BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Obyek Penelitian 3.1.1 Lokasi Penelitian Dalam penulisan skripsi ini, penulis melakukan penelitian di perusahaan tempat penulis bekerja yaitu di Lembaga Pendidikan Primagama Cabang Perumnas Karawaci Tangerang, Jl. Beringin Raya No. 172 Perumnas 1 Karawaci Tangerang. 3.1.2 Gambaran Umum Perusahaan Lembaga Pendidikan Primagama pertama kali didirikan di Yogyakarta pada tanggal 10 Maret 1982 oleh Purdi E Chandra dengan nama Lembaga Bimbingan Tes Primagama. Saat itu Primagama hanya meluncurkan program bimbingan untuk siswa kelas 3 SMA di Yogyakarta yang ingin memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi yakni Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Lembaga ini ternyata memiliki peluang untuk dikembangkan, mengingat Yogyakarta berstatus sebagai kota pelajar. Guna memberikan dasar hukum yang kuat bagi Primagama yang berkiprah didunia pendidikan luar sekolah, maka pada tahun ke-4 setelah berdiri, dibentuklah Yayasan Primagama dengan akte notaris Daliso Rudianto, SH nomor 123 tahun 1985.
Aspek hukum keberadaan Lembaga Pendidikan Primagama kian berakar kuat setelah mendapat ijin dari Depdikbud dengan SK No: 054/I 13/MS/Kpts/1999. Lembaga Pendidikan Primagama adalah pemegang Hak Cipta dari Bimbingan Belajar LEMBAGA PENDIDIKAN PRIMAGAMA berdasarkan UU No. 6 tahun 1982 tentang Hak Cipta jo. UU No. 7 tahun 1987 dan telah terdaftar di Direktorat Hak Cipta, Paten dan Merk dengan Nomor Pendaftaran 014127. Dengan status yang jelas, maka Primagama sejak 1987 terus dikembangkan di kota-kota lain. Selama kurun waktu 1993 hingga 1997 jumlah cabang telah bertambah menjadi 84 kantor cabang pembantu dengan rata-rata penambahan 5-6 kantor cabang baru setiap tahunnya. Pada sekitar tahun 1997/1998 terjadi penambahan cabang baru sebanyak 69 kantor cabang pembantu. Hingga saat ini, Lembaga Pendidikan Primagama telah memiliki 490 kantor cabang yang tersebar di seluruh Indonesia (Juni, 2007). Perkembangan lembaga dan tuntutan masyarakat mendorong pengelola Primagama untuk membuka program bimbingan kelas 6 SD dan kelas 3 SMP pada tahun 1985, disusul kemudian program bimbingan kelas 1 dan 2 SMA, kelas 1 dan 2 SMP serta kelas 5 SD pada tahun pelajaran 1992/1993. Pada tahun 2000, program khusus kelas 4 SD dibuka hingga saat ini. Manajemen Primagama melakukan sistem franchise mulai tahun 1999. Hal ini dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan para siswa yang dapat
disesuaikan dengan tempat tinggal mereka serta membuka peluang bagi anggota masyarakat untuk berpartisipasi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Perkembangan Lembaga Pendidikan Primagama yang cukup pesat ini seiring dengan visi & misi yang telah ditetapkan manajemen. Pada umumnya visi perusahaan dihasilkan dari para pendiri perusahaan, yang tidak lain merupakan cita-cita yang ingin diwujudkan dalam jangka panjang. Menjadi bimbingan belajar yang terbesar dan tersebar di seluruh Indonesia, sebagaimana visi Primagama, tentu tidak pernah lepas dari kepercayaan yang diberikan oleh para siswa dan orangtua, serta masyarakat pada umumnya. Adapun misi perusahaan "yang pada umumnya merupakan penjabaran dari perwujudan kepentingan stakeholder" di Primagama disusun sebagai berikut : Menjadi lembaga bimbingan belajar berskala nasional yang terdepan dalam prestasi (memenuhi kepentingan organisasi, pemilik & konsumen). Menjadi tempat karyawan untuk membangun kesejahteraan bersama dan bersama-sama membangun kesejahteraan (memenuhi kepentingan profesional). Menjadi perusahaan yang sanggup dijadikan mitra usaha yang handal dan terpercaya (memenuhi kepentingan organisasi & mitra usaha). Menjadi tempat bagi setiap insan untuk berkreasi, berkarya, dan mengembangkan diri (memenuhi kepentingan konsumen, profesional & pemilik). Menjadi aset pendidikan nasional dan kebanggaan masyarakat (memenuhi kepentingan pemerintah & masyarakat).
