DAFTAR PUSTAKA A. Buku Referensi,

dokumen-dokumen yang mirip
SURVEY WAWANCARA PENGGUNA PARKIR Nama : Hari/Tanggal : Cuaca : Cerah/Mendung/Hujan Alamat :...

DAFTAR PUSTAKA. Kusbiantoro, BS, dkk Kumpulan Materi Kuliah Perencanaan Transportasi. Departemen Teknik Planologi ITB.

DAFTAR PUSTAKA A. Buku Teks B. Disertasi/Tesis/Tugas Akhir

ANALISA KINERJA LALU LINTAS AKIBAT DAMPAK DARI PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN STUDI KASUS PADA PROYEK PERUMAHAN BANANA PARK RESIDENCE SIDOARJO

KINERJA RUAS JALAN KORIDOR JALAN TJILIK RIWUT AKIBAT TATA GUNA LAHAN DI SEKITAR KORIDOR BERDASARKAN KONTRIBUSI VOLUME LALU LINTAS

PENGARUH PARKIR ON-STREET TERHADAP KINERJA RUAS JALAN ARIEF RAHMAN HAKIM KOTA MALANG

IDENTIFIKASI PENGARUH PARKIR DI BADAN JALAN TERHADAP TINGKAT PELAYANAN JALAN KI SAMAUN TANGERANG

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi Penelitian terletak di Kotamadya Denpasar yaitu ruas jalan

ANALISIS KINERJA PARKIR SEPANJANG JALAN WALIKOTA MUSTAJAB SURABAYA

Studi Pemindahan Lokasi Parkir dari On-street Parking Menjadi Offstreet. (Studi Kasus Jalan Dhoho Kediri)

PENGARUH HAMBATAN SAMPING TERHADAP KECEPATAN DAN KAPASITAS JALAN H.E.A MOKODOMPIT KOTA KENDARI

BAB III LANDASAN TEORI

PENGARUH TARIKAN MANADO TOWN SQUARE TERHADAP LALU LINTAS DI RUAS JALAN BOULEVARD MANADO

Kata kunci : Kinerja ruas jalan, Derajat kejenuhan, On street parking

BAB III METODE KAJIAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pergerakan lalu lintas regional dan intra regional dalam keadaan aman,

Kajian Kapasitas Jalan dan Derajat Kejenuhan Lalu-Lintas di Jalan Ahmad Yani Surabaya

ANALISIS PARKIR PADA BADAN JALAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP KINERJA RUAS JALAN

Pengaruh Keberadaan Apartemen Terhadap Kinerja Jalan Arief Rahman Hakim Surabaya

PENGARUH KARAKTERISTIK JALAN DAN TATA GUNA LAHAN PADA PENENTUAN KAPASITAS JALAN STUDI KASUS : JAKARTA BARAT

II. TINJAUAN PUSTAKA. berupa jalan aspal hotmix dengan panjang 1490 m. Dengan pangkal ruas

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN. dapat diambil beberapa kesimpulan yaitu sebagai berikut :

Konferensi Nasional Teknik Sipil I (KoNTekS I) Universitas Atma Jaya Yogyakarta Yogyakarta, Mei 2007

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

ANALISIS KARAKTERISTIK PARKIR PINGGIR JALAN (ON STREET PARKING) DAN PENGARUHNYA TERHADAP KINERJA JALAN (STUDI KASUS: JALAN LEGIAN)

Efektivitas Penyediaan Celukan Angkutan Kota Di Jalan Margonda Raya (Studi Kasus: Depan Depok Town Square)

PENGARUH KEGIATAN PERPARKIRAN DI BADAN JALAN (ON-STREET PARKING) TERHADAP KINERJA RUAS JALAN: STUDI KASUS DI DKI-JAKARTA 1

EVALUASI FAKTOR PENYESUAIAN HAMBATAN SAMPING MENURUT MKJI 1997 UNTUK JALAN SATU ARAH

KARAKTERISTIK PARKIR PINGGIR JALAN (ON STREET PARKING) DAN PENGARUHNYA TERHADAP KINERJA RUAS JALAN (Studi kasus : pada Ruas Jalan Sutoyu Denpasar)

