SISTEM PAKAR DIAGNOSA AUTISME PADA ANAK BERBASIS ANDROID

dokumen-dokumen yang mirip
Penerapan Forward Chaining Pada Program Diagnosa Anak Penderita Autisme

Diagnosis Desease of Down Syndrome In Children with Forward Chaining Methods

SISTEM PAKAR UNTUK MENENTUKAN TIPE AUTISME PADA ANAK USIA 7-10 TAHUN MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING. Agam Krisna Setiaji

SISTEM PAKAR UNTUK DIAGNOSIS AUTISME DAN GANGGUAN PSIKOLOGIS LAINNYA PADA ANAK BERBASIS WEB

SISTEM PAKAR ANALISIS PENYAKIT LUPUS ERITEMATOSIS SISTEMIK PADA IBU HAMIL MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING

Sistem Pakar untuk Mendiagnosis Autisme

Sistem Pakar untuk Mendiagnosa Penyakit yang Disebabkan Nyamuk dengan Metode Forward Chainning

BAB I PENDAHULUAN. Dari hari ke hari istilah autisme semakin banyak diperbincangkan di

BAB I PENDAHULUAN. pesat terutama pada dunia komputer memberikan kita wawasan yang luas

APLIKASI SISTEM PAKAR UNTUK MENGIDENTIFIKASI PENYAKIT DALAM PADA MANUSIA MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING

APLIKASI SISTEM PAKAR DETEKSI DINI PADA PENYAKIT TUBERKULOSIS

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

SISTEM PAKAR MENDIAGNOSA PENYAKIT UMUM YANG SERING DIDERITA BALITA BERBASIS WEB DI DINAS KESEHATAN KOTA BANDUNG

BAB 2 TINJAUAN TEORI. Artificial Intelligence. Jika diartikan Artificial memiliki makna buatan,

ABSTRAK. Kata kunci : sistem pakar, forward chaining, dempster shafer.

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan komputer sekarang ini sangat pesat dan salah. satu pemanfaatan komputer adalah dalam bidang kecerdasan buatan.

MENGENAL SISTEM PAKAR

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

SISTEM PAKAR PENDETEKSI PENYAKIT MATA BERBASIS ANDROID

TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI 2016

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB 1 PENDAHULUAN Latar belakang

TUGAS KELOMPOK SISTEM PAKAR NAMA KELOMPOK : FERI DWI UTOMO ROBBY INDRAWAN SUDRAJAT SEPTIAWAN PRIO SETIADI

Pengetahuan 2.Basis data 3.Mesin Inferensi 4.Antarmuka pemakai (user. (code base skill implemetation), menggunakan teknik-teknik tertentu dengan

NASKAH PUBLIKASI. SISTEM PAKAR PERAWATAN FACIAL ACNE PADA KLINIK dr.ve MEDICAL DERMATIC BERBASIS WEB

Sistem Pakar untuk Mendiagnosa Penyakit Kucing Menggunakan Metode Backward Chaining

SKRIPSI SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK MENENTUKAN ANAK PENDERITA AUTIS BERBASIS EXPERT SYSTEM DENGAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW)

APLIKASI SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT GINJAL DENGAN METODE DEMPSTER-SHAFER

PERANCANGA SISTEM PAKAR PENDETEKSI GANGGUAN KEHAMILAN ABSTRAK

MODEL HEURISTIK. Capaian Pembelajaran. N. Tri Suswanto Saptadi

BAB 1 PENDAHULUAN. Penyakit THT merupakan salah satu jenis penyakit yang sering ditemukan

2/22/2017 IDE DASAR PENGANTAR SISTEM PAKAR MODEL SISTEM PAKAR APLIKASI KECERDASAN BUATAN

PEMANFAATAN TEKNOLOGI KNOWLEDGE-BASED EXPERT SYSTEM UNTUK MENGIDENTIFIKASI JENIS ANGGREK DENGAN MENGGUNAKAN BAHASA PEMROGRAMAN JAVA

SISTEM PAKAR DIAGNOSIS KERUSAKAN SEPEDA MOTOR NON MATIC

PENGEMBANGAN SISTEM PAKAR DIAGNOSIS PENYAKIT DAN HAMA PADA TANAMAN SEMANGKA BERBASIS ANDROID

PENERAPAN SISTEM PAKAR DALAM MENGANALISIS PENGARUH RELAKSASI MANAJEMEN STRES

PEMANFATAN TEOREMA BAYES DALAM PENENTUAN PENYAKIT THT

SISTEM PAKAR ONLINE MENGGUNAKAN RULE BASE METHOD UNTUK DIAGNOSIS PENYAKIT AYAM SKRIPSI KIKI HENDRA SITEPU

SISTEM PAKAR BERBASIS MOBILE UNTUK MENDETEKSI PENYAKIT PADA GINJAL

Feriani A. Tarigan Jurusan Sistem Informasi STMIK TIME Jln. Merbabu No. 32 AA-BB Medan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

