IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

dokumen-dokumen yang mirip
SIPAVAR : Sistem Pakar Penentuan Varietas Tanaman Padi Sawah

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. lunak yang digunakan untuk membangun aplikasi perangkat ajar ini adalah : perangkat ajar bisa terlihat lebih menarik.

BAB 3 METODOLOGI. 3.1 Metodologi Penelitian Pengumpulan Bahan Penelitian. Dalam penelitian ini bahan atau materi dikumpulkan melalui :

BAB V IMPLEMENTASI SISTEM. tersebut siap diterapkan atau diimplementasikan. Tahap Implementasi Sistem

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB IV 4. DESKRIPSI KERJA PRAKTIK

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. membutuhkan spesifikasi Perangkat Keras (Hardware) dan Perangkat Lunak (Software)

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN. dan pengujian merupakan langkah yang dilakukan setelah melakukan

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. Untuk menjalankan alat bantu normalisasi ini dibutuhkan sarana perangkat keras

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Pengantar 1.2 Latar Belakang Masalah

4 BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. rencana implementasi dapat dilihat pada Tabel 4.1 di bawah ini : Tabel 4.1 Tabel Rencana Implementasi

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM. perancangan sistem yang akan dibuat serta diimplementasikan. sistem informasi yang akan didesain secara terinci.

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN TAMPILAN LAYAR

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI SISTEM

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. perangkat pendukung yang berupa piranti lunak dan perangkat keras. Adapun

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

BAB V IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI SISTEM. perancangan dan desain yang telah dibuat. Kebutuhan sistem terdiri atas dua

IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

BAB V PENGUJIAN SISTEM DAN IMPLEMENTASI. komponen sistem yang diimplementasikan dan mengetahui kelemahan dari

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. Sistem yang telah dianalisis dan dirancang akan digunakan sebagai alat bantu

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. 1. Processor : Core 2 duo 2,2 Ghz. 4. VGA : Graphic Media Accelerator x Input : Keyboard dan Mouse

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI SISTEM. dari Sistem Informasi Geografi(SIG) ini adalah sebagai berikut:

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

BAB V IMPLEMENTASI SISTEM. keras, form program yang sesuai, query yang digunakan, pemrograman dan

BAB 1 PENDAHULUAN Pengantar

BAB IV HASIL DAN UJICOBA

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI SISTEM. dari sistem terdiri dari kebutuhan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. Untuk implementasi pada Oke Bakery ada spesifikasi-spesifikasi yang dibutuhkan

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

MILIK UKDW BAB 1 PENDAHULUAN

BAB III ANALISA MASALAH DAN PERANCANGAN

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

PETUNJUK PENGGUNAAN OJK Whistle Blowing System (OJK WBS) BAGI USER EXTERNAL Versi 1.0

BAB V IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM

11. Tampilan Tambah Barang

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI SISTEM. pada tahap implementasi ini dapat dipahami jalannya fitur Self Planning &

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. Perangkat keras yang digunakan untuk membuat aplikasi ini yaitu: 1. Processor Intel(R) Core(TM) Duo 2.

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB III PEMBAHASAN. Analisis sistem dapat didefinisikan sebagai penguraian dari suatu sistem

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN. Analisis Sistem ini merupakan penguraian dari suatu sistem pengolahan aplikasi

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. perangkat lunak ini dibagi menjadi dua,yaitu kebutuhan hardware dan kebutuhan

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

BAB V IMPLEMENTASI DAN PEMBAHASAN. menggunakan Aplikasi Penerimaan dan Pembayaran Siswa/Siswi Baru yaitu: Software yang mendukung aplikasi ini, yaitu:

BAB V IMLEMENTASI SISTEM. sistem kedalam bentuk coding bahasa pemprograman, selain implementasi dalam

BAB III ANALISA PEMBAHASAN MASALAH

BAB V IMPLEMENTASI DAN PEMBAHASAN. yang baru, maka di bawah ini akan diuraikan piranti-piranti yang mendukung

PETUNJUK TEKNIS OJK Whistle Blowing System (WBS) BAGI PENGGUNA EXTERNAL Versi 2.0

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. perancangan dapat diimplementasikan dalam tahap-tahap sebagai berikut :

BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN. dapat mencatat debit tertinggi sungai. Aplikasi yang ada pada Balai Besar

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI SISTEM. perangkat lunak ini dibagi menjadi dua, yakni kebutuhan hardware dan kebutuhan

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. dilakukan serangkaian ujicoba terhadap validation input, validation program

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. memadai. Berikut ini akan dijelaskan spesifikasi perangkat lunak dan keras yang Spesifikasi Perangkat Keras

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN. web ini yang di lakukan secara online dengan webhosting. Tahapan ini dilakukan

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. akan dilakukan untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan aplikasi. Untuk itulah,

IV. PEMODELAN SISTEM. A. Konfigurasi Sistem EssDSS 01

BAB I PENDAHULUAN. dalam informasi sangatlah penting. Teknologi mempunyai peranan penting yang

