BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Rancangan Penelitian Penelitian ini meneliti mengenai pengaruh penilaian kinerja terhadap kinerja kinerja manajerial dengan reward sebagai variabel intervening pada Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan, dengan metode penelitian kuantitatif, akan dicari ada tidaknya pengaruh penilaian kinerja dan reward terhadap kinerja manajerial pada Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan Pendekatan penelitian yang dilakukan ini melalui beberapa tahapan, yakni diawali dengan mengumpulkan data melalui penyebaran kuesioner kepada sejumlah responden yang menjadi sampel penelitian, menentukan instrumen penelitian, menentukan metode yang dipergunakan, serta menganalisis data yang sudah terkumpul kemudian disajikan dalam bentuk skripsi. 3.2 Daerah dan Waktu Penelitian Dalam penulisan skripsi ini, penulis memilih objek penelitian pada Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan yang berlokasi di Gedung Djuanda II Jalan Dokter Wahidin No.1, Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat,. Sedangkan waktu penelitian yang digunakan selama satu bulan yaitu bulan Januari 2017. 35
36 3.3 Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan pada Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan berjumlah sebesar 47 orang pejabat strukrural. Sehingga metode penarikan sampel digunakan dengan cara sensus, yakni jumlah keseluruhan populasi dapat dijadikan sebagai jumlah sampel dalam penelitian ini, sehingga sampel ditentukan sebesar 47 orang. 3.4 Metode Pengumpulan Data Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam rangka melakukan analisis terhadap pembuktian jawaban sementara atau hipotesis dari permasalahan yang dikemukakan, maka metode pengumpulan data yang penulis lakukan adalah : 3.4.1 Field Research (Penelitian Lapangan) Penelitian lapangan dilakukan dengan menggunakan media kuesioner, yaitu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan memberikan daftar pertanyaan untuk diisi oleh para responden dan diminta untuk memberikan pendapat atau jawaban atas pertanyaan yang diajukan. 3.4.2 Library Research (Penelitian Kepustakaan) Library Research adalah penelitian yang dilakukan dengan mengumpulkan bahan-bahan pustaka, literatur dan karangan ilmiah yang ada kaitannya dengan penelitian ini.
37 3.5 Jenis dan Sumber Data Adapun jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif, yaitu data yang diperoleh dari Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan dalam bentuk angka-angka yang masih perlu dianalisis kembali. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: a. Data Primer, yaitu data yang diperoleh dari tanggapan responden terhadap item pertanyaan yang diajukan dalam kuesioner. b. Data Sekunder, yaitu data yang diperoleh dari dokumen-dokumen dan arsip perusahaan yang ada kaitannya dengan penelitian ini. 3.6 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel dalam penelitian ini terdiri dari kinerja manajerial sebagai variabel terikat, variabel penilaian kinerja sebagai variabel bebas, serta variabel reward sebagai variabel mediasi (intervening). Keseluruhan variabel tersebut beserta definisi operasionalnya diuraikan secara terperinci sebagai berikut. 3.6.1 Variabel Penilaian Kinerja Dimensi variabel Penilaian Kinerja yang dikembangkan oleh Sikula (1993:250), Anguinis (2009:2), Meggison (1981:310), yaitu: a. Keselarasan dengan Visi dan Misi berarti penilaian kinerja yang dilakukan mengaitkan kinerja individu dengan obyektif organisasi berupa visi dan misi.
