HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN GANGGUAN SIKLUS MENSTRUASI PADA MAHASISWI DIPLOMA IV BIDAN PENDIDIK TINGKAT AKHIR DI UNIVERSITAS AISYIYAH YOGYAKARTA

dokumen-dokumen yang mirip
Hubungan Tingkat Stress Dengan Siklus Menstruasi Pada Mahasiswa Kebidanan Tingkat I Dan II Poltekkes Bhakti Mulia Sukoharjo

HUBUNGAN STRESS TERHADAP SIKLUS MENSTRUASI MAHASISWI

HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DAN SIKLUS MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI

BAB I PENDAHULUAN. yang ada dimana remaja merupakan populasi terbesar di Indonesia yang tercatat

ABSTRAK FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI GANGGUAN MENSTRUASI PADA SISWI KELAS 2 SMA X KOTA BANDUNG TAHUN 2015

BAB 1 PENDAHULUAN. berfungsi dengan matang (Kusmiran, 2011). Menstruasi adalah siklus discharge

HUBUNGAN STRES BELAJAR DENGAN GANGGUAN MENSTRUASI PADA MAHASISWI PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN

HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN KETIDAKTERATURAN SIKLUS HAID PADA MAHASISWI PRODI D III KEBIDANAN TINGKAT II STIKES MUHAMMADIYAH KLATEN

HUBUNGAN STRES BELAJAR DENGAN GANGGUAN MENSTRUASI PADA MAHASISWI PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN SEMESTER 2 STIKES AISYIYAH YOGYAKARTA TAHUN 2010

HUBUNGAN STATUS GIZI, STRESS, OLAHRAGA TERATUR DENGAN KETERATURAN SIKLUS MENSTRUASI PADA SISWI SMA ST. THOMAS 2 MEDAN TAHUN 2014

Selvina Ismalia Assegaf 2, Fitria Siswi Utami 3 INTISARI

HUBUNGAN SINDROM PRAMENSTRUASI DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA SISWI KELAS XI JURUSAN AKUTANSI SMK NEGERI 1 BANTUL YOGYAKARTA NASKAH PUBLIKASI

BAB I PENDAHULUAN. anak gadis terjadi antara umur 10 dan 16 tahun (Knight, 2009). Menstruasi

HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG CARA KONSUMSI TABLET Fe DENGAN KADAR HEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI PUSKESMAS PLERET BANTUL YOGYAKARTA

PENGARUH PENYULUHAN MANFAAT POSYANDU TERHADAP SIKAP IBU BALITA TENTANG POSYANDU DI DUSUN NGANGKRIK SLEMAN TAHUN 2015 NASKAH PUBLIKASI

HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DMPA DENGAN KEJADIAN PENINGKATAN BERAT BADAN DAN UPAYA PENANGANANNYA NASKAH PUBLIKASI

HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN SIKLUS MENSTRUASI PADA MAHASISWI FAKULTAS ILMU KESEHATAN DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER

BAB I PENDAHULUAN. kecacatan secara proses maupun fungsi pada sistem reproduksi manusia.

BAB I PENDAHULUAN. sebelum dan selama menstruasi bahkan disertai sensasi mual. 1 Dalam istilah

HUBUNGAN ANTARA STRES DAN KETIDAKTERATURAN SIKLUS MENSTRUASI PADA SISWI KELAS XI SMA MTA SURAKARTA

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

HUBUNGAN DUKUNGAN ORANGTUA DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA SEMESTER IV PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN STIKES AISYIYAH YOGYAKARTA TAHUN 2013

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GODEAN II SLEMAN YOGYAKARTA NASKAH PUBLIKASI

HUBUNGAN PEMBERIAN KONSELING PADA AKSEPTOR KB TERHADAP KETEPATAN PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI DI PUSKESMAS TEGALREJO YOGYAKARTA NASKAH PUBLIKASI

NASKAH PUBLIKASI. Disusun Oleh: Ema Anggraeni

HUBUNGAN ANTARA PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DMPA DENGAN KENAIKAN BERAT BADAN DI PUSKESMAS KRATON YOGYAKARTA NASKAH PUBLIKASI

BAB I PENDAHULUAN. keluar melalui serviks dan vagina (Widyastuti, 2009). Berdasarkan Riset

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN MELALUI PERAN MEDIA VISUAL

HUBUNGAN KINERJA PERAWAT DENGAN KEPUASAN KERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RS PKU MUHAMMADIYAH GAMPING NASKAH PUBLIKASI

BAB III METODE PENELITIAN. Surakarta. Penelitian menggunakan pendekatan cross sectional. Pendekatan

HUBUNGAN KECEMASAN REMAJA DENGAN KEJADIAN DISMENOREA PADA SISWI SMP X BANDUNG

BAB I PENDAHULUAN. Remaja atau adolescence (Inggris), berasal dari bahasa latin adolescere

Universitas Lampung. Abstrak CORRELATION BETWEEN NUTRITIONAL STATUS AND MENARCHE AGE IN TEENAGE GIRLS AT SMP NEGERI 22 BANDAR LAMPUNG.

