786 (1,1) (1,5) (0,7) Industri 223.902 157.600 208.080 (36,3) (25,2) (31,9) Listrik, Gas, & Air Minum 2.490 3.775 3.341 (0,4) (0,6) (0,5) Bangunan 43.232 38.098 29.932 (7,0) (6,1) (4,6) Perdagangan, Rumah Makan, dan Jasa Akomodasi 99.241 139.680 122.627 (16,1) (22,3) (18,8) Angkutan, Pergudangan, dan Komunikasi 45.108 62.483 42.557 (7,3) (10,0) (6,5) Lembaga Keuangan, Real Estate, Usaha Persewaan, dan Jasa Perusahaan 13.303 15.257 18.227 (2,2) (2,4) (2,8) Jasa Kemasyarakatan, Sosial dan Perorangan 97.634 117.193 135.023 (15,8) (18,7) (20,7) Penduduk Usia Kerja yang Bekerja 616.273 626.456 653.012 (100,0) (100,0) (100,0) Sumber : BPS, Hasil Survei Angkatan Kerja Nasional 2009 dan Februari 2010 3. Penduduk yang Bekerja Menurut Status Pekerjaan Beralihnya penduduk dari pengangguran menjadi bekerja atau sebaliknya, dari lapangan pekerjaan yang satu ke lapangan pekerjaan lainnya, atau dari bukan angkatan kerja menjadi angkatan kerja, mengakibatkan berubahnya struktur penduduk yang bekerja menurut status pekerjaannya. Persentase penduduk yang bekerja sebagai buruh/karyawan/pegawai tetap dominan di Kepulauan Riau. Pada periode Februari 2010 ini, terdapat peningkatan yang cukup besar pada status buruh/karyawan/pegawai, yaitu mencapai 62,4 persen, di mana sebelumnya (Agustus 2009) persentasenya sebesar 56,3 persen. Meningkatnya penyerapan tenaga kerja di sektor industri yang diikuti oleh meningkatnya persentase penduduk yang bekerja sebagai buruh/karyawan/pegawai telah memberikan indikasi bahwa sektor formal di Kepulauan Riau mulai tumbuh kembali sebagaimana kondisi sebelum krisis global melanda. 4 Berita Resmi Statistik No.xxx/05/21/Th.V, 10 Mei 2010
Tabel 3. Penduduk Usia Kerja yang Bekerja Menurut Status Pekerjaan Utama, Kepulauan Riau: Februari 2009 Februari 2010 STATUS PEKERJAAN UTAMA FEB 2009 AGT 2009 FEB 2010 (1) (2) (3) (4) Berusaha Sendiri 135.220 153.101 147.006 (21,9) (24,4) (22,5) Berusaha Dibantu Buruh Tidak Tetap/ Buruh Tidak Dibayar 27.020 44.652 23.274 (4,4) (7,1) (3,6) Berusaha Dibantu Buruh Tetap 11.259 18.966 15.623 (1,8) (3,0) (2,4) Buruh/Karyawan/Pegawai 374.251 352.501 407.592 (60,7) (56,3) (62,4) Pekerja Bebas di Pertanian 7.945 8.953 8.304 (1,3) (1,4) (1,3) Pekerja Bebas di non Pertanian 30.503 21.076 13.238 (5,0) (3,4) (2,1) Pekerja Keluarga/Pekerja Tidak Dibayar 30.075 27.207 37.238 (5,0) (4,3) (5,7) Penduduk Usia Kerja yang Bekerja 616.273 626.456 653.012 (100,0) (100,0) (100,0) Sumber : BPS, Hasil Survei Angkatan Kerja Nasional 2009 dan Februari 2010 4. Penduduk yang Bekerja Menurut Pendidikan Pada Februari 2010, terdapat kenaikan jumlah pekerja yang berpendidikan SMA dan SMK. Sebaliknya, pekerja yang berpendidikan sarjana mengalami penurunan. Penduduk bekerja yang berpendidikan SMA naik sebanyak 19.761 orang dan yang berpendidikan SMK naik sebanyak 9.861 orang. Adapun pekerja berpendidikan sarjana mengalami penurunan dari 38.801 orang (Agustus 2009) menjadi 30.657 orang (Februari 2010). Sementara itu, pekerja berpendidikan SD ke bawah masih dominan di Kepulauan Riau, yaitu mencapai 28,3 persen, diikuti oleh pekerja berpendidikan SMA (27,4 persen). Berdasarkan fakta di atas, penyerapan tenaga kerja di Kepulauan Riau sudah mulai mempertimbangkan faktor pendidikan. Hal ini terlihat persentase penduduk bekerja yang berpendidikan SLTA ke atas lebih besar daripada yang berpendidikan kurang dari SLTA (59,1 persen berbanding 40,9 persen). Berita Resmi Statistik No. xxx /05/21/Th V, 10 Mei 2010 5
