BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang PT Netciti Persada sebagai salah satu operator telekomunikasi di Indonesia yang bergerak di bidang Community Service Provider dituntut untuk selalu memberikan performansi yang terbaik bagi pelanggan dan juga selalu reliabel dalam setiap menangani permasalahan untuk mencapai kepuasan pelanggan. PT Netciti Persada memperluas jaringannya di area Alam Sutera dengan membangun jaringan fiber optik hingga ke pelanggan di bangunan bertingkat atau biasa disebut Fiber To The Building (FTTB). Salah satu perluasan jaringan ini dilakukan di Apartemen Paddington Heights Alam Sutera. Apartemen Paddington Heights merupakan apartemen yang terletak di kawasan Alam Sutera Tangerang dan sudah diimplementasikan oleh jaringan FTTB. Central Office yang digunakan untuk mendukung jaringan fiber optik di apartemen ini adalah Central Office Synergy Building Alam Sutera Lantai 16. Masalah yang terjadi pada jaringan fiber optik ini adalah desain awal jaringan komunikasi fiber optik dengan menggunakan triple-stage splitter tidak bekerja atau tidak sesuai dengan persyaratan jaringan komunikasi fiber optik yaitu Prx (Power Receive) minimum daya sensitifitas detektor ONT sebesar -28 dbm. Hasil pengukuran sebelumnya didapatkan nilai Prx sebesar -34,83 dbm yang artinya nilai Prx tersebut lebih kecil dari nilai minimum daya sensitifitas detektor ONT sehingga jaringan fiber optik tersebut tidak layak beroperasi. Dalam analisis ini dilakukan perhitungan matematis, pengukuran di lapangan, dan simulasi dengan menggunakan simulator Optisystem. Alasan digunakan Optisystem karena memiliki komponen yang lebih lengkap untuk sistem jaringan komunikasi fiber optik pada OSI layer 1 (physical) jika dibandingkan 1
2 dengan software lainnya seperti Cisco Packet Tracer yang lebih mengutamakan pada OSI layer 2 (data link) dan OSI layer 3 (Network - Communications). Beberapa penelitian terkait yang digunakan sebagai referensi dan perbandingan antara lain sebagai berikut : 1. Ivia Cale, Aida Salihovic dan Matija Ivekovic, 2007, melakukan analisis mengenai arsitektur jaringan GPON dan power budget pada sistem GPON untuk mengetahui jarak maksimum dari sebuah jaringan GPON dengan metode perhitungan matematis.[1] 2. Md. Masud Rana, Md. Saiful Islam, 2008, melakukan analisis terhadap jaringan komunikasi fiber optik untuk jaringan backbone / feeder fiber optik. Parameter analisis yang dilakukan pada analisis ini adalah power budget dan link budget secara umum. Perancangan link design dilakukan dengan menggunakan simulasi komputer yang menyediakan pemodelan sesuai dengan kondisi nyata. Kombinasi jaringan yang digunakan pada simulasi komputer tersebut terbagi menjadi 3 bagian yaitu LASER-GI (Graded Index)-APD, LASER-SI (Step Index)-APD, LASER-SI (Step Index)-PIN. LASER-SI-PIN memberikan hasil analisis optimum yang disebut dengan lowest cost combination dimana menghasilkan kombinasi dengan maksimum panjang jangkauan jaringan lebih dari 10 km yaitu 12 km dengan data rate sebesar 45,65 Mbps.[2] 3. Xiang Yang dan Yang Hechao, 2010, melakukan analisis eksperimen simulasi jaringan komunikasi WDM (Wavelength Division Multiplexing) dan simulasi sistem optikal amplifier dengan Optisystem yang hasilnya dapat diamati pada spectrum analyzer yang ada di Optisystem.[3] 4. Mahmoud M. Al-Quzwini, 2014, melakukan analisis perancangan jaringan komunikasi fiber optik untuk menentukan masalah yang terjadi pada kabel fiber optik yang telah diimplementasikan dengan metode
3 pengujian OTDR (Optical Time Domain Reflectometer) dan Laser Source / Power Meter yang berfungsi memonitor attenuation loss dan mengetahui lokasi gangguan pada jaringan backbone/feeder fiber optik.[4] 5. Alla Abbas Khadir, Baydaa F. Dhahir dan Xiquan Fu, 2014, melakukan analisis pada simulasi jaringan DWDM (Dense-Wavelength Division Multiplexing) dan menganalisis kanal spektrum yang diamati pada spectrum analyzer dengan menggunakan Optisystem. Selain itu, melakukan eksperimen tiga skema sistem Dispersion Compensating Fiber (DCF) yaitu pre, post, dan symmetrical yang hasil penguatan pulsa DCF itu dapat diamati dengan Optical Time Domain Visualizer pada Optisystem. Melakukan analisis terhadap simulasi sistem DBM (Duo- Binary Modulation) yang hasilnya dapat diamati dengan Optical Time Domain Visualizer dan Spectrum Analyzer pada Optisystem.[5] Oleh karena itu, penganalisisan ini akan membahas mengenai analisis jaringan FTTB dari Central Office (CO) Synergy Building Lt.16 Alam Sutera ke Apartemen Paddington Heights Alam Sutera dengan parameter uji berupa nilai Link Power Budget, Rise Time Budget baik secara perhitungan matematis, pengukuran, dan juga simulasi. Selain itu parameter uji yang dilakukan lainnya pada penganalisisan ini adalah menganalisis nilai Bit Error Ratio (BER) pada simulasi Optisystem beserta menganalisis diagram mata yang ditampilkan oleh BER Analyzer pada Optisystem.