ANALISA DAMPAK HAMBATAN SAMPING DAN U-TURN TERHADAP KECEPATAN KENDARAAN (STUDI KASUS DEPAN PASAR FLAMBOYAN JALAN GAJAH MADA KOTA PONTIANAK)

MANAJEMEN LALU LINTAS DI PUSAT KOTA JAYAPURA DENGAN MEMPERTIMBANGKAN PENATAAN PARKIR

Doddy Cahyadi Saputra D y = 0,4371x + 496, PENDAHULUAN

STUDI KAPASITAS, KECEPATAN, DAN DERAJAT KEJENUHAN JALAN PURNAWARMAN, BANDUNG

Studi Kemacetan Lalu Lintas Di Pusat Kota Ratahan ABSTRAK

BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN. Data hasil pengamatan dari studi kasus Jalan Ngasem Yogyakarta

BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN. A. Data Hotel Malioboro. yang menampung sebanyak 12 unit kendaraan mobil penumpang. Luas lahan. B. Data Geometri Jalan

JURNAL ANALISA KAPASITAS DAN TINGKAT PELAYANAN RUAS JALAN H.B YASIN BERDASARKAN MKJI Oleh RAHIMA AHMAD NIM:

ANALISIS HAMBATAN SAMPING AKIBAT AKTIVITAS PERDAGANGAN MODERN (Studi Kasus : Pada Jalan Brigjen Katamso di Bandar Lampung)

Studi Pemindahan Lokasi Parkir dari On-street parking menjadi Off-street parking (Studi Kasus Jalan Dhoho Kediri)

BAB III LANDASAN TEORI. karakteristik arus jalan, dan aktivitas samping jalan.

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

Pengaruh Aktifitas Kampus Itenas Terhadap Kinerja Jalan P.K.H. Mustafa Bandung

III. METODOLOGI PENELITIAN. yang dibutuhkan yang selanjutnya dapat digunakan untuk dianalisa sehingga

ANALISA KEPADATAN ARUS LALU LINTAS DI RUAS JALAN HR. MUHAMMAD DENGAN METODE PENDEKATAN NON LINEAR

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS

Analisis Parkir Kendaraan Mobil Di Ruas Jalan Walikota Mustajab Surabaya

KAJIAN PENGARUH TATA GUNA LAHAN TERHADAP KINERJA JALAN PADA KAWASAN PENDIDIKAN, SEMARANG

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

KAJIAN TINGKAT KEMACETAN LALU-LINTAS DENGAN MEMANFAATKAN CITRA QUICKBIRD DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI SEBAGIAN RUAS JALAN KOTA TEGAL

PERENCANAAN SIMPANG BERSINYAL PADA SIMPANG CIUNG WANARA DI KABUPATEN GIANYAR

BAB II TINJAUAN TEORI

BAB 3 GAMBARAN UMUM KAWASAN JALAN CIHAMPELAS

IDENTIFIKASI POLA PARKIR KENDARAAN DAN TINGKAT PELAYANAN JALAN DI RUAS JALAN AHMAD YANI KOTA SUKABUMI

Gambar 5.1. Geometrik Tinjauan Titik I Lokasi Penelitian.

ANALISIS KAPASITAS, TINGKAT PELAYANAN, KINERJA DAN PENGARUH PEMBUATAN MEDIAN JALAN. Adhi Muhtadi ABSTRAK

Analisa Kapasitas Pada Ruas Jalan Jenderal Sudirman di Kota Martapura Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

KAJIAN MANAJEMEN LALU LINTAS SEKITAR KAWASAN PASAR DAN RUKO LAWANG KABUPATEN MALANG

IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK PARKIR PADA SISI JALAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP KAPASITAS JALAN (STUDI KASUS: DI JALAN MATARAM YOGYAKARTA) TUGAS AKHIR

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Pengendalian Jenis Kegiatan pada Koridor Jalan Bukit Darmo Boulevard Surabaya

TINJAUAN KAPASITAS PARKIR TERHADAP VOLUME PARKIR PADA AREAL DINAS BINA MARGA DAN CIPTA KARYA KABUPATEN ACEH BARAT.

