SELF & LOVE AND BAB 8 IDENTITY ELATIONSHIP

dokumen-dokumen yang mirip
Perkembangan Sepanjang Hayat

BAB I PENDAHULUAN. berbeda dengan keadaan yang nyaman dalam perut ibunya. Dalam kondisi ini,

PERKEMBANGAN SOSIO-EMOSIONAL PADA MASA DEWASA AWAL

HUBUNGAN ANTAR PRIBADI

UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA

Perkembangan Sepanjang Hayat

KETERTARIKAN ANTAR PRIBADI

BAB I PENDAHULUAN. Manusia adalah makhluk sosial. Dalam sejarah manusia, belum. ditemukan seorang manusia yang dapat hidup sendiri tanpa membutuhkan

BAB I PENDAHULUAN. sosial yang disebut keluarga. Dalam keluarga yang baru terbentuk inilah

Komunikasi Antar Pribadi Pada Pasangan Romantis Pasca Perselingkuhan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. komunikasi menjadi lebih mudah untuk dilakukan. Teknologi yang semakin

BAB I LATAR BELAKANG MASALAH

BAB 1 PENDAHULUAN. sebenarnya ada dibalik semua itu, yang jelas hal hal seperti itu. remaja yang sedang berkembang.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Mahasiswa sebagai bagian dari kelompok remaja akhir terlibat dalam

BAB I PENDAHULUAN. Sebagai mahluk sosial, manusia senantiasa hidup bersama dalam sebuah

BAB I PENDAHULUAN. mempengaruhi perkembangan psikologis individu. Pengalaman-pengalaman

BAB I PENDAHULUAN. manusia pun yang dapat hidup sendiri tanpa membutuhkan kehadiran manusia lain

Terlanjur sayang? 1. Saya tidak akan menemukan orang yang lebih baik 2. Saya tidak ingin sendiri/takut kesepian

BAB I PENDAHULUAN. Masa remaja merupakan masa transisi dari masa kanak-kanak menuju masa

BAB I PENDAHULUAN. berubah dari perubahan kognitif, fisik, sosial dan identitas diri. Selain itu, terjadi pula

BAB I PENDAHULUAN. matang dari segi fisik, kognitif, sosial, dan juga psikologis. Menurut Hurlock

BAB I PENDAHULUAN. (Papalia, 2009). Menurut Undang-Undang Republik Indonesia nomor 1 pasal 1

BAB I PENDAHULUAN. tentang orang lain. Begitu pula dalam membagikan masalah yang terdapat pada

BAB II LANDASAN TEORI. Bradburn (1969 dalam Ryff, 1989) membedakan psychological

BAB I PENDAHULUAN. cinta, seiring dengan perkembangan dan pertumbuhan individu dewasa.

BAB I PENDAHULUAN. untuk kebahagiaan dirinya dan memikirkan wali untuk anaknya jika kelak

HUBUNGAN ANTAR PRIBADI

BAB I PENDAHULUAN. A. Konteks Penelitian (Latar Belakang Masalah) Perkawinan merupakan salah satu titik permulaan dari misteri

Pedologi. Penganiayaan Anak dan Kekerasan dalam Rumah Tangga. Yenny, M.Psi. Psikolog. Modul ke: Fakultas Psikologi. Program Studi Psikologi

BAB I PENDAHULUAN. tentang pernikahan menyatakan bahwa pernikahan adalah: berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. (UU RI Nomor 1 Tahun 1974 Pasal 1

BAB 2 Tinjauan Pustaka

BAB I PENDAHULUAN. saling mengasihi, saling mengenal, dan juga merupakan sebuah aktifitas sosial dimana dua

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. (UU No. 1 tahun 1974 tentang perkawinan dalam Libertus, 2008). Keputusan

BAB I PENDAHULUAN. Manusia tidak dapat hidup seorang diri karena manusia merupakan

