BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan Penelitian Untuk memperoleh data yang sesuai dengan permasalahan, maka penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, yaitu penelitian yang dalam analisis datanya tidak menggunakan bantuin ilmu statistika, tetapi menggunakan rumus 5W + 1H (Who, What, When, Where, Why, dan How). Selain What (data dan fakta yang dihasilkan dari penelitian), How (bagaimana proses data itu berlangsung), Who (siapa saja yang bisa menjadi informan kunci dalam penelitian), Where (dimana sumber informasi penelitian digali atau ditemukan), dan When (kapan sumber informasi itu bisa ditemukan); yang paling penting adalah Why (analisis lebih dalam atau penafsiran / interpretasi lebih dalam ada apa dibalik fakta dan data hasil penelitian itu, mengapa bisa terjadi seperti itu). Why (mengapa ) memberikan pemahaman lebih dalam dari hasil penelitian kualitatif. (Ardianto, 2011 : 58-59) Bogdan dan Taylor mendefinisikan Metodologi Kualitatif sebagai : prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. (Moleong, 2006 : 4). Sedangkan, menurut Denzin dan Lincoln menyatakan Penelitian Kualitatif adalah : penelitian yang menggunakan latar alamiah, dengan maksud menafsirkan fenomena yang terjadi dan dilakukan dengan jalan melibatkan berbagai metode yang ada (Moleong, 2006 : 5). Maka dalam penelitian ini akan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Karena penelitian ini nantinya akan menghasilkan data data deskriptif berupa kata kata tertulis berdasarkan hasil analisis data 5W + 1H, dimana data tersebut di peroleh melalui penafsiran fenomena yang terjadi dan dilakukan dengan menggunakan metode yang ada.
3.2 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif. Menurut Kriyantono (2012 : 69) jenis penelitian deskriptif bertujuan membuat deskripsi secara sistematis, faktual dan akurat tentang fakta fakta dan sifat sifat populasi atau objek tertentu. Sedangkan menurut Jalaluddin Rakhmat : penelitian deskriptif hanyalah memaparkan situasi dan peristiwa. Penelitian ini tidak mencari atau menjelaskan hubungan, tidak menguji hipotesis atau membuat prediksi. Ciri lain jenis penelitian deskriptif ialah titik berat pada observasi dan suasana alamiah (naturalistis setting). Peneliti bertindak sebagai pengamat. Ia hanya membuat kategori perilaku, mengamati gejala, dan mencatatnya dalam buku observasinya. Dengan suasana alamiah dimaksudkan bahwa peneliti terjun ke lapangan. Ia berusaha untuk tidak memanipulasi variabel. (Rakhmat, 2009 : 24 25) Jadi, pada penelitian komunikasi vertikal yang dilakukan oleh Corporate Public RelationsBINA NUSANTARA dalam project event Topping Off BINUS UNIVERSITY di Alam Sutera ini, akan menggunakan jenis penelitian deskriptif. Hal ini dikarenakan dalam penelitian ini ingin mendeskripsikan secara sistematis, faktual dan akurat tentang fakta fakta mengenai komunikasi vertikal yang dilakukan olehcorporate Public Relations dengan Corporate Communication ManagerBINA NUSANTARA, pada project eventtopping Off BINUS UNIVERSITY di Alam Sutera dengan menitikberatkan pada observasi dan suasana alamiah. 3.3 Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Studi kasus. Studi kasus adalah salah satu metode penelitian ilmu ilmu sosial. Secara umum, studi kasus merupakan strategi yang lebih cocok bila pokok pertanyaan suatu penelitian berkenaan dengan how dan why, bila peneliti hanya memiliki sedikit peluang untuk mengontrol peristiwa peristiwa yang akan diselidiki, dan bilamana fokus penelitiannya terletak pada fenomena kontemporer (masa kini) di dalam konteks kehidupan nyata. (K.Yin, 2009 : 1)
