SEMANTIC WEB RULE BASE (SWRL) Ari Muzakir

dokumen-dokumen yang mirip
SEMINAR TUGAS AKHIR PERIODE JULI 2011

Perancangan Model Ontologi Pada Sistem Informasi Manajemen Skripsi

Definisi Semantic Web

CASE TOOL UNTUK PEMODELAN SEMANTIK DATA DALAM WEB ONTOLOGY LAGUANGE (OWL)

URi. Program Studi Sistem Informasi Universitas Gunadarma.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

MEMBANGUN ONTOLOGI JURNAL MENGGUNAKAN PROTÉGÉ (Build Journal Of Use Protege Ontology)

PENERAPAN SEMANTIC SEARCHING BERBASIS ONTOLOGI PADA PERPUSTAKAAN DIGITAL

STUDI TENTANG PEMODELAN ONTOLOGI WEB SEMANTIK DAN PROSPEK PENERAPAN PADA BIBLIOGRAFI ARTIKEL JURNAL ILMIAH

PEMANFAATAN SEMANTIK WEB RULE LANGUANGE (SWRL) DALAM PENGEMBANGAN PROTOTYPE SISTEM PERENCANAAN PAKET PERJALANAN WISATA DI SUMATERA SELATAN

Bab 2. Tinjauan Pustaka

PENERAPAN WEB SEMANTIK UNTUK APLIKASI PENCARIAN PADA REPOSITORI KOLEKSI PENELITIAN, STUDI KASUS: PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI STMIK MIKROSKIL MEDAN

IMPLEMENTASI METHONTOLOGY UNTUK PEMBANGUNAN MODEL ONTOLOGI PROGRAM STUDI PADA PERGURUAN TINGGI DI BALI

1. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PENERAPAN SWRL (SEMANTIC WEB RULE LANGUAGE) PADA DOMAIN ONTOLOGI UNIVERSITAS

IMPLEMENTASI WEB SEMANTIK DENGAN APACHE JENA

JSIKA Vol. 5, No. 8, Tahun 2016 ISSN X RANCANG BANGUN APLIKASI ENSIKLOPEDIA TANAMAN OBAT BERBASIS SEMANTIK WEB

MODEL ONTOLOGI UNTUK INFORMASI PARIWISATA DI KABUPATEN BANYUMAS

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PENERAPAN TEKNOLOGI SEMANTIC WEB PADA ENSIKLOPEDIA ALAM

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Langkah- langkah yang digunakan dalam penelitian DSS MP-ASI berbasis pemodelan ontologi ditunjukkan oleh gambar 3.

1. Pendahuluan. 2. Tinjauan Pustaka

BAB I PENDAHULUAN. Proses penyimpanan makna dan kandungan dari suatu domain pengetahuan

ABSTRAK. Kata kunci: Sistem Tanya Jawab, Semantic Web, Ontology, domain terbatas. v Universitas Kristen Maranatha

MODEL HEURISTIK. Capaian Pembelajaran. N. Tri Suswanto Saptadi

PENERAPAN SEMANTIK WEB PADA ONTOLOGI LEARNING RESOURCE REPOSITORI

APLIKASI PENCARIAN HEWAN BERKAKI EMPAT DENGAN MENGGUNAKAN WEB SEMANTIK. : Faizal Wijayanto NPM :

PENERAPAN ONTOLOGI OBJEK PEMBELAJARAN UNTUK KEBUTUHAN PERSONALISASI E-LEARNING BERBASIS SEMANTIC WEB SKRIPSI

Pengembangan Perangkat Lunak Dokumentasi Persuratan Menggunakan Codeigniter Dengan Semantic Web Pada Unit Kerja Inspektorat Jenderal Kemnaker

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

Bab 1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang masalah

UNIVERSITAS INDONESIA IMPLEMENTASI ONTOLOGI WEB DAN APLIKASI SEMANTIK UNTUK SISTEM SITASI JURNAL ELEKTRONIK INDONESIA SKRIPSI

Ontology Model untuk Tourist Information Retrieval

BAB II LANDASAN TEORI

PENERAPAN METODE SEMANTIC SEARCH DALAM MENCARI RELASI KATA YANG TERDAPAT PADA AL-QUR AN TERJEMAHAN BAHASA INDONESIA SKRIPSI

