KETERTARIKAN ANTAR PRIBADI
|
|
|
- Fanny Gunardi
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 KETERTARIKAN ANTAR PRIBADI Diana Septi Purnama 1
2 Afiliasi : Asal Mula Ketertarikan Akar afiliasi pada saat infancy 6 hal penting yang dapat diperoleh dari hubungan dengan orang lain - kasih sayang - integrasi sosial - harga diri - rasa persatuan yang dpt dipercaya - bimbingan - kesempatan untuk mengasuh 2
3 Penentu ketertarikan antar pribadi Kesamaan Kedekatan Keakraban Daya tarik fisik Kemampuan Karakteristik yang menyenangkan Reciprocal liking Complementary of need system 3
4 Ciri Hubungan yang erat/intim Kelekatan emosional Pemenuhan kebutuhan psikologis pasangan, jaminan rasa aman Saling ketergantungan diantara individu-individu 4
5 Tahap Perkembangan Hubungan (Altman dan Taylor) Tahap Orientasi. Pembicaraan sedikit, dangkal dan impersonal. Penjajakan pertukaran afeksi. Kesediaan untuk diketahui dan difahami Pertukaran afeksi. Interaksi melibatkan beberapa aspek pribadi. Pertukaran yang stabil. Pemahaman yang baik, kesiapan masing-2 untuk menafsirkan perasaan dan perilaku orang lain 5
6 Model Proses Interpersonal dalam keintiman/keakraban Individu menyingkapkan informasi, pikiran, dan perasaan pada partner Penerimaan sbg respon partner Penafsiran respon partner sbg understanding, validating, dan caring 6
7 Aspek Kompetensi Interpersonal (Buhrmeister) Initiative. Usaha untuk memulai suatu bentuk interaksi Negative assertion. Kemampuan untuk mempertahankan diri dari tuduhan yang tidak adil, kemampuan untk mengatakan tidak terhadap permintaan yang tidak masuk akal, kemampuan untuk minta pertolongan saat memerlukan 7
8 Aspek Kompetensi Interpersonal Disclosure. Pengungkapan bagian dalam diri (minat, ide, pendapat, pengalaman, perasaan) kepada orang lain Emotional support. Ekspresi perasaan yang memperlihatkan adanya perhatian, simpati, dan penghargaan terhadap orang lain 8
9 Aspek Kompetensi Interpersonal Conflict Management. Cara atau strategi untuk menyelesaikan adanya pertentangan dengan orang lain yang mungkin terjadi saat melakukan hubungan interpersonal 9
10 Teori-teori Hubungan Sosial 1. Reinforcement-affect Theory Orang cenderung tertarik pada orang yang memberikan ganjaran atau reinforcement positif dan tidak suka pada orang yang memberikan reinforcement negatif 10
11 Teori-teori Hubungan Sosial 2. Teori Pertukaran Sosial Rasa suka kita kepada orang lain didasarkan pada penilaian kita terhadap kerugian dan keuntungan yang diberikan seseorang pada kita 11
12 Teori-teori Hubungan Sosial 3. Teori Keadilan Merupakan turunan dari teori pertukaran sosial. Prinsip teori ini adalah pola hubungan manusia melibatkan proses tukar menukar, di mana supaya pertukaran bisa menumbuhkan keharmonisan dan perasaan senang harus dilandasi prinsip keadilan 12
13 CINTA Companionate love (cinta persahabatan) adalah afeksi mendalam yang kita rasakan terhadap terhadap seseorang yang kehidupannya saling berjalin dengan kehidupan kita Passionate Love (cinta birahi)adalah suatu keadaan yang sangat mengasyikkan pada seseorang; suatu sikap terhadap orang lain, himpunan pikiran yang khusus tentang orang yang dicintai 13
