KODE UNIT : O JUDUL UNIT

dokumen-dokumen yang mirip
KODE UNIT : O JUDUL UNIT

KODE UNIT : O JUDUL UNIT

1. Menggunakan sistem dan peralatan komunikasi

: Unit ini menjelaskan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperlukan bagi pekerja penanggulangan bencana.

KODE UNIT : O JUDUL UNIT

penanggulangan bencana penanggulangan bencana penanggulangan bencana 1. Mengidentifikasi strategi perencanaan bencana lokal yang ada

1. Menyiapkan upaya penyelamatan

: Unit ini meliputi pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperlukan dalam mengelola tanggap darurat search and rescue (SAR)

1. Melakukan kajian situasi

KODE UNIT : O JUDUL UNIT

KODE UNIT : O

KODE UNIT : O JUDUL UNIT

1. Memahami pengertian dan ruang lingkup hunian / shelter

PERATURAN BUPATI BANDUNG BARAT NOMOR 23 TAHUN 2011 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI, DAN RINCIAN TUGAS BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH KABUPATEN

FR-APL-01. FORMULIR PERMOHONAN SERTIFIKASI KOMPETENSI

1.1 Pentingnya pelayanan. 1.2 Tujuan penyediaan air bersih. 1.3 Komponen penyediaan air. 1.4 Parameter Standar Kualitas

CHECKLIST KEGAWATDARURATAN RUMAH SAKIT. Belum Terlaksana

: MenerapkanKeterampilanSAR. 1. Menyiapkan kegiatan SAR

KODE UNIT : O JUDUL UNIT

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

1. Melakukan pendekatan terhadap peluang pendanaan dari donatur potensial. 2. Menyerahkan proposal pendanaan. 3. Memenuhi persyaratan kontrak

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BNPB. Bantuan logistik. Pedoman. Perubahan.

INSTRUKSI GUBERNUR JAWA TENGAH

PERATURAN DAERAH KOTA PARIAMAN NOMOR: 10 TAHUN 2010

Kode Unit : O

KODE UNIT : O JUDUL UNIT

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2017 TENTANG OPERASI PENCARIAN DAN PERTOLONGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TRENGGALEK,

2015, No Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 127, Tamba

KODE UNIT O JUDUL UNIT

1. Mengelola penyampaian bantuan

2.1 Intervensi sanitasi dilakukan sesuai dengan disain. 2.2 Sarana Pembuangan Tinja (Jamban) darurat disediakan.

BAB V SIMPULAN DAN SARAN. Rumah Sakit Jiwa Grhasia Yogyakarta dalam menghadapi bencana, dapat

PENANGGULANGAN BENCANA (PB) Disusun : IdaYustinA

BERITA DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 53 TAHUN 2010 PERATURAN BUPATI BANDUNG NOMOR 53 TAHUN 2010 TENTANG

Kode Unit : O

BAB 1 PENDAHULUAN. Indonesia dengan keadaan geografis dan kondisi sosialnya berpotensi rawan

PERATURAN BUPATI TRENGGALEK NOMOR 9 TAHUN 2011 TENTANG PENJABARAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH KABUPATEN TRENGGALEK

1. Mempraktikkan kesadaran budaya dalam praktikkerja. 2. Menerima keragaman budaya sebagai dasar hubungan kerja profesional yang efektif

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2017 TENTANG OPERASI PENCARIAN DAN PERTOLONGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Dengan Persetujuan Bersama DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN BANYUWANGI dan BUPATI BANYUWANGI MEMUTUSKAN:

FR-APL-01. FORMULIR PERMOHONAN SERTIFIKASI KOMPETENSI

Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 13 Tahun 2010 Tentang Pedoman Pencarian, Pertolongan Dan Evakuasi

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2016 TENTANG TATA CARA PENYELENGGARAAN KAJIAN LINGKUNGAN HIDUP STRATEGIS

