PEMISAHAN 54 Mn DARI HASIL IRADIASI Fe 2 O 3 ALAM MENGGUNAKAN RESIN PENUKAR ANION

dokumen-dokumen yang mirip
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka ISSN Journal of Radioisotope and Radiopharmaceuticals Vol 9, Oktoberl 2006

IRADIASI NEUTRON PADA BAHAN SS316 UNTUK PEMBUATAN ENDOVASCULAR STENT

PRODUKSI IODIUM-125 MENGGUNAKAN TARGET XENON ALAM

Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka ISSN Journal of Radioisotope and Radiopharmaceuticals Vol 10, Oktober 2007

3 Metodologi Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN

EVALUASI PEMBUATAN IODIUM-125 MENGGUNAKAN SASARAN GAS XENON-124 DIPERKAYA 99.98%

3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III. METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Penelitian Jurusan Pendidikan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari - Juni 2015 di Balai Besar

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan Mei 2015 sampai bulan Oktober 2015

ANALISIS LIMBAH RADIOAKTIF CAIR DAN SEMI CAIR. Mardini, Ayi Muziyawati, Darmawan Aji Pusat Teknologi Limbah Radioaktif

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANALITIK DASAR PENENTUAN KADAR NIKEL SECARA GRAVIMETRI. Pembimbing : Dra. Ari Marlina M,Si. Oleh.

STUDI PERBANDINGAN METODE AKTIVASI NEUTRON DAN ELEKTRODEPOSISI PADA PENENTUAN URANIUM DAN THORIUM DALAM CONTOH URIN

III. METODOLOGI. 1. Analisis Kualitatif Natrium Benzoat (AOAC B 1999) Persiapan Sampel

BAB 3 METODE PERCOBAAN

BAB III METODE PENELITIAN. menjadi 5-Hydroxymethylfurfural dilaksanakan di Laboratorium Riset Kimia

Emisi gas buang Sumber tidak bergerak Bagian 8: Cara uji kadar hidrogen klorida (HCl) dengan metoda merkuri tiosianat menggunakan spektrofotometer

SIMULASI PEMISAHAN RADIOISOTOP I-123 DARI TARGET TELURIUM MENGGUNAKAN TRACER I-131

PENGARUH PENCUCIAN LARUTAN NaOCl DAN PENAMBAHAN KOLOM KEDUA ALUMINA TERHADAP YIELD DAN LOLOSAN 99 Mo DARI GENERATOR 99 Mo/ 99m Tc BERBASIS PZC

PRODUKSI IODIUM-125 MENGGUNAKAN TABUNG PENYIMPANAN TERMODIFIKASI

Preparasi Sampel. Disampaikan pada Kuliah Analisis Senyawa Kimia Pertemuan Ke 3.

STUDI PEMISAHAN URANIUM DARI LARUTAN URANIL NITRAT DENGAN RESIN PENUKAR ANION

METODOLOGI A. BAHAN DAN ALAT 1. Bahan a. Bahan Baku b. Bahan kimia 2. Alat B. METODE PENELITIAN 1. Pembuatan Biodiesel

Emisi gas buang Sumber tidak bergerak Bagian 6: Cara uji kadar amoniak (NH 3 ) dengan metode indofenol menggunakan spektrofotometer

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK PERCOBAAN III (PEMURNIAN BAHAN MELALUI REKRISTALISASI)

KETERAMPILAN LABORATORIUM DAFTAR ALAT LABORATORIUM

PENGARUH PENCUCIAN LARUTAN NaOCl DAN PENAMBAHAN KOLOM KEDUA ALUMINA TERHADAP YIELD DAN LOLOSAN 99 Mo (Mo BREAKTHROUGH) DARI GENERATOR

PENINGKATAN KEMURNIAN RADIOKIMIA IODIUM -125 PRODUKSI PRR DENGAN NATRIUM METABISULFIT DAN REDUKTOR JONES

EVALUASI PROSES PRODUKSI RADIOISOTOP 153 Sm DAN SEDIAAN RADIOFARMAKA 153 Sm-EDTMP

Peningkatan Kemurnian Radiokimia Iodium-125 Produksi PRR dengan Natrium Metabisulfit dan Reduktor Jones

