Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:

dokumen-dokumen yang mirip
Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:

Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:

Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:

BAB III LANDASAN TEORI

BAB III LANDASAN TEORI

Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:

Jl. Tamansari No.1 Bandung

Berikut ini sedikit informasi beberapa macam jenis mesin stone crusher dan fungsi/ kegunaannya :

Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:

BAB I PENDAHULUAN. besar berwarna gelap vesicular batuan vulkanik yang bisanya porfiritik (berisi

STONE PRODUCTION LINE

Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:

Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:

DAFTAR ISI. RINGKASAN... v ABSTRACT... vi KATA PENGANTAR... vii DAFTAR ISI... viii DAFTAR TABEL... x DAFTAR GAMBAR... xiii DAFTAR LAMPIRAN...

BAB III LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN Maksud dantujuan Adapun maksud dan tujuan dari kegiatan pembuatan perencanaan peremuk andesit adalah sebagai berikut :

PENINGKATAN PRODUKSI PABRIK PEREMUK BATU ANDESIT PT. PERWITA KARYA DI DESA BEBER KECAMATAN SUMBER CIREBON JAWA BARAT SKRIPSI

BAB I PENDAHULUAN. bahan galian tersebut dari mineral pengotor yang melekat bersamanya.

Evaluasi Kinerja Crushing Plant untuk Meningkatkan Produksi Batu Andesit di PT Tarabatuh Manunggal Tbk. Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat

BAB III TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Tahap tahap pekerjaan pemecahan pada crusher dapat dilihat pada diagram alir sebagai berikut :

Serba-serbi Lengkap Mesin Pemecah atau Penghancur Batu/Stone Crusher Machine

BAB II. HAMMER MILL. 2.1 Landasan Teori

EVALUASI KINERJA ALAT CRUSHING PLANT DAN ALAT MUAT DALAM RANGKA PENINGKATAN TARGET PRODUKSI BATUBARA PADA PT MANDIRI CITRA BERSAMA

Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:

Prosiding TeknikPertambangan ISSN:

PERANCANGAN BALL MILL KAPASITAS 200 mg

Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:

Penentuan Energi Ball Mill dengan Menggunakan Metode Indeks Kerja Bond. Jl. Tamansari No. 1 Bandung

Analisis Kinerja Alat Crushing Plant dan Hubungannya dengan Produksi

Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:

BAB I PENDAHULUAN. Maka pada tingkat awal pengolahan batugamping terutama dalam peremukan harus

Prarancangan Pabrik Aluminium Oksida dari Bauksit dengan Proses Bayer Kapasitas Ton / Tahun BAB III SPESIFIKASI PERALATAN PROSES

EVALUASI CRUSHING PLANT DAN ALAT SUPPORT UNTUK PENGOPTIMALAN HASIL PRODUKSI DI PT BINUANG MITRA BERSAMA DESA PUALAM SARI, KECAMATAN BINUANG

Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:

Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:

BAB V PEMBAHASAN. perkecil ukurannya sebesar ton per bulan. Sedangkan kemampuan

BAB II TINJAUAN UMUM

BAB I PENDAHULUAN. 1.2 Rumusan Masalah. Berdasarkan latar belakang diatas, kami merumuskan masalah sebagai. berikut :

Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:

Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:

SISTEM TRANSMISI OTOMATIS SEPEDA MOTOR

PENANGANAN BAHAN PADAT S1 TEKNIK KIMIA Sperisa Distantina

BAB III SPESIFIKASI ALAT PROSES

BAB III PERCOBAAN DAN HASIL PERCOBAAN

PERINGATAN!!! Bismillaahirrahmaanirraahiim Assalamu alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

Analisa Teknis Pemilihan Packing set pada Mesin Diesel Reverse Engineering

LAPORAN TUGAS AKHIR ANALISA CONVEYOR BELT SYSTEM PADA PROJECT PENGEMBANGAN PRASARANA PERTAMBANGAN BATUBARA TAHAP 1 PT. SUPRABARI MAPANINDO MINERAL

Analisis Persentase Fraksi Massa Lolos Ayakan Batu Granit Hasil Peremukan Jaw Crusher dan Double Roll Crusher