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB III PEMBAHASAN Spesifikasi Input

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM. berkaitan dan berinteraksi yang bertanggung jawab dalam memproses input

RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI TANAMAN SAYURAN UNTUK KEGIATAN PENYULUH DI BALAI PENELITIAN TANAMAN SAYURAN (BALITSA) Oleh : SANDY OLIVIA F

BAB 1 PENDAHULUAN Pengantar

BAB V IMPLEMENTASI DAN PEMBAHASAN. menggunakan program sistem administrasi pendaftaran mahasiswa baru pada

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. Tahap implementasi sistem adalah tahap yang konversi dari hasil analisis

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB IV HASIL DAN UJICOBA

Processor Intel Pentium III 233MHz

PENDAHULUAN BAB I. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

III. METODE PENELITIAN

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI Implementasi Program Simulasi. mengevaluasi program simulasi adalah sebagai berikut :

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM

BAB 4 IMPLEMENTASI. Untuk menjalankan program ini, diperlukan perangkat keras dan

KASUS : SISTEM INFORMASI TRANSAKSI SIMPAN PINJAM PADA KOPERASI

BAB V IMPLEMENTASI SISTEM. Tahapan implementasi merupakan kelanjutan dari kegiatan rancangan

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI SISTEM. perangkat keras maupun perangkat lunak komputer. Penjelasan hardware/software

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI SISTEM. penyelesaian produksi dengan menggunakan metode Earliest Due Date (EDD) ini

Transkripsi:

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN A. INVESTIGASI SISTEM Pada tahap investigasi sistem dilakukan perumusan masalah sehingga kebutuhan untuk membangun sistem informasi panen dan produksi padi (Sipaprodi) menjadi jelas. Dari rumusan masalah yang menggambarkan kondisi di lapangan dapat ditentukan solusi yang tepat dalam sistem informasi panen dan produksi padi yang akan dibangun. Di samping faktor agronomis dan fisiologis, pertumbuhan tanaman padi sangat bergantung pada faktor lingkungan berupa iklim. Indonesia dengan wilayah yang sangat luas memiliki iklim yang bervariasi, pun demikian dengan produksi padi di berbagai wilayahnya. Provinsi Jawa Barat sebagai penghasil padi terbanyak menjadi daerah yang sangat diandalkan dalam produksi padi nasional. Pendugaan produksi padi di Jawa Barat menjadi hal yang sangat penting untuk diketahui, guna menjamin ketersediaan pangan nasional. Meski dirancang berdasarkan data kabupaten dan kota, Sipaprodi dapat memberikan informasi pendugaan potensi hasil panen tanaman padi berdasarkan akumulasi biomassa yang dipengaruhi data iklim di masingmasing wilayah. Bila dilihat dari sisi pengguna, Sipaprodi yang dikembangkan oleh penulis dapat dibagi ke dalam dua aspek, yaitu aspek petani dan pemerintah. Terkait dengan rencana kegiatan operasional selama masa penanaman padi dan pemenuhan kebutuhan pada tahap persiapan panen, petani sangat membutuhkan referensi informasi yang tepat dan akurat untuk menentukan kapan saat panen optimum pada lahan yang sedang diolah. Juga informasi akan seberapa besar perkiraan potensi produksi padi yang ditanam. Dalam lingkup yang lebih luas, informasi akan pendugaan produksi padi merupakan hal yang sangat menentukan kebijakan pemerintah terkait dengan pemenuhan kebutuhan pangan penduduk Indonesia. Sistem lama yang digunakan untuk menduga produksi padi adalah dengan mendatangkan pakar dalam bidang produksi padi untuk memberi penyuluhan dan informasi kepada petani dan memperlihatkan simulasi 36

komputer yang masih dibangun menggunakan aplikasi Microsoft Excel. Cara ini dianggap kurang efektif karena keterbatasan pakar produksi padi dan simulasi sistem komputer yang kurang user friendly. Sedangkan kebutuhan akan informasi pendugaan saat panen dan jumlah produksi padi sangat dibutuhkan oleh para petani. Berangkat dari pemikiran tersebut, dibangunlah sistem informasi berbasis komputer untuk memberikan solusi dari permasalahan yang timbul akibat keterbatasan pakar produksi padi. Ditinjau dari segi teknis, Sipaprodi layak dibangun karena lebih mudah dalam penggunaan dan perawatan atau pemeliharaannya. Jika dibandingkan dengan sistem yang lama, secara teknis Sipaprodi lebih unggul, karena sistem ini dapat diperbaharui dengan cara meng-update data di dalam database. B. ANALISIS SISTEM Tahap analisis sistem dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan pengguna. Hal ini bertujuan agar sistem informasi yang dibangun mampu memberikan atau menyediakan apa yang dibutuhkan oleh pengguna. Kegiatan identifikasi kebutuhan informasi untuk membangun Sipaprodi dilakukan melalui proses wawancara langsung dengan calon (sasaran) pengguna yang terdiri dari petani perseorangan, kelompok tani dan penyuluh pertanian lapangan. Hasil wawancara tersebut dianalisis lebih lanjut berdasarkan referensi yang ada. Berdasarkan hasil wawancara diketahui bahwa kebutuhan pengguna akan informasi produksi padi meliputi pendugaan saat panen optimum, pendugaan produksi biomassa, pendugaan potensi hasil panen, visualisasi grafik perkembangan akumulasi panas dan biomassa, serta visualisasi gambaran kondisi tanaman padi pada saat Sipaprodi dijalankan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pengguna harus menentukan varietas tanaman padi yang ditanam, di kota atau kabupaten mana tanaman padi mereka ditanam serta pada tanggal berapa tanaman padi mulai ditanam. Proses input data yang dilakukan pengguna menjadi hal yang sangat menentukan proses perhitungan dari database di dalam program Sipaprodi. Pendugaan saat panen optimum dan produksi biomassa dihitung berdasarkan metode akumulasi panas dan biomassa berdasarkan data iklim. 37

