Bab 4. Simpulan dan Saran

dokumen-dokumen yang mirip
Abstract. Keywords : Psychology literature, figures, plot and setting.

BAB I PENDAHULUAN. cinta, seiring dengan perkembangan dan pertumbuhan individu dewasa.

Bab 1. Pendahuluan. Dalam kehidupan sehari-hari, dimanapun berada, manusia tidak akan pernah lepas dari

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KONSEP, KERANGKA TEORI

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

1. Leli Septy Fajar Wati Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Surabaya

Lampiran. Ringkasan Novel KoKoro. Pertemuan seorang mahasiswa dengan seorang laki-laki separuh baya di pantai

Bab 1. Pendahuluan. Negara Jepang telah lama mengenal gaya serta ritual penghancuran diri yang lebih

BAB I PENDAHULUAN. Secara etimologi sastra berasal dari bahasa sanskerta, sas artinya mengajar,

BAB VI KESIMPULAN. Dari hasil analisis struktural terhadap unsur intrinsik novel Madogiwa no

BAB I PENDAHULUAN. baik secara fisik maupun psikis. Menurut Paul dan White (dalam Santrock,

BAB 1 PENDAHULUAN. ketertarikan mereka terhadap makna dari seks (Hurlock, 1997). media cetak maupun elektronik yang berbau porno (Dianawati, 2006).

Nomor : PETUNJUK PENGISIAN

Sebuah kata teman dan sahabat. Kata yang terasa sulit untuk memasuki kehidupanku. Kata yang mungkin suatu saat bisa saja meninggalkan bekas yang

BAB I PENDAHULUAN. Karya sastra tidak akan terlepas dari imajinasi pengarang. Karya sastra

BAB I PENDAHULUAN. berbeda dengan keadaan yang nyaman dalam perut ibunya. Dalam kondisi ini,

Kebutuhan Dasar Manusia Menurut Abraham Maslow Abraham Maslow membagi kebutuhan dasar manusia ke dalam lima tingkat berikut: 1. Kebutuhan fisiologis

Review Film : Judul Film : SILVER LININGS PLAYBOOK (2012) Genre : Romance/Comedy. Sutradara : David O. Russell.

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 1. Pendahuluan. daripada karya fiksi (Wellek & Warren, 1995:3-4). Sastra memiliki fungsi sebagai

BAB I PENDAHULUAN. pada zaman Heian sangatlah sensitif terhadap perasaan pribadi terutama dalam hal

BAB I PENDAHULUAN. Situmorang (1995: 3) menjelaskan bahwa kebudayaan adalah sebuah jaringan makna

BAB I PENDAHULUAN. sastra dengan ilmu psikologi. Psikologi sastra adalah kajian sastra yang

BAB I PENDAHULUAN. istri adalah salah satu tugas perkembangan pada tahap dewasa madya, yaitu

The Self-improved Partner. Partner

BAB I PENDAHULUAN. pengalaman pengarang mengamati realitas. Pernyataan ini pernah

LAMPIRAN A SKALA UJI COBA A-1. PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH

BAB VI PENUTUP DAN SARAN

#### Selamat Mengerjakan ####

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

KATA PENGANTAR KUESIONER. Dalam rangka memenuhi persyaratan pembuatan skripsi di Fakultas

BAB 1 PENDAHULUAN. Perkawinan merupakan suatu hal yang penting dalam kehidupan manusia.

BAB I PENDAHULUAN. Bapak Psikologi Remaja yaitu Stanley Hall. Pendapat Stanley Hall pada

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. lainnya. Interaksi dilakukan oleh manusia sebagai suatu kebutuhan dan harus

ROMANTISME CINTA PADA PASANGAN SUAMI ATAU ISTERI YANG MENYANDANG TUNADAKSA

Bab 5. Ringkasan. Humanisme merupakan aliran dalam filsafat yang memandang manusia itu

BAB I PENDAHULUAN. Kata sastra berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu dari kata sas- yang berarti mengarahkan,

I. PENDAHULUAN. yang hidup di dalam masyarakat (Esten, 2013: 2). Sastra berkaitan

BAB 5. Ringkasan. memaparkan ringkasan isi skripsi yang mengenai latar belakang penyebab hiperseksual

Mengapa hidupku jadi seperti ini Tuhan? Aku takkan bisa menikmati kebebasanku seperti dulu lagi.

