ANTI CORRUPTION ACTION PLAN (ACAP) RENCANA TINDAK ANTI KORUPSI (RTAK) LAPORAN PELATIHAN PEMBEKALAN THIRD PARTY MONITORING (TPM) Paket 11 (Bantal Mukomuko) dan Paket 13 (Sp. Rukis Tj. Kemuning) R e p o r t N o : 14-06/25 B E N G K U L U, 1 1 1 2 M A R E T 2 0 1 5
DAFTAR ISI DAFTAR ISI i I. PENDAHULUAN 1 II. MAKSUD DAN TUJUAN PELATIHAN 2 III. TARGET GROUP 2 IV. PELAKSANAAN PELATIHAN PEMBEKALAN 2 V. MATERI DAN FASILITATOR 3 VI. PENUTUP 4 DAFTAR LAMPIRAN ii Western Indonesia National Roads Improvement Project i
I. PENDAHULUAN Pemerintah Indonesia dengan Bank Dunia telah menandatangani Naskah Perjanjian Pinjaman (Loan Agreamnet) untuk Western Indonesia National Roads Improvement Project (WINRIP) IBRD Loan No. 8043-ID pada tanggal 14 Desember 2011. Loan efektif 12 Maret 2012 dan akan berakhir (Closing Date) pada tanggal 31 Desember 2017. Porsi sharing Loan dan GOI adalah 70 : 30, dengan nilai pinjaman USD 250 juta dan Pemerintah Indonesia menyediakan Dana USD 100 juta, sehingga total nilai proyek adalah USD 350 juta. Pinjaman tersebut akan digunakan untuk mendukung penguatan berkelanjutan Sistem Jaringan Jalan Nasional di wilayah Indonesia Barat atau Western Indonesia National Roads Improvement Project (WINRIP), yaitu untuk pekerjaan pelebaran dan peningkatan status jalan dan jembatan di koridor pantai barat Sumatera sepanjang 715,91 KM yang sebelumnya berfungsi sebagai jalan provinsi atau jalan non status agar sesuai dengan standar yang baru yaitu jalan nasional. Sesuai dengan Schedule 2 Section IC Naskah Perjanjian Pinjaman WINRIP, dan Bab 11 Project Management Manual (PMM) WINRIP, Pemerintah Indonesia dan Bank Dunia menyepakati pelaksanaan Anti-Corruption Action Plan (ACAP) atau Rencana Tindak Anti Korupsi (RTAK) dalam pelaksanaan proyek. Ruang Lingkup pelaksanaan Anti-Corruption Action Plan (ACAP) atau Rencana Tindak Anti Korupsi (RTAK) meliputi komponen-komponen berikut : 1. Pelibatan Wakil Pengamat dari Masyarakat (WPM) untuk memantau proses lelang 2. Keterbukaan Informasi Kepada Publik 3. Penanganan Pengaduan Masyarakat dan Pengelolaannya 4. Pelibatan Pemantau Pihak Ketiga (Third Party Monitoring) untuk tahap konstruksi Paket 11 (Bantal Mukomuko) dan Paket 13 (Sp. Rukis Tj. Kemuning) merupakan paket WINRIP yang telah terkontrak sejak tanggal 18 Desember 2015. Oleh karenanya Pemantau dari Pihak Ketiga atau Third Party Monitoring (TPM) untuk kedua paket tersebut sudah dipilih pada tanggal 22 Desember 2014. Adapun daftar TPM tersebut seperti terlihat pada tabel berikut: No No. Paket 1 11 2 13 Nama Paket Provinsi Nama TPM Okupasi/Jabatan/Pekerjaan Tgl. Pemilihan Bantal - Mukomuko Sp. Rukis Tj. Kemuning Bengkulu Bengkulu 1. Dr. Muhammad Fauzi, ST.,MT Dosen Univ. Bengkulu 2. Hesti Aulia Sari, ST Asisten Dosen Univ. Bengkulu 3. Hot Maria Angelina, ST Asisten Dosen Univ. Bengkulu 1. Hardiansyah, ST., MT Dosen Univ. Bengkulu 2. Agung Febrianto, ST Asisten Dosen Univ. Bengkulu 3. Nanda Pratama, ST Asisten Dosen Univ. Bengkulu 22 Desember 2014 22 Desember 2014 Sesuai dengan ketentuan di dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK) Pemilihan TPM, maka dilaksanakan Pelatihan Pembekalan/Preparatory Training untuk Tim TPM terpilih guna mempersiapkan mereka dalam pemantauan pelaksanaan pekerjaan konstruksi pada paket-paket terkait. Western Indonesia National Roads Improvement Project (WINRIP) 1
