MEMBINGKAI ASA. Tarie Kertodikromo

dokumen-dokumen yang mirip
MEMBINGKAI WAKTU. Tarie Kertodikromo

Mata ini sulit terpejam dan pendar-pendar rasa sakit di hati tidak dapat hilang menusuk dan menancap keras.

Kehidupan itu terlalu penuh dengan kebahagian bagi orang yang menyadarinya Tommy membaca kalimat terakhir dari sebuah novel yang diterbitkan melalui

Sayang berhenti menangis, masuk ke rumah. Tapi...tapi kenapa mama pergi, Pa? Masuk Sayang suatu saat nanti pasti kamu akan tahu kenapa mama harus

Cinta, bukan satu hal yang patut untuk diperjuangkan. Tapi perjuangan untuk mendapatkan cinta, itulah makna kehidupan. Ya, lalu mengapa...

dengan mudah, mereka melukaimu? Mengancammu?, aku membuka mataku. Menatap

Oleh: Windra Yuniarsih

P A D A M U E M B U N

Angin senja terasa kencang berembus di antara

Xen.. aku tutup mata kamu sebentar ya oke? ujar Ican dengan hati-hati menutupi maksudnya. Kalau aku tidak mau bagaimana? jawab Xena santai.

Dibalik perjuangan seorang "PAPA"

SHIN HAIDO THE FINNEGANS SHADOWS #1. Penerbit FD Company IVAN DE FINNEGAN

Lucu memang.. Aku masih bisa tersenyum manis, melihatmu disana tertawa lepas bersamanya.

Mencintai, adalah satu kata bermakna kompleks yang dapat mengubah seluruh hidup manusia. Mencintai adalah aku dan kamu. Dia dan orang lain.

Aku menoleh. Disana berdiri seorang pemuda berbadan tinggi yang sedang menenteng kantong belanjaan di tangan kirinya. Wajahnya cukup tampan.

Dari jarak sepuluh meter bisa kukenali siapa lelaki yang duduk menundukkan kepalanya dan bertumpu pada lengannya yang ia letakkan di atas lutut.

Sepasang Sayap Malaikat

Damar, apakah pada akhirnya mereka ini bisa benar-benar pulang?

(Aku Melihatnya & Dia Melihatku)

PATI AGNI Antologi Kematian

Kisahhorror. Fiksi Horror #1: A Midnight Story. Penerbit Dark Tales Inc.

Wedding With Converse

AKU AKAN MATI HARI INI

TEMAN KESUNYIAN BUKU PUISI BAGUS EKO SAPUTRO

Surat Cinta Untuk Bunda Oleh : Santi Widiasari

yang paling tidak pernah luput dari kematian adalah cairan ini. Wanita itu meringis ngilu. Semua yang menimpanya kini sudah jelas bagian dari

Kesengsaraan adalah aku! Apakah ia kan mencampur kesedihannya atas jalinan persahabatan dengan sahabat lainnya yang serupa? Apakah ia tidak kesepian

wanita dengan seribu pesona yang ada disebelahku. Terkadang Rini berteriak dan memeluk erat lenganku. Lucu rasanya jika memikirkan setiap kali ia

SYAIR KERINDUAN. Genre: Puisi-puisi cinta, sahabat, keluarga semuanya tentang CINTA dan CITA-CITA.

Skala Kecemasan Anak Perempuan Pada Masa. Pubertas Menghadapi Perubahan Fisik

Fhily Anastasya. Tak semua cinta, berakhir luka dan tak semua luka, berasal dari cinta Dan disetiap cerita, pasti ada cinta. Penerbit CFPublisher

- Sebuah Permulaan - - Salam Perpisahan -

Musim Semi Merah. Dyaz Afryanto

Renjana dalam Bejana. Kumpulan Cerita Pendek. Nabila Budayana

Who Are We?? Zul Rachmat. Diterbitkan melalui: Oleh: (Chatreen Moko) Copyright 2013 by (Chatreen Moko) Penerbit

PRAJURIT YANG HILANG. Bulan Merkurius, dalam sistem kalender Teffloo

Hanya Lima. Penulis: Boy Candra, Dkk Copyright 2012 by Boy Candra. Desain Sampul: (Nuzula Fildzah) Editor: (Nuzula Fildzah)

Cinta itu datang tanpa pernah dapat ditebak. Dia seperti angin yang masuk kedalam pintu hati tanpa pernah menyapa pemiliknya.