Dalam kegiatan panen, banyak hal yang harus disiapkan petani, terutama dalam hal penyediaan tenaga panen. Oleh karena itu, pendugaan saat panen optimum menjadi hal yang sangat penting bagi petani untuk merencanakan kegiatan panen. Di samping itu, dengan informasi pendugaan saat panen optimum, petani dapat menentukan jadwal penanaman yang efektif pada lahan yang diolah. Dalam perhitungannya, saat panen optimum dihitung berdasarkan rumus akumulasi panas yang dipengaruhi oleh suhu rata-rata harian. Produksi padi bergantung pada produksi biomassa yang dihasilkan. Dalam perhitungannya, pendugaan produksi biomassa dihitung berdasarkan rumus akumulasi biomassa yang dipengaruhi oleh radiasi matahari dan indeks luas daun tanaman padi setiap harinya. Dari hasil perhitungan akumulasi biomassa, kita dapat mengetahui potensi hasil panen tanaman padi, yaitu dengan mengalikan indeks panen setiap varietas dengan akumulasi biomassa yang dihasilkan. Visualisasi perkembangan akumulasi panas dan biomassa yang digambarkan dalam grafik dapat memberikan informasi pertambahan produksi panas dan biomassa selama masa tanam padi. Sedangkan visualisasi gambaran kondisi tanaman padi saat pengguna menjalankan program Sipaprodi digambarkan melalui image yang disesuaikan dengan fase perkembangan tanaman padi dan umur tanam. Informasi yang disajikan Sipaprodi dapat memberikan masukan kepada pengguna untuk menentukan saat panen optimum, produksi biomassa dan potensi hasil panen pada tanaman padi yang ditanam. Secara khusus sasaran pengguna adalah petani perorangan, kelompok tani dan penyuluh pertanian lapangan. Sejauh ini Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Puslitbangtan) Badan Litbang Departemen Pertanian sudah mengembangkan program komputer yang hampir serupa dengan Sipaprodi, yaitu Sistem Pakar Padi (SIPADI) untuk membantu menetapkan komponen teknologi PTT spesifik wilayah menggunakan software Microsoft Excel 2003. Penulis mengembangkan lebih lanjut ke dalam bahasa pemrograman komputer yang lebih up-date agar dapat dengan mudah dijalankan oleh pengguna. 38

C. DESAIN SISTEM Tahap desain sistem merupakan tahap di mana pembangunan sistem dapat memberikan kemudahan dalam mengeksekusi sistem. Tahap pembangunan desain sistem meliputi desain user interface, desain data dan desain proses. 1. Desain User Interface Tampilan yang menarik dapat memberikan minat bagi pengguna untuk selalu menggunakan suatu sistem. Kemudahan dalam menjalankan suatu sistem perlu menjadi prioritas utama dalam pembangunan sistem. Di samping itu, penggunaan komposisi warna, gambar, dan penggunaan tombol juga harus diperhatikan. Untuk mendapatkan tampilan yang menarik, pembangunan desain Sipaprodi menggunakan beberapa software pendukung, yaitu Autorun Pro Enterprice untuk tampilan awal, Bahasa pemrograman VB.Net untuk interaksi antara pengguna dengan Sipaprodi, Adobe Photoshop CS yang digunakan untuk mendesain background tampilan sistem. Sipaprodi merupakan software yang berbasis personal computer (PC), sehingga dalam pendistribusiannya menggunakan media compact disc (CD). Sipaprodi disajikan dalam tampilan full screen, karena propertis yang ada dalam VB.NET sudah mendukung tampilan yang lebih soft dan mudah digunakan. Sipaprodi dirancang untuk dijalankan pada screen resolution 1024 x 768 piksel. Resolusi ini merupakan resolusi monitor standar yang digunakan pada PC. Untuk membantu pengguna sebelum menjalankan Sipaprodi digunakan software Autorun Pro Enterprice yang dikemas dalam autorun. Perancangan autorun di awal sistem dibuat hanya untuk mengantarkan pengguna masuk ke dalam Sipaprodi. Autorun terdiri dari dua bagian, yaitu splashscreen dan menu utama. Tampilan splashscreen memberikan informasi mengenai nama program. Splashscreen akan tertutup secara otomatis setelah beberapa detik. Gambar 6 menunjukkan tampilan dari splashscreen Sipaprodi. 39