HUBUNGAN PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI HORMONAL DAN STATUS GIZI DENGAN SIKLUS MENSTRUASI DI PUSKESMAS PEKAUMAN BANJARMASIN ABSTRAK

HUBUNGAN USIA DAN PARITAS DENGAN KEJADIAN PERDARAHAN POSTPARTUM DI RSU PKU MUHAMMADIYAH BANTUL TAHUN NASKAH PUBLIKASI

HUBUNGAN PERILAKU SEKS PRANIKAH DENGAN USIA MENIKAH PADA REMAJA YANG MENIKAH DI TAHUN 2015 DI KECAMATAN PLAYEN KABUPATEN GUNUNGKIDULYOGYAKARTA 2015

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar belakang. disabilitas yang seringkali dipakai kalangan publik atau institusi pemerintah

Volume 2 / Nomor 2 / November 2015 ISSN :

ABOUT PARTOGRAPH WITH APPLICATION IN DIII STUDY PROGRAM OF MIDWIFERY AT STIKES A. YANI YOGYAKARTA

HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN MINAT STUDI LANJUT KE S2 KEBIDANAN PADA MAHASISWA D IV BIDAN PENDIDIK STIKES AISYIYAH YOGYAKARTA NASKAH PUBLIKASI

HUBUNGAN TINGKAT STRES DALAM MENYUSUN KTI DENGAN GANGGUAN SIKLUS MENSTRUASI PADA MAHASISWA DIII KEBIDANAN SEMESTER VI STIKES AISYIYAH YOGYAKARTA

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KECEMASAN DENGAN POLA MENSTRUASI PADA MAHASISWA D3 KEBIDANAN TINGKAT 3

ABSTRAK Pengaruh Obesitas Terhadap Siklus Menstruasi pada Wanita Usia Dewasa Muda

HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN PERKEMBANGAN BAYI USIA 9-12 BULAN DI PUSKESMAS GAMPING I SLEMAN NASKAH PUBLIKASI

HUBUNGAN GAMBARAN DIRI DENGAN KECEMASAN PADA REMAJA CACAT FISIK DI BALAI REHABILITASI TERPADU PENYANDANG DISABILITAS PROVINSI DIY NASKAH PUBLIKASI

HUBUNGAN ANTARA STRES DALAM MENYUSUN SKRIPSI DENGAN INSOMNIA PADA MAHASISWI D IV BIDAN PENDIDIK DI STIKES AISYIYAH YOGYAKARTA TAHUN 2014

IJMS Indonesian Journal On Medical Science Volume 3 No 1 - Januari 2016

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. dan keluhan-keluhan fisik lain yang salah satunya adalah gangguan siklus

MIKIA KEJADIAN AMENORE SEKUNDER PADA AKSEPTOR SUNTIK DMPA. Artikel Penelitian. Nurya Viandika 1 Nurfitria Dara Latuconsina 2

HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI KELAS XI DI SMK N 2 YOGYAKARTA

KARAKTERISTIK, STATUS GIZI DAN PRAKTIK MENYUSUI DENGAN POLA MENSTRUASI AKSEPTOR KONTRASEPSI SUNTIK DI DESA DOMBO KECAMATAN SAYUNG DEMAK ABSTRAK

HUBUNGAN PERAN PEMBIMBING AKADEMIK DENGAN MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA D III KEBIDANAN SEMESTER IV STIKES AISYIYAH YOGYAKARTA NASKAH PUBLIKASI

BAB I PENDAHULUAN. tubuh baik dari segi fisik maupun dari segi hormonal. Salah satu. perkembangan tersebut adalah perkembangan hormone Gonadotropin

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Menarche adalah haid yang datang pertama kali yang sebenarnya

HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN GANGGUAN SIKLUS MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI (Studi Di Asrama III Nusantara Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang)

Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Sains Terapan

HUBUNGAN POLA DIET DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA MAHASISWA KEBIDANAN D IV STIKES AISYIYAH YOGYAKARTA NASKAH PUBLIKASI

Menstrual cycle pattern is a pattern that describe the distance between the first day

NASKAH PUBLIKASI. Disusun Oleh : IRA WIBOWO

FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPUASAN MAHASISWA BELAJAR DI PROGRAM STUDI D III KEBIDANAN U BUDIYAH BANDA ACEH TAHUN 2012

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TENTANG KEPUTIHAN DENGAN KEJADIAN KEPUTIHAN DI SMK NEGERI 3 KABUPATEN PURWOREJO. Asih Setyorini, Deni Pratma Sari

HUBUNGAN KEBIASAAN OLAHRAGA DENGAN KEJADIAN OLIGOMENORE PADA REMAJA PUTRI DI SMK WIDYAPRAJA UNGARAN KABUPATEN SEMARANG ABSTRAK

BAB I PENDAHULUAN. Remaja adalah suatu tahap peralihan antara masa anak-anak. menuju dewasa. Sebelum memasuki masa remaja, seseorang akan