BAB II TINJAUAN UMUM

EVALUASI CRUSHING PLANT UNTUK PENINGKATAN TARGET PRODUKSI PADA PT INDONESIAN MINERALS AND COAL MINING KECAMATAN KINTAP KABUPATEN TANAH LAUT

PENGEMBANGAN MESIN PENYOSOH SORGUM Oleh : Ana Nurhasanah, Novi Sulistyosari, Mardison dan Abi Prabowo Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian

BAB II TAHAPAN UMUM PENGOLAHAN BAHAN GALIAN

Bab III CUT Pilot Plant

SELAMAT DATANG DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM PUSAT PEMBINAAN KOMPETENSI DAN PELATIHAN KONSTRUKSI

PROSES PENAMBANGAN BATUBARA

Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:

Perancangan Belt Conveyor Pengangkut Bubuk Detergent Dengan Kapasitas 25 Ton/Jam BAB III PERHITUNGAN BAGIAN-BAGIAN UTAMA CONVEYOR

TECHNOLOGY NEED ASSESMENT

BAB III METODOLOGI 3.1 Umum 3.2 Tahapan Penelitian

PERANCANGAN CONVEYOR RANTAI YANG BERFUNGSI MEMBAWA AMPAS TEBU SEBAGAI BAHAN BAKARBOILERPADA PABRIK GULA DENGAN KASPAITAS 42 TON/JAM SKRIPSI

BAB III METODOLOGI DAN PEMBAHASAN START. Identifikasi masalah. Pengolahan data stockpile hingga menjadi model. Analisa pengadaan alat berat

KAJIAN TEKNIS DAN EKONOMIS PEMANFAATAN LIMBAH BATU BARA (FLY ASH) PADA PRODUKSI PAVING BLOCK

Metode Tambang Batubara

PROSEDUR DAN PERCOBAAN

Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:

BAB IV PERHITUNGAN DAN PEMBAHASAN

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2013 sampai dengan Maret 2013

UPAYA PENINGKATAN TARGET PRODUKSI BATU KAPUR TON/HARI PADA PENGOLAHAN DAN PENGANGKUTAN AREA DEPAN DI PT.SEMEN PADANG SUMATERA BARAT (PERSERO)

PERALATAN INDUSTRI KIMIA

EVALUASI KINERJAUNIT CRUSHING PLANT

LAPORAN PRAKTIKUM PROSES PERLAKUAN MEKANIK GRINDING & SIZING

RANCANG BANGUN MESIN PEMBUAT ES PUTER DENGAN PENGADUK DAN PENGGERAK MOTOR LISTRIK

Analisis Mesin Pengiris Kentang Spiral Otomatis ANALISIS MESIN PENGIRIS KENTANG SPIRAL OTOMATIS

DAFTAR ISI. KATA PENGANTAR... i. UCAPAN TERIMAKASIH... ii. DAFTAR ISI... iv. DAFTAR TABEL... vii. DAFTAR GAMBAR... viii. DAFTAR GRAFIK...

BAB III TINJAUAN PUSTAKA

BAB II PEMBAHASAN MATERI. digunakan untuk memindahkan muatan di lokasi atau area pabrik, lokasi

KAJIAN TEKNIS BELT CONVEYOR DAN BULLDOZER DALAM UPAYA MEMENUHI TARGET PRODUKSI BARGING PADA PT ARUTMIN INDONESIA SITE ASAM-ASAM

DAFTAR PUSTAKA. 1. Alam. (2007). Mendongkrak Baja Dalam Negeri, Majalah Tambang, Edisi April, pp. 13.