II. MAKSUD DAN TUJUAN PELATIHAN Maksud dari pelatihan pembekalan ini adalah untuk memberikan informasi dasar yang diperlukan oleh personil Tim TPM terpilih sehingga dapat mendukung pelaksanaan pemantauan pekerjaan konstruksi pada paket-paket terkait sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku. Tujuan spesifik pelatihan adalah diharapkan para anggota TPM setelah mengikuti pelatihan ini dapat menjelaskan tentang: 1. Penerapan Anti-Corruption Action Plan (ACAP) pada proyek WINRIP dan implementasinya; 2. Ruang lingkup pengawasan oleh TPM dan hubungannya dengan unsur pengelola/ pelaksana proyek lainnya; 3. Teknik dan prosedur pemantauan pekerjaan konstruksi jalan dan jembatan oleh TPM; 4. Teknik dan prosedur pemantauan pengelolaan lingkungan hidup (RKPPL). 5. Ketentuan pelaporan hasil pemantauan dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan yang diperlukan. III. TARGET GROUP Target group dari pembekalan ini adalah personil Tim TPM untuk Paket 11 (Bantal Mukomuko) dan Paket 13 (Sp. Rukis Tj. Kemuning), dan unsur lain yang terkait didalam pelaksanaan proyek, seperti: - Pejabat dan staf Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I, Provinsi Bengkulu; - Pejabat dan staf Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II, Provinsi Bengkulu; - Pejabat dan staf PPK 01, pengelola Paket 11 (Bantal Mukomuko), Provinsi Bengkulu; - Pejabat dan staf PPk 06, pengelola Paket 13 (Sp. Rukis Tj. Kemuning), Provinsi Bengkulu; - Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah III Palembang; - Design and Supervision Consultants (Field Supervision Team) Paket 11 dan 13, Provinsi Bengkulu; dan - Penyedia Jasa / Kontraktor pelaksana Paket 11 dan 13. IV. PELAKSANAAN PELATIHAN PEMBEKALAN Pelatihan pembekalan TPM untuk 11 dan 13, diadakan pada tanggal 11 dan 12 Maret 2015, bertempat di kantor Satker P2JN Provinsi Bengkulu Jl. Ir. Rustandi Sugianto Km. 12+225, Pulau Baai, Kota Bengkulu, dimana pelaksanaannya digabungkan dengan Workshop Penyusunan dan Pengawasan Rencana Kerja Pengelolaan & Pemantauan Lingkungan (RKPPL). Pelatihan dimulai pada tanggal 11 Maret 2015 sore, setelah Workshop Penyusunan dan Pengawasan Rencana Kerja Pengelolaan & Pemantauan Lingkungan (RKPPL) yang dilaksanakan pada pagi sampai Western Indonesia National Roads Improvement Project (WINRIP) 2
dengan siang hari, kemudian dilanjutkan pada hari berikutnya tanggal 12 Maret 2015, dihadiri oleh 21 (dua puluh satu) Peserta, berasal dari: 1. Anggota TPM Paket 11 dari Universita Bengkulu : 3 orang 2. Anggota TPM Paket 13 dari Universitas Bengkulu : 3 orang 3. Pejabat dan Staf Satjker PJN I Provinsi Bengkulu : 1 orang 4. Pejabat dan Staf Satker PJN II Provinsi Bengkulu : 1 orang 5. Pejabat dan Staf PPK 01, pengelola Paket 11 : 2 orang 6. Pejabat dan Staf PPK 06, pengelola Paket 13 : 2 orang 7. Perwakilan BBPJN III Palembang : 1 orang 8. Penyedia Jasa/Kontraktor Paket 11 : 2 orang 9. Penyedia Jasa/Kontraktor Paket 13 : 2 orang 10. DSC/Field Supervision Team Paket 11 : 2 