BAB III METODOLOGI PENELITIAN 1.1. Kerangka Pikir Kerangka pikir adalah suatu kerangka yang berisi tentang proses lama suatu perusahaan dimana dengan menggunakan metode Soft System Methodology (SSM) dihasilkan suatu proses baru. Tabel 3.1. Kerangka Pikir PROSES LAMA PROSES BARU Pengambilan Keputusan yang Lama Setiap Keputusan melalui Pimpinan Jalur Informasi yang pelan Proses Pembayaran ke supplier yang Lama METODE SSM (Soft System Methodology) Pengambilan Keputusan lebih Cepat Setiap keputusan dapat diputuskan oleh Direksi Jalur Informasi Lebih Cepat Proses Pembayaran ke supplier lebih Cepat Pada kerangka pikir diatas, dapat dilihat adanya proses lama yang terjadi di PT RLS dan dengan menggunakan metode SSM (Soft System Methodology) dihasilkan suatu proses baru. Adapun proses lama berupa pengambilan keputusan yang lama, karena harus melalui beberapa bagian baru dapat diputuskan suatu keputusan, setiap keputusan melalui pimpinan dimana keputusan yang akan diambil harus disetujui oleh pimpinan dalam pelaksanaanya, jalur informasi yang pelan dimana terjadi keterlambatan penerimaan data, proses pembayaran ke supplier yang lama dimana supplier selalu telat dalam menerima pembayaran.
Dengan bantuan metode SSM didapatkan suatu proses baru yang diinginkan yang berupa perubahan dari proses lama menjadi proses baru dimana dihasilkan pengambilan keputusan yang lebih cepat tanpa harus melalui beberapa bagian, keputusan dapat langsung diputuskan oleh direksi tanpa harus melalui pimpinan, jalur informasi yang diterima akan lebih cepat, proses pembayaran ke supplier akan lebih cepat atau tepat pada waktu yang ditentukan. 1.2. Metode Analisis Penelitian dilakukan di kantor pusat PT RLS mengenai operasional perusahaan tersebut. Dalam memecahkan masalah yang ada pada kegiatan operasional perusahaan penulis menggunakan metode Soft System Methodology (SSM). Waktu penelitian adalah sekitar 4 bulan dimulai dari bulan November 2002 sampai dengan bulan Februari 2003 Sedangkan untuk penulisan tesis ini dilakukan secara bertahap sejak penelitian dimulai sampai akhir dari penelitian. 1.3. Soft System Methodology Adapun tahap-tahap yang harus dilakukan pada Soft System Methodology (SSM) adalah sebagai berikut : 1.3.1. Permasalahan Dalam tahap ini, penulis melakukan pengumpulan data dan informasi untuk menemukan masalah yang terdapat dalam perusahaan melalui wawancara dengan pelaku kegiatan yang mempunyai masalah dan melakukan pengamatan secara langsung terhadap karyawan di PT RLS untuk mencari masalah-masalah yang sering muncul. Adapun tujuan dari tahap pertama ini adalah untuk memberikan gambaran secara menyeluruh mengenai masalah yang terjadi dan selanjutnya dapat digunakan untuk menganalisis berbagai masalah yang terjadi. 1.3.2. Penggambaran Permasalahan Dalam tahap kedua ini bertujuan untuk mengetahui lebih jelas mengenai permasalahan yang sedang dihadapi oleh perusahaan. Adapun tujuan dari tahap ini adalah untuk mengetahui lebih dalam permasalahan yang sedang dihadapi dimana dapat digunakan sebagai petunjuk untuk menentukan berbagai macam faktor yang mempengaruhi dan menjadi penyebab atas berbagai permasalahan yang muncul.