APLIKASI SISTEM PAKAR UNTUK PERTOLONGAN PERTAMA MENDIAGNOSA DEMAM Shela Shelina Universitas Gunadarma Jl. Margonda Raya No. 100 Pondok Cina, Depok 164

Sistem Pakar Untuk Mendeteksi Kerusakan Pada Sepeda Motor 4-tak Dengan Menggunakan Metode Backward Chaining

APLIKASI SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT KULIT SAPI BERBASIS WEB DENGAN MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING

APLIKASI DIAGNOSA PENYAKIT ANAKMELALUI SISTEM PAKAR MENGGUNAKAN JAVA 2 MICRO EDITION YOSEPHIN ERLITA KRISTANTI

SISTEM PAKAR IDENTIFIKASI KEMAMPUAN OTAK PADA ANAK SEKOLAH DASAR MENGGUNAKAN ALGORITMA BACKWARD CHAINING

DIAGNOSA PENYAKIT JANTUNG DENGAN METODE PENELUSURAN FORWARD CHAINNING-DEPTH FIRST SEARCH

Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2004 Yogyakarta, 19 Juni 2004

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

PERANCANGAN SISTEM PAKAR UNTUK DIAGNOSA PENYAKIT TBC (TUBERCULOSIS) PADA ANAK SKRIPSI AGUSTINA ERNARIA MANURUNG

SISTEM PAKAR. Entin Martiana Jurusan Teknik Informatika - PENS

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III ANALISIS SISTEM

Sistem Pakar Perkembangan Anak Usia 0-12 Bulan Berbasis Web Dengan Metode Forward Chaining

MERANCANG SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT JANTUNG DENGAN METODE FORWARD CHAINING BERBASIS WEB SKRIPSI

Aplikasi Sistem Pakar untuk Menentukan Gaya Belajar Anak Usia Sekolah Dasar

Rancang Bangun Sistem Pakar Pendiagnosa Penyakit Demam Typhoid dan Demam Berdarah Dengue dengan Metode Forward Chaining

BAB 1 PENGENALAN SISTEM PAKAR

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

PENGEMBANGAN SISTEM PAKAR BERBASIS ATURAN UNTUK MENENTUKAN MATA KULIAH YANG AKAN DIAMBIL ULANG (REMEDIAL) DENGAN METODE FORWARD CHAINING

PENERAPAN METODE BACKWARD CHAINING PADA KASUS TINDAK PERDATA. Intisari

BAB I PENDAHULUAN. seiring dengan kebutuhan manusia yang semakin banyak dan kompleks. Hal ini yang

APLIKASI SHELL SISTEM PAKAR

TAKARIR. data atau informasi dan transformasi data yang bergerak dari pemasukan data hingga ke keluaran. Database

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. Osteoarthritis (OA). Osteoarthritis atau penyakit pengapuran sendi adalah

SISTEM PAKAR MENDIAGNOSA PENYAKIT MALARIA BERBASIS WEB

Pedoman Identifikasi Anak Autis. Sukinah jurusan PLB FIP UNY

APLIKASI SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSIS GANGGUAN PADA GENERATOR SET BERBEBAN

SISTEM PAKAR PENYAKIT LAMBUNG MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING

Pedologi. Attention Deficit and Hyperactivity Disorder (ADHD) Maria Ulfah, M.Psi., Psikolog. Modul ke: Fakultas PSIKOLOGI. Program Studi Psikologi

Oleh TIM TERAPIS BALAI PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KHUSUS DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA TENGAH

Troubleshooting PC dengan Sistem Pakar

Expert System. Siapakah pakar/ahli. Pakar VS Sistem Pakar. Definisi

PENGEMBANGAN SISTEM PENENTUAN UNIT KERJA KARYAWAN PADA PT. ANEKA MODE INDONESIA BERDASARKAN PSIKOTEST MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PENDAHULUAN 1. Latar Belakang 2. Rumusan Masalah 3. Tujuan Dan Manfaat

BAB I PENDAHULUAN. tubuh. Dalam suatu serangan jantung (myocardial infarction), bagian dari otot

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

APLIKASI DIAGNOSA KERUSAKAN MESIN SEPEDA MOTOR BEBEK 4 TAK DENGAN METODE FORWARD CHAINING

SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT SALURAN PENCERNAAN MENGGUNAKAN METODE DEMPSTER SHAFER

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Masalah

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM

SISTEM CERDAS DIAGNOSA PENYAKIT AYAM

UKDW BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Rancang Bangun Sistem Pakar untuk Diagnosis Penyakit Mulut dan Gigi dengan Metode Fuzzy Logic