orang 11. DSC/Field Supervision Team Paket 13 : 2 orang Jadwal pelatihan dan daftar hadir terlampir. V. MATERI DAN FASILITATOR Materi pembekalan meliputi beberapa topik sebagai berikut: - Rencana Tindak Anti Korupsi /Anti-Corruption Action Plan - ACAP (Project Management Manual PMM Bab. 11); - Penjelasan tentang Website WINRIP dan tatacara penyampaian pengaduan masyarakat melalui website dan saluran informasi lainnya; - Ruang lingkup dan tanggung-jawab pemantauan oleh TPM dan hubungannya dengan unsur pengelola/ pelaksana proyek lainnya; - Pemantauan Pelaksanaan Manajemen Kontrak; - Pemantauan Pelaksanaan Teknis Konstruksi Jalan dan Jembatan; - Pemantauan Pelaksanaan Rencana Kerja Penglolaan dan Pemantauan Lingkungan (RKPPL); - Pelaporan Hasil Pemantauan, dan - Pertanggung-jawaban Keuangan TPM dan tatacara Reimbursement; Fasilitator yang bertugas menyampaikan materi adalah Pejabat dan Staf PMU WINRIP, berhubung Pejabat dan Staf PMU berhalangan hadir maka PMU menugaskan Tenaga Ahli dari CTC WINRIP dan Staf Satker PAP2PHLN khusus untuk menyampaikan materi pertanggungjawaban keuangan dan tata cara reimbursement TPM, yaitu Community Development Officer (Yakobus), Management Information Specialist (Sony Thamrin), Environment al Specialist (Letti Hermawati), Highway Engineer Specialist (Lebiyartono), Asisten Community Development Officer (Astrini Primanita), Asisten Environmental (Sheila Tuwankotta), Rasiyo (Administrasi Keuangan Satker PAP2PHLN) dan Marjan (PPSPM Satker PAP2PHLN). Western Indonesia National Roads Improvement Project (WINRIP) 3
VI. PENUTUP Pelaksanaan pelatihan berjalan lancar, para peserta antusias mengikuti paparan dari fasilitator. Hal ini terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang disampaikan dan terjadi diskusi yang intensif. Langkah selanjutnya setelah pelatihan pembekalan ini adalah: - Penerbitan Surat Keputusan pembentukan TPM Paket 11 dan 13 oleh Direktur Bina Program, Direktorat Jenderal Bina Marga selaku Ketua PMU; - Penanda-tanganan Surat Perjanjian Kerja antara TPM dengan CTC WINRIP (Direktur PT. Perentjana Djaja) cq. PMU WINRIP, mengetahui Satker Pembinaan Administrasi P2PHLN. - Penerbitan Surat Mobilisasi oleh Direktur PT. Perentjana Djaja selaku CTC WINRIP dan disetujui PMU WINRIP dan mengetahui Satker Pembinaan Administrasi dan Pelaksanaan Pengendalian Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PAP2PHLN). Western Indonesia National Roads Improvement Project (WINRIP) 4
DAFTAR LAMPIRAN Lampiran I Lampiran II Lampiran III Lampiran IV Lampiran V Undangan Pelatihan Pembekalan RKPPL dan Third Party Monitoring (TPM) Agenda Pelatihan Daftar Hadir Notulensi Dokumentasi Western Indonesia National Roads Improvement Project (WINRIP) ii