BAB IV ANALISA DAN PERHITUNGAN BAGIAN BAGIAN CONVEYOR

SKRIPSI ANALISIS KEMBALI BELT CONVEYOR BARGE LOADING DENGAN KAPASITAS 1000 TON PER JAM

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

PERAWATAN MESIN SECARA PREVENTIVE MAINTENANCE DENGAN MODULARITY DESIGN PADA PT. RXZ

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SIMULASI MESIN PEMBERSIH SAMPAH BOX CULVERT

SIDANG TUGAS AKHIR Program Studi D3 Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industi ITS - Surabaya LOGO

BAB III ANALISA PERHITUNGAN

RANCANG BANGUN MESIN PEMIPIL JAGUNG DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 7KG / MENIT UNTUK USAHA KECIL MENENGAH(SISTEM TRANSMISI)

TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI. Observasi terhadap sistem kerja CVT, dan troubeshooting serta mencari

BAB II DASAR TEORI 2.1 Konsep Perencanaan 2.2 Motor 2.3 Reducer

BAB II DASAR TEORI 2.1. Sistem Transmisi Motor Listrik

BAB 1. PENDAHULUAN. Perkerasan jalan merupakan lapisan perkerasan yang terletak diantara

PENGARUH AGREGAT KASAR BATU PECAH BERGRADASI SERAGAM TERHADAP KUAT TEKAN BETON NORMAL

BAB II DASAR TEORI 2.1 Sistem Transmisi 2.2 Motor Listrik

BAB III DASAR TEORI. sudah pasti melakukan proses reduksi ukuran butir (Comminution) sebagai bagian

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. perancangan yaitu tahap identifikasi kebutuhan, perumusan masalah, sintetis, analisis,

BAB III PROSES PERANCANGAN ROLLER CONVEYOR DI PT. MUSTIKA AGUNG TEKNIK

BAB II PEMBAHASAN MATERI. industri, tempat penyimpanan dan pembongkaran muatan dan sebagainya. Jumlah

BAB VI AGREGAT. Yang dimaksud agregat dalam hal ini adalah berupa batu pecah, krikil, pasir ataupun

SKRIPSI PERANCANGAN BELT CONVEYOR PENGANGKUT BUBUK DETERGENT DENGAN KAPASITAS 25 TON/JAM

RANCANG BANGUN MESIN PENGUPAS KULIT LUAR KOPI KAPASITAS 70 KG/JAM

Transkripsi:

Prosiding Teknik Pertambangan ISSN: 2460-6499 Upaya Peningkatan Produksi (Split) Batu Andesit pada Crushing Plant di PT Mandiri Sejahtera Sentra di DesaSukamulya Kecamatan Tegal Waru, Kabupaten Purwakarta Provinsi Jawa Barat Effort of Product Improvement (Split) Andesiting Stone on Crushing Plant in PT Mandiri Sejahtera Sentra in Sukamulya Design TegalWaru Condition, Purwakarta Regency West Java Province 1 Marlin Efendi, 2 Sriyanti, 3 Sri Widayati 1,2 Prodi Pertambangan, FakultasTeknik, Universitas Islam Bandung Jl. Tamansari No. 1 Bandung 40116 e-mail :Efendimarlin91@gmail.com Abstract.Crushing plant is a processing unit of minerals (andesit) which aims to reduce the size of material, in it has a wide range of equipment used and has a continuous series of activities. Crushing plant has several processes in it that is the first process of primary crushing by using jaw crusher metso Nordberg C150, the second secondary crushing process by using cone crusher sandvick CS440, and the third tertiary crushing process using Nhixtrimax cone crusher tool. To increase the production of the product (split) from the target company 3000 ton / day, with initial setting of CSS primary crushing 204 mm, secondary crushing 54 mm and 25 mm tertiary crushing resulted split production 2.886,92 ton / day With work efficiency for primary crushing 90,26 % and secondary-tertiary crushing 66,968 %. Based on the result of percentage of CSS setting of previous crusher tool then done twice change the setting of CSS tool crusher. Primary crushing for the first set of CSS 190 mm, secondary crushing CSS 53 mm and tertiary crushing CSS 24 mm, producing split product production 4.129,562 ton / day with work efficiency for primary crushing 91,652 % and Secondarytertiary crushing 87,458 %. Primary crushing for second setting is CSS 185 mm, secondary crushing CSS 53 mm and tertiary crushing CSS 23 mm, produce split product production 3.658,127 ton / day with work efficiency for primary crushing 84,827 % and Secondary-tertiary crushing 82,703%. Keywords: Crushing Plant, Production, Work Efficiency Abstrak: Crushing plant adalah suatu unit pengolahan bahan galian (andesit) yang bertujuan untuk mereduksi ukuran material, di dalamnya memiliki berbagaimacam peralatan yang digunakan dan mempunyai rangkaian kegiatan yang bersifat kontinyu. Crushing plant memiliki beberapa proses di dalamnya yaitu yang pertama proses primary crushing dengan menggunakan jaw crusher metso Nordberg C150, yang kedua proses secondary crushing dengan menggunakan alat cone crusher sandvick CS440, dan yang ketiga proses tertiary crushing dengan menggunakan alat cone crusher trimax Nh400. Untuk meningkatkan produksi produk (split) dari target perusahaan 3000 ton/hari, dengan pengaturan awalnya CSS primary crushing 204 mm, secondary crushing 54 mm dantertiary crushing 25 mm menghasilkan produksi split 2.886,92 ton/hari dengan efisiensi kerja untuk primary crushing 90,26 % dan secondary-tertiary crushing 66,968 %. Berdasarkan hasil persentasi pengaturan CSS alat crusher sebelumnya maka dilakukanlah dua kali perubahan pengaturan CSS alat crusher. Primary crushing untuk pengaturan yang pertama yaitu CSS 190 mm, secondary crushing CSS 53 mm dan tertiary crushing CSS 24 mm, menghasilkan produksi produk split 4.129,562 ton/hari dengan efisiensi kerja untuk primary crushing 91,652 % dan secondary-tertiary crushing 87,458 %. Primary crushing untuk pengaturan yang kedua yaitu CSS 185 mm, secondary crushing CSS 53 mm dan tertiary crushing CSS 23 mm, menghasilkan produksi produk split 3.658,127 ton/hari dengan efisiensi kerja untuk primary crushing 84,827 % dan secondarytertiary crushing 82,703 %. Kata kunci : Crushing Plant, Produksi, Efisiensi Kerja A. Pendahuluan 1. Perkembangan pembangunan yang cukup pesat di Indonesia membutuhkan banyak material bahan baku untuk membangun berbagai macam infrastruktur yang dapat bermanfaat bagi kehidupan masyarakat Indonesia. Material utama 511