38 b. Kecermatan berarti evaluasi dilakukan terhadap keseluruhan kinerja di sepanjang periode waktu penilaian dan meliputi semua hal yang menjadi tanggung jawab pegawai c. Umpan Balik berarti menghasilkan masukan dan umpan balik baik yang positif dan negatif yang dapat digunakan untuk perbaikan kinerja selanjutnya d. Valid dan Obyektif berarti sistem evaluasi dan penilaian yang digunakan harus mampu mengukur apa yang seharusnya diukur dan menghasilkan suatu penilaian yang mampu menggambarkan kinerja pegawai yang sesungguhnya. e. Keadilan berarti proses evaluasi dan penilaian kinerja harus memenuhi rasa keadilan. Tabel 3.1 Definisi Operasional Variabel Penilaian Kinerja Variabel Indikator Reverensi Penilaian Kinerja Keselarasan dengan Visi dan Misi Kecermatan Keterbukaan Umpan Balik Valid dan Obyektif Keadilan Sikula (1993:250), Anguinis (2009:2), Meggison (1981:310) 3.6.2 Variabel Reward Pemberian penghargaan dilakukan sebagai upaya lebih menghargai kinerja seorang pegawai. Dengan kata lain manajemen memberikan reward atau penghargaan. Tujuan utama program reward adalah untuk menarik orang yang cakap agar bergabung dalam organisasi, menjaga pekerja agar datang untuk
39 bekerja, dan memotivasi pekerja untuk mencapai kinerja tingkat tinggi (Wibowo, 2007:149). Tabel 3.2 Definisi Operasional Variabel Reward Variabel Indikator Reverensi Reward Bobot Pekerjaan Wibowo (2007) Jam Kerja Pemenuhan Kebutuhan Hidup Pelatihan dan Pendidikan Kenaikan Pangkat dan Promosi Keadilan 3.6.3 Variabel Kinerja Manajerial Kinerja manajerial merupakan seberapa jauh manajer melaksanakan fungsifungsi manajemen, Kinerja manajerial ini diukur dengan mempergunakan indikator (Mahoney et.al, 1963): a. Perencanaan adalah penentuan kebijakan dan sekumpulan kegiatan untuk selanjutnya dilaksanakan dengan mempertimbangkan kondisi waktu sekarang dan yang akan datang. Perencanaan bertujuan untuk memberikan pedoman dan tata cara pelaksanaan tujuan, kebijakan, prosedur, penganggaran dan program kerja sehingga terlaksana sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan. b. Investigasi merupakan kegiatan untuk melakukan pemeriksaan melalui pengumpulan dan penyampaian informasi sebagai bahan pencatatan, pembuatan laporan, sehingga mempermudah dilaksanakannya pengukuran
40 hasil dan analisis terhadap pekerjaan yang telah dilakukan. Pengkoordinasian merupakan proses jalinan kerjasama dengan bagianbagian lain dalam organisasi melalui tukar- menukar informasi yang dikaitkan dengan penyesuaian program-program kerja. c. Koordinasi, menyelaraskan tindakan yang meliputi pertukaran informasi dengan orang-orang dalam unit organisasi lainya, guna dapat berhubungan dan menyesuaikan program yang akan dijalankan. d. Evaluasi adalah penilaian yang dilakukan oleh pimpinan terhadap rencana yang telah dibuat, dan ditujukan untuk menilai pegawai dan catatan hasil kerja sehingga dari hasil penilaian tersebut dapat diambil keputusan yang diperlukan. e. Supervisi, yaitu penilaian atas usulan kinerja yang diamati dan dilaporkan. f. Staffing, yaitu memelihara dan mempertahankan bawahan dalam suatu unit kerja, menyeleksi pekerjaan baru, menempatkan dan mempromosikan pekerjaan tersebut dalam unitnya atau unit kerja lainnya g. Negoisasi, yaitu usaha untuk memperoleh kesepakatan dalam hal pembelian, penjualan atau kontrak untuk barang-barang dan jasa h. Representasi, yaitu menyampaikan informasi tentang visi, misi, dan kegiatan- kegiatan organisasi dengan menghadiri pertemuan kelompok bisnis dan konsultasi dengan kantor-kantor lain.
