POSITRON, Vol. IV, No. 1 (2014), Hal ISSN :

dokumen-dokumen yang mirip
JURNAL RONA TEKNIK PERTANIAN ISSN :

BAB III PERENCANAAN DAN GAMBAR

2.1 Pengertian Umum Mesin Pemipil Jagung. 2.2 Prinsip Kerja Mesin Pemipil Jagung BAB II DASAR TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. perancangan yaitu tahap identifikasi kebutuhan, perumusan masalah, sintetis, analisis,

PERANCANGAN PISAU MESIN PEMIPIL DAN PENGHANCUR BONGGOL JAGUNG HADIYATULLAH

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2013 sampai dengan Maret 2013

JURNAL RONA TEKNIK PERTANIAN ISSN : Analisis Sudut Lempar Gabah Pada Mesin Pembersihan Gabah Dengan Media Aliran Udara

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini berlangsung dalam 2 (dua) tahap pelaksanaan. Tahap pertama

Mulai. Studi Literatur. Gambar Sketsa. Perhitungan. Gambar 2D dan 3D. Pembelian Komponen Dan Peralatan. Proses Pembuatan.

SEMINAR KOMPREHENSIF ANALISIS TEKNIK, UJI KINERJA, DAN ANALISIS EKONOMI MESIN PELECET KACANG KEDELAI EDAMAME. Angga Fajar S ( )

II. PASCA PANEN KAYU MANIS

HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG [1] Tidak diperkenankan mengumumkan, memublikasikan, memperbanyak sebagian atau seluruh karya ini

HASIL DAN PEMBAHASAN

PENGEMBANGAN MESIN PENYOSOH SORGUM Oleh : Ana Nurhasanah, Novi Sulistyosari, Mardison dan Abi Prabowo Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian

BAHAN DAN METODE. Adapun bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah tulang

RANCANG BANGUN MESIN PEMECAH BIJI KEMIRI DENGAN SISTEM BENTUR

PENDAHULUAN. dihasilkan dan disiapkan dengan menggunakan tenaga otot manusia. Berabadabad

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2012 sampai Mei 2012 di

BAB II DASAR TEORI 2.1 Sistem Transmisi 2.2 Motor Listrik

SISTEM MEKANIK MESIN SORTASI MANGGIS

PERANCANGAN MESIN PEMIPIL DAN PENGHANCUR BONGGOL JAGUNG AGAM CHAIRUL ACHYAR

PEMBUATAN MESIN PARUT NANGKA MUDA UNTUK PRODUKSI MEGONO

IV. ANALISA PERANCANGAN

SOAL DINAMIKA ROTASI

IV. PENDEKATAN DESAIN A. KRITERIA DESAIN B. DESAIN FUNGSIONAL

BAB II DASAR TEORI 2.1 Konsep Perencanaan 2.2 Motor 2.3 Reducer

BAB III METODOLOGI Diagram Alur Produksi Mesin. Gambar 3.1 Alur Kerja Produksi Mesin

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan Oktober 2013.

Mesin pemecah biji dan pemisah kulit kakao - Syarat mutu dan metode uji

RANCANG BANGUN MESIN PEMECAH BIJI KEMIRI DENGAN SISTEM BENTUR

RANCANG BANGUN ALAT PENGIRIS BAWANG MERAH KAPASITAS 46 KG/JAM

Mesin pemecah buah dan pemisah biji kakao - Syarat mutu dan metode uji

METODOLOGI PENELITIAN. Waktu dan Tempat Penelitian. Alat dan Bahan Penelitian. Prosedur Penelitian

ANALISA PERANCANGAN. Maju. Penugalan lahan. Sensor magnet. Mikrokontroler. Motor driver. Metering device berputar. Open Gate

BAB III PERENCANAAN DAN PERHITUNGAN

TEKNIK PENGODOLAN KAPUK DARI BUAH RANDU DENGAN METODE ROTASI ROTOR 14 BATANG PENGODOL

Pengolahan lada putih secara tradisional yang biasa

Jurnal Ilmiah TEKNIKA ISSN: PENGARUH PUTARAN PISAU TERHADAP KAPASITAS DAN HASIL PERAJANGAN PADA ALAT PERAJANG SINGKONG

Kentang yang seragam dikupas dan dicuci. Ditimbang kentang sebanyak 1 kg. Alat pemotong kentang bentuk french fries dinyalakan