Keberadaan Primagama sebagai pendamping belajar siswa di luar sekolah sejalan dengan Undang-undang Sisdiknas 2003 pasal 26 ayat 1 Pendidikan nonformal diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti, penambah dan/atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat. Sehingga keberadaan Lembaga Pendidikan Primagama sesuai dengan UU tersebut adalah sebagai penambah pendidikan formal di sekolah. 3.2 Desain Penelitian Dalam penulisan skripsi ini, penulis melakukan penelitian hubungan pengawasan dengan kedisiplinan kerja karyawan dimana jenis penelitian itu merupakan penelitian korelasional atau penelitian hubungan yaitu penelitian yang dilakukan untuk menghubungkan antara dua variable atau lebih. Melalui penelitian ini akan dibangun suatu teori yang dapat berfungsi untuk menjelaskan, meramalkan dan mengontrol suatu fenomena. Penelitian ini menggunakan lebih dari satu sample. (Iqbal Hasan, 2006:8) Metode penelitian korelasional, yaitu penelitian untuk mengetahui tentang hubungan antara suatu variable dengan variable lain dengan menghitung koefisien korelasi, dimana variable X (pengawasan) sedangkan variable Y (kedisiplinan kerja).
3.3 Hipotesis Hipotesis adalah pernyataan tentang suatu konsep yang masih bersifat sementara dan masih harus diuji kebenarannya. (Iqbal Hasan, 2006:13). Perumusan hipotesis dalam skripsi ini adalah bahwa pengawasan kerja karyawan berhubungan dengan kedisiplinan kerja karyawan di Lembaga Pendidikan Primagama Cabang Perumnas Karawaci Tangerang. Pengujian secara hipotesis bertujuan untuk melihat nyata tidaknya suatu hubungan antara variable-variabel yang diteliti dalam penelitian ini. 3.4 Variabel dan Skala Pengukuran 3.4.1 Variabel Dalam buku Pengantar Statistika (2005:6) Variabel adalah karakteristik atau ciri-ciri yang terdapat pada elemen-elemen objek penelitian. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini dibagi menjadi dua bagian yaitu: 1. Variabel (X) Variabel (X) dalam penelitian ini adalah pengawasan dan sebagai indikatornya adalah : a. Ukuran atau standar pekerjaan b. Penilaian pekerjaan c. Perbandingkan hasil pekerjaan dengan ukuran atau standar pekerjaan d. Perbaikan atas penyimpangan
2. Variabel (Y) Variabel (Y) dalam penelitian ini adalah kedisiplinan kerja, dengan indikator : a. Disiplin waktu, meliputi : kehadiran pegawai dan kepatuhan pegawai pada jam kerja, menyelesaikan tugas dengan tepat waktu dan benar. b. Disiplin peraturan, meliputi : ketaatan pada peraturan dan tata tertib yang ada, kepatuhan pegawai terhadap instruksi dari atasan, menggunakan kelengkapan pakaian seragam sesuai dengan ketentuan yang berlaku. c. Disiplin tanggung jawab, meliputi : kesanggupan dalam menghadapi pekerjaan yang menjadi tanggung jawab, menggunakan dan memelihara fasilitas atau peralatan kerja sesuai dengan prosedur dan cara kerja yang telah ditentukan. 3.4.2 Skala Pengukuran Dalam buku Pengantar Statistika (2005:7) Skala pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala ordinal yaitu skala yang didasarkan pada ranking/urutan/jenjang, tidak mempunyai arti mutlak. Data hanya menunjukkan yang lebih tinggi atau yang lebih rendah. Dalam hal ini kode urutan mempunyai arti. Analisis statistik yang cocok digunakan antara lain median, persntil, rank spearman, kendall dan lain-lain. Sedang tes statistiknya adalah test non parametik. Skala ordinal memungkinkan untuk mengurutkan data dari tingkat paling rendah ke tingkat paling tinggi atau sebaliknya dengan interval yang tidak harus sama.
Menurut Iqbal Hasan (2006:14) Skala ordinal adalah suatu skala dimana penomoran objek/kategori disusun menurut besarnya, yaitu dari tingkat terendah ke tingkat tertinggi atau sebaliknya dengan jarak/rentang yang tidak harus sama. Skala ini memiliki ciri seperti sebagai berikut: 1. kategori data bersifat saling lepas (suatu objek hanya masuk pada satu kelompok saja); 2. kategori data tidak disusun secara logis; 3. kategori data disusun berdasarkan urutan logis dan sesuai dengan besarnya karakteristik yang dimiliki. 3.5 Metode Pengumpulan Data Pengumpulan data dalam penulisan skripsi ini dilakukan dengan melakukan kuesioner. Kuesioner adalah cara pengumpulan data dengan menggunakan daftar pertanyaan (angket) atau daftar isian terhadap objek yang diteliti (populasi atau sampel). (Iqbal Hasan, 2006:24) Adapun tujuan dari diadakan kuesioner ini adalah untuk mendapatkan informasi yang relevan dengan survey yaitu untuk mengetahui pengawasan karyawan di perusahaan dan hubunganya terhadap disiplin kerja.