Metodologi Penelitian

PENENTUAN WAKTU TUNDA PADA KONDISIONING LIMBAH HASIL PENGUJIAN BAHAN BAKAR PASCA IRADIASI DARI INSTALASI RADIOMETALURGI

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Pada penelitian ini digunakan berbagai jenis alat antara lain berbagai

Penentuan Kesadahan Dalam Air

Direndam dalam aquades selama sehari semalam Dicuci sampai air cucian cukup bersih

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. furnace, desikator, timbangan analitik, oven, spektronik UV, cawan, alat

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Dalam pembuatan dan analisis kualitas keju cottage digunakan peralatan

BAB III METODA PENELITIAN. yang umum digunakan di laboratorium kimia, set alat refluks (labu leher tiga,

ANALISIS KANDVNGAN PENGOTOR DALAM PELET VOz SINTER

PENGARUH IRADIASI BATU TOPAS TERHADAP KUALITAS AIR PENDINGIN PRIMER DAN KESELAMATAN RSG-GAS

PEMISAHAN RADIOISOTOP 115m In MENGGUNAKAN KOLOM KROMATOGRAFI DENGAN RESIN AG 1X8 (Cl - )

PENGARUH SENYAWA PENGOTOR Ca DAN Mg PADA EFISIENSI PENURUNAN KADAR U DALAM AIR LIMBAH

PENYEHATAN MAKANAN MINUMAN A

PRODUKSI RADIOISOTOP. NANIK DWI NURHAYATI,M.SI

Peralatan dan Metoda

GENERATOR 188W/188Re BERBASIS ALUMINA

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

3 Metodologi Penelitian

ANALISIS KOMPOSISI KIMIA SERBUK HASIL PROSES HYDRIDING-DEHYDRIDING PADUAN U-Zr

PEMISAHAN Ce DAN Nd MENGGUNAKAN RESIN DOWEX 50W-X8 MELALUI PROSES PERTUKARAN ION

BAB III BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan September

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

PEMISAHAN FRAKSI OSMIUM DAN IRIDIUM DALAM MATRIKS OSMIUM ALAM PASCA IRADIASI DENGAN TEKNIK EKSTRAKSI PELARUT

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei 2015 sampai bulan Oktober 2015

Bab III Metodologi Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. Pada bab ini akan diuraikan mengenai metode penelitian yang telah

Penentuan Kadar Besi dalam Pasir Bekas Penambangan di Kecamatan Cempaka dengan Metode Analisis Aktivasi Neutron (AAN)

KARAKTERISASI LIMBAH RADIOAKTIF CAIR UMPAN PROSES EVAPORASI

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan April sampai dengan bulan Juli 2014

Ngatijo, dkk. ISSN Ngatijo, Pranjono, Banawa Sri Galuh dan M.M. Lilis Windaryati P2TBDU BATAN

BAB III METODE PENELITIAN. Pelaksanaan penelitian dimulai sejak Februari sampai dengan Juli 2010.

Emisi gas buang Sumber tidak bergerak Bagian 7: Cara uji kadar hidrogen sulfida (H 2 S) dengan metoda biru metilen menggunakan spektrofotometer

BAB III ALAT, BAHAN, DAN CARA KERJA. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Kimia Farmasi Kuantitatif

Emisi gas buang Sumber tidak bergerak Bagian 3: Oksida-oksida sulfur (SO X ) Seksi 2: Cara uji dengan metoda netralisasi titrimetri

Udara ambien Bagian 2: Cara uji kadar nitrogen dioksida (NO 2 ) dengan metoda Griess Saltzman menggunakan spektrofotometer

RADIOAKTIVITAS IODIUM-126 SEBAGAI RADIONUKLIDA PENGOTOR DI KAMAR IRADIASI PADA PRODUKSI IODIUM-125. Rohadi Awaludin

BAB III METODE PENELITIAN. A. Metodologi Penelitian. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metodologi

tetapi untuk efektivitas ekstraksi analit dengan rasio distribusi yang kecil (<1), ekstraksi hanya dapat dicapai dengan mengenakan pelarut baru pada