BAB I PENDAHULUAN. hidupnya dengan bercocok tanam.tanah Indonesia yang subur dan iklimnya yang tropis

Mulai. Merancang bentuk alat. Menggambar dan menentukan dimensi alat. Memilih bahan. Diukur bahan yang akan digunakan

Dinamika Rotasi, Statika dan Titik Berat 1 MOMEN GAYA DAN MOMEN INERSIA

4 PENDEKATAN RANCANGAN. Rancangan Fungsional

Kajian Kinerja Mesin Pengaduk Pada Proses Pembuatan Pati Aren (Arenga pinnata Merr.)

BAB IV PERHITUNGAN DAN PEMBAHASAN

PERANCANGAN MESIN PEMERAS SANTAN DENGAN SISTEM ROTARI KAPASITAS 281,448 LITER/JAM

BAB IV PERHITUNGAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB II DASAR TEORI 2.1. Sistem Transmisi Motor Listrik

BAB II DASAR TEORI. c) Untuk mencari torsi dapat dirumuskan sebagai berikut:

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. buah silinder dilengkapi bearing dan sabuk. 2. Penggunaan PLC (Programmable Logic Controller) sebagai pengontrol

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Konstruksi Mesin Pengupas Kulit Kentang

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini berlangsung dalam 2 (dua) tahap pelaksanaan. Tahap pertama

Seminar Nasional Mesin dan Industri (SNMI4) 2008

TINJAUAN LITERATUR. Buah jeruk merupakan salah satu jenis buah-buahan yang paling banyak

RANCANG BANGUN ALAT PENGUPAS KULIT BIJI MELINJO UNTUK PENGEMBANGAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH DI DESA MESOYI KECAMATAN TALUN KABUPATEN PEKALONGAN

BAB II DASAR TEORI Sistem Transmisi

IBM KELOMPOK USAHA (UKM) JAGUNG DI KABUPATEN GOWA

KAJIAN KINERJA MESIN PENGADUK PADA PROSES PEMBUATAN PATI AREN (ARENGA PINNATA MERR.) 1

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB V HASIL PENGUJIAN MESIN PENGUPAS DAN PEMISAH. KULIT BUAH KOPI KERIabelNG

BAB III PROSES MANUFAKTUR. yang dilakukan dalam proses manufaktur mesin pembuat tepung ini adalah : Mulai. Pengumpulan data.

RANCANG BANGUN BAGIAN PENGADUK PADA MESIN PENCETAK PAKAN PELLET IKAN

BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

OPTIMASI RANCANG BANGUN ALAT PEMERAS BUAH JERUK DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM PERPUTARAN MOTOR LISTRIK 0,3 HP

MESIN PENGGILING JAGUNG TIPE HAMMER MILL

HASIL DAN PEMBAHASAN

Mulai. Merancang bentuk alat. Menggambar dan menentukan dimensi alat. Memilih bahan. Diukur bahan yang akan digunakan

PREDIKSI UAS 1 FISIKA KELAS X TAHUN 2013/ Besaran-besaran berikut yang merupakan besaran pokok adalah a. Panjang, lebar,luas,volume

DAFTAR PUSTAKA. Anonim Pedoman Teknologi Kakao. Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia. Jember.

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

FISIKA. Kelas X PENGUKURAN K-13. A. BESARAN, SATUAN, DAN DIMENSI a. Besaran

Mulai. Merancang bentuk alat. Menggambar dan menentukan dimensi alat. Memilih bahan. Mengukur bahan yang akan digunakan

Lampiran 1 Analisis aliran massa serasah

BAB II LANDASAN TIORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Variasi Ukuran Puli Terhadap Produksi Hasil Alat Penumbuk Jengkol