HUBUNGAN SUMBER INFORMASI DAN SIKAP TENTANG SADARI PADA REMAJA PUTRI

2013 GAMBARAN TINGKAT STRES PADA ANAK USIA SEKOLAH MENGHADAPI MENSTRUASI PERTAMA (MENARCHE) DI SEKOLAH DASAR NEGERI GEGERKALONG GIRANG

HUBUNGAN PERAN ORANG TUA DENGAN PERILAKU PERAWATANDIRI SAAT MENSTRUASI PADA SISWI KELAS VII DI SMPN 3 BANTUL YOGYAKARTA

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN SADARI TERHADAP SIKAP REMAJA PUTRI DALAM PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI DI SMA NEGERI 1 NGAGLIK YOGYAKARTA NASKAH PUBLIKASI

STRES DAN MEKANISME KOPING TERHADAP GANGGUAN SIKLUS MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI

Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Sains Terapan

HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DENGAN USIA MENARCHE DI SMPN 7 BANJARMASIN. Erni Yuliastuti

Hubungan Pengetahuan Tentang Menopause Dengan Tingkat Stres Pada Wanita Usia Subur

HALAMAN SAMPUL HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DAN ANEMIA DENGAN SIKLUS MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI DI SMA BATIK 1 SURAKARTA

I. PENDAHULUAN. mengalami perubahan fisik yang lebih dahulu dibanding anak laki-laki, dengan menstruasi awal (menarche) (Winkjosastro, 2007).

Stikes Paguwarmas Journal of Midwivery and Pharmacist.

HUBUNGAN INDEKS MASA TUBUH DENGAN GANGGUAN MENSTRUASI PADA MAHASISWA KEBIDANAN STIKES YARSI SUMBAR BUKITTINGGI TAHUN 2014.

BAB V PEMBAHASAN. apakah ada hubungan antara lama menstruasi dengan kejadian anemia pada

HUBUNGAN GANGGUAN HAID DENGAN INDEKS MASA TUBUH (IMT)

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT STRES DENGAN SIKLUS MENSTRUASI PADA MAHASISWI TINGKAT II A AKADEMI KEPERAWATAN PANTI KOSALA SURAKARTA

Hubungan Antara Status Gizi Dengan Usia Menarche Dini pada Remaja Putri di SMP Umi Kulsum Banjaran Kab. Bandung Provinsi Jawa Barat Tahun 2016

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2016.

NASKAH PUBLIKASI. Disusun oleh : Astrid Rusmanindar

HUBUNGAN PAPARAN MEDIA DENGAN USIA MENARCHE PADA SISWI KELAS V DAN VI DI SD MUHAMMADIYAH WIROBRAJAN 3 YOGYAKARTA

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju

HUBUNGAN GAYA BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR KDPK I PADA MAHASISWA PRODI D-IV BIDAN PENDIDIK REGULER STIKES AISYIYAH YOGYAKARTA TAHUN 2012/2013

HUBUNGAN STATUS GIZI DAN USIA MENARCHE DENGAN DISMENORHEA PRIMER PADA REMAJA PUTRI KELAS XI SMA NEGERI 15 PALEMBANG

NASKAH PUBLIKASI. Disusun Oleh : NURVIANA VELAYATI K

NASKAH PUBLIKASI. Disusun Oleh: RATNAH

Kata Kunci: Pengetahuan, Sumber Informasi, Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI)

FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PERSONAL HYGIENE PADA SAAT MENSTRUASI DI SMP MUHAMMADIYAH 5 YOGYAKARTA TAHUN 2014 NASKAH PUBLIKASI

HUBUNGAN ANTARA UMUR MENARCHE DENGAN STATUS GIZI PADA SISWI KELAS I DAN II SMP MUHAMMADIYAH I GODEAN SLEMAN

HUBUNGAN PENGETAHUAN JAJANAN SEHAT DENGAN STATUS GIZI ANAK DI SD N 80 NGORESAN SURAKARTA KARYA TULIS ILMIAH

HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL ORANG TUA DENGAN KESIAPAN REMAJA MENGHADAPI PUBERTAS DI SMP N 2 KASIHAN BANTUL YOGYAKARTA NASKAH PUBLIKASI

HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA SISWI KELAS VIII SMP II KARANGMOJO GUNUNGKIDUL

HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN USIA MENARCHE. Nita Monica. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Siliwangi ABSTRAK

BAB 1 PENDAHULUAN. berjalan lambat. Pada masa ini seorang perempuan mengalami perubahan, salah satu diantaranya adalah menstruasi (Saryono, 2009).