Lampiran 1. Data Penunjang dan Kuesioner Self Esteem dan Jealousy. Frekuensi bertemu dengan pasangan : Sering ( setiap hari )

penerbit dan penyusun menyelesaikan buku Biografi dari WS. Rendra.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. pernikahan. Berdasarkan Undang Undang Perkawinan no.1 tahun 1974,

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Komunikasi merupakan aktivitas sehari-hari yang dilakukan oleh

BAB II LANDASAN TEORI. yang representatif dalam suatu alur atau suatu keadaan yang agak kacau atau kusut.

Bab 2. Landasan Teori. dalam cerita, dan bagaimana penempatannya dalam sebuah cerita sehingga sanggup

BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Masalah

Perkembangan Sepanjang Hayat

BAB I PENDAHULUAN. A.Latar Belakang. Remaja adalah mereka yang berusia diantara tahun dan merupakan

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN. A. Simpulan

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN

BAB I PENDAHULUAN. sangat mudah ditemukan untuk menjadi media hiburan. Dalam buku Mari Membuat

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Bab 5. Ringkasan. Jepang dikenal sebagai negara yang maju dalam bidang ekonomi, industri,

BAB V KESIMPULAN. menggunakan teori struktur novel Robert Stanton yang meliputi fakta-fakta cerita,

BAB I PENDAHULUAN. Masa remaja merupakan masa transisi dari masa kanak-kanak menuju masa

BAB 1 PENDAHULUAN. Remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak ke masa dewasa,

KARAKTERISTIK KEPRIBADIAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL CINTA 2 KODI KARYA ASMA NADIA

BAB IV REFLEKSI TEOLOGIS. perempuan atau pun jenis kelamin, semuanya pasti akan mengalaminya. Tidak hanya

Bagan 2. Konflik Internal Subyek. Ketidakmampuan mengelola konflik (E) Berselingkuh

BAB I PENDAHULUAN. dengan wanita yang bertujuan untuk membangun kehidupan rumah tangga

Xen.. aku tutup mata kamu sebentar ya oke? ujar Ican dengan hati-hati menutupi maksudnya. Kalau aku tidak mau bagaimana? jawab Xena santai.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

DIPA TRI WISTAPA MEMBILAS PILU. Diterbitkan secara mandiri. melalui Nulisbuku.com

BAB I PENDAHULUAN. Tayangan yang menampilkan adegan-adegan kekerasan kini menjadi salah

BAB II TINJAUAN TEORITIS

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Manusia sepanjang rentang kehidupannya memiliki tahap-tahap

PANDUAN PENDAMPINGAN DAN WAWANCARA TERHADAP KORBAN PERDAGANGAN ANAK:

26 Nov Karena lagu itu banyak dibawakan dalam acara pernikahan. Jika ditelaah. Lalu seperti apakah malam pertama itu bakal berlangsung?

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. hubungan antarmasyarakat, antara masyarakat dan seseorang, antarmanusia, dan

BAB I PENDAHULUAN. mempengaruhi perkembangan psikologis individu. Pengalaman-pengalaman

BAB III METODE PENELITIAN. Pendekatan ini peneliti gunakan untuk mengetahui nilai-nilai budaya dalam novel Azab dan

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( R P P )

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa

MENGEMBANGKAN TANGGUNG JAWAB PADA ANAK C3.2.SPOT.010

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Kualitas Perkawinan. Definisi lain menurut Wahyuningsih (2013) berdasarkan teori Fowers dan

Bab 1. Pendahuluan. dengan sesama kita, manusia. Bahasa merupakan salah satu sarana yang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Perilaku Seksual. laku individu yang didorong oleh hasrat seksual, baik dengan lawan jenis

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP KREATIF

LAMPIRAN I GUIDANCE INTERVIEW Pertanyaan-pertanyaan : I. Latar Belakang Subjek a. Latar Belakang Keluarga 1. Bagaimana anda menggambarkan sosok ayah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Cerita fiksi merupakan suatu ciptaan imajinatif dari seorang pengarang

UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA

BAB 4 SIMPULAN DAN SARAN. Secara keseluruhan pendapat para tokoh mengenai gundik/selir, penulis secara garis

BAB 5 RINGKASAN. Di Jepang kesusastraan dibagi ke dalam beberapa masa, dan karya sastra dari