14 Komponen Cinta (Robert Sternberg) Triangular Theory of Love Intimacy, berisi perasaan yang menciptakan pengalaman kehangatan dalam suatu hubungan Passion, dorongan yang mengarahkan pada daya tarik romantisme dan fisik serta perilaku seksual Commitment, melibatkan keputusan jangka pendek bahwa seseorang mencintai yang lain dan sepakat untuk memelihara cinta tersebut 14
15 7 Variasi Model Cinta Liking (intimacy Love) Romantic Love (Intimacy + Passion) Infatuation (Passion alone) Consummate Love (intimacy+ Passion + Commitment) Fatuous Love (passion + commitmen) Companionate Love (intimacy+ Commitment) Empty Love Commitment Love 15
16 Liking/keintiman saja, misalnya pertemanan sejati tanpa nafsu atau komitmen jangka panjang Companionate love/cinta karib: pertemanan jangka panjang dengan komitmen seperti pada perkawinan di mana nafsu sudah hilang Empty love/cinta kosong: keputusan untuk mencintai orang lain tanpa keintiman atau nafsu Fatuous love/cinta tolol: komitmen berdasarkan nafsu tetapi tanpa adanya waktu untuk berkembangnya keintiman hubungan dangkal seperti perkawinan mendadak 16
17 Infatuation love/tergila-gila/nafsu saja: cinta pada pandangan pertama dan bersifat obsesif tanpa adanya keintiman atau komitmen Cinta romantis: sepasang kekasih saling tertarik satu sama lain secara fisik dan emosional tetapi tanpa komitmen Consummate love/cinta sempurna: cinta yang lengkap yang terdiri dari ketiga komponen 17
18 Reaksi Orang Menghadapi Kemunduran Hubungan Active Exit Voice Destructive constructive Neglect Loyalty Passive 18
19 Exit: secara resmi berpisah, keluar dari hubungan tersebut, bercerai Voice: mendiskusikan masalah, mengkompromikan, mencari bantuan, mencoba merubah diri atau pasangan Loyalty/kesetiaan: menunggu dan berharap atau berdoa agar segalanya pulih kembali seiring dengan berjalannya waktu Neglect/menolak: mengabaikan pasangan, mengurangi waktu untuk bersama-sama, menolak mendiskusikan masalah, menghindar, memberikan perlakuan buruk pada pasangan 19
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
10 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Cinta (Love) 1. Pengertian Cinta Chaplin (2011), mendefinisikan cinta sebagai satu perasaan kuat penuh kasih sayang atau kecintaan terhadap seseorang, biasanya disertai satu
BAB I PENDAHULUAN. Pernikahan merupakan hal yang umumnya akan dilalui dalam kehidupan
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG PENELITIAN Pernikahan merupakan hal yang umumnya akan dilalui dalam kehidupan ini. Sebagian besar manusia dewasa, akan menghadapi kehidupan pernikahan. Sebelum memasuki
BAB I PENDAHULUAN. Manusia adalah makhluk sosial. Dalam sejarah manusia, belum. ditemukan seorang manusia yang dapat hidup sendiri tanpa membutuhkan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Manusia adalah makhluk sosial. Dalam sejarah manusia, belum ditemukan seorang manusia yang dapat hidup sendiri tanpa membutuhkan kehadiran manusia lain (Dr.
