Nomor : PETUNJUK PENGISIAN
|
|
|
- Ratna Lesmono
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Nomor : PETUNJUK PENGISIAN 1. Bacalah pernyataan-pernyataan pada lembar berikut, kemudian jawablah dengan sungguh-sungguh sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. 2. Jawablah semua nomor dan usahakan jangan ada yang terlewatkan. 3. Tidak ada jawaban yang dianggap salah, semua jawaban adalah benar jika diisi dengan jujur sesuai dengan keadaan saat ini. 4. Pilih salah satu dari empat jawaban yang ada dan yang paling sesuai dengan memberi tanda silang (X). SS : Jika anda Sangat Setuju dengan pernyataan yang ada. S : Jika anda Setuju dengan pernyataan yang ada. TS : Jika anda Tidak Setuju dengan pernyataan yang ada. STS : Jika anda Sangat Tidak Setuju dengan pernyataan yang ada. 5. Periksalah kembali semua pernyataan tersebut dan pastikan telah diberi tanda (X) semua. 6. Jika Anda merasa bahwa jawaban yang Anda berikan salah dan Anda ingin mengganti dengan jawaban yang lain, maka Anda dapat langsung mencoret dengan memberikan tanda dua garis horisontal (=) pada pilihan jawaban yang salah dan memberikan tanda silang (X) pada pilihan Anda yang benar atau yang baru. Contoh : SS S TS STS SS S TS STS #### Selamat Mengerjakan ####
2 ITEM PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH A. Bersentuhan (pegangan tangan dan berpelukan) 1. Memeluk erat pacar merupakan ungkapan kasih sayang saya kepada pacar Saya merangkul pacar untuk menciptakan kedekatan emosi Di depan orang-orang, saya berpegangan tangan dengan pacar Pengungkapan kerinduan pada sang pacar hanya saya tunjukkan dengan bercanda Selama berpacaran saya menghindari saling membelai bagian tertentu dari tubuh pacar Saya hanya bercerita dari hati ke hati saat berpacaran. 18 B. Berciuman (pipi, bibir, leher) 1. Kemesraan selama berpacaran ingin saya pelihara dengan ciuman di pipi Ciuman dari pacar saya balas sebagai bukti bahwa saya juga menyukai dan mencintai dia Saya merasakan kegairahan ketika pacar mencium bibir saya Saya enggan berciuman selama berpacaran Saya hanya mencium pacar di keningnya saja, itupun waktu pacar berulang tahun Bertemu dan bergurau saja sudah cukup menggembirakan saat berpacaran. 20 C. Bercumbu (menggesek-gesekkan bagian tubuh yang sensitif) 1. Saya menikmati saat-saat bagian tubuh sensitif saya bersentuhan dengan tubuh pacar. 5
3 2. Saya merasakan sensasi ketika pacar meraba bagian tubuh saya yang sensitif Saat ada kesempatan saya menyuruh pacar memegang kemaluan saya Saya takut melakukan percumbuan dengan pacar Bentuk ekspresi kasih sayang sewaktu masa pacaran saya perlihatkan dengan saling bertukar hadiah pada hari-hari yang menurut kami istimewa Saya menghindari bersentuhan tubuh dengan pacar. 22 D. Berhubungan seksual yaitu masuknya penis ke dalam vagina 1. Saya melakukan ML dengan pacar untuk menambah rasa cinta yang mendalam Saat mendapat pacar baru, saya mengajaknya berhubungan intim Saya tidak menolak ketika pacar saya mengajak berhubungan seksual layaknya suami-istri Saya menjaga keperjakaan / keperawanan saya hingga menikah Saat berpacaran, saya tidak melakukan ML karena dosa Saya mau melakukan hubungan intim jika sudah resmi menikah. 24
4 ITEM SIKAP TERHADAP MASALAH KESEHATAN REPRODUKSI A. Kepercayaan terhadap hal-hal yang berhubungan dengan masalah hubungan seks pranikah dengan segala akibatnya, kehamilan di luar nikah atau kehamilan yang tidak diinginkan, kawin muda, anak-anak lahir di luar nikah, aborsi, penyakit menular seksual (PMS) termasuk human immunodeficiency virus infection dan acquired immunodeficiency syndrome (HIV/AIDS). 1. Menurut saya pengguguran kandungan merupakan alternatif pemecahan masalah jika belum siap untuk menikah Menurut saya kehamilan di luar nikah tidak perlu dihindari oleh mahasiswa karena sudah dewasa Menurut saya kawin muda boleh saja dilakukan oleh mahasiswa meskipun belum memperoleh pekerjaan Menurut saya anak yang lahir di luar nikah merupakan anak yang haram Menurut saya hubungan seks pranikah merupakan tindakan yang melanggar ajaran agama Menurut saya penyakit menular seksual termasuk penyakit yang membahayakan. 