HUBUNGAN PENGETAHUAN MAHASISWA KEBIDANAN TINGKAT III TENTANG SADARI DENGAN FREKUENSI MELAKUKAN SADARI. Nanik Nur Rosyidah

HUBUNGAN KESESUAIAN PEMBELAJARAN STUDENTS CENTERED LEARNING

HUBUNGAN MANAJEMEN WAKTU DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA PROGRAM STUDI D IV BIDAN PENDIDIK SEMESTER III DI STIKES AISYIYAH YOGYAKARTA

HUBUNGAN ANTARA KETERATURAN MENGKONSUMSI TABLET ZAT BESI DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS JETIS II BANTUL YOGYAKARTA

PERBEDAAN HASIL BELAJAR PSIKOMOTORIK PADA METODE DEMONSTRASI DAN AUDIOVISUAL-FLOWCHART DALAM PEMASANGAN IUD KARYA TULIS ILMIAH

Transkripsi:

HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN GANGGUAN SIKLUS MENSTRUASI PADA MAHASISWI DIPLOMA IV BIDAN PENDIDIK TINGKAT AKHIR DI UNIVERSITAS AISYIYAH YOGYAKARTA NASKAH PUBLIKASI Disusun oleh: Indah Maya Sari 201510104282 PROGRAM STUDI BIDAN PENDIDIK JENJANG DIPLOMA IV FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS AISYIYAH YOGYAKARTA 2016

i

HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN GANGGUAN SIKLUS MENSTRUASI PADA MAHASISWI DIPLOMA IV BIDAN PENDIDIK TINGKAT AKHIR DI UNIVERSITAS AISYIYAH YOGYAKARTA 1 Indah Maya Sari 2, Maulita Listian Eka Pratiwi 3 INTISARI Latar Belakang : Gangguan menstruasi merupakan masalah yang cukup sering ditemukan pada pelayanan kesehatan primer dan merupakan masalah yang sering ditemukan dengan prevalensi 75% pada remaja akhir. Salah satu penyebab gangguan menstruasi pada wanita adalah faktor stres. Pemicu stres pada mahasiswi adalah menghadapi atau menjalani perkuliahan yang terlalu padat, praktik klinik yang sangat melelahkan, tugas yang banyak dan proses pembuatan KTI/Skripsi. Tujuan : Diketahui hubungan antara tingkat stres dengan gangguan siklus menstruasi pada Mahasiswi Diploma IV Bidan Pendidik Tingkat Akhir di Universitas Aisyiyah Yogyakarta Tahun 2016. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Mahasiswi Diploma IV Bidan Pendidik Tingkat Akhir di Universitas Aisyiyah Yogyakarta yang berjumlah 301 mahasiswi. Pengambilan sampel menggunakan probability random sampling dan didapatkan sampel sebanyak 75 orang. Instrumen pengumpulan data menggunakan Kuesioner DASS 42 dan cheklist. Teknik analisis data menggunakan uji statistik chi-square. Hasil : Sebagian besar mahasiswi mengalami stres sangat berat, yaitu 30 orang (40,0%) dan yang mengalami gangguan siklus menstruasi yaitu 46 orang (61,3%). Hasil uji statistik Chi Square diperoleh nilai taraf signifikan yaitu 0,028 (P value < 0,05). Simpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan gangguan siklus menstruasi dengan taraf signifikan 0,028. Kata Kunci : Mahasiswi, Tingkat Stres, Gangguan Siklus Menstruasi Kepustakaan :16 buku (2006-2015) 10 jurnal, 4 website, 10 skripsi. Jumlah Halaman: i-ix halaman, 1-68 halaman, 8 tabel, 1 gambar, 12 lampiran 1 Judul Skripsi 2 Mahasiswa Program Studi Bidan Pendidik Jenjang Diploma IV Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Aisyiyah Yogyakarta 3 Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Aisyiyah Yogyakarta ii

THE CORRELATION BETWEEN STRESS LEVEL AND MENSTRUAL CYCLE DISORDER IN DIPLOMA IV MIDWIFERY FINAL-YEAR FEMALE STUDENTS OF AISYIYAH UNIVERSITY OF YOGYAKARTA 1 Indah Maya Sari 2, Maulita Listian Eka Pratiwi 3 ABSTRACT Background: Menstrual disorder is a problem which is often found in primary health services and becomes the most common problem found with 75% prevalence in late adolescences. Objective: The study aims to investigate the correlation between stress level and menstrual cycle disorder in diploma IV midwifery final-year students of Aisyiyah University of Yogyakarta. Method: The study is a quantitative in nature with descriptive correlative design and cross sectional approach. The population of the study were all 301 diploma IV midwifery final-year students of Aisyiyah University of Yogyakarta. The samples were taken using probability random sampling with 75 students as the samples. The data collecting instrument used Questionnaire DASS 42 and checklist. The data analysis technique used statistical test chi-square. Result: Most of students, namely 30 students, experience severe stress (40.0%) and 46 students experience menstrual cycle disorder (61.3%). The Chi-square statistical test shows significance value of 0.28 (p value < 0.05). Conclusion: To conclude, there is a significant correlation between stress level and menstrual cycle disorder with the significance value of 0.028.. Keywords Bibliography Number of pages : Female students, stress level, menstrual cycle disorder : 16 books (2006-2015), 10 journals, 4 websites, 10 theses : i-ix pages, 1 68 pages, 8 tables, 1 figure, 12 appendices 1 Thesis Title 2 Student of Midwifery School Faculty of Health Science University of Aisyiyah Yogyakarta 3 Lecturer of University of Aisyiyah Yogyakarta iii