BAB IV ANALISA PENGUJIAN DAN PERHITUNGAN BLOWER

PERANCANGAN KOMPRESOR TORAK UNTUK SISTEM PNEUMATIK PADA GUN BURNER

V.HASIL DAN PEMBAHASAN

IV. PENDEKATAN DESAIN

PERENCANAAN MESIN PENGUPAS KULIT KEDELAI DENGAN KAPASITAS 100 KG/JAM

Mulai. Merancang bentuk alat. - Menentukan dimensi alat - Menghitung daya yang diperlukan - Menghitung kecepatan putaran alat Menggambar alat

Oleh : Endiarto Satriyo Laksono Maryanto Sasmito

BAB 5 HASIL PERANCANGAN MESIN

METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di bengkel Mekanisasi Pertanian, Jurusan Teknik

PERAKITAN ALAT PENGAYAK PASIR SEMI OTOMATIK

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

KAJIAN PRA PANEN JERUK SIAM (Citrus suhuiensis Tan) UNTUK EKSPOR

PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Lampiran 1. Analisis Kebutuhan Daya Diketahui: Massa silinder pencacah (m)

METODOLOGI PENELITIAN

III. METODOLOGI. Penelitian ini dimulai pada bulan Juni-Agustus 2014 dengan lokasi penelitian

Presentasi Tugas Akhir

RANCANG BANGUN MESIN PEMARUT KELAPA SKALA RUMAH TANGGA BERUKURAN 1 KG PER WAKTU PARUT 9 MENIT DENGAN MENGGUNAKAN MOTOR LISTRIK 100 WATT

Perancangan Mesin Pembuat Tepung Tapioka

BAB III PERENCANAAN DAN GAMBAR

BAB IV PERHITUNGAN PERANCANGAN

PERANCANGAN MESIN PENCACAH BOTOL PLASTIK DENGAN MENGGUNAKAN METODE VDI Oleh TRIYA NANDA SATYAWAN

Transkripsi:

Model Efisiensi Mesin Sortasi Jeruk (Citrus nobilis) Tipe Rotasi dengan Pendekatan Analisis Dimensi Budi Setiawan 1), Suhendra 1) 1) Politeknik Negeri Sambas Email : setiawanbudi5379@yahoo.com Email : aka.suhendra@yahoo.com Abstrak Jeruk Siam merupakan produk pertanian unggulan utama di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Saat ini, proses sortasi oleh petani dilakukan secara manual dengan kelemahan membutuhkan waktu sortasi yang sangat lama, sehingga menimbulkan persoalan saat panen raya. Untuk mengatasi masalah tersebut perlu dikembangkan cara penyortiran secara mekanis. Mekanisme penyortiran yang dipilih dan diteliti menggunakan mekanisme pengayakan dengan silinder berputar yang diberi lubang-lubang dengan diameter sesuai ukuran buah jeruk. Bidang sortasi pada permukaan dalam silinder dilengkapi dengan alur pemisah. Pendekatan analisis dimensi digunakan untuk memperoleh persamaan matematis yang dapat digunakan untuk memprediksi efisiensi penyortiran mesin. Variabel bebas mesin yang dianalisis adalah spherecity (Φ), massa jenis buah (ρ), kemiringan bidang sortasi (θ), panjang lintasan bidang sortasi (L), kecepatan sortasi (v), massa input jeruk (m), diameter drum sortasi (D) dan lebar lintasan (j). Hasil simulasi efisiensi penyortiran dengan memvariasikan massa input menunjukkan hasil terbaik diperoleh pada massa input jeruk 2,12 kg dengan efisiensi penyortiran sebesar 68,24%. Sedangkan dengan memvariasikan kemiringan bidang sortasi menunjukkan bahwa hasil simulasi terbaik diperoleh pada kemiringan bidang sortasi 10 o dengan efisiensi penyortiran sebesar 68,61%. Persamaan yang diperoleh selanjutnya diverifikasi dengan cara membandingkan dengan data hasil pengujian. Analisis kesesuaian persamaan prediksi menunjukkan bahwa persamaan prediksi dapat diterima. Kata kunci : Jeruk Siam, mesin sortasi, model efisiensi 1. Pendahuluan Di Indonesia Jeruk Siam Pontianak (Citrus nobilis) dikenal memiliki warna kulit hijau kekuningan mengkilap dan warna daging ranum jingga. Dikenal sebagai komoditas andalan sejak awal tahun 80-an hingga sekarang, jeruk yang berasal dari Tebas, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat ini memiliki rasa manis yang khas. Peningkatan ekonomi rakyat melalui pembangunan pertanian di Kabupaten Sambas makin meningkat dikarenakan sektor ini masih dominan. Hal ini terlihat dari diterbitkannya Keputusan Bupati Sambas Nomor 163 A Tahun 2001 tanggal 20 Juli 2001 tentang penetapan jeruk sebagai komoditas unggulan daerah Kabupaten Sambas. Sebagai konsekuensi dari peraturan daerah tersebut, seluruh komponen pemerintah daerah dikerahkan untuk mendukung suksesnya pengembangan agribisnis jeruk di Kabupaten Sambas. Dukungan tersebut berupa kebijakan dan penyediaan sarana fisik yang mendukung berkembangnya investasi dan ekonomi dari aktivitas agribisnis jeruk Siam Pontianak (Direktorat Jenderal Bina Produksi Hortikultura, 2003) Karena sektor agribisnis jeruk mempunyai peluang besar untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi bangsa yang berdampak kedepannya kepada kesejahteraan masyarakat, maka Pemda Kabupaten Sambas menyediakan lahan seluas kurang lebih 11.000 hektar untuk pengembangan sektor agrobisnis jeruk (Animardik, 2006). Menurut Bappeda Kabupaten Sambas (2008), tanaman jeruk Siam yang telah berproduksi di Kabupaten Sambas mencapai 3.193.537 pohon dengan jumlah produksi 1.516.326 kwintal per musim. Jumlah ini setara dengan 42,25 % dari jumlah total produksi buah di Kabupaten Sambas. Peningkatan luas lahan tanaman jeruk perlu diantisipasi dengan teknologi budidaya dan pasca panen yang lebih baik. Di bidang pasca panen, saat ini masih terdapat masalah yaitu pada saat panen raya, terjadi permasalahan dalam hal sortasi. Sampai saat ini, proses sortasi oleh petani masih dilakukan secara manual dengan kelemahan membutuhkan waktu sortasi yang sangat lama. Sortasi tersebut dilakukan dengan cara mencocokkan setiap buah jeruk dengan standar ukuran yang terbuat dari kayu. Upaya menghindari waktu yang lama, banyak dijumpai kasus sortasi yang dilakukan oleh petani hanya berdasarkan ketajaman mata dan pengalaman penyortir. 11

Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan suatu perancangan dan analisis mesin sortasi jeruk yang diharapkan dapat membantu para petani jeruk maupun pengepul dalam melaksanakan usahanya. Penyortiran secara mekanis dapat dilakukan menggunakan ayakan (screen) bentuk datar dengan sistem translasi atau ayakan bentuk silinder dengan sistem rotasi. Ayakan dibuat miring, dimana salah satu bagian dibuat tinggi dari yang lainnya dengan penggetar secara vertikal atau horisontal sangat efektif untuk menyortir biji-bijian atau benda yang berbentuk lingkaran (Henderson, 1976). Sebagai pembanding, beberapa penelitian tentang sortasi telah dilakukan. Asmara (2006) telah melakukan penelitian pengaruh kemiringan rak sortasi terhadap hasil penyortiran buah duku, hasil penelitian menunjukkan bahwa kemiringan rak sortasi terbaik diperoleh pada sudut 20 o dengan jumlah duku yang tersortasi sempurna pada grade A adalah 72 %, grade B 64,68 % dan grade C adalah 84 %. Pusat penelitian kopi dan kakao (2004) telah merancang unit mesin sortasi kontinyu biji kakao tipe silinder berputar. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kapasitas mesin optimal sebesar 1.246 kg per jam pada kecepatan putar silinder sortasi 16 rpm dan kemiringan 5,4. Biaya sortasi adalah Rp 26 per kg atau turun 50 persen dari biaya sortasi secara manual penuh. Produktivitas sortasi manual meningkat dari 110,16 kg per orang per hari menjadi 213,76 kg per orang per hari. Selain itu penelitian tentang mesin sortasi jeruk antara lain Suparlan et al. (2005) yang merancang alat sortasi jeruk dengan sistem elektronik dimana alat penangkap buah yang digerakkan oleh silinder pneumatik dan dikendalikan dengan PLC (programable logic controller). Hasil uji unjuk kerja diperoleh kapasitas mesin sortasi sebesar 581 butir/jam (62,6 kg/jam) dengan tingkat keseragaman ukuran/diameter buah hasil pemisahan sebesar 95%. Satriyo (2004) mengembangkan mesin sortasi buah jeruk tipe BSM-1 dengan memakai sensor timbangan yang dilengkapi dengan saklar sentuh. Alat ini mempunyai kapasitas penyortiran 427 kg/jam yang diperoleh pada kecepatan putaran poros meja sortasi 7 rpm, efisiensi 90 % dan hampir tidak ada kerusakan buah. Penelitian ini dilakukan pada mesin sortasi jeruk dengan tipe rotasi berbentuk silinder berputar. Perancangan mesin sortasi jeruk Siam dengan sistem rotasi ini dibatasi pada variabel yang diperkirakan berpengaruh pada proses penyortiran jeruk yaitu massa input buah jeruk, kemiringan bidang sortasi dan kecepatan putar bidang sortasi. Namun sampai saat ini efisiensi optimal dari mesin sortasi jeruk Siam dengan sistem rotasi ini belum diketahui. Padahal efisiensi dari suatu mesin yang dirancang sangat penting agar kita dapat mengetahui kinerja dari mesin tersebut dalam menjalankan fungsinya. Sehingga diperlukan penelitian yang bertujuan untuk menganalisis kinerja mesin guna mendapatkan persamaan matematis yang dapat digunakan untuk memprediksi efisiensi penyortiran jeruk pada mesin sortasi jeruk tipe rotasi berdasarkan berbagai parameter kerja mesin. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk menentukan parameter kerja mesin terbaik sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan rancangan mesin sortasi jeruk selanjutnya. 2. Metodologi Mesin yang digunakan Penelitian ini dilakukan pada mesin sortasi buah jeruk tipe rotasi. Spesifikasi mesin dan komponen hasil rancangan disajikan pada tabel (1). Tabel 1. Spesifikasi mesin uji hasil rancang bangun Keterangan Mesin 1. Nama mesin 2. Prinsip kerja 3. Sumber penggerak Komponen 1. Dimensi alat 2. Rangka alat 3. Bidang sortasi 4. Hopper 5. Penampung buah 6. Sistem transmisi Spesifikasi Mesin sortasi jeruk Sistem rotasi Motor listrik ¾ HP 170 x 56 x 109 cm Besi siku 4 cm x 4 cm Plat stainless steel berdiameter 50 cm dan panjang 122,5 cm Plat stainless steel Plat stainless steel Pulli dan sabuk-v Pengujian mesin dilaksanakan di Laboratorium Energi dan Mesin Pertanian, Jurusan Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gajah Mada Yogyakarta. Alat yang digunakan pada penelitian ini yaitu stopwatch, mesin sortasi jeruk dengan sistem rotasi, timbangan dan wadah. Bahan yang digunakan adalah buah jeruk Siam Pontianak (citrus nobilis). Bidang sortasi dibuat terdiri atas 3 bagian yang disesuaikan dengan ukuran jeruk yang biasa terdapat dipasaran yaitu ukuran AB, C dan 12

