Bab 4 Simpulan dan Saran 4.1 Simpulan Melalui analisis yang telah dilakukan oleh penulis, maka dapat dipahami bahwa di dalam novel Yukiguni karya Kawabata Yasunari, terlihat adanya konsep cinta yang terjadi pada dua tokoh utama yaitu Shimamura dan Komako dari segi unsur cinta dan jenis cinta. Dalam empat unsur cinta yaitu pengetahuan, peduli, hormat, dan tanggung jawab, hubungan antara Shimamura dan Komako memenuhi keempat unsur cinta, seperti yang telah dianalisis pada bab 3. Unsur cinta yang pertama yaitu sikap pengetahuan pada hubungan Shimamura dan Komako. Komunikasi yang sering terjadi antara Komako dan Shimamura, pada akhirnya memberikan pengetahuan yang jauh lebih dalam mengenai pribadi antar individu. Setelah pengetahuan diperoleh, mereka mulai merasakan adanya ketertarikan diantara mereka. Dari hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengetahuan merupakan titik awal dari perasaaan cinta yang mereka miliki. Unsur cinta yang kedua adalah sikap peduli pada hubungan Shimamura dan Komako. Sikap kepedulian mereka mulai muncul setelah mereka mulai memiliki pengetahuan antar pribadi dan hubungan yang lebih dekat. Sikap-sikap tersebut telah ditunjukkan oleh Komako maupun Shimamura. Unsur cinta yang ketiga adalah sikap hormat pada hubungan Shimamura dan Komako. Rasa hormat ini ditunjukkan Komako dengan cara tidak berbuat sekehendak hati kepada Shimamura. Komako tidak memaksakan kehendaknya untuk meminta Shimamura tetap tinggal bersamanya di daerah salju. 48
Unsur cinta yang keempat adalah sikap tanggung jawab pada hubungan Shimamura dan Komako. Sikap bertanggung jawab muncul karena adanya kesadaran dari dalam diri Shimamura pada Komako. Shimamura menepati janjinya untuk datang kembali menemui Komako ke daerah salju. Hal tersebut membuktikan bahwa Shimamura memiliki kesadaran atas janji yang telah ia buat. Hal ini merupakan bentuk tanggung jawab Shimamura pada Komako. Di bawah ini adalah tabel mengenai unsur cinta pada hubungan Shimamura dan Komako, tabelnya adalah sebagai berikut: Tabel 4.1.1 Analisis Unsur Cinta Pada Hubungan Shimamura dan Komako Unsur Cinta Knowledge (Pengetahuan) Sikap Shimamura merasa nyaman pada Komako karena Komako memiliki sifat yang terus terang dan pembawaannya matang atau dewasa (Kawabata, 2010: 19). Komako menemukan bahwa Shimamura memiliki sifat yang tulus hati. Oleh sebab itu, ia mengijinkan Shimamura untuk melihat buku harian Komako (Kawabata, 2010: 82). Shimamura ingin mengantar Komako yang sangat mabuk untuk pulang (Kawabata, 2010: 34). Care (Peduli) Shimamura merasa iba pada kesedihan yang dialami Komako (Kawabata, 2010: 41-42). Shimamura khawatir Komako yang berdiri di dekat jendela yang terbuka bisa kena masuk angin (Kawabata, 2010: 43). Komako bersikap proaktif dengan giat dan cermat membersihkan kamar Shimamura dan dengan sigap memungut abu rokok Shimamura yang jatuh dan membawakan asbak (Kawabata, 2010: 63-64). 49
