BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Analisa Sistem Bahasa daerah merupakan salah satu kekayaan milik bangsa yang wajib untuk kita lestarikan. Sebagai salah satu kekayaan yang menjadi kebanggaan nasional maka menjaga, melindungi, memanfaatkan, dan mempertahankannya adalah kewajiban seluruh warga negara Indonesia agar salah satu kekayaan bangsa ini akan berkembang dan tidak menjadi punah. Namun seiring dengan banyaknya migrasi penduduk ke daerah perkotaan maka perkawinan antaretnis banyak terjadi. Mempelajari bahasa setempat merupakan salah satu unsur pendukung berjalannya proses komunikasi atau penyampaian pesan, baik antara seorang individu dengan individu lainnya ataupun antara individu dengan sekompok masyarakat. Disisi lain bahasa menjadi salah satu kekuatan bangsa dari suku bangsa yang besar dengan berjuta-juta penduduk yang akan melahirkan variasi tentang perbedaan daerah secara geografi maupun kehidupan sosial budaya yang beragam pula. Dalam bahasa daerah khususnya bahasa Jawa terdapat salah satu jenis penuturan yang berbeda, yang biasa disebut sebagai bahasa Jawa Ngapak. Terkait dengan penelitian ini, fenomena yang diamati yaitu para masyarakat yang berasal dari daerah jawa yang terbiasa berkomunikasi menggunakan bahasa Jawa Ngapak seperti Tegal, Brebes, Banyumas, dll yang bermigrasi ke kota besar yang mengalami degradasi dalam berbahasa Jawa Ngapak. Degradasi tersebut tidak terlepas dari pengaruh kehidupan sosial dan budaya yang berbeda-beda yang dapat ditemui di lingkungan yang akan melahirkan variasi kebudayaan yang berbeda pula. Degradasi yang terjadi pada bahasa ini oleh masyarakat adalah berupa penggunaan bahasa yang semakin bervariasi dan secara tidak utuh menggunakan bahasa ibu mereka. Hal ini terlihat dengan adanya penggunaan bahasa Jawa Ngapak dengan campuran bahasa lain yang dianggapnya lebih gaul serta ada pula yang menghilangkan sama sekali bahasa asalnya. 48
49 Gambaran secara langsung penulis rasakan ketika berbincang-bincang dengan rekanrekan yang sudah lama bermigrasi ke Jakarta, mayoritas dari mereka lebih nyaman menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa sehari-hari dibanding bahasa ibunya. Dari fenomena tersebut, mengidentifikasikan faktor penutur dari generasi muda dengan dipengaruhi faktor lingkungan yang menjadikan bahasa Jawa Ngapak mengalami pergeseran. Selain itu, perasaan gengsi atau karena tidak mau dianggap sebagai orang tidak modern, yang kemudian menjadikan masyarakat semakin beralih menggunakan bahasa nasional, bahasa Indonesia. Bahasa Ngapak mengalami degradasi oleh para penuturnya, tidak terlepas dari proses konstruksi budaya yang dilabelkan oleh masyarakat luar daerahnya. Mereka beranggapan bahasa Ngapak memiliki karakteristik yang berbeda dari yang lain karena kadang dianggap sebagai bahasa yang lucu, kasar dan tidak memiliki sopan santun. Hal inilah yang mengidentikan bahasa Ngapak sebagai bahasa kaum lapisan bawah. Karakteristik inilah yang kemudian menimbulkan perasaan malu serta menganggap rendah budaya sendiri sebab bahasanya dinilai kasar dan menjadi bahan tertawaan. Streotip semacam ini yang kemudian berkembang diluar. Pada akhirnya bahasa Jawa Ngapak mengalami degradasi oleh penutur aslinya. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan terhadap permasalahan-permasalahan tersebutlah, maka dibuatlah suatu aplikasi kamus digital bahasa Jawa Ngapak yang didukung tekhnologi terkini berbasis Android yang bertujuan bagi masyarakat yang mau melestarikan bahasa Jawa Ngapak dan bagi mereka yang ingin mempelajarinya pula. 3.2 Analisa Permasalahan Dari analisa yang dilakukan terhadap masyarakat mengenai bahasa Jawa Ngapak ini, ditemukan beberapa permasalahan yang dihadapi beberapa penutur bahasa aslinya yaitu sebagai berikut : 1. Penutur asli yang hidupnya lebih di daerah perkotaan telah tergerus oleh globalisasi yang menjadikan mereka lebih banyak menggunakan bahasa nasional daripada bahasa ibunya. 2. Label lucu dan kasar yang diberikan masyarakat diluar daerahnya menyebabkan masyarakat pengguna bahasa Ngapak ini enggan untuk menggunakan bahasa aslinya. 3. Ketidakpedulian masyarakat penutur asli untuk melestarikan bahasa Ngapak.