BAB I PENDAHULUAN. cinta, seiring dengan perkembangan dan pertumbuhan individu dewasa.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Salah satu tugas perkembangan individu dewasa adalah merasakan ketertarikan terhadap lawan jenis yang akan menimbulkan hubungan interpersonal sebagai bentuk interaksi
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. interpersonal sebagai kemampuan-kemampuan yang dimiliki seseorang dalam
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kompetensi Interpersonal 2.1.2 Definisi Kompetensi Interpersonal Sebagaimana diungkapkan Buhrmester, dkk (1988) memaknai kompetensi interpersonal sebagai kemampuan-kemampuan
Perkembangan Masa Dewasa:
Perkembangan Masa Dewasa: Psikososial & Kepribadian Unita Werdi Rahajeng www.unita.lecture.ub.ac.id Stabilitas dan Perubahan Dari Masa Anak Masa Dewasa TEMPERAMEN Anak 3-5 tahun dengan temperamen sulit
BAB III METODE PENELITIAN. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah a mixed methods
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah a mixed methods research designs yaitu prosedur penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan, dan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Cinta. kehilangan cinta. Cinta dapat meliputi setiap orang dan dari berbagai tingkatan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Cinta 1. Pengertian Cinta Stenberg (1988) mengatakan cinta adalah bentuk emosi manusia yang paling dalam dan paling diharapkan. Manusia mungkin akan berbohong, menipu, mencuri
BAB I PENDAHULUAN. Manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial (zoon politicon). Sebagai
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial (zoon politicon). Sebagai makhluk sosial, manusia tidak dapat melepaskan diri dari jalinan sosial, dimana manusia
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA Bab ini akan membahas tentang landasan teori berupa definisi, dimensi, dan faktor yang berpengaruh dalam variabel yang akan diteliti, yaitu bahasa cinta, gambaran tentang subjek
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Mahasiswa sebagai bagian dari kelompok remaja akhir terlibat dalam
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Mahasiswa sebagai bagian dari kelompok remaja akhir terlibat dalam interaksi sosial. Salah satu faktor yang melatar belakangi seorang individu berinteraksi dengan
HUBUNGAN ANTAR PRIBADI
HUBUNGAN ANTAR PRIBADI Modul ke: Fakultas Psikologi Macam-macam hubungan antar pribadi, hubungan dengan orang belum dikenal, kerabat, hubungan romantis, pernikahan, masalah-masalah dalam hubungan pribadi
PERKEMBANGAN SOSIO-EMOSIONAL PADA MASA DEWASA AWAL
PSIKOLOGI PERKEMBANGAN DEWASA DAN LANSIA PERKEMBANGAN SOSIO-EMOSIONAL PADA MASA DEWASA AWAL Oleh: Dr. Rita Eka Izzaty, M.Si Yulia Ayriza, Ph.D STABILITAS DAN PERUBAHAN ANAK-DEWASA TEMPERAMEN Stabilitas
DAFTAR ISI KATA PENGANTAR. BAB I PENDAHULUAN. 1
DAFTAR ISI DAFTAR ISI KATA PENGANTAR. i ii BAB I PENDAHULUAN. 1 BAB II LANDASAN TEORI II.A DEFINISI CINTA.. 5 II.B KOMPONEN-KOMPONEN CINTA II.B.1 Keintiman (Intimacy).. 6 II.B.2 Gairah (Passion). 8 II.B.3
BAB I PENDAHULUAN. istri adalah salah satu tugas perkembangan pada tahap dewasa madya, yaitu
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Membangun sebuah hubungan senantiasa menjadi kebutuhan bagi individu untuk mencapai kebahagiaan. Meskipun terkadang hubungan menjadi semakin kompleks saat
BAB II LANDASAN TEORI. A. Kepuasan Pernikahan. 1. Pengertian Kepuasan Pernikahan
13 BAB II LANDASAN TEORI A. Kepuasan Pernikahan 1. Pengertian Kepuasan Pernikahan Pernikahan merupakan suatu istilah yang hampir tiap hari didengar atau dibaca dalam media massa. Namun kalau ditanyakan
BAB II KAJIAN PUSTAKA
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Cinta 2.1.1. Pengertian Cinta Cinta adalah hubungan sehat antara sepasang manusia yang melibatkan perasaan saling menghargai, menghormati, dan mempercayai (Alwisol, 2009). Ada
Perkembangan Sepanjang Hayat
Modul ke: Perkembangan Sepanjang Hayat Memahami Masa Perkembangan Dewasa Awal dalam Aspek Psikososial Fakultas PSIKOLOGI Hanifah, M.Psi, Psikolog Program Studi Psikologi http://mercubuana.ac.id Masa Dewasa
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Santrock (2002) menjelaskan bahwa masa dewasa awal (usia 20an-30an)
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Santrock (2002) menjelaskan bahwa masa dewasa awal (usia 20an-30an) adalah masa pembentukan karir dan memilih pasangan hidup untuk kawin. Santrock (2002) juga mendefinisikan
SELF & LOVE AND BAB 8 IDENTITY ELATIONSHIP
BAB 8 SELF & IDENTITY LOVE AND ELATIONSHIP Bambang Syech Wibowo S. (Ilmu Komunikasi - 2015041037) ANGGOTA KELOMPOK Resty Kartika (Ilmu Komunikasi 2015041003) Azzhara Owena Livia (Psikologi 2016031008)
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. membahas mengenai kualitas komunikasi yang dijabarkan dalam bentuk pengertian kualitas
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Bab ini terbagi atas empat sub bab. Sub bab pertama membahas mengenai komunikasi sebagai media pertukaran informasi antara dua orang atau lebih. Sub bab kedua membahas mengenai
BAB II LANDASAN TEORI. Pada bab ini akan dibahas mengenai teori-teori yang menguraikan tahap
7 BAB II LANDASAN TEORI Pada bab ini akan dibahas mengenai teori-teori yang menguraikan tahap perkembangan khususnya pada tahapan dewasa muda, hubungan romantis, attachment dan tipe attachment. 2.1 Dewasa
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Seorang wanita yang memilih untuk menikah dengan prajurit TNI bukanlah hal yang mudah, wanita tersebut harus memiliki komitmen yang kuat dalam hubungan pernikahannya.