D. Kode ukuran ditentukan berdasarkan surat keputusan Gubernur Kalimantan Barat nomor 106 tahun 1987 tentang standarisasi mutu buah jeruk Siam (citrus nobilis) produksi dari daerah Kalimantan Barat, dimana diameter buah jeruk adalah sebagai berikut. a. Ukuran AB : diameter 63 73 mm b. Ukuran C : diameter 56 62 mm c. Ukuran D : diameter 50 55 mm Berdasarkan ukuran diameter buah jeruk Siam tersebut dibuat lubang-lubang pada bidangan sortasi yang diameternya menyesuaikan diameter buah jeruk. Untuk bidangan sortasi paling atas dibuatkan lubang untuk menyortir ukuran D, bidangan selanjutnya untuk menyortir ukuran C dan bidangan yang paling bawah untuk ukuran AB. Perlu dilakukan antisipasi apabila terdapat buah jeruk Siam yang memiliki ukuran diatas ukuran AB (AB super), maka pada akhir bidangan sortasi akan dibuat tanpa lubang sehingga buahbuah lebih bebas untuk bergerak. Bagian utama mesin sortasi jeruk tipe rotasi meliputi hopper, rangka, motor listrik, reducer, bidang sortasi dan saluran keluar. jeruk yang tidak memasuki penampung buah yang sesuai dengan ukurannya disebabkan karena letak lubang sortasi yang dibuat tidak sesuai dengan letak batas penampung masingmasing ukuran buah jeruk. Solusinya adalah dengan menutupi sebagian lubang sortasi. Putaran bidang sortasi yang terlalu cepat diatasi dengan menggunakan reducer dan puli. Uji kinerja bertujuan untuk mengetahui pengaruh beberapa variabel terhadap kinerja mesin. Variabel mesin yang diuji adalah massa input buah jeruk, kemiringan bidang sortasi dan kecepatan putar bidang sortasi untuk menentukan nilai efisiensi (η) sortasi mesin. Efisiensi (η) penyortiran Variabel yang mempengaruhi efisiensi penyortiran adalah seperti yang ditunjukkan pada tabel (2). Penentuan variabel bebas berdasarkan perkiraan bahwa variabel-variabel tersebut berpengaruh terhadap variabel tak bebas. Dipilih massa jenis sebagai variabel bebas karena nilai massa pada massa jenis mempengaruhi inersia pada benda tersebut. Sedangkan dimasukkan spherecity adalah merupakan ukuran kemudahan bergerak buah pada bidang sortasi. Tabel 2. Variabel yang mempengaruhi efisiensi penyortiran buah jeruk Gambar 1. Mesin sortasi jeruk tipe rotasi Sebelum dilakukan analisis efisiensi penyortiran terlebih dahulu dilakukan pengujian pada mesin sortasi jeruk tipe rotasi hasil rancang bangun. Hasil ujicoba menunjukkan bahwa mesin yang dibuat telah sesuai dengan perancangan awal, namun terdapat beberapa hal yang ditemukan dalam operasional mesin antara lain adalah: a. Buah jeruk menumpuk di hopper b. Sebagian buah jeruk tidak memasuki penampung sesuai ukuran c. Putaran bidang sortasi terlalu cepat Buah menumpuk di hopper akibat bagian dasar hopper agak datar sehingga buah jeruk sulit untuk menggelinding. Solusinya adalah dengan membuat bagian dasar hopper lebih miring dari yang sebelumnya. Sebagian buah No. Variabel Simbol Satuan Dimensi A Variabel bebas Bahan 1 Sphericity Φ - - 2 Massa jenis bahan ρ kg/m 3 ML -3 Mesin 3 Kemiringan θ - - 4 Panjang lintasan sortasi L m M 5 Kecepatan putar sortasi v m/s LT -1 6 Massa input jeruk m kg M 7 Diameter bidang sortasi D m L 8 Lebar lintasan silinder j m L B Variabel tak bebas 9 Efisiensi penyortiran η - - Berdasarkan variabel yang mempengaruhi efisiensi penyortiran buah jeruk, maka dapat dituliskan fungsi efisiensi penyortiran sebagai berikut : η = f (θ, L, v, m, D, j, ρ, Φ) (1) η a θ b L c v d m e D f j g ρ h Φ i = 1 (2) Berdasarkan ketentuan teori phi- Buckingham maka persamaan tersebut ditransfer dalam bentuk notasi dimensi sebagai berikut : 13