FR-APL-01. FORMULIR PERMOHONAN SERTIFIKASI KOMPETENSI

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN CIREBON NOMOR 4 TAHUN 2016 SERI D.4 PERATURAN DAERAH KABUPATEN CIREBON NOMOR 4 TAHUN 2016 TENTANG

FR-APL-01. FORMULIR PERMOHONAN SERTIFIKASI KOMPETENSI

PEDOMAN BANTUAN PERALATAN

PERATURAN DAERAH KOTA BANJARBARU NOMOR 3 TAHUN 2015 TENTANG PEMBENTUKAN, ORGANISASI DAN TATA KERJA BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH KOTA BANJARBARU

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL ( Berita Resmi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul ) Nomor : 4 Tahun : 2011 Seri : D

PEMERINTAH PROVINSI KEPULAUAN RIAU

No. 1411, 2014 BNPB. Logistik. Peralatan. Penanggulangan Bencana. Manajemen. Pedoman.

PEMERINTAH PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN DAERAH PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 10 TAHUN 2010

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.2083, 2014 BNPB. Bantuan Logistik. Penanggulangan Bencana. Pemanfaatan

PEMERINTAH KOTA SINGKAWANG

1. Membangun kemitraan dengan masyarakat dan pemangku kepentingan

Judul Unit : MenetapkanEfektivitas Hubungan di TempatKerja

: MenyiapkanRencana Transisi dalam Konteks Tanggap Darurat Bencana

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

GUBERNUR ACEH PERATURAN GUBERNUR ACEH NOMOR 43 TAHUN 2010 TENTANG SISTEM PERINGATAN DINI DAN PENANGANAN DARURAT BENCANA TSUNAMI ACEH

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

MITIGASI BENCANA ALAM I. Tujuan Pembelajaran

Peran Kelembagaan dalam Mitigasi Bencana di Indonesia. Oleh: Rudi Saprudin Darwis

KATA PENGANTAR. Jakarta, Desember 2009 Kepala Pusat Penanggulangan Krisis, Dr. Rustam S. Pakaya, MPH NIP

2 3. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 61, Tambahan Lembaran

PEDOMAN BANTUAN LOGISTIK

PEMERINTAH KABUPATEN GRESIK PENJABARAN APBD TAHUN ANGGARAN , ,00

PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 26 TAHUN 2012 TENTANG

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BNPB. Masyarakat. Penanggulangan Bencana. Peran Serta.

Pekerjaan Sosial PB :

FR-APL-01. FORMULIR PERMOHONAN SERTIFIKASI KOMPETENSI

2015, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1984 Nomor 20,

1. Merencanakan hasil pencapaian tim. 2. Mengembangkan tim yang kompak. 3. Berpartisipasi dalam fasilitasi kerja tim

2017, No BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Pemerintah ini yang dimaksud dengan: 1. Pencarian dan Pertolongan adalah segala usaha dan

FR-APL-01. FORMULIR PERMOHONAN SERTIFIKASI KOMPETENSI

FR-APL-01. FORMULIR PERMOHONAN SERTIFIKASI KOMPETENSI

PERATURAN MENTERI PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA,

-2- saling melengkapi dan saling mendukung, sedangkan peran KLHS pada perencanaan perlindungan dan pengelolaan Lingkungan Hidup bersifat menguatkan. K

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

- 1 - GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 13 TAHUN 2013 TENTANG

SMA/MA IPS kelas 10 - GEOGRAFI IPS BAB 7. MENGANALISIS MITIGASI DAN ADAPTASI BENCANA ALAMLATIHAN SOAL BAB 7

BUPATI NGANJUK PERATURAN DAERAH KABUPATEN NGANJUK NOMOR 03 TAHUN 2012 TENTANG

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

- 2 - MEMUTUSKAN : PERATURAN GUBERNUR TENTANG PERBAIKAN DARURAT PADA SAAT TRANSISI DARURAT BENCANA DI ACEH. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1

No semua komponen bangsa, maka pemerintah bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan pencarian yang dalam pelaksanaannya dilakukan oleh Badan