PENDAHULUAN Gangguan menstruasi merupakan masalah yang cukup sering ditemukan pada pelayanan kesehatan primer dan merupakan masalah yang sering ditemukan dengan prevalensi 75% pada remaja akhir. Gangguan menstruasi merupakan indikator penting untuk menunjukan adanya gangguan sistem reproduksi yang dapat dikaitkan dengan peningkatan risiko berbagai penyakit seperti kanker rahim, kanker payudara dan infertilitas (Sianipar et al, 2009) Salah satu penyebab gangguan menstruasi pada wanita adalah faktor stres, yang merupakan fenomena universal yang setiap orang bisa mengalaminya yang berdampak pada fisik, sosial, emosi, intelektual, dan spiritual. Pada mahasiswa dalam menghadapi atau menjalani perkuliahan yang terlalu padat, praktek klinik yang sangat melelahkan, tugas yang banyak dan proses pembuatan KTI/skripsi merupakan faktor pemicu stres sehingga menyebabkan siklus menstruasi menjadi tidak teratur.(kusyani, 2012) Menurut penelitian yang dilakukan oleh Brestiana (2012) pada mahasisiwa DIII Kebidanan STIKES Aisyiyah Yogyakarta didapatkan bahwa dari 63 mahasiswa 65% mengalami gangguan siklus menstruasi, yang disebabkan karena stres dengan adanya banyak tugas yang harus dikerjakan dalam waktu yang singkat diantaranya menyusun KTI (Karya Tulis Ilmiah), ujian akhir semester, praktek klinik, dan lain sebagainya Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan pada beberapa mahasiswi Diploma IV Bidan Pendidik di Universitas Aisyiyah Yogyakarta melalui wawancara, mereka mengatakan bahwa selama tiga bulan terakhir mengalami ganggguan pada siklus menstruasinya diantara Amenorea sekunder, polimenorea dan oligomenoreayang disebabkan padatnya jadwal kuliah serta banyaknya tugas yang harus dikerjakan, sehingga membuat mahasiswi kurang istitahat dan mengakibatkan terjadinya stres. (Universtas Aisyiyah Yogyakarta, 2016) METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelatif untuk mengetahui hubungan tingkat stress dengan gangguan siklus menstruasi pada mahasiswi Diploma IV Bidan Pendidik tingkat akhir di Universitas Aisyiyah Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan waktu cross sectional yaitu metode pengumpulan data untuk variabel tingkat stres dengan menggunakan kuesioner DASS 42 dan variabel gangguan siklus menstruasi dengan menggunakan cheklist dilakukan peneliti dalam kurun waktu yang bersamaan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswi Diploma IV Bidan Pendidik tingkat akhir di Universitas Aisyiyah Yogyakarta yang berjumlah 301 mahasiswi. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan probability random sampling yaitu teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama pada setiap subjek (anggota populasi) untuk dipilih menjadi anggota sampel (Sugiono, 2010). Besar sampel diambil menggunakan rumus Arikunto (2006) yaitu jika populasi lebih dari 100 maka sampel yang diambil 10-15% atau 20-25% dari jumlah populasi. Dalam penelitian ini peneliti mengambil 25% dengan menggunakan rumus :n = N x 25% Instrumen pengumpulan data menggunakan Kuesioner DASS 42 dan cheklist. Setelah data terkumpul diolah dengan cara manual maupun komputerisasi. Adapun tahap-tahap pengolahan data yaitu Penyuntingan (Editing), Pengkodean (Coding), 1

dan Tabulasi (Tabulating). Setelah data diolah kemudian dianalisis menggunakan komputer dengan program SPSS 19 HASIL PENELITIAN Tingkat Stres Responden Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi Tingkat Stres Tingkat Stres F (%) Normal 9 12,0 Ringan 8 10,7 Sedang 15 20,0 Berat 13 17,3 Sangat Berat 30 40,0 Total 75 100,0 Sumber: Data Primer, 2016 Berdasarkan tingkat stres menunjukkan bahwa tingkat stres yang paling banyak di alami oleh mahasiswi Diploma IV Bidan Pendidik Tingkat Akhir adalah tingkat stres sangat berat yaitu berjumlah 30 orang (40,0%), sedangkan tingkat stres yang paling sedikit adalah tingkat ringan yaitu berjumlah 8 orang (10,7%) Gangguan siklus mnestruasi Responden Tabel 4.6 Distribusi frekuensi gangguan siklus menstruasi Gangguan Siklus F (%) Menstruasi Polimenorea 19 41,3 Oligomenorea 15 32,6 Amenorea 12 26,1 Tidak 29 38,7 Total 75 100,0 Sumber: Data Primer, 2016 Berdasarkan gangguan siklus menstruasi di atas menunjukkan bahwa dari 75 responden yang mengalami gangguan siklus menstruasi diantaranya yaitu Polimenorea 19 orang (41,3%), Oligomenorea 15 orang (32,6%), Aminorea 12 orang (26,1%) dan yang tidak mengalami gangguan siklus menstruasi yaitu berjumlah 29 orang (38,7%). Hubungan tingkat stres dengan gangguan siklus menstruasi Tabel 4.8 Hubungan Tingkat Stres dengan Gangguan Siklus Menstruasi pada Mahasiswi Diploma IV Bidan PendidikTingkat Akhir di Universitas Aisyiyah Yogyakarta Tingkat Stres Gangguan Siklus Menstruasi Jumlah P value Ya Tidak F % F % F % Normal 2 2,2 7 77,8 9 100 Ringan 3 37,5 5 62,5 8 100 Sedang 10 66,7 5 33,3 15 100 Berat 8 61,5 5 38,5 13 100 Sangat Berat 23 76,7 7 23,3 30 100 Total 46 29 75 0,028 2