Andie Hariyadi Supriyatna

Penerapan Teknologi Semantic Web pada Pengarsipan Berita OnLine

PENCARIAN DOKUMEN BERDASARKAN KOMBINASI ANTARA MODEL RUANG VEKTOR DAN MODEL DOMAIN ONTOLOGI

BAB 3 TEKNOLOGI SEMANTIC WEB

Pemodelan Ontologi Web Semantik pada Pencarian Lowongan Pekerjaan Berdasarkan Profil Pencari Kerja

PENGUJIAN TOOL ONTOLOGY ENGINEERING

Pengetahuan 2.Basis data 3.Mesin Inferensi 4.Antarmuka pemakai (user. (code base skill implemetation), menggunakan teknik-teknik tertentu dengan

Expert System. Siapakah pakar/ahli. Pakar VS Sistem Pakar. Definisi

BAB I PENDAHULUAN. Berkembangnya teknologi dan informasi saat ini telah menghasilkan kumpulan

Pemanfaatan Linked Data untuk Meningkatkan Kualitas Information Knowledge pada Resources Game Online

Sistem Berbasis Pengetahuan. Program Studi Sistem Komputer Fakultas Ilmu Komputer Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

ABSTRAK Dengan semakin meningkatnya jumlah informasi yang beragam dan tersebar di berbagai tempat, diperlukan adanya suatu teknologi yang mampu mengga

Teknologi Web Semantik Untuk Bibliografi Perpustakaan

Uzlina Rahmawati

DESAIN RULES UNTUK TRANSFORMASI SINTAKS RDF (TEXT) KE RDF BERBASIS GRAFIK DALAM SEMANTIC WEB

IMPLEMENTASI MODEL ONTOLOGY UNTUK PENCARIAN INFORMASI BERITA BERBASIS SEMANTIK TUGAS AKHIR

Mesin Pencari Cerdas dengan Web Semantik

PENYIMPANAN INFORMASI DENGAN RDF (Information Storage with RDF)

Representasi Pengetahuan dan Penalaran

DAFTAR PUSTAKA. Angin, P. (2014). Gangguan Pertumbuhan Anak. Dipetik 30 Desember 2014 dari

BAB II LANDASAN TEORI

PENERAPAN TEKNOLOGI SEMANTIC WEB PADA APLIKASI PENCARIAN KOLEKSI PERPUSTAKAAN (STUDI KASUS:PERPUSTAKAAN FTI UPN VETERAN YOGYAKARTA)

APLIKASI PENCARIAN BUKU PERPUSTAKAAN DENGAN MENGGUNAKAN RDF DAN SPARQL

PENERAPAN TEKNOLOGI SEMANTIC WEB UNTUK MENENTUKAN PILIHAN JALUR BIS TRANS JOGJA

Rancang Bangun Plugin Protégé Menggunakan Ekspresi SPARQL-DL Dengan Masukan Bahasa Alami

KECERDASAN BUATAN REPRESENTASI PENGETAHUAN (PART - II) ERWIEN TJIPTA WIJAYA, ST., M.KOM

2/22/2017 IDE DASAR PENGANTAR SISTEM PAKAR MODEL SISTEM PAKAR APLIKASI KECERDASAN BUATAN

INTELEGENSI BUATAN. Sistem Pakar. M. Miftakul Amin, M. Eng. website :

PENERAPAN RELATIONAL DATA MENGGUNAKAN XQUERY PADA PEMROGRAMAN XML. Abstraksi

Sistem Basis Data Lanjut. Interoperability & Resource Description Framework (RDF)

PENDEKATAN MODEL ONTOLOGI UNTUK PENCARIAN LEMBAGA PENDIDIKAN (STUDI KASUS LEMBAGA PENDIDIKAN PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA)

RELEVANSI HASIL PENCARIAN PADA MESIN PENCARI MENGGUNAKAN SEMANTIK WEB

Kelas A & B Jonh Fredrik Ulysses

SISTEM PENCARIAN PROGRAM STUDI PADA PERGURUAN TINGGI DI BALI BERBASIS SEMANTIK

PENGEMBANGAN MODEL KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM PADA LEMBAGA RISET: STUDI KASUS BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI (BPPT) SKRIPSI

PEMODELAN GRANULARITAS TEMPORAL UNTUK MENCARI RELASI ANTAR OBJEK WARISAN BUDAYA INDONESIA DENGAN MENGGUNAKAN ONTOLOGI

Sistem Deteksi Cacat Perangkat Lunak Berbasis Aturan Menggunakan Decision Tree

BAB 2 LANDASAN TEORI

PENGGUNAAN DIGITAL SIGNATURE PADA METADATA UNTUK PENCARIAN PUBLIKASI ILMIAH BERBASIS SEMANTIK

SEMANTIC WEB UNTUK PENCARIAN LEMBAGA PENDIDIKAN PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

MEMPERKAYA INSTANCES PADA ONTOLOGI DENGAN SUMBER DARI INTERNET 1 Tiara Jelita Dewi 1 Jalan Tiner No II Rt 010/02 Kayu Putih, Pulo Gadung Jakarta Timur

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan komputer sekarang ini sangat pesat dan salah. satu pemanfaatan komputer adalah dalam bidang kecerdasan buatan.