KODE UNIT : O JUDUL UNIT : MerekrutRelawan DESKRIPSIUNIT : Unit ini menjelaskan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperlukan

BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2011 NOMOR 32 SERI E

Powered by TCPDF (

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KULON PROGO NOMOR : 2 TAHUN : 2010 SERI : D PERATURAN DAERAH KABUPATEN KULON PROGO NOMOR 11 TAHUN 2010 TENTANG

Transkripsi:

KODE UNIT : O.842340.037.01 JUDUL UNIT : MemimpinAnggotaTim Gabungan DESKRIPSIUNIT : Unit ini mencakup pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperlukan untuk memberikan perintah kepada personel yang berasal dari berbagai organisasi yang tergabung dalam operasi tanggap darurat ELEMEN KOMPETENSI KRITERIAUNJUK KERJA 1. Menjadi komandan 1.1 Perintah dikeluarkan sesuai dengan wewenang organisasi dan pedoman. 1.2 Identitas, lokasi, dan kontak komandan disampaikan kepada personel internal dan pihak yang berwenang. 2. Menetapkan sarana komando 2.1 Sarana komando yang memadai diselenggarakan sesuai dengan pedoman organisasi. 2.2 Rincian sarana disampaikan kepada pihak yang berwenang. 3. Menetapkan struktur komando 3.1 Struktur komando ditetapkan sesuai dengan keunikan dan kerumitan tugas yang diemban oleh organisasi. 3.2 Struktur komando diperluas, diubah, atau dibuatkan perjanjian dalam merespon perubahan keadaan darurat yang terjadi. 4. Menetapkan prosedur agar komando dapat dilaksanakan 4.1 Struktur komando disampaikan kepada pihak yang berwenang dalam keadaan darurat. 4.2 Sistem informasi manajemenkomando diterapkan.

5. Menetapkan rencana operasionalisasi komando 6. Mengelola sumber daya dibawah komando organisasi 4.3 Mekanisme komunikasi dan prosedur komando diterapkan pada berbagai level sesuai dengan pedoman organisasi. 4.4 Petugas penghubung ditetapkan keberadaannya untuk memenuhi persyaratan pengawasan dan pelaksanaan perintah. 4.5 Sistem informasi publik ditetapkan sesuai dengan persyaratan dalam rencana pengendalian. 5.1 Tugas diterima dan/atau ditetapkan sesuai dengan persyaratan pengendalian. 5.2 Rencana operasionalisasi komando dalam penerapan strategi dikembangkan seperti permintaan sesuai dengan pedoman organisasi. 5.3 Taktik pengelolaan tanggap darurat yang efektif didentifikasi sesuai dengan rencana operasionalisasi komando. 6.1 Pengerahansumber daya untuk memastikan rencana operasionalisasi komando diterapkan sesuai dengan pedoman organisasi. 6.2 Sumber daya fisik dan manusia dikelola secara efektif untuk mencapai hasil sesuai denganrencana. 7. Mengelola operasi 7.1 Operasi dilaksanakan sesuai dengan rencana operasionalisasi komando. 7.2 Perubahan status dan tindakan yang signifikan dilaporkan secara konsisten sesuai dengan kebijakan dan prosedur organisasi.

7.3 Operasi direncanakan kembali untuk memenuhi kebutuhan perubahan kondisi yang berdampak pada situasi kedaruratan. 8. Mengakhiri operasi 8.1 Sumber daya fisik, manusia, dan keuangan disiapkan sesuai dengan pedoman organisasi. 8.2 Pengarahandilakukan sesuai dengan prosedur organisasi. 8.3 Dokumentasi operasional diselesaikan sesuai dengan standar organisasi. 8.4 Laporan dibuat sesuai dengan persyaratan. 9. Mengkaji ulang operasi 9.1 Rencana dan pedoman dievaluasi. 9.2 Efektivitas komando dan interaksi dengan pengendali dicatat. 9.3 Laporan disampaikan sesuai dengan protokol.