14 B. Perasaan terhadap hal-hal yang berhubungan dengan masalah hubungan seks pranikah dengan segala akibatnya, kehamilan di luar nikah atau kehamilan yang tidak diinginkan, kawin muda, anak-anak lahir di luar nikah, aborsi, penyakit menular seksual (PMS) termasuk human immunodeficiency virus infection dan acquired immunodeficiency syndrome (HIV/AIDS). 1. Hubungan seks pranikah merupakan kenikmatan untuk dilakukan Penyakit menular seksual dirasakan oleh mahasiswa sebagai hal yang tidak perlu ditakuti. 9
5 3. Mahasiswa tidak perlu merasa malu untuk kawin muda Penyakit menular seksual termasuk penyakit yang memalukan Aborsi jika dilakukan akan menimbulkan rasa berdosa yang susah dihilangkan Kehamilan di luar nikah merupakan aib yang memalukan bagi pelaku maupun keluarganya. 16 C. Kecenderungan perilaku terhadap hal-hal yang berhubungan dengan masalah hubungan seks pranikah dengan segala akibatnya, kehamilan di luar nikah atau kehamilan yang tidak diinginkan, kawin muda, anak-anak lahir di luar nikah, aborsi, penyakit menular seksual (PMS) termasuk human immunodeficiency virus infection dan acquired immunodeficiency syndrome (HIV/AIDS). 1. Jika saya dihadapkan pada masalah kehamilan di luar nikah, saya akan melakukan aborsi Jika pacar saya mau diajak untuk berhubungan seksual, saya akan melakukannya Saya akan melangsungkan kawin muda agar pacar saya tidak direbut orang lain Saya tidak berpacaran di dalam kamar karena dapat mengarahkan pada hubungan seks Saya enggan berganti-ganti pasangan dalam berhubungan seks karena beresiko terkena penyakit menular seksual Jika saya akan melakukan hubungan seks pranikah dengan pacar, saya akan menggunakan kondom agar tidak terjadi kehamilan di luar nikah. 18
6 SKALA 2 Pilih salah satu dari empat jawaban yang ada dan yang paling sesuai dengan memberi tanda silang (X). SS : Jika anda SANGAT SETUJU dengan pernyataan yang ada. S : Jika anda SETUJU dengan pernyataan yang ada. TS : Jika anda TIDAK SETUJU dengan pernyataan yang ada. STS : Jika anda SANGAT TIDAK SETUJU dengan pernyataan yang ada. NO PERNYATAAN SS S TS STS 1 Menurut saya pengguguran kandungan merupakan alternatif pemecahan masalah jika belum siap untuk menikah. 2 Menurut saya anak yang lahir di luar nikah merupakan anak yang haram. 3 Hubungan seks pranikah merupakan kenikmatan untuk dilakukan. 4 Penyakit menular seksual termasuk penyakit yang memalukan. 5 Jika saya dihadapkan pada masalah kehamilan di luar nikah, saya akan melakukan aborsi. 6 Saya tidak berpacaran di dalam kamar karena dapat mengarahkan pada hubungan seks. 7 Menurut saya kehamilan di luar nikah tidak perlu dihindari oleh mahasiswa karena sudah dewasa. 8 Menurut saya hubungan seks pranikah merupakan tindakan yang melanggar ajaran agama. 9 Penyakit menular seksual dirasakan oleh mahasiswa sebagai hal yang tidak perlu ditakuti. 10 Aborsi jika dilakukan akan menimbulkan rasa berdosa yang susah dihilangkan. 11 Jika pacar saya mau diajak untuk berhubungan seksual, saya akan melakukannya. 12 Saya enggan berganti-ganti pasangan dalam berhubungan seks karena beresiko terkena penyakit menular seksual. 13 Menurut saya kawin muda boleh saja dilakukan oleh mahasiswa meskipun belum memperoleh pekerjaan. 14 Menurut saya penyakit menular seksual termasuk penyakit yang membahayakan. 15 Mahasiswa tidak perlu merasa malu untuk kawin muda. 16 Kehamilan di luar nikah merupakan aib yang memalukan bagi pelaku maupun keluarganya. 17 Saya akan melangsungkan kawin muda agar pacar saya tidak direbut orang lain. 18 Jika saya akan melakukan hubungan seks pranikah dengan pacar, saya akan menggunakan kondom agar tidak terjadi kehamilan di luar nikah. THANK YOU