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Komunikasi merupakan sebuah hal penting dalam sebuah kehidupan,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Komunikasi merupakan sebuah hal penting dalam sebuah kehidupan, terutama dalam kehidupan manusia. Tanpa berkomunikasi orang tidak akan bisa mengerti apa yang
BAB I PENDAHULUAN. berbeda dengan keadaan yang nyaman dalam perut ibunya. Dalam kondisi ini,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Manusia merupakan mahluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri tanpa kehadiran manusia lainnya. Kehidupan menjadi lebih bermakna dan berarti dengan kehadiran
BAB I PENDAHULUAN. Manusia tidak dapat hidup seorang diri karena manusia merupakan
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Manusia tidak dapat hidup seorang diri karena manusia merupakan makhluk sosial yang membutuhkan kehadiran individu lain dalam kehidupannya. Tanpa kehadiran
BAB I PENDAHULUAN. Menjaga hubungan romantis dengan pasangan romantis (romantic partner) seperti
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Menjaga hubungan romantis dengan pasangan romantis (romantic partner) seperti saat masih menjadi teman dekat atau pacar sangat penting dilakukan agar pernikahan bertahan
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Kepuasan Pernikahan 2.1.1. Definisi Kepuasan Pernikahan Kepuasan pernikahan merupakan suatu perasaan yang subjektif akan kebahagiaan, kepuasan dan pengalaman menyenangkan yang
Komunikasi Antar Pribadi Pada Pasangan Romantis Pasca Perselingkuhan
Komunikasi Antar Pribadi Pada Pasangan Romantis Pasca Perselingkuhan Skripsi Disusun untuk memenuhi persyaratan menyelesaikan Pendidikan Strata 1 Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Kesempurnaan Cinta dan Tipe Kepribadian Kode Warna
Persona, Jurnal Psikologi Indonesia Januari 2014, Vol. 3, No. 01, hal 90-96 Kesempurnaan Cinta dan Tipe Kepribadian Kode Warna Yamin Setiawan Dosen Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
PSIKOEDUKA. Cinta Manusia. Arti, ragam jenis, dan sebab akibatnya. Achmanto Mendatu
PSIKOEDUKA Cinta Manusia Arti, ragam jenis, dan sebab akibatnya Achmanto Mendatu 2010 SINOPSIS: Adakah yang tidak pernah memiliki cinta? Dari abad ke abad, cinta selalu menjadi bagian dari kehidupan manusia.