Gambar 6. Splashscreen Sipaprodi Pada tampilan autorun menu utama ada beberapa pilihan, yaitu mulai, instal Sipaprodi, bantuan dan tentang Sipaprodi. Di samping pilihan-pilihan tersebut, terdapat tanda silang pada sudut kanan atas yang berfungsi untuk keluar dari autorun Sipaprodi sekaligus mengakhiri penggunaan Sipaprodi. Tampilan autorun menu utama disajikan pada Gambar 7. Gambar 7. Halaman autorun menu utama Pada saat memilih pilihan mulai Sipaprodi dan instal Sipaprodi, pengguna harus melalui halaman yang menjelaskan tentang bagaimana Sipaprodi dapat berjalan pada komputer pengguna. Pada halaman tersebut terdapat kolom penjelasan, bahwa program Sipaprodi hanya dapat 40

dijalankan pada komputer yang sudah terinstal software.net Framework dan Crystal Report. Untuk memudahkan pengguna jika belum terinstal software tersebut, pada halaman ini terdapat fasilitas untuk menginstal software.net Framework dan Crystal Report. Dengan mengklik pilihan.net Framework dan Crystal Report, maka secara otomatis proses instal software tersebut berjalan tanpa harus menutup autorun Sipaprodi. Halaman mulai dan instal Sipaprodi dapat dilihat pada Gambar 8. Gambar 8. Halaman mulai dan instal sipaprodi Jika sudah terinstal software.net Framework dan Crystal Report, pengguna dapat mengklik Mulai Sipaprodi untuk membuka halaman utama Sipaprodi. Pilihan ini digunakan jika pengguna hanya ingin menjalankan program Sipaprodi tanpa menempatkan file program Sipaprodi ke dalam hard disk komputer. Tombol mulai berfungsi sebagai jembatan untuk membawa pengguna masuk ke halaman utama Sipaprodi. Pilihan instal digunakan untuk menginstal Sipaprodi ke dalam hard disk komputer, sehingga pengguna dapat menjalankan Sipaprodi tanpa media CD dan pengguna dapat melakukan perubahan data seperti pengeditan, 41

penambahan dan penghapusan data dari database. Di samping itu, shortcut Sipaprodi juga akan muncul pada desktop dan menu pada tombol start. Pada halaman autorun menu utama juga terdapat pilihan bantuan yang dimaksudkan untuk memberikan penjelasan kepada pengguna tentang langkah-langkah yang harus dilakukan dalam menjalankan Sipaprodi. Penjelasan tersebut terdapat pada halaman bantuan yang muncul setelah pengguna mengklik tombol bantuan. Halaman bantuan disajikan pada Gambar 9. Gambar 9. Halaman bantuan Di samping pilihan bantuan, terdapat pula pilihan tentang Sipaprodi pada halaman autorun menu utama yang menjelaskan profil Sipaprodi, meliputi lembaga yang menaungi pembangunan Sipaprodi, pakar produksi padi dan programer Sipaprodi. Halaman tentang Sipaprodi disajikan dalam Gambar 10. 42

Gambar 10. Halaman tentang sipaprodi Halaman utama Sipaprodi dibuka dengan mengklik tombol mulai Sipaprodi pada autorun. Untuk menampilkan hasil analisis berupa prediksi waktu panen optimum dan produksi biomassa, pengguna diharuskan mengisi data-data yang diperlukan. Yaitu nama kota/kabupaten, varietas dan tanggal tanam. Pilihan jawaban untuk ketiga pertanyaan tersebut sudah disediakan dalam combo box yang tersedia. Pengguna hanya perlu memilih jawaban tersebut, yang nantinya akan dibaca oleh program untuk dijadikan acuan saat memilih data dalam database guna proses eksekusi hasil analisis. Pada pilihan kota/kabupaten, pengguna dapat memilih tiga nama kota/kabupaten yaitu Bogor, Kuningan dan Subang. Ketiga kota/kabupaten ini dianggap mewakili ketinggian kota/kabupaten lain yang ada di Provinsi Jawa Barat. Sedangkan pada pilihan varietas, terdapat lima pilihan nama varietas, yaitu BP 360, Ciherang, IR64, Mekongga dan Rokan. Kelima varietas tersebut merupakan jenis varietas yang sudah diteliti nilai indeks luas daunnya oleh Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Departemen Pertanian. Jika terdapat penambahan data kota/kabupaten dan jenis varietas, maka dapat dilakukan dengan menambah database pada 43