7 SKALA 1 Pilih salah satu dari empat jawaban yang ada dan yang paling sesuai dengan memberi tanda silang (X). SS : Jika keadaan anda Sangat Sesuai dengan pernyataan yang ada. S : Jika keadaan anda Sesuai dengan pernyataan yang ada. TS : Jika keadaan anda Tidak Sesuai dengan pernyataan yang ada. STS : Jika keadaan anda Sangat Tidak Sesuai dengan pernyataan yang ada. NO PERNYATAAN SS S TS STS 1 Memeluk erat pacar merupakan ungkapan kasih sayang saya kepada pacar. 2 Pengungkapan kerinduan pada sang pacar hanya saya tunjukkan dengan bercanda. 3 Kemesraan selama berpacaran ingin saya pelihara dengan ciuman di pipi. 4 Saya enggan berciuman selama berpacaran. 5 Saya menikmati saat-saat bagian tubuh sensitif saya bersentuhan dengan tubuh pacar. 6 Saya takut melakukan percumbuan dengan pacar. 7 Saya melakukan ML dengan pacar untuk menambah rasa cinta yang mendalam. 8 Saya menjaga keperjakaan / keperawanan saya hingga menikah. 9 Saya merangkul pacar untuk menciptakan kedekatan emosi. 10 Selama berpacaran saya menghindari saling membelai bagian tertentu dari tubuh pacar. 11 Ciuman dari pacar saya balas sebagai bukti bahwa saya juga menyukai dan mencintai dia. 12 Saya hanya mencium pacar di keningnya saja, itupun waktu pacar berulang tahun. 13 Saya merasakan sensasi ketika pacar meraba bagian tubuh saya yang sensitif. 14 Bentuk ekspresi kasih sayang sewaktu masa pacaran saya perlihatkan dengan saling bertukar hadiah pada hari-hari yang menurut kami istimewa. 15 Saat mendapat pacar baru, saya mengajaknya berhubungan intim. 16 Saat berpacaran, saya tidak melakukan ML karena dosa. 17 Di depan orang-orang, saya berpegangan tangan dengan pacar. 18 Saya hanya bercerita dari hati ke hati saat berpacaran. 19 Saya merasakan kegairahan ketika pacar mencium bibir saya. BUKA HALAMAN BERIKUTNYA
8 NO PERNYATAAN SS S TS STS 20 Bertemu dan bergurau saja sudah cukup menggembirakan saat berpacaran. 21 Saat ada kesempatan saya menyuruh pacar memegang kemaluan saya. 22 Saya menghindari bersentuhan tubuh dengan pacar. 23 Saya tidak menolak ketika pacar saya mengajak berhubungan seksual layaknya suami-istri. 24 Saya mau melakukan hubungan intim jika sudah resmi menikah. THANK YOU
Perpustakaan Unika LAMPIRAN
LAMPIRAN A. SKALA PENELITIAN A-1. Skala Perilaku Seksual Pranikah Remaja Putri A-1. Skala Peran Ayah dalam Pendidikan Seksualitas A-1. Skala Perilaku Seksual Pranikah Remaja Putri No : Petunjuk Pengisian
#### Selamat Mengerjakan ####
Apakah Anda Mahasiswi? Ya / Bukan (Lingkari Salah Satu) Apakah Anda tinggal di rumah kos / kontrak di sekitar Unika Semarang? Ya / Tidak (Lingkari Salah Satu) Apakah saat ini Anda memiliki pacar? Ya /
LAMPIRAN A ALAT UKUR PENELITIAN A-1 SKALA PERILAKU PROSOSIAL A-2 SKALA POLA ASUH DEMOKRATIS
LAMPIRAN A ALAT UKUR PENELITIAN A-1 SKALA PERILAKU PROSOSIAL A- SKALA POLA ASUH DEMOKRATIS 55 56 IDENTITAS DIRI No Urut : Nama atau Inisial : Tanggal Pengisian : PETUNJUK PENGISIAN SKALA Dalam skala ini
Tanggal : Pendidikan : Usia : Tinggal dengan Ortu : Jenis Kelamin : Mempunyai Pacar : Ya / Tidak * PETUNJUK PENGISIAN SKALA
Tanggal : Pendidikan : Usia : Tinggal dengan Ortu : Jenis Kelamin : Mempunyai Pacar : Ya / Tidak * Mengikuti Pendidian Seksualitas : Ya / Tidak * *) Coret yang tidak perlu PETUNJUK PENGISIAN SKALA 1. Bacalah
LAMPIRAN A SKALA UJI COBA A-1. PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH
57 LAMPIRAN A SKALA UJI COBA A-1. PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH REMAJA AKHIR A-2. KEDEWASAAN 58 A-1. PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH REMAJA AKHIR 59 NO PERNYATAAN SS S TS STS 1. Saya senang membaca majalah dan komik
- SELAMAT MENGERJAKAN -
Identitas subyek Usia : Angkatan : Jenis kelamin : PEDOMAN PENGISIAN 1. Isilah identitas di sudut kiri atas dengan jelas. 2. Bacalah dahulu Petunjuk Pengisian pada masing-masing bagian dengan cermat. 3.