[0] a [0] b [L] c [LT -1 ] d [M] e [L] f [L] g [ML -3 ] h [0] I (3) Selanjutnya dilakukan pemilihan kelompok variabel untuk mendapatkan nilai determinan lebih besar dari nol, sehingga diperoleh bilangan-bilangan tak berdimensi dibawah ini : 1, 2 cos, L 3, m 4, 3 D. D j 5, 6 D (4) π 1 merupakan fungsi π 2 sampai π 6 yang dinyatakan dengan : L m j f cos,,,, 3 D D D (5) Dengan menganggap bahwa panjang lintasan (L), diameter bidang sortasi (D), dan lebar lintasan (j) adalah konstan, serta nilai spherecity (Φ) bahan uji dianggap seragam maka dapat diperoleh persamaan fungsi efisiensi penyortiran (η) sebagai berikut : m f cos, D 3 (6) 3. Hasil dan Diskusi Tahap pertama dilakukan analisis hubungan antara parameter secara tunggal yaitu antara parameter π 1 dengan π 2, π 1 dengan π 3 dan π 1 dengan π 4. Persamaan prediksi akhir efisiensi penyortiran pada mesin sortasi jeruk tipe rotasi diperoleh dengan terlebih dahulu melakukan logaritma terhadap nilai π, dilanjutkan dengan regresi linier berganda dan analisis antilog terhadap data yang diperoleh. Dari hasil analisis nilai π diperoleh persamaan : 0,152x x (7) 0,979 0,376 1 2 3 Dengan mensubstitusikan variable-variabel utama kedalam persamaan diatas, diperoleh persamaan prediksi efisiensi penyortiran akhir yaitu : 0,376 0,979 m 0,152 xcos x 3 D (8) Hasil simulasi efisiensi penyortiran dengan memvariasikan massa input pada mesin uji menunjukkan bahwa penambahan massa input buah jeruk cenderung akan menurunkan efisiensi penyortiran. Hasil simulasi terbaik diperoleh pada massa input jeruk 2,12 kg dengan efisiensi penyortiran sebesar 68,24%. Hasil simulasi dengan memvariasikan kemiringan bidang sortasi menunjukkan bahwa penambahan kemiringan bidang sortasi juga akan menurunkan efisiensi penyortiran hingga batas tertentu kemudian nilainya cenderung stabil. Hasil simulasi terbaik diperoleh pada kemiringan bidang sortasi 10 o dengan efisiensi penyortiran sebesar 68,61% seperti yang ditunjukkan pada gambar 2 dan 3 dibawah. Dibandingkan dengan kemiringan bidang sortasi 10 o Sedangkan hasil simulasi dengan memvariasikan kecepatan putar bidang sortasi memiliki pengaruh tetapi tidak signifikan terhadap efisiensi penyortiran. 0.70 0.68 0.66 Efisiensi 0.64 0.62 0.60 0.58 0.56 θ=10⁰,v=0,540 m/s θ=10⁰,v=0,695 m/s θ=10⁰,v=0,815 m/s θ=10⁰,v=1,085 m/s 2.0 2.4 2.8 3.2 3.6 4.0 Massa input (kg) Gambar 2. Hasil simulasi persamaan prediksi efisiensi penyortiran dengan massa input jeruk yang bervariasi 14