ENSIKLOPEDIA OBJEK WISATA JAWA TIMUR MENGGUNAKAN SEMANTIC WEB SKRIPSI

PENGEMBANGAN ONTOLOGI PADA SEMANTIC WEB UNTUK PROSES PURCHASING (STUDI KASUS: INDUSTRI SEPEDA)

RANCANG BANGUN PENCARIAN JUDUL TESIS BERBASIS TEKNOLOGI WEB SEMANTIK

UNIVERSITAS GUNADARMA FAKULTAS ILMU KOMPUTER

SISTEM PAKAR. Farah Zakiyah Rahmanti, M.T Mei Universitas Dian Nuswantoro

IMPLEMENTASI METODA PENYIMPANAN DAN PENGAMBILAN ONTOLOGI BERBASIS FILE MENGGUNAKAN JAVA DAN JENA

PENDAHULUAN Proses jual beli secara online atau biasa dikenal dengan e-commerce semakin marak digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia. E-Commerce m

UKDW BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

Repositori Pengetahuan Berbasis Ontologi

ANALISIS ONTOLOGY OBAT DENGAN METODE ON TO KNOWLEDGE PADA XML

IMPLEMENTASI WEB SEMANTIK PADA PENCARIAN BUKU PERPUSTAKAAN UIN ALAUDDIN MAKASSAR

REPRESENTASI DATABASE BERBASIS ONTOLOGI DENGAN RESOURCE DESCRIPTION FRAMEWORK (RDF) Erna Kumalasari Nurnawati 1)

Transkripsi:

SEMANTIC WEB RULE BASE (SWRL) Ari Muzakir Model Ontologi Ontologi adalah suatu konseptual yang formal dari sebuah domain tertentu yang dipakai bersama oleh kelompok orang. Ontologi merupakan teori tentang makna dari suatu obyek, properti dari suatu obyek, serta relasi obyek tersebut yang mungkin terjadi pada suatu domain pengetahuan. Ontologi sangat penting karena dapat digunakan menerangkan tentang struktur suatu disiplin ilmu. Secara teknis sebuah ontologi direpresentasikan dalam bentuk classes, properties, slots, dan instans. 1) Class, menerangkan konsep (atau makna) suatu domain. Class adalah kumpulan dari elemen dengan properti yang sama. Suatu class dapat mempunyai turunan subclass yang menerangkan konsep yang lebih spesifik. 2) Properti, menerangkan konsep nilai-nilai, status, terukur yang mungkin ada untuk domain. 3) Slot, merupakan representasi dari kerangka pengetahuan atau relasi yang menerangkan properti dari kelas dan instant. 4) Instant, adalah individu yang telah dibuat (diciptakan). Instant dari sebuah subclass merupakan instant dari suatu superclass. Standart Teknologi Semantic Web Layer tengah terdiri teknologi yang distandartkan oleh W3C untuk memungkinkan membangun sebuah aplikasi web semantic. Resource Description Framework (RDF) merupakan sebuah framework untuk membuat pernyataan dalam sebuah form yang disebut sebagai triple. Ini memungkinkan untuk merepresentasikan informasi dari sebuah source dalam form dari sebuah graph-semantic web, yang disebut sebagai Giant Global Graph.

