Bimafika, 2015, 7, 816-820 PENINGKATAN HASIL BELAJAR KIMIA KONSEP MINYAK BUMI MELALUI PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN LSQ (LEARNING START WITH A QUESTION) PADA SISWA KELAS X NEGERI 3 AMAHAI KABUPATEN MALUKU TENGAH Dhamas Mega Amarlita 1 1 Fakultas keguru d Ilmu Pendidik Universitas Darussalam Ambon Email: lith.mega@gmail.com Diterima 02-10-2015 ; diterbitk 30-11-2015 ABSTRACT Peneliti ini bertuju untuk mengetahui peningkat hasil belajar siswa deng menggunak strategi LSQ (Learning Start With A Question). Yg menjadi subyek dalam peneliti ini adalah seluruh siswa kelas X 1 SMA Negeri 3 Amahai Yg berjumlah 28 org. metode yg digunak untuk memperoleh jawab dari permasalah adalah berupa tes, lembar pengamat afektif d psikomotor yg terdiri dari siklus I d siklus II. Data yg diperoleh dialisis secara statistik deskritif. Hasil peneliti menunjuk bahwa ada peningkat hasil belajar kimia siswa yg dibuktik deng baiknya hasil tes formatif, serta terjadi perubah tingka laku siswa kearah yg positif pada saat proses belajar mengajar Keywords: Learning Start With A Queation, hasil belajar. PENDAHULUAN Strategi mengajar adalah suatu cara yg harus dilalui didalam mengajar itu sendiri menurut Syaja. W (2006) menyajik bah pelajar oleh org kepada org lain untuk menerima, menguasai d mengembgknya. Strategi mengajar guru yg kurg baik ak mempengaruhi belajar siswa yg tidak baik pula. Strategi mengajar guru yg kurg baik itu dapat terjadi misalnya karena guru kurg persiap d kurg menguasai bah pelajar sehingga guru tersebut menyajik nya tidak jelas atau sikap guru kepada siswa d atau terhadap mata pelajar yg memg telah di pilih itu sendiri tidak baik, sehingga siswa kurg seng terhadap pelajar atau gurunya. Akibatnya siswa malas untuk belajar. Strategi pembelajar yg dilakuk dalam peneliti ini adalahlearning Start With A Question yg merupak tipe pembelajar aktif dalam bertya. Strategi ini membuat siswa kreatif d mampu bekerja sama mengerjak sebuah proses hya berbekal sedikit informasi d penjelas yg diberik oleh guru, peneliti memilih metode ini karena metode ini belum diterapk di sekolah SMA Negeri 3 Amahai Kabupaten Maluku Tenggah. Materi Minyak bumi merupak salah satu materi yg dipelajari oleh siswa saat berada di kelas X semester II, pada sekolah jenjg menengah atas, matari ini termasuk materi yg sulit dikuasai oleh sebagi besar siswa, hasil belajar pada materi ini tergolong sgat rendahdeng nilai yg tergolong sgat rendah yaitu 40 d byak siswa tidak memenuhi Kriteria Ketuntas Minimum (KKM) yg ada, nilai rata-rata dari data awal yg diperoleh kelas X adalah 60.82 sebab guru menyajik materi tersebut deng menggunak metode yg lama.oleh karena itu peneliti memilih strategi pembelajarlearning start with a queestion ini untuk meningkatk hasil belajar kimia pada siswa SMA Negeri 3 Amahai. Berdasark pdg yg dikemukak diatas maka penulis tertarik untuk melakuk peneliti deng judul Peningkat Hasil Belajar Kimia Pada Konsep Minyak Bumi Melalui Penerap Strategi Pembelajar Learning Start Swith A Question, Pada Siswa Kelas X SMA Negeri 3 Amahai Kabupaten Maluku Tengah. Peneliti ini bertuju untuk 816
D.M. Amarlita / Bimafika, 2015,7, 816-820 mengetahui peningkat hasil belajar siswa pada materi minyak bumi yg diajark deng menggunak strategi LSQ. METODE PENELITIAN Peneliti ini merupak peneliti tindak kelas (PTK), yg menhjadi subyek adalah seluruh siswa kelas X 1 yg berjumlah 28 org pada SMA Negeri 3 Amahai Kabupaten Maluku Tengah. Prosedur peneliti digambark seperti di bawah ini. Refleksi Refleksi Perenc a Pengamat Perenc a I Pengamat Gambar 1. Peneliti Tindak Kelas Pelaks Pelaks HASIL DAN PEMBAHASAN SIKLUS I Siklus pertama terdiri dari empat tahap, yakni perenca, pelaksa, observasi d refleksi, seperti berikut ini : a. Perenca Perenca pada siklus I ini peneliti d guru mata pelajar melakuk persiap, tara lain : 1. Mempersiapk Renca Pelaksa Pembelajar (RPP), sesuai deng strategi pembelajar yg digunak dalam penerap pembelajar yaitu Learning Start With A Question. 