GESTURES MATERI 8 MATA KULIAH ILMU PERNYATAAN KOMUNIKASI KINESIK:

CINTA 2 HATI. Haii...! Tiara terkejut, dan menatap pada pria itu. Pada saat itu, ternyata pria itu juga menatap kearah Tiara. Mereka saling menatap.

DIPA TRI WISTAPA MEMBILAS PILU. Diterbitkan secara mandiri. melalui Nulisbuku.com

KISAH KISAH YANG HAMPIR TERLUPAKAN

Ditulis oleh Ida Ar-Rayani Selasa, 30 Juni :03 - Terakhir Diperbaharui Selasa, 18 Agustus :13

Pasang Surut Ombak Segare Sopianus Sauri XII IPA

PENJAGAL ANGIN. Tri Setyorini

Belasan kota kudatangi untuk menjadi tempat pelarianku. Kuharap di sana bisa kutemukan kedamaian atau cinta yang lain selainmu.

cs maulana Diterbitkan secara mandiri melalui Nulisbuku.com

Untuk ayah.. Kisah Sedih.

AMINAH. udah hampir setengah jam Aminah mengurung

Pupuklah terus cinta dalam keluarga Anda. Pastikan buku di atas dan di bawah ini menjadi bacaan Anda sekeluarga, sebelum, sesudah, dan selamanya...

BATANG BERMANFAAT. Farhan Abdul Aziz M. Kau berjalan diatas kertas Kau menari-nari diatas kertas Kau berjasa bagi kita Kau adalah pahlawanku

Pergi Tak Kembali. Oleh: Firmansyah

Kilat masih terus menyambar dan menyilaukan mata. Cahaya terangnya masuk melalui celah-celah jendela dan ventilasi udara. Suara petir terus menderu

TEKNIK EDITING DALAM FILM BELENGGU

BAB 5 THE LAST WORD IS YOUR NAME

BAB II RINGKASAN CERITA. sakit dan mengantarkan adik-adiknya ke sekolah. Karena sejak kecil Lina

I Want Him... Di Jogjakarta, lahirlah anaknya yang ketujuh, anak perempuan, dan itulah aku. Setelah kehamilan ibu yang boleh

SINOPSIS FILM PREMONITION

JUDUL FILM: Aku Belum Mati tapi Tidak Hidup

Aku termasuk yang mencintai senja. Mungkin kamu juga. Karena senja, kita bertemu. Sempat berpelukan, sebelum akhirnya kembali kesepian.

TERPERANGKAP. merakitkata.blogspot.com

Entahlah, suamiku. Aku juga tidak pernah berbuat jahat dan bahkan selalu rajin beribadah, jawab sang isteri sambil menahan air mata.

Behind the sea there s a kingdom where I could see your sweet smile.

Aku belajar bahwa tawa dan airmata bukan sesuatu yangg memalukan, Aku mau menjadi rajawali yang siap setiap saat melewati badai hidup dan tak akan

Tanpa awan dan angin, takkan pernah ada hujan. Tapi jika awan, angin dan hujan bersama, bukankah akan timbul badai besar?

Kaki Langit. Bulan dan Matahari

ONIMUSHA Written by REZA FAHLEVI ( )

Aku tau apa yang kau rasakan, John. Rumah ini adalah hasil jerih payah kita selama ini. Tapi aku tak mau John, jika harus tinggal disini lagi.

