Rencana Kinerja Tahunan

dokumen-dokumen yang mirip
RKT. Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani TA 2015

KATA PENGANTAR. Jakarta, 2013 Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani, drh. Sujarwanto, MM NIP

No Sasaran Kegiatan Indikator Kinerja Target Realisasi % 2 Dok 2 Dok 100 kebijakan teknis peraturan/keputusan

RKT (Rencana Kinerja Tahunan) PUSAT KEPATUHAN, KERJASAMA DAN INFORMASI PERKARANTINAAN

No Sasaran Kegiatan Indikator Kinerja Target Realisasi % 2 Dok 3 Dok 100 kebijakan teknis peraturan/keputusan

PUSAT KEPATUHAN, KERJASAMA DAN INFORMASI PERKARANTINAAN

Rencana Kerja Tahunan 2013 KATA PENGANTAR

Rencana Kerja Tahunan TA KATA PENGANTAR

LAKIP PUSAT KARANTINA TUMBUHAN TA BADAN KARANTINA PERTANIAN

KATA PENGANTAR. Jakarta, Kepala Pusat KKIP, ARIFIN TASRIF

IKHTISAR EKSEKUTIF. Tabel 1 Sasaran program, Indikator Kinerja, Target, Realisasi dan Persentase Capaian

RENCANA KINERJA TAHUNAN BADAN KARANTINA PERTANIAN TA. 2016

PERAN KARANTINA PERTANIAN DI KANTOR POS

RENCANA KINERJA TAHUNAN

BAB II GAMBARAN UMUM INSTANSI. Alamat : Jl. Ir. H. Juanda, Sidoarjo (61253) No Telp : (031) :

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. : Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya. Alamat : Jl. Ir. H. Juanda, Sidoarjo (61253) No Telp : (031)

LAMPIRAN RENCANA KINERJA TAHUNAN BADAN KARANTINA PERTANIAN 2017

RENCANA KINERJA TAHUNAN PUSAT PERLINDUNGAN VARIETAS TANAMAN DAN PERIZINAN PERTANIAN TA. 2012

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) TAHUN 2016

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) TAHUN 2015

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

RENCANA KINERJA TAHUNAN TAHUN 2015

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) TAHUN 2015

TIM PENYUSUN. Bagian Perancanaan Sekretariat Badan Karantina Pertanian

LAKIP. (Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah) Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan Ambon Tahun 2013

RENCANA KINERJA TAHUNAN

Standar Pelayanan Publik Balai Karantina Pertanian Kelas I Pertanian

PENGENDALI ORGANISME PENGGANGGU TUMBUHAN BAB I PENDAHULUAN

RENCANA KINERJA TAHUNAN TAHUN 2014

KATA PENGANTAR. Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur

Rencana Kinerja Tahunan 2013 i KATA PENGANTAR

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PRASARANA DAN SARANA PERTANIAN TA. 2012

I. PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) DIREKTORAT PERLUASAN DAN PENGELOLAAN LAHAN TA. 2014

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN 2015

RENCANA KINERJA TAHUNAN

PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 80/Permentan/OT.140/12/2012 TENTANG PEDOMAN FORMASI JABATAN FUNGSIONAL PENGENDALI ORGANISME PENGGANGGU TUMBUHAN

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

Rencana Strategis. Badan Karantina Pertanian. Tahun

RENSTRA BALAI KARANTINA PERTANIAN KELAS I BATAM

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

RENCANA KINERJA TAHUNAN SEKRETARIAT JENDERAL TAHUN 2012

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

KEMENTERIAN AGAMA RI RENCANA AKSI LAKIP KEMENTERIAN AGAMA

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) Tahun 2014

1 PENDAHULUAN Latar Belakang

PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 83/Permentan/OT.140/12/2012 TENTANG PEDOMAN FORMASI JABATAN FUNGSIONAL MEDIK VETERINER DAN PARAMEDIK VETERINER

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

RechtsVinding Online

Rencana Strategis Pusat Data dan Informasi Tahun

PROGRAM DAN KEGIATAN BADAN KARANTINA PERTANIAN TA MUSRENBANGTAN NASIONAL 2015

BAB. I PENDAHULUAN Kondisi Umum

PERATURAN GUBERNUR BANTEN

2017, No Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4401); 3. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (

Disampaikan pada: Rapat Kerja Kementerian Pertanian 4 Januari 2017

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN PERTANIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BAB II PERENCANAAN KINERJA. mengacu pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman

BAB I REVIEW RENSTRA SETDA KALTIM

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT)

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) DIREKTORAT ALAT DAN MESIN PERTANIAN TA. 2014

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) TAHUN 2013

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) DIREKTORAT TANAMAN REMPAH DAN PENYEGAR TAHUN 2015

PEDOMAN FORMASI JABATAN FUNGSIONAL MEDIK VETERINER DAN PARAMEDIK VETERINER BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN. kegiatan yang melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan didalamnya, guna

PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA. Bab II

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA 2013

KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PERTANIAN: Upaya Peningkatan Produksi Komoditas Pertanian Strategis

LAPORAN KINERJA 2014 BAB I. PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN. Ateh (2016) dalam artikelnya mengungkapkan, pernah menyampaikan bahwa ada yang salah dengan sistem perencanaan dan

BALAI KARANTINA PERTANIAN KELAS II MEDAN RENSTRA

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) DIREKTORAT PEMBIAYAAN PERTANIAN TA. 2014

KATA PENGANTAR. Bandung, Januari 2015 KEPALA BADAN PENANAMAN MODAL DAN PERIJINAN TERPADU PROVINSI JAWA BARAT

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

2013, No Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166, Tambahan Lemb

Kementerian Agama RI Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Tahun 2015

BAB I PENDAHULUAN. Pembinaan Administrasi Kepegawaian. Meningkatnya Pelayanan Administrasi Kepegawaian di Lingkungan Kementerian Kesehatan

Rencana Strategis BAB I PENDAHULUAN

ARAH KEBIJAKAN PERKARANTINAAN TAHUN ANGGARAN 2018

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN PERTANIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERUBAHAN INDIKATOR KINERJA UTAMA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN BADUNG

Ingatlah, Bahwa Kechilafan Satu Orang Sahaja. Tjukup Sudah MenJebabkan Keruntuhan Negara. - dr. Roebiono Kertopati, Bapak Persandian RI

PERATURAN DAERAH KOTA PALEMBANG NOMOR 6 TAHUN 2009 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH KOTA PALEMBANG TAHUN

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA ( LAKIN ) TAHUN ANGGARAN 2015

Transkripsi:

Rencana Kinerja Tahunan PUSAT KARANTINA TUMBUHAN DAN KEAMANAN HAYATI NABATI TA. 2015 BADAN KARANTINA PERTANIAN 2014

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dengan adanya perubahan paradigma dalam penyusunan program dan kegiatan serta anggaran yang berbasis Kinerja pada lembaga dan instansi pemerintahan yang semula disusun berdasarkan besarnya dana yang akan dihabiskan menjadi berapa besar kinerja yang dapat dihasilkan (Result Oriented Goverment), dimana setiap program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh Penyelenggara Negara harus dapat dipertanggungjawabkan kinerja atau hasil akhir kepada masyarakat atau rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, maka Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati sebagai salah satu unit eselon II lingkup Badan Karantina Pertanian wajib menyusun Rencana Kinerja Tahunan tahun 2012 berdasarkan Rencana Strategis (Renstra) Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati 2010 2014. Perencanaan Kinerja Tahunan merupakan proses penyusunan rencana kinerja sebagai penjabaran dari sasaran dan program yang telah ditetapkan dalam rencana strategis, yang akan dilaksanakan oleh Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati melalui berbagai kegiatan tahunan. Dengan adanya dokumen Rencana Kinerja Tahunan ini Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati ini diharapkan mampu mendorong dan mendukung Peningkatan Kinerja Badan Karantina Pertanian dalam mewujudkan visi, misi dan tujuan Badan Karantina Pertanian. RKT Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati TA 2015 Page 1

1.2. Tujuan Penyusunan Rencana Kinerja Tahunan TA 2015 Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati ini bertujuan untuk : a) Mengidentifikasi kegiatan-kegiatan Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati sesuai kondisi lingkungan strategik tahun 2015 b) Memperhitungkan rencana anggaran yang diperlukan untuk kegiatan Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati Tahun 2015 RKT Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati TA 2015 Page 2