Microsoft Access. Pengguna juga harus mengisi pilihan tanggal tanam pada combo box yang disediakan berupa kalender. Data tanggal tanam merupakan tolak ukur dalam menjalankan Sipaprodi digunakan untuk memulai proses looping perhitungan di dalam program. Di samping tampilan input data, pada halaman utama terdapat lima tombol untuk mengeksekusi Sipaprodi, yaitu tombol prediksi waktu panen optimum, prediksi produksi biomassa dan potensi hasil panen, lihat grafik akumulasi panas, lihat grafik akumulasi biomassa dan gambaran kondisi padi saat ini. Pengguna dapat mengetahui waktu panen optimum dengan mengklik tombol prediksi waktu panen optimum. Setelah hasil perhitungan keluar pada kolom hasil analisis berupa rentang jumlah hari dan tanggal panen, pengguna harus mengklik tombol prediksi produksi biomassa dan potensi hasil panen untuk mengetahui pendugaan produksi biomassa dan potensi hasil panen padi yang ditanam. Hasil perhitungan produksi biomassa dan potensi hasil panen ditampilkan pada kolom hasil analisis di bawah hasil perhitungan pendugaan saat panen optimum. Halaman utama program Sipaprodi dapat dilihat pada Gambar 11. Gambar 11. Halaman utama sipaprodi 44

Selama proses perhitungan looping data berlangsung di dalam program, di sudut kanan bawah halaman utama disajikan progressbar untuk menampilkan proses load. Progressbar tersebut dimaksudkan agar pengguna tidak merasa jenuh menunggu hasil eksekusi program. Progressbar akan hilang bertepatan dengan keluarnya hasil perhitungan pada kolom hasil analisis. Tampilan grafik akumulasi panas (Gambar 12) dan grafik akumulasi biomassa (Gambar 13) dapat dilihat pada halaman yang berbeda setelah pengguna mengklik tombol lihat grafik akumulasi panas dan lihat grafik akumulasi biomassa pada halaman utama. Tampilan masing-masing grafik merepresentasikan hasil perhitungan akumulasi panas dan biomassa setiap hari hingga panen. Dalam grafik akumulasi panas dan biomassa, range hari setelah tanam pada sumbu aksis mendatar dibuat berselang tiga angka. Pada grafik akumulasi panas, sumbu vertikal mewakili akumulasi panas (dd) yang diperoleh hingga panen. Sedangkan pada grafik akumulasi biomassa, sumbu vertikal mewakili akumulasi biomassa (ton/ha) yang diperoleh hingga hari panen. Untuk menampilkan grafik akumulasi panas dan biomassa, digunakan software Crystal Report 11. Gambar 12. Halaman grafik akumulasi panas 45

Gambar 13. Halaman grafik akumulasi biomassa Pun demikian halnya dengan visualisasi gambaran kondisi padi saat ini, juga ditampilkan pada halaman yang berbeda setelah pengguna mengklik tombol gamabaran kondisi padi saat ini. Halaman gambaran kondisi padi saat ini dapat dilihat pada Gambar 14. Gambar 14. Halaman gambaran kondisi padi saat ini 46

Pada masing-masing halaman grafik maupun gambaran kondisi padi saat ini, terdapat tombol kembali untuk kembali ke halaman utama Sipaprodi. Peletakkan tombol kembali selalu ditempatkan di pojok kanan bawah pada setiap halaman agar tidak membingungkan pengguna. Pun demikian dengan halaman utama, jika sudah selesai menjalankan Sipaprodi, pengguna dapat mengakhiri Sipaprodi dengan mengklik tombol kembali pada halaman utama untuk kembali ke halaman autorun. Untuk menutup Sipaprodi pengguna harus mengklik tanda silang pada halaman autorun. Setiap halaman Sipaprodi didominasi warna hijau tua, agar lebih menyejukkan mata pengguna. Warna dasar putih pada setiap tombol eksekusi dengan tulisan hitam bold dimaksudkan agar terlihat jelas fungsi dari setiap tombol tersebut. Terdapat pula gambar seorang petani yang sedang memanen tanaman padi sebagai pendukung identitas Sipaprodi. Kumpulan gambar yang disatukan dalam format seluloid film sengaja ditampilkan untuk tidak membuat pengguna merasa bosan dengan tampilan Sipaprodi. Pada halaman autorun dan halaman utama Sipaprodi terdapat dua nama institusi yang menaungi pembangunan Sipaprodi, yaitu Institut Pertanian Bogor dan Puslitbang Tanaman Pangan Bogor lengkap dengan lambang kedua institusi tersebut. Demikian Sipaprodi dirancang dengan tampilan yang menarik agar pengguna tidak menemukan kesulitan saat menjalankan Sipaprodi. 2. Desain Struktur Data Desain struktur data memerlukan perhatian khusus, karena database yang dibuat nantinya akan dijadikan sebagai penyimpanan data iklim, indeks luas daun, gambar, proses pengolahan data sementara dan beberapa informasi lain yang akan diakses oleh sistem. Pembangunan database yang baik akan memudahkan dalam pembangunan sistem dan mempercepat akses data yang diperlukan. 47