BATASAN VARIABEL 1. Konteks variabel 1.1 Tipe keadaan darurat 1.1.1 peristiwa alam 1.1.2 tenggelam 1.1.3 kebakaran hutan 1.1.4 tsunami 1.1.5 angin puyuh 1.1.6 biologi 1.1.7 suhu ekstrem 1.1.8 banjir/angin 1.1.9 gempa bumi/pergerakan lempengan 1.1.10 gunung meletus 1.1.11 tanah longsor 1.1.12 SAR 1.1.13 penyelamatan binatang. 1.2 Peristiwasosial/politik, dapat termasuk 1.2.1 ekonomi 1.2.2 demontrasi umum 1.2.3 terorisme 1.2.4 sabotase 1.2.5 situasi penyanderaan 1.2.6 keributan sipil 1.2.7 terorisme ekologi 1.2.8 serangan musuh.

1.3 Pertimbangan untuk menentukan sifat, tingkat, dan potensi darurat, dapat termasuk 1.3.1 Risikopada kehidupan 1.3.2 Risikopada properti 1.3.3 Risikopada lingkungan 1.3.4 lingkup dan tingkat insiden, termasuk lamanya insiden 1.3.5 ketersediaan sumber daya 1.3.6 potensi perubahan situasi 1.3.7 topografi 1.3.8 iklim 1.3.9 kecepatan terjadinya dari awal 1.3.10 demografi. 1.4 Sumber daya, dapat termasuk 1.4.1 personel operasional 1.4.2 relawan 1.4.3 personel pendukung 1.4.4 lokal 1.4.5 pemerintah provinsi/daerah 1.4.6 peralatan dan mesin 1.4.7 kendaraan 1.4.8 peralatan komunikasi 1.4.9 peralatan teknologi 1.4.10 kapal terbang, kapal laut. 1.5 Sistem manajemen informasi, dapat termasuk 1.5.1 penerimaan data 1.5.2 rekaman 1.5.3 moda tempat penyimpanan dan pengeluaran 1.5.4 prosedur danprotokol 1.5.5 peralatan pertukaran data elektronik 1.5.6 alat perekam suara dan gambar 1.5.7 penyebaran informasi publik/media

1.5.8 penugasan keamanan

1.5.9 rekamandan dokumentasi insiden.

1.6 Personel pendukung aktivitas, dapat termasuk:

1.6.1 Pengiriman makanan

1.6.2 sanitasi

1.6.3 tempat penampungan sementara

1.6.4 jasa konseling bantuan

1.6.5 jasa pengelolaan stres.

1.7 Prosedur dan prinsip penetapan fasilitas komando, dapat termasuk mempertimbangkan 1.7.1 kedekatan dengan lokasi darurat/insiden 1.7.2 tipe dan ukuranstruktur 1.7.3 kebutuhan insiden khusus 1.7.4 moda komunikasi 1.7.5 operasi logistik 1.7.6 akses menuju lokasi dan persyaratan keluar 1.7.7 persyaratan keamanan 1.7.8 sifatperalatan 1.7.9 jasa pendukung 1.7.10 parkir 1.7.11 tempat yang nyaman 1.7.12 lingkungan. 1.8 Sistem dan proses komunikasi, dapat termasuk 1.8.1 saluran khusus untuk komunikasi 1.8.2 petugas yang bertanggung jawabatas komunikasi 1.8.3 radio komunikasi 1.8.4 petugas penghubung 1.8.5 pengiriman data 1.8.6 telekomunikasi. 1.9 Personel internal dan eksternal dan otoritas, dapat termasuk 1.9.1 personel operasi 1.9.2 organisasi kedaruratan 1.9.3 organisasi tambahan 1.9.4 otoritas yang lebih tinggi 1.9.5 umum 1.9.6 media 1.9.7 klien 1.9.8 saksi 1.9.9 otoritas pemerintah dan semi pemerintah

1.9.10 korban

1.9.11 spesialis K3

1.9.12 spesialis pengelolaan kedaruratan

1.9.13 jasa penyedia

1.9.14 pemangku kepentingan dan analis lainnya.