Tabel 4. Penduduk Usia Kerja yang Bekerja Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan, Kepulauan Riau: Februari 2009 Februari 2010 PENDIDIKAN TERTINGGI YANG DITAMATKAN FEB 2009 AGT 2009 FEB 2010 (1) (2) (3) (4) SD ke Bawah 173.003 180.094 184.732 (28,1) (28,8) (28,3) SMP 93.194 93.067 82.056 (15,1) (14,9) (12,6) SMA 184.799 159.054 178.815 (30,0) (25,4) (27,4) SMK 98.498 122.210 132.071 (16,0) (19,5) (20,2) Diploma I/II/III 35.085 33.230 44.681 (5,7) (3,5) (6,8) Universitas 31.694 38.801 30.657 (5,1) (6,2) (4,7) Penduduk Usia Kerja yang Bekerja 616.273 626.456 653.012 (100,0) (100,0) (100,0) Sumber : BPS, Hasil Survei Angkatan Kerja Nasional 2009 dan Februari 2010 5. Tingkat Pengangguran Terbuka Menurut Pendidikan Tingkat pengangguran terbuka secara umum di Kepulauan Riau mengalami penurunan, yaitu dari 8,11 persen menjadi 7,21 persen. Bahkan pencapaian TPT kali ini lebih rendah dari setahun sebelumnya (Februari 2009) yang mencapai 7,81 persen. Berdasarkan pendidikannya, penduduk yang banyak terserap ke lapangan kerja umumnya adalah berpendidikan SD ke bawah, SMP, dan SMA. Hal ini terlihat dari TPT pada tiap jenjang tersebut yang mengalami penurunan jika dibandingkan pada periode sebelumnya (Agustus 2009). Sementara itu, TPT pada jenjang diploma dan sarjana mengalami kenaikan, di mana kenaikan terbesar terjadi pada jenjang sarjana, yaitu dari 5,06 persen menjadi 16,69 persen. 6 Berita Resmi Statistik No.xxx/05/21/Th.V, 10 Mei 2010
Tabel 5. Tingkat Pengangguran Terbuka Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan, Kepulauan Riau: Februari 2009 Februari 2010 PENDIDIKAN TERTINGGI YANG DITAMATKAN FEB 2009 AGT 2009 FEB 2010 (1) (2) (3) (4) SD ke Bawah 3,12 7,15 5,50 SMP 12,08 9,74 6,05 SMA 8,27 9,96 6,14 SMK 9,56 7,07 8,67 Diploma I/II/III 7,53 6,88 8,82 Universitas 11,01 5,06 16,69 TPT KEPRI 7,81 8,11 7,21 Sumber : BPS, Hasil Survei Angkatan Kerja Nasional 2009 dan Februari 2010 6. Perkembangan TPAK dan TPT Tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) Kepulauan Riau dari Februari 2007 hingga Februari 2010 memperlihatkan tren yang relatif konstan. Fluktuasi TPAK Kepri yang terjadi bekisar antara 63-69 persen, di mana keadaan terakhir (Februari 2010) berada pada posisi 64,95 persen, sedikit meningkat jika dibandingkan dengan kondisi Agustus 2009 (64,58 persen) maupun Februari 2009 (64,75 persen). Gambar 1. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Menurut Jenis Kelamin, Kepulauan Riau: Februari 2007- Februari 2010 100 TPAK 90 80 70 60 50 40 86,94 69,28 52,45 82,71 82,63 85,86 84,56 84,04 63,07 65,61 66,09 64,75 64,58 44,37 49,01 47,55 46,39 46,54 82,43 64,95 48,93 30 20 10 0 Feb. 2007 Agt. 2007 Feb. 2008 Agt. 2008 Feb. 2009 Agt. 2009 Feb. 2010 Periode Laki-laki Perempuan Total Berita Resmi Statistik No. xxx /05/21/Th V, 10 Mei 2010 7