BAB III METODE PENELITIAN

MAKALAH PENDAMPING : PARALEL E PEMBUATAN SUMBER RADIOSIOTOP SEED BRAKITERAPI I- 125 UNTUK PENGOBATAN KANKER

PEMBUATAN NANOPARTIKEL EMAS RADIOAKTIF DENGAN AKTIVASI NEUTRON

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan bulan Oktober

BAB III METODA PENELITIAN. Secara umum, proses penelitian ini terdiri dari tiga tahap. Tahap pertama

BAB III METODE PENELITIAN. 3.1 Lokasi Pengambilan Sampel, Waktu dan Tempat Penelitian. Lokasi pengambilan sampel bertempat di sepanjang jalan Lembang-

BAB III METODE PENELITIAN

PENGARUH PENCUCIAN LARUTAN NaOCl DAN PENAMBAHAN KOLOM KEDUA ALUMINA TERHADAP YIELD DAN LOLOSAN BERBASIS PZC (POLY ZIRCONIUM COMPOUND)

Recovery Logam Ag Menggunakan Resin Penukar Ion

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian dimulai pada bulan Juli 2013 sampai dengan bulan November

PENENTUAN KADAR URANIUM DALAM PEB U3Siz-AI PASCA IRRADIASI MELALUI PEMISAHAN PENUKAR ANION DENGAN METODA SPEKTROMETER ALPHA

MAKALAH PENDAMPING : PARALEL E

BAB III METODE PENELITIAN Waktu Penelitian Penelitian ini dimulai pada bulan Juni 2013 dan berakhir pada bulan Desember 2013.

Udara ambien Bagian 4: Cara uji kadar timbal (Pb) dengan metoda dekstruksi basah menggunakan spektrofotometer serapan atom

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Bab III Metodologi III.1 Waktu dan Tempat Penelitian III.2. Alat dan Bahan III.2.1. Alat III.2.2 Bahan

3 METODOLOGI PENELITIAN

3 Percobaan. Peralatan yang digunakan untuk sintesis, karakterisasi, dan uji aktivitas katalis beserta spesifikasinya ditampilkan pada Tabel 3.1.

Lampiran 1. Prosedur kerja analisa bahan organik total (TOM) (SNI )

PENYISIHAN KESADAHAN dengan METODE PENUKAR ION

PEMBUATAN RADIOISOTOP FOSFOR-32 UNTUK SINTESA ATP BERTANDA 32 P [(Y 32 P)ATP]

4023 Sintesis etil siklopentanon-2-karboksilat dari dietil adipat

III. METODOLOGI PERCOBAAN. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan bulan September

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN. Neraca Digital AS 220/C/2 Radwag Furnace Control Indicator Universal

KUALIFIKASI AIR TANGKI REAKTOR (ATR) KARTINI BERDASARKAN DATA DUKUNG METODA NYALA SPEKTROMETRI SERAPAN ATOM (SSA) DAN ION SELECTIVE ELECTRODE (ISE)

Transkripsi:

PEMISAHAN 54 Mn DARI HASIL IRADIASI Fe 2 O 3 ALAM MENGGUNAKAN RESIN PENUKAR ANION Anung Pujiyanto, Hambali, Dede K, Endang dan Mujinah Pusat Pengembamgan Radioisotop dan Radiofarmaka (P2RR), BATAN ABSTRAK PEMISAHAN 54 Mn DARI HASIL IRADIASI Fe 2 O 3 ALAM MENGGUNAKAN RESIN PENUKAR ANION. Pembuatan radioisotop dari iradiasi target alam mempunyai keuntungan yaitu biaya produksi lebih murah, namun radioisotop yang dihasilkan mungkin mengandung radionuklida pengotor. Pembuatan 54 Mn dari iradiasi Fe 2 O 3 alam mempunyai masalah yaitu dihasilkan juga radioisotop 59 Fe. Pemisahan 54 Mn dari iradiasi Fe 2 O 3 alam dapat dilakukan dengan melarutkan Fe 2 O 3 alam dengan HCl kemudian hasil pelarutan dipisahkan dengan dowex 1x 8Cl - form. Telah dilakukan proses pemisahan 54 Mn dari Fe 2 O 3 alam yang telah diiradiasi, dengan cara melarutkan Fe 2 O 3 alam dengan HCl kemudian hasil pelarutan dipisahkan dengan dowex 1x 8Cl - form dengan variasi waktu kontak dan kosentrasi HCl yang berbeda. Hasil pemisahan 54 Mn dari hasil iradiasi Fe 2 O 3 menunjukkan pada konsentrasi HCl 8 N dan waktu kontak 90 menit memberikan efisiensi pemisahan yang baik yaitu 7,55 % untuk 54 Mn dan 94,13% untuk 59 Fe Kata kunci: Pemisahan, 54 Mn, resin penukar anion ABSTRACT SEPARATION of 54 Mn FROM IRRADIATED NATURAL Fe 2 O 3 USING ANION EXCHANGE RESIN. Preparation of radiosisotope from natural target has an advantage namely the production is cheaper, but the produced radioisotope may content radionuclidic impurities. Preparation of 54 Mn from irradiated natural Fe 2 O 3 has a problem due to 59 Fe impurity. The separation of 54 Mn from irradiated natural Fe 2 O 3 has been carried out by means of solving irradiated target using HCl and dowex resin 1 x 8 Cl - form. The separation of 54 Mn from iradiated natural Fe 2 O 3 showed a good result by 8 N HCl concentration and 90 minute contact time and efficiency was 7,55 % 54 Mn and 94,13 % for 59 Fe. Key words : Separation, 54 Mn, anion exchange resin - 21 -