BAB I PENDAHULUAN. Menjaga hubungan romantis dengan pasangan romantis (romantic partner) seperti

PENGANTAR. kebiasaan, visi hidup, maupun strata pendidikan. Perbedaan dan keunikan masingmasing

B A B I PENDAHULUAN. di sepanjang rentang hidup. Salah satu tahap perkembangan manusia

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Kebutuhan mencari pasangan hidup untuk melanjutkan keturunan akan

BAB I PENDAHULUAN. diberikan dibutuhkan sikap menerima apapun baik kelebihan maupun kekurangan

BAB I PENDAHULUAN. Pernikahan merupakan hal yang umumnya akan dilalui dalam kehidupan

PETUNJUK PENGISIAN. 4. Jawablah dengan jujur sesuai dengan keadaan diri Anda. Kerahasiaan jawaban Anda serta Identitas Anda akan di jamin sepenuhnya.

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian

BAB 1 PENDAHULUAN. lain. Sejak lahir, manusia sudah bergantung pada orang lain, terutama orangtua

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Permasalahan. bahkan kalau bisa untuk selama-lamanya dan bertahan dalam menjalin suatu

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. hubungan romantis. Hubungan romantis (romantic relationship) yang juga

MENGATASI KONFLIK RUMAH TANGGA (STUDI BK KELUARGA)

BAB I PENDAHULUAN. (laki-laki dan perempuan), secara alamiah mempunyai daya tarik menarik. perkawinan antara manusia yang berlaian jenis itu.

Semua manusia pernah dikecewakan dalam hubungan percintaan.

BAB I PENDAHULUAN. tanpa kehadiran orang lain. Dengan adanya kebutuhan untuk mengadakan

BAB II LANDASAN TEORI. Pada bab ini akan dibahas mengenai teori-teori yang menguraikan tahap

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Komunikasi keluarga adalah komunikasi interpersonal yang sangat penting.

BAB I PENDAHULUAN. individual yang bisa hidup sendiri tanpa menjalin hubungan apapun dengan individu

BAB I PENDAHULUAN. masa beralihnya pandangan egosentrisme menjadi sikap yang empati. Menurut Havighurst

LAMPIRAN I GUIDANCE INTERVIEW Pertanyaan-pertanyaan : I. Latar Belakang Subjek a. Latar Belakang Keluarga 1. Bagaimana anda menggambarkan sosok ayah

BAB II TINJAUAN TEORETIS

BAB I PENDAHULUAN. tugas dan sumber-sumber ekonomi (Olson and defrain, 2006).

5. KESIMPULAN, DISKUSI DAN SARAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. atau interaksi dengan orang lain, tentunya dibutuhkan kemampuan individu untuk

BAB I PENDAHULUAN. Sejak pertama kali kita dilahirkan, kita langsung digolongkan berdasarkan

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB II LANDASAN TEORI A. HARGA DIRI Menurut Coopersmith harga diri merupakan evaluasi yang dibuat oleh individu dan berkembang menjadi kebiasaan

BAB II KAJIAN TEORI. dibaca dalam media massa. Menurut Walgito, (2000) perkawinan

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. interpersonal sebagai kemampuan-kemampuan yang dimiliki seseorang dalam

BAB 1 PENDAHULUAN. Keberadaan manusia sebagai makhluk sosial tidak lepas dari hubungan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. membahas mengenai kualitas komunikasi yang dijabarkan dalam bentuk pengertian kualitas

BAB I PENDAHULUAN. Dalam hidup semua orang pasti akan mengalami kematian, terutama kematian

BAB I PENDAHULUAN. Masa dewasa awal merupakan peralihan dari masa remaja. Perkembangan sosial pada

BAB I PENDAHULUAN. Pada masa kanak-kanak, relasi dengan orangtua sangat menentukan pola attachment dan

BAB I PENDAHULUAN. dengan wanita yang bertujuan untuk membangun kehidupan rumah tangga

DAFTAR PERTANYAAN (Kuesioner) a. Isilah pertanyaan dibawah ini dengan jawaban yang sebenarnya.