2. Mempersiapk materi pembelajar yg tersedia dalam buku ajar yg ak diajark yaitu materi Minyak bumi. 3. Mempersiapk lembar observasi afektif d psikomotor, serta soal tes akhir (Post Tes) untuk mengetahui hasil belajar siswa. Pada siklus I direncak dalam dua kali pertemu karena strategi pembelajar yg digunak merupak strategi pembelajar yg baru digunak dalam pembelajar dikelas ini, dalam satu kali pertemu terdiri dari dua jam pelajar 2 x 45 menit. b. Pelaksa Tindak Pada tahap ini pelaksa proses pembelajar Learning Start With A Question, sesuai deng RPP yg telah dibuat. c. Pengamat (Observasi) Setelah mengamati proses pembelajar baik pada pertemu pertama maupun pertemu kedua ternyata belum sesuai deng yg diingink pada pertemu pertama sampai pada pertemu kedua keaktif siswa masih kurg, baik menjawab pertenya dari guru maupun dari masing-masing kelompok yg ada. Dalam pemecah materi minyak bumi sebagi siswa masih terlihat kurg aktif sehingga keseriusnya dalam mendengark penjelas dari guru maupun dari kelompok yg lain kurg dipahami sehingga mempengaruhi tes akhir siswa. penyampai materi minyak bumi memerluk waktu cukup byak deng durasi yg cukup lama untuk dapat dipahami namun keaktif siswa tampaknya kurg memungkink d pada lembar penilain observasi psikomotor masih terdapat siswa yg kurg aktif pada kelompok yg telah dibagik oleh peneliti. Hasil pada Siklus 1 dapat terlihat pada Gambar 2. d. Refleksi Dari hasil pengamat d observasi yg dilakuk peneliti maka byak hal yg perlu direfleksik pada siklus I (pertama) yaitu : 1. Kurgnya keaktif siswa baik itu berkelompok maupun mendapat ump balik dari peneliti sehingga perlu dilakuk pembenah. 2. Kurgnya sumber belajar misalnya buku paket pembelajar kimia, sehingga dalam merespon pertya 817
Frekuensi D.M. Amarlita / Bimafika, 2015,7, 816-820 ataupun soal dapat lebih cepat d tepat. kekurg-kekurg yg ada pada siklus I ini. Gambar 2. Hasil Pengamat Afektif, Psikomotor d Kognitif Rata- Rata 14 12 10 8 6 4 2 0 Sgat Cukup 86-100 71-85 61-70 50-60 < 50 Tingkat Penguasa Kurg Gagal Afektif Psikomotor Kognitif 3. Guru harus lebih byak memberik motivasi kepada siswa sehingga timbul semgat d keberi dalam merespon pertya ataupun memecahk soal latih. Pada akhir siklus I (pertama) dilakuk tes untuk mengethui hasil belajar siswa maka diperoleh hasilnya sebagai berikut : Tabel 1. Data Peroleh Nilai No Keterg Nilai 1 Tuntas 70 2 Belum <70 Tuntas Jumlah Siswa 12 Org 16 Org Data hasil post tes diatas dapat dilihat nilai rata-rata yg diperoleh adalah 64.60, deng tingkat ketuntas 42.86%. Pada siklus I nilai tertinggi yg diperoleh siswa adalah 95.45 d nilai yg terrendah adalah 36.36. Sesuai nilai ketuntas yg ada pada siklus I, maka jumlah siswa yg tuntas dalam proses pembelajar ini yaitu 12 org dari 28 siswa keseluruh, sedgk yg belum tuntas 57.24% atau 16 siswa. Dari hasil post tessiklus I, maka peneliti harus meljutk pada tahap siklus II dima pada siklus I hasil yg dicapai masih kurg deng membenahi SIKLUS II a. Perenca Pada siklus II ini ak dilakuk pembenah terhadap apa yg masih kurg pada hasil refleksi siklus I. Sebab hasil belajar yg didapatk pada siklus pertama baru sebagi kecil siswa yg mengalami peningkat, begitu pula proses pembelajarnya masih kurg efektif. pada tahap perenca siklus II ini direncak dua kali pertemu sama deng pada siklus I. Adapun perencanya tara lain : 1. Mempersiapk RPP, sekaligus deng materi ajarnya. 2. Mempersiapk soal post tes untuk mengetahui hasil belajar pada siklus II (kedua). b. Pelaksa Tindak Pada pelaksa ini pelaksa tindak siklus II ini,proses pembelajarnya dilaksak dua kali sama deng pada siklus c. Pengamat (Observasi) Setelah mengamati proses pembelajara pada siklus II ini, hasil yg diperoleh lebih baik dari pada siklus I, d peneliti sudah merasa lebih baik sebab seluruh siswa terlihat begitu tusias dalaam proses belajar mengajar di kelas. Hal tersebut terlihat dari keaktif siswa dalam merespon pertya peneliti maupun kelompok belajarnya d juga dalam menyelesaik sol-soal latih yg 818