RDF Schema (RDFS), menyediakan dasar-dasar vocabulary untuk RDF. Dengan RDFs, memungkinkan untuk membuat hirarki class dan propertinya. Web Ontology Language (OWL) memperluas RDFs dengan menambahkan konsep yang lebih canggih untuk mendeskripsikan semantic dari statemen RDFs. Ini memungkinkan untuk menambahkan sebuah constraint, seperti cardinality, batasan nilai, karakteristik dari property seperti transitive. Ini didasarkan pada logika sehingga memberikan kekuatan reasoning pada semantic web. SPARQL adalah sebuah bahasa query RDF, ini dapat digunakan untuk query banyak data RDF(termasuk pernyataan RDF dan OWL). Bahasa query diperlukan untuk merujuk untuk informasi dari aplikasi web semantic. Keuntungan Teknologi Web Semantic : RIF atau SWRL dapat mendukung adanya rule. Ini penting, misalnya memungkinkan untuk mendeskripsikan relasi yang tidak dapat dideskripsikan secara logika pada OWL. Cryptography, penting untuk memastikan dan memverifikasi bahwa pernyataan semantic web berasal dari sumber yang terpercaya. Ini dapat dicapai denga tepat menggunakan digital signature dari pernyataan RDF. User Interface, merupakan layer terakhir yang memungkinkan manusia untuk menggunakan aplikasi semantic web. Reasoning Reasoning adalah sebuah proses kognitif dalam pencarian sebuah kepercayaan, kesimpulan, tindakan, atau perasaan. Kita menggunakan rule untuk melakukan proses reasoning dengan mencocokkan kenyataan dalam ontology. Rule adalah bentuk sebuah implikasi antara body dan head. Body adalah pernyataan/pattern sebelum, kondisi disesuaikan dengan rule yang spesifik. Head adalah pernyataan/pattern, pernyataan yang mungkin diperkirakan, dinamakan sisi tangan kanan rule atau Right Hand Side(RHS). Dalam bentuk lain, rule dari sebuah rule-based system disebut sebagai pernyataan IF- THEN. Jika semua kondisi sesuai, selanjutnya RHS akan dijalankan. Ada dua jenis tipe reasoning, yaitu ontology reasoning dan rule-based reasoning. OWL reasoning mempunyai kemampuan menduga melalui karakteristik dari properti seperti simetri, invers, dan transitif.

Rule-based reasoning menduga knowledge baru berdasarkan rule. Rule-based reasoning menarik kesimpulan dari objek property seperti pengunjung pindah menuju kamar 336 ketika ada dua fakta bahwa sensor mendeteksi perpindahan menuju ruang 336 dan pengunjung membawa sensor tersebut. Ada beberapa bahasa rule untuk membuat sebuah rule yang menyimpulkan sebuah knowledge, antara lain Semantic Web Rule Language (SWRL), JESS rule, Jena rule, dan Semantic Query-enhanced Web Rule Language (SQWRL). Semantik Web Rule Language (SWRL) Lee, et al. (2007) mengatakan bahwa Semantic Web Rule Language memberikan abstraksi konseptual tingkat tinggi, dan kemungkinan digunakan untuk berkomunikasi secara otomatis melalui semantik web sebagaimana semantik web dapat saling berinteraksi antara aturan (rule) yang heterogen / sistem database dan agen yang berbasis aturan menggunakan sistem tersebut. Setelah Semantik Web berkembang sampai saat ini, yang dibutuhkan selanjutnya adalah sebuah rule language. Rule language dan query adalah dua hal yang sangat erat kaitannya. Semantik Web dibangun berdasarkan struktur yang telah dibuat. OWL dibangun di atas dasar RDF, RDF dibangun di atas XML, dan XML dibangun di atas Unicode text. Rule language untuk semantic web, tentu saja harus dibangun diatas dasar-dasar yang telah dibuat, sehingga perkembangan semantic web tetap konsisten. Karena itula, dibutuhkan sebuah rule yang berdiri di atas dasar yang telah ada. Untuk itu Semantik web rule language dikembangkan(parsia, 2005). Semantik web rule language adalah suatu bahasa yang menggabungkan antara OWL DL dan OWL Lite, yaitu sub bahasa pada OWL dan Unary atau Binary Datalog RuleML yaitu sub bahasa pada Rule MarkUp language. SWRL merupakan perluasan dari OWL dengan menambahkan aturan berbasis Horn. Hal ini memungkinkan suatu basis pengetahuan yang dibuat dalam OWL dilengkapi dengan aturan (Horrocks,2004). Aturan dalam SWRL dibangun dari aplikasi antara anteseden (body) dan konsekuen (head), atau bisa dikatakan bahwa apapun antaseden yang ada, harus ada konsekuen. Untuk memudahkan pembacaan, aturan sering ditulis dalam bentuk berikut: antecedent consequent