CHAPTER II REVIEW OF RELATED LITERATURE. pada penulisan skripsi ini. Teori yang ada pada bab ini adalah teori teori yang

BAB V KESIMPULAN, DISKUSI DAN SARAN

Sample Upload. Perjalanan 60 hari

PERKEMBANGAN EMOSI. Sunardi, PLB FIP UPI

Transkripsi:

Bab 4 Simpulan dan Saran 4.1 Simpulan Melalui analisis yang telah dilakukan oleh penulis, maka dapat dipahami bahwa di dalam novel Yukiguni karya Kawabata Yasunari, terlihat adanya konsep cinta yang terjadi pada dua tokoh utama yaitu Shimamura dan Komako dari segi unsur cinta dan jenis cinta. Dalam empat unsur cinta yaitu pengetahuan, peduli, hormat, dan tanggung jawab, hubungan antara Shimamura dan Komako memenuhi keempat unsur cinta, seperti yang telah dianalisis pada bab 3. Unsur cinta yang pertama yaitu sikap pengetahuan pada hubungan Shimamura dan Komako. Komunikasi yang sering terjadi antara Komako dan Shimamura, pada akhirnya memberikan pengetahuan yang jauh lebih dalam mengenai pribadi antar individu. Setelah pengetahuan diperoleh, mereka mulai merasakan adanya ketertarikan diantara mereka. Dari hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengetahuan merupakan titik awal dari perasaaan cinta yang mereka miliki. Unsur cinta yang kedua adalah sikap peduli pada hubungan Shimamura dan Komako. Sikap kepedulian mereka mulai muncul setelah mereka mulai memiliki pengetahuan antar pribadi dan hubungan yang lebih dekat. Sikap-sikap tersebut telah ditunjukkan oleh Komako maupun Shimamura. Unsur cinta yang ketiga adalah sikap hormat pada hubungan Shimamura dan Komako. Rasa hormat ini ditunjukkan Komako dengan cara tidak berbuat sekehendak hati kepada Shimamura. Komako tidak memaksakan kehendaknya untuk meminta Shimamura tetap tinggal bersamanya di daerah salju. 48

Unsur cinta yang keempat adalah sikap tanggung jawab pada hubungan Shimamura dan Komako. Sikap bertanggung jawab muncul karena adanya kesadaran dari dalam diri Shimamura pada Komako. Shimamura menepati janjinya untuk datang kembali menemui Komako ke daerah salju. Hal tersebut membuktikan bahwa Shimamura memiliki kesadaran atas janji yang telah ia buat. Hal ini merupakan bentuk tanggung jawab Shimamura pada Komako. Di bawah ini adalah tabel mengenai unsur cinta pada hubungan Shimamura dan Komako, tabelnya adalah sebagai berikut: Tabel 4.1.1 Analisis Unsur Cinta Pada Hubungan Shimamura dan Komako Unsur Cinta Knowledge (Pengetahuan) Sikap Shimamura merasa nyaman pada Komako karena Komako memiliki sifat yang terus terang dan pembawaannya matang atau dewasa (Kawabata, 2010: 19). Komako menemukan bahwa Shimamura memiliki sifat yang tulus hati. Oleh sebab itu, ia mengijinkan Shimamura untuk melihat buku harian Komako (Kawabata, 2010: 82). Shimamura ingin mengantar Komako yang sangat mabuk untuk pulang (Kawabata, 2010: 34). Care (Peduli) Shimamura merasa iba pada kesedihan yang dialami Komako (Kawabata, 2010: 41-42). Shimamura khawatir Komako yang berdiri di dekat jendela yang terbuka bisa kena masuk angin (Kawabata, 2010: 43). Komako bersikap proaktif dengan giat dan cermat membersihkan kamar Shimamura dan dengan sigap memungut abu rokok Shimamura yang jatuh dan membawakan asbak (Kawabata, 2010: 63-64). 49