FREKUENSI D.M. Amarlita / Bimafika, 2015,7, 816-820 diberik. Selain itu pada tes siklus II sebagi besar siswa mengalami peningkat hasil belajar yg memuask d dapat mencapaai nilai KKM yg ditetapk. Suasa proses pembelajar yg dilakuk guru mata pelajar mulai dari penyampai tuju pembelajar sudah cukup baik. pada siklus II ini peneliti melihat keaktif siswa dalam bertya maupun menggapi pertya dari peneliti sudah cukup baik d pada lembar penilain observasi psikomotor tidak terdapat lagi siswa yg kurg aktif pada kelompok yg telah dibagik oleh peneliti. Data yg ditunjuk pada Gambar 3. sebagai berikut : Tabel 2. Data Peroleh Nilai Tes Akhir I No Keterg Nilai 1 Tuntas 70 2 Belum <70 Tuntas KESIMPULAN Jumlah Siswa 27 Org 1 Org Berdasark hasil alisis data d pembahas pada Bab IV, maka dapat disimpulk bahwa penerap Strategi Pembelajar Learning Start With A Question dapat meningkatk hasil belajar kimia siswa pada materi Minyak Bumi. Hal ini dapat dilihat pada : 18 16 14 12 10 8 6 4 2 0 Gambar 3. Hasil Pengamat Afektif, Psikomotor D Kognitif Rata-Rata I Sgat Cukup Kurg 86-100 71-85 61-70 50-60 < 50 TINGKAT PENGUASAAN Gagal Afektif Psikomotor Kognitif d. Refleksi Dari hasil pengamat d observasi pada siklus II ini hasilnya sgat memuask. Hal ini dapat dilihat dari proses pembelajarnya yg sgat efektif. Hasil pembelajar yg didapatk siswa rata-rata cukup baik hal ini dapat dilihat dari hasil tes siklus II dilihat nilai rata-rata yg diperoleh adalah 86,85, deng tingkat ketuntas 96.43%. Pada siklus II nilai tertinggi yg diperoleh siswa adalah 100 d nilai yg terrendah adalah 68.18. Sesuai nilai ketuntas yg ada pada siklus I, maka jumlah siswa yg tuntas dalam proses pembelajar ini yaitu 27 org dari 28 siswa keseluruh, sedgk yg belum tuntas 3.57% atau 1 siswa. 1. Terjadinya peningkat hasil belajar Kimia siswa yg dibuktik deng baiknya tes akhir siklus II. Sedgk pada tes akhir siklus I siswa belum merespon baik terhadap strategi pembelajar Learning Start With A Question. 2. Terjadi perubah tingkah laku siswa ke arah yg positif pada saat proses belajar mengajar dibuktik deng meningkatnya keaktif siswa dalam proses belajar mengajar. SARAN Sar-sar yg dapat disampaik berdasark hasil d pembahas adalah : 1. Bagi guru disark untuk menerapk strategi LSQ dalam proses pembelajar kimia di kelas. 2. Bagi institusi sekolah diharapk selalu 819
D.M. Amarlita / Bimafika, 2015,7, 816-820 menyediak sara pembelajar berupa perpustaka, buku-buku paket,yg dapat menunjg proses pembelajar agar tercapainya hasil belajar siswa yg maksimal. 3. Bagi mahasiswa atau peneliti berikutnya, hasil peneliti ini dapat dijadik untuk mengembgk strategi pembelajar Learning Start With A Question DAFTAR PUSTAKA [1]. Arikonto. S. Dkk. 2008 Peneliti Tindak Kelas, Jakarta : Bumi Aksara [2]. Arikonto. S. 1993. Prosudur Peneliti, Suatu Pendekat Produk (Refisi II) Jakarta : Rineka [3]. Dimiti d Mudjiono, Belajar D Pembelajar (Jakarta : Rineka Cipta. 1999) [4]. Hamalik, 2001. Belajar D Pembelajar.(Jakarta Uhamka Press. 2003) [5]. Rusyam, 1989. Desain Pembelajar. Bdung: Algensindo Rasyad. Tiori Belajar d Pembelajar (Jakarta; Uhamka Press. Silbermen) [6]. Sjaya. W. 2006. Strategi pembelajar Berprestasi Stdar Proses Pendidik Jakarta: Kenca Preda Media Grup [7]. Slameto. 2003 Belajar D Faktor Faktor Yg Mempengaruhinya Jakarta Rineka Cipta [8]. Suardi, 2007 Ketrampil Bertya Jakarta Rineka Cipta [9]. Silbermen.2002 Dasar Dasar Proses Belajar Mengajar, (Bdung; Algensindo) [10]. Taksonomini Bloom. Dalam Sujadm Kesggup Memahami Tingkat Pemaham [11]. Usm. Dkk. 1993. Cara Balajar Siswa Aktif, Remaja Rosda Karya Bdung [12]. Winasdjaya. 2008 Strategi Pembelajar Berorentasi Stda Proses Pedidik, Ed. 1. Jakarta Kenca 820