PROSES TERBENTUKNYA INTIMATE RELATIONSHIP DAN UPAYA MENGELOLA KONFLIK DALAM HUBUNGAN PACARAN
PROSES TERBENTUKNYA INTIMATE RELATIONSHIP DAN UPAYA MENGELOLA KONFLIK DALAM HUBUNGAN PACARAN Skripsi Disusun untuk memenuhi persyaratan menyelesaikan Pendidikan Starta 1 Departemen Ilmu Komunikasi Fakultas
UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pernikahan adalah tahap yang penting bagi hampir semua orang yang memasuki masa dewasa awal. Individu yang memasuki masa dewasa awal memfokuskan relasi interpersonal
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Kesepian atau loneliness didefinisikan sebagai perasaan kehilangan dan
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Loneliness 2.1.1 Definisi Loneliness Kesepian atau loneliness didefinisikan sebagai perasaan kehilangan dan ketidakpuasan yang dihasilkan oleh ketidaksesuaian antara jenis hubungan
Bab 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
Bab 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Manusia merupakan makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain dalam menjalin sebuah kehidupan. Salah satu dasar dalam bersosialisasi adalah cinta. Cinta adalah
BAB I PENDAHULUAN. matang dari segi fisik, kognitif, sosial, dan juga psikologis. Menurut Hurlock
BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Masa dewasa merupakan masa dimana setiap individu sudah mulai matang dari segi fisik, kognitif, sosial, dan juga psikologis. Menurut Hurlock (dalam Jahja, 2011), rentang
PENGARUH POLA KELEKATAN TERHADAP JENIS CINTA PADA PASANGAN SUAMI ISTRI
PENGARUH POLA KELEKATAN TERHADAP JENIS CINTA PADA PASANGAN SUAMI ISTRI Maharsi Anindyadjati, Yohanes Budiarto, Monica Dosen Fakultas Psikologi Universitas Indonusa Esa Unggul, Jakarta Dosen Fakultas Psikologi
BAB III METODE PENELITIAN. A. Desain Penelitian. maka penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian yang
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Dalam penelitian ini penulis ingin mengetahui ada tidaknya hubungan antara attachment (X) dengan cinta pada individu dewasa yang telah menikah (Y), maka penelitian
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG MASALAH. Manusia merupakan mahluk sosial, yang berarti dalam menjalani
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG MASALAH Manusia merupakan mahluk sosial, yang berarti dalam menjalani kehidupannya manusia tidak dapat hidup sendiri. Setiap individu membutuhkan orang lain untuk
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. komunikasi menjadi lebih mudah untuk dilakukan. Teknologi yang semakin
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dewasa ini perkembangan teknologi semakin canggih membuat komunikasi menjadi lebih mudah untuk dilakukan. Teknologi yang semakin canggih dan berbagai sosial
BAB I PENDAHULUAN. cinta, baik cinta terhadap Tuhan, orang tua, teman, diri sendiri dan sebagainya
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Manusia sejak lahir telah memiliki emosi dasar yaitu cinta, kegembiraan, keinginan, benci dan kagum. Sejak kecil pula manusia sudah diajarkan mengenai cinta,
LAMPIRAN I GUIDANCE INTERVIEW Pertanyaan-pertanyaan : I. Latar Belakang Subjek a. Latar Belakang Keluarga 1. Bagaimana anda menggambarkan sosok ayah
LAMPIRAN I GUIDANCE INTERVIEW Pertanyaan-pertanyaan : I. Latar Belakang Subjek a. Latar Belakang Keluarga 1. Bagaimana anda menggambarkan sosok ayah bagi diri anda sendiri? 2. Bagaimana anda menggambarkan
BAB I PENDAHULUAN. membutuhkan orang lain untuk dapat mempertahankan hidupnya. Proses
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Secara hakiki, manusia merupakan makhluk sosial yang selalu membutuhkan orang lain untuk dapat mempertahankan hidupnya. Proses kehidupan manusia yang dimulai sejak lahir
BAB I PENDAHULUAN. baik secara fisik maupun psikis. Menurut Paul dan White (dalam Santrock,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Manusia merupakan mahluk yang tidak pernah berhenti berubah, semenjak pembuahan hingga akhir kehidupan selalu terjadi perubahan baik dalam kemampuan fisik maupun
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Hubungan jarak jauh (long distance relationship) Pengertian hubungan jarak jauh atau sering disebut dengan long distance relationship adalah dimana pasangan dipisahkan oleh jarak
HUBUNGAN ANTAR PRIBADI
MODUL PERKULIAHAN HUBUNGAN ANTAR PRIBADI Macam-macam hubungan antar pribadi, hubungan dengan orang belum dikenal, kerabat, hubungan romantis, pernikahan, masalah-masalah dalam hubungan pribadi Fakultas
dengan usia sekitar 18 hingga 25 tahun. Menurut Jeffrey Arnett (2004), emerging
STUDI DESKRIPTIF MENGENAI CINTA PADA MAHASISWA UNIVERSITAS PADJADJARAN YANG MENJALANI LONG DISTANCE RELATIONSHIP YOLANDA CHYNTYA NOVIYANTI BASARIA 190110100132 ABSTRACT Cinta dapat dipahami sebagai sebuah
BAB 1 PENDAHULUAN. Perkawinan merupakan suatu hal yang penting dalam kehidupan manusia.