Tidak, sayang. Nanti kau sakit, tegas Maya sambil mengusap rambut Amanda yang panjang terurai.

Getar Rasa... Ada getar rasa yang hadir entah datang dari mana

Sayangnya, bukan karena faktor-faktor positifnya. Gang Eyeri-Headburry terkenal sebagai gang terkumuh di kota Headburry. Terkotor, terbobrok, dan

ROSE PAPPER AND BLOODY LILY Part 1

Korean Chingu. Korean Chingu s Fandoom! Penerbit Korean Chingu Publishing

Penerbit PT Elex Media Komputindo

Hari Raya Korban? (Idul Adha)

Mungkin mereka tidak akan menemuiku, ujarku dalam hati.

Pertama Kali Aku Mengenalnya

Dan ia baru menyadari betapa salahnya dirinya. Disana, muncul dari sebelah kirinya, ia merasakan gerakan udara yang cepat. Angin yang berhembus

MASYA ALLAH. Sempurna Tuhan menciptakan Dirimu yang tiada cela Kurasa engkaulah orangnya Yang tercantik di jagat raya

My Love Just For You vol1

Air mataku berlinang-linang sewaktu dokter mengatakan

KISSING THE MAID OF HONOR

A. Rita. Penerbit. Karya Cinta

Bayangan Merah di Laut dan Tempat Untuk Kembali:

Hengky. book. Teguh Tahan Terpa KISAH NYATA

37. Hari Yang Kelabu

Ketika cinta datang dalam sebuah perjanjian yang mengikat. Karena takdir adalah misteri... Sekuat apapun hati ini mengelak, dia tetap hadir mengisi

MUARA HATI. Sedikit rasa curiga yang sempat terlihat dari matanya, kini hilang tak bersisa. Terlebih saat

PERKEMBANGAN MASA BAYI

APOCRYPHA SUSANNA KING JAMES BIBLE Susanna

Angin malam menerpa wajahku kencang. Dinginnya

Tahap-tahap Tumbuh Kembang Manusia

Impossible Love. Between 2 Worlds. Prolog. Profita Dewi Nadita

Dimana hati? Ia mati ketika itu juga..

Perlu waktu bagi anak anak itu untuk menjadi bagian dari kegelapan sebelum pohon pohon terlihat lebih jelas. Sebelum semak semak tinggi terlihat

Anak laki-laki itu segera mengangkat kakinya. Maaf, ujarnya, sementara si anak

WASIAT SEGELAS PASIR. Oleh: Agus Setiawan. Copyright 2013 by Agus Setiawan. Penerbit. Nulis Buku. Desain Sampul: Welly Huang. Diterbitkan melalui:

Hari Raya Korban? Hari Raya Korban? (Idul Adha) (Idul Adha) Yesus menyatakan:

Transkripsi:

MEMBINGKAI ASA Tarie Kertodikromo

MEMBINGKAI ASA Oleh Tarie Kertodikromo Copyright 2011 by Tarie Kertodikromo All rights reserved ISBN 978-602-98155-2-8 Cetakan I, Januari 2011 Diterbitkan oleh DeChrome Publishing (dechromepublishing@gmail.com) Desain sampul: Fathurrahman Pamungkas (mr_fathur@yahoo.com) Didistribusikan oleh: DeChrome Communication Assistance (dechrome@yahoo.com) 2 Tarie Kertodikromo

SINOPSIS Membingkai Asa menceritakan pengorbanan tanpa akhir seorang perempuan muda kepada sahabat lelakinya yang meninggal akibat kanker otak, yang ditunjukkannya dengan melindungi anak dari sahabatnya itu. Ia rela meringkuk dalam penjara demi memberikan kebebasan pada anak itu, meskipun ia harus berpisah dengannya selama beberapa tahun dan juga kehilangan kekasihnya. Penderitaan dan kegagalan yang dialaminya membuatnya belajar mengenai arti hidup dan cinta dengan tetap menggantungkan asa. Membingkai Asa dilatarbelakangi karir tokoh utama sebagai konsultan public relations dengan seluk-beluk pekerjaan yang tak sejalan dengan hati nuraninya, juga kepeduliannya pada anak-anak jalanan yang membuatnya tergerak memberikan hak hidup layak dan belajar bagi mereka. Membingkai Waktu - 3