50 3.3 Analisa Kebutuhan Dari permasalahan diatas, diperlukan suatu aplikasi yang dapat membantu masyarakat memperkaya kotakata bahasa Ngapak yang dapat digunakan dalam berkomunikasi antar sesama pengguna bahasa Ngapak atau kepada masyarakat diluar kalangannya yang ingin mempelajari bahasa Ngapak tersebut. Selain itu, dengan adanya aplikasi ini diharapkan juga bahasa Ngapak yang memiliki stereotype lucu dan kasar tersebut, dapat dilestarikan sebagai salah satu kebudayaan nasional. Proses penciptaan aplikasi ini menggunakan metode SECI melalui proses sosialisasi, eksternalisasi, kombinasi, dan internalisasi. a. Sosialisasi, melalui pertemuan dengan beberapa rekan yang dapat saling berbagi informasi dan pengetahuan, sehingga terciptanya kumpulan kosakata bahasa Jawa Ngapak. b. Eksternalisasi, dari terkumpulnya kosakata ini maka akan didokumentasikan kedalam bentuk elektronik sehingga dapat membantu dalam ilmu pengetahuan. c. Kombinasi, melalui literatur yang tersedia di internet, dikombinasikan kedalam kosakata aplikasi ini, lalu dianalisis dengan kondisi yang dibutuhkan saat ini, sehingga menjadi lebih baik dan bermanfaat. d. Internalisasi, semua data dan informasi yang sudah terdokumentasi dapat disharingkan, sehingga dapat meningkatkan ilmu pengetahuan. Aplikasi bahasa Jawa Ngapak ini merupakan suatu aplikasi yang ditujukan bagi masyarakat yang ingin mempelajari kosakata bahasa Jawa Ngapak, yang diharapkan aplikasi ini dapat berjalan dengan baik dan tepat sasaran. Pihak yang berpartisipasi dalam sistem ini adalah user. User merupakan setiap individu yang menggunakan aplikasi ini. Rincian fungsionalitas dari aplikasi ini adalah sebagai berikut : 1. User menjalankan aplikasi dan masuk ke halaman utama. 2. Di dalam halaman utama ini terdapat satu tombol enter untuk masuk ke halaman berikutnya. 3. Jika user memilih tombol enter, maka user akan masuk ke halaman penerjemahan dan disuguhkan dengan pilihan apakah ingin mencari terjemahan Bahasa Jawa ke Bahasa Indonesia atau sebaliknya.
51 4. Langkah berikutnya setelah user memilih bahasa yang akan dicari, user akan memasukan kata kedalam form input kata, dan selanjutnya memilih tombol terjemahan untuk mengeksekusi pencarian kata yang telah dimasukan. 5. Hasil dari penerjemahan kata akan tampil pada form output. Dalam pengembangan aplikasi kamus Bahasa Jawa Ngapak berbasis android ini terdapat berbagai kebutuhan, baik kebutuhan dalam bentuk perangkat keras maupun kebutuhan dalam perangkat lunak. Adapun beberapa kebutuhan tersebut adalah sebagai berikut : 3.3.1 Kebutuhan Perangkat Keras Kebutuhan perangkat keras dalam pengembangan aplikasi kamus Bahasa Jawa Ngapak berbasis android terbagi menjadi 2 perangkat, yaitu : 1. Personal Computer (PC) Adapun spesifikasi dari PC tersebut adalah sebagai berikut : a. Processor Intel Pentium CPU B960 2.20 GHz b. Hard disk 250 Gb c. RAM DDR 3 Gb d. VGA DDR 2 Gb 2. Handphone Adapun spesifikasi dari handphone adalah sebagai berikut : a. Processor Quad Core 1,3 GHz b. Memory 2 Gb c. RAM 1 Gb d. TFT capacitive touchscreen e. Kabel data 3.3.2 Kebutuhan Perangkat Lunak Kebutuhan perangkat lunak ini juga terbagi menjadi 2 bagian, adapun bagian-bagian tersebut adalah sebagai berikut :
52 1. Personal Computer (PC) Adapun perangkat lunak yang dibutuhkan pada PC adalah sebagai berikut : a. Sistem operasi Microsoft Windows 7 Professional. b. Eclipse bundle win 32 bit c. ADT d. Android SDK e. Java Development Kit 2. Handphone Adapun perangkat lunak yang dibutuhkan pada handphone adalah sebagai berikut : a. Android OS versi 5.1.1 (Lollipop) b. Java MIDP Emulator 3.3.3 Kebutuhan Isi Kamus Adapun kebutuhan isi dari kamus Bahasa Jawa Ngapak ini mengambil dari sumber buku, internet yang digunakan untuk memperbanyak perbendaharaan kosakata, serta melalui bantuan rekan-rekan pengguna Bahasa Jawa Ngapak yang terbiasa berbicara menggunakan bahasa tersebut dalam kesehariannya. 3.4 Perancangan Sistem Pada tahapan perancangan sistem ini akan digambarkan secara garis besar tentang program aplikasi kamus Bahasa Jawa Ngapak berbasis Android yang akan dikembangkan lagi pada bab selanjutnya. 3.4.1 Deskripsi Sistem Aplikasi kamus Bahasa Jawa Ngapak berbasis Android ini bertujuan untuk membantu mereka yang ingin cepat dan praktis dalam mencari kosa kata dalam Bahasa Jawa ataupun Bahasa Indonesia. Dengan aplikasi ini, pengguna disuguhkan pilihan dalam mencari