LAMPIRAN 1 JADWAL PELATIHAN WORKSHOP PENYUSUNAN RKPPL DAN PELATIHAN PEMBEKALAN TPM Paket : 11 (Bantal Mukomuko) dan 13 (Sp. Rukis Tj. Kemuning Lokasi : Kantor Satker P2JN Provinsi Bengkulu Tanggal : HARI / TGL. J A M KEGIATAN / TOPIK FASILITATOR/INSTRUKTU R 08.00 08.45 REGISTRASI Panitia 08.45 09.30 PEMBUKAAN Pejabat Satker/BBPJN III Hari ke-1 Rabu: 11 Maret 2015 09.30 10.00 Istirahat / Coffee Break WORKSHOP PENYUSUNAN RKPPL 10.00 10.45 Dampak-dampak Standar Pekerjaan Jalan pada Tahap Konstruksi terhadap Aspek Lingkungan dan Sosial 10.45 11.30 Prosedur Penanganan Dampak Standar Pekrjaan Jalan pada Tahap Konstruksi terhadap Aspek Lingkungan dan Sosial 11.30 12.15 Prosedur Penanganan Dampak Standar Pekrjaan Jalan pada Tahap Konstruksi terhadap Aspek Lingkungan dan Sosial 12.15 13.15 I S H O M A 13.15 14.00 Klausul-klausul dalam Spesifikasi Kontrak Pekerjaan Jalan yang terkait Isu Lingkungan 14.00 14.45 Pembuatan Strip Map dan Pengintegrasian Pertimbangan Lingkungan ke dalam Desain 14.45 15.30 Rencana Kerja Pengelolaan & Pemantauan Lingkungan (RKPPL)/Latihan Penyusunan RKPPL 12.15 13.15 I S H O M A - Leti Hermawati - Sheila Tuwankotta - Leti Hermawati - Sheila Tuwankotta Hari ke-2 Kamis 12 Maret 2015 13.15 14.00 Latihan penyusunan RKPPL berdasarkan Klausul-klausul dlm Spesifikasi Kontrak 14.00 14.45 Pekerjaan Jalan dan Strip Map Pengintegrasian Pertimbangan Lingkungan. 15.30 15.45 I s t i r a h a t / C o f f e e B r e a k PELATIHAN PEMBEKALAN THIRD PARTY MONITORING (TPM) - Leti Hermawati 15.45 16.30 Rencana Tindak Anti Korupsi (RTAK) - Yakobus 16.30 17.15 Rencana Tindak Anti Korupsi (RTAK) termasuk CRO, TPM, dan Lingkup Kerjs - Astrini Primanita Pemantauan TPM - Sony Thamrin 08.00 08.45 Rencana Kerja Pengelolaan & Pemantauan Lingkungan (RKPPL)/Latihan Penyusunan RKPPL 08.45 09.30 Formulir Pemantauan Pengelolaan Lingkungan pada Tahap Konstruksi/Latihan - Leti Hermawati Pemantauan RKPPL - Sheila Tuwankotta 09.30 10.15 Pemantauan Pengelolaan Lingkungan pada Tahap Konstruksi/Pemantauan RKPPL 10.15 10.30 I s t i r a h a t / C o f f e e B r e a k 10.30 11.15 Pemantauan Pengelolaan Lingkungan pada Tahap Konstruksi/Pemantauan RKPPL 11.15 12.00 Rencana Tindak Anti Korupsi, termasuk Publikasi dan Keterbukaan Publik 12.00 13.00 I S H O M A - Leti Hermawati - Sheila Tuwankotta - Yakobus - Astrini Primanita - Sony Thamrin Western Indonesia National Roads Improvement Project (WINRIP) 1
13.00 13.45 Rencana Tindak Anti Korupsi, termasuk Sistem Penanganan Pengaduan (CHS) 13.45 14.30 Pelaporan dan Pertanggungjawaban Keuangan TPM 14.30 15.15 Pemantauan Manajemen Pelaksanaan Kontrak/Monitoring 15.15 15.30 Istirahat/Coffee Break 15.30 16.15 Pemantauan Pelaksanaan Quality Control & Quality Assurance sesuai FIDIC 16.15 17.00 Pemantauan Pelaksanaan Teknis Konstruksi: Pemadatan, Perkerasan Permukaan, Penghamparan, Pekerjaan Beton Struktur - Yakobus - Astrini Primanita - Sony Thamrin - Rasiyo - Marjan - Lebiyartono - Yakobus - Lebiyartono - Yakobus 17.00 17.45 PENUTUPAN - Satker PJN / PPK Western Indonesia National Roads Improvement Project (WINRIP) 2
NOTULENSI PELATIHAN PEMBEKALAN RKPPL DAN TPM PAKET 11 DAN 13, PROVINSI BENGKULU Rabu Kamis/ 1. Pelatihan pembekalan RKPPL dan TPM dibuka oleh Bendaharawan Satker PJN Wilayah I Provinsi Bengkulu. 2. Pelatihan pembekalan berlangsung dengan metode paparan presentasi oleh tenaga ahli CTC WINRIP, diselingi dengan pertanyaan dan diskusi antara peserta dan pemateri. 