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Jurusan Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan

Review JURNAL Sistem Pakar Diagnosa Kerusakan Pada Motor Matic Vario Berbasis Web Studi Kasus : Bengkel Jozz Motor Cangkiran

SISTEM PAKAR UNTUK MENENTUKAN PEKERJAAN BERDASARKAN KECERDASAN MAJEMUK PADA ANAK BERBASIS ANDROID NASKAH PUBLIKASI

BAB I PENDAHULUAN. pesat, seiring dengan kebutuhan manusia yang semakin banyak dan kompleks.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Rumusan Masalah

II. Deskripsi Kondisi Anak

Transkripsi:

SISTEM PAKAR DIAGNOSA AUTISME PADA ANAK BERBASIS ANDROID Nurhakim, Frisma Handayanna, Rinawati Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Nusa Mandiri (STMIK Nusa Mandiri) Jl. Kramat Raya No. 18 Jakarta Pusat http://www.nusamandiri.ac.id nurhakim084@gmail.com, frisma.fha@nusamandiri.ac.id, rinawati_riw@nusamandiri.ac.id Abstract Autism is a developmental disorder in children that causes child is difficult do communicte and interact socially. An expert system identification and treatment of autistic children based on android has not been widely applied, ussually only done manually based on the identification of a Psychologist assessment. Identification expert system is expected to assist in the identification of children with autism are much faster and accurate approach using data from Psychologists and special needs teachers. Knowledge in the expert system is represented in the form of rules and methods of reasoning and used method of trace forward chaining. Output on a system such as whether Three si The possibility of autism in child based on facts bor symptoms given to the system. The test results shaw that the system of identification Ana treatment of autistic children to help in the identification of children with autism and provide general description of the autistic child. In addition, there is also general information on children with autism and theirs methods of theraphy for children with autism in accordance with the conditions of the child. Keywords: Expert System, Autism, Android, Forward Chaining. Abstrak Autisme merupakan gangguan perkembangan pada anak yang menyebabkan seorang anak sulit untuk berkomunikasi dan berinteraksi sosial. Sistem pakar identifikasi dan penanganan anak autis berbasis android belum banyak diterapkan, biasanya hanya dilakukan secara manual berdasarkan identifikasi dari penilaian Psikolog. Sistem pakar identifikasi ini diharapkan dapat membantu dalam proses identifikasi anak autis secara lebih cepat dan mendekati akurat menggunakan data dari psikolog dan guru berkebutuhan khusus. Pengetahuan pada sistem pakar ini direpresentasikan dalam bentuk aturan dan metode penalaran yang digunakan adalah metode runut maju (forward chainning). Keluaran pada sistem berupa ada tidaknya kemungkinan autisme pada seorang anak berdasarkan fakta atau gejala yang diberikan kepada sistem. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem identifikasi dan penanganan anak autis membantu dalam proses identifikasi anak autis dan memberikan gambaran secara umum tentang anak autis. Selain itu, tersedia juga informasi umum mengenai anak autis beserta metode terapi bagi anak autis sesuai dengan kondisi anak tersebut. Kata kunci: Sistem Pakar, Autisme, Android, Forward Chaining. Sistem Pakar Diagnosa Autisme Pada Anak Berbasis Android (Nurhakim) 158

1. PENDAHULUAN Salah satu gangguan psikologis dalam tumbuh kembang yang sering terjadi belakangan ini adalah autisme yaitu ketidaknormalan perkembangan mental yang menyebabkan anak sulit untuk berinteraksi sosial. Diagnosa autisme biasanya dilakukan oleh seorang pakar khususnya psikolog atau dokter di bidang tumbuh kembang anak. Namun, saat ini banyak anak dengan gangguan autisme yang telat dideteksi dan lambat dalam penanganannya dikarenakan mahalnya biaya konsultasi dengan dokter atau psikolog serta masih banyak orangtua yang masih awam mengenai anak autis. Sebenarnya orang tua juga dapat melakukan diagnosa awal kemungkinan autisme pada anak dengan melakukan pengamatan perilaku anak dalam kesehariannya terutama dari cara berkomunikasi, berinteraksi sosial dengan anak sebayanya, dan kemampuan berimajinasi pada anak. Psikologis pada anak sangat menunjang tumbuh kembang pada anak. Dengan demikian dibutuhkan sebuah sistem pakar yang merupakan perangkat lunak pengambil keputusan yang mampu mencapai tingkat performa yang sebanding seorang pakar dalam bidang masalah yang khusus dan sempit. Sistem pakar mengatasi perilaku buruk masalah psikoligis pada anak dapat membantu seseorang untuk mengatasi perilaku buruk tentang psikologis pada anak berdasarkan dari pengetahuan gejala dan keluhan yang dirasakan pasien yaitu pasien adalah orang tua dari anak, sehingga dapat melakukan pencegahan dan pengobatan awal yang nantinya tidak menyebabkan anak mengalami gangguan psikologis [1]. Sistem identifikasi dan penanganan anak autis berbasis android belum banyak diterapkan, biasanya hanya manual berdasarkan identifikasi dari penilaian psikolog. Kemajuan teknologi informasi saat ini sangatlah pesat, dilihat dari bertambahnya pengguna smartphone android di Indonesia. Sehingga, diharapkan dengan sistem pakar berbasis android ini dapat membantu proses identifikasi anak autis secara lebih cepat, terutama bagi para orang tua yang masih awam tentang anak autis. 2. METODOLOGI PENELITIAN 2.1. Sistem pakar (Expert System) Sistem pakar atau Expert System disebut juga dengan Knowledge Based System adalah suatu aplikasi komputer yang ditujukan untuk membantu pengambilan keputusan atau pemecahan persoalan dalam bidang yang spesifik [2]. Terdapat empat orang yang terlibat dalam lingkungan sistem pakar yaitu [3]: a. Pakar (Expert) Pakar adalah seorang individu yang memiliki pengetahuan khusus, pemahaman, pengalaman dan metode-metode yang digunakan untuk memecahkan persoalan dalam bidang tertentu. b. Pembangun atau pembuat pengetahuan (Knowledge Engineer) Pembangun pengetahuan memiliki tugas utama menerjemahkan dan merepresentasikan pengetahuan yang diperoleh dari pakar, baik berupa pengalaman pakar dalam menyelesaikan masalah maupun sumber terdokumentasikan lainnya ke dalam bentuk yang bisa diterima oleh sistem pakar. c. Pembangun atau pembuat sistem (System Engineer) Sistem Pakar Diagnosa Autisme Pada Anak Berbasis Android (Nurhakim) 159

Pembangun sistem adalah orang yang bertugas merancang antarmuka pemakai sistem pakar, merancang pengetahuan yang sudah diterjemahkan oleh pembangun pengetahuan ke dalam bentuk yang sesuai dan dapat diterima oleh sistem pakar dan mengimplementasikannya ke dalam mesin inferensi. d. Pengguna (user) Komponen-komponen sistem pakar dalam kedua bagian tersebut dapat dilihat dalam Gambar II.1. Gambar 1. Struktur Sistem Pakar (Sumber : Rosnelly (2012)) 2.2. Autisme Autisme adalah gangguan perkembangan yang sangat kompleks pada anak. Seringkali gejala tampak sebelum anak mencapai usia 3 tahun. Autisme lebih tepat dikatakan sebuah sindrom, yang merupakan kumpulan gejala yang seringkali berbeda pada tiap individu dan tiap keadaan. Gejala dan perlakuan terhadap anak penderita autis berbeda. Anak autisme mengalami gangguan berkomunikasi, interaksi sosial, perilaku, emosi, serta proses sensoris [4]. 2.3. Metode Inferensi Metode inferensi berperan sebagai otak dari sistem pakar. Mesin inferensi berfungsi memandu proses penalaran terhadap suatu kondisi, berdasarkan basis pengetahuan yang tersedia. Di dalam metode inferensi terjadi proses untuk memanipulasi dan mengarahkan kaidah, model, dan fakta yang disimpan dalam basis pengetahuan dalam rangka mencapai solusi/kesimpulan. Dalam prosesnya, metode inferensi menggunakan strategi penalaran dan strategi pengendalian. Sistem pakar adalah aplikasi berbasis komputer yang digunakan untuk menyelesaikan masalah sebagaimana yang dipikirkan oleh pakar [5]. Ada 2 pendekatan dalam menentukan metode inferensi, yaitu sebagai berikut [5]: 1. Runut Maju (Forward Chaining) Runut maju atau pelacakan ke depan berarti menggunakan himpunan aturan kondisi-aksi. Dalam metode ini, data digunakan untuk menentukan aturan mana yang akan dijalankan, kemudian aturan tersebut dijalankan. Mungkin proses menmbahkan data ke memori kerja. Proses diulang sampai ditemukan satu hasil. Pelacakan ke depan mencari fakta yang sesuai dengan bagian IF dari Sistem Pakar Diagnosa Autisme Pada Anak Berbasis Android (Nurhakim) 160

aturan IF-THEN [5] Gambar diagram pelacakan ke depan dapat dilihat pada gambar di bawah ini: Gambar 2. Gambar Diagram Pelacakan Ke Depan (Forward Chaining) (Sumber : Hayadi (2016:7)) 2. Runut Balik (Backward Chaining) Runut Balik atau pelacakan ke belakang merupakan metode penalaran kebalikan dari runut maju. Dalam runut balik penalaran dimulai dengan tujuan kemudian merunut balik ke jalur yang akan mengarahkan ke tujuan tersebut. Runut balik disebut juga sebagai goal-driven reasoning, merupakan cara yang efisien untuk memecahkan masalah yang dimodelkan sebagai masalah pemilihan terstruktur [5]Gambar diagram pelacakan ke belakang dapat dilihat pada gambar di bawah ini: Gambar 3. Gambar Diagram Pelacakan ke Belakang (Beckward Chaining) (Sumber : Hayadi (2016:8)) Kedua metode inferensi tersebut dipengaruhi oleh tiga macam penelusuran, yaitu: a. Depth-first search, melakukan penelusuran kaidah secara mendalam dari simpul akar bergerak menurun ke tingkat dalam yang berurutan. b. Breadth-first search, bergerak dari simpul akar, simpul yang ada pada setiap tingkat diuji sebelum pindah ke tingkat selanjutnya. c. Best-first search, bekerja berdasarkan kombinasi kedua metode sebelumnya. 2.4. Metode Penelitian Penelitian dilakukan dengan metode penelitian kuantitatif. Yaitu dengan melakukan 1. Observasi, menggunakan metode ini dengan menguji hasil dari permasalahan dengan mencari banyak referensi. Dengan melakukan pengamatan dan menganalisis gangguan autisme 2. Wawancara Melakukan tanya jawab (wawancara) kepada guru dan terapis di Sekolah Citra Anindya. Sistem Pakar Diagnosa Autisme Pada Anak Berbasis Android (Nurhakim) 161

3. HASIL DAN PEMBAHASAN 3.1. Pengumpulan Data Pakar Tabel 1. Objek Pakar 1 Nama : Farida Utami, M.Psi Alamat : Depok Jabatan : Psikolog RiwayatPendidikan : S2 Psikologi Lama Bekerja : 2008 hingga sekarang 2 Nama : Nila Susanti, S.Psi Alamat : Ciledug Jabatan : Guru ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) RiwayatPendidikan : S1 Psikologi Lama Bekerja : 2008 hingga sekarang 3 Nama : Lastri Fajriah, S.Psi Alamat : Pademangan Serpong Tangerang Jabatan : Guru ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) RiwayatPendidikan : S1 Psikologi Lama Bekerja : 2006 hingga sekarang 4 Nama : EasyMarganing Rahayu, S.Psi Alamat : Gang Duku II No.96 Pinang Tangerang Jabatan : Guru ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) RiwayatPendidikan : S1 Psikologi Lama Bekerja : 2006 hingga sekarang 3.2. Hasil Wawancara Pakar 1. Autisme (untuk usia 0-1 Tahun) a. Tidak melakukan kontak mata. b. Tampak tenang dan jarang menangis. c. Jarang mengoceh. d. Asyik dengan keadaannya sendiri. 2. Autisme (untuk usia 1-2 Tahun) a. Tidak merespon saat dipanggil namanya. b. Sulit mempertahankan kontak mata. c. Tidak tertarik dengan anak lain. d. Melakukan gerakan yang tidak umum. e. Mengalami hambatan bahasa. 3. Autisme infantil (untuk usia 2-5 Tahun) a. Tidak mampu melakukan permainan pura-pura. b. Tidak tertarik dengan anak lain. c. Tidak merespon saat dipanggil namanya. d. Tertarik pada bagian dari mainan. e. Tidak memahami sikap tubuh orang lain. 4. Sindrom Asperger (untuk usia 2-5 Tahun) a. Tidak hambatan dalam dalam perkembangan bahasa. b. Pola perilaku, perhatian, dan aktivitas yang terbatas dan berulang-ulang. c. Sulit berbaur dengan lingkungan sosial. d. Suka memberikan pertanyaan yang monoton. Sistem Pakar Diagnosa Autisme Pada Anak Berbasis Android (Nurhakim) 162

e. Tidak sabar dalam menunggu giliran. f. Suka lompat-lompat dan berjalan mondar-mandir. g. Tidak ada timbal balik sosial dan emosi. 5. ADHD atau AttentionDeficitHyperactiveDisorder (untuk usia 2-5 Tahun) a. Sulit mempertahankan atensi b. Menghindari untuk terlibat dalam tugas yang memerlukan waktu yang lama. c. Banyak melakukan gerakan yang diulang-ulang dan tidak bermakna. d. Keterlambatan berbahasa. e. Mengalami kesulitan dalam aktivitas mengisi waktu luang dengan tenang. f. Suka membeo. 3.3. Algoritma Sistem Pakar Mulai Home Konsultasi YA Pilih usia Tampilan pertanyaan gejala autisme TIDAK TIDAK Info Autisme YA Menampilkan info mengenai autisme validasi pertanyaan TIDAK YA Petunjuk YA Info Petunjuk Gejala == basis aturan TIDAK Keluar Tampil hasil diagnosa dan solusi selesai Gambar 4. Rancangan Algoritma Sistem Pakar 3.4. Basis Pengetahuan 1. Tabel Pakar Basis pengetahuan merupakan pengetahuan penting dari suatu sistem pakar, besar kecilnya kemampuan sistem pakar biasanya ditentukan oleh kapasitas dari basis pengetahuannya, sedangkan mesin pengambil keputusan adalah aplikasi yang membantu dan memandu pengguna sistem pakar dalam memanipulasi data dan memilih pengetahuan yang sesuai untuk mendapatkan pengetahuan. Sistem Pakar Diagnosa Autisme Pada Anak Berbasis Android (Nurhakim) 163

Tabel 2. Tabel Pakar Keterangan: Kolom pertama menerangkan rule macam-macam gangguan autisme pada pakar. Baris pertama menerangkan indikasi-indikasi gejala autisme pada pakar. Tanda square root menunujukkan gejala apa saja yang digunakan pada pakar Kolom kesimpulan menerangkan nama gangguan autisme yang dihasilkan dari indikasi gejala. 2. Rule-rule pada Pakar Rule 1 : Jika tampak tenang dan jarang menangis dan jarang mengoceh dan asyik dengan keadaannya sendiri dan tidak melakukan kontak mata Maka anak terindikasi gangguan Autisme (usia 0-1 Tahun). Rule 2 : Jika tidak merespon saat dipanggil namanya dan sulit mempertahankan kontak mata dan tidak tertarik dengan anak lain dan melakukan gerakan yang tidak umum dan mengalami hambatan berbahasa Maka anak terindikasi gangguan Autisme (usia 1-2 Tahun). Rule 3 : Jika tidak mampu melakukan permainan pura-pura dan tidak tertarik dengan anak lain dan tidak merespon saat dipanggil namanya dan tertarik pada bagian dari mainan dan tidak memahami sikap tubuh orang lain Maka anak terindikasi gangguan Autisme (usia 2-5 Tahun). Rule 4 : Jika pola perilaku, perhatian, dana ktivitas yang terbatas dan berulang-ulang dan sulit berbaur dengan lingkungan sosial dan suka memberikan pertanyaan yang monoton dan tidak sabar dalam menunggu giliran dan suka lompat-lompat dan berjalan mondar-mandir dan tidak ada timbal balik sosial dan emosi Maka anak terindikasi gangguan Asperger (usia 2-5 Tahun). Rule 5 : Jika sulit mempertahankan atensi dan menghindari untuk terlibat dalamtugas yang memerlukan waktu yang lama dan banyak melakukan gerakan yang diulangulang dan tidak bermakna dan suka membeo dan keterlambatan dalam berbahasa dan mengalami kesulitan dalam aktivitas mengisi waktu luang dengan tenang Maka anak terindikasi gangguan ADHD atau Attention Deficit Hyperactive Disorder (usia 2-5 Tahun). Sistem Pakar Diagnosa Autisme Pada Anak Berbasis Android (Nurhakim) 164

3. PohonKeputusanPakar Diagnosa 0-1 Thn 1-2 Thn 2-5 Thn G001 G005 G020 G033 G055 G002 G006 G021 G034 G056 G003 G004 G013 G019 G025 G026 G028 G036 P001 Autisme G007 G008 G009 G010 G011 G012 G014 G015 G016 G017 G018 P002 Autisme G022 G023 G024 G027 G029 G030 G031 G032 G041 G042 G043 G044 G045 G046 G035 G037 G038 G039 G040 G048 G049 G050 G051 G052 G053 G054 P004 G057 G058 G059 G060 G061 G062 G063 G064 G065 G066 G067 G068 G069 P005 G047 Asperger ADHD P003 Autisme Infantil Gambar 5. Pohon Keputusan Pakar G001 G002 G003 G004 G005 G006 G007 G008 G009 G010 G011 G012 G013 G014 G015 G016 G017 G018 G019 G020 G021 Tabel 3. Keterangan Indikasi Bayi tampak tenang dan jarang menangis. Sulit bila digendong. Tidak mengoceh. Tidak senang diayun di lutut. Tidak tertarik dengan anak lain. Tidak suka memanjat benda seperti tangga. Tidak senang bermain petak umpet atau cilukba. Tidak suka bermain pura-pura misal masak-masakan. Tidak pernah meminta sesuatu dengan menunjuk jari. Tidak pernah menggunakan jari untuk menunjuk ke sesuatu agar orang melihat ke sana. Tidak dapat bermain dengan mainan kecil seperti mobil-mobilan atau balok mainan. Tidak pernah membawa dan memperlihatkan barang-barang kepada orang lain. Tidak mau menatap mata. Tidak bisa menjaga kontak mata min 10 detik. Tidak merespon saat dipanggil namanya. Tidak merespon jika kita menunjukkan sesuatu. Tidak peduli dengan orang lain didekatnya. Menyukai secara berlebihan pada suatu bagian benda seperti roda pada mobilmobilan dan memandanginya dalam waktu lama. Perkembangannya agak terlambat misal dalam berjalan ataupun berkomunikasi. Tidak berminat terhadap mainan seperti bola, mobil-mobilan, boneka. Suka memperhatikan dan memainkan jari-jarinya di depanmata. Sistem Pakar Diagnosa Autisme Pada Anak Berbasis Android (Nurhakim) 165

G022 Tertarik pada benda yang bergerak atau berputar misal kipas angin, roda berputar. G023 Suka melompat-lompat atau mengepak-ngepakkan tangan tanpa tujuan min 30 menit. G024 Panik hingga menutup telinga jika mendengar suara keras maupun lirih. G025 Menolak untuk dipeluk. G026 Suka tiba-tiba menangis atau tertawa tanpa sebab. G027 Sering kali berjalan mondar-mandir tanpa tujuan. G028 Bermain dengan benda yang bukan mainan misal ujung selimut. G029 Kurang imajinatif dalam permainan. G030 Suka bermain dengan cahaya atau pantulan. G031 Tidak berminat terhadap pembicaraan atau aktivitas di sekitarnya. G032 Tidak bisa menunjukkan ekspresi wajah marah, senang, sedih. G033 Tidak bisa atau jarang memulai sebuah komunikasi dengan orang. G034 Tidak bisa memahami perintah yang diberikan. G035 Terlihat asik jika dibiarkan sendiri. G036 Tidak ada senyum sosial saat bertemu orang lain. G037 Tidak bisa melakukan permainan bergiliran dengan teman. G038 Suka menarik-narik tangan orang lain jika menginginkan sesuatu. G039 Sangat marah jika jika terjadi perubahan dalam suatu hal. G040 Terbentuk suatu rutinitas yang kaku memakai baju tertentu atau berjalan tanpa henti. G041 Belum mampu berbicara atau mengucapkan kata sesuai usianya. G042 Seperti mengalami gangguan pendengaran, tidak merespon saat dipaanggil. G043 Tidak berminat untuk belajar bicara, tidak mau menirukan suara. G044 Sukamenyakitidirisendiridenganmenggigitataumencakar. G045 Tidakdapatmenyatakankeinginannyadengan kata-kata. G046 Suka membeo, meniru kata atau kalimat saat ditanya orang lain. G047 Suka meracau, suka mengucapkan kata aneh yang tidak ada artinya berulang-ulang. G048 Sangat spontan atau sangat cepat dalam mengucapkan sesuatu dan sering menyela pembicaraan orang lain. G049 Sering bernyanyi tapi tidak mengerti arti nyanyiannya. G050 Tidak mempunyai rasa takut terhadap benda atau binatang berbahaya. G051 Walaupun memakai tata bahasa yang baik dalam berbicara tetapi sering mengulang kata-kata yang sama dengan artikulasi yang tidakbaik dan tanpa intonasi. G052 Sering mencari perhatian dengan berbicara keras dan tidak peduli bila orang lain dengan tujuan ingin mengalihkan pembicaraan ketopik lain. G053 Tidak memiliki rasa humor atau tidak merespon untuk tertawa dan tidak mengerti bila orang lain bercanda atau membuat lelucon. G054 Gaya bicaranya sangat monoton, kaku dan datar serta sangat cepat, tidak seperti pada umumnya. G055 Gagal dalam menyimak suatu yang rinci misal instruksi. G056 Sulit bertahan pada satu aktifitas. G057 Cepat beralih perhatian pada stimulus atau rangsangan dari luar. G058 Menghindar dari kegiatan yang memerlukan perhatian lama misal bermain puzzle. G059 Saat ditanya sering menjawab sebelum pertanyaan selesai. G060 Sering memotong atau menyela pembicaraan orang. G061 Tidak sabar dalam menunggu giliran. G062 Sembrono, melakukan tindakan berbahaya tanpa pikir panjang. G063 Permintaan harus segera dipenuhi. G064 Sangat usil dan suka mengganggu anak lainnya. G065 Mudah frustasi dan putus asa. G066 Tidak bisa diam, selalu menggerakan kaki atau tangan dan sering menggeliat G067 Sering berlari-lari dan memanjat serta sulit melakukan kegiatan dengan tenang. Sistem Pakar Diagnosa Autisme Pada Anak Berbasis Android (Nurhakim) 166

G068 G069 Sering berbicara berlebihan atau tanpa henti. Sering bergerak seolah diatur oleh motor penggerak. Keterangan gangguan penyakit : P001 Autisme (untuk usia 0-1 Tahun). P002 Autisme (untuk usia 1-2 Tahun). P003 Autisme Infantil(untuk usia 2-5 Tahun). P004 Asperger Sindrom (untuk usia 2-5 Tahun). P005 ADHD (Attention Deficit Hyperactive Disorder) (untuk usia 2-5 Tahun) 3.4. Implementasi Dan Pengujian Sistem 1. Desain Entity Relationship Diagram (ERD) Berikut ERD yang penulis gunakan pada sistem pakar diagnosa autisme pada anak adalah sebagai berikut : nama_pemyakit id_penyakit solusi penyebab keterangan penyakit 1 mempunyai id id_penyakit 1 basis_aturan 1 id_gejala ya tidak mulai selesai gejala M mempunyai id_gejala nama_gejala Gambar 6. Entity Relationship Diagram (ERD) 2. User Interface a. Tampilan Pilihan Menu Aplikasi Sistem Pakar Gambar 7. Tampilan Pilihan Menu Aplikasi Sistem Pakar Sistem Pakar Diagnosa Autisme Pada Anak Berbasis Android (Nurhakim) 167

b. Tampilan Menu Informasi Seputar Autisme Jurnal Sains Komputer & Informatika (J-SAKTI) Gambar 8. Tampilan Informasi Seputar Autisme c. Tampilan Menu Petunjuk Aplikasi. Gambar 9. Tampilan Menu Petunjuk Aplikasi d. Tampilan Menu Sekolah dan Tempat Terapi. Gambar 10. Tampilan Menu Sekolah dan Tempat Terapi Sistem Pakar Diagnosa Autisme Pada Anak Berbasis Android (Nurhakim) 168

e. Tampilan Menu Pilih Usia Anak f. Tampilan Halaman Konsultasi Gambar 12. Tampilan Menu Pilih Usia Anak Gambar 13. Tampilan Halaman Konsultasi g. Tampilan halaman hasil konsultasi, solusi dan terapi. Gambar 14. Tampilan halaman hasil konsultasi, solusi dan terapi Sistem Pakar Diagnosa Autisme Pada Anak Berbasis Android (Nurhakim) 169

4. SIMPULAN Berdasarkan pembahasan seperti yang telah diuraikan dapat ditarik kesimpulan bahwa ketika pembuatan aplikasi sistem pakar diagnosa gejala autisme ini dan hasil pengamatan yang penulis lakukan, maka menyimpulkan halhal sebagaiberikut : 1. Aplikasi sistem pakar diagnosis gejala autisme dan penanganannya denganmenggunakan metod forward chaining, dapat membantu pengguna umum untuk mengetahui dan dapat menangani anak yang diindikasi terkena autisme berdasarkan usia dan gejala ganggua nautisme. 2. Aplikasi sistem pakar diagnosa gejala autisme berbasis android dapat diakses oleh semua orang secara online dengan cara menginstall aplikasi sistem pakar tersebut di handphone android user. 3. Sistem pakar ini dibuat dengan tampilan yang sederhana dan user friendly sehingga para pengguna tidak kesulitan untuk menggunakannya. DAFTAR PUSTAKA [1] Perbawa, Doddy Satrya, Wawan Laksito, dandidik Nugroho. 2012. Sistem Pakar Perilaku Psikologis pada Anak dengan Metode Forward Chaining. ISSN: 1693-1173. Jakarta: Jurnal Ilmiah SinusVol. 2, No. 2, November 2012: 1-14. [2] Hayadi, B. Herawan. 2016. Sistem Pakar. Yogyaakarta: Deepublish. [3] Rosnelly, Rika. 2012. Sistem Pakar Konsep dan Teori. Yogyakarta: Andi Offset. [4] Pamoedji, Gayatri. 2010. 200 Pertanyaan dan Jawaban Seputar Autisme. Tangerang: Hasanah. [5] Kursini. 2008. AplikasiSistemPakar. Yogyakarta: Andi Offset. Sistem Pakar Diagnosa Autisme Pada Anak Berbasis Android (Nurhakim) 170