512 Marlin Efendy, et al. yang digunakan untuk menunjang pembangunan berbagai macam infrastruktur tersebut sebagian besar merupakan produk hasil kegiatan pertambangan. Produk hasil pertambangan salah satunya adalah batuan andesit, dimana batuan andesit ini merupakan bahan baku utama dalam pembangunan berbagai macam infrastruktur. 2. PT. MSS (Mandiri Sejahtera Sentra) merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan dengan produk batuan andesit, dimana perusahaan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pasar akan batuan andesit dan mendukung pembangunan nasional. Untuk menghasilkan produk yang dibutuhkan maka dilakukan pengolahan batuan andesit yaitu berupa pengecilan ukuran dengan alat yang digunakan jaw crusher (primary crusher), cone crusher (secondary dan tertiary crusher). Produk akhir yang dihasilkan dari pengolahan ini yaitu dust (0-6) mm, scalping (0-15) mm, split 1 (10-28) mm dan split 2 (10-20) mm. Untuk meningkatkan target produksi split dari 3000 ton/hari menjadi 4.129,252 ton/hari maka diperlukan pengamatan pada kinerja alat crusher yaitu pada cone secondary dan cone tertiary crusher karena pada bagian ini diharapkan dapat mencapai target produksi split, serta bagaimana cara meningkatkan produksi split dari 3000 ton/hari. B. Landasan Teori Andesit adalah batuan beku yang berasal dari magma yang biasanya meletus dari stratovolcanoes pada lahar tebal yang mengalir dan penyebarannya bisa mencapai beberapa kilometer, batu andesit terbentuk pada temperature antara 900 1100 derajat celcius, pada komposisi andesit terdapat sekitar 52 dan 63 persen kandungan silica (SiO2) adapun mineral mineral penyusun utamanya yaitu plagioclase, feldsfar, pyroxene (clinopyroxene dan orthopyroxene) dan hornblende dalam jumlah yang kecil. Batu andesit ini termasuk batu ektrusif dan biasanya memiliki warna abu abu, hijau, merah dan jingga, memiliki tekstur dan permukaan halus tetapi tidak massive, batu andesit bisa dimanfaatkan sebagai bahan batu belah, untuk bahan kontruksi, bangunan perumahan, pembuatan jalan, sebagai aggregate, batu hias dan lain lain. Crushing Plant Crushing plant adalah suatu unit pengolahan bahan galian dimana terdapat tahapan tahapan kegiatan di dalamnya yang bersifat kontinyu, pada setiap tahapan memiliki ukuran hancuran yang berbeda beda dengan tujuan untuk mereduksi ukuran yang awalnya berukuran besar menjadi berukuran kecil seperti kerikil dan abu. Pada crusher plant ini juga terdapat alat alat yang digunakan yaitu hopper sebagai penampungan material sementara, jaw crusher sebagai tahapan pertama pada proses penghancuran, cone crusher sebagai alat penghancuran selanjutnya, screen sebagai alat untuk memisahkan material berdasarkan ukuran dan selanjutnya belt conveyor digunakan untuk mengangkut material yang telah dihancurkan. Adapun bagian-bagian dari crushing plant yaitu : Jaw Crusher Jaw crusher (Gambar 1) diperkenalkan oleh Blake dan Dodge, dan beroperasi dengan menerapkan penghancur bertekanan, merupakan salah satu peralatan pemecah batu yang paling terkenal di dunia. Jaw Crusher sangat ideal dan sesuai untuk penggunaan pada saat penghancuran tahap pertama dan tahap kedua. Memiliki kekuatan anti-tekanan dalam menghancurkan bahan paling tinggi hingga dapat mencapai 320Mpa. Jaw crusher ini mempunyai keunggulan struktur sederhana, kinerja stabil, Volume 3, No.2, Tahun 2017

Upaya Peningkatan Produksi (Split) Batu Andesit 513 perawatan mudah, menghasilkan partikel akhir dan rasio penghancuran tinggi. Jadi jaw crusher merupakan salah satu mesin penghancuran paling penting dalam lini produksi penghancuran batu. Sumber: Modul Crusher Basic, Heidelberg Cement, 2014 Gambar 1. Jaw Crusher Cara kerja jaw crusher secara umum yaitu bahan galian di masukkan melalui rahang kemudian bahan galian tersebut akan di tekan oleh dinding-dinding Fixed Jaw Plate dan moving jaw plate. Kemudian moving jaw plate akan bergerak yang digerakkan oleh fly wheel. Kemudian dinding-dinding tersebut bergerak maju mundur dengan di atur oleh Toggle Plate sehingga bahan galian akan tertumbuk oleh dinding-dinding tersebut sehingga bahan galian akan pecah dan berubah ukuran menjadi lebih kecil dari sebelumnya. Berdasarkan porosnya jaw crusher dibagi menjadi 2 macam yaitu : 1. Jaw crusher system blake (titikengsel di atas) Banyak dipakai oleh pabrik-pabrik dengan kapasitas produksi 7 ton/jam. Cara kerjanya: Suatu eksentrik menggerakkan batang yang dihubungkan dengan dua toggle, toggle yang satu dipakukan pada kerangka dan satu lagi ke rahangayun. Titik pivatter letak pada bagian atas rahang gerak atau diatas kedua rahang pada garis tengah bukan rahang. Pada system ini, umpan dimasukkan ke dalam rahang berbentuk V yang terbuka keatas. Satu rahang tetap dan tidak bergerak, sedangkan rahang yang satu lagi membuat sudut 200 300 dan dapat bergerak maju mundur yang digerakkan oleh sumbu eksentrik, sehingga memberikan kompresi yang besar terhadap umpan yang terjepit diantara dua rahang. Muka rahang ini mempunyai alur dangkal yang horizontal. Umpan besar yang terjepit antara bagian atas rahang dipecah dan jatuh keruang bawahnya yang lebih sempit dan dipecah. 2. Jaw crusher sistem dodge (titikengsel di bawah) Banyak dipakai di pabrik dengan kapasitas produknya ¼ ton / jam 1 ton / jam. Cara Kerjanya: Dodge jaw crusher sama seperti pada cara kerja blake jaw crusher. Pada system ini, titik engsel berada dibawah sedangkan bagian atas bergerak maju mundur. Hambatan yang dialami kemungkinan lapisan rahang mengalami kerusakan selama proses berlangsung. Supaya rahang tidak cepat rusak, maka biasanya dilapisi dengan bahan yang tahan tekanan dan getaran misalnya manganstell. Faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan energy untuk Jaw Crusher yaitu: a. Ukuran feed Teknik Pertambangan, Gelombang 2, Tahun Akademik 2016-2017