1.10 Jasa pendukung, dapat termasuk

1.10.1 organisasi kedaruratan

1.10.2 air

1.10.3 organisasi pemasok gas dan listrik

1.10.4 organisasi konseling

1.10.5 organisasi pertolongan medis

1.10.6 kontraktor

1.10.7 organisasi jasa masyarakat

1.10.8 badan pertanahan

1.10.9 transpor.

1.11 taklimat singkat,dapat termasuk

1.11.1 stres insiden

1.11.2 evaluasi kinerja

1.11.3 analisis operasional. 1.12 Persetujuan mekanisme pelaporan, akan melibatkan 1.12.1 otorisasi 1.12.2 distribusi dan pembuatan laporan sesuai dengan peraturan dan persyaratan organisasi, dapat termasuk: laporan media laporan kementerian laporan kematian laporan situasi evaluasi kinerja laporan akhir kertas taklimat. 1.13 Aktivitas terkontrol, termasuk 1.13.1 operasi 1.13.2 perencanaan 1.13.3 logistik 1.13.4 komunikasi. 1.14 Sumber informasi/ dokumen, dapat termasuk 1.14.1 prosedur darurat 1.14.2 prosedur operasi standar 1.14.3 peta 1.14.4 laporan final 1.14.5 permintaan klien 1.14.6 peralatan teknologi komunikasi 1.14.7 prosedur evakuasi 1.14.8 prosedur K3 1.14.9 perundang-undangan dan peraturan pemerintah. 2. Peralatan dan perlengkapan 2.1 peralatan tulis-menulis

2.2 komputer dan aplikasinya. 3. Peraturan yang diperlukan 3.1 Peraturan Kepala BNPB Nomor 10 Tahun 2008, Komando Tanggap Darurat Bencana 3.2 Peraturan Kepala BNPB Nomor 9 Tahun 2008, Prosedur Tetap Tim Reaksi Cepat Badan Nasional Penanggulangan Bencana 3.3 Peraturan Kepala BNPB Nomor 1 Tahun 2008, Organisasi dan Tata Kerja Badan Nasional Penanggulangan Bencana. 4. Norma dan Standar 4.1 SNI 7937:2013, Layanan kemanusiaan dalam bencana 4.2 SNI ISO 22320:2012 Keamanan masyarakat Manajemen kedaruratan Persyaratan untuk penanganan insiden 4.3 SNI ISO/PAS 22399:2012 Perlindungan masyarakat - Pedoman untuk manajemen kesiapsiagaan insiden dan kontinuitas operasional 4.4 SNI 7766:2012 Jalur Evakuasi Tsunami 4.5 SNI 7743:2011 Rambu Evakuasi Tsunami PANDUAN PENILAIAN 1. Sumber Daya 1.1 pengujian dapat dilakukan dalam lingkungan operasional atau di lingkungan kerja simulasi yang telah disetujui 1.2 sumber daya sebaiknya melibatkan akses atau simulasi situasi darurat dalam respon multi-organisasi. Ini termasuk sumber daya yang berhubungan dengan peralatan, personel, fasilitas yang sesuai dengan situasi darurat dan dalam batas kewenangan pengawasan. 2. Persyaratan kompetensi

