BAB V SIMPULAN DAN SARAN

dokumen-dokumen yang mirip
PENGENDALIAN KUALITAS CRUDE PALM OIL

Keywords : Quality Control, Product Defect and Statistical Process Control (SPC)

PerusahaanMinyak Kelapa Sawit PT. Kalimantan. Sanggar Pusaka Dalam Upaya Mengendalikan. Tingkat Kerusakan Produk Menggunakan Alat

BAB 3 METODOLOGI. 3.1 Alat dan Bahan Alat-alat - Beaker glass 50 ml. - Cawan porselin. - Neraca analitis. - Pipet tetes.

PT. BANGKITGIAT USAHA MANDIRI

BAB 1 PENDAHULUAN. Pengolahan tandan buah segar (TBS) di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dimaksudkan untuk

BAB I LATAR BELAKANG

TUGAS AKHIR WINDA WAHYUNI SILITONGA

BAB I PENDAHULUAN. Dewasa ini pemerintah sedang menggalakkan produksi non-migas,

BAB2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. dihasilkan oleh perusahaan. Bahan baku suatu perusahaan industri dapat

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

KARYA ILMIAH AGUS PURNAMASARI

PENETAPAN KADAR ASAM LEMAK BEBAS (ALB) MINYAK KELAPA SAWIT (CPO) DI PT PERKEBUNAN NUSANTARA IV (Persero) UNIT USAHA ADOLINA TUGAS AKHIR

SKRIPSI. Oleh: NOFRIZAL AMRI

1 PENDAHULUAN. Sumber : Direktorat Jendral Perkebunan (2014) Gambar 2 Perkembangan Produksi CPO Indonesia

BAB I PENDAHULUAN. tandan buah segar (TBS) sampai dihasilkan crude palm oil (CPO). dari beberapa family Arecacea (dahulu disebut Palmae).

MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESJA SALIN AN PERATURAN MENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA 30/PMK.05/2016 TENTANG

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

PERBANDINGAN HASIL ANALISIS BEBERAPA PARAMETER MUTU PADA CRUDE PALM OLEIN YANG DIPEROLEH DARI PENCAMPURAN CPO DAN RBD PALM OLEIN TERHADAP TEORETIS

I. PENDAHULUAN. Pabrik Kelapa Sawit (PKS) merupakan perusahaan industri yang bergerak

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR A. PENGOLAHAN KELAPA SAWIT MENJADI CPO. 1 B. PENGOLAHAN KELAPA SAWIT MENJADI PKO...6 KESIMPULAN DAFTAR PUSTAKA...

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. lemaknya, minyak sawit termasuk golongan minyak asam oleat-linolenat. Minyak

PERSETUJUAN. : Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara. Disetujui di Medan,Mei 2014

PEREKONOMIAN WILAYAH

BAB I PENDAHULUAN. Seumantoh adalah perusahaan yang bergerak dalam pengolahan Tandan Buah

PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR :... TAHUN... TENTANG PENGELOLAAN LIMBAH INDUSTRI MINYAK SAWIT MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP,

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG (PKL) DI PT. PERKEBUANAN NUSANTARA VII (Persero) UNIT BEKRI KAB. LAMPUNG TENGAH PROV. LAMPUNG. Oleh :

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

LAMPIRAN A ANALISA MINYAK

Oleh: Ridzky Nanda Seminar Tugas Akhir

VII. FAKTOR-FAKTOR DOMINAN BERPENGARUH TERHADAP MUTU

BAB I PENDAHULUAN. memperhatikan kelestarian sumber daya alam (Mubyarto, 1994).

BAB I PENDAHULUAN. Pengendalian kualitas merupakan taktik strategi perusahaan dalam persaingan

PT. BANGKITGIAT USAHA MANDIRI

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Otomasi adalah penggunaan berbagai sistem kontrol untuk peralatan operasi seperti

IDENTIFIKASI SISTEM PENGENDALIAN KUALITAS PROSES PENGOLAHAN KELAPA SAWIT DENGAN MENGGUNAKAN DEMING S VIEW PRODUCTION SYSTEM. M. Hudori.