Berdasarkan jenis kelamin, TPAK laki-laki selalu berada di atas TPAK perempuan. Tren yang terbentuk di antara keduanya relatif tidak berbeda. Kondisi ini terjadi kemungkinan disebabkan karena masih dominannya laki-laki sebagai kepala rumah tangga dan persepsi di masyarakat Kepri yang masih menganggap laki-laki sebagai penanggung jawab keluarga, sehingga harus mencari kerja dan bekerja. Saat ini TPAK laki-laki mencapai 82,43 persen dan TPAK perempuan mencapai 48,98 persen. Jika dilihat dari daerah tempat tinggalnya, TPAK perkotaan lebih tinggi dibandingkan dengan TPAK perdesaan. Bahkan di daerah perdesaan, tren TPAK-nya menunjukkan perkembangan yang fluktuatif, berbeda dengan tren TPAK perkotaan yang relatif stabil. Hal ini sangat wajar terjadi, mengingat daerah perkotaan dianggap sebagai pusat aktivitas yang lebih banyak menjanjikan tersedianya lapangan pekerjaan. Hingga Februari 2010, TPAK perkotaan adalah sebesar 67,33 persen dan TPAK perdesaan mencapai 55,88 persen. Gambar 2. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Menurut Daerah Tempat Tinggal, Kepulauan Riau: Februari 2007 - Februari 2010 TPAK 80 70 60 50 40 30 73,35 69,28 56,20 66,58 63,07 51,79 68,99 65,61 54,94 70,28 66,09 50,32 68,29 64,75 51,51 69,01 64,58 47,63 67,33 64,95 55,88 20 10 0 Feb. 2007 Agt. 2007 Feb. 2008 Agt. 2008 Feb. 2009 Agt. 2009 Feb. 2010 Periode Perkotaan Perdesaan Total Indikator penting ketenagakerjaan lainnya adalah tingkat pengangguran terbuka (TPT). Selama periode Februari 2007 Februari 2010, TPT Kepulauan Riau menunjukkan perkembangan yang relatif menurun. Sejak Agustus 2007, TPT Kepri cenderung menurun, dan pada Februari 2010 ini mencapai titik terendah, yaitu sebesar 7,21 persen. 8 Berita Resmi Statistik No.xxx/05/21/Th.V, 10 Mei 2010
Menurut jenis kelamin, TPT perempuan selalu lebih tinggi daripada TPT laki-laki. Hal ini dimungkinkan karena permintaan atas tenaga kerja laki-laki secara umum lebih tinggi dibandingkan dengan tenaga kerja perempuan. Namun, perbedaan TPT yang sebelumnya sangat senjang antara laki-laki dan perempuan, sejak Februari 2008 sudah mulai memperlihatkan selisih yang tidak terlalu jauh. Perkembangan tersebut menandakan bahwa permintaan akan tenaga kerja perempuan mengalami peningkatan, yang secara serta merta mengurangi permintaan tenaga kerja laki-laki. Keadaan terakhir (Februari 2010) menunjukkan pencapaian TPT antara laki-laki dan perempuan masing-masing sebesar 6,64 persen dan 8,09 persen. Gambar 3. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Jenis Kelamin, Kepulauan Riau: Februari 2007- Februari 2010 14 12 12,11 11,50 TPT 10 8 6 8,86 6,81 9,01 7,62 8,49 8,91 8,23 8,58 8,76 9,03 8,01 7,81 8,11 7,67 7,56 7,25 8,09 7,21 6,64 4 2 0 Feb. 2007 Agt. 2007 Feb. 2008 Agt. 2008 Feb. 2009 Agt. 2009 Feb. 2010 Periode Laki-laki Perempuan Total Berdasarkan daerah tempat tinggal, tren TPT daerah perkotaan lebih mendekati TPT Kepri secara umum, lain halnya dengan TPT daerah perdesaan yang menunjukkan angka yang berfluktuasi. Sejak Agustus 2007, TPT perkotaan selalu berada di atas TPT perdesaan. Hal ini diduga karena angkatan kerja yang banyak tertuju pada daerah perkotaan, jauh melebihi permintaan tenaga kerja yang tersedia, sehingga mereka yang tidak tertampung akan menjadi pengangguran. Berbeda dengan penyerapan tenaga kerja di perdesaan, meskipun yang tersedia lebih banyak pada sektor informal, penyerapan tenaga kerja relatif lebih mudah terjadi. Berita Resmi Statistik No. xxx /05/21/Th V, 10 Mei 2010 9
Gambar 4. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Daerah Tempat Tinggal, Kepulauan Riau: Februari 2007- Februari 2010 14 12 11,96 TPT 10 8 6 8,86 8,13 9,40 9,01 7,40 8,49 8,59 8,06 8,01 8,58 8,38 8,01 7,98 7,81 8,11 6,63 7,34 7,21 6,61 4 2 4,00 0 Feb. 2007 Agt. 2007 Feb. 2008 Agt. 2008 Feb. 2009 Agt. 2009 Feb. 2010 Periode Perkotaan Perdesaan Total 10 Berita Resmi Statistik No.xxx/05/21/Th.V, 10 Mei 2010