DAFTAR PUSTAKA A. Buku Teks B. Terbitan Terbatas

ANALISIS TINGKAT PELAYANAN JALAN (Studi Kasus Jalan Medan Banda Aceh km s.d km )

PEMANFAATAN CITRA RESOLUSI TINGGI UNTUK KAJIAN KINERJA JALAN PADA POLA JARINGAN JALAN GRID KOTA SURAKARTA

TINJAUAN PUSTAKA. Kinerja atau tingkat pelayanan jalan menurut US-HCM adalah ukuran. Kinerja ruas jalan pada umumnya dapat dinyatakan dalam kecepatan,

BAB 2 TINJAUAN KEPUSTAKAAN. titik pada jalan per satuan waktu. Arus lalu lintas dapat dikategorikan menjadi dua

KAJIAN KEBUTUHAN RUANG PARKIR PADA MALL GALAXY DI KOTA SURABAYA

PENGARUH BANGKITAN PERJALANAN PASAR BLAHKIUH TERHADAP KINERJA RUAS JALAN RAYA BLAHKIUH KABUPATEN BADUNG

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

ANALISIS KINERJA JALAN PERKOTAAN STUDI KASUS RUAS JALAN HR. SOEBRANTAS KM 3 PEKANBARU

ANALISA KINERJA RUAS JALAN HASANUDDIN KOTA MANADO

EVALUASI KINERJA RUAS JALAN PAHLAWAN KOTA SAMARINDA KALIMANTAN TIMUR TUGAS AKHIR

KERUGIAN NILAI WAKTU DAN BOK AKIBAT ON STREET PARKING

BAB 2 TINJAUAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL

ANALISIS KINERJA JALAN DAN KECEPATAN PERJALANAN KENDARAAN PADA JALAN POCUT BAREN KOTA BANDA ACEH

ANALISIS KARAKTERISTIK DAN INDEKS TINGKAT LAYANAN JALAN PASIR PUTIH DI KOTA PEKANBARU DITINJAU DARI ARUS PERGERAKAN LALU LINTAS

STUDI ANALISIS HUBUNGAN, KECEPATAN, VOLUME, DAN KEPADATAN DI JALAN MERDEKA KABUPATEN GARUT DENGAN METODE GREENSHIELDS

ANALISIS KINERJA RUAS JALAN DAN MOBILITAS KENDARAAN PADA JALAN PERKOTAAN (STUDI KASUS JALAN PERINTIS KEMERDEKAAN)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

DAMPAK PUSAT PERBELANJAAN SAKURA MART TERHADAP KINERJA RUAS JALAN TRANS SULAWESI DI KOTA AMURANG

BAB II DASAR TEORI. Tipe jalan pada jalan perkotaan adalah sebagai berikut ini.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

KONSTRIBUSI MOBILITAS SISWA SMAN FAVORIT TERHADAP KINERJA RUAS JALAN DI KOTA BANDUNG

Kata Kunci : Parkir di Pinggir Jalan, Kinerja Ruas Jalan, dan BOK.

Gambar 4.1 Potongan Melintang Jalan

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

PENILAIAN ANALISA DAMPAK LALU LINTAS AKIBAT PERTUMBUHAN BANGKITAN DAN TARIKAN LALU LINTAS (Studi Kasus Industri Cold Storage Banyuwangi)

ANALISIS KINERJA RUAS JALAN RAYA SUKAWATI AKIBAT BANGKITAN PERGERAKAN DARI PASAR SENI SUKAWATI

Jurnal. Skripsi S-1 Program Studi Geografi

ANALISIS KARAKTERISTIK PARKIR KHUSUS TERHADAP INTENSITAS PARKIR DI KAWASAN SIMPANG LIMA TUGAS AKHIR

PENGARUH KAWASAN KOMERSIAL TERHADAP LALULINTAS JALAN PIERE TENDEAN ABSTRAK

I. PENDAHULUAN. Kata Kunci Jalan Ahmad Yani, frontage road, Jalan layang tol,kinerja, travel time.

TINJAUAN PERPARKIRAN PADA BADAN JALAN TERHADAP TINGKAT PELAYANAN (Studi kasus : Pada Jln. Gajah Mada Meulaboh Aceh Barat)