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Masa remaja adalah masa transisi perkembangan antara masa kanak-kanak dan

BAB I PENDAHULUAN. istri adalah salah satu tugas perkembangan pada tahap dewasa madya, yaitu

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. biasa atau persahabatan yang terjalin dengan baik. Kecenderungan ini dialami

BAB II LANDASAN TEORI. Keintiman berasal dari bahasa latin intimus yang artinya terdalam. Erikson

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

2015 KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PEREMPUAN KORBAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA

EMOSI DAN SUASANA HATI

BAB I PENDAHULUAN. perih, mengiris dan melukai hati disebut unforgiveness. Seseorang yang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. menikmati masa remajanya dengan baik dan membahagiakan, sebab tidak jarang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. berdasarkan agama dan kepercayaan masing-masing untuk menjalani hidup bersama.

KETERAMPILAN KONSELING : KLARIFIKASI, MEMBUKA DIRI, MEMBERIKAN DORONGAN, MEMBERIKAN DUKUNGAN, PEMECAHAN MASALAH DAN MENUTUP PERCAKAPAN

KATA PENGANTAR KUESIONER. Dalam rangka memenuhi persyaratan pembuatan skripsi di Fakultas

BAB V KESIMPULAN, DISKUSI, DAN SARAN. gambaran harga diri (self esteem) remaja yang telah melakukan seks di luar nikah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Kesepian (loneliness)

BAB 1 PENDAHULUAN. terbatas berinteraksi dengan orang-orang seusia dengannya, tetapi lebih tua,

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP PERCERAIAN ORANG TUA DENGAN OPTIMISME MASA DEPAN PADA REMAJA KORBAN PERCERAIAN. Skripsi

Transkripsi:

BAB 8 SELF & IDENTITY LOVE AND ELATIONSHIP

Bambang Syech Wibowo S. (Ilmu Komunikasi - 2015041037) ANGGOTA KELOMPOK Resty Kartika (Ilmu Komunikasi 2015041003) Azzhara Owena Livia (Psikologi 2016031008)

POKOK PEMBAHASAN Pembentukan Hubungan Ketertarikan Pertemanan Percintaan Sisi Gelap Dalam Menjalin Hubungan Tertutup

KETERTARIKAN FISIK KEAKRABAN DAN KESAMAAN PEMBENTUKAN HUBUNGAN KETERTARIKAN SIFAT PRIBADI

KEAKRABAN DAN KESAMAAN MENGAPA KESAMAAN? CONSENSUAL VALIDATION KEDEKATAN seseorang dalam kurun waktu tertentu Teman Sekolah, Kerabat MENDUKUNG Manusia cenderung mencari orang yang MEMILIKI KESAMAAN sifat, hobi, cara berperilaku dan cara pandang MEMPREDIKSI MEMVALIDASI

KETERTARIKAN FISIK HETEROSEXUAL kebanyakan mengutamakan kondisi fisik WANITA Menciptakan ketertarikan dari penampilan SIFAT PERSONAL Kita akan mencari orang orang yang memiliki SIFAT YANG POSITIF untuk menjadi pasangan kita PRIA Menciptakan ketertarikan melalui apa yang mereka miliki. Matching Hypothesis Kita akan menjalin hubungan yang ketertarikan fisiknya setingkat dengan kita

PERTEMANAN Siapa yang bisa kita sebut sebagai teman? Orang yang kita habiskan waktu bersama Orang yang diterima dan menerima kita tanpa ada niatan merubah orang tersebut Bertindak dan berfikir demi kebaikan kita,sekaligus menilai kita dengan baik Saling membantu Membagi pengalaman dan cerita penting hidupnya Mengerti sudut pandang satu sama lain Aboud & Mendelson 96 Seseorang akan mencari pertemanan tidak hanya yang cocok dengan dirinya melainkan juga yang cocok dengan teman temannya Wood, 2000 Mengembangkan hubungan pertemanan yang sudah ada