41 Tabel 3.3 Definisi Operasional Variabel Kinerja Manajerial Variabel Indikator Reverensi Kinerja Manajerial Perencanaan Mahoney et al. (1963) Investigasi Koordinasi Evaluasi Supervisi Staffing Negoisasi Representasi 3.7 Pengukuran Instrumen Penelitian Instrumen yang peneliti gunakan untuk mengumpulkan data sekunder adalah dengan instrumen dokumenter. Dokumen tersebut diperoleh dengan menyampaikan permintaan data secara tertulis kepada pejabat yang berwenang. Adapun Instrumen yang peneliti gunakan untuk mengumpulkan data primer adalah dengan menggunakan instrumen kuesioner. Kuesioner pada variabel kinerja manajeriak diukur dengan menggunakan sistem self rating yang dikembangkan oleh Mahoney et al. (1963) dengan menggunakan skala likert 1 5. Sedangkan variabel sistem pengukuran kinerja dan sistem reward diukur menggunakan skala likert 1 5. Menurut Sugiyono (2009:132) skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Sehingga untuk mengetahui pengukuran jawaban responden pada penelitian ini
42 yang mana menggunakan instrument penelitian berupa kuesioner, penulis menggunakan metode skala Likert (Likert s Summated Ratings). Kuesioner yang peneliti gunakan untuk mengukur variabel kinerja manajerial adalah kuesioner yang diambil dari penelitian sebelumnya. Sedangkan kuesioner yang peneliti gunakan untuk mengukur variabel sistem penilaian kinerja dan reward adalah instrumen yang peneliti bangun secara mandiri. Oleh karena itu, peneliti perlu melaksanakan uji pendahuluan terhadap kuesioner-kuesioner tersebut. Uji pendahuluan tersebut peneliti laksanakan dalam dua tahapan. Tahapan pertama adalah uji kejelasan dan akurasi kalimat tanya dalam kuesioner penelitian. Uji tersebut peneliti laksanakan dengan membagikan sepuluh rencana kuesioner penelitian kepada sepuluh pegawai negeri sipil yang sedang melaksanakan tugas belajar di Universitas Hasanuddin. Jika kalimat tanya dalam rencana kuesioner penelitian tersebut sudah dinilai jelas dan akurat untuk menyampaikan maksud peneliti, pengujian tahap kedua dapat dilaksanakan. Pengujian tahap kedua merupakan uji validitas dan reliabilitas pertanyaan dalam rencana kuesioner penelitian. Uji tersebut peneliti laksanakan dengan membagikan dua puluh rencana kuesioner penelitian kepada dua puluh pegawai negeri sipil yang bukan merupakan subjek dalam penelitian ini. Pada akhirnya, pertanyaan yang telah lulus dalam uji validitas dan reliabilitas tersebut akan peneliti gunakan untuk mengukur variabel penelitian yang dibutuhkan. 3.8 Metode Analisis Analisis data dalam penelitian ini dilaksanakan dengan berbantuan aplikasi SPSS 23 for windows. Alasan pemilihan aplikasi tersebut di samping karena telah
43 sesuai dengan kebutuhan peneliti juga karena kemudahan dalam memeroleh referensi terkait tata cara pengoperasiannya. Selanjutnya, analisis data dalam penelitian ini meliputi analisis deskriptif maupun analisis inferensia. Penjelasan terperinci dari kedua jenis analisis tersebut adalah sebagai berikut. 3.8.1 Analisis Deskriptif Peneliti Statistik deskriptif digunakan sebagai teknik analisis dengan tujuan untuk menjelaskan atau memberikan gambaran jumlah kuesioner yang kembali dan perbandingan dengan kuesioner yang dikirim dengan menyajikan tabel yang berisi nilai maksimal,minimal, mean dan standar deviasi yang diperoleh dari hasil jawaban responden yang diterima. Menurut Ghozali (2006), statistik deskriptif memberikan gambaran atau deskripsi suatu data yang dilihat dari nilai rata-rata (mean), standar deviasi, varian, maksimum dan minimum. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan analisis deskriptif sederhana. 3.8.2 Analisis Inferensia Peneliti menggunakan analisis statistik inferensia untuk mengeolah data kuantitatif dalam rangka melaksanakan pengujian hipotesis. Namun, sebelum pengujian hipotesis dapat dilaksanakan, peneliti harus melaksanakan transformasi data ordinal menjadi data interval. Hal ini dilaksanakan karena data hasil pengukuran terhadap variabel-variabel dalam penelitian ini terdiri dari data ordinal dan data interval. Setelah seluruh variabel penelitian diukur dalam skala interval, pengujian hipotesis dapat dilaksanakan. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini dilaksanakan
44 dengan analisis jalur (path analysis). Analisis jalur merupakan pengembangan dari metode regresi berganda dengan menggunakan Sobel test sebagai uji pengaruh mediasi. Oleh karena itu, tahapan analisis data dalam penelitian ini meliputi tahapan konversi skala ordinal ke skala interval, tahapan analisis regresi berganda, yaitu uji kualitas data, uji asumsi klasik, dan uji hipotesis. Keseluruhan tahapan tersebut dibahas secara terperinci sebagai berikut. a. Transformasi Data Ordinal Menjadi Data Interval Transformasi data ordinal menjadi data interval dilaksanakan dengan method of successive interval yang dikembangkan oleh Hays pada tahun 1976. Transformasi data tersebut dapat dilaksanakan dengan bantuan Microsoft Office Excel sebagaimana dijelaskan secara terperinci oleh Junaedi (2014: 1-3). b. Uji Kualitas Data Uji kualitas data terdiri dari uji validitas data dan uji reliabilitas data. Pemaparan terperinci dari kedua pengujian tersebut adalah sebagai berikut. 1) Uji Validitas Data Uji validitas digunakan untuk mengukur valid atau tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner tersebut mampu mengukur variabel yang ingin diukur. Uji validitas dalam penelitian ini menggunakan Pearson s Product Moment Coefficient r dengan kriteria pengambilan keputusan sebagaimana dinyatakan oleh Ghozali (2016: 53), yaitu jika r hitung > r tabel maka pertanyaan dinyatakan valid. Sebaliknya, jika r hitung r tabel maka pertanyaan dinyatakan tidak valid. 2) Uji Reliabilitas Data
45 Uji reliabilitas digunakan untuk mengukur konsistensi hasil pengukuran dari kuesioner dalam penggunaan yang berulang. Uji reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan Cronbach Alpha dengan kriteria pengambilan keputusan sebagaimana dinyatakan oleh Ghozali (2016: 43), yaitu jika koefisien Cronbach Alpha > 0,7 maka pertanyaan dinyatakan andal. Sebaliknya, jika koefisien Cronbach Alpha 0,7 maka pertanyaan dinyatakan tidak andal. c. Uji Asumsi Klasik Uji asumsi klasik merupakan pengujian yang bertujuan untuk memastikan bahwa data yang diperoleh dapat dianalisis dengan metode analisis regresi. Uji asumsi klasik terdiri dari uji normalitas, uji multikoleniaritas, uji heteroskedatisitas. 1) Uji normalitas Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah varibel-variabel penelitian memiliki distribusi normal atau tidak. Uji normalitas dalam penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan analisis grafik. Analisis grafik yang andal untuk menguji normalitas data adalah dengan melihat histogram dan normal probability plot. Histogram merupakan grafik yang membandingkan data observasi dengan distribusi yang mendekati normal. Sedangkan normal probability plot membandingkan distribusi kumulatif dari distribusi normal. Kriteria pengambilan keputusan dalam pengujian normalitas menggunakan probability plot menurut Ghozali (2016: 156) adalah jika titik menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal maka pola distribusi dikatakan normal sehingga model regresi memenuhi asumsi normalitas. Sebaliknya, jika
46 titik menyebar jauh dari garis diagonal dan tidak mengikuti arah garis diagonal, maka pola distribusi tidak normal sehingga model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas 2) Uji Multikolinieritas Uji multikolinieritas bertujuan untuk mengetahui apakah ada korelasi di antara variabel bebas (independen). Jika antarvariabel independen saling berkorelasi maka variabel-variabel ini tidak ortogonal sehingga tidak bisa diuji menggunakan model regresi. Untuk mengetahui ada tidaknya multikolinearitas di antara variabel independen dapat dilihat dari nilai toleran maupun varian inflation factor (VIF). Kriteria pengambilan keputusan penggunaan nilai toleran dan VIF tersebut menurut Ghozali (2016: 104) adalah jika nilai toleran > 0,10 atau nilai VIF < 10 maka tidak ada multikoleniaritas di antara variabel independen. Sebaliknya, jika nilai toleran 0,10 atau nilai VIF 10 maka ada multikoleniaritas di antara variabel independen. 3) Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas bertujuan mengetahui apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain sama maka disebut homoskedatisitas. Sebaliknya, jika varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tidak sama maka disebut heteroskedatisitas. Model regresi yang baik adalah yang homoskedastisitas atau tidak terjadi heteroskesdatisitas. Pengujian heteroskedatisitas dalam penelitian ini dilakukan dengan melihat grafik plot antara prediksi nilai variabel terikat dengan residualnya. Kriteria