Transkripsi:

DAFTAR PUSTAKA A. Buku Referensi 1. Black, John, Urban Transport Planing Theory And Practice, Corm Helm, London 1998. 2. Danarto Parking Requirements For Shopping Centers, Tahun 1982. 3. De Chiera,B Josep And Koppelman, Lee Planning Design Criteria, Scripta Book Company 1969. 4. Hakim, Perparkiran Bandung 2002 5. Institute Of Transportation Enginering Transport And Traffick Enginering Hard Book Prentice Hall Inc. New Jersey 1976. 6. Kusbiantoro, B, S, System Transportasi Dan Pembangunan Kota Metropolitan Bandung, Temu Piker Tentang Pembangunan Kota Metropolitan Bandung, IIB-Pemda Kodya DT II Bandung 1994. 7. Kusbiantoro, B, S, system transportasi perkotaan, beberapa catatan, temu ekonomi planologi 1987.l 14 Januari 2008 Tentang Perparkiran di Kota Bandung. 8. Orglesby, Clarkson H, Etsal, Highway Engineering, Edisi Ke Empat John Wiley And Sons, 1973. 9. Pignataro, Louis J., Traffic Engineering, Theory and Practice, New Jersey : Prentice Hall, Inc, 1973 10. Singarimbon, Masri And Sofia Effendi, Metoda Penelitian Survey LPES, Jakarta 1989. 11. Sugiarto D, Tinjauan Tentang Perkembangan Dan Masalah Kawasan Pusat Kota Bandung, Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jendral Bina Marga 1982. 12. Tamin Z,T Strategi Peningkatan Pelayanan Angkutan Umum Jurnal Perencanaan Wilayah Dan Kota, LPP Wilayah Kota, Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) Jurusan Teknik PL ITB 1993.

13. Tamin, Ofyar Z., Perencanaan dan Pemodelan Transportasi, Bandung : Penerbit ITB, 2000. 14. Tuckman, Brucew, Conducting Education Research Hardcourt Brace Jovanovich, New York 1972. 15. Walpole, Ronald E., Pengantar Statistika, Jakarta : Gramedia Pustaka Utama, Edisi Ke 3, 1995. 16. Walpole, Ronald E., & Myers Raymond H., Ilmu Peluang dan Statistika Untuk Insinyur dan Ilmuwan, Bandung : Penerbit ITB, 1986. 17. Warpani, Suwardjoko, Merencanakan Sistem Perangkutan, Bandung : Penerbit ITB, 1990. 18. Warpani Sujarwoko, Perencanaan Transoportasi Diktat Kuliah Bahan Perkuliahan, Departemen PL ITB, 1981. 19. Warpani, Suwardjoko, Pengelolaan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Bandung : Penerbit ITB, 2002. B. Peraturan dan Terbitan Terbatas 1. Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Bandung Tahun 2004 2013 2. RDTRK Wilayah pusat kota kotamadya Bandung DT II Bandung 2005, 1980. 3. Evaluasi RIK Bandung 2005, pemda DT II kotamadya Bandung 1991. 4. Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 12 Tahun 2001 Tentang Tata Tertib Pengelolaan Perparkiran. 5. Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 3 Tahun 2002 Tentang Pembentukan dan Susunan Organisasi Unit Pengelola Perparkiran Kota Bandung. 6. Penyusunan Norma Standar & Kriteria Pemanfaatan Ruang Untuk Parkir Kendaraan Kota Bandung Tahun 2007. C. Tugas Akhir 1. Anaconda, Perparkiran di Pusat Perdagangan Eceran Pusat Kota Bandung, Tugas Akhir, Jurusan Teknik Planologi ITB, 1990. 2. Arief Budiman Pilaku parkir di jalan otto iskandardinata, Tugas Akhir, Jurusan Teknik Planologi-Unisba, 1998.

3. Ficky Martha Felary Evaluasi Karakteristik Parkir Di Bandung Supermall, Tugas Akhir,, Jurusan Teknik Sipil ITENAS, 2004 4. Mery C. P Silalahi, Penentuan Alternatif Penyediaan Ruang Parkir Di Sepanjang Jalan Ir. H. Djuanda Kota Bandung Tugas Akhir Jurusan Teknik Planologi-ITB 2001.

LAMPIRAN A DESAIN SURVEY Dalam studi ini, wilayah yang dijadikan sebagai penelitian adalah jalan Gardu Jati Kota Bandung. Sementara dalam studi ini, metode pengumpulan data di bagi menjadi dua kelompok yaitu survei sekunder dan survei primer. Survey ini dilakukan untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penyusunan laporan Tugas Akhir yang berjudul Perilaku Parkir Sisi Jalan (On Street Parking) Dijalan Gardu Jati A. SURVEY SEKUNDER Survey sekunder didapat dari studi pustaka dan studi instasi 1. Studi pustaka digunakan untuk memperoleh data dan teori-teori yang berhubungan dengan materi studi. Studi pustaka ini meliputi : Studi/kajian teoritis, merupakan kajian terhadap teori-teori dasar tentang landuse/pola penggunaan lahan terhadap kebutuhan parkir dan teori teori perparkiran yang berhubungan dengan studi ini. Studi/kajian terdahulu, dilakukan dengan mempelajari studi-studi yang telah dilakukan yang berkaitan dengan perparkiran dengan maksud memperoleh wawasan mengenai aspek-aspek yang berhubungan dengan materi studi. Studi/kajian produk statuer, merupakan kajian terhadap produk hukum yang berkaitan dengan sistem transportasi maupun dengan sistem perparkiran yang ada baik yang berupa Undang-Undang, Peraturan Pemerintah, Keputusan Mentri, Peraturan Daerah, dan lain-lain. 2. Studi instansional yang bertujuan untuk memperoleh data-data yang berkaitan dengan Jalan Gardu Jati dan wilayah studi. Data yang berkaitan dengan Jalan Gardu Jati diantaranya data karakteristik jalan Gardu jati dan data sistem transportasi kota Bandung. Sedangkan data untuk wilayah studi diantaranya data penggunaan lahan dan data perparkiran di Jalan Gardu Jati Kota Bandung. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dari tabel dibawah ini

Tabel 1.1 Data Yang Dibutuhkan Dalam Mendukung Penelitian No Data Kebutuhan/Tahun Instansi 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Peringkat V/C Ratio Ruas Jalan Gardu Jati Panjang jalan Gardu Jati Kota Bandung Banyaknya petak parkir di jalan Gardu Jati Kota Bandung Standar Geometrik Jalan Lokal Di Perkotaan Yang Termasuk Kelassifikasi Kelas Sekunder Kebijakan tentang parkir disisi jalan di Kota Bandung Jenis Tempat Parkir Menurut Perda Kota Bandung No. 4 Tahun 1993 Tentang Tata Tertib Pengelolaan Parkir Data Perda Kota Bandung Tentang Retribusi Parkir Kendaraan Tahun Terakhir Dinas Perhubungan Kota Bandung Tahun Terakhir Tahun Terakhir Tahun Terakhir - Tahun Terakhir Badan pengelola parkir kota Bandung Depertemen PU Dinas perhubungan kota Bandung Badan Pengelola Perparkiran Tahun Terakhir B. SURVEY PRIMER Survey primer dilakukan untuk memperoleh data langsung dari lapangan. Dalam studi ini survey primer dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu survey yang berkaitan dengan arus lalu lintas, dan survey yang berkaitan dengan perparkiran. Perhitungan Kapasitas Ruas Jalan Jaringan jalan gardu Jati tidak memakai pembatas median sehingga dalam perhitungan kapasitas, keadaanya dibedakan. untuk ruas jalan tanpa pembatas median, kapasitas dihitung untuk kedua arah. Persamaan umum dalam perhitungan kapasitas ruas jalan daerah studi diperoleh dari metode Indonesian Highway Capacity Manual (IHCM, 1997) dalam Ofyar Z, Tamim, 2003 Perencanaan & Pemodelan Transportasi ITB. Metode perhitungan tersebut menggunakan rumus sebagai berikut :