Nomor : (tidak perlu diisi) Universitas : Fakultas : Semester : Apakah Anda terdaftar sebagai mahasiswa aktif? PETUNJUK PENGISIAN SKALA I
Nomor : (tidak perlu diisi) Universitas : Fakultas : Semester : Apakah Anda terdaftar sebagai mahasiswa aktif? (Ya/ Bukan) PETUNJUK PENGISIAN SKALA I 1. Bacalah pernyataan-pernyataan pada lembar berikut,
KUESIONER GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG PERILAKU SEKSUAL DI SMK PENCAWAN MEDAN TAHUN 2014
KUESIONER GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG PERILAKU SEKSUAL DI SMK PENCAWAN MEDAN TAHUN 2014 I. Identitas Responden No.Responden : Jenis kelamin : Umur : Alamat rumah : Uang saku/bulan : II.
Lampiran 1 Nama Lengkap : Jenis Kelamin : P / L (coret yang tidak perlu ) Umur :
Lampiran 1 Nama Lengkap : Jenis Kelamin : P / L (coret yang tidak perlu ) Umur : Petunjuk mengerjakan Di dalam skala ini terdapat 55 buah pernyataan. Pada tiap pernyataan di sediakan 4 buah pilihan jawaban.
BAB I PENDAHULUAN. A.Latar Belakang. Remaja adalah mereka yang berusia diantara tahun dan merupakan
1 BAB I PENDAHULUAN A.Latar Belakang Remaja adalah mereka yang berusia diantara 10-24 tahun dan merupakan salah satu kelompok populasi terbesar yang apabila dihitung jumlahnya berkisar 30% dari jumlah
BAB 1 PENDAHULUAN. manusia yang didalamnya penuh dengan dinamika. Dinamika kehidupan remaja ini
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masa remaja merupakan suatu masa yang menjadi bagian dari kehidupan manusia yang didalamnya penuh dengan dinamika. Dinamika kehidupan remaja ini akan sangat berpengaruh
PERNYATAAN UNTUK MENGUKUR PENGETAHUAN REMAJA TENTANG SEKS BEBAS
PERNYATAAN UNTUK MENGUKUR PENGETAHUAN REMAJA TENTANG SEKS BEBAS Petunujuk pengisian : 1. Bacalah pertanyaan soal dengan seksama 2. Jika pertanyaan dianggap benar maka beri tanda ceklist ( ) pada kolom
KUESIONER PENELITIAN FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS INDONESIA
KUESIONER PENELITIAN FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS INDONESIA HUBUNGAN ANTARA PENGARUH FAKTOR LINGKUNGAN TERHADAP PERILAKU PACARAN PADA REMAJA DI SMA PATRIOT BEKASI TAHUN 2008 (SANGAT RAHASIA)
Nomer : Jenis Kelamin : Semester : PETUNJUK PENGISIAN
Nomer : Jenis Kelamin : Semester : PETUNJUK PENGISIAN 1. Bacalah pernyataan-pernyataan pada lembar berikut, kemudian jawablah dengan sungguh-sungguh sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. 2. Jawablah semua
8. Sebutkan permasalahan apa saja yang biasa muncul dalam kehidupan perkawinan Anda?...
Identitas diri: 1. Jenis kelamin : Pria / Perempuan 2. Status pernikahan : Menikah / Tidak Menikah 3. Apakah saat ini Anda bercerai? : Ya / Tidak 4. Apakah Anda sudah menjalani pernikahan 1-5 tahun? :
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Analisis Deskriptif Penelitian ini dilakukan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta pada bulan Desember 2016. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh
BAB I PENDAHULUAN. Remaja kota besar khususnya Jakarta semakin berani melakukan hubungan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Remaja kota besar khususnya Jakarta semakin berani melakukan hubungan seksual pranikah. Hal ini terbukti berdasarkan hasil survey yang dilakukan Bali Post
SKALA SIKAP TERHADAP PELECEHAN SEKSUAL
SKALA SIKAP TERHADAP PELECEHAN SEKSUAL A. Outcomes of the behavior terhadap jenis-jenis perilaku seperti rabaan, cubitan, tindakan intimidasi atau yang memalukan (kerlingan, siulan, tindakan tidak senonoh),
BAB 1 PENDAHULUAN. ketertarikan mereka terhadap makna dari seks (Hurlock, 1997). media cetak maupun elektronik yang berbau porno (Dianawati, 2006).