514 Marlin Efendy, et al. b. Ukuran produk c. Kapasitas mesin d. Sifat batuan e. Persen waktu yang tidak terpakai Kapasitas mesin peremuk jaw crusher dibedakan menjadi kapasitas desain dan kapasitas nyata. Kapasitas desain merupakan kemampuan produksi yang seharusnya dicapai oleh mesin peremuk tersebut, sedang kapasitas nyata merupakan kemampuan produksi mesin peremuk sesungguhnya yang didasarkan pada system produksi yang diterapkan. Kapasitas desain diketahui dari spesifikasi yang dibuat oleh pabrik pembuat mesin peremuk dan kapasitasnya tadi dapatkan dengan cara pengambilan conto produk yang dihasilkan. Gaya-gaya yang bekerja pada jaw crusher, adalah : 1. Gaya tekan 2. Gaya gesek 3. Gaya gravitasi 4. Gaya yang menahan Arah-arah gaya tergantung dari kemiringan atau sudutnya. Resultan gaya akhir arahnya harus kebawah, yang berarti material itu dapat dihancurkan. Tapi jika gaya itu arahnya keatas maka material itu hanya meloncat loncat keatas saja. Kapasitas dari suatu jaw crusher dapat diketahui dengan menggunakan rumus Taggart, yaitu : K = 0.6 X Lr X So Keterangan : K = Kapasitas( ton/jam) Lr = Panjang receiving opening ( inch ) So = Jarak jaw pada throat saat swing jaw menjauh( inch ) Cone Crusher Cone crusher (Gambar 2) adalah alat penghancur yang biasanya digunakan pada pertambangan, metalurgi, kontruksi pembangunan, industry, jalandan industry kimia, alat ini dapat menghancurkan material yang keras contohnya batu, kuarsa, granit, bijih tembaga dan batu kapur. Bagian cone crusher ini terdiri dari frame, hopper, main shaft, head nut, mantel, concave, top shell, eksentrik, bottom shell, pinion shaft, dust collar dan hidrolik. Cone crusher ini biasanya digunakan pada tahapan secondary crusher dan tertiary crusher lanjutan dari primary crusher. Untuk cara kerja dari cone crusher yaitu motor menjalankan eccentric shaft shell untuk berbalik melalui poros horizontal dan sepasang bevel gear. Poros dari crusher cone berayunan dengan kekuatan eccentric shaft shell sehingga permukaan dari dinding penghancur berdekatan dengan dinding roll mortar dari waktu ke waktu. Dalam hal ini, bijih besi dan batu akan tergerus dan tertekan dan kemudian hancur. Adapun faktor faktor yang dapat mempengaruhi cone crusher yaitu : 1. Feed (umpan) 2. Clossed side setting (CSS) 3. Stroke Volume 3, No.2, Tahun 2017

