Research dan Development (R&D) NUNUK SURYANI UNS/LPPKS Page 1
BIODATA Nama : Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd Alamat : Ngloji Rt 1 RW 4 Karanganyar Tempat&tgl Lahir : Karanganyar, 8 Nopember 1966 Riwayat Pendidikan : S1 sastra Sejarah UNDIP S2 Pend. Sejarah KPK IKIP Jakarta S3 Teknologi Pendidikan UNJ Jakarta No. Telpon : 081586669292/082221156262 Alamat email : nunuksuryani@fkip.uns.ac.id Web : nunuksuryani.wordpress.com Pengalaman mengajar : S1 Pend sejarah, S2 Pend Sejarah, S2 PLB, S2 Geografi, S2 PGSD, S2 MKK, S2 IKM, S3 Ilmu Pendidikan, S3 IKM 7/21/2017 2 Jabatan : Kepala LPPKS Indonesia Page 2
Materi : 1. Konsep Research and Development 2. Kedudukan Penelitian Pengembangan 3. komponen utama penelitian pengembangan 4. Langkah-langkah Penelitian RnD 5. Sistematika Laporan RnD Page 3
1. Konsep Research and Development Page 4
Pengertian Borg and Gall (1983)... a process used to develop and validate educational products. The steps of this process are usually referred to as the R & D cycle, which consists of studying research findings pertinent to the product to be developed, developing the product based on these findings, field testing it in the setting where it will be used eventually, and revising to correct the deficiencies found in the field-testing stage. In more rigorous programs of R & D, this cycle is repeated until the field-test data indicate that the product meets its behaviorally defined objectives Page 5
Borg dan Gall (1983: 772) bahwa istilah product merujuk tidak hanya pada objek material, seperti buku teks, film pembelajaran, dan lain-lain, tetapi juga prosedur dan proses, seperti metode pembelajaran atau metode untuk mengorganisir pembelajaran. Page 6
Pengertian : Borg and Gall (1983)... a process used to develop and validate educational products. The steps of this process are usually referred to as the R & D cycle, which consists of studying research findings pertinent to the product to be developed, developing the product based on these findings, field testing it in the setting where it will be used eventually, and revising to correct the deficiencies found in the field-testing stage. In more rigorous programs of R & D, this cycle is repeated until the field-test data indicate that the product meets its behaviorally defined objectives Page 7
Lanjutan pengertian Asim (2001: 1) bahwa penelitian pengembangan dalam pembelajaran adalah proses yang digunakan untuk mengembangkan dan memvalidasi produk-produk yang digunakan dalam proses pembelajaran Page 8
Lanjutan pengertian Suhadi Ibnu (2001: 5) penelitian pengembangan sebagai jenis penelitian yang ditujukan untuk menghasilkan suatu produk hard-ware atau soft-ware melalui prosedur yang khas yang biasanya diawali dengan need assesment, atau analisis kebutuhan, dilanjutkan dengan proses pengembangan dan diakhiri dengan evaluasi Page 9
Simpulan Pengertian penelitian pengembangan di bidang pendidikan merupakan suatu jenis penelitian yang bertujuan untuk menghasilkan produkproduk untuk kepentingan pendidikan/pembelajaran yang diawali dengan analisis kebutuhan dilanjutkan dengan pengembangan produk, kemudian produk dievaluasi diakhiri dengan revisi dan penyebaran produk (disseminasi) Page 10
2. KEDUDUKAN PENELITIAN PENGEMBANGAN Page 11
Research Development dalam Penelitian Macam Metode Penelitian Berdasarkan Tujuan Penelitian Berdasarkan Tingkat kealamiahan Tempat penelitian Penelitian Dasar Penelitian Pengembangan Penelitian Terapan Penelitian Eksperimen Penelitian Survei Penelitian Naturalistik Page 12
Metode R&D Sebagai Penghubung Basic Research Penemuan ilmu baru Research & Development Penemuan, pengembangan dan pengujian produk Applied Research Menerapkan ilmu/produk Page 13
2. komponen utama penelitian pengembangan Page 14
3 komponen utama penelitian pengembangan (1) Model pengembangan, (2) Prosedur pengembangan, dan (3) Uji coba produk. Page 15
(1) Model pengembangan Model Pengembangan :proses desain konseptual dalam upaya peningkatan fungsi dari model yang telah ada sebelumnya, melalui penambahan komponen pembelajaran yang dianggap dapat meningkatkan kualitas pencapaian tujuan (Sugiarta, 2007:11). Pengembangan model dapat diartikan sebagai upaya memperluas untuk membawa suatu keadaan atau situasi secara berjenjang kepada situasi yang lebih sempurna atau lebih lengkap maupun keadaan yang lebih baik. Model pengembangan dapat dikelompokkan : model berorientasi kelas, model berorientasi sistem, model berorientasi produk, model prosedural dan model melingkar Page 16
Model berorientasi kelas ditujukan untuk mendesain pembelajaran level mikro (kelas) yang hanya dilakukan setiap dua jam pelajaran atau lebih. Contohnya adalah model ASSURE. Page 17
Page 18
Model berorientasi produk model desain pembelajaran untuk menghasilkann suatu produk, biasanya media pembelajaran, misalnya video pembelajaran, multimedia pembelajaran, atau modul Page 19
Page 20
model beroreintasi sistem model desain pembelajaran untuk menghasilkan suatu sistem pembelajaran yang cakupannya luas, seperti desain sistem suatu pelatihan, kurikulum sekolah, dll Page 21
Page 22
Model Prosedural Model prosedural adalah model yang bersifat deskriptif, menunjukkan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan produk Page 23
Page 24
Model Melingkar Page 25
Penting untuk diperhatikan: Menggambarkan Struktur Model yang digunakan secara singkat, sebagai dasar pengembangan produk. Apabila model yang digunakan diadaptasi dari model yang sudah ada, maka perlu dijelaskan alasan memilih model, komponen-komponen yang disesuaikan, dan kekuatan serta kelemahan model dibanding model aslinya. Apabila model yang digunakan dikembangkan sendiri, maka perlu dipaparkan mengenai komponen-komponen dan kaitan antar komponen yang terlibat dalam pengembangan. Page 26
(2) Prosedur Pengembangan Prosedur penelitian pengembangan akan memaparkan prosedur yang ditempuh oleh peneliti/pengembang dalam membuat produk. Dalam prosedur, peneliti menyebutkan sifat-sifat komponen pada setiap tahapan dalam pengembangan, menjelaskan secara analitis fungsi komponen dalam setiap tahapan pengembangan produk, dan menjelaskan hubungan antar komponen dalam sistem. Dalam keperluan penelitian dan pengembangan, seorang peneliti harus memenuhi langkah-langkah procedural yang biasanya digambarkan dalam suatu gambar alur dari awal hingga akhir. Page 27
(3) Uji Coba Produk Uji coba model atau produk merupakan bagian yang sangat penting dalam penelitian pengembangan, yang dilakukan setelah rancangan produk selesai. Uji coba model atau produk bertujuan untuk mengetahui apakah produk yang dibuat layak digunakan atau tidak. Uji coba model atau produk juga melihat sejauh mana produk yang dibuat dapat mencapai sasaran dan tujuan. Page 28
Model atau produk yang baik memenuhi 2 kriteria yaitu : kriteria pembelajaran (instructional criteria) dan kriteria penampilan (presentation criteria). Ujicoba dilakukan 3 kali: (1) Uji-ahli (2) Uji terbatas dilakukan terhadap kelompok kecil sebagai pengguna produk; (3) Uji-lapangan (field Testing). Dengan uji coba kualitas model atau produk yang dikembangkan betulbetul teruji secara empiris. Page 29
Page 30
Penelitian Pengembangan adalah suatu proses atau langkah-langkah untuk mengembangkan suatu produk atau menyempurnakan produk Page 31
DESKRIPTIF Metode dalam R & EVALUATIF D EKSPERIMEN Digunakan dalam studi awal. Menghimpun data kondisi yang ada : ƒkondisi produk sudah ada bahan perbandingan produk yang akan dikembangkan ƒkondisi pihak pengguna: sekolah, guru, kepala sekolah, siswa, dll. ƒkondisi faktor pendukung dan penghambat : manusia, sarana-prasarana, biaya, pengelolaan& lingkungan Digunakan untuk mengevaluasi proses ujicoba pengembangan suatu produk. Produk dikembangkan melalui serangkaian ujicoba, dan setiap kegiatan ujicoba diadakan evaluasi, baik hasil maupun proses. Berdasarkan temuan ujicoba diadakan penyempurnaan Digunakan untuk menguji keampuhan produk yang dihasilkan. Pada ujicoba pengukuran baru dalam kerangka pengembangan produk. Pemilihan kelompok eksperimen dan kelompok control dilakukan secara random. Perbandingan hasil 2 kelompok eksperimen menunjukkan tingkat keampuhan dari produk yang dikembangkan. Page 32
Planning Research and information collecting Langkah-langkah Penelitian R & D Main product Preliminary revisi on field testing Develop 5 p reliminary form of product 1 2 10 4 6 Main field 3 testing 7 Dissemination and implementation Siklus R & D 9 Final product revision 8 Operational field testing Operational product revision Page 33
Langkah-langkah/prosedur Penelitian Pengembangan 1. Research and information collecting (Penelitian dan pengumpulan data) Melakukan penelitian pendahuluan (prasurvei) untuk mengumpulkan informasi (kajian pustaka, pengamatan kelas), identifikasi permasalahan yang dijumpai dalam pembelajaran, dan merangkum permasalahan Pengukuran kebutuhan Studi literatur Penelitian skala kecil Page 34
2. Planning (perencanaan) Melakukan perencanaan (identifikasi dan definisi keterampilan, perumusan tujuan, penentuan urutan pembelajaran, dan uji ahli atau ujicoba pada skala kecil, atau expert judgement Rencana penelitian Rumusan tujuan disain penelitian Page 35
3. Develop preliminary form of product (pengembangan draft produk) Mengembangkan jenis/bentuk produk awal meliputi: penyiapan materi pembelajaran, penyusunan buku pegangan, dan perangkat evaluasi (review ahli) Page 36
Langkah-langkah Penelitian Pengembangan 4. Preliminary field testing (uji coba lapangan awal) Melakukan uji coba lapangan tahap awal, dilakukan terhadap 1-3 sekolah menggunakan 6-12 subyek ahli. Pengumpulan informasi/data dengan menggunakan observasi, wawancara, dan kuesioner, dan dilanjutkan analisis data Page 37
5.Main product revision (merevisi hasil uji coba) Revisi hasil uji coba Melakukan revisi terhadap produk utama, berdasarkan masukan dan saran-saran dari hasil uji lapangan awal. Page 38
6. Main field testing (uji coba lapangan) Uji coba lebih luas 5 15 sekolah Data kuantitatif dievaluasi, dibandingkan Melakukan uji coba lapangan utama, dilakukan terhadap 3-5 sekolah, dengan 30-80 subyek. Tes/penilaian tentang prestasi belajar siswa dilakukan sebelum dan sesudah proses pembelajaran Page 39
7. Operational product revision Menyempurnakan produk hasil uji coba Melakukan revisi terhadap produk operasional, berdasarkan masukan dan saran-saran hasil uji lapangan utama Page 40
Langkah-langkah Penelitian Pengembangan 8. Operational field testing (Uji pelaksanaan lapangan) Penyempurnaan berdasarkan masukan dari uji lapangan Melakukan uji lapangan operasional (dilakukan terhadap 10-30 sekolah, melibatkan 40-200 subyek), data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan kuesioner. Page 41
9. Final product revision Penyempurnaan berdasarkan masukan dari uji lapangan Melakukan refisi terhadap produk akhir, berdasarkan saran dalam uji coba lapangan Page 42
10. Dissemination and implementation Mendesiminasikan dan mengimplementasikan produk, melaporkan dan menyebarluaskan produk melalui pertemuan dan jurnal ilmiah, bekerjasama dengan penerbit untuk sosialisasi produk untuk komersial, dan memantau distribusi dan kontrol kualitas Page 43
Page 44
Format Proposal Penelitian Pengembangan BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Masalah 2. Rumusan Masalah 3. Tujuan Pengembangan 4. Spesifikasi Produk yang Diharapkan 5. Pentingnya Pengembangan 6. Asumsi dan Keterbatasan Pengembangan 7. Definisi istilah 22/07/2017 45 Page 45
Lanjutan Sistematika BAB II KAJIAN TEORI 1. Landasan Teori 2. Penelitian relevan 3. Kerangka pemikiran 4. Model hipotetik 22/07/2017 46 Page 46
Lanjutan Sistematika BAB III METODE PENELITIAN/PENGEMBANGAN A. JENIS PENELITIAN B. PROSEDUR PENELITIAN/ PENGEMBANGAN TAHAP I : STUDI PENDAHULUAN TAHAP II : TAHAP PENGEMBANGAN MODEL 1. MODEL PENGEMBANGAN (DESAIN PRODUK) 2. VALIDASI DESAIN, 3. REVISI DESAIN, 4. UJI COBA PRODUK. (A) DESAIN UJI COBA, (B) SUBJEK UJI COBA, (C) JENIS DATA, (D) INSTRUMEN PENGUMPULAN DATA (E) TEKNIK ANALISIS DATA. 22/07/2017 Page 47
Lanjutan Sistematika 5. REVISI PRODUK, 6. EVALUASI DAN PENYEMPURNAAN, 7. Model Hipotetik (Model akhir hasil revisi pada tahap pengembangan model) Tahap III : Tahap Evaluasi/Pengujian Model 22/07/2017 48 Page 48
Lanjutan Sistematika BAB IV HASIL PENGEMBANGAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Hasil Studi Pendahuluan B. Deskripsi Hasil Pengembangan. C. Deskripsi Hasil Uji Keefektifan D. Pokok Temuan E. Pembahasan Hasil Pengembangan 22/07/2017 49 Page 49
Lanjutan Sistematika BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN REKOMENDASI 22/07/2017 50 Page 50
1. Latar Belakang Masalah Latar belakang masalah mengungkapkan konteks pengembangan projek dalam masalah yang hendak dipecahkan. Uraian perlu diawali dengan identifikasi kesenjangan-kesenjangan yang ada antara kondisi nyata dengan kondisi ideal, serta dampak yang ditimbulkan oleh kesenjangan-kesenjangan itu.. 22/07/2017 51 Page 51
Lanjutan latar belakang Berbagai alternatif untuk mengatasi kesenjangan itu perlu dipaparkan secara singkat disertai dengan identifikasi faktor penghambat dan pendukungnya (bisa dikuatkan dengan penelitian dan pengembangan terdahulu) Alternatif yang ditawarkan sebagai pemecah masalah beserta rasionalnya dikemukakan pada bagian akhir dari paparan latar belakang masalah 22/07/2017 52 Page 52
2. Rumusan Masalah Sebagai penegasan dari apa yang telah dibahas dalam latar belakang masalah, pada bagian ini perlu dikemukakan rumusan spesifik dari masalah yang hendak dipecahkan. Rumusan masalah pengembangan projek hendaknya dikemukakan secara singkat, padat, jelas, dan sebaiknya diungkapkan dengan kalimat pernyataan Rumusan masalah hendaknya disertai dengan alternatif pemecahan yang ditawarkan serta rasional mengapa alternatif itu yang dipilih sebagai cara pemecahan yang paling tepat terhadap masalah yang ada. 22/07/2017 53 Page 53
Contoh judul : PENGEMBANGAN MODEL INTERNALISASI NILAI KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN IPS MELALUI MODEL VALUE CLARIFICATION TECHNIQUE (VCT) DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER BANGSA 22/07/2017 54 Page 54