Alasan digunakan metode kuesioner dalam penelitian ini adalah : 1) Responden adalah orang-orang yang paling tahu tentang dirinya sendiri, sehingga akan diperoleh data yang lengkap dan benar sebab materi yang diungkap lebih bersifat pribadi. 2) Responden memiliki kebebasan dan keleluasaan untuk mengungkap informasi yang diperlukan. 3) Hemat waktu, biaya dan tenaga. Kuesioner dianalisis dengan memberikan nilai dari hasil kuesioner berdasarkan Skala Likert dengan bobot nilai sebagai berikut: Sangat setuju = 4 Setuju = 3 Tidak setuju = 2 Sangat tidak setuju = 1 Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi atau sekelompok tentang kejadian atau gejala sosial. Dengan menggunakan skala likert, maka variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi dimensi, dimensi dijabarkan menjadi sub variabel kemudian sub variabel dijabarkan lagi menjadi indikator-indikator yang dapat diukur dan dijadikan titik tolak untuk membuat item instrumen berupa pertanyaan yang perlu dijawab oleh responden yang tertuang didalam kuesioner. (Riduwan, 2005:12)
3.6 Jenis Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yaitu data yang diperoleh atau dikumpulkan langsung di lapangan oleh orang yang melakukan penelitian atau yang bersangkutan yang memerlukannya. Data primer ini juga disebut data asli atau data baru. (Iqbal Hasan, 2006:19) Data primer yang digunakan oleh penulis diambil dari para responden yang mengisi kuesioner. 3.7 Populasi dan Sampel Dalam buku Pengantar Statistika (2005:4) Populasi adalah keseluruhan dari karakteristik (unit/individu/kasus/barang/peristiwa) hasil pengukuran yang menjadi objek penelitian. Sampel merupakan bagian dari populasi yang paling tidak mempunyai satu ciri yang sama dengan populasinya untuk mewakili populasi. Didalam penelitian ini peneliti mengambil populasi 30 orang karyawan Lembaga Pendidikan Primagama Cabang Perumnas Karawaci Tangerang. Setiap anggota populasi sekaligus menjadi anggota sampel. Keadaan dari populasi dan sampel dalam penelitian dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 3.1. Rincian Jumlah Populasi & Sampel No. Bagian Jumlah 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Staf Pengembangan Staf Pemasaran Staf Akademik Staf Keuangan Staf Administrasi Staf Pengajar Staf Pekerjaan Umum 2 2 3 1 2 18 2 Jumlah 30 3.8 Metode Analisis Data Menurut Lexy J. Moleong (2000) dalam buku Analisis Data Penelitian dengan Statistik (2006:29), analisis data adalah proses mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola, kategori, dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang disarankan oleh data. Menurut Iqbal Hasan (2006:2) Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif persentase yaitu metode untuk mendiskripsikan variabel-variabel yang ada dalam penelitian dengan demikian dapat diketahui tingkat pengawasan dan kedisiplinan kerja kerja karyawan Lembaga Pendidikan Primagama Cabang Perumnas Karawaci Tangerang.
Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis korelasi rank spearman. Uji rank spearman adalah untuk mengukur tingkat keeratan hubungan antara dua variable dari data berskala pengukuran ordinal. Rumus koefisien korelasi Spearman ( ), digunakan pada analisis korelasi sederhana untuk variable ordinal dengan variabel ordinal. Koefisien korelasi Spearman dirumuskan: Keterangan: = nilai korelasi rank spearman d = selisih rank antara x ( ) dan y ( ) n = banyaknya sample Menurut Sugiyono (2007) pedoman untuk memberikan interpretasi koefisien korelasi sebagai berikut: 0,00 0,199 = sangat rendah 0,20 0,399 = rendah 0,40 0,599 = sedang 0,60 0,799 = kuat 0,80 1,000 = sangat kuat
Uji sampel menggunakan uji t (sampel ) dengan rumus: dengan derajat bebas (db) = n - 2 Keterangan: t = nilai uji t = nilai koefisien korelasi rank spearman n = banyaknya sample Pengujian hipotesis adalah suatu prosedur yang akan menghasilkan suatu keputusan, yaitu keputusan dalam menerima atau menolak hipotesis ini. Dalam pengujian ini, keputusan yang dibuat mengandung ketidakpastian artinya keputusan bisa benar atau salah. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Formulasi hipotesis : P = 0 : tidak ada hubungan antara pengawasan dengan kedisiplinan kerja karyawan. : P 0 : ada hubungan antara pengawasan dengan kedisiplinan kerja karyawan. 2. Taraf nyata (α) dan t tabel (α) = 5% = 0,05 ; α/2 = 0,025 n = 30, db = 30 2 = 28 = 2,048 (lihat tabel t pada lampiran)
3. Kriteria pengujian diterima jika : -2,048 t 2,048 ditolak jika : t > 2,048 atau t < -2,048 Dalam bentuk grafik kriteria pengujiannya digambarkan seperti berikut ini: Gambar 3.1 Daerah Penentuan pada Uji Signifikan Korelasi Daerah penerimaan Daerah penolakan Daerah penolakan -2,048 0 2,048 4. Kesimpulannya: Jika t hitung +2,048 dan t hitung -2,048, maka ditolak, artinya bahwa ada hubungan secara signifikan antara pengawasan dengan kedisiplinan kerja tetapi jika -2,048 t hitung +2,048, maka diterima, artinya bahwa hubungan antara pengawasan dengan kedisiplinan kerja di Lembaga Pendidikan Primagama Cabang Perumnas Karawaci Tangerang adalah lemah bahkan mendekati tidak adanya hubungan antar kedua variable tersebut.