Sumber: Data Primer, 2016 Dari hasil analisis diatas diketahui bahwa Mahasiswi Diploma IV Bidan Pendidik Tingkat Akhir di Universitas Aisyiyah Yogyakarta yang memiliki tingkat stres normal dan mengalami gangguan siklus menstruasi yaitu 2 orang (22,2%), yang memiliki tingkat stres ringan dan mengalami gangguan siklus menstruasi yaitu 3 orang (37,5%), yang memiliki tingkat stres sedang dan mengalami gangguan siklus menstruasi yaitu 10 orang (66,7%), yang memiliki tingkat stres berat dan mengalami gangguan siklus menstruasi yaitu 8 orang (61,5%), yang memiliki tingkat stres sangat berat dan mengalami gangguan siklus menstruasi yaitu 23 oriang (76,7%). Dari hasil uji statistik Chi Square didapatkan nilai p value = 0,028 lebih kecil dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara tingkat stres dengan gangguan siklus menstruasi pada Mahasiswi Diploma IV Bidan Pendidik Tingkat Akhir di Universitas Aisyiyah Yogyakarta. PEMBAHASAN Tingkat stres responden Menurut Hanx Syle dalam Pedak, Mustamir (2009) stres adalah respon yang tidak spesifik dari tubuh terhadap tuntutan yang diterimanya, suatu fenomena universal dalam kehidupan sehari-hari dan tidak dapat dihindari pada setiap orang yang mengalaminya. Menurut Priyoto (2014) tingkat dan bentuk stres yang bisa dialami oleh seseorang yaitu antara lain stres ringan, stres sedang dan stres berat. Banyak hal yang dapat mempengaruhi tingkat stres menurut Adinda (2011) bahwa faktor yang menyebabkan antara lain: masalah keluarga, masalah ekonomi, tekanan pekerjaan atau kepribadian serta karakter yang melekat dalam diri seseorang. Salah satu yang dapat menyebabkan stres pada mahasiswi adalah tugas akhir. Tugas akhir merupakan salah satu hal yang dianggap paling menakutkan, dikarenakan apabila tidak dapat menyelesaikan tugas akhir, maka mahasiswi tidak dapat menyelesaikan pendidikannya. Hal ini, bisa menimbulkan kebingungan dan perasaan tertekan yang pada akhirnya dapat menimbulkan stres, sehingga banyaknya kesibukan dan tugas-tugas yang diperoleh baik dari pendidikan maupun dari lahan praktek menyebabkan stres pada mahasiswi yang dapat mempengaruhi pola siklus haidnya atau menstruasi, karena mahasiswi di tuntut untuk mengejar kompetensikompetensi pada setiap tingkat. (Nurlaila, 2015) Gangguan siklus menstruasi responden Menurut Kusmiran (2014) menstruasi adalah proses alamiah yang terjadi pada perempuan. Menstruasi merupakan perdarahan teratur dari uterus sebagai tanda bahwa alat kandungan telah berfungsi dengan baik. Masa ini akan mengubah perilaku dari berbagai aspek, misalnya psikologis, dan lain-lain. Pada wanita biasanya mengalami menstruasi pertama kali (menarche) pada umur 12-14 tahun. Siklus mentruasi normal setiap 22-35 hari, dengan lama menstruasi selam 2-7 hari Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswi Diploma IV Bidan Pendidik tingkat akhir Universitas Aisyiyah Yogyakarta mengalami gangguan siklus mentruasi yaitu 46 orang (61,3%). Hal ini dimungkinkan karena proses siklus mentruasi tidak berjalan dengan normal, bisa disebabkan karena gangguan indung telur, gangguan hipotalamus, stres atau depresi, obesitas, tumor yang mensekresikan estrogen, dan lain-lain. Gangguan tersebut menyebabkan hormon yang berperan dalam siklus menstruasi akan terganggu, hormon tersebut adalah FSH, LH, estrogen dan progesteron. Jika terjadi gangguan pada hormon FSH dan LH tidak akan menyebabkan terbentuknya sel telur, jika demikian maka hormon estrogen dan progesteron juga tidak akan terbentuk sebagaimana mestinya. Siklus 3