Contoh rumusan masalah: Bagaimanakah pembelajaran karakter pada mata pelajaran IPS di SMP saat ini? Bagaimanakah prosedur pengembangan model internalisasi nilai karakter dalam pembelajaran IPS melalui model VCT (Value Clarification Technique) untuk siswa SMP Kelas II semester I yang dikembangkan dari penelitian ini? Apakah model VCT (Value Clarification Technique) efektif untuk menginternasilsasikan nilai-nilai karakter khususnya pada mata pelajaran IPS ke dalam aktivitas siswa untuk siswa SMP Kelas II semester I? 22/07/2017 55 Page 55
3. Tujuan Pengembangan Tujuan pengembangan dirumuskan bertolak dari masalah yang ingin dipecahkan dengan menggunakan alternatif yang telah dipilih. Arahkan rumusan tujuan pengembangan ke pencapaian kondisi ideal seperti yang telah diuraikan dalam latar belakang masalah 22/07/2017 56 Page 56
Contoh TUJUAN PENGEMBANGAN Sesuai dengan contoh rumusan masalah pengembangan tersebut, maka tujuan pengembangan adalah: 1. Medeskripsikan... 2. Menjelaskan prosedur 3. Menguji keefektifan.. 22/07/2017 57 Page 57
4. Spesifikasi Produk yang Diharapkan Bagian ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran lengkap tentang karakteristik produk yang diharapkan dari kegiatan pengembangan. Karakteristik produk mencakup semua identitas penting yang dapat digunakan untuk membedakan satu produk dengan produk lain-nya. Produk yang dimaksud dapat berupa kurikulum, modul, paket pembelajaran, buku teks, alat evaluasi, model, atau produk lain yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah-masalah pelatihan, pembelajaran, atau pendidikan 22/07/2017 58 Page 58
Contoh Spesifikasi Produk: Silabus pembelajaran IPS SMP Kls 2 dengan model VCT (Value Clarification Technique) SK, KD.. RPP IPS SMP Kls 2 model VCT (Value Clarification Technique) dengan KD...Dengan langkah langkah... Media... Pedoman evaluasi Buku Panduan Pengembangan... 22/07/2017 59 Page 59
5. Pentingnya Pengembangan Bagian ini sering dikacaukan dengan tujuan pengembangan. Tujuan pengembangan mengungkapkan upaya pencapaian kondisi yang ideal, sedangkan pentingnya pengembangan mengungkapkan argumentasi mengapa perlu ada pengubahan kondisi nyata ke kondisi ideal. Dengan kata lain, pentingnya pengembangan mengungkapkan mengapa masalah yang ada perlu dan mendesak untuk dipecahkan 22/07/2017 60 Page 60
6. Asumsi dan Keterbatasan Pengembangan Asumsi dalam pengembangan merupakan landasan pijak untuk menentukan karakteristik produk yang dihasilkan dan pembenaran pemilihan model serta prosedur pengembangannya. Asumsi hendaknya diangkat dari teori-teori yang teruji sahih, pandangan ahli, atau data empiris yang relevan dengan masalah yang hendak dipecahkan dengan menggunakan produk yang akan dikembangkan 22/07/2017 61 Page 61
Keterbatasan pegembangan mengungkapkan keterbatasan dari produk yang dihasilkan untuk memecahkan masalah yang dihadapi, khususnya untuk konteks masalah yang lebih luas. Paparan ini dimaksudkan agar produk yang dihasilkan dari kegiatan pengembangan ini disikapi hati-hati oleh pengguna sesuai dengan asumsi yang menjadi pijakannya dan kondisi pendukung yang perlu tersedia dalam memanfaatkannya 22/07/2017 62 Page 62
7. Definisi Istilah Pada bagian ini dikemukakan definisi istilah-istilah yang khas digunakan dalam pengembangan produk yang diinginkan, baik dari sisi model dan prosedur yang digunakan dalam pengembangan ataupun dari sisi produk yang dihasilkan 22/07/2017 63 Page 63