Software yang digunakan dalam membangun Sipaprodi adalah Microsoft Access 2003. Pemilihan software tersebut didasarkan pada kemudahan dalam penggunaan dan koneksi ke Visual Basic 2005. Nama file database yang digunakan adalah sipaprodi.mdb dengan file format Access 2003. Pada file tersebut terdapat delapan tabel, yaitu Tb_Kota, Tb_Iklim, Tb_Varietas, Tb_ILD, Tb_Bulan, Tb_GrafikPanas, Tb_GrafikBio dan Tb_Gambar. Pada Tb_Kota terdapat dua field, yaitu IdKota dan NamaKota. Field Id digunakan sebagai primary key untuk menunjukkan kode kota. Sedangkan field NamaKota digunakan untuk mencantumkan nama kota. Data iklim berupa suhu dan radiasi harian disimpan pada Tb_Iklim. Sebelum diinput ke dalam database, data suhu dan radiasi yang diambil dari data iklim lima tahun terakhir sudah diolah pada software Microsoft Excel 2003. Di samping data iklim, dicantumkan pula tanggal dan bulan sebagai penunjuk waktu aktual dari data iklim. Pada Tb_Iklim, terdapat lima field dengan rincian seperti pada Tabel 6. Tabel 6. Field Tb_Iklim Nama Field Tipe Data Keterangan IdKota Auto Number Id kota atau kode kota Tanggal Auto Number Tanggal Bulan Auto Number Bulan Suhu Integer Rata-rata suhu harian Radiasi Integer Rata-rata radiasi harian Data varietas padi yang mempengaruhi nilai indeks luas daun pada perhitungan akumulasi biomassa dicantumkan pada Tb_Varietas. Pada Tb_Kota terdapat dua field, yaitu Id dan NamaVarietas. Field Id digunakan sebagai primary key untuk menunjukkan kode varietas. Sedangkan field NamaVarietas digunakan untuk mencantumkan jenis varietas. Tb_ILD menyimpan data indeks luas daun tanaman padi yang diambil dari data lapangan setiap hari selama masa tanam pada dua 48

musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Pada Tb_ILD terdapat lima field dengan rincian seperti pada Tabel 7. Tabel 7. Field Tb_ILD Nama Field Tipe Data Keterangan Id Auto Number Id IdVarietas Auto Number Kode varietas Hari ke Auto Number Hari pengambilan data ILD ILDPanas Integer Data ILD pada musim kemarau ILDHujan Integer Data ILD pada musim hujan Penggunaan data ILD musim hujan atau musim kemarau pada perhitungan akumulasi biomassa ditentukan oleh data curah hujan setiap bulannya. Tinggi rendahnya curah hujan menentukan apakah periode bulan selama masa tanam termasuk bulan basah atau bulan kering. Bila curah hujan tinggi, periode bulan menjadi bulan basah, sehingga data ILD yang digunakan yaitu ILDHujan. Tetapi jika curah hujan rendah, periode bulan menjadi bulan kering dan data ILD yang digunakan yaitu ILDPanas. Terdapat empat field pada Tb_Bulan, dengan rincian seperti pada Tabel 8. Tabel 8. Field Tb_Bulan Nama Field Tipe Data Keterangan Id Auto Number Id IdKota Auto Number Kode varietas NamaBulan Auto Number Hari pengambilan data ILD KodeBulan Integer Data ILD pada musim kemarau Data penambahan jumlah panas pada tanaman padi setiap hari selama masa tanam disimpan pada Tb_GrafikPanas. Pada fungsinya Tb_GrafikPanas diperlukan untuk visualisasi grafik perkembangan akumulasi panas pada program Sipaprodi. Terdapat tiga field pada Tb_GrafikPanas, yaitu Id sebagai primary key, field HariKe yang menunjukkan urutan hari selama periode masa tanam dan field AkPanas 49

untuk menyimpan data penambahan jumlah panas setiap hari mulai tanam hingga panen. Serupa dengan Tb_GrafikPanas, Tb_GrafikBio berfungsi untuk menyimpan penambahan jumlah biomassa guna menampilkan visualisasi grafik akumulasi biomassa. Terdapat tiga field pada Tb_GrafikBio, yaitu Id sebagai primary key, field HariKe yang menunjukkan urutan hari selama periode masa tanam dan field AkBio untuk menyimpan data penambahan jumlah biomassa setiap hari mulai tanam hingga panen. Visualisasi kondisi aktual tanaman padi membutuhkan rekaman data berupa gambar setiap harinya mulai tanam sampai panen. Gambar tanaman padi tersebut disimpan pada Tb_Gambar. Terdapat tiga field pada Tb_Gambar, yaitu Id sebagai primary key, field HariKe yang menunjukkan urutan hari selama periode masa tanam dan field PathFile untuk menyimpan file image tanaman padi berdasarkan fase perkembangan tanaman padi. 3. Desain Proses Kemudahan transformasi proses input-output oleh pengguna menjadi hal yang sangat penting dalam merancang desain proses sebuah sistem. Data yang diinput oleh pengguna akan dibaca oleh sistem untuk menghasilkan kesimpulan yang dibutuhkan oleh pengguna. Desain proses Sipaprodi dirancang agar pengguna dapat dengan mudah menjalankannya. Pada tampilan utama Sipaprodi, pengguna hanya perlu menginput tiga hal, yaitu memilih nama kota, memilih jenis varietas padi dan menentukan tanggal tanam. Sistem sudah menyediakan pilihan jawaban terkait tiga kriteria tersebut. Pilihan pengguna akan digunakan sebagai acuan untuk menemukan record yang sesuai dalam database. Dari hasil perhitungan pada program, dapat dihasilkan lima output berupa prediksi saat panen optimum, prediksi jumlah biomassa dan potensi hasil panen, visualisasi grafik akumulasi panas, visualisasi grafik akumulasi biomassa dan visualisasi gambaran kondisi tanaman padi pada saat pengguna menjalankan Sipaprodi. 50