Upaya Peningkatan Produksi (Split) Batu Andesit 515 Sumber: Modul Crusher Basic, Heidelberg Cement, 2014 Gambar 2. Cone Crusher Kapasitas dari suatu cone crusher dapat diketahui dengan menggunakan rumus menurut Robert Peele yaitu sebagai berikut : C = 7 + { S 0,05 } x D² 0,11 Keterangan : C = Kapasitas cone crusher (ton/jam) S = Setting padalubangkeluaran (inch) D = Diameter head bagianbawah (ft) C. Hasil Penelitiandan Pembahasan Tabel 1. Spesifikasi Alat Jaw Crusher Metso Nordberg C150 Type Jaw crusher Model C150 Capacity 700 Tph Operating speed 220 rpm Nominal power 200 KW (300HP) Feed opening (1400 x 1200) mm Max Rec Feed Size 960 mm (38 inch) CSS (125-250) mm Stroke 41 mm Sumber : Manual book metso Nordberg C15 Tabel 2. Spesifikasi Cone Sekunder Sandvik CS440 Type Model Nominal Capacity Max Feed Size Engine Power Closed Side Setting (CSS) range Eccentric Throw Range Cone crusher CS440 205 600 mtph 300 450 mm 220 KW 25 54 mm 20 36 mm Teknik Pertambangan, Gelombang 2, Tahun Akademik 2016-2017

516 Marlin Efendy, et al. Mantle (Inner Line) A/B Weight 19300 kg Concaves (outer liners) MC,C,EC Automation (ASRi) Optional Lubrication Tank Standard Offline Lubrication Filtration Unit Optional Sumber : Manual Book of SANDVIX MINING AND CONTRUCTION, 2009 Tabel 3. Spesifikasi Cone Tersier TrimaxNH400 Crusher Model Max Motor Closed Side Setting Capacity kw (hp) mm tph NH300 160 (215) 6-38 70-190 NH400 220 (295) 6-44 95-305 NH600 315 (422) 10-44 210-590 Sumber : Manual book Trimax NH400 Berdasarkan spesifikasi alat crusher diatas maka dapat dibuat pengaturanalat crusher berikutnya yaitu primary crusher (jaw crusher) CSS 190 mm, secondary crusher (cone crusher) CSS 53 mm dan tertiary crusher (cone crusher) CSS 24 mm menghasilkan produksi split 4.129,562 ton/hari, dust 1.426,347 ton/hari dan scalping 894,768 ton/hari. Kemudian dilanjutkan pengaturan berikutnya yaitu primary crusher (jaw crusher) CSS 185 mm, secondary crusher (cone crusher) CSS 52 mm dan tertiary crusher (cone crusher) CSS 23 mm menghasilkan produksi split 3.658,127 ton/hari, dust 1.386,7435 ton/hari, dan scalping 750,484 ton/hari. Setelah dilakukannya pengaturan CSS maka dapat dilihat bahwa semua pengaturan dapat mencapai target perusahaan yaitu 3000 ton/hari tetapi yang paling besar terdapat pada pengaturan primary crusher (jaw crusher) CSS 190 mm, secondary crusher (cone crusher) 53 mm dan tertiary crusher 24 mm dengan produksi split 4.129,562 ton/hari. Berdasarkan (Tabel4) maka dapat dibuat perbandingan antara nilai CSS dengan produk akhir crusher plant (Gambar 3). Tabel 4. Perbandingan CSS Terhadap Jenis Material Pada Alat Crusher No 1 Keterangan CSS 204 CSS 190 CSS 185 Jumlah Jumlah Jumlah JenisProduk Ton/10 hari Ton/hari Ton/10 hari Ton/hari Ton/10 hari Ton/hari 1. Split 28.869,20 2886,92 41.295,62 4129,562 36.581,27 3658,127 2. Dust 10.253,98 1025,3975 14.263,48 1426,3476 13.867,435 1386,7435 3. Scalping 6.819,92 681,992 8.947,68 894,768 7.504,84 750,484 Jumlah 45.943,10 4594,3095 64.506,78 6.450,68 57.953,55 5.795,35 Jumlah / bulan 137.829,29 193.520,33 173.860,64 2 Hambatan Persentasi Persentasi Persentasi 1. Primary Menit/10 hari % Menit/10 hari % Menit/10 hari % a. Down time 0,00 0 0 0 0 0 b. Delay 446 53 388 54 930 31 c. Idle 313 37 276 38 475 17 d. Produksitelat 30 4 20 3 45 2 e. Berhentiproduksicepat 51 6 36 5 1440 51 2. Secondaridan Tertiary Menit/10 hari % Menit/10 hari % Menit/10 hari % a. Down time 592 22 95 9 160 10 b. Delay 1452 53 586 57 805 51 Volume 3, No.2, Tahun 2017