Penggalan cerita hal. 11 Kutegarkan diri kembali berada di sisi jazad pangeranku, sebelum aku benar-benar akan kehilangannya secara fisik. Tak henti-hentinya kuusap wajahnya dengan jari-jariku. Menciumi kening dan pipi pangeranku seakan ingin membayar apa yang tak pernah dapat kulakukan saat ia masih hidup. Demi Tuhan, aku tidak pernah berkeinginan melakukan ini di saat pangeranku sudah tak bernyawa. Namun inilah yang terjadi. Aku tak pernah dapat menjadi orang yang terakhir kali melihatnya hidup. Sebab aku memang tidak pernah diizinkan untuk itu. Abah Ugi menceritakan bahwa Kirana meninggal setelah melahirkan, di saat bersamaan Ariyo tengah dalam keadaan kritis. Keduanya bersikeras tidak ingin dibawa ke rumah sakit dan memohon untuk tetap dibiarkan berada di Cipta Gelar. Teh Kirana meninggal tepat setelah bayinya lahir dan menangis. Mas Ariyo masih sempat menggendong bayinya, lalu ia meninggal di sisi teh Kirana dalam keadaan duduk. ujar Abah Ugi di hadapanku dan Galih. 4 Tarie Kertodikromo

Penggalan cerita hal. 20 Kutatap bayi lelaki mungil dalam dekapan tanganku. Wajahnya bulat, bibirnya tipis, kulitnya merah dan rambutnya tidak lebat. Aku masih tak percaya tengah merasakan kehangatan ujung-ujung kaki bayi itu menyentuh lenganku. Kurasakan kebahagiaan pertama sejak kematian pangeranku. Kini aku mendapatkan keajaiban yang sedikit memupus kesedihanku. Ariyo kembali hidup dalam tubuh seorang bayi mungil. Aku dapat merasakan lelaki terbaik dalam hidupku itu hadir dalam penjelmaan malaikat dalam pelukanku. Mas Ariyo meminta Teh Tiara merawat anaknya, sambung istri Abah Ugi, menyimpulkan semua tanda tanya dan keterkejutanku. Aku tersenyum dalam tangisku. Menganggukkan kepalaku menandakan persetujuanku dari hati terdalam pada kata-kata yang disampaikan wanita di hadapanku itu. Ia mengusap lengan kiriku memberikan simpati dan motivasi. Tentu saja aku akan merawat bayi ini. Itu hal yang tak dapat diragukan lagi. Aku berjanji pada diriku sendiri, kuharap Ariyo mendengar, akan membesarkan malaikat kecil ini dengan baik dan penuh kasih sayang seperti anakku sendiri. Aku akan lakukan apa pun untuk membuatnya bahagia meskipun aku harus berkorban untukknya, seperti yang telah kulakukan kepada ayah bayi ini. Membingkai Waktu - 5

Karena ia adalah anakku dan aku adalah ibunya, meskipun tak ada darah dan daging dalam tubuh bayi ini. Namun Tuhan dan seluruh malaikat tahu bahwa cintaku ada di dalamnya. Penggalan cerita hal. 47 Aku memandang Galih sejenak, kemudian berpurapura sibuk dengan majalah dalam genggamanku. Kamu masih juga mogok bicara? Sampai kapan, Ti? Dengan menjadi bisu seperti itu kamu tidak akan membuat Arya bicara. Aku menatap Galih tajam. Aku geram mendengar perkataannya. Namun aku benci harus bicara. Aku memilih bangkit dari duduk dan berjalan menuju kamar. Galih menahan daun pintu saat aku hendak menutupnya. Tidak ada gunanya kamu menghindar. Kita harus bicara. Kubanting tubuhku ke tempat tidur dan menumpahkan tangisku. Kasihan Arya kalau kamu begini terus. Tak kudengar langkah kaki Galih atau hempasan tubuhnya di tempat tidurku. Ia masih berdiri di pintu. Bukan ini yang Ariyo inginkan. Dia ingin kamu merawat anaknya, dan menerima Arya apa 6 Tarie Kertodikromo