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Seksualitas merupakan topik yang sangat menarik bagi remaja. Hal tersebut dikarenakan remaja mengalami perubahan-perubahan hormonal seksual di dalam diri mereka
LEMBARAN KUESIONER PENELITIAN
LEMBARAN KUESIONER PENELITIAN A. Kuisioner Data Demografi Responden 1. Usia : Tahun 2. Jenis Kelamin : ( ) Laki laki ( ) Perempuan 3. Agama : ( ) Islam ( ) Budha ( ) Kristen Protestan ( ) Hindu ( ) Katolik
PERNYATAAN KESEDIAAN MENJADI RESPONDEN (INFORMED CONSENT) Pada penelitian: KUESIONER PENELITIAN
Lampiran 1 PERNYATAAN KESEDIAAN MENJADI RESPONDEN (INFORMED CONSENT) Pada penelitian: KUESIONER PENELITIAN PERBANDINGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI DI MAN MEULABOH-1 DAN SMAN
LAMPIRAN I. ANGKET PENALARAN MORAL Usia : Jenis Kelamin :
LAMPIRAN I ANGKET PENALARAN MORAL Usia : Jenis Kelamin : Petunjuk : a. Bacalah setiap cerita dibawah ini dengan seksama, kemudian jawablah pertanyaan pada setiap akhir cerita dengan cara memilih salah
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Pada perkembangan zaman saat ini, perilaku berciuman ikut dalam
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pada perkembangan zaman saat ini, perilaku berciuman ikut dalam mempengaruhi perilaku seksual berpacaran pada remaja. Hal ini tentu dapat dilihat bahwa hal-hal
HUBUNGAN ANTARA PENALARAN MORAL DAN GAYA PACARAN DENGAN KECENDERUNGAN MEMBELI KONDOM PADA REMAJA SKRIPSI
HUBUNGAN ANTARA PENALARAN MORAL DAN GAYA PACARAN DENGAN KECENDERUNGAN MEMBELI KONDOM PADA REMAJA SKRIPSI Untuk memenuhi sebagian persyaratan dalam mencapai derajat S-1 Diajukan oleh : Rita Sugiharto Putri
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masa remaja merupakan masa transisi dari anak menuju dewasa, dimana masa perkembangan ini berlangsung cukup singkat dari rentang usia 13 18 tahun. Pada masa ini remaja
SKRIPSI. Proposal skripsi. Skripsi ini Disusun untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Ijazah S-1 Kesehatan Masyarakat
SKRIPSI HUBUNGAN SUMBER INFORMASI DAN PENGETAHUAN TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI DENGAN PERILAKU SEKS BEBAS PADA REMAJA DI SMP MUHAMMADIYAH 7 SURAKARTA TAHUN 2011 Proposal skripsi Skripsi ini Disusun untuk
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perilaku seks dapat diartikan sebagai suatu perbuatan untuk menyatakan cinta dan menyatukan kehidupan secara intim. Sebagai manusia yang beragama, berbudaya, beradab
LAMPIRAN A- SKALA PENELITIAN
LAMPIRAN 64 LAMPIRAN A- SKALA PENELITIAN 65 A-1 SKALA KONSEP DIRI 66 Jenis Kelamin : Laki laki / Perempuan *) Kelas : Status : pernah / masih memiliki pacar *) PETUNJUK PENGISIAN ANGKET Dibawah ini ada
Nomer : Jenis Kelamin : Kuliah di : Usia : Asal daerah : Tempat tinggal di Semarang : PETUNJUK PENGISIAN
Nomer : Jenis Kelamin : Kuliah di : Usia : Asal daerah : Tempat tinggal di Semarang : PETUNJUK PENGISIAN 1. Bacalah pernyataan-pernyataan pada lembar berikut, kemudian jawablah dengan sungguh-sungguh sesuai
BAB V HASIL PENELITIAN
BAB V HASIL PENELITIAN Hasil penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara asertivitas dengan perilaku seksual pranikah dengan menggunakan teknik analisis korelasi Product Moment. Sebelum melakukan
HUBUNGAN ANTARA PERILAKU ASERTIF DENGAN PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA REMAJA PUTRI. Skripsi
HUBUNGAN ANTARA PERILAKU ASERTIF DENGAN PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA REMAJA PUTRI Skripsi Untuk memenuhi sebagian persyaratan dalam mencapai derajat Sarjana S-1 Diajukan oleh : Putri Nurul Falah F 100
Lampiran 1 Kuesioner Gambaran Keterpaparan Pornografi dan Perilaku Seksual Siswa di SMA Al Azhar Medan Tahun 2010
Lampiran 1 Kuesioner Gambaran Keterpaparan Pornografi dan Perilaku Seksual Siswa di SMA Al Azhar Medan Tahun 2010 Petunjuk : Pilihlah jawaban yang sesuai dengan jawaban anda yang sebenarbenarnya dengan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Masa remaja dikatakan masa yang paling menyenangkan dan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Masa remaja dikatakan masa yang paling menyenangkan dan berkesan.masa remaja terjadi setelah masa kanak-kanak dan sebelum masa dewasa (DeBrum dalam Jahja, 2011).