BAB 1 PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Perkawinan merupakan suatu hal yang penting dalam kehidupan manusia. Setiap individu memiliki harapan untuk bahagia dalam kehidupan perkawinannya. Karena tujuan perkawinan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Kualitas Perkawinan. Definisi lain menurut Wahyuningsih (2013) berdasarkan teori Fowers dan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kualitas Perkawinan 1. Pengertian Kualitas Perkawinan Menurut Gullota (Aqmalia, 2009) kepuasan pernikahan merupakan perasaan pasangan terhadap pasangannya mengenai hubungan pernikahannya.
BAB II LANDASAN TEORI. 1. Definisi Kepuasan dalam Hubungan Romantis
BAB II LANDASAN TEORI A. Kepuasan dalam Hubungan Romantis 1. Definisi Kepuasan dalam Hubungan Romantis Hubungan romantis merupakan aktivitas bersama yang dilakukan oleh dua individu dalam usaha untuk saling
BAB I PENDAHULUAN. masa beralihnya pandangan egosentrisme menjadi sikap yang empati. Menurut Havighurst
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Manusia adalah makhluk sosial. Perkembangan sosial masa dewasa awal (young adulthood) adalah puncak dari perkembangan sosial masa dewasa. Masa dewasa awal adalah
BAB I PENDAHULUAN. melalui tahap intimacy vs isolation. Pada tahap ini, individu berusaha untuk
1 BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Saat seseorang memasuki usia dewasa awal, ia mengalami perubahan dalam hidupnya. Pada usia ini merupakan transisi terpenting dalam hidup manusia, dimana remaja mulai
BAB I PENDAHULUAN. manusia pun yang dapat hidup sendiri tanpa membutuhkan kehadiran manusia lain
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Manusia adalah makhluk sosial. Dalam kehidupan, belum ada seorang manusia pun yang dapat hidup sendiri tanpa membutuhkan kehadiran manusia lain (www.wikipedia.com).
BAB I PENDAHULUAN. tentang pernikahan menyatakan bahwa pernikahan adalah: berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. (UU RI Nomor 1 Tahun 1974 Pasal 1
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH Undang-Undang Republik Indonesia (UU RI) Nomor 1 tahin 1974 pasal 1 tentang pernikahan menyatakan bahwa pernikahan adalah: Ikatan lahir dan batin antara seorang
BAB II TINJAUAN TEORITIS
BAB II TINJAUAN TEORITIS A. Komitmen Perkawinan 1. Pengertian Komitmen Perkawinan Dalam menjalani suatu hubungan, individu tidak lepas dari rasa ketergantungan satu dengan yang lainnya, sehingga akan muncul
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Subjek berasal dari keluarga tidak harmonis, sejak kecil subjek berada dalam
119 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 1. Kesimpulan Berdasarkan hasil dan pembahasan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1.1 Interaksi Dengan Anggota Keluarga
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kompetensi Interpersonal Sebagaimana diungkapkan Buhrmester, dkk (1988) memaknai kompetensi interpersonal sebagai kemampuan-kemampuan yang dimiliki seseorang dalam membina hubungan
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Beberapa dekade lalu, orang tua sering menjodohkan anak mereka dengan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Beberapa dekade lalu, orang tua sering menjodohkan anak mereka dengan anak kenalannya untuk dinikahkan. Pada proses penjodohan itu sendiri terkadang para anak tersebut
Masa Dewasa Awal. Psikologi Perkembangan Unita Werdi Rahajeng
Masa Dewasa Awal Psikologi Perkembangan Unita Werdi Rahajeng www.unita.lecture.ub.ac.id Pembagian Masa Dewasa Hurlock Papalia Santrock Dewasa Awal 18 40 tahun 20 40 tahun 20 30 tahun Dewasa Pertengahan