3. Selama pelatihan berlangsung, berikut adalah beberapa hal yang menjadi bahan diskusi: a. Bagaimana koordinasi antara DSC/SSE dengan para TPM terkait dengan rapat-rapat yang membahas persiapan atau kemajuan pekerjaan? Pada setiap rapat koordinasi, PPK terkait berkewajiban mengundang tim TPM. b. Untuk TPM, apakah disediakan asuransi dan perlengkapan pelindung diri jika berkunjung ke site? Tim TPM tidak diberikan asuransi. Untuk perlengkapan pelindung diri, TPM dapat mengajukannya dari alokasi contingency pada penggantian biaya operasional TPM. Sebelum ke lapangan, tim TPM harus menyampaikan rencana kunjungannya ke CTC WINRIP lalu Team Leader CTC WINRIP akan menyetujuinya, kemudian Institusi TPM mengeluarkan SPT dan SPD untuk kunjungan tersebut. Koordinasi dengan CTC WINRIP dapat dilakukan via email. c. Untuk konsultan supervisi (DSC) apakah disediakan juga perlengkapan pelindung diri? Harusnya disediakan dan menjadi tanggung jawab perusahaan. d. Peran P2JN di dalam proyek WINRIP ada dimana? Untuk selanjutnya, P2JN meminta agar dilibatkan karena selama ini informasi mengenai WINRIP lama sampainya ke P2JN. DSC secara struktural berada di bawah Balai II Padang untuk proyek WINRIP, untuk selanjutnya diharapkan DSC tetap berkoordinasi dengan P2JN. e. Bagaimana hubungan kerja antara PPK dengan SSE/DSC dan Kontraktor? PPK mengharapkan dilibatkan secara langsung dengan Kontraktor agar dapat mengawasi langsung kinerja kontraktor. Struktur organisasi menjelaskan bahwa PPK/Satker dapat berhubungan langsung dengan Kontraktor hanya terkait administrasi dan keuangan, sedangkan untuk masalah teknis PPK/Satker hanya dapat menegur atau memberi masukan kepada Kontraktor melalui Konsultan Supervisi. f. Bagaimana proses pengadaan AMP pada pekerjaan WINRIP? AMP yang dimobilisasi harus sudah memiliki ijin/sertifikasi dan sudah harus terpasang dengan dust collector. g. Informasi dari Kontraktor, quarry untuk Paket 13 sudah ada dan sudah dilengkapi dengan dokumen UKL dan UPL, sedangkan untuk Paket 11 quarry yang ada masih dalam proses perijinan. Usulan dari masyarakat setempat untk mengambil quarry di daerah setempat saja, sebagai contoh di Padang Leban (Sungai Padang Guci) dapat dijadi kan alternatif untuk quarry. Namun, di daerah tersebut perijinan untuk quarry memang sulit jadi disarankan untuk mengambil quarry yang sudah berijin saja. h. TPM akan melakukan pengamatan yang terkait dampak lingkungan khususnya yang berdampak terhadap lalu lintas, misalnya pekerjaan drainase, tembok penahan, dan 1
jalur angkut material. Sebagai masukan, TPM agar tidak hanya melakukan pemantauan terhadap dampak lalu lintas aja, TPM diharapkan dapat memaksimalkan waktu yang diberikan untuk melakukan pemantauan terhadap dampak lingkungan pada kegiatan konstruksi. i. Diharapkan agar pada setiap paket memiliki dua quarry yang sudah berijin agar lebih efektif. j. Konsultan ahli lingkungan dari DSC akan ditempatkan dimana? Konsultan ahli lingkungan dari DSC akan berada di Padang dan melakukan pengawasan sesua jadwal rencana kerja yang sudah dibuat kontraktor untuk tiap paket. DSC dan CTC akan berkoordinasi dalam melakukan pengawasan di lapangan. k. Apakah peralatan yang belum diperlukan dalam pekerjaan konstruksi tetap harus dimobilisasi dalam 90 hari? Peralatan yang belum diperlukan boleh dimobilisasi belakangan namun harus sudah disepakati