FORMULIR PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN
FORMULIR PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN Pengetahuan, Sikap dan Informasi yang diterima remaja terhadap perilaku seks bebas di SMU Budi Satrya Bandar Selamat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Pengertian seksual secara umum adalah sesuatu yang berkaitan dengan alat
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Seksual pra nikah 2.1.1. Pengertian Pengertian seksual secara umum adalah sesuatu yang berkaitan dengan alat kelamin atau hal-hal yang berhubungan dengan perkara hubungan intim
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. terjadinya peningkatan minat dan motivasi terhadap seksualitas. Hal ini dapat
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Salah satu fenomena kehidupan remaja yang sangat menonjol adalah terjadinya peningkatan minat dan motivasi terhadap seksualitas. Hal ini dapat terjadi, karena
No :.. II. Sumber Informasi. Universitas Sumatera Utara
LEMBAR KUESIONER PENELITIAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG PUTRI SEKS PRANIKAH DI SMK BISNIS MANAJEMEN PERSATUAN AMAL BAKTI III KECAMATAN MEDAN ESTATE TAHUN 2010 No :.. I. Karakteristik Responden
LAMPIRAN A. Data Kasar A-1 DATA KASAR SIKAP TERHADAP KEKERASAN DALAM PACARAN A-2 DATA KASAR STEREOTIP GENDER
LAMPIRAN A Data Kasar A-1 DATA KASAR SIKAP TERHADAP KEKERASAN DALAM PACARAN A-2 DATA KASAR STEREOTIP GENDER LAMPIRAN A-1 Data Kasar SIKAP TERHADAP KEKERASAN DALAM PACARAN LAMPIRAN A-2 Data Kasar STEREOTIP
BAB 1 : PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak ke masa dewasa yang
BAB 1 : PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak ke masa dewasa yang berada pada masa yang potensial, baik dilihat dari segi kognitif, emosi maupun fisik. Berdasarkan
BAB 1 PENDAHULUAN. Statistik (BPS) Republik Indonesia melaporkan bahwa Indonesia memiliki
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Permasalahan Berdasarkan sensus penduduk terbaru yang dilaksanakan pada tahun 2010, Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia melaporkan bahwa Indonesia memiliki
LAMPIRAN A. Skala Penelitian A-1 SKALA PENELITIAN PERILAKU SEKSUAL REMAJA A-2 SKALA PENELITIAN KONFORMITAS TEMAN SEBAYA
LAMPIRAN 50 LAMPIRAN A Skala Penelitian A-1 SKALA PENELITIAN PERILAKU SEKSUAL REMAJA A-2 SKALA PENELITIAN KONFORMITAS TEMAN SEBAYA 51 LAMPIRAN A-1 Skala Penelitian PERILAKU SEKSUAL REMAJA 52 No Jenis Kelamin
BAB I PENDAHULUAN. Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa dimana pada masa ini akan terjadi perubahan fisik, mental, dan psikososial yang cepat
Kata Pengantar. Kuisioner ini bertujuan untuk mengumpulkan data dari para buruh pabrik X yang akan
Kata Pengantar Kuisioner ini bertujuan untuk mengumpulkan data dari para buruh pabrik X yang akan digunakan dalam menyusun tugas akhir di Fakultas Psikologi Universitas Maranatha, Bandung. Pada kuisioner
BAB I PENDAHULUAN. melalui perubahan fisik dan psikologis, dari masa kanak-kanak ke masa
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masa remaja merupakan masa peralihan yang terjadi pada remaja melalui perubahan fisik dan psikologis, dari masa kanak-kanak ke masa dewasa dimana remaja menjadi labil
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Cinta dan seksual merupakan salah satu permasalahan yang terpenting yang dialami oleh remaja saat ini. Perasaan bersalah, depresi, marah pada gadis yang mengalami
BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Dalam proses kehidupan manusia mengalami tahap-tahap perkembangan
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam proses kehidupan manusia mengalami tahap-tahap perkembangan yang akan di laluinya, dan salah satu adalah periode masa remaja. Masa remaja ini di sebut
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang .
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kata pacaran sudah sangat biasa ditelinga masyarakat luas saat ini. Bahkan dari dulu pun pacaran sudah bisa dikatakan sebagai budaya mulai remaja sampai orang dewasa.