Hasil dari tahap ini adalah Rich Picture dimana Rich Picture ini menggambarkan mengenai situasi masalah yang sedang dihadapi dalam gambaran animasi. Penggambaran yang detail mengenai hubungan antar bagian dalam suatu perusahaan digambarkan secara jelas, sehingga kita dapat mengetahui permasalahan yang ada. 1.3.3. Root Definition Pada tahap ketiga ini dilakukan Root Definition dimana didefinisikan mengenai tujuan utama dari sistem (model) yang diinginkan dimana dalam pendefinisian diceritakan mengenai input yang ada dilakukan proses transformasi untuk menghasilkan output yang diinginkan. Tahap ini dilakukan untuk dapat mengetahui pihak-pihak mana saja yang terlibat dalam masalah yang muncul. Evaluasi dari tahap ini adalah dengan menggunakan metode CATWOE. Kriteria CATWOE adalah sebagai berikut : 1. C / Customer adalah orang yang mengharapkan manfaat dari tindakan yang diambil 2. A / Actor adalah pelaku yang melakukan tindakan 3. T / Transformation Process adalah perubahan dari masukan yang ada untuk menuju ke arah yang lebih baik 4. W / Weltanschauung adalah bentuk tindakan yang ideal untuk menghadapi dan mengamati permasalahan 5. O/ Owner adalah pelaku yang dapat menghentikan tindakan 6. E / Environemental Constraint adalah rintangan yang terdapat dalam lingkungan tindakan 1.3.4. Membuat model konseptual Pada tahap ini bertujuan untuk melihat sejauh mana pelaku terlibat dalam proses transformasi yang terjadi sebagai akibat pelaksanaan sebuah kegiatan. Model konseptual ini adalah suatu penggambaran konsep yang ideal bagi perusahaan dan CATWOE menjadi dasar bagi pembuatan konsep ini. Model konseptual yang dihasilkan, menggambarkan keinginan tentang bentuk kegiatan terbaik pada masa yang akan datang dari kegiatan yang bermasalah dengan kata lain bahwa penggambaran model konseptual ini adalah penggambaran perbaikan untuk sistem yang berjalan sekarang ini. Adapun berbagai pertanyaan yang dapat dijawab dengan pembuatan model konseptual ini adalah sebagai berikut : o Dimana dan bagaimana perubahan sistem yang harus dilakukan untuk mengatasi berbagai macam masalah yang sedang dihadapi saat ini? o Bagaimana melakukan seleksi atas sistem yang ada?
Kita harus mengetahui sistem yang mana yang harus diganti atau dirubah dengan melihat apakah sistem yang berjalan sudah efektif belum, jika belum efektif, kita harus melihat lebih kedalam yaitu bagian dari sistem yang ada (sub-sistem), kita harus melakukan seleksi untuk mengambil sistem yang efektif dan merubah sistem yang tidak efektif. 1.3.5. Membandingkan model konseptual dengan real world Pada tahap ini, akan dibandingkan sistem real world dengan sistem pada model konseptual. Untuk itu, perlu digambarkan dalam bentuk tabel sehingga dapat mengetahui perbedaan antara sistem real world dengan konseptual. Penggambaran tabel itu berisi tentang sistem lama yang ada, perubahan yang diinginkan dan sistem baru yang digambarkan pada konseptual model. Tujuan dari perbandingan ini adalah untk memahami lebih baik berbagai permasalahan yang ada dimana dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan perbaikan dan meningkatkan kualitas kegiatan. 1.3.6. Melakukan perubahan Pada tahap ini, segala macam usulan serta perubahan yang memungkinkan untuk memajukan perusahaan akan dimasukan guna dapat memberikan input yang banyak. Untuk itu, perlu digambarkan dalam bentuk tabel sehingga dapat perubahan yang dilakukan. Penggambaran tabel itu berisi tentang sistem lama yang ada dan perubahan yang bisa dilakukan (Sistem Baru). Tujuan dari tahap ini adalah untuk mengidentifikasi dan menyelidiki berbagai kemungkinan perubahan yang bisa terjadi dengan membuat daftar alternatif perubahan. Hasil yang didapat dari proses melakukan perubahan ini adalah berupa daftar perubahan yang diputuskan agar dapat diterima dan diimplementasikan. 1.3.7. Melakukan tindakan Pada tahap ini, kita melakukan implementasi dari perubahan yang telah ditentukan, sehingga kita dapat menentukan perubahan mana yang perlu dilakukan untuk merubah strategi yang telah ada. Tujuan akhir dari tahap ini adalah melakukan formulasi dari tindakan dan menentukan bagaimana perubahan itu dilakukan. 1.4. Teknik Pengumpulan Data Data yang dikumpukan pada penelitian ini adalah dengan cara sebagai berikut:
Studi kepustakaan yaitu mempelajari berbagai teori guna menunjang penyusunan kerangka pemikiran penelitian Pengamatan secara langsung dengan kegiatan sehari-hari di PT RLS guna mencari masalah dalam perusahaan. Wawancara langsung dengan karyawan yang ada di PT RLS guna mencari solusi terbaik dalam memecahkan masalah serta alternatif yang diberikan.