Efisiensi 0.69 0.68 0.67 0.66 0.65 0.64 0.63 0.62 m1=2 kg,v=0,540 m/s m1=2 kg,v=0,695 m/s m1=2 kg,v=0,815 m/s m1=2 kg,v=1,085 m/s 10 14 18 22 26 30 Kemiringan bidang sortir (⁰) Gambar 3. Hasil simulasi persamaan prediksi efisiensi penyortiran dengan kemiringan bidang sortasi yang bervariasi Hubungan matematis antara efisiensi penyortiran hasil observasi (Y) dan efisiensi penyortiran hasil prediksi (X) ditunjukkan dengan persamaan : Y = 0,799.X + 0,117 (9) Dengan koefisien determinasi (R 2 ) = 0,745 seperti ditunjukkan pada gambar 4. Persamaan prediksi yang diperoleh tersebut berlaku pada batas nilai π atau nilai variabel tertentu, sebagai berikut : 1. Nilai π 2 (cos θ) dari 0,87 sampai 0,98 atau kemiringan bidang sortasi dari 10 o sampai 30 o 2. Nilai π 3 (m/ρ.d 3 ) dari 0,016 sampai 0,032 atau massa input buah jeruk dari 2 kg sampai 4 kg. Analisis kesesuaian persamaan prediksi efisiensi penyortiran mesin dilakukan berdasarkan uji t berpasangan (paired t-test) antara hasil observasi dengan hasil prediksi (Gomez dan Gomez, 1984). Hasil observasi merupakan hasil pengujian yang dilakukan pada mesin sortasi jeruk Siam dengan mengkombinasikan kemiringan bidang sortasi, massa input jeruk dan kecepatan putar bidang sortasi. Berdasarkan data dengan degrees of freedom (df) = 34 dan α = 0,05, diperoleh nilai t (nilai parametrik data rata-rata) dari tabel sebesar 2,032 sedangkan nilai t hasil perhitungan diperoleh sebesar 0,873. Hasil perbandingan menunjukkan bahwa nilai t hitung kurang dari nilai t tabel (0,873 < 2,032), ini berarti bahwa persamaan prediksi efisiensi penyortiran yang telah dihasilkan tidak berbeda nyata dengan hasil observasi, sehingga bentuk persamaan akhir prediksi efisiensi penyortiran mesin sortasi jeruk tipe rotasi dapat diterima. Persamaan prediksi yang dihasilkan selanjutnya dapat digunakan untuk mengatur kinerja mesin dengan menentukan parameter yang berhubungan dengan kinerja mesin untuk menghasilkan efisiensi penyortiran terbaik. Gambar 4. Grafik perbandingan efisiensi penyortiran hasil observasi dengan hasil prediksi menggunakan persamaan (8) 4. Kesimpulan Analisis kinerja terhadap mesin sortasi jeruk tipe rotasi dilakukan dengan pendekatan analisis dimensi untuk mendapatkan persamaan matematis yang dapat digunakan dalam memprediksi efisiensi penyortiran mesin. Dari hasil analisis dengan variabel bebas berupa 15

kemiringan bidang sortasi (θ), massa input jeruk (m), massa jenis jeruk (ρ) dan diameter bidang sortasi (D) menghasilkan efisiensi penyortiran mesin (η) dengan persamaan berikut : 0,376 0,979 m 0,152 x cos x 3 D Persamaan prediksi diatas berlaku pada batas kemiringan bidang sortasi dari 10 o sampai 30 o dan massa input buah jeruk dari 2 kg sampai 4 kg. Dari hasil analisis kesesuaian menunjukkan bahwa pada batas keberlakuan, persamaan yang diperoleh dapat diterima sehingga dapat digunakan untuk memprediksi efisiensi penyortiran mesin. Hasil terbaik simulasi efisiensi penyortiran diperoleh pada bidang kemiringan 10 0 dan massa input jeruk 2 kg yaitu sebesar 71,07 %. Hasil simulasi ini dapat dijadikan rekomendasi dalam penggunaan mesin sortasi jeruk Siam dengan sistem rotasi. Suparlan, Tjahjohutomo Rudy, Supriyanto, Widodo Puji, 2005, Penelitian dan Pengemb. Alsin Penanganan Segar Buah Jeruk dan Mangga, Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian Surat Keputusan Gubernur Kalimantan Barat Nomor 106 tahun 1987, Tentang Standarisasi Mutu Buah Jeruk Siam Produksi Dari Kalimantan Barat. Pustaka Anonim, 2009, Badan Standarisasi Nasional, SNI No. 3165 Anonim, 2003, Profil Jeruk Di Kabupaten Sambas, Direktorat Jenderal Bina Produksi Hortikultura, Jakarta Bappeda, 2008, Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas Budi Satriyo, Mesin Sortasi Buah Jeruk Tipe BSM- 1, Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian, 2004. Gomez, K.A., Gomez, A.A., 1984, Statistical Procedures for Agricultural Research, John Wiley & Sons, United States of America Henderson S. M, 1976, Agricultural Process Engineering, The Avi Publishing Company, Inc., Westport Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, 2004, Unit Mesin Sortasi Kontinyu Biji Kakao Tipe Silinder Berputar, Jember Sandi Asmara, Warji, Linda, 2006, Pengaruh Kemiringan Rak Sortasi Terhadap Hasil Penyortiran Buah Duku, Seminar Nasional Mekanisasi Pertanian 16