Jadi, penelitian ini menggunakan metode penelitian studi kasus karena di dalam penelitian ini memiliki pokok pertanyaan suatu penelitian yang berkenaan dengan how dan why, memiliki sedikit peluang untuk mengontrol peristiwa peristiwa yang akan diselidiki, dan fokus penelitian dalam penelitian ini terletak pada fenomena kontemporer (masa kini) di dalam konteks kehidupan nyata yaitu untuk melihat bagaimana peranan divisi Corporate Public Relations dalam implementasi komunikasi vertikal pada saat project event Topping Off BINUS UNIVERSITY di Alam Sutera. 3.4 Teknik Pengumpulan Data Yang menjadi sumber data dalam penelitian ini yaitu data primer dan sekunder. 1. Data primer Data primer ialah data yang diperoleh dari sumber data pertama atau tangan pertama di lapangan. Sumber data ini bisa responden atau subjek penelitian, dari hasil pengisian kuesioner, wawancara, observasi. Data primer ini termasuk data mentah yang harus diproses lagi sehingga menjadi informasi yang bermakna. (Kriyantono, 2012 : 41 42). untuk mendapatkan data primer ini maka penelitian ini akan menggunakan teknik pengumpulan data berupa : a) Observasi Menurut Kriyantono (2012 : 110), observasi adalah kegiatan mengamati secara langsung tanpa mediator sesuatu objek untuk melihat dengan dekat kegiatan yang dilakukan objek tersebut. Namun, tidak semua observasi bisa disebut sebagai metode dalam riset karena metode pengumpulan data melalui observasi memerlukan syarat syarat tertentu agar bermanfaat bagi kegiatan riset. Ada 2 jenis observasi ; pertama, observasi partisipan, yaitu periset ikut berpartisipasi sebagai anggota kelompok yang diteliti. Kedua, observasi nonpartisipan, yaitu observasi dimana periset tidak memposisikan dirinya sebagai anggota kelompok yang diteliti. (Kriyantono (2012 : 64) Lebih lanjut Kriyantono (2012 : 112) menjelaskan bahwa observasi partisipan adalah metode observasi di
mana periset juga berfungsi sebagai partisipan, ikut serta dalam kegiatan yang dilakukan oleh kelompok yang diriset, apakah kehadirannya diketahui atau tidak. Observasi nonpartisipan merupakan metode observasi di mana periset hanya bertindak mengobservasi tanpa ikut terjun melakukan aktivitas seperti yang dilakukan kelompok yang diriset, baik kehadiranya diketahui atau tidak. Pada penelitian ini akan dilakukan observasi untuk melengkapi data penelitian dan lebih memahami objek penelitian. Observasi yang dilakukan adalah observasi nonpartisipan karena dalam penelitian ini, hanya akan mengamati komunikasi vertikal yang dilakukan oleh Corporate Public Relations dengan Corporate Communication Manager saat project event Topping Off BINUS UNIVERSITY di Alam Sutera, tanpa ikut terjun melakukan aktivitas seperti yang dilakukan oleh mereka. b) Wawancara Menurut Berger (2000) dalam Kriyantono (2012 : 100) wawancara adalah percakapan antara periset seseorang yang berharap mendapat informasi dan informan seseorang yang diasumsikan mempunyai informasi penting tentang suatu objek. Wawancara merupakan metode pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh informasi langsung dari sumbernya. Jenis jenis wawancara : a. Wawancara Pendahuluan, b. Wawancara Terstruktur, c. Wawancara Semistruktur, dan d. Wawancara Mendalam. (Kriyantono, 2012 : 100 102) Pada penelitian ini jenis wawancara yang akan digunakan adalah wawancara mendalam. Dimana menurut Kriyantono (2012 : 102) wawancara mendalam adalah suatu cara mengumpulkan data atau informasi dengan cara langsung bertatap muka dengan informan agar mendapatkan data lengkap dan mendalam. Pada wawancara ini,