adanya. Sekarang kamu tidak perdulikan Arya karena kamu tahu dia tidak bisa bicara. Tangisku bertambah keras. Perkataan Galih menusuk telingaku. Ia tahu benar ia harus menggunakan nama Ariyo unttuk menyadarkanku. Aku bukan tidak menerima Arya apa adanya. Bagaimana mungkin aku menolak kehendak Tuhan atas pangeran kecilku. Namun aku belum dapat menata hatiku menerima kenyataan menyedihkan ini, bukan atas namaku, tapi atas nama Arya. Tentu saja aku harus dapat menerima anak itu apa adanya, bagaimana mungkin aku tidak melakukannya? Kalau aku bisa menerima penderitaan ayahnya dan berkorban untuknya, tentu aku juga harus dapat melakukannya untuk anaknya. Penggalan cerita hal. 133 Aku tersentak kaget saat kulihat pakaian Dimas berlumur darah. Kudekati anak itu dan kuraba seluruh tubuhnya untuk menemukan luka atau apa pun, namun tidak ada jawaban dari tangisannya dan noda darah yang menutupi bagian bawah kaus putih yang dikenakannya. Kamu kenapa? Ini darah apa? tanyaku gusar. Anak itu masih menunduk. Sesaat kemudian ia menunjuk ke arah dalam kamar. Kudorong pintu Membingkai Waktu - 7

yang sedikit terbuka dan kutemukan Arya tengah meringkuk di sudut kamar. Aku bergegas menyeruak ke dalam hendak meraih tubuh pangeran kecilku, namun kusadari kakiku menginjak sesuatu tergeletak di lantai. Sebuah benda yang terasa dingin dan lengket. Tanganku gemetar saat menggenggam pisau penuh darah yang masih menetes. Aku luar biasa panik dan menanyakan apa yang terjadi pada Arya. Tubuh anakku gemetar dan tak mampu mengeluarkan suara apa pun atau menggerakkan tangannya untuk bicara. Kualihkan pandanganku pada Dimas. Tubuh anak itu tidak kalah gemetar. Kudekati ia dan kutanyakan dengan ucapan yang halus dan perlahan. Arya bunuh bang Roni. Di sana! ucapnya lirih seraya menggerakkan tangannya menunjuk arah yang dimaksud. Aku tersentak mendengar jawaban Dimas. Rasa takut menyusuri aliran darahku. Tubuhku terasa lemas dan hampir terjatuh. Namun aku menguatkan diri dan tetap berdiri tegak di hadapan anak-anakku. Dengan penuh kesabaran kuminta Dimas menceritakan apa yang telah terjadi pada mereka. Kuminta Arya mandi dan berganti pakaian. Kukatakan padanya ia tidak perlu khawatir karena semuanya baik-baik saja. Arya sudah seharusnya membela Dimas yang hendak diperkosa oleh Roni, 8 Tarie Kertodikromo

remaja anggota geng pasar. Sudah seharusnya mereka membela diri. Dengan pisau dalam genggaman, aku diantar Dimas bergegas ke lokasi pembunuhan terjadi. Dari kejauhan tampak kerumunan orang-orang menutupi tubuh Roni yang tergeletak di jalan. Kerumunan tersebut seketika terbagi dua dan serentak orang-orang memandang penuh kebencian ke arahku. Membingkai Waktu - 9