PENDAHULUAN Sampai saat ini produksi radioisotop masih menggunakan fasilitas reaktor dan siklotron, dengan reaksi nuklir yang sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu energi dan fluk neutron, jenis target iradiasi yang digunakan dan penampang lintang target [1]. Target untuk iradiasi ada 2 jenis, yaitu target yang diperkaya dan target alam. Ke dua jenis target tersebut mempunyai kekurangan dan kelebihan yaitu target yang diperkaya mempunyai kelebihan bahwa radioisotop yang dihasilkan dari iradiasi di reaktor merupakan radioisotop dengan kemurnian tinggi namun dari sudut ekonomis, target yang diperkaya menyebabkan harga jual radioisotop lebih mahal. Pemakaian target alam mempunyai kelebihan dalam nilai ekonomis yaitu biaya produksinya lebih murah, namun radioisotop buatan yang dihasilkan beresiko sukar dimurnikan karena adanya radioisotop pengotor. Radioisotop 54 Mn dapat dibuat dengan mengiradiasi Fe 2 O 3 alam direaktor nuklir dimana reaksi inti yang terjadi adalah 54 Fe(n,p) 54 Mn. Selain reaksi inti (n,p) yang terjadi pada iradiasi Fe 2 O 3 alam tersebut, dihasilkan pula reaksi inti 58 Fe (n,γ) 59 Fe. Terjadinya reaksi inti tersebut karena Fe 2 O 3 alam mengandung isotop alam Fe-54 5,8%, Fe-58 0,3%, Fe-56 91,7%, Fe-57 2,2%, sehingga pada proses pembuatan Mn-54 dari Fe 2 O 3 alam dihasilkan juga radionuklida pengotor seperti Fe-59 dan Fe-55 yang dihasilkan dari reaksi inti yang lain. Pemisahan 54 Mn dari hasil iradiasi Fe 2 O 3 alam dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu memisahkan 54 Mn dengan resin penukar ion dan pemisahan 54 Mn menggunakan cara ektraksi memakai larutan organik diklorodietil eter [1]. Pemakaian diklorodietil eter pada proses pemisahan 54 Mn mempunyai kendala teknis yaitu sifat diklorodietil yang mudah menguap sehingga bisa menyebabkan kontaminasi udara bila uap diklorodietil bercampur dengan 54 Mn dan 59 Fe pada proses ekstraksi. Cara lain yang dapat dilaksanakan dalam pemisahan 54 Mn dari Fe 2 O 3 alam adalah dengan pendekatan perbedaan sifat kimia Mn dan Fe dalam konsentrasi HCl, dimana Fe pada HCl pekat berbentuk [FeCl 6 ] 3- yang bermuatan negatif sedangkan Mn pada HCl pekat berbentuk Mn 2+ yang bermuatan positif. Dengan adanya perbedaaan sifat kimia tersebut 54 Mn dapat dipisahkan dari Fe 2 O 3 alam yang sudah diiradiasi menggunakan resin penukar anion yang dalam penelitian ini digunakan Dowex 1x 8 Cl - form. Pada penelitian ini dilakukan pemisahan 54 Mn dari Fe 2 O 3 alam yang sudah di iradiasi dengan cara melarutkan Fe 2 O 3 alam dalam HCl, kemudian hasil pelarutan dicampur dengan resin penukar anion dimana pada penelitian ini dipakai dowex anion 1x8 Cl - form, dengan variasi waktu kontak dan konsentrasi HCl yang berbeda sehingga diharapkan dapat diperoleh waktu elusi dan konsetrasi HCl yang terbaik. - 22 -