9. Landasan Teori Bab ini dimaksudkan untuk mengungkapkan kerangka acuan komperhensif mengenai konsep, prinsip, atau teori yang digunakan sebagai landasan dalam memecahkan masalah yang dihadapi atau dalam mengembangkan produk yang diharapkan. Kerangka acuan disusun berdasarkan kajian berbagai aspek teoretik dan empiris yang terkait dengan permasalahan dan upaya yang akan ditempuh untuk memecahkannya 22/07/2017 64 Page 64
contoh Pengembangan model pembelajaran Model VCT Pembelajaran IPS Internalisasi Karakter dll 22/07/2017 65 Page 65
10. Penelitian Relevan Memuat jurnal yang relevan dengan penegmbangan yang akan dilakukan Yang dimuat meliputi : Nama, tahun, tujuan pengembangan, metode pengembangan, hasil pengembangan 22/07/2017 66 Page 66
PENYAJIAN PENELITIAN EMPIRIS DALAM LAPORAN PENELITIAN A. Bentuk Paragraf B. Bentuk matrik Nama Peneliti (th) Judul Penelitian Tujuan Penelitian Alat Analisis Hasil Penelitian 22/07/2017 67 Page 67
11. Kerangka Pemikiran Kerangka pemikiran merupakan miniatur keseluruhan dari proses penelitian Kerangka pemikiran harus menerangkan: 1. Mengapa penelitian dilakukan? 2. Bagaimana proses penelitian dilakukan? 3. Apa yang akan diperoleh dari penelitian tersebut? 4. Untuk apa hasil penelitain diperoleh? Lebih baik berupa bagan 22/07/2017 68 Page 68
12. Model Hipotettik Adalah draft Model pengembangan yang akan dilakukan. dapat berupa model prosedural, model konseptual, dan model teoretik.. Dalam bagian ini perlu dikemukakan secara singkat struktur model yang digunakan sebagai dasar pengembangan produk. Apabila model yang digunakan merupakan adaptasi dari model yang sudah ada, maka pemilihannya perlu disertai dengan alasan, komponen-komponen yang disesuaikan, serta kekuatan dan kelemahan model itu. Apabila model yang digunakan dikembangkan sendiri, maka informasi yang lengkap mengenai setiap komponen dan kaitan antarkomponen dari model itu perlu dipaparkan. Perlu diperhatikan bahwa uraian model diupayakan seoperasional mungkin sebagai acuan dalam pengembangan produk CONTOH 22/07/2017 69 Page 69
Melakukan analisis internalisasi nilai karakter revisi Identifkasi tujuan umum pembelajaran karakter Menetapkan tujuan khusus program pendidikan Mengembangkan butir butir acuan patokan Desain dan melaksanakan evaluasi awal Identifkasi kemampuan awal dan karakteristik siswa Mengembangkan strategi pembelajaran VCT Desain/Skenario Pembelajaran Model VCT Melaksanakan Evaluasi akhir Pelontaran Media Pembelajaran Model VCT Proses Klarifikasi Diri & Nilai karakter Penyimpulan dan Pengarahan Kembali Tindak Lanjutan/Petunjuk Studi Lanjutan dan Penerapan/Pembakuan Performing/Acting/ Behaving Mengembangkan dan memilih bahan, alat, pendukung program 22/07/2017 70 Page 70
METODE PENELITIAN 1.Jenis Penelitian Menguraikan jenis penelitian yang akan dilakukan. Dalam hal ini diuraikan jenis penelitiannya adalah penelitian pengembangan lengkapi dengan rujukan 22/07/2017 71 Page 71
Prosedur Pengembangan TAHAP 1 : Pra Survai / Studi Pendahuluan (dengan Metode Kualitatif) Tempat dan waktu, data dan sumber data, teknik pengumpulan data, uji keterpercayaan data, teknik analisa data dll 22/07/2017 72 Page 72
2Tahap II : Pengembangan Model A. Prosedur Pengembangan hendaknya memuat butir-butir (1) model pengembangan, (2) prosedur pengembangan, yang meliputi 3 tahap yaitu studi pendahuluan, prosedur pengebangan dan uji kefektifan 22/07/2017 73 Page 73
a. Model Pengembangan Model yang dibuat di bab 3 harus sejalan dengan model hipotetik yang ditulis di bab II 22/07/2017 74 Page 74