47 pengambilan keputusan dalam pengujian ini menurut Ghozali (2016: 134) adalah jika ada pola tertentu, seperti titik-titik yang ada membentuk pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebar kemudian menyempit) maka telah terjadi heteroskesdatisitas. Sebaliknya, jika tidak ada pola yang jelas serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y maka tidak terjadi heteroskesdatisitas. d. Uji Hipotesis Untuk menguji hipotesis diperlukan adanya uji goodness of fit model penelitian serta bentuk model analisis regresi. Kedua hal tersebut akan dijelaskan sebagai berikut. 1) Uji goodness of fit model penelitian Uji goodness of fit model penelitian merupakan pengujian yang dilaksanakan untuk mengambil keputusan dalam menolak atau menerima hipotesis penelitian. Menurut Ghozali (2016: 65) pengujian ini setidaknya terdiri dari uji koefisien determinasi (uji R 2 ), uji simultan (uji F), dan uji parsial (uji t). Uji Koefisien Determinasi (Uji R 2 ) bertujuan untuk mengukur sejauh mana variabel bebas dapat menjelaskan variasi variabel terikat, baik secara parsial maupun simultan. Nilai koefisien determinasi ini adalah antara nol sampai dengan satu (0 < R 2 < 1). Menurut Ghozali (2016: 95), nilai R 2 yang kecil mengandung arti bahwa kemampuan variabel bebas dalam menjelaskan variasi variabel terikat sangat terbatas. Sebaliknya, nilai R 2 yang hampir mendekati satu mengandung arti bahwa variabel bebas memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel independen.
48 Uji Simultan (Uji F) bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh simultan variabel-variabel independen terhadap variabel terikat. Pengambilan keputusan dalam pengujian ini bisa dilaksanakan dengan menggunakan nilai probability value (p value) maupun F hitung. Kriteria pengambilan keputusan dalam pengujian yang menggunakan p value atau F hitung menurut Ghozali (2016: 99) adalah jika p value < 0,05 atau F hitung F tabel maka Ha diterima. Sebaliknya, jika p value 0,05 atau F hitung < F tabel maka Ha ditolak. Uji Parsial (Uji t) bertujuan untuk mengetahui pengaruh setiap variabel independen terhadap variabel terikat. Kriteria pengambilan keputusan dalam pengujian ini menurut Ghozali (2016: 99) adalah jika p value < 0,05 maka Ha diterima. Sebaliknya, jika p value p value 0,05 maka Ha ditolak 2) Model Analisis Regresi Untuk menguji hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini, digunakan statistik regresi linear sederhana dan moderated regression analysis. Dengan penambahan beberapa variabel, setelah semua data terkumpul, maka data akan diolah. Analisis data ini dimaksudkan untuk melihat pengaruh sistem penilaian kinerja dan sistem reward terhadap kinerja manajerial. Metode regresi linear sederhana digunakan untuk menguji hipotesis 1, hipotesis 2, dan hipotesis 3. Hipotesis 1 (H₁) diuji dengan menggunakan regresi linear sederhana, dengan persamaan sebagai berikut: Y = α + X₁ + ε (persamaan 1) Hipotesis 2 (H₂) diuji dengan menggunakan regresi linear sederhana, dengan persamaan sebagai berikut: X₂ = α + X₁+ ε.... (persamaan 2)
49 Hipotesis 3 ( diuji dengan menggunakan regresi linear sederhana, dengan persamaan sebagai berikut: Y = α + X₂ + ε.... (persamaan 3) Analisis pengaruh penilaian kinerja (X₁) terhadap kinerja manajerial (Y) dengan reward (X₂) sebagai variabel intervening dapat dimodelkan sebagai berikut: + X₂ sehingga Hipotesis 4 ( diuji dengan menggunakan moderated regression, dengan persamaan sebagai berikut: Y = α + X₁ + X₂ + (X₁.X₂) + ε...(persamaan 4) Keterangan: Y = Kinerja Manajerial X₁ = Penilaian Kinerja X₂ = Reward α, β, λ = Konstanta ε = Standar Error