C = Co x FCw x FCsp x FCsf x FCcs Dimana : C Co FCw : Kapasitas aktual (smp/jam) : Kapasitas dasar (smp/jam) : Faktor penyesuaian lebar jalan FCsp : Faktor arah (hanya untuk undividen road ) FCsf FCcs : Gesekan samping dan faktor penyesuaian bahu/kerb jalan : Faktor besarnya kota Ukuran masing-masing variabel dalam perhitungan kapasitas ruas jalan adalah seabagai berikut : Kapasitas dasar (Co) ditentukan berdasarkan tipe jalan sesuai dengan nilai yang tertera pada tabel dibawah ini : TABEL 1.1 KAPASITAS DASAR (C 0 ) TIPE JALAN KAPASITAS DASAR KETERANGAN (SMP/JAM) Jalan 4 lajur berpembatas median atau jalan satu arah 1.650 Per lajur Jalan 4 lajur tanpa pembatas median 1.500 Per lajur Jalan 2 lajur tanpa pembatas median 2.900 Total dua arah Penentuan faktor koreksi untuk pembagian arah didasarkan pada kondisi arus lalu lintas dari kedua arah atau untuk jalan tanpa pembatas median. Untuk jalan satu arah dan/atau jalan dengan pembatas median, faktor koreksi kapasitas akibat pembagian arah adalah 1,0 faktor koreksi kapasitas akibat pembagian arah (FCsp) dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

TABEL 1.2 FAKTOR KOREKSI KAPASITAS AKIBAT PEMBAGIAN ARAH (FC SP ) PEMBAGIAN ARAH 50 55 60 65 (% - %) 50 45 40 35 70-30 2 lajur 2 arah tanpa pembatas median (2/2 1,00 0,97 0,94 0,91 0,88 FC SP UD) 4 lajur 2 arah tanpa pembatas media (4/2 UD) 1,00 0,985 0,97 0,955 0,94 Faktor koreksi kapasitas akibat lebar jalan (FCw) ditentukan berdasarkan lebar jalan efektif yang dapat dilihat pada tabel dibawah ini : TABEL 1.3 FAKTOR KOREKSI KAPASITAS AKIBAT LEBAR JALAN (FC W ) Lebar Jalan Efektif Tipe Jalan (M) Per lajur 3,00 4 lajur pembatas median 3,25 atau jalan satu arah 3,50 3,75 4,00 Per lajur 3,00 4 lajur tanpa pembatas 3,25 median 3,50 3,75 4,00 Dua arah 5 6 2 lajur tanpa pembatas 7 median 8 9 10 11 Fc w 0,92 0,96 1,00 1,04 1,08 0,91 0,95 1,00 1,05 1,09 0,56 0,87 1,00 1,14 1,25 1,29 1,34 Faktor koreksi untuk ruas jalan yang mempunyai bahu jalan didasarkan pada bahu jalan efektif (Ws) dan tingkat gangguan samping yang penentuan klasifikasi dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

KELAS GANGGUAN SAMPING TABEL 1.4 KLASIFIKASI GANGGUAN SAMPING JUMLAH GANGGUAN PER 200 METER PER JAM (2 ARAH) KONDISI TIPIKAL Sangat rendah < 100 Permukiman Rendah 100-299 Permukiman, beberapa transportasi umum Sedang 300-499 Daerah industri dengan beberapa toko dipinggiran jalan Tinggi 500-899 Sangat tinggi > 900 TABEL 1.5 Daerah komersial, aktivitas pinggir jalan tinggi Daerah komersial dengan aktivitas perbelanjaan pinggir jalan FAKTOR KOREKSI KAPASITAS AKIBAT GANGGUAN SAMPING UNTUK JALAN YANG MEMPUNYAI BAHU JALAN (FC SF ) TIPE JALAN 4 lajur 2 arah berpembatas median (4/2 D) 4 lajur 2 arah tanpa pembatas median 2 lajur 2 arah tanpa pembatas median (2/2 UD) atau jalan satu arah KELAS GANGGUAN SAMPING FAKTOR KOREKSI AKIBAT GANGGUAN SAMPING DAN LEBAR BAHU JALAN LEBAR BAHU JALAN EFEKTIF 0.5 1.0 1.5 2.0 Sangat rendah 0.96 0.98 1.01 1.03 Rendah 0.94 0.97 1.00 10.2 Sedang 0.92 0.95 0.98 1.00 Tinggi 0.88 0.92 0.95 0.98 Sangat tinggi 0.84 0.88 0.92 0.96 Sangat rendah 0.96 0.99 1.01 1.03 Rendah 0.94 0.97 1.00 10.02 Sedang 0.92 0.95 0.98 1.00 Tinggi 0.87 0.91 0.95 0.98 Sangat tinggi 0.80 0.86 0.92 0.95 Sangat rendah 0.94 0.96 1.01 1.01 Rendah 0.92 0.94 1.00 1.00 Sedang 0.89 0.92 0.98 0.98 Tinggi 0.82 0.86 0.95 0.95 Sangat tinggi 0.73 0.85 0.92 0.91