BAHAN DAN TATA KERJA Bahan Zat kimia yang dipakai dengan tingkat kemurnian p.a. buatan Merck diantaranya Feri oksida (Fe 2 O 3 ), asam hidroklorida (HCl), dowex 1x 8 Cl - form dari Fluka, dan kertas ph universal. Alat-alat yang digunakan diantaranya satu set alat las merck Supertig, termometer, hotplate, statif, gelas piala Pyrex, dose calibrator Atomlab, spektrometer gamma dengan multi channel analyzer (MCA). Tata Kerja Preparasi target Sebanyak 100 mgr Fe 2 O 3 dimasukkan ke dalam botol quarts (khusus iradiasi), kemudian botol quarts ditutup dengan melakukan pengelasan. Setelah proses pengelasan dilanjutkan dengan proses uji kebocoran terhadap botol quarts tersebut. Kemudian botol quarts dimasukkan kedalam inner kapsul, selanjutnya inner kapsul ditutup dengan cara dilas, dilakukan uji kebocoran terhadap inner kapsul setelah itu inner kapsul dimasukkan ke dalam outer kapsul. Kemudian outer kapsul yang sudah berisi target iradiasi tersebut diserahkan kepada P 2 TRR untuk diiradiasi. Uji kualitatif hasil iradiasi Fe 2 O 3. Sebanyak 100 mgr Fe 2 O 3 yang sudah diiradiasi dimasukkan kedalam gelas piala 250 ml, selanjutnya ditambah 10 ml larutan HCl 8 N, kemudian dipanaskan sambil diaduk. Pemanasan dan pengadukan dihentikan dan bila semua Fe 2 O 3 telah larut dalam HCl 8 N. Larutan tersebut didinginkan (larutan induk), kemudian larutan dipipet 20 µl untuk pengukuran dengan spektrometer gamma. Pemisahan Radioisotop 54 Mn dari Fe 2 O 3 menggunakan Dowex 1x8 Cl - form dengan HCl 4 N dan waktu kontak 30, 60, 90 menit Preparasi dowex 1. Sebanyak 1,000 gram dowex 1X-8 Cl - ditimbang, kemudian dimasukkan ke dalam gelas piala dan dibilas dengan 10 ml aquades diaduk selama 30 menit. 2. Setelah larutan bagian atas didekantasi padatan dowex dicuci dua kali menggunakan 10ml asam hidroklorida 1 N diaduk selama 30 menit, dan setelah larutan bagian atas didekantasi padatan dowex dicuci kembali menggunakan 10 ml asam hidroklorida 4 N diaduk selama 30 menit. Dowex yang sudah dicuci digunakan untuk pemisahan 54 Mn dari Fe 2 O 3. Pemisahan 54 Mn dari Fe 2 O 3 1. Dipipet 5 ml larutan induk dan dimasukan ke dalam labu ukur 25 ml, ditambahkan 5 ml air demin kemudian diaduk selama 5 menit. Larutan - 23 -