dan tercantum secara tertulis di dalam PCM. l. Untuk Paket 13, apakah konstruksi sudah boleh dilaksanakan pada lokasi yang sudah ada (Rumija)? Konstruksi tetap tidak dapat dilakukan apabila Laporan Monitoring LARAP belum mendapat NOL dari WB, karena secara keseluruhan dokumen safeguard untuk Paket 13 adalah Studi LARAP dan Monitoring LARAP. Sampai saat ini, status Laporan Monitoring belum disusun. m. Untuk masalah keterlambatan, bagaimana kalau tiga kali SCM hasilnya gagal semua? Hal ini sebenarnya dapat diantisipasi pada saat PCM dengan melakukan kesepakatan dalam menentukan target kemajuan dan jangka waktu yang digunakan dalam SCM. n. Jika terjadi perubahan nilai kontrak, siapa yang berwewenang memberi persetujuan? Di dalam PMM Bab 7 (halaman 7-32) dijelaskan prosedur perubahan kontrak. 4. Berikut merupakan penjelasan untuk Pertanggungjawaban Keuangan dari TPM yang disampaikan langsung oleh Staff Keuangan dari Satker P2PAPHLN: 1. Untuk uang perjalanan dalam kota, bukti yang harus dilampirkan adalah: - Daftar pengeluaran real dari pejabat SPM - Undangan rapat/pertemuan - Absensi - Notulensi/berita acara rapat - Laporan/kesimpulan/penjelasan singkat dari TPM terkait hasil dari rapat tersebut 2. Transportasi (sewa kendaraan). Untuk sewa kendaraan pada setiap kunjungan, biaya yang ditagihkan sudah termasuk biaya bahan bakar. Bukti yang harus dilampirkan: - Fotocopy STNK dan SIM Pengemudi - Kwitansi yang sudah diberi materai dan dibubuhi stempel 3. Akomodasi, bukti yang harus dilampirkan berupa: - Bill asli hotel/penginapan 4. Out State Allowance (OSA)/Per Diem, bukti yang harus dilampirkan: - Kwitansi/bukti pembayaran dari Institusi TPM yang sudah diberi materai dan stempel 5. Pengumpulan data dan Pelaporan, bukti yang harus dilampirkan berupa: - Nota/bon fotokopi - Kwitansi pembayaran bermaterai dan stempel 2
6. Contingecy. Tergantung pengajuan, misalnya atribut pelindung diri, materai, dan lainlain. Bukti yang harus dilampirkan: - Nota pembelian - Kwitansi pembayaran bermaterai dan stempel 7. Overhead Lembaga, dapat diserap semua sesuai RAB yang telah diajukan (10% dari nilai kontrak). Biaya ini harus dirincikan, misalnya untuk penggunaan ruangan dan komputer per bulan/hari selama masa tugas (contoh sudah diberikan). Bukti yang harus dilampirkan: - Rincian biaya, ditanda tangani pihak Institusi TPM - Kwitansi pembayaran bermaterai dan stempel *Untuk poin Transportasi, Akomodasi, dan OSA harus disertai pula SPT dari Institusi TPM dan SPD dari Institusi TPM yang ditandatangani oleh Pejabat setempat di lokasi kunjungan. 8. Untuk selanjutnya, di dalam pengajuan RAB TPM dialokasikan untuk rapat koordinasi yang dilakukan di lokasi. Untuk sementara ini yang sudah berjalan, TPM tidak akan mengikuti rapat koordinasi yang dilaksanakan di lokasi kerna tidak ada anggaran penggantian biaya transportasi dan akomodasinya. 3
. :.2,.. ":::> I o..-
. ::s 1,;: Q)... I ) e, s: s;: $ "No ':> _:e...,, j Ql.. -==:- '" c.,..- -\- tb. - :::> a. jb '0.(p._g r:.5 _J J --;:s. cs- - cs: cl. _s <t. :E:. ] }: C\I ('f)........................ C\I C\I C\I ""'" It) co... co (J) 0... C\I
DOKUMENTASI Lokasi : Kantor Satker P2JN Provinsi Bengkulu Tanggal :