TIPE JALAN 4 lajur 2 arah berpembatas median (4/2 D) 4 lajur 2 arah tanpa pembatas median 4/2 UD 2 lajur 2 arah tanpa pembatas median (2/2 UD) atau jalan satu arah TABEL 1.6 FAKTOR KOREKSI KAPASITAS GANGGUAN SAMPING UNTUK JALAN YANG MEMPUNYAI KEREB (FC SF ) KELAS GANGGUAN SAMPING FAKTOR KOREKSI AKIBAT GANGGUAN SAMPING DAN JARAK GANGGUAN PADA KEREB JARAK : KEREB - GANGGUAN 0.5 1 1.5 2.0 Sangat rendah 0.95 0.97 0.99 1.01 Rendah 0.94 0.96 0.98 1 Sedang 0.91 0.93 0.95 0.98 Tinggi 0.86 0.89 0.92 0.95 Sangat tinggi 0.81 0.85 0.88 0.92 Sangat rendah 0.95 0.97 0.99 1.01 Rendah 0.93 0.95 0.97 1 Sedang 0.9 0.92 0.95 0.97 Tinggi 0.84 0.87 0.9 0.93 Sangat tinggi 0.77 0.81 0.85 0.9 Sangat rendah 0.93 0.95 0.97 0.99 Rendah 0.9 0.92 0.95 0.97 Sedang 0.86 0.88 0.91 0.94 Tinggi 0.78 0.81 0.84 0.88 Sangat tinggi 0.68 0.72 0.77 0.82 Faktor koreksi kapasitas akibat ukuran kota (FCcs) merupakan fungsi dari jumlah penduduk kota dapat dilihat pada tabel dibawah ini : TABEL 1.7 FAKTOR KOREKSI KAPASITAS AKIBAT UKURAN KOTA (FC CS ) UKURAN KOTA FAKTOR KOREKSI (JUTA PENDUDUK) UNTUK UKURAN KOTA < 0,1 0,86 0,1 0,5 0,90 0,5 1,0 0,94 1,0 1,3 1,00 > 1,3 1,03 Melakukan survey karakteristik parkir yaitu jumlah kendaraan parkir tiap interval waktu tertentu. Data jumlah kendaraan parkir diperoleh dari hasil perhitungan selisih kendaraan masuk dan keluar tempat parkir untuk satuan

waktu tertentu. Untuk mendapatkan hasil yang baik, interval pengamatan akan dilakukan setiap 1 jam dari jam 09.00 17.00 WIB. Pengamatan akumulasi parkir ini dilakukan dua hari yaitu pada hari kerja dan hari libur yang biasanya berdampak pada peningkatan kunjungan ke wisata Kebun Binatang. Nama Surveyor : Hari/Tgl : Cuaca : Tabel 1.8 Form Survey Kendaraan Mobil Jam Masuk Keluar Selisih Akumulasi 07.00 08.00 08.00 09.00 09.00 10.00 10.00 11.00 11.00 12.00 12.00 13.00 13.00 14.00 14.00 15.00 15.00 16.00 16.00 17.00 17.00 18.00 Total Informasi Perparkir Informasi perparkir didapat dengan cara survey wawancara parkir. Suvey ini digunakan untuk memperoleh data-data mengenai peparkiran di wilayah studi yang berasal dari pemakai fasilitas parkir (peparkir). Informasi tersebut diperoleh dari hasil kuisioner yang disebar secara acak. Untuk lebih jelasnya mengenai pertanyaan-pertanyaan dalam survey parkir dapat dilihat pada Formulir Parkir.dalam kuisioner ini, pengambilan sampel didasarkan pada rumus dari slovin, (1993), Pengantar Metode Penelitian, Gramedia, Jakarta, sebagai berikut :