pewawancara relatif tidak mempunyai kontrol atas respons informan, artinya informan bebas memberikan jawaban. Yang menjadi informan kunci untuk diwawancara dalam penelitian ini adalah 1. Haris Suhendra (Corporate Communication Manager) Informan ini dipilih karena merupakan atasan divisi Corporate Public Relations yang bertugas sebagai penanggung jawab dalam event ini dan akan selalu berkomunikasi secara langsung dengan Corporate Public Relations dalam event ini, agar pelaksanaan event Topping OffBINUS University di Alam Sutera ini dapat terlaksana dengan baik. 2. Maria Christie Benedicta Fernandez Lamuri (Corporate Public Relations) Informan ini dipilih karena merupakan seorang Corporate Public Relations di BINA NUSANTARA yang akanselalu menjadi koordinator untuk event event Corporate di BINA NUSANTARA atau bisa dibilang ketua event. Di dalam event ini memiliki tanggung jawab untuk mengkoordinasikan seluruh panitia event Topping Off BINUS UNIVERSITY di Alam Sutera dan bertanggung jawab terhadap perencanaan sampai pelaksanaan event Topping Off BINUS UNIVERSITY di Alam Sutera pada Rabu, 26 Maret 2014. Yang Menjadi informan pendukung pada penelitian ini adalah : 1. Jefta Ryant(Digital Media) Informan ini dipilih karena merupakan salah satu panitia event Topping Off BINUS University di Alam Sutera yang bekerja di divisi BINUS Media and Publishing. Dimana pada event ini bertugas untuk membantu dalam mempublikasikan event di website BINUS dan seruangan kantor dengan Corporate Public Relationsdan Corporate Communication Manager. 2. Hardiansyah (BINUSIAN Community Section Head) Informan ini dipilih karena merupakan salah satu panitia dalam event Topping Off BINUS University di Alam Sutera. Di dalam ini beliau bertugas untuk mengurus perlengkapan mulai dari dekorasi panggung
sampai komunikasi di area acaraseruangan kantor dengan Corporate Public Relationsdan Corporate Communication Manager. 2. Data sekunder Data sekunder adalah data yang diperoleh dari sumber kedua atau sumber sekunder. Data ini juga dapat diperoleh dari data primer penelitian terdahulu yang telah di olah lebih lanjut menjadi bentuk bentuk seperti tabel, grafik, diagram, gambar, dan sebagainya, sehingga menjadi informatif bagi pihak lain. Selain melengkapi data primer, data sekunder ini sanagt membantu periset bila data primer terbatas atau sulit diperoleh (Kriyantono, 2012 : 42) Untuk mendapatkan data sekunder dalam penelitian ini, maka akan digunakan teknik pengumpulan data berupa : a) Dokumentasi Dokumentasi adalah instrumen pengumpulan data yang sering digunakan dalam berbagai dalam berbagai metode pengumpulan data. Metode observasi, kuesioner atau wawancara sering dilengkapi dengan kegiatan penelusuran dokumentasi. Tujuannya untuk mendapatkan informasi yang mendukung analisis dan interpretasi data. Dokumen bisa berbentuk dokumen publik atau dokumen privat. Dokumen publik misalnya : laporan polisi, berita surat surat kabar, transkip acara TV, dan lainnya. Dokumen privat misalnya : memo, surat surat pribadi, catatan telepon, buku harian individu, dan lain lain. (Kriyantono, 2012 : 120) Pada penelitian ini akan digunakan dokumen privat berupa email yang digunakan dalam berkomunikasi vertikal di divisi Corporate Public Relations BINA NUSANTARA dalam Project event Topping Off BINUS UNIVERSITY di Alam Sutera sebagai sumber data sekunder untuk mendukung keperluan data primer dalam penelitian ini.