BAB II PERENCANAAN PUSAT KARANTINA TUMBUHAN DAN KEAMANAN HAYATI NABATI TAHUN 2015 Rencana kegiatan Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati Tahun 2012 harus disesuaikan dengan Rencana Strategis Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati Tahun 2010 2014 yang akan dijabarkan sebagai berikut: 2.1. Visi dam Misi Visi Visi Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati : Mendukung Badan Karantina Pertanian menjadi Instansi yang Tangguh dan Terpercaya dalam Perlindungan Kelestarian Sumberdaya Alam Hayati Nabati, Keamanan Pangan (Pengawasan Keamanan PSAT) dan Lingkungan (JENIS ASING INVASIF, PRG, dan Kerusakan Lapisan Ozon) Pengertian Tangguh dan Terpercaya adalah sebagai berikut : Tangguh : Penyelenggaraan karantina pertanian pada hakekatnya adalah pewujudan pertahanan negara di bidang kelestarian sumberdaya alam hayati, keanekaragaman hayati serta keamanan pangan dan lingkungan. Prinsip pertahanan dimaksudkan yaitu tangguh menghadapi serangan dan ancaman OPTK, cemaran kimia berbahaya, produk rekayasa genetik berbahaya, serta spesies asing invasif. Terpercaya : Penyelenggaraan perkarantinaan dan pengawasan keamanan hayati nabati harus mendapat kepercayaan yang tinggi secara nasional dan internasional. Kepercayaan akan diperoleh antara lain melalui akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan dibidang perkarantinaan dan keamanan hayati. RKT Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati TA 2015 Page 3

Misi Dengan mempertimbangkan tugas pokok dan fungsi serta Prioritas Nasional dan Kebijakan Kementerian Pertanian, dengan Misi Badan Karantina Pertanian sebagai berikut: a. Melindungi kelestarian sumberdaya alam hayati hewan dan tumbuhan dari serangan penyakit hewan karantina (HPHK) dan Organisme Penganggu Tumbuhan Karantina (OPTK); b. Mendukung terwujudnya keamanan pangan. c. Menfasilitasi perdagangan dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan akses pasar komoditas pertanian; d. Meningkatkan citra dan kualitas layanan publik. Selanjutnya misi Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati adalah sebagai berikut: a. Melindungi kelestarian sumberdaya alam hayati nabati dari ancaman OPTK/OPTP; b. Mendukung terwujudnya sistem keamanan pangan yang sehat dan pengawasan keamanan lingkungan dari ancaman spesies asing invasif (JENIS ASING INVASIF) dan produk rakayasa genetik serta kerusakan lapisan ozon. c. Mempertahankan dan meningkatkan akses pasar komoditas pertanian; d. Meningkatkan citra dan kualitas layanan publik perkarantinaan tumbuhan dan pengawasan keamanan hayati nabati. 2.2. Tujuan dan Sasaran Tujuan Visi dan Misi memiliki sifat yang relatif sulit diukur oleh karena itu perlu diturunkan/diderivasi menjadi tujuan dan sasaran strategis. Tujuan merupakan pernyataan tentang apa yang ingin dicapai oleh Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati dalam kurun 5 tahun ke depan. Sesuai tugas pokok dan fungsinya yaitu melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang Karantina Tumbuhan Benih, Non RKT Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati TA 2015 Page 4

Benih, serta Pengawasan Keamanan Hayati Nabati, maka tujuan Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati dalam tahun 2010-2014 adalah: Menyiapkan kebijakan teknis perkarantinaan tumbuhan dan pengawasan keamanan hayati nabati guna meningkatkan efektifitas dan efisiensi pelaksanaan perkarantinaan tumbuhan nasional. Sasaran Sasaran strategis merupakan penjabaran dari tujuan dengan arah yang lebih terukur. Sasaran Strategis Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati terbagi dalam 2 (dua) kelompok utama yaitu sasaran prioritas misi dan sasaran prioritas pengembangan sumberdaya. Prioritas misi berorientasi pada proses internal utama yang berkaitan dengan tugas pokok yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundang undangan, sedangkan prioritas misi berkontribusi langsung pada pencapaian tugas pokok Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati. Strategi pengembangan sumberdaya berkaitan dengan dukungan manajemen yang mendukung langsung pencapaian sasaran prioritas misi. Strategi pengembangan sumberdaya atau lazim juga disebut capacity building berhubungan dengan perencanaan teknis secara umum, penyediaan dan pelaksanaan angggaran yang optimal. Sasaran strategis Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati adalah : Kebijakan teknis operasional karantina tumbuhan dan pengawasan keamanan hayati nabati yang efektif Melalui sasaran strategis tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektifitas pelaksanaan kebijakan teknis perkarantinaan tumbuhan dan pengawasan keamanan hayati nabati dalam rangka mencegah masuk, tersebar dan keluarnya OPTK/OPTP dan bahan pangan yang tidak sehat/aman, serta pengawasan jenis asing invasif dan produk rekayasa genetik. RKT Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati TA 2015 Page 5