2.1 O.842340.001.01Melakukan Kerja Efektif dalam Sektor Penanggulangan Bencana 2.2 O.842340.010.01Menunjukkan Kepemimpinan di Tempat Kerja 2.3 O.842340.011.01Memimpin Staf Lapangan 2.4 O.842340.034.01 Memberikan Pengarahan 3. Pengetahuan dan ketrampilan yang dibutuhkan 3.1 Pengetahuan yang Diperlukan 3.1.1 penerapan perjanjian yang relevan 3.1.2 persyaratan pedoman atau perundang-undangan 3.1.3 denah lokasi darurat 3.1.4 mengidentifikasi dan menggunakan peralatan dengan benar 3.1.5 pengetahuan tentang prinsip dan praktik melakukan aktivitas yang menggunakan elemen pengelolaan keamanan umum 3.1.6 struktur perintah organisasi 3.1.7 proses dan prosedur 3.1.8 keamanan dan kerahasiaan bahan-bahan/material. 3.2 Keterampilan yang Diperlukan 3.2.1 mengakses informasi dan dukungan fasilitas kontrol, personel yang berada di organisasi lainnya dan otoritas eksternal 3.2.2 menganalisis situasi darurat, fungsional, dan strategis 3.2.3 mengembangkan respon perencanaan termasuk memperkirakan konsekuensi dan mengidentifikasi hal-hal yangsudah dicapai 3.2.4 efektif dan efisien dalam mengerahkan sumber daya manusia dan fisik, termasuk: operasional dan nonoperasional personel bahan-bahan peralatan dan barang habis pakai pengerahan yang efektif, pemantauan, dan komunikasi alokasi tugas-tugas organisasi

mengidentifikasi dan menggunakan peralatan dengan benar menerapkan respon sesuai dengan prosedur organisasi dan dalam batas kewenangan memadukan manajemen risiko dan proses keberlanjutan berhubungan efektif dengan pengawas kedaruratan pengoperasian sistem kerja dan peralatan proses dan prosedur mengamankan lokasi operasi/darurat memilih, memprioritaskan, mengimplementasikan, dan mengevaluasi strategi yang sesuai bereaksi dengan strategis terhadap perubahan dalam situasi darurat menggunakan berbagai macam peralatan teknologi informasi termasuk: - komputer - peralatan radio - sistem pertukaran data elektronik - penggunaan alat dan teknik pemecahan masalah. 4. Sikap kerja yang diperlukan 4.1 semua pekerja dalam penanggulangan bencana harus menyadari isu-isu kesempatan, kesetaraan, serta hak asasi manusia di bidang kerja masing-masing 4.2 semua pekerja harus mengembangkan kemampuan bekerja dalam lingkungan budaya yang berbeda 5. Aspek Kritis Aspek-aspek kritisdalampengujian dan pembuktian yang dipersyaratkan untuk menunjukkan unit kompetensi ini:

5.1 menerapkan respon koordinasi sesuai dengan perencanaan kontrol, dan dalam batas kewenangannya 5.2 mengidentifikasi, memilih, memprioritaskan, menerapkan, dan mengevaluasi strategi yang sesuai untuk memperoleh dan mengerahkan sumber daya sesuai dengan kontrol dan kebutuhan perencanaan komando 5.3 menganalisis kebutuhan sumber daya sesuai dengan kebutuhan kontrol saat ini dan masa depan 5.4 menerapkan dan memelihara sistem komunikasi efektif, baik internal maupun eksternal dari keadaan darurat 5.5 memantau pengerahan sumber daya sesuai dengan kebutuhan kontrol 5.6 memelihara pengadaan dan catatan tempat kerja 5.7 bereaksi dengan strategis terhadap perubahan dalam situasi darurat 5.8 memadukan proses pengelolaan risiko dan berkelanjutan 5.9 mengevaluasi kinerja koordinasi sesuai dengan kebutuhan kontrol 5.10 memodifikasi aktivitas untuk memenuhi perubahan dalam konteks keadaan darurat 5.11 menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang penting pada saat menetapkan rencana 5.12 menjelaskan konsekuensi 5.13 menyelesaikan tugas 5.14 mengidentifikasi pencapaian 5.15 menerapkan kehati-hatian keselamatan yang relevan dengan pekerjaan 5.16 menunjukkan bukti telah menerapkan prosedur kerja yang relevan termasuk prosedur dan kebijakan bahaya, prosedur dan pedoman kerja yang berhubungan dengan pengadaan sumber daya, prosedur pengawasan mutu (bila ada), kerahasiaan dan keamanan material, sampah, polusi serta pengelolaan proses pengelolaan pemulihan lingkungan.

5.17 bukti harus dikumpulkan lebih dari satu periode waktu dalam keadaan sebenarnya atau lingkungan kerja simulasi.