diencerkan dengan HCl 4 N sampai tanda tera pada labu 25 ml tersebut (larutan A). 2. Dowex yang sudah dicuci dimasukkan kedalam gelas piala 50 ml, kemudian ditambahkan 10 ml larutan A, kemudian diaduk dengan magnetic stirrer selama 30 menit. Setelah proses pengadukan selesai didiamkan selama 15 menit sampai terpisah antara larutan dan dowex. Larutan yang berada diatas dowex diambil sampai habis menggunakan syringe 10 ml, dan jumlah volume larutan yang didapat dicatat. Dari larutan itu diambil 20 µl untuk pengukuran menggunakan MCA. 3. Ulangi langkah 1s/d 2 dengan variasi waktu kontak 60 dan, 90 menit 4. Dari sample lain pemisahan radioisotop 54 Mn dari Fe 2 O 3 dipisahkan menggunakan dowex 1x8 Cl - form dengan HCl 6 N dan waktu kontak 30, 60, 90 menit. Dan dengan HCl 8 N waktu kontak 30, 60.90 menit dengan langkah yang dilakukan di atas HASIL DAN PEMBAHASAN Uji kualitatif hasil Iradiasi Fe 2 O 3 menggunakan Dowex 1 x 8 Cl -. Uji kualitatif perlu dilakukan untuk mengetahui jenis radioisotop yang dihasilkan dari iradiasi Fe 2 O 3, alam sehingga dapat dipilih metode pemisahan radioisotop-radioisotop tersebut. Dari tabel 1 ditunjukkan bahwa hasil iradiasi Fe 2 O 3 alam (berupa larutan bulk) terdeteksi adanya radioisotop 54 Mn dan 59 Fe yang ditunjukkan dengan adanya puncak energi 835 KeV untuk 54 Mn serta 1099 KeV dan 1292 KeV untuk radioisotop 59 Fe, sedangkan puncak energi untuk radioisotop 55 Fe tidak terdeteksi. Hal ini disebabkan 55 Fe tidak memancarkan sinar gamma, selain itu kemungkinan terjadinya 55 Fe sangat kecil karena mempunyai waktu paruh 2,7 tahun sehingga diperlukan waktu iradiasi yang lama untuk terbentuknya 55 Fe [2]. Adanya 54 Mn dan 59 Fe dari hasil iradiasi Fe 2 O 3 menunjukkan terjadi reaksi 54 Fe(n,p) 54 Mn dan 58 Fe(n,γ) 59 Fe pada waktu iradiasi di reaktor, sedangkan hasil reaksi 54 Fe(n, γ) 55 Fe tidak terdeteksi mungkin waktu iradiasi terlalu pendek. - 24 -

Tabel 1. Uji kualitatif hasil iradiasi Fe 2 O 3 alam menggunakan MCA (diuji pada 15 juli 2003 jam 13.30). Larutan Bulk Jenis E γ (KeV) T 1/2 (Hari) Energi Net Area Radioistop (KeV) 835 1034 54 Mn 835 312,2 1099 2854 59 Fe 1099 44,5 1292 1827 59 Fe 1292 44,5 Pemisahan radioisotop 54 Mn dari Fe 2 O 3 menggunakan dowex 1 x 8 Cl - form. Efisiensi proses pemisahan 54 Mn dari Fe 2 O 3 (hasil iradiasi) menggunakan dowex 1 x 8 Cl - dihitung berdasarkan: radioaktivitas total 54 Mn setelah pemisahan dibagi radioaktivitas total 54 Mn awal yang ditambahkan dowex kali 100%. Pengukuran radioaktivitas total 54 Mn dihitung dari jumlah net area energi yang didapat dikali volume total yang ditambah ke dalam dowex sedangkan untuk membedakan radiaoaktivitas 54 Mn dan 59 Fe dapat dilihat dari puncak energi yang diamati.efisiensi proses pemisahan 54 Mn dari Fe 2 O 3 dapat dilihat pada gambar 1 dan tabel 2 serta tabel 3. Dari gambar 1 dan table 2 terlihat bahwa waktu kontak 90 menit dan konsentrasi HCl 8 N dihasilkan efisiensi pemisahan yang baik antara 54 Mn dan 59 Fe yang berasal dari Fe 2 O 3 (hasil iradiasi) yaitu 7,55 % untuk 54 Mn dan 94,13 % untuk 59 Fe. Adanya perbedaan efesiensi penyerapan antara 54 Mn dan 59 Fe disebabkan terjadinya perbedaan sifat kimia Fe dan Mn, sifat kimia Fe pada larutan HCl dapat dilihat pada reaksi dibawah ini [3]: Cl - Cl - Cl - Cl - Cl - Cl - Fe 3+ FeCl 2+ FeCl 2 + FeCl 3 FeCl 4 - FeCl 5 2- FeCl 6 3- Dari reaksi diatas dapat diketahui bahwa semakin konsentrasi HCl bertambah maka kesetimbangan akan bergeser ke kanan atau dengan kata lain semakin bertambah konsentrasi HCl sifat kimia Fe berubah dari positif (Fe + ) menjadi negatif (FeCl 3-6 ) sedangkan sifat kimia Mn pada larutan HCl tidak berubah muatannya yaitu tetap bermuatan positif. Dari gambar 1 dan tabel 3 terlihat terjadinya peningkatan efesiensi penyerapan 59 Fe dari konsentrasi HCl 4 N sampai 8 N oleh dowex 1 x 8 Cl - form. Hal ini membuktikan bahwa 59 Fe telah terserap oleh dowex 1 x 8 Cl - form, sedangkan untuk radioisotop 54 Mn terjadinya - 25 -