LAMPIRAN 1 DATA BAHAN BAKU

BAB I PENDAHULUAN. suatu peralatan yang dapat mempermudah pekerjaan teknik pengontrolan besaran.

PENETAPAN KADAR ASAM LEMAK BEBAS PADA CPO (CRUDE PALM OIL) TUGAS AKHIR

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR :... TAHUN... TENTANG PENGELOLAAN LIMBAH INDUSTRI MINYAK SAWIT MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP,

BAB I PENDAHULUAN. ditanam di hampir seluruh wilayah Indonesia. Bagian utama dari kelapa sawit yang diolah adalah

Operation Management Perencanaan Kebutuhan Kendaraan Angkutan Tandan Buah Segar (TBS) di Perkebunan Kelapa Sawit

BAB II LANDASAN TEORI

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

KARYA ILMIAH AFRIZAL SAPUTRA

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB I PENDAHULUAN. dicapai oleh perusahaan adalah pencapaian laba optimum. Pencapaian laba dirasa

DAFTAR ISI. Halaman LEMBAR PENGESAHAN... i KATA PENGANTAR... v DAFTAR ISI... vii DAFTAR TABEL... ix DAFTAR GAMBAR... x DAFTAR LAMPIRAN...

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. proses kemajuan dan kemunduran suatu perusahaan, artinya meningkatkan

BAB III METODE PENELITIAN. dan juga produk jadi Crude Palm Oil (CPO) PT Kalimantan Sanggar Pusaka

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. pada sektor pertanian. Wilayah Indonesia yang luas tersebar diberbagai. meningkatkan perekonomian adalah kelapa sawit. Gambar 1.

KAJIAN JUMLAH TANDAN BUAH SEGAR DAN GRADING DI PT. SAWIT SUKSES SEJAHTERA KECAMATAN MUARA ANCALONG KABUPATEN KUTAI TIMUR PROPINSI KALIMANTAN TIMUR

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

PENGARUH UMPAN MINYAKDAN UMPANOLAHANTERHADAP KADARKEHILANGANMINYAKKELAPA SAWIT(LOSSES) PADA UNIT DECANTERDI PKS PT. MULTIMAS NABATI ASAHAN TUGAS AKHIR

PENENTUAN ASAM LEMAK BEBAS (ALB) DAN KADAR AIR PADA PALM KERNEL OIL (PKO) DI PT. PERKEBUNAN NUSANTARA IV (PERSERO) PABATU KARYA ILMIAH

BAB I PENDAHULUAN. PT. Suryaraya Lestari 1 merupakan salah satu industri berskala besar yang

INDUSTRI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT INDONESIA In House Training Profil Bisnis Industri Kelapa Sawit Indonesia Medan, Mei 2011

LAPORAN KERJA PRAKTEK

VI. PENINGKATAN MUTU PRODUK KOMODITAS BERBASIS KELAPA SAWIT

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

V. GAMBARAN UMUM INDUSTRI KELAPA SAWIT INDONESIA

BAB II LANDASAN TEORI. dari tempurung dan serabut (NOS= Non Oil Solid).

I. PENDAHULUAN. manusia dalam memecahkan masalah-masalah yang rumit sehingga didapatkan

PERANCANGAN TATA LETAK PABRIK KELAPA SAWIT SEI BARUHUR PT. PERKEBUNAN NUSANTARA III UNTUK MENINGKATKAN KAPASITAS PRODUKSI

BAB I PENDAHULUAN. Agribisnis kelapa sawit mempunyai peranan yang sangat besar dalam

SISTEM INFORMASI BIAYA POKOK UNTUK MEMPRODUKSI CPO DI PKS TANAH PUTIH. Oleh AHMAD FAUZI LUBIS

BAB I PENDAHULUAN. dapat bertahan dalam persaingan maka perlu diterapkan kebijakan-kebijakan dalam

TUGAS AKHIR MESTIKA Y. D. OPPUSUNGGU

KAJIAN PENGEMBANGAN KONTRAK BERJANGKA CPO

Bab I Pengantar. A. Latar Belakang

LAMPIRAN 1 DATA BAHAN BAKU

II. TINJAUAN PUSTAKA

ANALISIS OIL LOSSES PADA FIBER DAN BROKEN NUT DI UNIT SCREW PRESS DENGAN VARIASI TEKANAN

BAB I PENDAHULUAN. Pada dasarnya setiap perusahaan memiliki rencana pengembangan. bisnis perusahaan untuk jangka waktu yang akan datang.

BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. PT. Salim Ivomas Pratama Tbk Kabupaten Rokan Hilir didirikan pada

DAFTAR ISI. Halaman KATA PENGANTAR... i DAFTAR ISI... iii DAFTAR TABEL... v DAFTAR GAMBAR... viii DAFTAR LAMPIRAN... ix

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Sebagai minyak atau lemak, minyak sawit adalah suatu trigliserida, yaitu senyawa

Dr. Ir. J un Elisabeth M.Sc Ketua

PROSES PENGOLAHAN CPO DI PT MURINIWOOD INDAH INDUSTRI. Oleh : Nur Fitriyani. (Di bawah bimbingan Ir. Hj Evawati, MP) RINGKASAN

BAB 1 PENDAHULUAN. pengendalian kualitas dalam pembuatan produk. standar (Montgomery, 1990). Statistical Quality Control (SQC) merupakan salah

TUGAS AKHIR EVALINA KRISTIANI HUTAHAEAN

BAB I PENDAHULUAN. Tahun

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. kerja yang aman dan nyaman serta karyawan yang sehat dapat mendorong

ANALISIS KONSISTENSI MUTU DAN RENDEMEN CRUDE PALM OIL (CPO) DI PABRIK KELAPA SAWIT TANJUNG SEUMANTOH PTPN I NANGGROE ACEH DARUSSALAM

I. PENDAHULUAN. masyarakat Indonesia salah satunya di Provinsi Sumatera Selatan. Pertanian

LAMPIRAN 1 DATA BAHAN BAKU

RANCANG BANGUN MESIN SORTIR KELAPA SAWIT BERBASIS MIKROKONTROLLER ATMEGA328 LAPORAN TUGAS AKHIR

PRA-RANCANGAN PABRIK PEMBUATAN MINYAK MAKAN MERAH DARI CRUDE PALM OIL (CPO) DENGAN KAPASITAS TON / TAHUN

BAB III OBJEK DAN DESAIN PENELITIAN. PT Dinamika Cipta Sentosa berdiri sejak Tahun 1993, bidang usaha yang dijalani oleh

Transkripsi:

BAB V SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan Berdasarkan analisis yang telah dilakukam maka simpulan dari penelitian ini adalah : 1. Bahan Baku. a. Pelaksanaan pengendalian kualitas penerimaan TBS (Tandan Buah Segar) PT. Kalimantan Sanggar Pusaka pada bulan Mei 2016 berada didalam batas kendali, hal ini dikarenakan tidak ada titik-titik yang berada di luar batas kendali. b. Jenis kerusakan yang dominan pada proses penerimaan TBS (Tandan Buah Segar) PT. Kalimantan Sanggar Pusaka pada bulan Mei 2016 adalah banyaknya terdapat fraksi buah F0 (disebut buah mentah). c. Penyebab tingginya proses penerimaan TBS (Tandan Buah Segar) jenis kerusakan F0 (disebut buah mentah) PT. Kalimantan Sanggar Pusaka pada bulan Mei 2016 disebabkan oleh beberapa faktor antara lain : faktor metode, faktor manusia, faktor umur tanaman, dan faktor teknik budidaya. Faktor utama sendiri yang menyebabkan tingginya penerimaan TBS dengan Fraksi F0 (disebut buah mentah) adalah dikarenkan faktor manusia yang dengan sengaja mencampur buah mentah dengan buah matang. 108

