BAB V ULASAN HASIL PERANCANGAN 5.1 Proses Produksi Dalam pembuatan jas hujan, penulis membuat jas hujan di CV. PRATAMA MANDIRI. Saat proses produksi, penulis melihat secara langsung dan memastikan bahwa konsep desain yang telah dirancang sama dengan eksekusinya. Tahapantahapan pada proses produksi dalam pembuatan jas hujan yaitu sebagai berikut : 1. Pola Pada tahap awal yaitu pembuatan pola dengan dibentuk sesuai dengan ukuran. Untuk setiap beda satu ukuran mempunyai beda ukuran panjang 2cm dan lebar 1cm. Misal untuk ukuran M mempunyai panjang 105 cm dan lebar 50 cm, maka untuk ukuran L ukuran panjangnya 107 cm dan lebar 51cm, ukuran XL ukuran panjangnya 109 cm dan lebar 52 cm. Gambar 17. Pembentukan pola 32
2. Potong Setelah membuat pola sesuai dengan ukuran dan desain, lalu dilakukan proses cutting.pola di potong sesuai dengan garis yang telah dibuat pada pola. Gambar 18. Proses memotong 3. Jahit Proses selanjutnya yaitu jahit. Saat proses jahit, diperlukan ketelitian dan proses yang agak lama karena jika ada kesalahan jahitan tidak bisa dirombak kembali supaya menghindari kebocoran. Pada bagian selangkangan dibuat tambahan agar tidak mudah robek. Gambar 19. Proses jahit 33
4. Setting Untuk logo dan tulisan BASARNAS pada bagian belakang sebelum di sablon dilakukan setting terlebih dahulu. Setting dimaksudkan untuk membuat ukuran dan warna yang nantinya akan digunakan pada proses sablon. Gambar 20. Proses setting 5. Sablon Setelah produk jas hujan jadi, maka untuk logo disablon terlebih dahulu. Sablon yang digunakan yaitu sablon manual dengan cat minyak. Warna yang digunakan pada logo BASARNAS yaitu terdiri dari warna merah, kuning dan hijau. Gambar 21. Proses sablon Gambar 22. Cat sablon 34
5.2 Penggunaan Material Ukuran : XL Bahan utama : Taslan Resleting : Kuningan Merk YKK, ukuran 75 cm (untuk bagian depan) dan 25 cm (untuk bagian belakang tas) Sablon : Rubber dengan menggunakan cat minyak Puring : Bahan poliester Tali tas : Ukuran 2,5 cm Benang : Merk Toloyon Jarum : Ukuran 11 Stopper : Untuk bagian bawah berwarna abu-abu dengan satu lubang. untuk bagian atas pada topi berwarna hitam dengan lubang 2. Penutup kepala : Busa ati Tali : Bahan karet Perekat : Bahan tidak gampangterkelupas Mata Itik : Ukuran 5 Gambar 23. Penggunaan Material Bahan utama yang digunakan yaitu bahan taslan dengan puring di bagian dalam. Warna orange stabilo dipilih karena warna orange merupakan warna identitas tim penyelemat di Indonesia. Selain itu warna dipilih yang mencolok agar mudah dilihat mengingat bahwa tim SAR bekerja pada kondisi dan medan yang tidak menentu dan ekstrim. Jenis font yang digunakan pada tulisan BASARNAS di belakang yaitu jenis font sans serif (Arial) untuk memudahkan tingkat keterbacaan dengan ukuran panjang 27 cm dan lebar 8 cm dibuat glow in the dark. Pemilihan skotlet yang terbuat dari bahan yang lentur sehingga tidak gampang retak. 35
5.3 Finishing Karya Desain Gambar 24. Finishing Karya Ukuran Baju Panjang : 86 cm, lebar : 62 cm Lingkar Lengan : 52 cm Panjang Topi : 35 cm Resleting Belakang : 35 cm Ukuran Celana Panjang : 100 cm, lebar : 33 cm Lebar kanan/kiri : 27 cm Tangan : 2 cm, list : 1 cm Kaki : 2 cm, list : 1 cm Tas : 35x28 cm Ukuran Tempat Handy Talky Panjang : 19 cm, lebar : 7cm Ketebalan : 5 cm Ukuran Skotlet Badan : 4 cm, list : 2 cm 36
5.4 Kendala Perancangan Kendala yang dihadapi yaitu mencari tempat yang menerima pembuatan jas hujan dalam jumlah sedikit. Pabrik maupun produsen jas hujan hanya bisa membuat dalam jumlah besar sehingga penulis kesulitan mencari tempat yang bisa menerima pembuatan jas hujan dalam jumlah sedikit dengan desain yang ingin diwujudkan sesuai dengan konsep perancangan. Selain itu juga saat saat proses produksi. Jas hujan yang dibuat setelah dijahit akan dipress. Namun mesin press biasanya hanya dijumpai di pabrik besar ataupun produsen jas hujan. Karena penulis hanya membuat sampel sebanyak dua buah, sehingga jas hujan tidak dapat dipress karena pabrik maupun produsen jas hujan hanya mau menerima dalam jumlah banyak atau minimal 50 pcs. Selain itu pada sablon, karena sablon tidak bisa menggunakan cat biasa untuk sablon kaos namun menggunakan cat minyak menyesuaikan dengan bahan utama yang waterproof sehingga jika terkena air hujan sablon tidak mudah terkelupas ataupun luntur. 5.5 Ulasan Karya Desain Konsep dan eksekusi karya desain terwujud dalam sebuah produk desain jas hujan RAIBACK. Berdasarkan saran dari pengunjung dan dosen, diperlukan pembuatan sebuah tutorial dalam Penggunaan jas hujan tersebut. Produk prototype yang dihasilkan dieksplor lagi untuk pengembangan desain selanjutnya. Jika di masa mendatang ada kemungkinan untuk dijual massal, perlu adanya berbagai alternatif warna dan desain lain yang menyesuaikan kebutuhan mengingat produk desain yang dipamerkan adalah jas hujan untuk tim Search And Rescue BASARNAS. 37