penyerapan oleh dowex 1x8Cl - gambar 1 dan tabel 2. form dibawah 10% seperti yang terlihat pada 100 90 80 efisiensi penyerapan (%) 70 60 50 40 30 HCl 4 M HCl 6 M HCl 8 M 20 10 0 Fe-59 Mn-54 Fe-59 Mn-54 Fe-59 Mn-54 30 60 90 waktu kontak (menit) Gambar 1. Efisiensi pemyerapan dowex terhadap radioisotop Fe-59 dan Mn-54 pada waktu kontak dan konsentrasi HCl yang berbeda Tabel 2. Efisiensi Penyerapan Dowex 1x-8 Terhadap Mangan-54 Konsentrasi Percobaan Waktu kontak (menit) HCl (N) 30 60 90 I 2,13 5,80 5,95 4 II 1,16 4,90 6,00 Rata-rata 1,65 5,35 5,98 I 4,64 6,26 7,05 6 II 4,18 6,88 7,26 Rata-rata 4,41 6,57 7,16 I 5,47 7,02 7,33 8 II 5,15 6,98 7,76 Rata-rata 5,31 7.00 7,55-26 -

Tabel 3. Efisiensi Penyerapan Dowex 1x-8 Terhadap Besi-59 Konsentrasi Percobaan Waktu kontak (menit) HCl (N) 30 60 90 I 54,03 70,79 71,03 4 II 54,92 70,36 71,29 Rata-rata 54,48 70,58 71.16 I 78,29 92,36 93,26 6 II 78,99 93,00 93,92 Rata-rata 78.64 92.71 93.59 I 79,60 93,09 94,18 8 II 79,12 93,81 94,08 Rata-rata 79,36 93,45 94,13 Selain dipengaruhi oleh konsentrasi HCl proses pemisahan 54 Mn dari Fe 2 O 3 alam (hasil iradiasi) juga dipengaruhi oleh waktu kontak, hal ini dapat dilihat dari tabel 2 dan 3 yang menunjukkan bahwa semakin lama waktu kontak maka efisiensi penyerapan semakin bertambah. KESIMPULAN DAN SARAN Proses pemisahan 54 Mn dari Fe 2 O 3 alam (hasil iradiasi) menggunakan dowex 1 x 8 Cl - form dipengaruhi oleh konsentrasi HCl dan waktu kontak, dimana semakin bertambah konsentrasi HCl dan waktu kontak maka kemampuan dowex 1 x 8 Cl - form untuk menyerap radioisotop 59 Fe semakin bertambah sedangkan daya serap dowex 1 x 8 Cl - form terhadap 54 Mn tidak terpengaruh dengan bertambahnya konsentrasi HCl. Dengan demikian pemisahan 54 Mn dari Fe 2 O 3 alam (hasil iradiasi) dapat dipisahkan menggunakan dowex 1 x 8 Cl - form pada konsentrasi HCl 8 N dan waktu kontak 90 menit. Untuk penelitian selanjutnya perlu dipelajari cara melepaskan 59 Fe yang terserap oleh dowex 1 x 8 Cl - form, yang diharapkan diperoleh 59 Fe yang bebas dari radionuklida lainnya. DAFTAR PUSTAKA 1. IAEA TECDOC. "Manual for Reactor Produced Radioisotop ". IAEA, Vienna (2003) 8, 112. 2. F. HELUS, G. COLOMBETTI, Radionuclides Production Vol II, CRC Pers Inc. Florida (1983) 14-15. 3. MILLER, A. JAMES. Separation Methods In Chemical Analysis. John Wiley and Sons, Inc. New York (1975) 82-83. - 27 -