BAB I PENDAHULUAN. suatu interaksi dengan lingkungan sekitarnya. Proses interaksi salah satunya dengan adanya
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kehidupan manusia tidak bisa lepas dari interaksi dengan manusia lainnya. Setiap manusia berinteraksi membutuhkan bantuan dalam menjalankan aktifitasnya karena
HUBUNGAN ANTARA RELIGIUSITAS DENGAN PASSIONATE LOVE PADA MAHASISWA DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
HUBUNGAN ANTARA RELIGIUSITAS DENGAN PASSIONATE LOVE PADA MAHASISWA DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA NASKAH PUBLIKASI KARYA ILMIAH Diajukan kepada Fakultas Psikologi Untuk Memenuhi Sebagian Syarat
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian
1 BAB I PENDAHULUAN Bab I ini menguraikan inti dari penelitian yang mencakup latar belakang penelitian, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan struktur organisasi skripsi. 1.1 Latar
BAB I PENDAHULUAN. kebutuhannya, terutama kebutuhan interpersonal dan emosional. Selain bertumbuh secara
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Manusia sebagai makhluk sosial memerlukan sesamanya dalam memenuhi berbagai kebutuhannya, terutama kebutuhan interpersonal dan emosional. Selain bertumbuh secara
BAB V KESIMPULAN, DISKUSI DAN SARAN
101 BAB V KESIMPULAN, DISKUSI DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Penelitian ini merupakan sebuah upaya untuk memperoleh gambaran mengenai kebutuhan intimacy melalui wawancara mendalam. Berdasarkan hasil analisis,
ABSTRAK. Kata kunci: stakeholder, pelanggan, proses komunikasi interpersonal, tahapan penetrasi sosial
ABSTRAK Pada dasarnya setiap perusahaan tidak akan pernah terlepas dari stakeholder. Salah satu stakeholder eksternal perusahaan yang berperan penting dalam keberhasilan suatu perusahaan adalah pelanggan,
BAB I PENDAHULUAN. saling mengasihi, saling mengenal, dan juga merupakan sebuah aktifitas sosial dimana dua
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pacaran merupakan sebuah konsep "membina" hubungan dengan orang lain dengan saling mengasihi, saling mengenal, dan juga merupakan sebuah aktifitas sosial dimana
BAB I PENDAHULUAN. menjalin relasi sosial. Kebutuhan individu untuk. membangun relasi sosial meningkat seiring bertambahnya
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada hakikatnya manusia merupakan makhluk sosial yang membutuhkan manusia lainnya untuk menjalin relasi sosial. Kebutuhan individu untuk membangun relasi sosial
BAB I PENDAHULUAN. Pada zaman sekarang, pacaran telah menjadi sebuah gaya hidup atau life style bagi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada zaman sekarang, pacaran telah menjadi sebuah gaya hidup atau life style bagi individu dan merupakan hal yang lumrah. Istilah pacaran pun sudah bukan hal yang asing
Setelah akhir dari perkuliahan ini, mahasiswa mampu mengembangkan lingkungan pendidikan yang dapat merangsang perkembangan potensi-potensi peserta
Setelah akhir dari perkuliahan ini, mahasiswa mampu mengembangkan lingkungan pendidikan yang dapat merangsang perkembangan potensi-potensi peserta didik atas dasar pemahaman yang baik dan benar terhadap
BAB I PENDAHULUAN. Masa dewasa awal merupakan peralihan dari masa remaja. Perkembangan sosial pada
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang penelitian Masa dewasa awal merupakan peralihan dari masa remaja. Perkembangan sosial pada masa dewasa awal merupakan masa puncak dalam bersosialisasi. Individu dalam
BK KELOMPOK Diana Septi Purnama TAHAP KELOMPOK LANJUTAN
BK KELOMPOK Diana Septi Purnama Email: [email protected] TAHAP KELOMPOK LANJUTAN Ketika kelompok sudah bisa melewati tahap awal, maka tidak mungkin lagi untuk memisahkan langkah dari perkembangan.