MANFAAT PERTEMANAN Mengurangi Rasa Kesepian Sumber Penghargaan Diri Pendukung Dalam Stress Maupun Menghadapi Kesulitan

ANTARA PEREMPUAN Perempuan memiliki teman dekat lebih banyak Berteman untuk dukungan moral dan pembukaan diri Perempuan mengutamakan berbicara dalam berbagi pengalaman, cerita dan perasaaan untuk menceritakan hidupnya Perempuan tidak hanya berbicara lebih dalam, tapi kuantitas pembicaraannya juga banyak dan sangat beragam Hubungan Jenis Kelamin & Pertemanan LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN Hubungan ini lebih banyak terjadi dalam masa kedewasaan Dapat mempelajari satu sama lain tentang perasaan, kesempatan, dan permasalahan Permasalahan yang sering dihadapi oleh ketika pertemanan beda jenis kelamin adalah ketidakpahaman dari keinginan satu sama lain. Batasan batasan seksual yang tidak dimengerti akan menghasilkan sebuah ketegangan dan kebingunan ANTARA LAKI - LAKI Laki laki lebih suka terhubung karena aktivitas khususnya aktivitas luar seperti olahraga, travelling dan lainnya Laki laki menjaga jarak dengan yang lainnya ketika membagikan informasi yang berguna Laki laki tidak suka membicarakan kelemahannya Laki laki ingin solusi bukan simpati Laki laki memiliki daya kompetisi oleh karena itu lebih sering mengalami konflik ketidaksetujuan

PERCINTAAN Melibatkan perasaan bahwa ada seseorang yang sama dengan kita SUKA CINTA Kepercayaan yang meliputi ketergantungan, memikirkan orang lain dibandingkan pribadi dan kualitas pada keterbukaan

3 JENIS CINTA Romantic Love / Passionate Love Awal Percintaan Kemungkinan Depresi Terbesar Ketertarikan Seksual

Affectionate Love / Companionate Love Ketertarikan secara fisik berkurang dengan 2 kemungkinan Mengeksplorasi dan Mencoba Hal yang Baru Butuh Keberadaan dibandingkan cinta yang membara Kebaruan dan ketertarikan mengarah pada hubungan yang bahagia Hubungan yang dijalani penuh dengan tekanan dan depresi dengan kondisi hubungan yang tidak baik

Passionate Ketertarikan Fisik Dan Seksual Consummate Love Bentuk Cinta PALING KUAT Intimacy Kedekatan, Kehangatan Dan Keterbukaan Commitment Kemampuan Kognitif seseorang dalam menajalankan sebuah hubungan dan menyelesaikan permasalahan yang ada di dalam hubungan

HUBUNGAN ANTARA CINTA DAN POLA PENGASUHAN Secure / Aman Pola pengasuhan positif yang memberikan kebutuhan dan kasih sayang Mudah dekat dengan orang lain dan tidak mudah tergantung Bentuk Pola Pengasuhan Avoidant Pola pengasuhan dengan penolakan dan benci Menjadi orang yang tidak percaya diri dan menjadi manusia yang hanya mencari kesenangan tanpa melibatkan perasaan Ambivalent Pola Pengasuhan yang tidak konsisten dan akhirnya menimbulkan kebingungan bagi si anak Susah percaya, lebih posesif, cemburuan dan mudah marah ketika adanya diskusi suatu konflik

Hubungan Jenis Kelamin dengan Cinta Laki - Laki Mengutamakan passion (ketertarikan fisik dan sensual ) dalam hubungan Lebih sulit mengekspresikan Sulit melakukan hal hal yang spontan Perempuan Lebih melihat hubungan sebagai hubungan pertemanan Lebih mengekspresikan perasaan Lebih peka jika terjadi kesalahan dalam hubungan Lebih banyak marah ketika pasangannya gagal mengekspresikan cinta terhadap dirinya