mentruasi juga akan terganggu. Estrogen merupakan hormon yang mempengaruhi rangkaian siklus menstruasi. Dampak jika gangguan siklus menstruasi yang tidak ditangani dengan benar atau segera akan mengakibatkan gangguan kesuburan, tubuh kehilangan terlalu banyak darah sehingga memicu terjadinya anemia, terdapat tandatanda anemia, seperti napas lebih pendek, mudah lelah, pucat, kurang konsentrasi. Gangguan siklus menstruasi di pengaruhi oleh gangguan pada fungsi hormon, kelainan sistematik, stres, kelenjar gondok, dan hormon prolaktin yang berlebihan. Gangguan dari stres mentruasi terdiri dari tiga, yaitu: siklus menstruasi pendek yang di sebut dengan polimenore, siklus menstruasi panjang atau oligomenore dan amenore jika menstruasi tidak datang dalam 3 bulan berturut-turut (Isnaeni, 2010) Hubungan tingkat stres dengan gangguan siklus menstruasi Hasil penelitian ini sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa gangguan siklus menstruasi salah satunya di pengaruhi oleh stres. Menurut Proverawati (2009) stres menyebabkan perubahan sistemik dalam tubuh, khususnya sistem persyaratan dalam hipotalamus melalui perubahan prolactin atau endogenousopiat yang dapat mempengaruhi elevasi kortisol basal dan menurunkan hormone luteinizing hormone (LH) yang menyebakan amenorrhea. Berdasarkan hasil analisis dengan Chi Square dapat diketahui bahwa terdapat hubungan antara tingkat stres dengan gangguan siklus menstruasi pada mahasiswi Diploma IV Bidan Pendidika tingkat akhir di Universitas Aisyiyah Yogyakarta tahun 2016 dengan nilai p volue 0,028. Menurut Prawirohadjo dalam Kusyani (2012) stres seringkali membuat siklus menstruasi yang tidak teratur. Hal ini terjadi karena stres sebagai rangsangan sistem saraf yang diteruskan ke susunan saraf pusat yaitu limbic system melalui tranmisi saraf, selanjutnya melalui saraf autonomy diteruskan ke kelenjar-kelenjar hormonal (endokrin) hingga mengeluarkan secret (cairan) neurohormonal menuju hipofhisis melalui sistem prontal guna mengeluarkan gonadotropin dalam bentuk FSH (Folikell Stimulazing Hormone) dan LH (Leutenizing Hormon). Produksi kedua hormon tersebut dipengaruhi oleh RH (Realizing Hormone) yang di salurkan dari hipotalamus ke hipofisis. Pengeluaran RH sangat di pengaruhi oleh mekanisme umpan balik estrogen terhadap hipotalamus sehingga mempengaruhi proses menstruasi. Tingkat stres yang tinggi pada mahasiswa semester akhir kemungkinan karena bunyaknya tugas yang harus diselesaikan. Selain itu, aktivitas fisik juga tinggi dimana mahasiswi semester akhir selain aktivitas di kampus juga harus beraktivitas di luar kampus, seperti praktek di Rumah Sakit. Hal ini sesuai dengan yang disampaikan Pamela dalam Ekpenyong et all (2011) menyebutkan bahwa banyak faktor lain yang di temukan dan menyebabkan gangguan pada menstruasi seorang remaja yaitu lingkungan, gizi, obat, aktivitas fisik dan stres (fisik, emosional dan mental). Sehingga dapat disimpulkan semakin tinggi tingkat stres responden maka semakin besar kemungkinan responden akan mengalami gangguan siklus menstruasi. Penelitian ini masih belum sempurna dan masih terdapat keterbatasan. Keterbatasan dalam penelitian ini adalah waktu dan tempat pembagian kuesioner yang berbeda-beda dikarenakan responden berada di luar kampus yang sedang praktik klinik, dan didalam kampus yang sedang melakukan Realteaching. Dalam penelitian ini, peneliti hanya meneliti hubungan tingkat stres dengan gangguan siklus menstruasi, padahal sangat dimungkinkan bahwa gangguan siklus menstruasi juga bisa disebabkan oleh faktor-faktor lain yaitu fungsi hormon terganggu, kelainan sistemik, kelenjar gondok, aktivitas fisik, dan hormon prolaktin yang berlebihan. 4