INTERPERSONAL COMMUNICATION SKILL. Presented by : Dr. Mohammad Yamien,M.Si
INTERPERSONAL COMMUNICATION SKILL Presented by : Dr. Mohammad Yamien,M.Si 1 Etos Kerja Profesional 1. Conceptual Skill Kemampuan mengelola organisasi dalam berbagai fungsi manajerial 2. Human Skill Kemampuan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. dalam kehidupan individu. Kesepian bukanlah masalah psikologis yang langka,
digilib.uns.ac.id BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kesepian merupakan salah satu masalah psikologis yang kerap muncul dalam kehidupan individu. Kesepian bukanlah masalah psikologis yang langka,
BAB I PENDAHULUAN. (Papalia, 2009). Menurut Undang-Undang Republik Indonesia nomor 1 pasal 1
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pernikahan adalah salah satu tahap penting dalam siklus kehidupan individu di samping siklus kehidupan lainnya seperti kelahiran, perceraian, atau kematian
UNIVERSITAS INDONESIA
UNIVERSITAS INDONESIA HUBUNGAN ANTARA INTIMACY (STERNBERG S TRIANGULAR THEORY OF LOVE) DAN KESIAPAN MENIKAH PADA DEWASA MUDA (The Relationship between Intimacy (Sternberg s Triangular Theory of Love) and
BAB 2 Tinjauan Pustaka
BAB 2 Tinjauan Pustaka 2.1. Kelekatan (attachment) 2.1.1. Definisi Kelekatan (attachment) Bowlby mengatakan bahwa kelekatan (attachment) adalah ikatan antara bayi dan ibu, sedangkan menurut Papalia dan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
PERBEDAAN CINTA STERNBERG (INTIMACY, PASSION, COMMITMENT) BERDASARKAN JARAK TEMPAT TINGGAL PADA WANITA SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi
RELASI GENDER DALAM EKSPRESI CINTA TOKOH PADA CERPEN BERTEMA CINTA KARYA SENO GUMIRA AJIDARMA
RELASI GENDER DALAM EKSPRESI CINTA TOKOH PADA CERPEN BERTEMA CINTA KARYA SENO GUMIRA AJIDARMA Endang Sulistijani FBS Universitas Indraprasta PGRI [email protected] Abstrak Manusia diciptakan hidup
BAB 1 PENDAHULUAN. terbatas berinteraksi dengan orang-orang seusia dengannya, tetapi lebih tua,
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial yang senantiasa memerlukan interaksi dengan orang lain. Saat berinteraksi dengan orang lain dan lingkungan sekitarnya,
BK KELOMPOK Diana Septi Purnama KOHESIFITAS KELOMPOK
BK KELOMPOK Diana Septi Purnama Email: [email protected] KOHESIFITAS KELOMPOK Hipotesis dari kohesivitas kelompok adalah analog sebuah hubungan dalam konseling individual. Bukti yang didapatkan
Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling
Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling Diana Septi Purnama, M.Pd Email : [email protected] Konsep Bimbingan Dan Konseling 5. - 1. PENGERTIAN BIMBINGAN KONSELING Suatu proses bantuan psikologis yang
Perbedaan Cinta (Intimacy, Passion, Commitment) Ditinjau dari Lamanya Usia Perkawinan pada Istri yang Bekerja
Perbedaan Cinta (Intimacy, Passion, Commitment) Ditinjau dari Lamanya Usia Perkawinan pada Istri yang Bekerja Ira Indriastuti Nur Ainy Fardana Nawangsari Fakultas Psikologi Universitas Airlangga Abstract.