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian
1 A. Latar Belakang Penelitian BAB I PENDAHULUAN Masa remaja dimulai sekitar usia 10 hingga 13 tahun sampai 18 hingga 22 tahun (Santrock, 2007, hlm. 20). Pada masa remaja, individu banyak mengalami perubahan
BAB I PENDAHULUAN. berbagai tantangan dan masalah karena sifatnya yang sensitif dan rawan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masa remaja ialah suatu waktu kritis seseorang dihadapkan pada berbagai tantangan dan masalah karena sifatnya yang sensitif dan rawan menyangkut moral, etika, agama,
LAMPIRAN 1 Lembar Persetujuan Riset Partisipan. Yang bertanda tangan di bawah ini :
Lampiran 127 128 LAMPIRAN 1 Lembar Persetujuan Riset Partisipan LEMBAR PERSETUJUAN UNTUK MENJADI RISET PARTISIPAN (Informed Consent) Yang bertanda tangan di bawah ini : 1. Nama : 2. Umur : 3. Jenis kelamin
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian dilakukan pada SMP X di Kabupaten Deli Serdang, Provinsi
35 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. TEMPAT DAN WAKTU PENELITIAN Penelitian dilakukan pada SMP X di Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara. Dan waktu penelitian dilakukan pada bulan November 2014
BAB I PENDAHULUAN. dengan orang lain, perubahan nilai dan kebanyakan remaja memiliki dua
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masa remaja merupakan suatu masa perubahan. Pada masa remaja terjadi perubahan yang cepat baik secara fisik maupun psikologis diantaranya peningkatan emosional, kematangan
BAB I PENDAHULUAN. Hubungan seksual merupakan kebutuhan manusia sejalan dengan tingkat pertumbuhan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Hubungan seksual merupakan kebutuhan manusia sejalan dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangan seseorang. Hubungan seksual yang dilakukan terutama bersama pasangan
satu jawaban dengan memberi tanda (X) pada jawaban yang paling sesuai dengan apa 1. Pada usia berapakah sistem reproduksi pembuahan pada manusia mulai
Nama (boleh disamarkan) : Usia : Jenis Kelamin : Jurusan : Bacalah setiap pernyataan di bawah ini dengan teliti, kemudian pilihlah salah satu jawaban dengan memberi tanda (X) pada jawaban yang paling sesuai
BAB I PENDAHULUAN. yang dapat diwujudkan dalam tingkah laku yang bermacam-macam, mulai dari
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perilaku seksual merupakan segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual baik yang dilakukan pada diri sendiri, lawan jenis maupun sesama jenis yang dapat diwujudkan
No Skala : Usia pada waktu menikah : Jenis Kelamin : Usia sekarang : Lama Perkawinan : Pernah Bercerai : Ya / Tidak Alamat : PETUNJUK PENGISIAN Pada
No Skala : Usia pada waktu menikah : Jenis Kelamin : Usia sekarang : Lama Perkawinan : Pernah Bercerai : Ya / Tidak Alamat : PETUNJUK PENGISIAN Pada skala ini ada beberapa pernyataan yang kami mohon anda
Hubungan Peran Teman Sebaya Dengan Perilaku Seksual Remaja Di Smk Bina Patria 1 Sukoharjo
Hubungan Peran Teman Sebaya Dengan Perilaku Seksual Remaja Di Smk Bina Patria 1 Sukoharjo Bebas Pada (Role Of Peers Relations With Adolescent Sexual Behavior In Smk Bina Patria 1 Sukoharjo) Abstract :
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI A. Tinjauan Pustaka 1. Pendidikan Sebaya (Peer Education) a. Definisi Pendidik Sebaya (Peer Educator) adalah remaja/mahasiswa yang secara fungsional mempunyai komitmen dan motivasi
Perpustakaan Unika LAMPIRAN
LAMPIRAN LAMPIRAN A Data Try Out A-1 DATA TRY OUT PELECEHAN SEKSUAL A-2 DATA TRY OUT STEREOTIP GENDER LAMPIRAN A-1 Data Try Out PELECEHAN SEKSUAL LAMPIRAN A-2 Data Try Out STEREOTIP GENDER LAMPIRAN B Uji
GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP, PERILAKU, DAN LINGKUNGAN SISWI SMU SANTA ANGELA TERHADAP KESEHATAN REPRODUKSI
LAMPIRAN 1 GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP, PERILAKU, DAN LINGKUNGAN SISWI SMU SANTA ANGELA TERHADAP KESEHATAN REPRODUKSI Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan lingkari pada jawaban yang paling
- Sebelum melakukan penetrasi yang dalam, yang harus diutamakan adalah kenyamanan dan kebebasan ibu hamil.