109 2. Proses Produksi. a. Oil Production Line I dan II. 1) Free Fatty Acid / Asam Lemak Bebas (FFA). Pelaksanaan pengendalian kualitas Free Fatty Acid / Asam Lemak Bebas (FFA) PT. Kalimantan Sanggar Pusaka pada bulan Mei 2016 berada didalam batas kendali, hal ini dikarenakan tidak ada titik-titik yang berada di luar batas kendali. 2) Moisture / Kadar Air dalam Minyak (MOIST). Pelaksanaan pengendalian Moisture / Kadar Air dalam Minyak (MOIST) PT. Kalimantan Sanggar Pusaka pada bulan Mei 2016 secara umum berada didalam batas kendali, namun masih terdapat 2 titik yang masih berada diluar batas kendali. 3) Dirty / Kadar Kotoran dalam Minyak (DIRT). Pelaksanaan pengendalian kualitas Dirty / Kadar Kotoran dalam Minyak (DIRT) PT. Kalimantan Sanggar Pusaka pada bulan Mei 2016 secara umum berada didalam batas kendali, namun masih terdapat 2 titik yang masih berada diluar batas kendali. b. Jenis kerusakan CPO (Crude Palm Oil) pada Oil Production PT. Kalimantan Sanggar Pusaka bulan Mei 2016 adalah tingginya kadar Moisture / Kadar Air dalam Minyak (MOIST) dan tingginya kadar Dirty / Kadar Kotoran dalam Minyak (DIRT).

110 c. Penyebab tingginya kadar Moisture / Kadar Air dalam Minyak (MOIST) dan tingginya kadar Dirty / Kadar Kotoran dalam Minyak (DIRT) CPO (Crude Palm Oil) pada Oil Production PT. Kalimantan Sanggar Pusaka pada bulan Mei 2016 disebabkan beberapa faktor diantaranya : faktor metode, faktor lingkungan, faktor bahan baku, dan faktor mesin. Faktor utama yang menyebabkan tingginya kadar Moisture / Kadar Air dalam Minyak (MOIST) dan tingginya kadar Dirty / Kadar Kotoran dalam Minyak (DIRT) adalah faktor mesin. 3. Produk Akhir. a. Storage Tank no IV dan V. 1) Free Fatty Acid / Asam Lemak Bebas (FFA). Pelaksanaan pengendalian kualitas Free Fatty Acid / Asam Lemak Bebas (FFA) PT. Kalimantan Sanggar Pusaka pada bulan Mei 2016 berada didalam batas kendali, hal ini dikarenakan tidak ada titik-titik yang berada di luar batas kendali. 2) Moisture / Kadar Air dalam Minyak (MOIST). Pelaksanaan pengendalian Moisture / Kadar Air dalam Minyak (MOIST) PT. Kalimantan Sanggar Pusaka pada bulan Mei 2016 secara umum berada didalam batas kendali, namun masih terdapat 14 titik yang masih berada diluar batas kendali.

111 3) Dirty / Kadar Kotoran dalam Minyak (DIRT). Pelaksanaan pengendalian kualitas Dirty / Kadar Kotoran dalam Minyak (DIRT) PT. Kalimantan Sanggar Pusaka pada bulan Mei 2016 secara umum berada didalam batas kendali, namun masih terdapat 6 titik yang masih berada diluar batas kendali. b. Jenis kerusakan CPO (Crude Palm Oil) pada Storage Tank no IV dan V PT. Kalimantan Sanggar Pusaka bulan Mei 2016 adalah tingginya kadar Moisture / Kadar Air dalam Minyak (MOIST) dan Dirty / Kadar Kotoran dalam Minyak (DIRT). c. Penyebab tingginya kadar Moisture / Kadar Air dalam Minyak (MOIST) CPO (Crude Palm Oil) dan Dirty / Kadar Kotoran dalam Minyak (DIRT) pada Storage Tank no IV dan V PT. Kalimantan Sanggar Pusaka pada bulan Mei 2016 disebabkan beberapa faktor diantaranya : faktor metode, faktor lingkungan, faktor bahan baku, dan faktor mesin. Faktor utama yang menyebabkan tingginya kadar Moisture / Kadar Air dalam Minyak (MOIST) dan tingginya kadar Dirty / Kadar Kotoran dalam Minyak (DIRT) adalah faktor mesin. B. Saran Berdasarkan simpulan diatas maka saran dari penelitian ini adalah: 1. Bagi PT. Kalimantan Sanggar Pusaka.