Indikator kinerja tercapainya sasasan strategis tersebut dapat dilihat dari jumlah rumusan kebijakan teknis operasional karantina tumbuhan dan pengawasan keamanan hayati nabati yang dihasilkan/disempurnakan. RKT Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati TA 2015 Page 6

BAB III KEGIATAN PUSAT KARANTINA TUMBUHAN DAN KEAMANAN HAYATI NABATI Sesuai dengan Rencana Strategis Badan Karantina Pertanian yang memiliki program Peningkatan Kualitas Pengkarantinaan Pertanian dan Pengawasan Keamanan Hayati dimana salah satu sasarannya melekat pada tupoksi Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati yaitu Peningkatan Sistem Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati Kegiatan prioritas yang melekat pada Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati dengan sasaran Kebijakan Teknis Yang Efektif Dalam Operasional Pencegahan Masuk, Menyebar dan Keluarnya OPTK, Pangan Nabati Yang Tidak Aman Serta Media Lain Yang Mengancam Kelestarian Sumberdaya Hayati Nabati dan Kesehatan Pangan Nabati. Indikator kinerja dari kegiatan ini adalah jumlah rumusan kebijakan teknis operasional karantina tumbuhan dan keamanan hayati nabati yang dihasilkan/disempurnakan dan dapat diimplementasikan dalam operasional pelayanan dan pengawasan. Dalam rangka pencapaian sasaran kegiatan ini maka pada tahun 2015 direncanakan menyusun beberapa kebijakan karantina tumbuhan dan keamanan hayati nabati, yaitu : 1) Perumusan Prosedur Ekspor Benih per Komoditas; 2) Pedoman Koleksi OPT/OPT Kelompok Serangga Arththropoda; 3) Prosedur Pengeluaran dan Pemasukan Benih dari suatu Area ke Area Lain di dalam Wilayah Negara RI; 4) Pedoman Pemantauan Dini/Monitoring Lalat Buah OPTK A1; 5) Penyempurnaan Daftar OPTK; 6) Hasil Analisis Risiko Organisme Pengganggu Tumbuhan (AROPT); 7) Standar Perlakuan Fumigasi Sulfuryl Fluoride; 8) Standar Fumigasi Kapal; 9) Pedoman Sistem Sertifikasi Ekspor Komoditas Alpukat dan Duku; RKT Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati TA 2015 Page 7

10) Pedoman Tindakan Karantina terhadap Pemasukan MP OPTK Jagung dan Kedelai dari Negara Endemis SALB; 11) Hasil AROPT Non Benih; 12) Kebijakan Mitigasi Impor Gandum Bahan Industri dari Rusia; 13) Kebijakan Pengawasan Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT); 14) Deskripsi/Visualisasi Invasive Alien Species (IAS) Kelompok Tumbuhan; 15) Kajian Rekomendasi Permohonan Pemasukan Agens Hayati. RKT Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati TA 2015 Page 8

RENCANA KINERJA TAHUNAN Unit Eselon II : Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati Tahun : 2015 Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target (1) (2) (3) Kebijakan teknis yang efektif dalam operasional pencegahan masuk, menyebar dan keluarnya OPTK, Pangan Nabati yang tidak aman serta media lain yang mengancam kelestarian sumberdaya hayati nabati dan kesehatan pangan nabati Jumlah rumusan kebijakan teknis operasional karantina nabati yang dihasilkan/disempurnakan dan dapat berimplementasi dalam operasional pelayanan dan pengawasan. 6 RKT Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati TA 2015 Page 9