SURVEY WAWANCARA PENGGUNA PARKIR Nama : Hari/Tanggal : Cuaca : Cerah/Mendung/Hujan Alamat : Kebiasaan Parkir 1. Apakah kendaraan yang anda parkir kendaraan pribadi? a. ya b. tidak 2. Apakah tujuan anda mengunjungi kegiatan tersebut? a. mengirim barang b. pengunjung konsumen belanja keluarga belanja perusahaan c. employment mengantar keluarga berjualan bisnis menjemput yang berjualan d. sekolah/mengajar e. beribadah f. mencari hiburan (rekreasi) 3 Berapa retribusi yang biasa anda bayar? a. 1000 b. 2000 c. 3000 4. Pilihlah salah satu alasan yang sangat penting dalam menentukan lokasi parkir? a. tarif parkir b. jarak dari tempat parkir ke tujuan c. keamanan kendaraan 5. Jam jangka waktu berapa lama anda memarkirkan kendaraan? a. 0-2 jam c. 2-4 jam d. 4-6 jam e. > 6 jam 6 Seberapa jauh anda bersedia untuk berjalan dari tempat parkir ketempat tujuan? a. 10-20 meter b. 20-30 meter c. 30-40 meter e. > 40 meter 7. Jam berapa biasa anda melakukan parkir? a. pagi hari (07.00-11.00) b. siang hari (11.00-15.00) c. sore hari (15.00-18.00)

8. berapa kali dalam seminggu anda melakukan kunjungan di kawasan ini? a. satu kali b. dua kali c. tiga kali d. empat kali e. lima kali f. enam kali g. tujuh kali 9. Apa yang anda lakukan apabila kawasan yang dituju, tempat parkir penuh? a. menunda membatalkan kunjungan b. menjalankan mobil perlahan guna mencari tempat parkir kosong c. berputar untuk mencari tempat parkir yang dekat kawasan yang dituju d. mencari kawasan lain yang memiliki kegiatan yang sama Kecenderungan Perubahan Kebiasaan Parkir 10. Bagaimana perasaan anda dengan besar tarif yang anda bayar diatas? a. sangat murah b. murah c. cukup d. agak mahal e. sangat mahal Kecenderungan Perubahan Waktu Parkir 11. Apa yang akan anda lakukan apabila tarif retribusi parkir menjadi tarif jamjaman yaitu setelah 2 jam pertama dan pada jam selanjutnya besar tarif ditambah setengah dari tarif 2 jam pertama? a. mempersingkat lama kunjungan (berubah) b. tetap c. mencari tempat parkir lain dekat dikawasan ini d. pindah ketempat lain yang mempunyai kegiatan yang sama 12. Apa yang akan anda lakukan apabila tarif retribusi parkir menjadi tarif jamjaman progresif artinya setelah 2 jam, maka tarif parkir akan naik 100 % dari tarif 2 jam sebelumnya? a. mempersingkat lama kunjungan (berubah) b. tetap c. mencari tempat parkir lain yang dekat dengan kawasan tersebut d. pindah ketempat lain yang mempunyai kegiatan yang sama Kecenderungan Perubahan Lama Parkir 13. Apa yang anda lakukan apabila tarif parkir lebih mahal pada jam-jam sibk (puncak) antara jam 11.00-15.00? a. mempersingkat lama kunjungan (berubah) b. tetap c. mencari tempat parkir yang dekat dengan kawasan ini d. mencari kawasan lain yang mempunyai kegiatan yang sama.