53 terjemahan, baik terjemahan dari Bahasa Jawa Ngapak kedalam Bahasa Indonesia ataupun dari Bahasa Indonesia kedalam Bahasa Jawa Ngapak yang lebih efektif dan efisien karena kamus digital ini terpasang dalam handheld yang berbasis Android. Selain memudahkan pengguna dalam mencari kosa kata, aplikasi ini juga bersifat gratis tanpa harus membayar untuk mendapatkannya. 3.4.2 Use Case Diagram Use case diagram adalah gambaran graphical dari beberapa atau semua aktor, use case, dan interaksi diantara komponen-komponen tersebut yang memperkenalkan suatu sistem yang akan dibangun digunakan untuk menjelaskan bagaimana langkah-langkah yang seharusnya dikerjakan oleh sistem. Use case diagram menjelaskan manfaat suatu sistem jika dilihat menurut pandangan orang yang berbeda di luar sistem. Diagram ini menunjukkan fungsionalitas suatu sistem atau kelas dan bagaimana sistem tersebut berinteraksi dengan dunia luar.
54 Adapun use case pada aplikasi ini adalah sebagai berikut : Gambar 3.1 Gambar Use Case Diagram Berikut adalah daftar tabel aktor : Tabel 3.1 Tabel daftar aktor No Aktor Deskripsi 1. User Setiap individu yang merupakan pengguna dari aplikasi kamus Bahasa Jawa Ngapak berbasis Android
55 Adapun keterangan dari use case diagram yang terdapat pada Gambar 3.8 adalah sebagai berikut : Tabel 3.2 Tabel daftar use case No Use Case Deskripsi 1. Pilih Kategori Use case ini mendeskripsikan tentang pemilihan terjemahan kata yang akan dicari, terdapat dua pilihan penerjemahan kata, yaitu : Jawa Indonesia dan Indonesia Jawa 2. Input Kata Use case ini mendeskripsikan input kata yang akan dicari terjemahannya kedalam bahasa Jawa maupun kedalam bahasa Indonesia 3. Terjemahan Use case ini mendeskripsikan proses pencarian hasil terjemahan yang telah diinputkan. Berikut adalah penjelasan mengenai spesifikasi use case diagram : Nama Use Case : Pilih Kategori Aktor : User Deskripsi : Use case ini menggambarkan kategori penerjemahan bahasa Pre Condition : User pertama kali harus masuk kedalam halaman terjemahan Trigger : User harus mengecek pilihan kategori penerjemahan bahasa Post Condition : User telah memilih kategori bahasa penerjemahan Tabel 3.3 Tabel spesifikasi use case pilih kategori Aksi Aktor Reaksi Sistem User memilih kategori penerjemahan bahasa Sistem menentukan database bahasa penerjemahan yang telah dipilih user
56 Nama Use Case : Input Kata Aktor : User Deskripsi : Use case ini menggambarkan bagaimana user dalam memasukan kata yang akan dicari terjemahannya Pre Condition : User pertama kali harus masuk kedalam halaman pencarian Trigger : User harus memasukkan kata yang akan dicari terjemahannya Post Condition : User telah memasukan kata Tabel 3.4 Tabel spesifikasi use case input kata Aksi Aktor Reaksi Sistem User memasukkan kata yang akan dicari terjemahannya Nama Use Case Aktor Deskripsi Pre Condition Trigger Post Condition : Terjemahan : User : Use case ini menggambarkan bagaimana proses penerjemahan kata : User pertama kali harus masuk kedalam halaman pencarian : User harus memilih tombol terjemahan : User telah menemukan hasil terjemahan Tabel 3.5 Tabel spesifikasi use case terjemahan Aksi Aktor Reaksi Sistem User memilih tombol terjemahan Sistem akan mencari terjemahan kata sesuai dengan yang telah dimasukkan oleh user Sistem akan menampilkan hasil terjemahan
57 3.4.3 Activity Diagram Diagram aktivitas menggambarkan berbagai aliran aktivitas dalam sistem yang sedang dirancang, bagaimana masing-masing alir berawal, decision yang mungkin terjadi dan akhir dari aktivitas. Activity diagram juga dapat menggambarkan proses paralel yang mungkin terjadi pada beberapa eksekusi. Berikut adalah diagram aktivitas pilih kategori : Gambar 3.2 Gambar activity diagram pilih kategori Tabel 3.6 Keterangan activity diagram pilih kategori Nama Activity Diagram Deskripsi Pilih Kategori User masuk kehalaman terjemahan kemudian memilih kategori bahasa yang akan di terjemahkan. Maka sistem akan menentukan database kategori bahasa yang akan dipilih.