Respect (Hormat) Responsibility (Tanggung Jawab) Sikap hormat Komako melepaskan kepulangan Shimamura ke Tokyo walaupun ia merasa berat melepaskan kepulangan Shimamura tersebut (Kawabata, 2010: 76). Shimamura memenuhi janjinya untuk menemui Komako (Kawabata, 2010: 89). tabel jenis cinta di atas, unsur cinta yang paling menonjol pada hubungan Shimamura dan Komako adalah unsur cinta peduli karena di dalam novel tersebut paling banyak terdapat sikap yang menunjukkan unsur cinta peduli. Dalam tiga jenis cinta yaitu cinta persahabatan, cinta gairah, dan cinta kebersamaan, hubungan antara Shimamura dan Komako memenuhi ketiga jenis cinta, seperti yang telah dianalisi pada bab 3. Jenis cinta pertama yaitu cinta persahabatan pada hubungan Shimamura dan Komako. jenis cinta persahabatan adalah satu bentuk hubungan dekat yang memiliki rasa penerimaan yaitu kita menerima teman kita tanpa mencoba mengubahnya dan rasa hormat yaitu kita berpikir teman kita membuat keputusan yang baik. Hal tersebut ditunjukkan oleh perkataan-perkataan Shimamura yang mengungkapkan bahwa ia menganggap Komako sebagai sahabat. Jenis cinta kedua yaitu cinta gairah pada hubungan Shimamura dan Komako. Cinta yang romantis atau cinta gairah memiliki elemen seksual. Hal ini ditunjukkan oleh perbuatan mereka yang selalu mengandung gairah seks pada setiap pertemuan mereka. Jenis cinta ketiga yaitu cinta yang penuh afeksi atau kebersamaan pada hubungan Shimamura dan Komako. Cinta yang penuh afeksi atau cinta yang penuh kebersamaan merupakan tipe cinta yang terjadi ketika hasrat individu Komako yang yang selalu ingin bersama-sama dengan Shimamura dan melibatkan perasaan yang 50
dalam dan sayang terhadap Shimamura Di bawah ini adalah tabel mengenai jenis cinta pada hubungan Shimamura dan Komako, tabelnya adalah sebagai berikut: Tabel 4.1.2 Analisis Jenis Cinta Pada Hubungan Shimamura dan Komako Jenis Cinta Cinta Persahabatan Sikap Shimamura merasakan hubungan dengan Komako hanya sebuah hubungan persahabatan karena menganggap Komako seorang amatir (Kawabata, 2010: 19). Shimamura sudah mempunyai istri dan tidak mau hubungannya dengan Komako terlalu jauh, hanya mau hubungannya hanya sebuah hubungan persahabatan (Kawabata, 2010: 23). Shimamura memeluk Komako dengan erat supaya Komako tidak roboh dan menyusupkan tangannya ke dalam leher kimono Komako untuk memegang buah dada Komako (Kawabata, 2010: 33). Cinta Romantis atau Cinta Gairah Shimamura mengeluarkan bujukan untuk memegang buah dada Komako (Kawabata, 2010: 33). Komako memasrahkan dirinya kepada Shimamura (Kawabata, 2010: 33). Komako mendesakkan bibirnya dengan ganas ke arah Shimamura (Kawabata, 2010: 35). Cinta Yang Penuh Afeksi atau Cinta Kebersamaan Komako tidak menginginkan Shimamura kembali ke Tokyo karena Komako sudah merasakan cinta kebersamaan dengan Shimamura (Kawabata, 2010: 89-90). Berdasarkan tabel jenis cinta di atas, jenis cinta yang paling menonjol pada hubungan Shimamura dan Komako adalah jenis cinta romantis atau gairah karena di 51
dalam novel tersebut paling banyak terdapat sikap yang menunjukkan jenis cinta romantis atau gairah. Dengan melihat kedua tabel di atas, dapat dilihat bahwa pada hubungan tokoh Shimamura dan Komako memiliki keempat unsur cinta dan ketiga jenis cinta seperti yang telah dianalisis di bab 3. 4.2 Saran Menurut penulis, cerita yang disampaikan dalam novel Yukiguni karya Kawabata Yasunari tersebut sangat menarik karena menampilkan kisah hubungan percintaan antara dua tokoh utama tersebut untuk kita ketahui sebagai pembelajaran pada kehidupan sehari-hari kita. Oleh karena itu, penulis menyarankan untuk penelitian selanjutnya adalah untuk meneliti konsep cinta dalam novel Yukiguni menggunakan teori cinta yang dikemukakan oleh Robert J. Sternberg. Saran lainnya adalah untuk meneliti konsep cinta yang terdapat dalam novel atau drama Jepang yang lain. 52