SIMPULAN DAN SARAN SIMPULAN a. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan gangguan siklus menstruasi pada mahasiswi Diploma IV Bidan Pendidik tingkat akhir di Universitas Aisyiyah Yogyakarta dengan taraf signifikan 0,028. b. Tingkat stres yang dialami oleh Mahasiswi Diploma IV Bidan Pendidik Tingkat Akhir di Universitas Aisyiyah Yogyakarta sebagian besar mempunyai tingkat stres sangat berat yaitu 30 orang (40,0%). c. Jenis gangguan siklus menstruasi yang di alami oleh mahasiswi Diploma IV Bidan Pendidik tingkat akhir di Universitas Aisyiyah Yogyakarta sebagian besar mempunyai jenis gangguan siklus menstruasi yaitu polimenarea. SARAN a. Bagi Mahasiswi Diploma IV Bidan Pendidik Diharapkan mahasiswi Diploma IV Bidan Pendidik agar dapat melakukan manajemen waktu yang baik sehingga diharapkan tugas-tugas tidak di tumpuk di akhir yang bisa beresiko menimbulkan stres sehingga diharapkan jika stres bisa dikurangi maka tidak akan terjadi gangguan siklus menstruasi. b. Bagi Universitas Aisyiyah Yogyakarta Diharapkan bagi pihak institusi utnuk lebih mampu mengelola jadwal dalam segala kegiatan mahasiswi agar tidak terlalu padat sehingga tidak terjadi beban mahasiswi khususnya mahasiswi Diploma IV Bidan Pendidik tingkat akhir. c. Bagi Peneliti Selanjutnya Diharapkan perlu kiranya untuk dilakukan penelitian lain yang lebih mendalam dengan mempertimbangkan semua faktor lain yang mempengaruhi gangguan siklus menstruasi yang tidak di teliti dalam penelitian ini. 5

DAFTAR PUSTAKA Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik Edisi Revisi. PT Rineka Cipta: Jakarta. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik Edisi Revisi 2010. PT Rineka Cipta: Jakarta Adinda, S. P. P. (2011). Hubungan Dukungan Sosial Terhadap Stres Kerja pada Karyawan Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana Semarang. Diakses pada tanggal 29 April 2016. Brestiana, Dara. R. (2012). Hubungan Tingkat Stres dalam Munyusun KTI dengan Gangguan Siklus Mnstruasi pada Mahasiswa DIII Kebidanan Semester VI di Stikes Aisyiyah Yogyakarta Tahun 2012. Naskah Publikasi Stikes Aisyiyah Yogyakarta http://opac.say.ac.id/1524/1/naskah%20publikasi.pdf. Diakses pada tanggal 30 November 2015 Ekpenyong. C. E, K. J. Davis, U. P. Akpan, N. E. Daniel. (2011). Academic Stress and Menstrual Disorders Among Female Undergraduates in Uya, South Easterm Nigeria - The Need for Health Education. Niger. J. Physiol. Sci. (26 December 2011) 193 198 http://www.bioline.org.bsr/pdf?np11029.diakses pada tanggal 03 Desember 2015 Isnaeni, N. D. (2010). Hubungan Antara Stres dengan Pola Menstruasi Pada Mahasiswa D IV Kebidanan Jalur Reguler Universitas Sebelas Maret Surakarta. Karya Tulis Ilmiah. https://www.academia.edu/5793119/hubung an_antara_stres_dengan_pola_menstruasi_pada_mahasiswa_d_iv_kebidanan _jalur_reguler_universitas_sebelas_maret_surakarta_karya_tulis_ilmiah.diakses pada tanggal 30 Desember 2015 Kusmiran, Eny. 2014. Kesehatan Reproduksi Remaja dan Wanita. Salemba Medika: Jakarta Kusyani, Asri. (2012). Hubungan Tingkat Stres dengan Ketidakteraturan Siklus Menstruasi pada Mahasiswa D3 Kebidanan Tingkat 3 Stikes Bahrul Ulum Tambakberas Jombang.Skripsi http://ws.ub.ac.id/selma2010/public/images /UerTemp/2014/05/10/20140510175703_2451.doc Diakses pada tanggal 30 November 2015 Nurlaila, Hazanah. S. dan Shoupiah. R. (2015). Hubungan Stres dengan Siklus Menstruasi Pada Mahasiswa Usia 18-21 Tahun di Prodi D-III Kebidanan Balikpapan, Jurnal Husada Mahakam, Volume III No. 9, Mei 2015, hal 452-521. https://husadamahakam.files.wordpress.com/2015/07/3-hubungan-stresdengan-siklus-menstruasi-466-473.pdf Diakses pada tanggal 16 Desember 2015 Pedak, Mustamir. 2009. Metode Super Nol Menaklukan Stres. Hikmah: Bandung. Prawirohardjo, Sarwono. 2009. Ilmu Kandungan. PT Bina Pustaka Sarwono, Prawirohardjo: Jakarta.

Priyoto. 2014. Konsep Manajemen Stress. Nuha Medika: Yogyakarta. Proverawati, Misaroh. 2009. Menarche Menstruasi Pertama Penuh Makna. Nuha Medika: Yogyakarta. Sianipar.O, Nur.C.B, Prima.A, Neysa.C, Priyandini.W, Natasha.R, Raissa E. D, Irene, Adjie.S, Eva. S. (2009). Prevalensi Gangguan Menstruasi dan Faktorfaktor yang Berhubungan pada Siswi SMU di Kecamatan Pulo Gadung Jakarta Timur. Artikel Penelitian Maj Kedokt Indon, Volum: 59, Nomor: 7, Juli 2009.http://indonesia.digitaljournals.org/index.php/idnmed/article/downl oad/653/648. Diakses pada tanggal 30 Desember 2015 Sugiyono. 2010. Statistika untuk Penelitian. Alfabeta: Badung.