58 Berikut adalah diagram aktivitas terjemahan : User System Input kata Memilih tombol terjemahan Mencari kata terjemahan Menampilkan hasil terjemahan Gambar 3.3 Gambar activity diagram terjemahan Tabel 3.7 Keterangan activity diagram terjemahan Nama Activity Diagram Deskripsi Terjemahan User masuk kehalaman terjemahan kemudian memasukan kata yang akan diterjemahkan. User masuk kehalaman terjemahan kemudian memilih tombol terjemahan, setelah sebelumnya memilih kategori bahasa dan mengisi kata yang akan diterjemahkan. Maka sistem akan menampilkan hasil terjemahan.
59 3.4.4 Sequence Diagram Sequence diagram adalah suatu diagram yang menggambarkan interaksi antar objek yang mengindikasikan komunikasi diantara objek-objek tersebut. Sequence diagram juga menggambarkan interaksi antar objek didalam dan disekitar sistem (termasuk pengguna, display, dan sebagainya) berupa message yang digambarkan terhadap waktu. Sequence diagram mendeskripsikan bagaimana entitas dalam sistem berinteraksi, termasuk pesan yang digunakan saat interaksi. Semua pesan dideskripsikan dalam urutan dari eksekusi. Sequence diagram berhubungan erat dengan use case diagram. Berikut tampilan sequence diagram : Gambar 3.4 Gambar sequence diagram kamusjawa
60 Gambar 3.5 Gambar sequence diagram kamusindonesia
61 3.4.5 Class Diagram Class diagram adalah suatu diagram yang memperlihatkan atau menampilkan struktur dari sebuah sistem-sistem tersebut akan menampilkan sistem kelas, atribut dan hubungan antara kelas ketika suatu sistem telah selesai membuat diagram. Adapun class diagram adalah sebagai berikut : Gambar 3.6 Gambar class diagram 3.5 Spesifikasi Basis Data Dalam pembuatan sistem dibutuhkan rancangan basis data yang sesuai dengan kebutuhan sistem itu sendiri. Rancangan tabel secara garis besar dari seluruh proses komputerisasi pengolahan data yang akan dilakukan. Berikut ini adalah tabel-tabel yang digunakan dalam perancangan aplikasi kamus digital ini : 1. Nama Database : kamus Nama Table : kamusjawa Primary Key : id Tabel 3.8 Struktur Tabel kamusjawa No. Elemen Data Tipe Lebar Keterangan 1. Id Int 11 Primary key 2. jawa Text - Bahasa Jawa 3. indonesia Text - Bahasa Indonesia
62 2. Nama Database : kamus Nama Table : kamusindonesia Primary Key : id Tabel 3.9 Struktur Tabel kamusindonesia No. Elemen Data Tipe Lebar Keterangan 1. id Int 11 Primary key 2. indonesia Text - Bahasa Indonesia 3. jawa Text - Bahasa Jawa
63 3.6 Rancangan Layar Dalam sistem kamus digital Bahasa Jawa Ngapak ini dibagi menjadi dua sub menu, yakni tampilan yang akan menampilkan rancangan interface dari awal eksekusi program hingga menampilkan hasil output yang akan dicari. Berikut adalah rancangan tampilan awal pada aplikasi, sebagai berikut : Gambar 3.7 Rancangan tampilan awal Keterangan rancangan tampilan awal : a. Tampilan awal saat user pertama kali mengeksekusi program b. Tombol Enter untuk masuk ke halaman selanjutnya
64 Berikut adalah rancangan tampilan halaman terjemahan : Gambar 3.8 Rancangan halaman terjemahan Keterangan rancangan tampilan halaman terjemahan : a. Check radio button Jawa Indonesia untuk menerjemahkan dari Bahasa Jawa ke Bahasa Indonesia b. Check radio button Indonesia Jawa untuk menerjemahkan dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Jawa c. Pada form input kata digunakan untuk memasukkan kata yang akan diterjemahkan d. Tombol terjemahan digunakan untuk mencari kata terjemahan e. Hasil terjemahan akan ditampilkan di form output kata