D. IMPLEMENTASI SISTEM Tahap implementasi merupakan tahap pemrograman yang dilakukan menggunakan bahasa pemrograman dan pengisian database. Setelah pemrograman dan pengisian data selesai dilakukan, tahap selanjutnya adalah melakukan aktivitas pengujian terahadap sistem yang sudah dibangun. Tujuan dari pengujian sistem ini adalah untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan dari sistem tersebut, serta pengembangannya. Pengujian yang dilakukan adalah uji kompatibilitas pada beberapa spesifikasi komputer dan uji performansi oleh beberapa orang responden pengguna Sipaprodi. Pada tahap pengujian akan diketahui apabila terdapat kesalahan dalam pemrograman. Produk akhir dari tahap implementasi sistem adalah menghasilkan sistem yang lebih baik. 1. Pemrograman dan Data Pemrograman dilakukan menggunakan bahasa VB.Net yang merupakan paket software dari Visual Studio. Software yang dibangun menggunakan bahasa pemrograman dengan teknologi.net (dot net) akan berjalan pada komputer apabila sudah terinstal software.net Framework. Software ini berfungsi sebagai penterjemah dari bahasa.net menjadi bahasa mesin komputer. Sipaprodi dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi software yang berbasis web sehingga memungkinkan penggunaan kapan saja dan di mana saja melalui koneksi internet. Pada tahap pembangunannya Sipaprodi menggunakan empat halaman yaitu halaman utama, halaman grafik akumulasi panas, halaman grafik akumulasi biomassa dan halaman gambaran kondisi padi saat ini. Setiap halaman dapat diakses melalui tombol yang terdapat pada halaman utama. Kode program dari Sipaprodi disajikan pada Lampiran 3. Pengisian database dilakukan menggunakan Microsoft Access. Jumlah varietas yang terdapat dalam database pada saat pembangunan Sipaprodi adalah lima varietas. Sedangkan jumlah kota/kabupaten adalah tiga kota/kabupaten. Database yang ada dapat ditambah dan diedit pada file sipaprodi.mdb tanpa mengubah kode program. 51

2. Uji Kompatibilitas Sistem Pengujian kompatibilitas sistem dilakukan dengan menjalankan Sipaprodi pada beberapa spesifikasi komputer yang berbeda dan dijalankan menggunakan sistem operasi Windows XP Profesional. Teknis pengujian kompatibilitas sistem adalah dengan mencatat nilai waktu yang dibutuhkan untuk mengakses Sipaprodi. Waktu yang dicatat adalah waktu untuk menampilkan splashscreen, halaman autorun, halaman utama, halaman grafik dan halaman gambaran padi serta pergantian antar halaman. Hasil pengujiannya dapat dilihat pada Tabel 9. Tabel 9. Hasil pengujian kompatibilitas sistem No 1. 2. Kecepatan Processor RAM Splash screen Halaman autorun Waktu (detik) Halaman Halaman utama grafik dan gambaran padi Pergantian antar halaman Pentium III 128 MB 5 2 2 3 2 (900 MHz) 256 MB 4 1 2 3 2 128 MB 3 1 2 2 1 Pentium IV 256 MB 3 1 1 2 1 (1.80 GHz) 512 MB 3 1 1 2 1 3. Uji Performansi Sistem Pengujian performansi sistem dilakukan melalui pengisian kuisioner kepada beberapa responden. Pengisian kuisioner dilakukan setelah responden mengoperasikan Sipaprodi. Ada beberapa pertanyaan yang diberikan kepada responden mengenai Sipaprodi. Format serta pertanyaan dalam kuisioner tersebut dapat dilihat pada Lampiran 1. Kuisioner dibagikan kepada 20 responden, yang terdiri dari 10 orang mahasiswa, 6 orang masyarakat umum dan 4 orang petugas di Puslitbang Tanaman Pangan. Hasil pengujian melalui kuisioner tersebut diketahui bahwa seluruh responden pernah menggunakan komputer dengan jumlah responden yang meggunakan setiap hari adalah 12 orang (60 persen), jumlah responden yang menggunakan 1 minggu sekali adalah 4 orang (20 persen), dan lainnya adalah 4 orang (20 persen). Sisanya adalah 0 persen. 52