112 a. Bahan Baku. 1) Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan bahwa pelaksanaan pengendalian kualitas penerimaan TBS (Tandan Buah Segar) PT. Kalimantan Sanggar Pusaka pada bulan Mei masih didalam batas kendali hal ini dikarenakan tidak terdapat titik-titik yang berada diluar batas kendali. Melihat hal tersebut tentunya perusahaan harus tetap meningkatkan pengawasan kualitas penerimaan TBS (Tandan Buah Segar) khususnya perusahaan harus dapat meminamalisir masuknya buah dengan frraksi F0 (disebut buah mentah). 2) Berdasarkan hasil penelitian diketahui 4 faktor yang menjadi penyebab tingginya penerimaan TBS (Tandan Buah Segar) fraksi F0 (disebut buah mentah) faktor manusia dan faktor umur tanaman menjadi faktor yang paling dominan pada penyebab tingginya penerimaan TBS (Tandan Buah Segar) fraksi F0 (disebut buah mentah). Oleh karena itu PT. Kalimantan Sanggar Pusaka sebaiknya memberikan sosialisai kepada petani terkait standar buah yang diterima oleh perusahaan, dan juga PT. Kalimantan Sanggar Pusaka sebaiknya sudah mulai melakukan peremajaan dan penaman Kelapa Sawit kembali karena sebagian besar umur tanaman sudah memasuki umur tidak produktif. b. Proses Produksi. 1) Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan bahwa pelaksanaan pengendalian kualitas CPO (Crude Palm Oil) Oil Production Line I

113 dan II PT. Kalimantan Sanggar Pusaka pada bulan Mei 2016 diketahui bahwa terdapat penyimpangan pada kadar CPO (Crude Palm Oil) yaitu tingginya pada kadar Moisture / Kadar Air dalam Minyak (MOIST) dan Dirty / Kadar Kotoran dalam Minyak (DIRT). Melihat hal tersebut tentunya perusahaan harus mengadakan perbaikan dan perhatian pada mesin Vacum Dryer dan Purifier. 2) Berdasarkan hasil penelitian diketahui 4 faktor yang menjadi penyebab tingginya kadar Moisture / Kadar Air dalam Minyak (MOIST) dan Dirty / Kadar Kotoran dalam Minyak (DIRT) faktor mesin menjadi faktor yang utama pada tingginya kadar Moisture / Kadar Air dalam Minyak (MOIST) dan Dirty / Kadar Kotoran dalam Minyak (DIRT). Oleh karena itu PT. Kalimantan Sanggar Pusaka sebaiknya melakukan perawatan terhadap mesin dikarenakan usia mesin yang sudah tua, atau perusahaan dapat membeli mesin baru guna lebih meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan. c. Produk Akhir. 1) Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan bahwa pelaksanaan pengendalian kualitas CPO (Crude Palm Oil) Storage Tank no IV dan V PT. Kalimantan Sanggar Pusaka pada bulan Mei 2016 diketahui bahwa terdapat penyimpangan pada kadar CPO (Crude Palm Oil) yaitu tingginya pada kadar Moisture / Kadar Air dalam Minyak (MOIST) dan Dirty / Kadar Kotoran dalam Minyak (DIRT). Melihat

114 hal tersebut tentunya perusahaan harus mengadakan perbaikan dan perhatian pada mesin Vacum Dryer, Boiler Purifier. 2) Berdasarkan hasil penelitian diketahui 4 faktor yang menjadi penyebab tingginya kadar Moisture / Kadar Air dalam Minyak (MOIST) dan Dirty / Kadar Kotoran dalam Minyak (DIRT) faktor mesin menjadi faktor yang utama pada tingginya kadar Moisture / Kadar Air dalam Minyak (MOIST) dan Dirty / Kadar Kotoran dalam Minyak (DIRT). Oleh karena itu PT. Kalimantan Sanggar Pusaka sebaiknya melakukan perawatan terhadap mesin dikarenakan usia mesin yang sudah tua, atau perusahan dapat membeli mesin baru guna lebih meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan. 2. Bagi Peneliti Selanjutnya. Diharapkan fokus penelitian dapat lebih berkembang, khususnya pada bagian proses produksi dimana fokus penelitian tidak hanya pada Oil Production Line tetapi meluas ke proses pemurnian (Purifier Line I dan II) sehingga dapat diketahui penyebab utama kerusakan proses produksi Crude Palm Oil (CPO).