SEKS SELAMA KEHAMILAN Selain perubahan fisik, wanita yang sedang hamil biasanya memiliki perubahan kebutuhan akan perhatian dan keintiman dalam hubungan dengan pasangannya. Dari sisi emosianal, wanita
Lampiran 1 PEDOMAN WAWANCARA
99 Lampiran 1 PEDOMAN WAWANCARA I. KEY INFORMAN 1. Faktor Internal Hubungan Dalam Keluarga a) Status dalam keluarga b) Pekerjaan orangtua c) Hubungan kedekatan dengan orangtua d) Peran orangtua dirumah
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar belakang masalah. peka adalah permasalahan yang berkaitan dengan tingkat kematangan seksual
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang masalah Permasalahan remaja sekarang ini cukup kompleks. Salah satu yang paling peka adalah permasalahan yang berkaitan dengan tingkat kematangan seksual remaja. Hal
BAB I PENDAHULUAN. seks mendorong remaja untuk memenuhi kebutuhan seksnya, mereka
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masa remaja disebut masa persiapan untuk menempuh masa dewasa. Taraf perkembangan ini pada umumnya disebut masa pancaroba atau masa peralihan dari masa anak-anak
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. tersebut terjadi akibat dari kehidupan seksual remaja yang saat ini semakin bebas
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan zaman membawa masalah seks tidak lagi tabu untuk dibahas dan diperbincangkan oleh masyarakat khusunya di kalangan remaja. Hal tersebut terjadi akibat
HUBUNGAN KEINTIMAN KELUARGA DENGAN PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI D3 KEBIDANAN POLTEKKES BHAKTI MULIA
HUBUNGAN KEINTIMAN KELUARGA DENGAN PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI D3 KEBIDANAN POLTEKKES BHAKTI MULIA ABSTRACT Chusnul Chotimah Dosen Prodi D3 Kebidanan Politeknik Kebidanan Bhakti
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Remaja 1. Pengertian Remaja Remaja adalah suatu masa dimana individu berkembang dari saat pertama kali ia menunjukkan tanda-tanda seksual sekundernya sampai saat ia mencapai
BAB 1 PENDAHULUAN. remaja-remaja di Indonesia yaitu dengan berkembang pesatnya teknologi internet
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pesatnya perkembangan teknologi, ikut berkembang pula perkembangan remaja-remaja di Indonesia yaitu dengan berkembang pesatnya teknologi internet yang dengan mudah
BAB I PENDAHULUAN. seorang individu. Masa ini merupakan masa transisi dari kanak-kanak ke masa
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Remaja merupakan aset sumber daya manusia yang merupakan penerus generasi bangsa di masa mendatang. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) remaja adalah suatu fase
BAB I PENDAHULUAN. dari 33 menjadi 29 aborsi per wanita berusia tahun. Di Asia
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH Tingkat aborsi tahunan di Asia berkurang antara tahun 1995 dan 2003 dari 33 menjadi 29 aborsi per 1.000 wanita berusia 15 44 tahun. Di Asia Timur, tingkat
BAB I PENDAHULUAN. cinta, seiring dengan perkembangan dan pertumbuhan individu dewasa.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Salah satu tugas perkembangan individu dewasa adalah merasakan ketertarikan terhadap lawan jenis yang akan menimbulkan hubungan interpersonal sebagai bentuk interaksi
BAB I PENDAHULUAN. masyarakat, khususnya remaja. Berdasarkan laporan dari World Health
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pengetahuan tentang kesehatan reproduksi sangat diperlukan oleh masyarakat, khususnya remaja. Berdasarkan laporan dari World Health Organization (WHO) 2012, kelompok
Nomer : Fakultas : Usia : Agama :
Nomer : Fakultas : Usia : Agama : Dengan hormat, Disela-sela kesibukan Anda, perkenankanlah saya mohon kesediaan Anda untuk mengisi skala yang tersedia. Skala ini dibuat dalam rangka memenuhi kelengkapan
BAB 1 PENDAHULUAN. berbagai pengenalan akan hal-hal baru sebagai bekal untuk mengisi kehidupan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masa remaja adalah masa yang penuh gejolak, masa yang penuh dengan berbagai pengenalan akan hal-hal baru sebagai bekal untuk mengisi kehidupan mereka kelak. Kehidupan
I. PENDAHULUAN Latar Belakang
I. PENDAHULUAN Latar Belakang Menyadarkan para wanita tuna susila tentang bahaya HIV/AIDS itu perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan masyarakat. Hal ini penting karena para wanita tuna susila itu dapat
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dalam istilah asing yaitu adolescence yang berarti tumbuh kearah
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori 1. Remaja a. Pengertian Remaja Menurut World Health Organization (WHO) (2014) remaja atau dalam istilah asing yaitu adolescence yang berarti tumbuh kearah kematangan.
No. Responden. I. Identitas Responden a. Nama : b. Umur : c. Pendidikan : SD SMP SMA Perguruan Tinggi. d. Pekerjaan :
KUESIONER PENELITIAN FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU DETEKSI DINI KANKER SERVIKS MENGGUNAKAN METODE IVA PADA PUS DI WILAYAH PUSKESMAS KELURAHAN KEMANGGISAN KECAMATAN PALMERAH JAKARTA BARAT
LEMBAR KUESIONER PENELITIAN PERBEDAAN PENGETAHUAN DAN SIKAP SISWA TENTANG TRIAD KRR DI SMAN KECAMATAN KISARAN TAHUN 2013
LEMBAR KUESIONER PENELITIAN PERBEDAAN PENGETAHUAN DAN SIKAP SISWA TENTANG TRIAD KRR DI SMAN KECAMATAN KISARAN TAHUN 2013 I. Karakteristik Responden Nama : Usia : Jenis Kelamin : Kelas : No :.. Petunjuk
BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang
1 BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Promiskuitas merupakan aktifitas seksual yang dilakukan dengan banyak atau lebih dari satu pasangan yang telah dikenal ataupun baru dikenal. Dampak perilaku promiskuitas
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pada dasarnya pendidikan seks untuk anak dan remaja sangat perlu, peran
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pendidikan Seks Pada dasarnya pendidikan seks untuk anak dan remaja sangat perlu, peran orang tua yang sangat dituntut lebih dominan untuk memperkenalkan sesuai dengan usia dan