Hasil penilaian responden terhadap beberapa pertanyaan yang diajukan pada kuisioner dapat dilihat dari gambar-gambar diagram pie di bawah. Penilaian responden terhadap komposisi warna adalah 50 persen menyatakan bagus, 30 persen cukup, dan 20 persen sangat bagus. Hasil penilaian terhadap komposisi warna dapat dilihat pada Gambar 15. Gambar 15. Penilaian responden terhadap komposisi warna Hasil kuisioner untuk penilaian terhadap tampilan secara keseluruhan adalah 4 orang (20 persen) menyatakan sangat menarik, 14 orang (70 persen) menyatakan menarik, dan 2 orang (10 persen) menyatakan cukup. Hasil tersebut dapat dilihat dari diagram pie pada Gambar 16. Gambar 16. Penilaian responden terhadap tampilan sistem secara keseluruhan 53

Selanjutnya adalah penilaian terhadap kemudahan dalam menjalankan program Sipaprodi. Dua orang (10 persen) menyatakan sangat mudah, 16 orang (80 persen) menyatakan mudah, dan 2 orang (10 persen) menyatakan cukup. Hasil tersebut dapat dilihat dari diagram pie pada Gambar 17. Gambar 17. Penilaian responden terhadap kemudahan menjalankan sipaprodi Penilaian terhadap ketepatan hasil analisis, data kuisioner yaitu 3 orang (15 persen) menyatakan sangat tepat, dan 11 orang (55 persen) menyatakan tepat, 2 orang (10 persen) menyatakan cukup tepat dan 4 orang (20 persen) menyatakan kurang tepat. Hasil pengujian dapat dilihat pada diagram pie Gambar 18. Gambar 18. Penilaian responden terhadap ketepatan hasil analisis 54

Hasil analisis dirasa kurang tepat oleh beberapa orang responden dikarenakan hasil analisis pendugaan waktu panen optimum dan pendugaan potensi hasil panen untuk kasus di Kabupaten Kuningan dirasa terlalu lama dari kenyataan di lapangan. Hal ini terjadi karena database suhu udara di Kabupaten Kuningan jauh lebih rendah dibanding dengan Kabupaten Subang dan Bogor. Sehingga dilakukan lebih banyak proses looping database untuk mencapai heat unit yang dibutuhkan. Oleh karena itu, nilai M (lama masa tanam) yang didapat di Kabupaten Kuningan lebih besar dibanding dengan Kabupaten Subang dan Bogor. Nilai M yang besar tersebut akan dijadikan acuan proses looping database untuk menghitung akumulasi biomassa. Sehingga nilai akumulasi biomassa yang didapat dari perhitungan radiasi matahari dan indeks luas daun akan bernilai besar pula. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hari panen yang semakin lama akan menyebabkan kandungan biomassa yang tinggi dan potensi hasil panen yang tinggi pula. Berbeda dengan angka hasil panen aktual, nilai potensi hasil panen yang didapat pada hasil analisis Sipaprodi merupakan angka panen potensial yang dimungkinkan dari setiap varietas. Pada umumnya angka hasil panen aktual yang terdapat pada deskripsi masing-masing varietas adalah data hasil panen aktual tertinggi yang sudah terjadi di lapangan. Jika dibandingkan dengan angka panen potensial yang dihasilkan pada analisis Sipaprodi, angka panen aktual biasanya 80 persen lebih rendah. Pada kenyataan yang terjadi di lapangan, faktor lingkungan tumbuh tanam seperti tingkat kesuburan tanah, pola tanam dan perlakuan tanaman berupa pemupukan dan irigasi merupakan hal yang juga menentukan hasil panen yang tinggi. Di samping kasus yang terjadi di Kabupaten Kuningan, secara umum hasil analisis yang diperoleh merupakan hasil yang didapat dengan asumsi bahwa faktor selain iklim dan indeks luas daun dianggap tidak berpengaruh. Dengan demikian, hasil analisis Sipaprodi menganut asumsi bahwa tanaman padi ditanam pada kondisi lingkungan tumbuh tanam yang ideal. 55

E. PERAWATAN SISTEM Salah satu aktivitas dari tahap perawatan atau pemeliharaan sistem adalah memonitor atau mengawasi agar data di dalamnya tetap up to date. Sehingga informasi yang disajikan bersifat akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Selain memonitor agar data tetap up to date, aktivitas lain yang dilakukan adalah mengevaluasi, dan memodifikasi sistem informasi yang telah dibangun. Modifikasi atau perbaikan sistem dilakukan sesuai dengan perkembangan kebutuhan. Aktivitas-aktivitas tersebut perlu dilakukan untuk dapat menghasilkan sistem informasi yang lebih baik. 56