b. Prosedur Pengembangan Bagian ini memaparkan langkah-langkah prosedural yang ditempuh oleh pengembangan dalam membuat produk. Prosedur pengembangan berbeda dengan model pengembangan. Apabila model pengembangannya adalah prosedural, maka prosedur pengembangannya tinggal mengikuti langkah-langkah seperti yang terlihat dalam modelnya 22/07/2017 75 Page 75
c. Uji coba produk Uji coba produk dimaksudkan untuk mengumpulkan data yang dapat digunakan sebagai dasar untuk menetapkan tingkat keefektifan, efisiensi, dan/atau daya tarik dari produk yang dihasilkan. Dalam bagian ini secara berurutan perlu dikemukakan desain uji coba, subyek uji coba, jenis data, instrumen pengumpulan data, dan teknik analisis data. 22/07/2017 76 Page 76
Lanjutan uji coba produk 1) Desain Uji Coba Secara lengkap, uji coba produk pengembangan biasanya dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu uji perseorangan, uji kelompok kecil, dan uji lapangan. Dalam kegiatan pengembangan, pengembang mungkin hanya melewati dan berhenti pada tahap uji perseorangan, atau dilanjutkan dan berhenti sampai tahap uji kelompok kecil, atau sampai uji lapangan. Hal ini sangat tergantung pada urgensi dan data yang dibutuhkan melalui uji coba itu. 22/07/2017 77 Page 77
2) Subjek Uji Coba Karakteristik subjek uji coba perlu diidentifikasi secara jelas dan lengkap, termasuk cara pemilihan subjek uji coba itu. Subjek uji coba produk bisa terdiri dari ahli di bidang isi produk, ahli di bidang perancangan produk, dan/atau sasaran pemakai produk. Subjek uji coba yang ahli di bidang isi produk dapat memiliki kualifikasi keahlian tingkat S1 (untuk skripsi), S2 (untuk tesis), dan S3 (untuk disertasi). Yang penting setiap subjek uji coba yang dilibatkan harus disertai identifikasi karekteristiknya secara jelas dan lengkap, tetapi terbatas dalam kaitannya dengan produk yang dikembangkan. 22/07/2017 78 Page 78
3) Jenis Data Uji coba produk dimaksudkan untuk mengumpulkan data yang dapat digunakan sebagai dasar untuk menetapkan tingkat keefektifan, efisiensi, dan/atau daya tarik dari produk yang dihasilkan 22/07/2017 79 Page 79
4) Instrumen Pengumpulan Data Bagian ini mengemukakan instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data seperti yang sudah dikemukakan dalam butir sebelumnya. Jika mengunakan instrumen yang sudah ada, maka perlu ada uraian mengenai karakteristik instrumen itu, terutama mengenai keshahihan dan keterandalannya. Apabila instrumen yang digunakan dikembangkan sendiri, maka prosedur pengembangannya juga perlu dijelaskan 22/07/2017 80 Page 80
5) Teknik Analisis Data Teknik dan prosedur analisis yang digunakan untuk menganali-sis data uji coba dikemukakan dalam bagian ini dan disertai alasannya. Apabila teknik analisis yang digunakan sudah cukup dikenal, maka uraian tidak perlu rinci sekali. Akan tetapi, apabila teknik tersebut belum banyak dikenal, maka uraian perlu lebih rinci 22/07/2017 81 Page 81
d. Uji keefektifan Dalam bab ini dijelaskan beberapa hal antara lain : - tempat dan waktu penelitian - populasi dan sampel - validitas dan reliabilitas - uji persyaratan analisis - teknik analisis data 22/07/2017 82 Page 82
15. Daftar Rujukan Bahan pustaka yang dimasukkan dalam daftar rujukan harus sudah disebutkan dalam teks. Artinya, bahan pustaka yang hanya digunakan sebagai bahan bacaan tetapi tidak dirujuk dalam teks tidak dimasukkan dalam daftar rujukan 22/07/2017 83 Page 83
Terima Kasih Page 84 foto: anakbersinar.com