Jumlah (Ton) Upaya Peningkatan Produksi (Split) Batu Andesit 517 c. Idle 421 15 232 22 467 30 d. Produksitelat 126 5 51 5 92 6 e. Berhentiproduksicepat 127 5 68 7 42 3 3 EfisiensiKerja % % % 1. Primary 90,26 91,652 84,827 2. Secondaridan Tertiary 66,968 87,458 82,703 Sumber : Pengolahan Data Lapangan 5,000.00 4,000.00 3,000.00 2,000.00 1,000.00 0.00 2,886.92 4,129.56 3,658.13 1,426.35 1,386.74 1,025.40 681.99 894.77 750.48 CSS 204 CSS 190 CSS 185 Pengaturan Alat Crusher Split Dust Scalping Sumber : Pengolahan Data Lapangan Gambar 3. Grafik Perbandingan Antara Jenis Material Dengan Jumlah (Ton) D. Kesimpulan Setelah dilakukannya analisis mengenai upaya peningkatan produk akhir (split) batu andesit pada crusher plant di PT MSS dapat disimpulkan bahwa : 1. Setelah dilakukannya perubahan setingan CSS pada alat crusher didapatkan peningkatan produk akhir split yaitu dari target perusahaan 3000 ton/jam menjadi 4.129,56 ton/hari. 2. Untuk perbandingan hasil produk akhir split yaitu untuk tiap setingan CSS, untuk setingan awal CSS jaw crusher 204 mm, cone sekunder 54 mm dan cone tersier 25 mm dengan hasil produk akhir split 2.886,92 ton/hari, kemudian dilakukan perubahan 2 kali setingan yaitu setingan pertama CSS jaw crusher 190 mm, cone sekunder 54 mm dan cone tersier 24 mm dengan hasil produk akhir split 4.129,562 ton/hari, lalu setingan kedua CSS jaw crusher 185 mm, cone sekunder 52 mm dan cone tersier 23 mm dengan hasil produk akhir split 3.658,127 ton/hari. 3. Untuk rekomendasi setingan alat Closed Side Setting dapat dilihat setelah dilakukan pengamatan yaitu untuk Closed Side Setting jaw crusher menggunakan 190 mm, untuk cone sekunder 53 mm dan untuk cone tersier 24mm dengan hasil produk akhir split 4.129,562 ton/hari. Nilai ini sudah optimal digunakan untuk setingan alat crusher di PT Mandiri Sejahtera Sentra (MSS). Daftar Pustaka Antek Shared, 2014, Jenis-jenis Crusher dan Cara Kerjanya CEMA, 2007, Belt Conveyor For Bulk Material, Conveyor Equipment Manufacture Association, United State Of America. Currie, John M, 1973, Operation Unit in Mineral Processing, CSM Press, Columbia. Gustav, Tarjan, 1981, Mineral Processing Technology, AkademiaKiado, Budapest. Teknik Pertambangan, Gelombang 2, Tahun Akademik 2016-2017

518 Marlin Efendy, et al. Learn Mine, 2014, Pengertiandan Cara Kerja jaw Crusher Lowrison, G.C. 1974, Crushing and Grinding, Butterworth s, London, England. Heidelberg Cement, 2014 Modul Crusher Basic Taggart, Arthur F. 1944, Handbook of Mineral Dreshing, Wiley-Interscience Publication, New York. Tobing, 2005, Prinsip Dasar Pengolahan Bahan Galian (Mineral Dressing). Toha, Juanda, 2002, Konveyor sabuk dan peralatan pendukung, PT JUNTO Engineering, Bandung, Indonesia. Trimax Machinery Team, The Birth Of New Dawn (Product Catalog),Bekasi, Indonesia. Volume 3, No.2, Tahun 2017