BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1. Lokasi Penelitian Proyek Bangunan Gedung Rawat Inap Kelas III dan Parkir RSUD Dr. Moewardi Surakarta beralamat di Jalan Kolonel Sutarto 132 Surakarta. Secara rinci letak pelaksanaan proyek pembangunan tersebut dibatasi oleh : Sebelah timur : Jalan Mondokan Jebres Sebelah selatan : Jalan Kolonel Sutarto 132 Surakarta Sebelah barat : Toko kelontong warga Sebelah utara : Rumah warga Adapun untuk lebih jelasnya, keadaan site dan letak lokasi dapat dilihat pada gambar situasi proyek berikut ini: Gambar 3.1. Denah Lokasi Proyek (Site Plan) 17
18 3.2. Data Proyek 3.2.1. Data Administrasi Proyek Data-data umum dari Proyek Bangunan Gedung Rawat Inap Kelas III dan Parkir RSUD Dr. Moewardi Surakarta adalah sebagai berikut: Nama proyek : Proyek Bangunan Gedung Rawat Inap Kelas III dan Parkir RSUD Dr. Moewardi Surakarta Lokasi : Jalan Kolonel Sutarto 132 Surakarta Pekerjaan : a. Pekerjaan struktur b. Pekerjaan non struktur Fungsi bangunan : Bangunan Rawat Inap dan Parkir Jumlah lantai : Bangunan 3 lantai Luas lahan : 5937 m 2 Luas total bangunan : 5937 m 2, meliputi: 1) Lantai Satu : 1979 m 2 2) Lantai Dua : 1979 m 2 3) Lantai Tiga : 1979 m 2 Pemilik proyek (owner) : RSUD Dr. Moewardi Surakarta Konsultan perencana : PT. Pandu Persada Kontraktor utama : PT. Sinar Cerah Sempurna Manajemen Konstruksi : PT. Karsa Ndika Rancana Nilai kontrak : Rp 19.833.360.000,00 (Sembilan Belas Milyar Delapan Ratus Tiga Puluh Tiga Juta Tiga Ratus Enam Puluh Ribu Rupiah). Sumber dana : Anggaran Pendapatan Biaya Negara (APBN) Waktu pelaksanaan : 16 Juli 12 Desember 2014 Waktu pemeliharaan : 180 hari kalender Nomor Kontrak : 027/9960/2014 Tanggal 7 Juli 2014 Nomor SPMK : 027/10170/2014 Tanggal 16 Juli 2014
19 3.3. Alat yang Digunakan 1. AutoCAD untuk menghitung volume bangunan dari gambar kerja 2. Microsoft Excel untuk membantu menghitung pengolahan data percepatan metode Time Cost Trade Off (TCTO) dengan menghitung jam lembur pekerja dan penambahan pekerja serta efisiensinya. 3.4. Metode Time Cost Trade Off (TCTO) 1. Menghitung jam lembur pekerja didasarkan kepada durasi normal proyek dikurangi waktu crashing. Pemilihan waktu crashing didasarkan oleh waktu libur yang terjadi selama durasi minimum pekerjaan proyek dari kumpulan kegiatan kritis proyek. 2. Menghitung penambahan pekerja dengan menukar waktu crashing yang terjadi ke setiap kegiatan kritis proyek sehingga percepatan pekerjaan dapat menjadi optimal. Pemilihan waktu crashing didasarkan oleh waktu libur yang terjadi selama durasi minimum pekerjaan proyek dari kumpulan kegiatan kritis proyek. 3. Kesimpulan optimasi dari penambahan jam lembur pekerja dan penambahan pekerja dapat dibandingkan dari efisiensi proyek dengan dasar pemilihan waktu crashing yang sama.
20 3.5. Diagram Alir Tahapan Penelitian MULAI Mengumpulkan data : - Gambar Kerja Proyek - Anggaran Biaya dan Spesifikasi - Time Schedule & Kurva S Mengolah Daftar Kegiatan Kritis Pekerjaan Proyek Menghitung Biaya Langsung dan Biaya Tidak Langsung Durasi Normal Menerapkan Metode Time Cost Trade Off Menghitung Durasi Optimum Menghitung Durasi Optimum Akibat Penambahan Pekerja Menghitung Upah Lembur Akibat Tenaga Kerja Menghitung Upah Lembur Akibat Penambahan Kerja Menghitung Biaya Langsung Menghitung Biaya Langsung Menghitung Biaya Tidak Langsung Menghitung Biaya Tidak Langsung
21 Menghitung Cost Slope Menghitung Cost Slope Menghitung Biaya Total Menghitung Biaya Total Menghitung Efisiensi Biaya Menghitung Efisiensi Biaya Membuat Grafik Biaya Langsung, Biaya Tidak Langsung, dan Biaya Total Membuat Grafik Biaya Langsung, Biaya Tidak Langsung, dan Biaya Total Kesimpulan dan Saran Selesai Gambar 3.2. Diagram Alir Tahapan Penelitian