Falling out of Love Patah Hati Sakit, depresi dan menyakitkan Namun jika memang pasangan adalah pasangan yang kasar, menyiksa dan tidak jujur Patah hati dapat menjadi proses untuk kehidupan yang lebih baik

Sisi Gelap Hubungan Amarah Cemburu Penyiksaan Pasangan Ketergantungan Kesendirian yang Tertutup

Remorse over outbursts; fear for further confrontation Acquiescence, passivity, failure to confront problems Passivity and Outburst Angry and apparently uncontrolled outbursts Grievances continue, resentment builds AMARAH 3 JENIS SIKLUS AMARAH Spouse expresses anger and hostility (to force the partner to behave ) Catharsis and Perceived Injustice You mull over grievances, focusing on wrongs done to you and ignoring your own contributions; you prepare to confront You accuse, arguing that you have been mistreated Anger Justifies itself You become increasingly angry Believing your own propaganda, you convince yourself that you re right Spouse perceives further grievances, which provoke anger Partner perceives hostility as unwarranted, unfair, wrong Partner refuses to comply (argues, becomes defensive, counterattacks, passively resists)

KECEMBURUAN Kondisi takut akan kemungkinan kehilangan seseorang secara utuh Hal ini terjadi ketika kondisi seksual, kasih sayang yang tergerus seiring waktu dan kita merasakan adanya ancaman tersebut Laki laki cenderung sering meragukan kesetiaan pasangannya Cemburu juga bisa terjadi karena hal hal masa lalu ( Ketahuan selingkuh, dekat dengan mantan dan lain-lain) Orang yang tidak percaya dan rendah diri hingga berfikir yang macam macam padahal hal itu tidak terjadi Orang yang percaya diri juga terkadang cemburu tapi mereka bisa menahan hal tersebut sehingga tidak merusak hubungan Cara mengurangi kecemburuan melalui penurunan rasa ketidaknyamanan dan mencoba berfikir lebih rasional dalam menyikapi suatu hal

PENYIKSAAN PASANGAN Banyak tempat konseling bermunculan karena semakin meningkatnya jumlah korban penyiksaan MASALAH KEMBALI DATANG DAN SIKLUS KEMBALI BERULANG Tension Building Masalah membesar dan korban mencari cara menghindar Ketegangan berkurang, minta maaf, kembali mesra, korban percaya sudah berubah Loving Contrition Acute Battering Incident Masalah meledak dan terjadilah penyiksaan

Ketergantungan Pasangan yang terlalu bergantung malah akan menjadi beban Kadang pasangan tidak mengkomunikasikan saat kita menjadi beban tapi mulai ada perselisihan bahkan sampai perpisahan Pasangan yang terlalu tergantung tidak memiliki percaya diri dan pengembangan diri yang rendah. Dan akhirnya menjadi pasangan yang mudah cemburu

Kesendirian Kesendirian dapat terjadi karena kesulitan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain yang dapat menimbulkan rasa terisolasi dan stress Chronical Loneliness atau kesendirian kronis yang disebabkan tidak menerimanya suatu lingkungan terhadap seseorang dapat meimbulkan penyakit fisik, mental hingga kematian dini Laki Laki menyalahkan diri mereka dalam kesendirian Perempuan cenderung menyalahkan factor luar dalam kesepiannya

Transisi Kehidupan Orang yang baru berpindah, masuk ketempat baru, bercerai atau ditinggal meninggal oleh orang terderkat Kesendirian Teknologi Menciptakan tempat baru untuk berhubungan dan menjalin hubungan dengan orang lain melalui internet. Menciptakan sebuah dunia baru bagi individual yang akhirnya mengisolasi orang tersebut.

THANK YOU