4 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, maka permasalahan yang timbul adalah bagaimana cara membuat jaringan komunikasi fiber optik yang eksisting yaitu antara CO dengan Apartemen Paddington Heights Alam Sutera dapat beroperasi sesuai dengan persyaratan Prx (Power Receive) minimum daya sensitifitas detektor ONT sebesar -28 dbm, dengan menggunakan metode parameter pengujian berupa nilai Link Power Budget, Rise Time Budget baik secara perhitungan matematis, pengukuran, dan juga simulasi. 1.3 Batasan Masalah Pembatasan masalah dalam penganalisisan ini adalah : 1. Software yang digunakan untuk simulasi jaringan FTTB ini adalah Optisystem. 2. Analisis hanya dilakukan pada jaringan fiber optik dengan jarak terjauh karena mewakili untuk jarak yang terdekat. 3. Perhitungan matematis hanya dilakukan untuk parameter uji yaitu link power budget, rise time budget. Sedangkan analisis nilai Bit Error Ratio (BER) dilakukan hanya berdasarkan simulasi pada Optisystem dengan menggunakan elemen BER Analyzer. 1.4 Tujuan Tujuan penganalisisan jaringan komunikasi fiber optik ini adalah untuk menganalisis jaringan komunikasi fiber optik triple-stage splitter yang ada dengan menggunakan parameter uji link power budget, rise time budget dan juga bit error ratio (BER) serta melakukan perbaikan pada jaringan yang ada sehingga dapat beroperasi sesuai dengan persyaratan jaringan komunikasi fiber optik yaitu nilai Prx (Power Receive) minimum daya sensitifitas detektor ONT sebesar -28 dbm.
5 1.5 Metode Penulisan Metode yang digunakan di dalam penganalisisan ini antara lain : 1. Studi Literatur Melalui berbagai literatur, buku, jurnal, dan media lain yang berhubungan dengan pokok bahasan analisis. 2. Studi Lapangan Melakukan pengambilan data langsung di lokasi penelitian. 3. Eksperimen Melakukan eksperimen analisis dengan menggunakan alat bantu software Optisystem. 4. Desain dan Perhitungan Menganalisis desain jaringan komunikasi fiber optik yang telah ada dan melakukan perhitungan secara matematis serta memperbaiki desain jaringan komunikasi fiber optik yang telah ada agar dapat beroperasi sesuai dengan persyaratan jaringan komunikasi fiber optik yaitu nilai Prx (Power Receive) minimum daya sensitifitas detektor ONT sebesar -28 dbm. 1.6 Sistematika Penulisan Untuk memberikan gambaran terhadap penulisan analisis ini, sistematika penulisan dibagi menjadi beberapa bab sebagai berikut : BAB I : PENDAHULUAN Berisikan Latar Belakang, Rumusan Masalah, Batasan Masalah, Tujuan, Waktu dan Tempat Pelaksanaan, Metode Penulisan, dan Sistematika Penulisan. BAB II : LANDASAN TEORI Berisikan penjelasan teori secara singkat yang mendukung penganalisisan ini diantaranya terkait tentang konsep sistem komunikasi serat optik, teori yang berkaitan dengan
6 permasalahan yang dirumuskan, Jaringan FTTB, dan Perangkat FTTB BAB III : METODE ANALISIS Berisikan penjelasan tentang metode yang digunakan dalam melakukan analisis jaringan komunikasi fiber optik dan berisikan pengambilan data, pemodelan sistem berupa flow chart pengerjaan tugas akhir terhadap pengujian, dan spesifikasi perangkat yang digunakan. BAB IV : ANALISIS DAN PENGUJIAN Berisikan penjelasan tentang hasil analisis perhitungan jaringan fiber optik yang telah diimplementasikan pada Apartemen Paddington Heights Alam Sutera, berisikan tentang solusi yang harus dilakukan terhadap jaringan komunikasi fiber optik yang tidak dapat beroperasi dan juga pengujian jaringan FTTB tersebut dengan bantuan OptiSystem software. BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN Berisikan kesimpulan hasil analisis dan simulasi dari penganalisisan ini, serta saran yang dapat dijadikan acuan terhadap penelitian selanjutnya. DAFTAR PUSTAKA Memuat judul dan referensi buku serta sumber lainnya yang menjadi acuan dalam pembuatan penulisan analisis ini.