Respect (Hormat) Responsibility (Tanggung Jawab) Sikap hormat Komako melepaskan kepulangan Shimamura ke Tokyo walaupun ia merasa berat melepaskan kepulangan Shimamura tersebut (Kawabata, 2010: 76). Shimamura memenuhi janjinya untuk menemui Komako (Kawabata, 2010: 89). tabel jenis cinta di atas, unsur cinta yang paling menonjol pada hubungan Shimamura dan Komako adalah unsur cinta peduli karena di dalam novel tersebut paling banyak terdapat sikap yang menunjukkan unsur cinta peduli. Dalam tiga jenis cinta yaitu cinta persahabatan, cinta gairah, dan cinta kebersamaan, hubungan antara Shimamura dan Komako memenuhi ketiga jenis cinta, seperti yang telah dianalisi pada bab 3. Jenis cinta pertama yaitu cinta persahabatan pada hubungan Shimamura dan Komako. jenis cinta persahabatan adalah satu bentuk hubungan dekat yang memiliki rasa penerimaan yaitu kita menerima teman kita tanpa mencoba mengubahnya dan rasa hormat yaitu kita berpikir teman kita membuat keputusan yang baik. Hal tersebut ditunjukkan oleh perkataan-perkataan Shimamura yang mengungkapkan bahwa ia menganggap Komako sebagai sahabat. Jenis cinta kedua yaitu cinta gairah pada hubungan Shimamura dan Komako. Cinta yang romantis atau cinta gairah memiliki elemen seksual. Hal ini ditunjukkan oleh perbuatan mereka yang selalu mengandung gairah seks pada setiap pertemuan mereka. Jenis cinta ketiga yaitu cinta yang penuh afeksi atau kebersamaan pada hubungan Shimamura dan Komako. Cinta yang penuh afeksi atau cinta yang penuh kebersamaan merupakan tipe cinta yang terjadi ketika hasrat individu Komako yang yang selalu ingin bersama-sama dengan Shimamura dan melibatkan perasaan yang 50

dalam dan sayang terhadap Shimamura Di bawah ini adalah tabel mengenai jenis cinta pada hubungan Shimamura dan Komako, tabelnya adalah sebagai berikut: Tabel 4.1.2 Analisis Jenis Cinta Pada Hubungan Shimamura dan Komako Jenis Cinta Cinta Persahabatan Sikap Shimamura merasakan hubungan dengan Komako hanya sebuah hubungan persahabatan karena menganggap Komako seorang amatir (Kawabata, 2010: 19). Shimamura sudah mempunyai istri dan tidak mau hubungannya dengan Komako terlalu jauh, hanya mau hubungannya hanya sebuah hubungan persahabatan (Kawabata, 2010: 23). Shimamura memeluk Komako dengan erat supaya Komako tidak roboh dan menyusupkan tangannya ke dalam leher kimono Komako untuk memegang buah dada Komako (Kawabata, 2010: 33). Cinta Romantis atau Cinta Gairah Shimamura mengeluarkan bujukan untuk memegang buah dada Komako (Kawabata, 2010: 33). Komako memasrahkan dirinya kepada Shimamura (Kawabata, 2010: 33). Komako mendesakkan bibirnya dengan ganas ke arah Shimamura (Kawabata, 2010: 35). Cinta Yang Penuh Afeksi atau Cinta Kebersamaan Komako tidak menginginkan Shimamura kembali ke Tokyo karena Komako sudah merasakan cinta kebersamaan dengan Shimamura (Kawabata, 2010: 89-90). Berdasarkan tabel jenis cinta di atas, jenis cinta yang paling menonjol pada hubungan Shimamura dan Komako adalah jenis cinta romantis atau gairah karena di 51

dalam novel tersebut paling banyak terdapat sikap yang menunjukkan jenis cinta romantis atau gairah. Dengan melihat kedua tabel di atas, dapat dilihat bahwa pada hubungan tokoh Shimamura dan Komako memiliki keempat unsur cinta dan ketiga jenis cinta seperti yang telah dianalisis di bab 3. 4.2 Saran Menurut penulis, cerita yang disampaikan dalam novel Yukiguni karya Kawabata Yasunari tersebut sangat menarik karena menampilkan kisah hubungan percintaan antara dua tokoh utama tersebut untuk kita ketahui sebagai pembelajaran pada kehidupan sehari-hari kita. Oleh karena itu, penulis menyarankan untuk penelitian selanjutnya adalah untuk meneliti konsep cinta dalam novel Yukiguni menggunakan teori cinta yang dikemukakan oleh Robert J. Sternberg. Saran lainnya adalah untuk meneliti konsep cinta yang terdapat dalam novel atau drama Jepang yang lain. 52