3.5 Teknik Analisis Data. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu model Miles dan Huberman. Menurut Miles dan Huberman (dalam Emzir, 2010) ada 3 (tiga) jenis kegiatan dalam analisis data : a. Reduksi data Reduksi data adalah suatu bentuk analisis yang mempertajam, memilih, memfokuskan, membuang, dan menyusun data dalam suatu cara dimana kesimpulan akhir dapat digambarkan. b. Model data (data display) Kita mendefinisikan model sebagai suatu kumpulan informasi yang tersusun yang membolehkan pendeskripsian kesimpulan dan pengambilan tindakan. c. Penarikan kesimpulan (verifikasi kesimpulan) Dari permulaan pengumpulan data peneliti kualitatif mulai memutuskan apakah makna sesuatu, mencatat keteraturan, pola pola, penjelasan, konfigurasi yang mungkin, alur sebab akibat dan proposisi proposisi. (Ardianto, 2011 : 223) Berdasarkan teknik analisis data dengan menggunakan model Miles dan huberman, maka tahap awal pada penelitian ini akan dipilih informasi yang sesuai, kemudian menyusun informasi tersebut menjadi data dan mengeliminasi informasi yang tidak sesuai dengan masalah penelitian (reduksi). Selanjutnya akan akan disajikan informasi yang sudah tersusun dan terpilih yang disajikan dalam bentuk tabel atau berupa uraian penjelasan mengenai permasalahan yang sedang diteliti (model data). Setelah melakukan Reduksi data dan model data, tahap terakhir adalah penarikan kesimpulan, disini akan disimpulkan hasil dari data yang telah diperoleh, melalui
pengambil kesimpulan terhadap data yang telah direduksi ke dalam laporan secara sistematis. Dengan cara membandingkan, menghubungkan dan memilih data yang mengarah pada pemecahan masalah, sehingga nantinya mampu menjawab permasalahan dan tujuan dari penelitian. 3.6 Teknik Keabsahan Data Untuk mendapatkan tingkat kepercayaan atau kebenaran hasil penelitian dibutuhkan pengujian terhadap keabsahan data yang diperoleh pada proses penelitian, salah satu caranya adalah dengan melakukan analisis triangulasi. Pengertian analisis triangulasi yaitu menganalisis jawaban subjek dengan meneliti kebenarannya dnegan data empiris (sumber data lainnya) yang tersedia. Di sini jawaban subjek di cross check dengan dokumen yang ada. (Kriyantono, 2012 : 72) Menurut Dwijowinoto (2002) ada beberapa macam Triangulasi, yaitu : 1. Triangulasi sumber Membandingkan atau mengecek ulang derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh dari sumber yang berbeda. Misalnya, memandingkan hasil pengamatan dengan wawancara; membandingkan apa yang dikatakan umum dengan yang dikatakan pribadi. 2. Triangulasi waktu Berkaitan dengan perubahan suatu proses dan prilaku manusia, karena prilaku manusia dapat berubah setiap waktu. Karena itu periset perlu mengadakan observasi tidak hanya 1 (satu) kali. 3. Triangulasi teori Memanfaatkan 2 (dua) atau lebih teori untuk diadu atau dipadu. Untuk itu diperlukan rancangan riset, pengumpulan data, dan analisis data yang lengkap supaya hasilnya komprehensif. 4. Triangulasi periset Menggunakan lebih dari 1 (satu) periset dalam mengadakan observasi dan wawancara. Karena masing masing periset mempunbyai gaya, sikap, dan persepsi yang berbeda dalam mengamati fenomena maka hasil pengamatannya bisa berbeda meski frnomenanya sama. 5. Triangulasi metode
Usaha mengecek keabsahan data atau mengecek keabsahan temuan riset. Triangulasi metode dapat dilakukan dengan menggunakan lebih dari 1 (satu) teknik pengumpula data untuk mendapatkan yang sama. (Kriyantono, 2012 : 72 73) Berdasarkan jenis triangulasi diatas, penelitian ini akan mengggunakan triangulasi sumber sebagai teknik keabsahan data agar mendapatkan tingkat kepercayaan atau kebenaran hasil penelitian. Nantinya data yang telah diperoleh setelah melakukan wawancara dengan informan kunci dan informan pendukung akan dibandingkan sehingga dapat melihat apa yang dikatakan secara pribadi oleh informan kunci dan di katakan secara umum oleh informan pendukung. Selain itu juga akan dibandingkan hasil wawancara yang dilakukan dengan observasi yang telah dilakukan dalam penelitian ini.