Anteseden maupun konsekuen harus mengandung minimal nol atau lebih pernyataan. Anteseden kosong berarti konsekuen selalu bernilai true. Sebaliknya, konsekuen kosong berarti konsekuen selalu bernilai false, akibatnya anteseden juga akan bernilai false. Lee, et al. (2007) mendekripsikan mengenai Semantik Web Rule ini dapat ditulis sebagai sebuah a1..., dimana variabel ditandai menggunakan konvensi standar prefix dengan tanda tanya (misalnya,? x). Dengan menggunakan sintaks ini dapat diperlihatkan contoh aturan dalam Gambar 1 ditulis sebagai berikut: hasparent(?persona,?personb) hasbrother(?personb,?personc) hasuncle(?persona,?personc). Gambar 1. Contoh Semantic Web Rule Menurut Harrocks (2004), aturan yang mengandung banyak pernyataan dianggap sebagai konjungsi boolean and (^). Untuk konsekuen yang mengandung konjungsi, dapat dipecah menjadi beberapa aturan dengan satu konjungsi, menggunakan transformasi Lloyd-Topor pada saat diproses. Pernyataan dapat berbentuk: C(x), P(x,y), sameas(x,y) atau differentform(x.y)

Keterangan: C : Deskripsi OWL, P: Property OWL x dan y : berupa variabel, individu OWL atau nilai data dari OWL Handayani (2009), mendekripsikan mengenai SWRL dan penulisan dari SQWRL untuk sistem pariwisata, dimana SWRL merupakan anjuran rule language untuk semantic web, mengkombinasikan OWL DL dan Lite dengan rule markup language (RuleML). RuleML adalah markup language yang dikembangkan untuk mempercepat kedua rule forward (bottom-up) dan backward (top-down) dalam XML untuk pengambilan kesimpulan, penulisan ulang dan kegiatan inferential-transformational yang lebih jauh. Berikut adalah contoh dari syntax SWRL untuk menyimpulkan lokasi visitor. representedby (?visitor?sensor) ^ ismovingto (?sensor,?location) islocatedin (?visitor,?location) Gambar 2. Syntax SWRL Penjelasan dari syntax SWRL diatas : (?visitor?sensor dan?location adalah nama variabel. Setiap variabel dalam SWRL dimulai dengan (? ), representedby, ismovingto, islocatedin adalah nama dari property. ^ merepresentasikan AND. dibaca sebagai THEN. Dari rule di atas, kita dapat mengatakan bahwa jika visitor direpresentasikan oleh sensor dan sensor pindah lokasi, maka kita dapat menyimpulkan sebuah knowledge baru bahwa visitor berada di sebuah lokasi. Kemudian untuk melakukan query digunakan SQWRL (dibaca squirrel). SQWRL adalah SWRL berbasis query language yang dapat digunakan untuk query ontology OWL. SQWRL menyediakan operasi-operasi seperti SQL untuk memformat knowledge dari ontology OWL. SWRL. Contoh lain dari hasil query SWRL pada Rule-1 menggunakan tool Protege :

Gambar 3. Hasil Query SWRL Syntak dari SWRL diatas adalah: cstudent(?mahasiswa) dibimbing(?mahasiswa,?pembimbing) clecturer(?pembimbing) sqwrl:select(?x,?y) Contoh untuk menampikan kepakaran dari setiap dosen pada rule-6 : Gambar 3. Hasil query kepakaran dosen Sintax SWRL dari gambar diatas : clecturer(?dosen) has_pakar(?dosen,?ahli) cpakar(?ahli) sqwrl:select(?dosen,?ahli) DAFTAR RUJUKAN Horrocks, I., Patel-Scheneider, P., F., Boley, H., Tabet, S., Grosof, B., Dean, M., 2004, SWRL: A semantic Web Rule Language Combining OWL and RuleML. Parsia, B., Sirin, E., Grau. B., C., Ruckhaus, E., Hewlett, D., Cautiously Approaching SWRL, University of Maryland, College Park MD USA.

Lee, H., Chi, Y., Mehta, M.R., 2007, Applying Semantic Web Rules to Business-to-Business Negotiation, Contemporary Management Research Pages 139-150, Vol. 3, No. 2, June 2007 W3C (2004a). SWRL: A Semantic Web Rule Language Combining OWL and RuleML. Diakses pada tanggal 01 Juni 2011, http://www.w3.org/submission/swrl. Handayani, R., 2009, Penerapan Travel Planing Dan Context-Aware Information Services Berbasis Web Semantik Untuk Sistem Pariwisata Di Indonesia, Tugas Akhir,, Fakultas Teknologi Informasi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember